Anda di halaman 1dari 8

MUTU PELAYANAN KEBIDANAN

1.1 PENGERTIAN MUTU


Menurut Din ISO 8402 (1986)
Mutu adalah totalitas dari wujud serta ciri dari suatu barang atau jasa, yang di dalamnya
terkandung sekaligus pengertian rasa aman atau pemenuhan kebutuhan para pengguna
Mutu merujuk pada tingkat kesempurnaan dalam memberikan kepuasan pada pengguna
layanan.
Mutu pelayanan kesehatan adalah yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan
pelayanan kesehatan, yang di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien
sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta di pihak lain tata cara
penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah
ditetapkan.
Menurut JCAHO (1993)
Mutu adalah tingkat dimana pelayanan kesehatan pasien mendekati hasil yang
diharapkan dan mengurangi faktor-faktor yang tidak diinginkan.
Layanan kesehatan yang bermutu adalah suatu layanan kesehatan yang dibutuhkan,
dalam hal ini akan ditentukan oleh profesi layanan kesehatan, dan sekaligus diinginkan baik
oleh pasien/konsumen ataupun masyarakat serta terjangkau oleh daya beli masyarakat
Mutu pelayanan kesehatan adalah penampilan yang pantas atau sesuai (yang
berhubungan dengan standar-standar) dan suatu intervensi yang diketahui aman, yang dapat
memberikan hasil kepada masyarakat yang bersangkutan dan yang telah mempunyai
kemampuan untuk menghasilkan dampak pada kematian, kesakitan, ketidakmampuan dan
kekurangan gizi (Djoko Wijono, 2000 : 35).

Program menjaga mutu adalah suatu upaya yang berkesinambungan, sistematis dan
objektif dalam memantau dan menilai pelayanan yang diselenggarakan dibandingkan dengan
standar yang telah ditetapkan, serta menyelesaikan masalah yang ditemukan untuk
memperbaiki mutu pelayanan (Maltos & Keller, 1989).
Program menjaga mutu adalah suatu proses untuk memperkecil kesenjangan antara
penampilan yang ditemukan dengan keluaran yang diinginkan dari suatu sistem, sesuai
dengan batas-batas teknologi yang dimiliki oleh sistem tersebut (Ruels & Frank, 1988).
Program menjaga mutu adalah suatu upaya terpadu yang mencakup identifikasi dan
penyelesaian masalah pelayanan yang diselenggarakan, serta mencari dan memanfaatkan
berbagai peluang yang ada untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan (The American
Hospital Association, 1988).
Program menjaga mutu adalah suatu program berlanjut yang disusun secara objektif dan
sistematis dalam memantau dan menilai mutu dan kewajaran pelayanan, menggunakan
berbagai peluang yang tersedia untuk meningkatkan pelayanan yang diselenggarakan serta
menyelesaikan berbagai masalah yang ditemukan (Joint Commission on Acreditation of
Hospitals, 1988).

1.2 TUJUAN
Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan memuaskan di
Puskesmas dalam rangka terwujudnya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggitingginya.

1.3 MANFAAT PROGRAM PENJAMINAN MUTU


Program menjaga mutu adalah suatu upaya yang dilakukan secara berkesinambungan,
sistematis, objektif dan terpadu dalam menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu
pelayanan kesehatan berdasarkan standar yang telah ditetapkan, menetapkan dan
melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang tersedia, serta

menilai hasil yang dicapai dan menyusun saran-saran tindak lanjut untuk lebih meningkatkan
mutu pelayanan.
Adapun manfaat dari program jaminan mutu :
a. Dapat meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan
Peningkatan efektifitas pelayanan kesehatan ini erat hubungannya dengan dapat di
atasinya masalah kesehatan secara tepat, karena pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
telah sesuai dengan kmajuan ilmu dan teknologi dan ataupun standar yang telah ditetapkan.
b. Dapat meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan
Peningkatan efisiensi yang dimaksudkan ini erat hubungannya dengan dapat dicegahnya
pelayanan kesehatan yang dibawah standar dan ataupun yang berlebihan. Biaya tambahan
karena harus menangani efek samping atau komplikasi karena pelayanan kesehatan dibawah
standar dapat dihindari. Demikian pula halnya mutu pemakaian sumber daya yang tidak pada
tempatnya yang ditemukan pada pelayanan yang berlebihan.
c. Dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Peningkatan penerimaan ini erat hubungannya dengan telah sesuainya pelayanan
kesehatan dengan kebutuhan dan tuntutan pemakai jasa pelayanan. Apabila peningkatan
penerimaan ini dapat diwujudkan, pada gilirannya pasti akan berperanan besar dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
d. Dapat melindungi penyelenggara pelayanan kesehatan dan kemungkinan timbulnya
gugatan hukum.
Pada saat ini sebagai akibat makin baiknya tingkat pendidikan masyarakat, maka
kesadaran hukum masyarakat juga telah semakin meningkat. Untuk mencegah kemungkinan
gugatan hukum terhadap penyelenggara pelayanan kesehatan, antara lain karena ketidak
puasan terhadap pelayanan kesehatan, perlulah diselenggarakan pelayanan kesehatan yang
sebaik-baiknya. Dari uraian ini, mudah dipahami bahwa terselenggaranya program menjaga

mutu pelayanan kesehatan mempunyai peranan yang amat besar dalam melindungi
penyelenggara pelayanan kesehatan dan kemungkinan timbulnya gugatan hukum, karena
memang pelayanan kesehatan yang diselenggarakan telah terjamin mutunya.

2.1 MUTU PELAYANAN KEBIDANAN


2.1.1 Bentuk program menjaga mutu perspektif
Adalah program menjaga mutu yang diselenggarakan sebelum pelayanan kesehatan.
Pada bentuk ini perhatian utama lebih ditunjukkan pada standar masukan dan standar
lingkungan yaitu pemantauan dan penilaian terhadap tenaga pelaksana, dana, sarana, di
samping terhadap kebijakan, organisasi, dan manajemen institusi kesehatan.
Prinsip pokok program menjaga mutu prospektif sering dimanfaatkan dan tercantum
dalam

banyak

peraturan

perundang-undangan,

di

antaranya

Standardisasi

(Standardization),perizinan (Licensure), Sertifikasi (Certification), akreditasi (Accreditation).


Prinsip-prinsip pokok program menjaga mutu:
1. Standarisasi (standardization)
Untuk dapat menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu,
ditetapkanlah standarisasi institusi kesehatan. Izin menyelenggarakan pelayanan kesehatan
hanya diberikan kepada institusi kesehatan yang memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Dengan adanya ketentuan tentang standarisasi, yang lazimnya mencakup tenaga dan saran,
dapatlah dihindarinya berfungsinya institusi kesehatan yang tidak memenuhi syarat.
Standarisasi adalah suatu pernyataan tentang mutu yang diharapkan yaitu yang menyangkut
masukan proses dari system pelayanan kesehatan.
2. Lisensi
Sekalipun standarisasi telah terpenuhi, bukan lalu berarti mutu pelayanan
kesehatan selalu dapat dipertanggung jawabkan. Untuk mencegah pelayanan kesehatan yang
tidak bermutu, standarisasi perlu diikuti dengan perizinan yang lazimnya ditinjau secara

berkala. Izin menyelenggarakan pelayanan kesehatan hanya diberikan kepada institusi


kesehatan dan atau tenaga pelaksana yang memenuhi persyaratan. Lisensi adalah proses
administasi yang dilakukan oleh pemerintah atau yang berwewenang berupa surat izin praktik
yang diberikan kepada tenaga profesi yang telah teregistrasi untuk pelayanan mandiri.
Tujuan lisensi:
1). Tujuan umum lisensi :
Melindungi masyarakat dari pelayanan profesi.
2). Tujuan khusus lisensi :
Memberi kejelasan batas wewenang dan menetapkan sarana dan prasarana.
3.) Sertifikasi
Sertifikasi adalah tindak lanjut dari perizinan,yakni memberikan sertifikat
(pengakuan) kepada institusi kesehatan dan atau tenaga pelaksanan yang benarbenar memenuhi persyaratan.
4.) Akreditasi
Akreditasi adalah bentuk lain dari sertifikasi yang nilainya dipandang lebih
tinggi. Lazimnya akreditasi tersebut dilakukan secara bertingkat, yakni yang sesuai
dengan kemampuan institusi kesehatan dan atau tenaga pelaksana yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Akreditasi adalah kegiatan yang
dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur
pendidikan formal dan non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan
berdasarkan kriteria yang terbuka.

3.1 PENGERTIAN AKREDITASI


Akreditasi menurut ensiklopedi nasional adalah suatu bentuk pengakuan
yang diberikan oleh pemerintah untuk suatu lembaga atau institusi.
Alasan untuk melaksanakan akreditasi

Secara filosofi, kegiatan akreditasi merupakan bentuk perhatian dan


perlindungan pemerintah dengan memberikan pelayanan yang profesional
kualitas pelayanan yang diberikan sesuai standar merupakan profesionalisme
yang dapat menyebabkan efisiensi dalam pelayanan dan kemampuan kompetitif
yang positif.
Tujuan akredirasi
Pada dasarnya tujuan akreditasi adalah agar kualitas pelayanan yang
diberikan terintegrasi dan menjadi budaya sistem pelayanan.
Tujuan secara khusus akreditasi adalah :
1. Memperoleh gambaran seberapa jauh mutu pelayanan di indonesia telah
memenuhi berbagai standar yang ditentukan sehingga mutu pelayanan
dapat dipertanggung jawabkan.
2. Memberikan pengakuan dan penghargaan kepada suatu institusi yang
telah mencapai tingkat pelayanan kesehatan sesuai dengan standar yang
ditentukan
3. Memberikan jaminan kepada petugas institusi bahwa semua fasilitas,
tenaga, dan lingkungan yang diperlukan tersedia sehingga dapat
mendukung upaya penyembuhan dan pengobatan pasien dengan sebaikbaiknya.
4. Memberikan jaminan dan kepuasan kepada individu, keluarga, dan
masyarakat sebagai pelanggan bahwa pelayanan yang diberikan dapat
diselenggarakan sebaik mungkin.

3.2 MANFAAT AKREDITASI

Manfaat dapat dirasakan oleh institusi, karyawan, pihak ketiga (asuransi,


suplier, pendidikan tenaga kesehatan) maupun masyarakat pengguna jasa layanan
dengan memberikan pelayanan kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan.
3.3 PELAKSANAAN AKREDITASI
Ada 3 cara penatalaksanaan akreditasi yaitu tingkat dasar, tingkat lanjut dan
tingkat lengkap yang disesuaikan dengan kegiatan pelayanan di institusinya.
1. Akreditasi tingkat dasar menilai lima kegiatan pelayanan di rumah sakit
yaitu administrasi, dan manejemen, pelayanan medis, pelayanan
keperawatan, pelayanan gawat darurat dan rekam medik.
2. Akreditasi tingkat lanjut menilai 12 kegiatan pelayanan di rumah sakit
yaitu administrasi dan manajemen, pelayanan medis, pelayanan
keperawatan, pelayanan gawat darurat, rekam medik, farmasi, radiologi,
kamar operasi, pengendalian infeksi, pelayanan resiko tinggi laboratorium
dan keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana (K-3).
3. Akreditasi tingkat lengkap menilai 16 kegiatan pelayanan di rumah sakit
yaitu administrasi dan menejemen, pelayanan medis, pelayanan
keperawatan, pelayanan gawat darurat, rekam medik, farmasi, radiologi,
kamar operasi, pengendalian infeksi, pelayanan perinatal resiko tinggi
laboratorium dan keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana
(K-3) ditambah pelayanan intensif, pelayanan transfusi darah, pelayanan
rehabilitasi medik, dan pelayanan gizi.
DAFTAR PUSTAKA
Jurnal. pdii. lipi. Go. Id.
http: //coretan-midwifery.blogspot.com.

http://kbidan.blogspot.com.
http.//www.slideshare.net.