Anda di halaman 1dari 1

PEMBAHASAN

Topognosis gigi adalah kemampuan untuk menentukan lokasi gigi yang diberi
rangsangan.

Dalam

ligamen

periodontal,

ada

beberapa

mekanoreseptor,

yang

memungkinkan rahang untuk relaksasi saat menggigit benda keras, mesencephalic yang
bertanggung jawab untuk refleks ini.
Reseptor sentuhan, tekanan, getaran, nyeri, dingin, hangat, gatal, dan geli di daerah wajah,
hidung, mulut dan gigi mendapat rangsangan. Rangsangan diteruskan menuju First Order Neuron
kemudian menyilang ke sisi yang berlawanan (opposite site) pada Trigeminothalamic Tract di Pons.
Rangsangan diteruskan menuju First Order Neuron kemudian turun menujuMedula Untuk menyilang
kemudian bersinaps dengan Second Order Neuron kemudian berlanjut ke Pons. Respons diteruskan
ke Mid Brain kemudian bersinaps kembali dengan Second Order Neuron. Second Order Neuron
diterusken ke Third Order Neuron yang berada di Cortex Cerebri Untuk selanjutnya meneruskan
rangsang ke Primary Somatosensory Area.

Munculnya kesalahan penentuan lokasi rangsangan gigi adalah karena adanya


gangguan sistem saraf sensorik. Penentuan seksama atas pola dan tipe sensasi yang
abnormal sering kali sangat membantu dalam menentukan lokasi yang dirangsang. Perhatian
harus difokuskan untuk menghubungkan antara temuan sensorik dengan abnormalitas yang
ditemukan di sisa uji neurologis dengan mengacu pada anatomi sistem sensorik.
Penurunan sensasi dan penyimpangan sensoris dapat menyebabkan gangguan reseptor
sensorik. Rasa sakit dan parestesia akibat luka bakar atau iritasi kimia dari kulit dapat
mengakibatkan gangguan dari struktur ini. Jumlah reseptor menurun dengan bertambahnya
usia, sebuah temuan yang mungkin menjelaskan penurunan umum diamati dari sensasi
getaran pada orang tua.