Anda di halaman 1dari 21

INCISOR CROSSBITE

OLEH :
DIDIK AHMADAN

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI
2016

BAB I
PENDAHULUAN
Selama masa gigi bercampur, terutama pada anak anak usia sekitar 6 th dental anterior crossbite
yang melibatkan 1 atau 2 gigi permanen merupakan kasus yang seringkali dijumpai di klinik baik
pada klinik gigi umum, spesialis gigi anak maupun di klinik terapi bicara dan para ahli
menyarankan

untuk

diperbaiki

secepat

mungkin.Klinisi

harusdapat

mengidentifikasi,

mendiagnosa dan mencegah masalah oklusi tersebut.1 Crossbite anterior adalah keadaan dimana
satu atau beberapa gigi depan atas terletak di sebelah lingual dari gigi depan bawah jika rahang
dalam oklusi sentrik. Perawatan crossbite anterior pada masa gigi bercampur sangat
direkomendasikan karena maloklusi ini tidak dapat terkoreksi dengan pertumbuhan ataupun
bertambahnya usia. Crossbite anterior yang tidak dirawat akan menyebabkan fungsi abnormal
gigi insisivus bawah, kompensasi insisivus mandibula mengarah pada pengurangan tulang
alveolar bagian labial dan atau resesi gingiva. Koreksicrossbiteanterior merupakan tujuan utama
dariperawatan dini pada tipe maloklusiini,karena jika tidakdirawat dapat menyebabkan maloklusi
Kelas IIIyang parah dan hanya memungkinkan untuk dirawat dengan kombinasi metode
perawatan ortodontik dan bedah ortognatik.2,3 Etiologi crossbiteanterior : (a) Pertumbuhan yang
abnormal dari rahang akibat faktor herediter atau trauma waktu kelahiran menyebabkan rahang
atas pertumbuhannya terhambat dan menjadi kecil dibandingkan dengan rahang bawah. Hal ini
mengakibatkan semua gigi-gigi di rahang atas jatuh di sebelah lingual dari rahang bawah. (b)
Kelainan pada articulatio mandibularis, otot-otot pengunyahan atau kelainan neuromuscular
dapat menyebabkan kelainan fungsi pengunyahan yang dapat menyebabkan seseorang
mengunyah dengan cara crossbite. (c) Pertumbuhan incisivus atas yang terhalang oleh incisivus
bawah untuk maju ke depan. Tidak adanya koordinasi antara waktu keluarnya incisivus atas dan
incisivus bawah, incisivus atas erupsinya terlambat, maka incisivus ini tidak mempunyai
kesempatan untuk maju ke depan karena terhalang oleh incisivus bawah yang sudah panjang. (d)
Kekurangan tempat dapat menyebabkan terjadinya Tita Ratya Utari: Perawatan Crossbite
Anterior Pada Masa Gigi Bercampur 98 IDJ, Volume 1,No. 1, Tahun 2012 crossbite. Jika pada
pasien dilakukan ekstraksi premature dari gigi desidui menyebabkan pergeseran dari gigi-gigi
yang tinggal maka kekurangan tempat bagi gigi yang akan tumbuh dapat menyebabkan gigi ini
mengambil tempat dengan posisi yang crossbite. (e) Persistensi dari gigi desidui dapat

menyebabkan gigi pengganti erupsi dengan mengambil posisi yang crossbite. Keadaan ini dapat
terjadi pada gigi-gigi anterior dan gigi-gigi posterior. (f) Bad habit seperti tidur di atas satu
lengan,

bertopang

dagu.4

Terdapat

beberapa

pendekatan

yang

memungkinkan

dan

direkomendasikan untuk perawatan simple anterior dental crossbiteyaitu : (1)Terapi tongue


blade. Dental crossbite sederhana yang hanya melibatkan 1 gigi dapat dikoreksi dgn cara ini.
Prognosis dan keberhasilan prosedur ini sangat tergantung pada kooperatif pasien dan
pengawasan orang tua.Tidak ada control yang tepat terhadap jumlah dan arah gaya yang
diberikan. (2) Lower incline plane. Perawatan anterior dental crossbite yang melibatkan 1 atau
lebih gigi dapat dilakukan dengan menggunakan akrilik inkline plane yang disemenkan.Teknik
ini memungkinkan pembukaan gigitan jika dipakai lebih dari 3 minggu.(3) Mahkota komposit
atau stainless steel. Metode dengan sementasi mahkota stainless steel terbalik pada insisivus
yang tertahan pada posisi lingual dengan sudut 45 terhadap oklusal plane. Metode ini untuk
mengatasi kelemahan pada metode inkline plane dan sulit untuk diterapkan pada kasus gigi
insisivus maksila yang sedang partial erupsi. (4) Hawley retainer dengan auxiliary spring. Alat
ini digunakan pada kasus dengan pergerakan gigi yang ringan pada pediatric dentistry.Pada
prosedur ini prognosis tegantung pada kooperatif pasien dan pengawasan orang tua. (5) Labial
dan lingual arch wires. Penggunaan labial dan atau lingual arch wire telah terbukti sukses.
Kelemahan dari penggunaan alat ini adalah biaya yang mahal dan pelatihan tambahan diperlukan
untuk dapat menggunakan alat ini secara efisien.5 Removable lower incline planemerupakan alat
fungsional lepasan sederhana yang bekerja seperti incline plane. Salah satu keuntungan alat ini
adalah sekaligus bisa digunakan untuk retensi setelah perawatan aktif dan memungkinkan untuk
ditambahkan gigi akrilik jika diperlukan, sehingga bisa digunakan gigi tiruan lepasan pada
rahang bawah pada kasus dimana terjadi premature loss pada gigi desidui.2,3
Tujuan dari laporan kasus ini untuk menunjukkan metode yang murah dan mudah untuk
mengatasi crossbite anterior pada masa gigi bercampur. Kelemahan metode ini adalah alat ini
dapat dilepas sehingga membutuhkan kerjasama yang baik dengan pasien dan orang tuanya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 ALAT ORTHODONTIC LEPASAN
Alat orthodontic lepasan = dapat dilepas dan dipasang oleh pasien.
Komponen alat lepasan terdiri dari :
A.

Pelat Dasar /Baseplate merupakan rangka (frame work) dari alat ortodontik lepasan,
umumnya berupa plat akrilik, berfungsi untuk:
Mendukung komponen-komponen yang lain , seperti tempat penanaman basis
spring, klammer, busur labial dan lain-lain.
Meneruskan kekuatan yang dihasilkan oleh bagian aktif ke gigi penjangkar.
Mencegah pergeseran gigi-gigi yang tidak akan digerakkan.
Melindungi spring-spring di daerah palatal.
Menahan dan meneruskan kekuatan gigitan

B.

Komponen Retentif :
Klamer

/ Clasp Bagian

retensi

dari

Alat

Lepasan

umumnya

berupa

cangkolan/klamer/clasp dan kait / hook, berfungsi untuk :


Menjaga agar plat tetap melekat di dalam mulut.
Mempertahankan stabilitas alat pada saat mulut berfungsi.
Membantu fungsi gigi penjangkar/anchorage, menghasilkan kekuatan pertahanan
yang berlawanan arah dengan kekuatan yang dihasilkan oleh bagian aktif untuk
menggerakkan gigi.

Klamer dapat diberi tambahan hook untuk tempat cantolan elastik.

Kait / Hook
Busur Labial / Labial Arch / Labial Bow (dalam keadaan pasif)
C. Komponen Aktif :
Pir-pir Pembantu / Auxilliary Springs Pir-pir pembantu (auxilliary springs) adalah
pir-pir ortodontik yang digunakan untuk menggerakkan gigi-gigi yang akan dikoreksi

baik secara individual atau beberapa gigi secara bersama-sama. Macam-macam


spring :
Pir Jari / Finger spring fungsinya untuk menggerakkan gigi kea rah mesial atau
distal

Pir Simpel / Simple spring fungsinya untuk menggerakkan gigi individual ke arah
labial

atau

bukal.

Pir Lup / Loop spring / Buccal retractor spring fungsinya untuk meretraksi gigi
kaninus

atau

premolar

ke

arah distal.

Pir Kontinyu / Continous spring fungsinya untuk mendorong dua gigi atau lebih
secara bersama ke arah labial/bukal, misalnya gigi incisivus, caninus, dan
premolar.

Busur Labial / Labial Arch / Labial Bow merupakan kawat melengkung yang
menempul pada permukaan labial gigi. Fungsinya adalah untuk meretraksikan gigi
depan kearah lingual/palatinal, mempertahankan lengkung gigi dari arah labial, dan
mempertinggi

retensi

serta

stabilitas

alat.

Skrup Ekspansi / Expansion Screw fungsinya adalah untuk menngerakkan gigi, yaitu
sekrup ekspansi atau coffin spring, atau pir-pir penolong (auxilliary spring)

Karet Elastik / Elastic Rubber


D.

Komponen Pasif :
Busur Lingual / Lingual Arch / Mainwire
Peninggi Gigitan / Biteplane adalah alat ortodontik lepasan yang dilengkapi dengan
peinggi gigitan (Biteplane), yaitu penebalan akrilik disebelah palatinal/lingual gigi
anterior atau disebelah oklusal gigi-gigi posterior sehingga beberapa gigi di regio
lainnya tidak berkontak saat beroklusi.
Indikasinya adalah
Pada perawatan maloklusi yang disertai dengan overbite yang berlebihan (deep
overbite atau excessive overbite).
Untuk perawatan sendi rahang/TMJ (Temporo Mandibular Joint) yang terasa sakit
akibat gangguan dimensi vertikal karena adanya oklusi gigi yang salah.
Untuk merawat gigitan terbalik (cross bite) diregio anterior
Untuk menghilangkan kebiasaan jelek (bad habit) seperti kerot (night grinding
/bruxism
Kontra indikasinya adalah :

Jika overbite lebih kecil dari normal/gigitan dangkal (shalow bite).

Pada kasus gigitan tepi lawan tepi (edge to edge bite)

Pada

E.

kasus

gigitan

Komponen Penjangkar :
Verkeilung
Busur Labial dalam keadaan tidak aktif
Klamer-klamer. dan modifikasinya

terbuka

open

bite)

2.2 Klamer/Clasp dan Modifikasinya


Klamer adalah suatu bengkokan kawat merupakan bagian/komponen retentif dari alat
ortodontik lepasan.
Bagian retensi dari Alat Lepasan umumnya berupa cangkolan/klamer/clasp dan kait / hook,
berfungsi untuk :
a.

Menjaga agar plat tetap melekat di dalam mulut.

b.

Mempertahankan stabilitas alat pada saat mulut berfungsi.

c.

Membantu fungsi gigi penjangkar/anchorage, menghasilkan kekuatan pertahanan yang


berlawanan arah dengan kekuatan yang dihasilkan oleh bagian aktif untuk menggerakkan
gigi.

d.

Klamer dapat diberi tambahan hook untuk tempat cantolan elastik.


Klamer dipasang pada gigi dapat memberikan tahanan yang cukup terhadap kekuatan
yang dikenakan terhadap gigi yang digerakkan. Dapat menahan gaya vertikal yang dapat
mengangkat plat lepas dari rahang dan menggangu stabilitas alat .
Pemilihan jenis , jumlah dan letak penempatan klamer pada gigi anchorage tergantung
kepada: jumlah spring yang dipasang, letak spring, serta bentuk dan jumlah gigi
penjangkarnya.
Macam-macam klamer dan modifikasinya yang di pakai sebagai komponen retentif
pada alat ortodontik lepasan adalah :
1.

Klamer C / Simple/Buccal Clasp.


Klamer C (Simple/Bukal Clasp) Klamer ini biasanya dipasang pada gigi molar
kanan dan kiri tetapi bisa juga pada gigi yang lain.
Pembuatannya mudah, tidak memerlukan tang khusus, tidak memerlukan banyak
8 materi kawat, tidak melukai mukosa , retensinya cukup, tetapi tidak efektif jika
dikenakan pada gigi desidui atau gigi permanen yang baru erupsi.
Ukuran diameter kawat yang dipakai : untuk gigi molar 0,8 0,9 mm, sedangkan
untuk gigi premolar dan gigi anterior 0,7 mm.
Bagian-bagiannya terdiri dari:
Lengan:

Berupa lengkung kawat dari ujung membentuk huruf C memeluk leher gigi di
bagian bukal dari mesial ke distal di bawah lingkaran terbesar (daerah undercut),
satu milimeter di atas gingiva dengan ujung telah ditumpulkan.
Pundak:
Merupakan lanjutan dari lengan dibagian distal gigi berbelok ke lingual/palatinal
menelusuri daerah interdental. kawat di daerah ini hindari jangan sampai tergigit.
Basis:
Merupakan bagian kawat yang tertanam di dalam plat akrilik, ujungnya diberi
bengkokkan untuk retensi.
2.

Klamer Adams / Adams Clacp.


Klamer Adams merupakan alat retensi plat aktif yang paling umum digunakan . 9
Biasanya dikenakan pada gigi molar kanan dan kiri serta pada gigi premolar atau gigi
anterior. Diameter kawat yang digunakan : 0,7 mm untuk gigi molar dan premolar serta
0,6 mm untuk gigi anterior.
Bagian-bagiannya terdiri dari :
Cross bar :
Merupakan bagian kawat sepanjang 2/3 mesiodistal gigi anchorage yang akan
dipasangi, posisi sejajar permukaan oklusal, terletak 1 mm disebelah bukal
permukaan bukal , tidak tergigit ketika gigi beroklusi.
U loop :
Terletak diujung mesial dan distal cross bar. Menempel pada permukaan gigi di
daerah undercut bagian mesiobukal dan distobukal.
Pundak:
Merupakan lanjutan dari U loop yang melewati daerah interdental dibagian oklusal
sisi mesial dan distal gigi anchorage.Tidak tergigit sewaktu gigi beroklusi.
Basis :
Ujung kawat pada kedua sisi tertanam didalam plat akrilik, diberi bengkokan untuk
retensi.
Bentuk-bentuk modifikasi klamer Adams :

a.

KlamerAdams dengan satu loop (single spur): Biasanya dipasang pada gigi molar
paling distal, dimana daerah dibagian distal belum jelas. U loop hanya dibuat pada
sisi mesial saja.

b.

Klamer Adams dengan tambahan tube yang di patrikan pada cross bar. Tube
berfungsi sebagai tempat perlekatan busur labial atau tempat mengaitkan elastik.

c.

Klamer Adams dilengkapi dengan coil (circular traction hook) pada pertengahan
crossbar, yang juga berfungsi untuk tempat mengaitkan elastik

d.

Klamer Adams dengan 3 loop (triple spur). Cross bar dengan satu U loop tambahan
di patrikan pada pertengahan cross bar klamer Adams lainnya. Klamer jenis ini
dikenakan pada dua gigi secara bersama-sama dengan tujuan untuk mempertinggi
retensi.

e.

Klamer Adams pada gigi anterior (double anterior spur), memeluk dua gigi anterior
secara bersama-sama.

f.

Klamer Adams yang dilengkapi dengan kait (standard traction hook), berfungsi
untuk tempat mengaitkan elastik.

Keuntungan pemakaian klamer Adams :


Mempunyai retensi yang sangat tinggi.
Pembuatan tidak memerlukan tang khusus.
Kawat yang dibutuh tidak terlalu banyak.
Dapat dikenakan pada gigi permanen, gigi desidui dan gigi yang belum
tumbuh sempurna.

Kerugian-kerugiannya :
Pembuatannya lebih sukar dari pada pembuatan klamer C.
Jika pembuatnya kurang cermat (sering mengulang-ulang pembengkokan
kawat) klamer akan mudah putus.
Jika loop terlalu panjang, cross bar akan mudah melukai pipi atau bisa tergigit
jika gigi beroklusi.
Jika loop terlalu pendek cross bar akan menempel pada permukaan bukal gigi,
sisa makanan akan mudah tertahan
3.

Klamer kepala panah / Arrow Head Clasp

Klamer ini mempunyai bagain yang berbentuk seperti ujung/kepala anak panah,
masuk daerah interdental membentuk sudut 90 terhadap posisi lengannya.
Lengan tidak boleh menempel pada mukosa tetapi berjarak 1 mm di sebelah
bukalnya, lengan juga tidak boleh terlalu panjang sampai melebihi posisi vornic supaya
tidak melukai sulcus buccalis.
Klamer ini dapat dipakai untuk memegang lebih dari satu gigi, biasanya dipakai
sebagi bagian retentif plat ekspansi. Diameter kawat yang di pakai : 0,7 mm
Keuntungannya : - daya retensi tinggi - dapat dipakai pada gigi permanen atau
gigi desidui
Kerugiannya : - pembuatannya lebih sulit - memerlukan tang khusus
4.

Bentuk modifikasi (Kawat tunggal, Ring, Triangulair, Arrowhea, Pinball)


Modifikasi klamer berupa tekukan kawat yang ujungnya men cengkram
permukaan interdental dua buah gigi bersebelahan
Bagian-bagiannya terdiri dari :
Basis yaitu bagian kawat yang tertanam dalam plat akrik, ujungnya diberiri tekukan
agar tidak mudah lepas dari dasar
Pundak bagian dari kawat yang melewati daeran interdental dipermukaan oklusal
dua gigi bersebelahan
Ujung (End) bagian yang mencengkram daerah inter dental gigi menghasilkan
kemampuan retentif untuk alat lepasan
Modifikasi klamer jenis ini baisanya dipasang di daerah interdental pada gigi
posterior, pemasangannya bisa dikombinasikan dengan klamer C
Dibuat dari kawat berdiameter 0,7 mm
Macam-macam bentuk ujung modifikasi klamer :
Kawat tunggal ujung kawat ditekuk dan di tumpulkan
Ring berbentuk lingkaran kecil o Segi tiga /Trianguler
Kepala panah /Arrowhead
Bundar / Pin ball (buatan pabrik)
Keuntungannya :
- pembuatannya mudah
- daya retensi cukup tinggi

- dapat dipakai pada gigi permanen atau gigi desidui


Kerugiannya :
- tidak efektif jika daerah interdental renggang
- ujung kait dapat melukai gingiva
2.3 CROSSBITE ANTERIOR
Definisi Crossbite Anterior Crossbite atau gigitan silang adalah kelainan hubungan
bukolingual antara gigi geligi rahang atas dengan gigi geligi rahang bawah.
Graber mendefinisikan crossbite sebagai suatu kondisi dimana satu atau lebih gigi
berada pada posisi abnormal baik dalam arah bukal, lingual atau labial dalam
hubungannya dengan gigi geligi antagonisnya.5,6,15
Dalam keadaan normal, lengkung gigi maksila berada pada posisi tumpang tindih
dengan lengkung gigi mandibula pada bagian bukal dan labial. Jika satu gigi atau satu
segmen gigi geligi mandibula bertumpang tindih dengan gigi geligi antagonisnya pada
bagian bukal atau labial, maka terjadilah crossbite. 5 6 `
Crossbite Anterior adalah maloklusi yang disebabkan karena gigi anterior rahang
atas berada pada posisi lingual dari gigi anterior rahang bawah. Crossbite anterior terjadi
saat satu atau lebih gigi rahang atas beroklusi lingual dengan gigi rahang bawah (reverse
overjet). Kelainan ini biasanya terjadi setelah gigi-gigi insisivus erupsi
2.4 LAPORAN KASUS
NCISOR CROSSBITE
RINGKASAN
Matthew berusia 8 tahun. Dia datang dengan keluhan gigi insisif bagian atas crossbite. Apa
penyebabnya dan bagaimana penanganannya ?

RIWAYAT
KELUHAN

Ibu Matthew prihatin dan juga cemas dengan keadaan gigi insisif rahang atas anaknya yang tidak
lurus, sehingga ingin dilakukan perawatan secepatnya.

RIWAYAT KELUHAN
Erupsi pada gigi bawah bagian dalam. Sebelumnya tidak ada riwayat jatuh atau trauma lain, dan
tidak ada tanggal prematur lebih dari 1 tahun yang lalu.

RIWAYAT KESEHATAN
Kesehatan umum pasien dalam keadaan baik.
RIWAYAT GELIGI
Pernah dilakukan ekstraksi dengan menggunakan anastesi lokal kurang lebih sekitar 8 bulan
yang lalu.

PEMERIKSAAN KLINIS
1.

EO (EXTRAORAL)
Pola skeletal Kelas I dengan rata-rata FMPA. Wajah simatris. Bibir kompeten.
Gambar 8.1
Tidak ada tanda-tanda dan gejala kelainan TMJ.

2.

IO (INTRAORAL)
Seperti yang terlihat pada (gambar 8.1, 8.2, a-c)

OH terjaga, gingiva sekitar insisif rahang atas tampak adanya gingivitis marginalis ringan.
Gigi 84 hilang , pergeseran pada gigi 53 dan 63, dan juga terdapat karies pada mesial gigi 63,
distal gigi 54 dan 64. resesi gingiva muncul pada permukaan labial gigi 11.

Rotasi pada gigi 12 & 22 : gigi 11 lebih ke palatal dan ada diastema sentral.pada rahang atas
tidak terjadi crowdid. Hubungan gigi insisiv adalah Kelas I dan gigi11 dalam crossbite: gigi 22
parsial erupsi dengan aspek disto-insisal di crossbite dengan gigi 33.

Apa gambar khusus yang akan Anda lihat? jelaskan mengapa


1. Status periodontal dari 11 tingkat mobilitas dan probing kedalaman poket terkait dengan 11
harus dinilai untuk menentukan prognosis nya karena akan digerakkan ke arah labial dengan
mengubah arah kontak oklusal dan resesi ginggival akan terjadi.
Gigi 11 menunjukkan adanya mobilitas 2 tetapi kedalaman probing poket kurang dari 2mm
menunjukkan prognosis periodontal yang baik dalam hal hubungan crossbite dikoreksi. Untuk
resesi labial lihat hal, 36.
2.pada pasien terdapat hubungan edge-to-edge pada gigi 11 dengan 41 Jika demikian, ini
menunjukkan bahwa hanya butuh menggerakka ke arah labial dari gigi 11 diperlukan untuk
memperbaiki hubungan crossbite.
Hubungan edge-to-edge gigi 11 dengan 41 mudah di lakukan perawata pada pasien.
3. ada perpindahan mandibula saat oklusi? Jika mandibula digeser anterior atau lateral saat oklusi
dari kontak gigi awal. Pada gigi 11 dengan 41 atau 22 dengan 73 masing-masing. Ke interdigitasi
maksimal, pengobatan dini untuk menghilangkan perpindahan diindikasikan dengan alasan
kesehatan gigi. Dasar pemikiran untuk pendekatan ini adalah bahwa pada individu yang rentan.
perpindahan mandibula pada oklusi karena prematur kontak gigi (s) pada akhirnya akan
mengakibatkan temporomandibular sindrom disfungsi sendi.
A 3 mm anterior perpindahan mandibula pada oklusi terdeteksi dari kontak awal dari gigi 11
gengan 41 tidak ada perpindahan mandibula lateral yang terkait dengan crossbite mempengaruhi
gigi 22dengn 73.
4. jumlah dari overbite atas gigi 11. Karena jumlah pasca-pengobatan overbite merupakan faktor
utama yang mengatur stabilitas gigi insisivus koreksi crossbite dan sebagai overbite mengurangi
ketika tepi gigi insisivus dipindahkan ke atas dan ke depan selama gigi insisiv proklinasi, sebuah

pretreatment overbite yang dalam adalah fitur yang menguntungkan. Dalam hal ini overbite itu 3
mm pada gigi 11 dan ada prospek yang baik dari overbite yang memadai berikut koreksi
crossbite.
5. kemiringan gigi 11, untuk gigi insisivus rahang atas yang tegak atau retroclined lebih baik bagi
proklinasi dari satu sudah labial miring. proklinasi lebih lanjut dari yang terakhir mungkin tidak
dapat dilakukan atau could mengakibatkan tidak menguntungkan oklusal pemuatan.
Jumlah 6. ruang yang dibutuhkan untuk procline gigi 11 - ruang sudah ada di daerah insisivus
atas dan tidak ada kebutuhan untuk setiap ekstraksi.

KET POINT
Dimana crossbite gigi seri hadir, periksa:
Status Periodontal dari gigi seri bawah
If tepi-ke-tepi insisivus oklusi dicapai
perpindahan mandibula If hadir
Amount dari overbite
Incisor kemiringan
Amount ruang yang diperlukan untuk koreksi

INVESTIGASI
Apa investigasi khusus yang akan Anda meminta? mengapa?
Sebuah tomogram panorama gigi akan diperlukan untuk memeriksa ada / tidaknya gigi permanen
dan apakah ada gigi supernumerary hadir di garis tengah atas. Harus ada bu kecurigaan yang
terakhir, sebuah rahang atas anterior pandangan oklusal harus diambil untuk mencatat hubungan
gigi supernumerary ke akar gigi seri atas. Radiografi periapikal dari gigi insisivus sentral yang

lebih rendah tidak diperlukan sebagai pemeriksaan clinnical tidak meminjamkan penyebab
signifikan keprihatinan terhadap prognosis gigi tersebut.
radiografi bitewing harus diambil untuk mendiagnosis secara akurat sejauh mana onvolvement
karies pada gigi molar primer.

tomogram panorama gigi yang diambil oleh seorang jenderal practitoner gigi sebelumnya (6
bulan sebelum ini) ditunjukkan pada Gambar 8.3 Apa menunjukkan?
tinggi tulang alveolar normal kecuali cacat tulang angular jelas terkait dengan aspek mesial dari
6/6.
Ara. 8.3 GIGI PANORAMIC tomogram
(Kedua gigi, bagaimanapun, non-mobile dan kedalaman saku yang <2mm pada mesial dan aspek
distal 6/6)
Absen: karies pada d / e / cdde
Semua gigi permanen (excep 8 ini) hadir, dari ukuran normal dan dalam posisi perkembangan
yang normal.
DIAGNOSA
Apa diagnosis Anda?
Mattew memiliki Kelas I maloklusi pada Kelas I basis gigi dengan rata FMPA
gingivitis marginal ringan berhubungan dengan gigi insisivus.
resesi gingiva terkait dengan 1 / labial.
Karies di de / cdde
Crossbite atas 1 / dengan perpindahan mandibula terkait
Misalignment dari segmen labial atas dan bawah.

Apa IOTN DHC kelas (lihat hal. 183)?


4c karena mandibula perpindahan> 2 mm antara posisi kontak retruded (RCP) dan posisi
interkuspal (ICP)

Apa yang akan Anda anggap prognosis untuk resesi labial terkait dengan 1 /?
Untuk penilaian yang akurat dari sejauh mana resesi labial. Jaringan lunak harus sehat, dan pada
inflamasi gingiva ini jelas. Tampaknya, bagaimanapun, ada beberapa gingiva melekat labial dan
resesi tidak mencakup refleksi sulkus. Hal ini juga tidak assosiated wth tarik frenal. Pada tahap
ini, tersedia kebersihan mulut meningkatkan dan crossbite tersebut diperbaiki, resesi gingiva
tidak harus memburuk, meskipun lebar gingiva yang melekat tidak akan meningkat.

Mengapa 1 / di crossbite?
Hal ini kemungkinan besar karena sedikit palatal posisi ektopik dari 1 / gigi tunas.

Pengobatan
Perawatan apa yang akan Anda berikan dan mengapa?
instriction kebersihan 1.Oral - ini diperlukan untuk meningkatkan kesehatan gingiva dan
menghapus penghinaan plak ke resesi gingiva terkait dengan 1 /.
manajemen 2.Caries - buku harian diet harus diselesaikan selama tiga hari berturut-turut (salah
satunya harus menjadi hari akhir pekan) dan kemudian saran diet yang tepat harus diberikan
berdasarkan temuan (lihat Bab 19). meskipun beberapa geraham utama adalah karies, tidak ada
yang terkait gejala. manajemen restoratif gigi primer karies dibahas dalam Bab 19 dan 22.

3.Upper terapi alat dilepas untuk procline 1 /. karena perpindahan mandibula yang memproduksi
trauma periodontal untuk 1 /, koreksi crossbite pada 1 / diperlukan mendesak.
4.Monitor garis tengah yang lebih rendah dan mempertimbangkan penghapusan / d jika
pergeseran cemtreline berkembang.

Menggambarkan desain alat yang akan Anda gunakan untuk menyelaraskan 1 /


alat akan memiliki desain berikut:
Adams clasps 6d / d6 (jepitan pada 6/6 di 0,7 mm kawat baja stainless: jepitan pada d / d di 0,6
kawat mm)
Z semi baseplate dengan cakupan palatal penuh
Menggabungkan posterior capping (-2 mm)
alat ditunjukkan pada Gambar 8,4.
Ara. 8.4 alat removable atas untuk procline 1 /

Apa yang akan menentukan stabilitas koreksi crossbite atas 1 /


Asalkan ada 2-3 mm dari overbite atas 1 / proklinasi berikut, prospek stabilitas yang baik.
Pertumbuhan mandibula berikutnya juga harus menguntungkan.
The acclusion berikut koreksi crossbite atas 1 / ditunjukkan pada Gambar 8.5

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Penanganan dini pada kasus crossbite anterior dapat memicu pertumbuhan rahang
atas dan menghindari masalah yang akan dihadapi jika keadaan ini dibiarkan sampai pasien
dewasa. Perawatan dengan menggunakan removable inclined plane (Bruckl appliance) dapat
digunakan sebagai salah satu alternatif dalam mengoreksi crossbite anterior dengan
cepat.Faktor kooperatif dan motivasi yang tinggi dari pasien dan keluarga pasiensangat
diperlukan untuk keberhasilan perawatan.

DAFTAR PUSTAKA
Norman PM, Henery GE. Functional maintenance of arch length. ASDC J Dent Child
1984;51:190-3.
Chang JZ, Chen PH, Kuo SC. An appliance to replace prematurely lost maxillary anterior teeth
using double stainless steel crowns onabutment teeth. J Clin Pediatr Dent 1999;23:285-8.
Graber TM. Preventive orthodontics. In: Graber TM, editor. Orthodontics principles and
practice, 3rd ed. Philadelphia: WB Saunders Company; 2001. p. 627-67.
Jeffry A. Managing the developing occlusion. In: McDonald RE, Avery DR, editors. Dentistry
for the child and adolescent. 7th ed. Philadelphia: Harcourt India Private Limited; 2001. p.
677 741.
Huth KC, Sagner T, Hickel R. Interdisciplinary rehabilitation and prevention in a case with
early and extensive loss of primary teeth. J Clin Pediatr Dent 2002;26:125-30.
Brill WA. The distal shoe space maintainer chair side fabrication and clinical performance.
Pediatr Dent 2002;24:561-5.
Nayak UA, Loius J, Sajeev R, Peter J. Band and loop space maintainer made easy. J Indian
Soc Pedod Prev Dent 2004;22:134-6.
Ak G, Sepet E, Pinar A, Aren G, Turan N. Reasons for early loss of primary molars. Oral health.
Prev Dent 2005;3:113-7.
Brennan MM, Gianelly AA. The use of lingual arch in the mixed dentition to resolve incisor
crowding. Am J Orthod Dentofac Orthop 2000;117:81-5.
Brothwell DJ. Guidelines on the use of space maintainers following premature loss of primary
teeth. J Can Dent Assoc 1997;63:753,757-60,764-6.
Durward CS. Space maintenance in the primary and mixed dentition. Ann R Australas Coll Dent
Surg 2000;15:203-5.
Johnsen DC. Space observation following loss of mandibular first primary molars in mixed
dentition. J Dent Child 1980;47:24-7.
Norton LA, Wihwire NA, Gellin ME. Space management in mixed dentition. J Dent Child
1975;42:112-18
Ngan P, Alkire RG, Fields H Jr. Management of space problems in the primary and mixed
dentitions. J Am Dent Assoc 1999;130:1330-9.

Ngan P, Wei SH. Management of space in the primary and mixed dentition. Update Pediatr Dent
1990;3:1-4,6-7
Hprimaywati. Diakses pada tanggal 04 September 2008. Laporan Kasus Space Maintainer.
www.google.com/search/Spacemaintainer.
http://www.colgate.com/app/Colgate/US/OC/HomePage.cvsp
Linden Vander. Perkembangan Gigi Geligi. Bina Cipta:Jakarta;1984.
Houston WJB. Diagnosis orthodonsi. Ed. 3.Alih bahasa Lilian Y. EGC:Jakarta;1989.p. 79.
Foster, T.D. Buku ajar ortodonsi. Ed 3rd. EGC : Jakarta;2000.
Tim Penyusun Buku Ajar Ortodonsia III Buku ajar ortodonsia III kgo III. Available from
www.google.com/search/Spacemaintainer. Diakses pada tanggal 04 September 2008.
McDonald, Ralph.E. Dentistry for the child and adolescent. The CV Mosby Company: St.
Louis;1987.
Sim JM. Minor tooth movement in children. Ed.3rd. The CV Mosby:St.Louis;1977.
Emergency Dental Health. Available from www.google.com. Diakses pada tanggal 20 November
2008.
Andlaw RJ, Rock WP. Perawatan Gigi Anak Edisi ke2. Widya Medika:Jakarta;1992.
Moyers, RE. Handbook of Orthodontics for the Student and General Practitioner. Year
BookMedical Publishers Incorporated: Chicago; 1972.
Mundiyah,

Mokhtar.

Dasar-dasar

orthodonsi

(pertumbuhan

dan

perkembangan

kraniodentofasial). Bina Insani Pustaka:Jakarta;2002.


Graber TM. Orthodontict principles and practice. Ed3rd. W.B. Saunders Co:Philadelphia;1972.