Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

ASIMILASI NITROGEN
Tugas kelompok sebagai salah satu syarat menyelesaikan perkuliahan
Fisiologi Tumbuhan Semester Genap 2016/2017

Di Susun Oleh :

KELOMPOK 3
RETNO PURI WULANDARI

(140384205056)

FACHRIAN

(140384205033)

FEBRISA

(140384205012)

YUNITA ANJARSARI

(140384205002)

HERLINA

(140384205023)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2016

KATA PENGANTAR
Penulis mengucapkan puji dan syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan makalah
ini .
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih
banyak kekurangan karena keterbatasan yang dimiliki oleh penulis. Oleh karena itu, dengan
segala kerendahan hati penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya
membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Makalah ini takkan terwujud tanpa adanya
bantuan berbagai pihak baik bantuan secara langsung maupun tidak langsung.
Atas segala bantuan yang diberikan penulis mengucapkan terima kasih dan penulis
memohon maaf atas banyaknya kekurangan yang dimiliki dalam makalah ini sehingga
dengan adanya makalah ini dapat menjadi ilmu bagi yang membacanya.

Tanjung Pinang, 20 Mei 2016


Hormat Kami,

Penulis

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1
1.1

Latar Belakang.............................................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah.......................................................................................................1

1.3

Tujuan..........................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................2
2.1

Definisi dari Asimilasi Nitrogen..................................................................................2

2.2

Sumber Nitrogen bagi Tumbuhan...............................................................................2

2.3

Proses Asimilasi Nitrogen...........................................................................................4

2.4

Faktor yang Mempengaruhi Fiksasi dalam Asimilasi Nitrogen................................12

2.5

Peranan Nitrogen Bagi Tumbuhan............................................................................13

2.6

Gejala Kekurangan dan Kelebihan Nitrogen Pada Tumbuhan..................................13

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................................16


3.1

Kesimpulan................................................................................................................16

3.2

Saran..........................................................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................17

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Tumbuhan tingkat tinggi merupakan organisme autotrof dapat mensintesa

komponen molekular organik yang dibutuhkannya, selain juga membutuhkan hara


dalam bentuk anorganik dari lingkungan sekitarnya. Hara mineral diabsorpsi dari
tanah oleh akar dan akan bergabung dengan senyawa organik yang esensial untuk
pertumbuhan dan perkembangan. Penggabungan hara mineral dengan senyawa
organik membentuk pigmen, kofaktor enzim, lipid, asam nukleat dan asam amino.
Proses inilah yang disebut dengan asimilasi hara mineral.
Asimilasi nitrogen membutuhkan serangkaian reaksi biokimia yang komplek
yang membutuhkan energi. Nitrogen merupakan elemen yang sangat esensial,
menyusun bermacam-macam persenyawaan penting, baik organik maupun
anorganik. Nitrogen menempati porsi 1-2 % dari berat kering tanaman
Pembahasan mengenai asimilasi nitrogen akan dijelaskan kembali secara
lebih eksplisit dalam makalah ini.

1.2

Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari asimilasi nitrogen?
2. Bagaimana proses asimilasi nitrogen?
3. Apa saja faktor-faktor terjadinya fiksasi nitrogen?
4. Apa peranan serta gejala kekurangan dan kelebihan N bagi tumbuhan?

1.3 Tujuan
Mengenalkan kepada mahasiswa tentang konsep asimilasi nitrogen.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi dari Asimilasi Nitrogen
Asimilasi merupakan penyerapan dan penggabungan dengan unsur lain
membentuk zat baru dengan sifat baru. Nitrogen adalah unsur kimia non-logam yang
tawar, tidak berbau dan tidak berwarna yang ada dalam jumlah besar di atmosfer
bumi. Unsur ini juga muncul di beberapa senyawa lain, dan merupakan komponen
penting bagi kehidupan banyak organisme di Bumi.
Asimilasi nitrogen adalah pembentukan senyawa nitrogen organik seperti
asam amino dari senyawa nitrogen anorganik yang hadir di lingkungan.
Pembentukan senyawa nitrogen kompleks (NO3, NH4+, dan beberapa N-organik) dari
senyawa nitrogen sederhana (N2) yang berasal dari atmosfer.

2.2 Sumber Nitrogen bagi Tumbuhan


Sumber nitrogen di alam tersedia sangan melimpah di udara namun tidak bisa
secara langsung digunakan oleh tanaman. Berdasarkan jenisnya nitrogen dapat
berasal dari bahan organik maupun anorganik. Bahan organik yaitu dari dekomposisi
mahluk hidup yang mati sedangkan yang anorganik dapat dari udara maupun hujan.
Berdasarkan dari asalnya nitrogen dapat berasal secara alami yaitu dari udara dan
bantuan dari bakteri. Asal lainnya yaitu buatan yang berasal dari pupuk.

Adapun sumber Nitrogen adalah :


Terjadi halilintar di udara ternyata dapat menghasilkan zat Nitrat, yang

kemudian di bawa air hujan meresap ke bumi.


Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organis.
Mikrobia atau bakteri-bakteri.
Pupuk buatan (Urea, ZA dan lain-lain)

Sumber Nitrogen terkhusus bagi tumbuhan antara lain :

Amonia nitrogen, merupakan sumber nitrogen bagi tumbuhan yang hidup di


tanah masam, terutama tanah humus.

Nitrat nitrogen, merupakan sumber nitrogen bagi tumbuhan yang hidup


ditanah netral atau basis.

Organik nitrogen, merupakan sumber nitrogen bagi tumbuhan yang hidup di


tanah organik

Nitrogen udara, merupakan sumber nitrogen bagi tumbuhan yang hidup


bersimbiosis

dengan

organisme

penambat

nitrogen.

Dalam

proses

asimilasinya, nitrogen harus berada dalam bentuk tereduksi. Dengan


demikian, nitrogen yang dalam bentuk teroksidasi maupun yang berbentuk
gas, untuk kepentingan asimilasi, harus direduksi terlebih dahulu.
Berdasarkan penjelasan telah diketahui bahwasannya nitrogen di atmosfer
(alam) tidak dapat digunakan oleh makhluk hidup, terkhusus oleh tumbuhan apabila
tidak diubah ke dalam bentuk tertentu. Proses perubahan bentuk nitrogen di atmosfer
menjadi bentuk yang dapat digunakan makhluk hidup kemudian kembali lagi ke
atmosfer disebut Siklus Nitrogen. Untuk makhluk hidup, terkhusus tumbuhan
melalui siklus nitrogen atau daur nitrogen inilah sumber nitrogen berasal. Secara
sederhana, siklus nitrogen yang terjadi yang akan menghasilkan sumber nitrogen
bagi tanaman adalah :
a) Terjadinya reaksi antara N2 dan O2 di udara akibat adanya kilat atau suhu
tinggi (letusan gunung berapi dan pembakaran bahan bakar),membentuk
oksida nitrogen (NO), yang selanjutnya menjadi NO 2 dan bereaksi dengan air
membentuk ion NO2 atau HNO2 serta NO3 atau HNO, dan selanjutnya
masuk ke dalam tanah.
b) Fiksasi (penangkapan langsung) N2 oleh berbagai bakteri akan mengubah
molekul tersebut menjadi senyawa asam amino yang kemudian diserap
tanaman. Tanaman selanjutnya akan dimakan hewan dan ketika hewan atau
tanaman itu mati, protein akan diuraikan oleh bakteri pengurai menjadi
ammonia (NH3) yang larut dalam air membentuk ammonium (NH4+).
Selanjutnya, oleh bakteri denitrifikasi, senyawa tersebut diubah menjadi
senyawa nitrit (NO2) dan kemudian berubah menjadi nitrat (NO3)
c) Gas N2 diudara ditangkap oleh bakteri Rhizobium dan diubah menjadi
senyawa nitrat yang larut dalam air (tanah). Sementara itu, senyawa nitrogen
(nitrit, nitrat, dan amonium) akan berubah kembali menjadi N 2 di udara

melalui proses denitrifikasi yang dilakuukan oleh bakteri yang ada di dalam
tanah atau air.

Gambar 2.2.1 Siklus Nitrogen

2.3 Proses Asimilasi Nitrogen


Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbs akar baik dalam
bentuk ion nitrat atau ion ammonium. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen dari
tanaman yang mereka makan. Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari
tanah melalui rambut akarnya. Jika nitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi
ion nitrit dan kemudian ion amonium untuk dimasukkan ke dalam asam amino, asam
nukleat, dan klorofil. Pada tanaman yang memiliki hubungan mutualistik dengan
rhizobia, nitrogen dapat berasimilasi dalam bentuk ion amonium langsung dari
nodul. Hewan, jamur, dan organisme heterotrof lain mendapatkan nitrogen sebagai

asam amino, nukleotida dan molekul organik kecil. Rangkaian proses asimilasi
nitrogen sebagai berikut :

Gambar 2.3.1 Daur Nitrogen dengan tampilan sederhana

a)

Fiksasi N2
Merupakan proses alam, biologis atau abiotik yang mengubah nitrogen di

udara menjadi ammonia (NH3). Mikroorganisme yang mem-fiksasi nitrogen disebut


diazotrof.

Mikroorganisme

ini

memiliki

enzim

nitrogenaze

yang

dapat

menggabungkan hidrogen dan nitrogen. Reaksi untuk fiksasi nitrogen biologis ini
dapat ditulis sebagai berikut :

Mikroorganisme yang melakukan fiksasi nitrogen antara lain: Cyanobacteria,


Azotobacteraceae, Rhizobia, Clostridium, dan Frankia. Selain itu ganggang hijau
biru juga dapat memfiksasi nitrogen. Fiksasi ini dapat dilakukan secara non-biologis
contohnya karena sambaran petir. Terkhusus dalam fiksasi biologis, terdiri atas dua
yaitu fiksasi non-simbiotik dan fiksasi simbiotik. Fiksasi nitrogen non simbiotik
dilakukan oleh Clostridium pasteurium dan Azotobakter. Clostridium bersifat

anaerobik, sedangkan Azotobakter bersifat aerobik. Kemampuan fiksasi nitrogen


Clostridium jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan kemampuan fiksasi nitrogen
Azotobakter.
Mikroorganisme yang memfiksasi N secara simbiotik yaitu bakteri
Rhizobium. Rhizobium merupakan kelompok bakteri berkemampuan sebagai
penyedia hara bagi tanaman. Bila bersimbiosis dengan tanaman legumi, kelompok
bakteri ini menginfeksi akar tanaman dan membentuk bintil akar. Bintil akar
berfungsi mengambil nitrogen di atmosfer dan menyalurkannya sebagai unsur hara
yang diperlukan tanaman.
Pigmen merah leghemoglobin yang berperan dalam mengambil N di
atmosfer. Pigmen ini dijumpai dalam bintil akar antara bakteroid dan selubung
membran yang mengelilinginya. Jumlah leghemoglobin di dalam bintil akar
memiliki hubungan langsung dengan jumlah nitrogen yang difiksasi. Korelasinya
positif, semakin banyak jumlah pigmen, semakin besar nitrogen yang diikat.
Rhizobium mampu menghasilkan hormon pertumbuhan berupa IAA dan giberellin
yang dapat memacu pertumbuhan rambut akar, percabangan akar yang memperluas
jangkauan akar. Akhirnya, tanaman berpeluang besar menyerap hara lebih banyak
yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Untuk memfiksasi nitrogen, bakteri
Rhizobium menggunakan enzim nitrogenase, dimana enzim ini akan menambat gas
nitrogen di udara dan merubahnya menjadi gas amoniak.
Selain bakteri Rhizobium, terdapat Cyanobacteria yang juga bersimbiosis
untuk memfiksasi nitrogen. Contohnya spesies Anabaena azollae dapat bersimbiosis
dengan tumbuhan Azolla pinnata, yaitu tumbuhan yang banyak djumpai di sawah
dan mengapung di atas air. Alga hijau-biru itu melakukan fiksasi nitrogen dari udara
dan mengubahnya dengan anonia. Akibatnya, dan Azolla pinnata banyak
mengandung ammonia.
Selain itu terdapat Nostoc commune, alga ini dapat melakukan fiksasi non
simbiotik dan simbiotik bila bertemu fungi dan membentuk lichenes. Perendaman
sawah selama musim hujan mengakibatkan Nostoc commune tumbuh subur dan
memfiksasi N2 dan udara sehingga dapat membantu penyediaan nitrogen yang
digunakan untuk pertumbuhan padi.

Gambar 2.3.1 (a) Pembentukan bintil dan bintil akar, (b) Nostoc, (c)
Anabaena dan Azollae

Gambar 2.3.2 Fiksasi Oleh Rhizobium

b)

Reduksi Nitrat dan Nitrit


Secara umum reduksi nitrat mengikutireaksi seperti di bawah ini:

Meski demikian, sebenarnya reaksi di atas berlangsung dalam dua tahap


dengan bantuan dua enzim yang berbeda. Tahapan reaksinya adalah sebagai berikut:

Reduksi Nitrat

Reaksi ini berlangsung di dalam sitoplasma dengan bantuan enzim nitrat reduktase
(NR). Enzim ini merupakan enzim molibdovlavoprotein yang mampu mengatur
kecepatan pembentukan protein pada tumbuhan yang menggunakan NO3- sebagai
sumber nitrogennya.

Reduksi Nitrit

Reaksi diatas terjadi pada kloroplas (pada daun) atau pada proplastida (pada akar)
dengan enzim nitrit reduktase sebagai katalisnya. Reduksi nitrat yang dikatalis oleh
NR sangat tergantung dari aktivitas NR itu sendiri yang ditentukan oleh
kesentrasinya. Kadar NO3- yang tinggi dalam sel dan cahaya juga dapat memacu
aktivitas NR. Peranan cahaya terhadap aktivitas NR dapat melalui beberapa cara,
antara lain:
Cahaya dapat mengaktifkan fotosintesis sehingga dihasilkan ATP untuk
menggerakan NO3 dari vakuola ke plasma.
Cahaya mengaktifkan sistem fitokrom yang berperan menaikkan kemampuan
ribosom membuat protein (termasuk NR).
Cahaya menaikkan penyediaan karbohidrat dan proses respirasi, dimana dari
proses ini dihasilkan NADH yang diperlukan untuk proses reduksi.

Gambar 2.3.3 Proses Reduksi Nitrat dan Nitrit

c)

Amonifikasi
Pengubahan senyawa tertentu (amonia maupun nitrat) menjadi ammonium.

Amonium bisa dihasilkan dari pengubahan nitrat. Proses ini juga disebut sebagai
penguraian nitrat menjad ammonium. Jika tumbuhan atau hewan mati, nitrogen
organik diubah menjadi amonium oleh bakteri dan jamur.
Contoh bakteri yang berperan dalam amonifikasi nitrat menjadi amonium
adalah Micrococcus denitrifican. Ammonium juga terbentuk dari perombakan jasad
mati makhluk hidup. Hasil ekskresi dan jasad mati makhluk hidup terdekomposisi
oleh detritivor menghasilkan amonia (NH3). Amonia diubah menjadi amonium
(NH4). Amonium memang bisa dimanfaatkan langsung oleh tumbuhan, tetapi
sebagian besar ammonium digunakan oleh bakteri aerob sebagai sumber energi.

d)

Nitrifikasi
Konversi amonium menjadi nitrat dilakukan terutama oleh bakteri yang hidup

di dalam tanah dan bakteri nitrifikasi lainnya. Tahap utama nitrifikasi, bakteri
nitrifikasi seperti spesies Nitrosomonas mengoksidasi amonium (NH4+) dan
mengubah amonia menjadi nitrit (NO2-). Spesies bakteri lain, seperti Nitrobacter,
bertanggung jawab untuk oksidasi nitrit menjadi dari nitrat (NO 3-). Proses konversi
nitrit menjadi nitrat sangat penting karena nitrit merupakan racun bagi kehidupan
tanaman.
Proses nitrifikasi dapat ditulis dengan reaksi berikut ini:

Karena kelarutannya yang sangat tinggi, nitrat dapat memasukkan air tanah.
Peningkatan nitrat dalam air tanah merupakan masalah bagi air minum, karena nitrat
dapat mengganggu tingkat oksigen darah pada bayi dan menyebabkan sindrom
methemoglobinemia atau bayi biru. Ketika air tanah mengisi aliran sungai, nitrat
yang memperkaya air tanah dapat berkontribusi untuk eutrofikasi, sebuah proses
dimana populasi alga meledak, terutama populasi alga biru-hijau. Hal ini juga dapat

10

menyebabkan kematian kehidupan akuatik karena permintaan yang berlebihan untuk


oksigen. Meskipun tidak secara langsung beracun untuk ikan hidup (seperti amonia),
nitrat dapat memiliki efek tidak langsung pada ikan jika berkontribusi untuk
eutrofikasi ini.

e)

Denitrifikasi
Denitrifikasi adalah proses reduksi nitrat untuk kembali menjadi gas nitrogen

(N2), untuk menyelesaikan siklus nitrogen. Proses ini dilakukan oleh spesies bakteri
seperti

Pseudomonas

dan

Clostridium

dalam

kondisi

anaerobik.

Mereka

menggunakan nitrat sebagai akseptor elektron di tempat oksigen selama respirasi.


Denitrifikasi umumnya berlangsung melalui beberapa kombinasi dari bentuk
peralihan sebagai berikut:

11

2.4 Faktor yang Mempengaruhi Fiksasi dalam Asimilasi Nitrogen


Faktor faktor yang mempengaruhi proses fiksasi nitrogen secara biologis
1) Jumlah NH4+ di dalam tanah yang terbentuk
Atom ion NH4+ dapat mengurangi bintil akar dan fiksasi N2 oleh bintil akar
dengan cara mengganggu pembentukan benang-benang infeksi oleh
2)

Rhizobium.
pH
Pertumbuhan bakteri menghendaki pH optimal sedikit dibawah netral,
sedikit alkali. Namun beberapa dapat hidup dibawah pH 5. pH sangat rendah

3)

menghambat proses infeksi bakteri.


Aerasi Tanah
Aerasi merupakan peristiwa terlarutnya oksigen dalam air menuju tanah.
Reaksi fiksasi ini membutuhkan oksigen. Apabila aerasi tanah tidak baik,
akan berpengaruh pada pertumbuhan akar. Apabila kekurangan oksigen,
akan menimbulkan reaksi anaerob, sehingga akar akan membusuk dan

4)

fiksasi tidak akan terjadi.


Kelembaban Tanah
Kelembaban yang berlebihan akan mengakibatkan jumlah fiksasi N2
menurun. Kelembaban tanah 25-75% dari kapasitas lapang optimal untuk

5)

simbiosis kedelai dan alfalfa.


Suhu
Suhu optimal bagi kehidupan bakteri penambat fiksasi bervariasi tergantung
pada spesies tanaman dan iklim. Misal pada kacang kapri, suhu optimal
yang dikehendaki adalah 26oC. Pada suhu 20oC bintil akar tidak dapat
tumbuh dengan baik. Namun, simbiosis masih tetap efektif pada suhu 7oC

6)

sampai 40oC.
Ketersediaan Nutrisi
Atom P diperlukan untuk pembentukan dan aktifitas bintil yang maksimal.
Ca dibutuhkan oleh Rhizobium untuk meginfeksi akar. Kekurangan S akan

7)

menurunkan fiksasi N2. Mo adalah unsure penting bagi pertumbuhan bakteri.


Mikroorganisme lain
Mikroorganisme lain, terutama yang antagonis, dapat menghalangi bakteri
bintil akar untuk menginfeksi akar.

12

2.5 Peranan Nitrogen Bagi Tumbuhan


Peranan Nitrogen pada tanaman antara lain sebagai berikut:

Pada tumbuhan, nitrogen merupakan salah satu unsur utama yang diperlukan
untuk pertumbuhan tanaman dan reproduksi.

Klorofil merupakan nitrogen dan karena itu sangat penting untuk fotosintesis.

Materi genetik DNA dan RNA terdiri dari nitrogen.

Merupakan komponen utama dalam semua asam amino, yang nantinya


dimasukkan kedalam protein, protein adalah zat yang sangat dibutuhkan
dalam pertumbuhan.

Mensintesis karbohidrat menjadi protein dan protoplasma yang berperan


dalam pembentukan jaringan vegetatif tanaman.

Unsur nitrogen juga dapat berfungsi meningkatkan PH tanah yang mana hal
tersebut sangat dibutuhkan oleh tanaman.

2.6 Gejala Kekurangan dan Kelebihan Nitrogen Pada Tumbuhan


Kekurangan unsur hara Nitrogen (N)

Warna daun hijau agak kekuning-kuningan, warna ini mulai dari ujung daun
menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap,
sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan. Jaringan daun
mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan
berwarna merah kecoklatan.

Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil

Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak


sebelum waktunya

Dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan


menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecilkecil

13

Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari
bagian bawah terus ke bagian atas.

Akar pada tunas kurang kokoh atau tidak kokoh sama sekali, sehingga
menyebabkan tanaman mudah tumbang dan mati.

Produksi biji sedikit.

Dalam kasus kekurangan unsur nitrogen yang berat akan mengakibatkan


kematian pada tanaman.

Kelebihan Unsur Hara Nitrogen

Warna daun terlalu hijau (hijau gelap), tanaman rimbun dengan daun,
tanaman akan tampak terlalu subur, ukuran daun akan menjadi lebih besar.

Produksi bunga menurun, penundaan pembentukan bunga, bahkan mudah


lebih mudah rontok dan pemasakan buah cenderung terlambat.

Batang menjadi lunak dan berair (sekulensi) sehingga mudah rebah dan
mudah diserang penyakit

Mudah terkena serangan serangga, dan sangat sensitif perubahan kondisi


lingkungan.

Menurunkan kualitas buah, misalnya menjadi lebih pahit.

14

Gambar 2.6.1 Kekurangan Nitrogen


Gambar 2.6.2 Kelebihan
Nitrogen

15

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Nitrogen adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer (70% gas di
atmosfer adalah nitrogen). Meskipun demikian, penggunaan nitrogen pada bidang
biologis sangatlah terbatas. Nitrogen merupakan unsur yang tidak reaktif (sulit
bereaksi dengan unsur lain) sehingga dalam penggunaan nitrogen pada makhluk
hidup diperlukan berbagai proses, yaitu: fiksasi nitrogen, amonifikasi, reduksi,
nitrifikasi, denitrifikasi.

3.2 Saran
Isi makalah dan beberapa pembahasan di atas tiadak sepenunya sempurna,
untuk itu penulis mohon kepada para pembaca agar dapat memberikan kritik dan
saran yang baik. Harap maklum jika terdapat adanya beberapa kejanggalan dan
ketidaksempurnaan makalah. Atas perhatian para pembaca, penulis mengucapkan
terima kasih.

16

DAFTAR PUSTAKA
Aloysius, Suyitno, 2012. Metabolisme Nitrogen. Website: http:// staff. uny. ac.id/
sites/default/files/pengabdian/suyitno-aloysius-drs-

ms/

materi-

pengayaan-tim- ibo- sman-7 -purworejo- tentang- metabolisme-n.pdf.


Diakses pada Kamis, 20 Mei 2016 pukul 21.00 WIB
Anonim. 2011. Asimilasi Nitrogen dan Belerang. Website: http: //eprints. upnjatim.
ac.id/3161/2/asimilsi-n-spdf. Diakses pada Kamis, 20 Mei 2016 pukul
22.00 WIB..

17