Anda di halaman 1dari 12

PR (Kelompok) dikumpulkan pada pertemuan ke-6

Buat makalah (minimal 3 halaman) mengenai reaksi polimerisasi


adisi mekanisme koordinasi.

Polimerisasi Kondensasi

Tidak seperti polimerisasi adisi, pada reaksi polimerisasi ini, tidak


terjadi tahap inisiasi dan terminasi. Rantai polimer yang
bertumbuh ketika reaksi terjadi merupakan reaksi random antara
dua grup reaktif dengan menghasilkan senyawa sederhana sebagai
hasil samping.

Jenis reaksi ini termasuk dalam step-growth polymerization dan


polimer yang dihasilkan melalui reaksi ini disebut dengan stepgrowth polymer.
Classification

Monomer 1

Monomer 2

Polyamide

Dicarboxylic acid

Diamine

Polycarbonate

Bisphenol

Phosgene

Polyester

Dicarboxylic acid

Diol or Polyol

Polyimide

Tetracarboxylic acid

Diamine

Polysulfone

Bisphenol

Dichlorophenylsulfone

Polyurethane

Diisocyanate

Diol or Polyol

Poly(phenylene oxide)

2,6-Disubstituted
phenol

oxygen

Condensation

Noncondensation

Sebagian besar reaksi dalam polimerisasi kondensasi melibatkan


reaksi kondensasi seperti esterifikasi, pertukaran ester, atau
amidasi.
Pada proses pembentukan poliester aromatik seperti poly(ethylene
terephthalate) atau PET,
terdapat dua rute reaksi yaitu
poliesterifikasi antara terephthalic acid dan ethylene glycol atau
reaksi poli-inter-esterifikasi antara dimethyl terephthalate dengan
ethylene glycol. Sedangkan pada proses pembentukan nylon-6,6
terjadi
poliamidasi
antara
adipic
acid
dengan
hexamethylenediamine. Ketiga jenis reaksi tersebut terjadi dengan
melibatkan monomer yang bersifat bifungsional dan memiliki
gugus fungsi yang sama di setiap ujungnya. Oleh karena itu,
terdapat istilah A-A/B-B step-growth condensation-polymerization.

n HO

OH

CH2 CH2

CH2 CH2

Poly(ethylene terephthalate)

n H3C

OH

Ethylene glycol

Terephthalic acid
O

+ n HO

2n H2O

CH3 + n HO

CH2 CH2

OH

Ethylene glycol
dimethyl terephthalate
O

CH2 CH2

Poly(ethylene terephthalate)

2n H3C

OH

n HO C (CH2) C OH
4

adipic acid

(CH2)6

n H2N

NH2

hexamethylenediamine

C (CH2)4 C NH (CH2) NH
6

Nylon-6,6

2n H2O

Jenis reaksi yang lain, misalnya reaksi pembentukan poliester


aliphatik seperti polycaprolactone, terjadi melalui selfcondensation dari -hydrocaproic acid. Pada reaksi ini, monomer
yang digunakan hanya satu jenis yang memiliki gugus fungsi
berbeda di kedua ujungnya. Sehingga untuk reaksi ini kadang
disebut juga dengan A-B step-growth condensation-polymerization.

O
n HO

(CH2) C
5

-hydrocaproic acid

OH

(CH2) C
5

+ n H2O

O
n

Polycaprolactone

Non-condensation type step-growth polymerization merupakan


tipe reaksi polimerisasi yang
merupakan gabungan antara
polimerisasi adisi dan kondensasi. Misalnya untuk reaksi
pembentukan polyurethane dari 1,4-butanediol dengan 1,6hexane diisocyanate. Walaupun reaksi melibatkan dua monomer,
tetapi reaksi ini tidak menghasilkan molekul sederhana sebagai
hasil samping dan mekanisme reaksi mengikuti polimerisasi adisi
dengan mekanisme ionik.
n HO (CH2) OH
4
1,4-butanediol

+nO

O (CH2) O
4

N (CH2) N
6

1,6-hexane diisocyanate
O
O
C NH (CH2) NH C
6

polyurethane

CH3

OH + (n/2)O2
CH3

+ n H2O

CH3
Cu- amine
catalyst

CH3

Poly(2,6-dimethyl-1,4-phenylene oxide)

2,6-xylenol
H3C

CH3
O + n H2O

O
H3C

CH3

3,5,3,5-tetramethyldiphenoquinone

Atau derajat polimerisasi menyatakan tingkat keberhasilan suatu


reaksi polimerisasi kondensasi.

Dengan p adalah konversi monomer.

QUIZ 4

1. Jelaskan

perbedaan

antara

condensation-polymerization

A-A/B-B

dengan

A-B

step-growth
step-growth

condensation-polymerization
2. Tuliskan persamaan reaksi polimerisasi kondensasi dari

polimer-polimer berikut ini:


a. Polikarbonat
b. Nilon 4,6
c. Nilon 6,9

d. Poli(butilena terepftalat)