Anda di halaman 1dari 11

BAB

1
1.1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kota Sorong merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua Barat yang memiliki potensi
bencana cukup tinggi. Berdasarkan analisa Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB), sedikitnya terdapat 5 (lima) potensi bencana di Kota Sorong, yaitu; gempa bumi,
longsor, tsunami, kekeringan, dan banjir. Untuk lebih jelasnya potensi bencana di Indonesia
dan Kota Sorong disajikan pada Gambar 1, Gambar 2, Gambar 3, Gambar 4, dan Gambar 5.
Berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) yang dirilis oleh BNPB serta
dari beberapa referensi lainnya, beberapa bencana yang pernah terjadi di Kota Sorong
antara lain;
1.

Tanah longsor
Bencana tanah longsor terjadi pada 16 September 2011, tidak terdapat korban dalam
bencana tersebut

2.

Gempa Bumi
Sedikitnya 2 kali dalam setahun terjadi gempa bumi di Kota Sorong dan sekitarnya
dengan kekuatan 3 4 SR. Pada 4 Januari 2009 terjadi gempa yang cukup besar dan
mengakibatkan 27 orang terluka dan 1.336 orang mengungsi

3.

Tsunami
Bencana tsunami terjadi pada tahun 1996 yang diakibatkan oleh gempa tektonik
berkekuatan 8 SR. Peristiwa ini mengakibatkan 160 orang meninggal.

4.

Banjir
Bencana banjir sering terjadi diKota Sorong. Pada 04 Desember 2012 banjir telah
mengakibatkan sejumlah rumah di Kota Sorong terendam.
Untuk meminimalkan dampak bencana dimasa mendatang, maka perlu dilakukan

beberapa upaya penanggulangan bencana, diantaranya tindakan pencegahan (pereventif),


mitigasi, dan membangun kesiapsiagaan.
Menurut UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, mitigasi bencana
adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan
fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman
bencana. Ada empat hal penting dalam mitigasi bencana, yaitu :
1. Tersedia informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana,

BAB I
PENDAHULUAN

2. Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam


menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana,
3. Mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari, serta mengetahui cara
penyelamatan diri jika bencana timbul, dan
4. Pengaturan dan penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman
bencana.
Mengingat potensi bencana yang cukup tinggi di Kota Sorong, maka perlu disiapkan
rencana mitigasi bencana sebagai masukan dan panduan bagi pemerintah dan masyarakat
Kota Sorong untuk mengurangi resiko bencana dimasa mendatang.
Rencana mitigasi bencana di Kota Sorong ini pada gilirannya akan dapat menjadi
masukan bagi Pemerintah Kota Sorong dalam penyiapan dan penyempurnaan rencana
pembangunan di Kota Sorong khususnya terkait rencana tata ruang wilayah agar
pemanfaatan ruang pada kawasan rawan bencana dapat ditinjau kembali dan dikendalikan
pemanfaatan ruangnya.

Peta Resiko
Bencana

RTRW

Overlay
Gambar
1.
Hubungan
Dokumen Rencana Mitigasi
dengan Rencana Tata Ruang
Wilayah

Pemanfaatan Ruang Eksisting dan Rencana


Terhadap Kawasan Rawan Bencana

Rencana
Mitigasi

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-2

Gambar 2. Peta Indeks Resiko Bencana Longsor di Indonesia (Sember: BNPB, 2010)

BAB I
PENDAHULUAN

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-3

Gambar 3. Peta Indeks Resiko Bencana Gempa Bumi di Indonesia (Sember: BNPB, 2010)

BAB I
PENDAHULUAN

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-4

Gambar 4. Peta Indeks Resiko Bencana Tsunami di Indonesia (Sember: BNPB, 2010)

BAB I
PENDAHULUAN

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-5

Gambar 5. Peta Indeks Resiko Bencana Banjir di Indonesia (Sember: BNPB, 2010)

BAB I
PENDAHULUAN

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-6

Gambar 6. Peta Indeks Resiko Bencana Kekeringan di Indonesia (Sember: BNPB, 2010)

BAB I
PENDAHULUAN

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-7

BAB I
PENDAHULUAN

1.2

Landasan Hukum

Landasan hukum yang mendasari dilaksanakannya kegiatan Penyusunan Dokumen


Rencana Mitigasi Kota Sorong adalah:
1.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana,

2.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang,

3.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan


Pulau-Pulau Kecil,

4.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air,

5.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,

6.

Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam

7.

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan

8.

Peraturan Pemerintah No 3 Tahun 2008 Tentang tata Hutan, Perencanaan Pengelolaan


Hutan

9.

Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan


Bencana

10.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2006 Tentang Pedoman Umum
Mitigasi Bencana,

11.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pedoman


Penataan Ruang Kawasan Rawan Letusan Gunung Berapi dan Kawasan Rawan Gempa
Bumi,

12.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Pedoman


Penataan Ruang Kawasan Bencana Longsor,

13.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05 Tahun 2008 Tentang Pedoman


Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan,

14.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06 Tahun 2009 Tentang Pedoman


Perencanaan Umum Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Rawan Tsunami,

15.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 17 tahun 2009 Tentang Pedoman Penyusunan


Rencana Tata Ruang Wilayah Kota

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-8

BAB I
PENDAHULUAN

16.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012


Tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana

17.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 04 Tahun 2008


Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana

1.3

Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud
Maksud dari kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Mitigasi Kota Sorong adalah:

1. Melakukan identifikasi potensi bencana di Kota Sorong,


2. Melakukan kajian resiko bencana di Kota Sorong,
3. Membuat zonasi kawasan rawan bencana,
4. Menyusun rencana mitigasi bencana di Kota Sorong.
1.3.2 Tujuan
Tujuan dari kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Mitigasi Kota Sorong adalah:

1. Tersusunnya dokumen kajian resiko bencana,


2. Tersusunnya peta resiko bencana,
3. Tersusunnya rencana mitigasi bencana Kota Sorong.
1.4

Sasaran

Sasaran dari kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Mitigasi Kota Sorong adalah
sebagai pedoman bagi pemerintah Kota Sorong, masyarakat, serta pemangku kepentingan
lainnya dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Sorong.

1.5

Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang lingkup kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Mitigasi Kota Sorong antara lain :

1. Melakukan kajian atas regulasi-regulasi yang terkait dengan penanggulangan bencana


pada tingkat regional dan nasional,

2. Melakukan identifikasi dan interpretasi potensi bencana alam yang ada di Kota Sorong,
3. Melakukan identifikasi dan interpretasi tingkat ancaman bencana alam di Kota Sorong,
4. Melakukan identifikasi dan interpretasi tingkat kerentanan wilayah terhadap ancaman
bencana alam di Kota Sorong,

5. Melakukan identifikasi dan interpretasi kapasitas wilayah dalam penanggulangan


ancaman bencana alam di Kota Sorong,
PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-9

BAB I
PENDAHULUAN

6. Menyusun peta resiko bencana alam,


7. Menyusun konsep mitigasi bencana di Kota Sorong sebagai bagian dari upaya
pengurangan resiko bencana, dan

8. Penyusunan kebijakan dan strategi mitigasi bencana di Kota Sorong.


1.6

Lokasi Pekerjaan

Kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Mitigasi Kota Sorong dilakukan di Kota Sorong
Provinsi Papua Barat.

1.7

Jangka Waktu Pelaksanaan

Jangka waktu kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Mitigasi Kota Sorong adalah 6
(enam) bulan terhitung saat diterimanya Surat Perintah Kerja dari Pemberi Kerja (Dinas
Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat).

1.8

Tenaga Ahli

Kegiatan Penyusunan Penyusunan Dokumen Rencana Mitigasi Kota Sorong melibatkan 8


(delapan) orang Tenaga Ahli, yaitu :
1.

Ahli Perencanaan Wilayah (sebagai Tim Leader),

2.

Ahli Geologi,

3.

Ahli Kelautan,

4.

Ahli Hidrologi,

5.

Ahli Mitigasi Bencana,

6.

Ahli Sistem lnfomasi Geografi,

7.

Ahli Klimatolologi, dan

8.

Ahli Ekonomi.

Disamping itu, kegiatan ini didukung oleh sejumlah tenaga asisten yang kompeten.

1.9

Keluaran

Keluaran dari kegiatan ini adalah;


1.

Dokumen kerja tentang Rencana Mitigasi Kota Sorong yang terdiri atas:
a. Informasi tentang potensi bencana yang ada di Kota Sorong. Informasi ini diolah
berdasarkan data sekunder dan kemudian dituangkan dalam bentuk peta yang
disertai narasi dan kriteria teknis lainnya yang akan digunakan sebagai acauan dalam
penyusunan kajian resiko bencana dan rencana mitigasi. Hasil dari pekerjaan ini
berupa Laporan interim.

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-10

BAB I
PENDAHULUAN

b. Pendalaman terhadap hasil informasi diatas. Pendalaman dimaksud sedapat mungkin


menggunakan data primer. Dalam dokumen ini tersaji kriteria teknis yang nantinya
dapat menjadi acuan dalam penyusunan rencana mitigasi. Hasil dari pekerjaan ini
berupa draft laporan akhir dan selanjutnya menjadi laporan akhir. Kegiatan ini juga
akan dibahas bersama Pemberi Kerja.
2.

Laporan akhir dalam bentuk hard copy dan soft copy.

1.10 Sistematika Laporan


Sistematika laporan pada Laporan Pendahuluan ini adalah;
Bab 1 Pendahuluan
Bab ini berisi uraian tentang pekerjaan secara umum, latar belakang, tujuan dan manfaat
pekerjaan, deskripsi pekerjaan, lokasi pekerjaan, dan sistematika pelaporan.
Bab 2 Gambaran Umum Kota Sorong
Bab ini berisi uraian tentang kondisi Kota Sorong secara umum dari segi administrasi
pemerintahan, kondisi fisik wilayah (topografi, iklim, geologi, dan tanah), kependudukan,
sosial budaya, dan ekonomi.
Bab 3 Pendekatan dan Metodologi
Bab ini berisi uraian tentang pendekatan pekerjaan, metodologi pelaksanaan pekerjaan, dan
metodologi analisis yang digunakan.
Bab 4 Rencana Kerja
Bab ini berisi uraian tentang rencana kerja secara umum yang terdiri atas rencana
pelaksanaan pekerjaan, jadual pelaksanaan pekerjaan, dan jadual pelibatan tenaga ahli.

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA MITIGASI KOTA SORONG

I-11