Anda di halaman 1dari 13

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Satuan Pembelajaran : SMA SWASTA RK SERDANG MURNI LUBUK


PAKAM

KOMPETENSI INTI
KI 1. Menghargai

dan

menghayati ajaran
agama

yang

dianutnya.

Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas

: XII

Program

: IPA

Semester

: I (Ganjil)

Materi Pokok

: Gelombang Cahaya

Alokasi Waktu

: 8 JP (2 x 4 JP)

KOMPETENSI DASAR
1.1 Menyadari kebesaran Tuhan
yang

menciptakan

dan

INDIKATOR
1.1.1

mengatur alam jagad raya


melalui

Mengagumi dan mensyukuri adanya cahaya


sebagai karunia Tuhan yang Maha Esa.

pengamatan

fenomena alam fisis dan


pengukurannya.

KI 2. Menghayati

dan

2.1 Menunjukkan

perilaku 2.1.1

Menunjukkan

ketelitian,

ketekunan,

ilmiah (memiliki rasa ingin

tanggung jawab dan peduli dalam belajar

tahu; objektif; jujur; teliti;

dan bekerja baik secara individu maupun

disiplin,

cermat;

berkelompok.

tanggungjawab,

bertanggung jawab; terbuka;

peduli

(gotong

kritis; kreatif; inovatif dan

royong, kerjasama,

peduli lingkungan) dalam

toleran,

damai),

aktivitas sehari-hari sebagai

santun,

responsif

wujud implementasi sikap

dan pro-aktif dan

dalam melakukan percobaan

menunjukkan sikap

sebagai bagian dari

berdiskusi.

mengamalkan
perilaku

jujur,

solusi atas berbagai


permasalahan

tekun;

melaporkan,

hati-hati;

dan

dalam berinteraksi
secara

efektif

dengan lingkungan
sosial

dan

alam

serta

dalam

menempatkan

diri

sebagai

cerminan

bangsa

dalam

pergaulan dunia.
KI 3. Memahami

3.6 Menerapkan

pengetahuan

prinsip

(faktual,

konsep

gelombang

dan
bunyi

dan cahaya dalam teknologi.

konseptual, dan

3.6.1 Mengenal tentang cahaya


3.6.2 Mengidentifikasi berbagai
3.6.3
3.6.4

cahaya
Mengenal tentang warna
Mengidentifikasi bagaimana mata dapat

melihat warna
3.6.5 Mengidentifikasi tentang refleksi
(pemantulan)
3.6.6 Mengidentifikasi
tentang

prosedural)
berdasarkanrasa
ingin tahunya

sifat-sifat

refraksi

(pembiasan)

tentang ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya terkait
fenomena dan
kejadian tampak
mata.

KI

4.

Mencoba,

mengolah,

dan

menyaji
ranah

dalam
konkret

(menggunakan,
mengurai,
merangkai,
memodifikasi, dan
membuat)
ranah

dan
abstrak

(menulis, membaca,
menghitung,
menggambar,

dan

4.1 Merencanakan

dan

4.1.1

Melakukan percobaan interferensi dengan

melaksanakan

menggunakan rangkaian dua cermin datar

percobaan interferensi

pada percobaan Fresnel dan Young.

cahaya.

mengarang) sesuai
dengan

yang

dipelajari

di

sekolah dan sumber


lain

yang

sama

dalam

sudut

pandang/teori.

A. Indikator
1. Kognitif
a. Produk
1) Mendeskripsikan tentang cahaya dan sifat-sifat cahaya
2)
Mendeskripsikan tentang warna dan bagaimana mata dapat melihat warna
3)
Mendeskripsikan tentang refleksi (pemantulan)
4)
Mendeskripsikan tentang refraksi (pembiasan)
b. Proses
Melakukan percobaan untuk mengetahui bagaimana cahaya dapat dipantulkan dan
dibiaskan
2. Afektif
a. Karakter : Berpikir kreatif, kritis, logis, jujur dan bertanggung jawab serta berperilaku
santun
b. Keterampilan sosial : komunikatif, menghargai pendapat, tidak mencela, bekerja sama
3. Psikomotorik
a. Siswa terampil menyebutkan sifat-sifat cahaya, tentang warna, dan dapat
membedakan refleksi dengan refraksi
B. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif
a. Produk
Siswa dapat :
1) Menjelaskan tentang cahaya dan sifat-sifat cahaya
2) Menjelaskan tentang warna dan bagaimana mata dapat melihat warna
3) Menjelaskan tentang refleksi (pemantulan)
4) Menjelaskan tentang refraksi (pembiasan)
b. Proses
Siswa mendapatkan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar mengenai
pemantulan dan pembiasan yang terjadi

2. Afektif
a. Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter berpikir kreatif,
kritis, dan logis; bekerja teliti, jujur, dan berperilaku santun.
b. Siswa dapat bekerjasama dalam kegiatan praktik dan aktif menyampaikan pendapat,
menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusi.
3. Psikomotorik
b. Siswa terampil memecahkan masalah tentang sifat-sifat cahaya, warna, refleksi, dan
refraksi

C. Materi Ajar
A. Cahaya dan Sifat-Sifat Cahaya
Cahaya merupakan gelombang eloktromagnetik, yaitu gelombang yang getarannya
adalah medan listrik dan medan magnet. Berdasarkan jenisnya, cahaya dibedakan menjadi
cahaya yang tampak dan cahaya yang tidak tampak. Cahaya tampak adalah cahaya yang jika
mengenai benda maka benda tersebut akan dapat dilihat oleh manusia, contoh cahaya matahari.
Cahaya tak tampak adalah cahaya yang bila mengenai benda tidak akan tampak lebih terang
atau masih sama sebelum terkena cahaya. Contoh cahaya tak tampak adalah sinar inframerah
dan sinar x. Cahaya tampak dibagi menjadi 2 yaitu monokromatik dan polikromatik.
Monokromatik adalah satu cahaya yang terdiri dari satu warna, contohnya merah. Sedangkan
polikromatik adalah satu cahaya yang terdiri dari beberapa warna, contohnya ungu, merupakan
kombinasi antara merah dan biru.
Cahaya mempunyai sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat cahaya banyak manfaatnya bagi
kehidupan.
1. Cahaya Merambat Lurus
Saat berjalan di kegelapan, kita memerlukan senter. Cahaya dari lampu senter arah
rambatannya menurut garis lurus. Atau ketika kita melihat cahaya matahari yang menerobos
masuk melalui genting. Kedua hal tersebut membuktikan bahwa cahaya merambat lurus.
2. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening
Amatilah ketika kamu berjalan di bawah cahaya matahari. Ke mana pun kamu
berjalan, selalu diikuti oleh bayanganmu sendiri. Bayang-bayang tubuhmu akan hilang ketika
kamu masuk ke dalam rumah atau berlindung di balik pohon yang besar. Bayangan terbentuk
karena cahaya tidak dapat menembus suatu benda. Ketika cahaya mengenai tubuhmu, cahaya
tidak dapat menembus tubuhmu sehingga terbentuklah bayangan.
3. Cahaya dapat dipantulkan (Refleksi)

Pemantulan (refleksi) atau pencerminan adalah proses terpancarnya kembali cahaya


dari permukaan benda yang terkena cahaya. Contoh peristiwa pemantulan cahaya adalah saat
kita bercermin.
4. Cahaya Dapat Dibiaskan (Refraksi)
Pembiasan adalah pembelokan arah rambat cahaya, saat melewati dua medium yang
berbeda kerapatannya. Pembiasan cahaya dimanfaatkan manusia dalam pembuatan berbagai
alat optik. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara.
5. Cahaya dapat diuraikan
Cahaya putih seperti cahaya matahari termasuk jenis cahaya polikromatik. Cahaya
polikromatik adalah cahaya yang tersusun atas beberapa komponen warna. Cahaya putih
tersusun atas spektrum-spektrum cahaya yang berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila,
dan ungu. Spektrum warna yang tidak dapat diuraikan lagi disebut cahaya monokromatik.
Cahaya putih dapat diuraikan. Saat melewati prisma, cahaya putih akan mengalami dispersi
(penguraian). Contoh peristiwa dispersi cahaya yang terjadi secara alami adalah peristiwa
terbentuknya pelangi. Pelangi terbentuk dari cahaya matahari yang diuraikan oleh titik-titik air
hujan di langit. Cahaya matahari yang kita lihat berwarna putih. Namun, sebenarnya cahaya
matahari

tersusun

atas

banyak

cahaya

berwarna.

Kita juga dapat mengamati peristiwa dispersi cahaya pada balon air. Kita dapat menggunakan
air sabun untuk membuat balon air. Jika air sabun ditiup di bawah sinar matahari, kamu akan
melihat

berbagai

macam

warna

berkilauan

pada

permukaan

balon

air

tersebut.

Sifat-sifat cahaya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai macam alat, di


antaranya periskop, teleskop, kaleidoskop, dan lup.
B. Warna dan Bagaimana Mata dapat melihat warna
Warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang
dipancarkan, atau secara subyektif/psikologis merupakan bagian dari pengalaman indera
pengelihatan. Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panjang gelombang.
Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu
bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang
elektromagnetik.
Cahaya yang dapat ditangkap indera manusia mempunyai panjang gelombang 380
sampai 780 nanometer. Cahaya antara dua jarak nanometer tersebut dapat diurai melalui
prisma kaca menjadi warna-warna pelangi yang disebut spectrum atau warna cahaya,
mulai berkas cahaya warna ungu, violet, biru, hijau, kuning, jingga, hingga merah. Di luar
cahaya ungu /violet terdapat gelombang-gelombang ultraviolet, sinar X, sinar gamma,
dan sinar cosmic. Di luar cahaya merah terdapat gelombang / sinar inframerah,
gelombang Hertz, gelombang Radio pendek, dan gelombang radio panjang, yang banyak
digunakan untuk pemancaran radio dan TV.

Iris bertugas mengontrol ukuran pupil dan banyak sedikitnya


cahaya yang masuk ke dalam mata. Pupil bertugas memberikan jalan
cahaya yang masuk ke dalam mata. Lensa bertugas mencembungkan
dan memipihkan permukaannya supaya cahaya dapat difokuskan di
retina. Retina ini memiliki struktur yang berisi sel-sel berbentuk
kerucut dan terdiri dari cone dan rod sel yang sangat sensitif terhadap
perbedaan warna cahaya. Cone sel berfungsi sangat baik dalam
mengatur cahaya terang dan terkonsentrasi di pusat retina. Rod sel
lebih sensitif terhadap cahaya redup. Selain kedua struktur ini di retina
juga ada yang disebut fotosensor. Menurut Stephanie Pappas,( 2010)
sebagian besar dari mata manusia memiliki 6-7000000 kerucut, dan
hampir semuanya terkonsentrasi di tempat 0,3 milimeter pada retina
yang disebut fovea centralis . Tidak semua kerucut ini sama. Sekitar
64 persen merespon paling kuat untuk lampu merah , sementara
sekitar sepertiga merespon cahaya hijau dan 2 persen lagi merespon
kuat terhadap cahaya biru. Syaraf optik bertugas membawa pesan
warna ke otak untuk dibentuk bayangan nyata dan tegak. Pada proses
melihat, mata dapat melihat suatu benda jika benda itu memantulkan
atau meneruskan cahaya yang mengenainya. Ketika cahaya menyinari
objek,

misalkan pisang, maka objek (pisang) kemudian menyerap

sebagian dari spektrum cahaya tampak (merah jingga kuning, hijau


biru dan ungu lihat gambar di atas) dan sisanya dipantulkan.

C. Refleksi dan Refraksi


Refleksi (Pemantulan)
Peristiwa pemantulan cahaya adalah saat kita bercermin. Bayangan tubuh kita akan
terlihat di cermin, karena cahaya yang dipantulkan tubuh kita, saat mengenai permukaan
cermin, dipantulkan, atau dipancarkan kembali hingga masuk ke mata kita. Pemantulan
pada cermin, termasuk pemantulan teratur. Pemantulan teratur terjadi pada benda yang
permukaannya rata dan mengkilap/licin. Pada benda semacam ini, cahaya dipantulkan
dengan arah yang sejajar, sehingga dapat membentuk bayangan benda dengan sangat
baik. Pada benda yang permukaannya tidak rata, cahaya yang datang dipantulkan dengan
arah yang tidak beraturan. Pemantulan semacam ini disebut pemantulan baur, atau
pemantulan difus. Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya.
Berdasarkan bentuk permukaannya ada cermin datar dan cermin lengkung. Cermin
lengkung ada dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung.
a. Cermin Datar
Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak
melengkung. Cermin datar biasa kamu gunakan untuk bercermin. Pada saat bercermin,
kamu akan melihat bayanganmu di dalam cermin. Bayangan pada cermin datar
mempunyai sifat-sifat berikut.

Ukuran (besar dan tinggi) bayangan sama dengan ukuran benda.

Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin.

Kenampakan bayangan berlawanan dengan benda. Misalnya tangan kirimu akan menjadi
tangan kanan bayanganmu.

Bayangan tegak seperti bendanya.

Bayangan bersifat semu atau maya. Artinya, bayangan dapat dilihat dalam cermin, tetapi
tidak dapat ditangkap oleh layar.
b. Cermin Cembung (positif)
Cermin cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung ke
arah luar. Cermin cembung biasa digunakan untuk spion pada kendaraan bermotor.
Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak, dan lebih kecil (diperkecil)
daripada benda yang sesungguhnya.
c. Cermin Cekung (negatif)
Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung ke arah dalam.
Cermin cekung biasanya digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil dan lampu
senter. Sifat bayangan benda yang dibentuk oleh cermin cekung sangat bergantung pada
letak benda terhadap cermin. Jika benda dekat dengan cermin cekung, bayangan benda

bersifat tegak, lebih besar, dan semu (maya). Jika benda jauh dari cermin cekung,
bayangan benda bersifat nyata (sejati) dan terbalik.
Refraksi (Pembiasan)
Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat,
cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke
air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang
rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air
ke udara. Pembiasan cahaya sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya
dasar kolam terlihat lebih dangkal daripada kedalaman sebenarnya. Gejala pembiasan
juga dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air. Pensil
tersebut

akan

tampak

patah.

D. Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Discovery Based Learning
Pendekatan
: Scientific
Metode Pembelajaran : Demonstrasi, praktikum, diskusi tanya jawab
E. Sumber Belajar
1. Marthen Kanginan, Fisika untuk SMA kelas XII
F. Media/Alat/Bahan
1. Media
: Laptop, proyektor, macromedia flash
G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Kegiatan

Langkah-langkah
Model Discovery

Pendahuluan

Deskripsi kegiatan
Guru melakukan pemusatan perhatian
dengan mengucapkan salam dan peserta
didik menjawab dengan santun. Selamat
pagi anak-anak, bagaimana kabar pagi
ini?
Sebelum pelajaran dimulai peserta didik
berdoa terlebih dahulu. Anak-anak,
sebelum memulai pelajaran mari kita
berdoa menurut agama dan kepercayaan
masing-masing.
Guru menyampaikan kompetensi serta
tujuan pembelajaran.

Keterampilan
membuka
pelajaran

Alokasi
Waktu
20 menit

(Mengamati)
Kegiatan Inti

Fase 1 :

Guru memusatkan perhatian siswa dengan

110 menit

Keterampilan
menjelaskan

Stimulasi/
Pemberian
rangsangan
Fase 2 :
Pernyataan/
Identifikasi
masalah

menyakan pengetahuan mereka mengenai


cahaya dan warna
Mengorganisasikan
siswa
dalam
kelompok-kelompok belajar.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk mengidentifikasi sebanyak
mungkin masalah yang berkaitan dengan sifatsifat cahaya dan warna, dapat berpikir dan
menuliskan pertanyaan.
1. Bagaimana penjelasan tentang sifat-sifat
cahaya?
2. Bagaimana hubungan sifat-sifat cahaya
dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apa kaitan antara mata dan warna?
4. Bagaimana proses terjadi mata dapat
melihat warna?
(Menanya)

Fase 3 :
Pengumpulan
data

Pada tahap ini peserta didik mengumpulkan


informasi yang relevan untuk menjawab
pertanyaan yang telah diidentifikasi terdahulu
dengan cara mencari dalam buku sumber.

(Mengumpulkan informasi)
Fase 4 :
Pengolahan data

Pada tahap ini peserta didik dalam


kelompoknya berdiskusi untuk menjawab
beberapa pertanyaan yang telah diajukan.

(Mengasosiasi)
Fase 5 :
Pembuktian

Pada tahap ini verifikasi, peserta didik


mendiskusikan hasil pengolahan data dan
memverifikasikan hasil identifikasinya dengan
data-data pada buku sumber. Misalnya dengan
cara melakukan asosiasi data dengan data-data
pada buku siswa, apakah sudah benar jawaban
dari pertanyaan: Bagaimana penjelasan tentang
sifat-sifat cahaya?, Bagaimana hubungan sifatsifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari?,
Apa kaitan antara mata dan warna?,
Bagaimana proses terjadi mata dapat melihat
warna? .

Setelah menjawab pertanyaan, peserta didik


mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

(Mengkomunikasikan)
Pentup
Keterampilan
menutup
pembelajaran

Fase 6 :
Menarik
kesimpulan

Guru dan peserta didik membuat


kesimpulan dan merefleksi hasil kerja
kelompok. Anak-anak siapa yang bisa
menyimpulkan materi kita hari ini?
Siswa diharapkan mengacungkan tangan.
Setelah siswa menyimpulkan, guru
memberikan respon positif dengan
mengatakan, bagus.

30 menit

(Keterampilan memberikan penguatan


kepada individu)
Setelah siswa pertama menyimpulkan,
guru memberikan kesempatan kepada
siswa lain untuk menjawab dengan
mengatakan, ada yang lain?
(Ketetampilan bertanya/pemindahan
giliran)
Guru memberikan tugas rumah kepada
peserta didik. Anak-anak ada beberapa
soal yang harus kalian kerjakan di rumah
antara lain:
1. Buatlah skema atau gambaran secara
singkat tentang sifat-sifat cahaya
2. Gambarlah proses mata dapat melihat
warna

Pertemuan kedua
Kegiatan

Langkah-langkah
Model Discovery

Deskripsi kegiatan

Alokasi
Waktu

Pendahuluan

Guru melakukan pemusatan perhatian 20 menit


dengan mengucapkan salam dan
peserta didik menjawab dengan
santun. Selamat pagi anak-anak,
bagaimana kabar pagi ini?
Sebelum pelajaran dimulai peserta
didik berdoa terlebih dahulu. Anakanak, sebelum memulai pelajaran
mari kita berdoa menurut agama dan
kepercayaan masing-masing.
Guru menyampaikan kompetensi serta
tujuan pembelajaran.

Keterampilan
membuka
pelajaran

(Mengamati)

Kegiatan Inti
Keterampilan
menjelaskan

Fase 1 :
Stimulasi/
Pemberian
rangsangan
Fase 2 :
Pernyataan/
Identifikasi
masalah

Guru memusatkan perhatian siswa


dengan menampilkan gambar seorang
yang sedang beridir di depan cermin
datar dan menampilkan gambar
proses pembiasan
Mengorganisasikan siswa dalam
kelompok-kelompok belajar.
Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin masalah yang berkaitan
dengan gambar bakteri sampai peserta
didik dapat berpikir dan menuliskan
pertanyaan.
Bagaimana teori tentang
pemantulan dengan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimana teori tentang
pembiasan dengan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari

(Menanya)

110 menit

Fase 3 :
Pengumpulan
data

Pada tahap ini peserta didik mengumpulkan


informasi yang relevan untuk menjawab
pertanyaan yang telah diidentifikasi
terdahulu dengan cara melakukan
demonstrasi tentang seorang yang sedang
bercermin melalui macromedia flash dan
pensil yang seolah-olah patah ketika
dimasukkan kedalam gelas berisi air.

(Mengumpulkan informasi)
Fase 4 :
Pada tahap ini peserta didik mengamati
Pengolahan data hasil demonstrasi tentang seorang yang
sedang bercermin pada macromedia flash
dan pensil yang seolah-olah patah ketika
dimasukkan kedalam gelas berisi air.

(Mengasosiasi)
Fase 5 :
Pembuktian

Pada tahap ini verifikasi, peserta didik


mendiskusikan hasil pengolahan data dan
memverifikasikan hasil identifikasinya
dengan data-data pada buku sumber.
Misalnya dengan cara melakukan asosiasi
data dengan data-data pada buku siswa,
apakah sudah benar jawaban dari
pertanyaan: Bagaimana teori tentang
pemantulan dengan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari?, Bagaimana teori
tentang pembiasan dengan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari?
Setelah menjawab pertanyaan, peserta
didik mempresentasikan hasil diskusi
kelompok.

(Mengkomunikasikan)

Pentup
Keterampilan
menutup
pembelajaran

Fase 6 :
Menarik
kesimpulan

Guru dan peserta didik membuat


kesimpulan dan merefleksi hasil kerja
kelompok. Anak-anak siapa yang
bisa menyimpulkan materi kita hari
ini?
Siswa diharapkan mengacungkan tangan.
Setelah siswa menyimpulkan, guru
memberikan respon positif dengan
mengatakan, bagus.
(Keterampilan memberikan penguatan
kepada individu)
Setelah siswa pertama
menyimpulkan, guru memberikan
kesempatan kepada siswa lain untuk
menjawab dengan mengatakan, ada
yang lain?
(Ketetampilan bertanya/pemindahan
giliran)
Guru memberikan tugas rumah
kepada peserta didik. Anak-anak ada
beberapa soal yang harus kalian
kerjakan di rumah antara lain:
1. Gambarlah proses pemantulan
dan pembiasan
2. Jawablah pertanyaan mengenai
pemantulan dan pembiasan yang
telah diberikan.

30 menit