Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan
darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit
dalam keadaan cukup istirahat/tenang dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat
yang banyak diderita di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bila hipertensi dibiarkan tanpa
penanganan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang lebih parah berupa: penyakit jantung
dan pembuluh darah seperti aterosklerosis, infark miokard, gagal jantung, infark serebri;
gangguan fungsi ginjal tahap akhir, retinopati dan kematian dini.[1,2]
Hipertensi merupakan salah satu penyebab paling penting kematian dini di seluruh dunia.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2008, 12,8% kematian disebabkan
oleh hipertensi yaitu sekitar 7,5 juta orang setiap tahunnya. Di wilayah Asia Tenggara 36% orang
dewasa mengalami hipertensi dan menjadi faktor risiko utama untuk kematian sekitar 1,5 juta
jiwa tiap tahun.[3,4]
Sampai saat ini, hipertensi juga masih merupakan tantangan besar di Indonesia. Hal ini
merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi, yaitu sebesar 25,8%, sesuai
dengan data Riskesdas 2013. Jika saat ini penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka
terdapat 65.048.110 jiwa yang menderita hipertensi.[1]
Berdasarkan data di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara, hipertensi menempati
urutan kedua dari sepuluh penyakit terbanyak selama kurun waktu Januari hingga Desember
2014. Dan menempati urutan pertama untuk kasus penyakit tidak menular terbanyak dengan
jumlah kasus sebesar 2267. Dari Laporan Kunjungan Kasus Asuhan Keperawatan Keluarga,
hipertensi mencapai jumlah 37, kedua terbanyak setelah Bawah Garis Marah (BGM) dengan
jumlah 44 kasus.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

Dari seluruh kasus hipertensi di Puskesmas Kembangan Utara, terjadi kecenderungan


peningkatan jumlah pasien hipertensi dengan tekanan darah tidak terkendali yaitu sebesar 3%
pada bulan Februari 2015 dibandingkan dengan bulan Januari 2015.
Untuk mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab meningkatnya jumlah pasien
hipertensi dengan tekanan darah tidak terkendali pada Kelurahan Kembangan Utara, perlu
dilakukan pengumpulan data di masyarakat dan mencari solusi pemecahannya dengan diagnosa
komunitas.

1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum :
Terkendalinya tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas
Kembangan Utara.
1.2.2 Tujuan Khusus :
1. Diketahuinya masalah utama di wilayah kerja Puskesmas Kembangan Utara periode
Januari-Februari 2015.
2. Diketahuinya masalah-masalah penyebab meningkatnya jumlah pasien hipertensi dengan
tekanan darah tidak terkendali di wilayah kerja Puskesmas Kembangan Utara.
3. Diketahuinya intervensi sebagai alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan
dalam jangka pendek dan memiliki daya ungkit yang besar dalam menunjang tujuan
jangka menengah dan jangka panjang yang diharapkan.
4. Diketahuinya hasil dari intervensi yang dilakukan.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Hipertensi
2.1.1 Definisi
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah
diastolik 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan
cukup istirahat/tenang. [1]
2.1.2 Klasifikasi
Tabel 2.1 Klasifikasi Hipertensi menurut Joint National Committe (JNC) VII[5]
Klasifikasi
Normal
Prehipertensi
Hipertensi tingkat 1
Hipertensi tingkat 2

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

Sistolik
< 120
120-139
140-159
160

Diastolik
< 80
80-89
90-99
100

2.1.4 Patofisiologi
2.1.4.1 Hemodinamik pada hipertensi
Keseimbangan antara curah jantung dan resistensi vaskuler perifer berperan penting
dalam pengaturan tekanan darah normal. Pada hipertensi esensial, pasien mempunyai curah
jantung normal namun terjadi peningkatan resistensi perifer. Resistensi perifer ditentukan oleh
arteriol kecil. Kontraksi otot polos yang berkepanjangan mengakibatkan penebalan dinding
pembuluh darah arteriol, sehingga menyebabkan peningkatan resistensi perifer yang tidak dapat
pulih kembali.[6,7]
Dimulai sejak remaja, bertambahnya usia menyebabkan terjadinya perubahan
hemodinamik tekanan darah di dalam tubuh. Peningkatan tekanan darah sistol yang berbanding
lurus dengan usia bersifat paralel dengan peningkatan tekanan darah diastol dan tekanan arteri
rata-rata (MAP). Peningkatan tekanan pada sistol, diastol dan tekanan arteri rata-rata hingga usia
50 tahun disebabkan oleh adanya peningkatan resistensi periferal vaskuler. Setelah usia 50-60
tahun, tekanan diastol menurun dan tekanan deta jantung meningkat. Tekanan darah sistol
mengalami peningkatan pada usia lanjut.[8]
2.1.4.2 Sistem Renin-Angiotensin
Renin merupakan enzim yang dihasilkan oleh sel jukstaglomerular ginjal. Berbagai faktor
seperti status volume, asupan natrium dan stimulasi saraf simpatik menentukan kecepatan sekresi
renin. Hampir 20% pasien dengan hipertensi esensial mengalami penekanan aktivitas renin.
Sekitar 15% pasien mengalami aktivitas renin di atas normal; peningkatan plasma renin ini
meningkatkan tekanan arteri. Sistem renin angiotensin adalah salah satu sistem endokrin penting
yang dapat mengatur tekanan darah secara elektif. Renin berperan mengubah angiotensin I
menjadi angiotensin II pada paru-paru oleh enzim pengubah angiotensin (ACE). [7]
Angiotensin II adalah vasokontriktor kuat yang menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Angiotensin II juga menstimulasi pelepasan aldosteron dari bagian glomerulus kelenjar adrenal
yang menyebabkan retensi natrium dan air sehingga meningktkan tekanan darah.[7]

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

2.1.4.3 Sistem Saraf Otonom


Peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik telah diimplikasikan sebagai prekursor utama
hipertensi. Terjadi ketidakseimbangan beberapa neurotransmiter dan neuromodulator pada
kondisi hipertensi, yang secara langsung atau tidak langsung menyebabkan peningkatan
pelepasan noradrenalin dari pascasinap saraf simpatik. Pada subjek yang sensitif dan
hipersensitif terhadap NaCl, asupan NaCl meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik.
Stimulasi sistem saraf simpatik dapat menyebabkan kontriksi arteriolar dan juga dilatasi. Hal ini
menyebabkan perubahan tekanan darah jangka pendek akibat stress. [7]
2.1.5 Gejala
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. Gejala hipertensi
yang dimaksud yaitu sakit kepala/rasa berat di tengkuk, pusing berputar, jantung berdebar-debar,
mudah lelah, penglihatan kabur, telinga berdenging (tinnitus), dan mimisan. Padahal gajala
tersebut bisa terjadi pada penderita hipertensi maupun pada seseorang dengan tekanan darah
normal.[1]
2.1.6 Tatalaksana
Target penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi adalah < 140 / 90 mmHg. Untuk
pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus dan penyakit ginjal kronik, target
penurunan tekanan darah adalah < 130/80 mmHg. Tatalaksana pada pasien hipertensi dapat
berupa modifikasi gaya hidup dan terapi medikamentosa.[9]
1.1.6.1 Modifikasi Gaya Hidup
Pengobatan hipertensi tidak hanya mengutamakan pemberian obat-obat antihipertensi
tetapi juga harus disertai perubahan pola hidup.[9]

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

1.1.6.2 Tatalaksana Medikamentosa[10]


Golongan obat antihipertensi:
- Diuretik
- ACE Inhibitor
- Antagonis Kalsium
- Angiotensin Receptor Blocker (ARB)
- Beta Blocker (BB)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

2.2 Faktor Risiko Hipertensi


Gambar 2.1. Faktor Risiko Hipertensi tidak terkendali[11]

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH
a. Analisis Situasi
Puskesmas Kembangan Utara terletak di Jalan Kembangan Raya RT 05 RW 02 yang
masih merupakan wilayah Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, dibangun pada tahun 1976
dengan Dana APBD dan pada tahun 2013 bangunan puskesmas direnovasi total dan selesai pada
Februari 2014. Puskesmas Kembangan Utara memiliki jumlah penduduk 67.377 jiwa dengan
kepadatan penduduk rata-rata 18.510 jiwa/km2 terdiri dari jumlah KK 8264 dan 10 RW 110 RT
dengan luas wilayah 3,64 km2. Wilayah Kembangan Utara terletak 17 meter dari permukaan laut
dan merupakan tanah landai dan sedikit rawa. Batas-batas wilayah Kelurahan Kembangan Utara
adalah sebagai berikut :

Utara : Kelurahan Rawa Buaya dan Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan

Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat.


Selatan : Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Kotamadya

Jakarta Barat.
Barat : Kelurahan Kembangan Selatan / Jalan Lingkar Luar Barat dan Kelurahan

Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat.


Timur : Kelurahan Kedoya Utara Kecamatan Kebon Jeruk dan Kembangan
Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Menurut Laporan Tahunan tahun 2014 Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara,


hipertensi merupakan penyakit terbanyak kedua dari Rekap Sepuluh Penyakit Terbanyak di
Puskesmas Kembangan Utara selama bulan Januari s/d Desember Tahun 2014 setelah ISPA
dengan

jumlah kasus mencapai 2267 orang. Dari Laporan Kunjungan Kasus Asuhan

Keperawatan Keluarga, hipertensi mencapai jumlah 37, kedua terbanyak setelah Bawah Garis
Merah (BGM) dengan jumlah 44 kasus.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

Dari data registrasi pasien yang datang ke Puskesmas Kembangan Utara dari bulan
Januari 2015 sampai dengan Februari 2015 didapatkan jumlah pasien dengan tekanan darah tidak
terkendali terjadi peningkatan sebesar 3%. Didapatkan total jumlah pasien hipertensi yang datang
pada bulan Januari 2015 sebanyak 158 orang dengan tekanan darah terkendali berjumlah 76
orang (48,1%) sedangkan sisanya 82 orang datang dengan tekanan darah tidak terkendali
(51,8%). Sedangkan pada bulan Februari 2015 didapatkan jumlah pasien hipertensi yang datang
berjumlah 166 orang dengan tekanan darah terkendali 75 orang (45,1%) sedangkan sisanya 91
orang datang dengan tekanan darah tidak terkendali (54,8%).
b. Scope tempat
RT 08/ RW 07 dipilih karena alasan dari hasil analisa data registrasi pasien yang datang
ke Puskesmas Kembangan Utara dari bulan Januari 2015 sampai dengan Februari 2015
didapatkan jumlah pasien dengan tekanan darah tidak terkendali paling banyak.
c. Identifikasi Masalah menggunakan Paradigma BLUM
1. Genetik : tidak dinilai
2. Medical Care Services :
a. Kegiatan pelayanan kesehatan:
- Promotif dan pencegahan : tidak ada kegiatan promotif dan pencegahan
untuk hipertensi.
- Pengobatan : kurangnya komunikasi, informasi dan edukasi antara dokter
dan pasien tentang hipertensi dan cara mengontrol tekanan darah dalam
kehidupan sehari-hari.
- Perawatan dan rehabilitasi : tidak ada kegiatan perawatan dan rehabilitatif
untuk hipertensi.
b. Cakupan atau pencapaian target dari kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan :
menurut program kegiatan promosi kesehatan puskesmas seharusnya dilakukan

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

penyuluhan setiap 2 hari sekali di dalam gedung maupun di luar gedung, namun
masih belum terlaksana.
c. Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan :
- Tenaga : kurangnya tenaga kesehatan yang memadai untuk melakukan
kegiatan penyuluhan secara merata.
- Tempat : ruang tunggu di dalam puskesmas kurang memadai untuk
dilakukan penyuluhan.
3. Perilaku Individu/Masyarakat :
Dari hasil wawancara dengan 10 pasien dengan tekanan darah tidak terkendali
didapatkan :
a. Pengetahuan : seluruhnya memiliki pengetahuan yang kurang tentang tekanan
darah tinggi, penyebab tekanan darah tinggi, cara mengontrol tekanan darah
dan nilai tekanan darah normal yang seharusnya dicapai serta pentingnya
minum obat darah tinggi secara teratur setiap hari walaupun tidak ada
keluhan.
b. Sikap : tidak minum obat secara teratur setiap hari.
c. Perbuatan : periksa tekanan darah ke puskesmas hanya bila ada gejala yang
mengganggu.
d. Kebiasaan :
Pola makan : asupan garam yang tinggi seperti ikan asin, masakan yang
ditambah dengan Monosodium Glutamat (MSG).
Olahraga : seluruhnya tidak pernah meluangkan waktu untuk berolahraga.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

10

- Kegiatan penyuluhan tentang


hipertensi belum maksimal dan
menyeluruh.
- Kurangnya tenaga kesehatan untuk
melakukan penyuluhan

4. Lingkungan :
a. Physical : tidak ditemukan masalah.
b. Sociocultural :
Adanya pandangan masyarakat bila tidak ada keluhan seperti pusing/sakit
kepala, mereka merasa sudah sembuh dari tekanan darah tinggi dan tidak
perlu mengkonsumsi obat, mengeluh jenuh dengan pekerjaan sehingga terjadi
peningkatan faktor stress.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

11

Non Fisik :
Adanya pandangan bila tidak ada keluhan pasien
merasa sudah sembuh dan tidak perlu konsumsi

GENETI
K

obat.
-jenuh dengan pekerjaan meningkatnya faktor
stress.
LINGKUNGAN

Jumlah pasien dengan


tekanan darah tidak
terkendali di
Puskesmas
Kembangan Utara
meningkat

MEDICAL CARE
SERVICES

LIFESTY
LE

1. -Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hipertensi.


2. -Kurangnya kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat
antihipertensi secara teratur.
3. -Periksa ke puskesmas bila ada gejala yang mengganggu
4. -Pola makan tinggi garam.
-Jarang berolahraga.
5.
6.

Gambar 3.1. Skema Paradigma Blum

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

12

Kurangnya KIE antara dokter dan


pasien tentang hipertensi dan cara
mengontrol TD.
Belum terlaksananya kegiatan
penyuluhan secara merata.
Kurangnya tenaga kesehatan untuk
melakukan penyuluhan.
Ruang tunggu di puskesmas
kurangmemadai untuk penyuluhan.

Penentuan Prioritas Masalah


Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan paradigma BLUM, kemudian dilakukan
penentuan prioritas masalah dilakukan dengan cara non-scoring (Delphi) pada tanggal 28
Februari 2015. Diskusi dilakukan dengan:
1. Dr. Rosmawati Wijaya, selaku dokter dan pembimbing serta kepala Puskesmas
Kembangan Utara.
2. Ibu Heni Fitria, selaku koordinator program P2P PTM di Puskesmas Kembangan
Utara.
3. Ibu Khulyatun, selaku koordinator program promosi kesehatan di Puskesmas
Kembangan Utara
4. Ibu Ade Fitri, selaku koordinator laporan tahunan di Puskesmas Kembangan
Utara
Dari hasil diskusi, diantara ketiga aspek pada paradigma BLUM, dipilih faktor lifestyle
sebagai prioritas masalah. Lifestyle yang menjadi permasalahan utama ialah kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, kurangnya kepatuhan pasien untuk mengkonsumsi
obat hipertensi secara teratur, kurangnya perhatian terhadap asupan makanan rendah garam, serta
jarang berolahraga . Lifestyle dipilih dengan alasan memiliki daya ungkit yang besar.
Kami berharap dengan memberikan intervensi pada aspek lifestyle, akan terjadi
peningkatan pengetahuan yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku, sehingga tekanan darah
pasien hipertensi dapat mengalami perbaikan dan terkontrol sehingga diharapkan terjadi
penurunan jumlah pasien hipertensi dengan tekanan darah tidak terkontrol di wilayah kerja
Puskesmas Kembangan Utara.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

13

BAB IV
IDENTIFIKASI MASALAH PENYEBAB DAN ALTERNATIF PEMECAHAN
MASALAH
4.1 Identifikasi Masalah Penyebab dan Alternatif Pemecahan Masalah
Setelah dilakukan penetapan prioritas masalah, maka didapatkan permasalahan yang akan
diidentifikasi adalah lifestyle penderita hipertensi dengan tekanan darah tidak terkendali pada
wilayah kerja Puskesmas Kembangan Utara. Teknik pemecahan dan alternatif jalan keluar
dilakukan dengan Fishbone.
1. Ketidakpatuhan minum obat
Dari hasil wawancara responden ditemukan 9 dari 10 responden tidak patuh minum obat
secara teratur. Hal ini disebabkan oleh karena:

Kebiasaan pasien untuk tidak segera membeli obat atau mengambil obat di
puskesmas saat persediaan obat dirumah hampir habis

Faktor lupa minum obat

Tidak adanya gejala seperti pusing dan leher tegang, yang membuat pasien
merasa tidak perlu minum obat.

Pasien tidak paham mengenai tujuan pengobatan

Efek samping obat yang mengganggu pasien. Contoh : konsumsi captopril


menyebabkan batuk.

2. Pola diet hipertensi yang tidak tepat


Dari hasil wawancara dengan 10 pasien dengan tekanan darah tidak terkendali didapatkan
8 dari 10 orang memiliki pola diet yang tidak tepat , yaitu:

Pola makan dengan asupan garam yang tinggi seperti ikan asin, masakan yang
ditambah dengan Monosodium Glutamat (MSG), makanan instan.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

14

3. Kurang olahraga
Dari hasil wawancara dengan 10 pasien dengan tekanan darah tidak terkendali didapatkan
seluruhnya tidak pernah meluangkan waktu untuk olahraga. Hal ini dikarenakan:

Kurangnya kesadaran dan niat pasien untuk olahraga.

4. Kurangnya pengetahuan
Dari hasil wawancara dengan 10 pasien dengan tekanan darah tidak terkendali didapatkan
kurangnya pengetahuan pasien tentang tekanan darah tinggi. Yang dikarenakan:

Kurangnya komunikasi, informasi dan edukasi antara dokter dan pasien tentang
hipertensi dan cara mengontrol tekanan darah.

Tingkat pendidikan yang rendah, sehingga sulit memahami pengetahuan akan


hipertensi.

5. Jarang periksa ke puskesmas


Dari hasil wawancara, 7 dari 10 orang hanya periksa ke puskesmas jika ada gejala
yang mengganggu seperti pusing atau leher tegang. Hal ini dikarenakan :

Adanya kepercayaan di masyarakat bahwa bila tidak ada gejala seperti pusing atau
leher tegang berarti tekanan darahnya sudah normal sehingga tidak perlu kontrol
tekanan darah ke puskesmas.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

15

Skema Fishbone

TERKEND

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

16

BAB V
PERENCANAAN INTERVENSI
5.1 Penyusunan Intervensi
Intervensi : Mengadakan penyuluhan untuk warga di wilayah Kembangan Utara RT 08/ RW
07.
A. Kegiatan : Penyuluhan tentang pengetahuan hipertensi, prinsip pengobatan
hipertensi dengan pengaturan diet dan berolahraga kepada masyarakat di RT 08/
RW 07 Kembangan Utara.
Kegiatan penyuluhan yang akan dilakukan merupakan suatu upaya guna
meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, pengaturan diet dan
peran olahraga dalam menurunkan tekanan darah. Tujuan dilakukannya
penyuluhan ini adalah supaya masyarakat mengetahui apa itu hipertensi, patokan
nilai normal tekanan darah dan tekanan darah tinggi, gejala hipertensi, prinsip
pengobatan hipertensi dan komplikasinya yang bisa terjadi, pola makan dan jenis
makanan yang baik untuk pasien hipertensi, pentingnya berolahraga rutin guna
membantu menurunkan tekanan darah yang seluruhnya disampaikan dengan
bahasa yang mudah dipahami, dan memotivasi masyarakat untuk rajin dan rutin
memeriksakan tekanan darah minimal satu bulan satu kali pemeriksaan.
Penyuluhan ini dilakukan didasarkan pada hasil wawancara dengan 10
pasien hipertensi dengan tekanan darah tidak terkendali :

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

17

Tabel 5.1. Hasil wawancara

B. Sasaran : masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas baik pasien dengan tekanan
darah normal maupun yang menderita hipertensi dengan jumlah pria dan wanita
seimbang di wilayah RT 08/ RW 07.
C. Tempat : Posyandu Kenanga RT 08 RW 07
D. Indikator keberhasilanditentukan berdasarkan diskusi oleh anggota tim pelaksana
dengan berkonsultasi dengan pembimbing yaitu:
Hasil posttest dengan nilai baik (80-100) minimal 80% peserta

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

18

5.2 Log Frame Goals


Tabel 5.2. Log Frame Goals
Masukan

Kegiatan

Tujuan
Pendek

Menengah

Panjang

( 3 minggu )

( 1 tahun )

( 5 tahun )

Peningkatan

Terjadinya

Menurunkan jumlah

pengetahuan

peningkatan jumlah

penderita dan jumlah

warga dinilai

pasien dengan

kematian sebesar 10%

dengan nilai post

tekanan darah

akibat penyakit

dokter muda

test di atas 80

terkendali sebesar

kardiovaskular dengan

IKM, target

minimal 80%

10% di Puskesmas

mengendalikan

peserta.

Kembangan Utara

tekanan darah.

Man:
Petugas
Puskesmas,
Kader dan 3

- Penyuluhan.
- Pretest dan
posttest

30 warga
yang
mengikuti
penyuluhan
Money :
Rp.500.000,Material:
Media
leaflet, poster
Method:
Penyuluhan
massal
dengan
media cetak

5.3 Planning of Action (POA)


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
April 2015

19

Tujuan dan
Target
Pembuatan
Membuat
media ajar,
media ajar
berupa
untuk
leaflet, poster memperdan
mudah
pembuatan
penyampaisoal pretest
an informasi
dan posttest
saat
pelaksanaan intervensi

Tabel 5.3. Planning of Action


Sasaran
Biaya
Tempat

Kegiatan

Pengajuan
ijin
peminjaman
ruangan di
Posyandu
Kenanga RT
08 RW 07

Didapatkannya
tempat
pelak-sanaan
intervensi

Melaksanakan Meningkatnya
kegiatan
pengetahuan
penyuluhan masyarakat
Aku Peduli tentang
Tekanan
hipertensi,
Darahku
secara awam.

Masyarakat
berusia 18
tahun ke
atas baik
tekanan
darah
normal
maupun
penderita
hipertensi di
RT 08 RW
07

-cetak
poster :
Rp.110.000,
-print leaflet
berwarna:R
p20.000,-foto-copy
leafletdan
soal pretest,
post test: Rp
30.000,-

Waktu

PIC

11,
12, 13
Maret
2015

3
koas

Rencana
Penilaian

Kepala
Puskesmas
dan ketua
RT 08/ RW
07

Ruang
Kepala
Puskes
mas dan
Rumah
Ketua
RT 08
RW 07

14
Maret
2015

3
koas

Masyarakat Konsumsi=
berusia 18 Rp.
tahun ke
250.000,atas baik
tekanan
darah
normal
maupun
penderita
hipertensi di
RT 08 RW
07

Posyan 18
du
Maret
Kenang 2015
a RT 08
RW 07

3
koas

Terjadi-nya
pening-katan
penge-tahuan
masya-rakat
yang diukur
melalui hasil
posttest
dengan nilai
baik (80-100)
minimal 80%
peserta

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

20

5.4 Timeline (Gantt Chart)


Tabel 5.4. Gantt Chart
No
Kegiatan
.
Perencanaan
1.
Identifikasi kasus
di Puskesmas
2.
Diskusi tentang
masalah
puskesmas dengan
Kepala Puskesmas
3.
Rapat antar
anggota kelompok
untuk menentukan
masalah yang
dipilih
4.
Mengajukan kasus
di pleno IKM
Untar
5. Diskusi untuk
menetapkan
masalah utama
dengan Kepala
Puskesmas dan
staff Puskesmas
(Delphi)
6.

7.

8.

Minggu
1

Mengidentifikasi
faktor penyebab:
-menentukan target
-survey tanyajawab
Diskusi dengan
pembimbing
untuk menetapkan
indikator
keberhasilan
Perencanaan
intervensi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

21

Pengorganisasian
9.
Pembagian Tugas

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

22

No
Kegiatan
.
Pelaksanaan
10. Pembuatan media
ajar (poster dan
leaflet) serta soal
kuesioner
11. Pengajuan ijin
peminjaman
ruangan di
Posyandu
Kenanga RT 08
RW 07
11. Penyuluhan
kepada
masyarakat
tentang hipertensi
dan tatalaksana
serta nutrisi
penderita
hipertensi
Pengawasan
12. Pengawasan
berjalannya
penyuluhan
kepada
masyarakat
tentang hipertensi
Evaluasi
13. Evaluasi
pelaksanaan
penyuluhan
14. Pengolahan data
pre test dan post
test serta
pembuatan
laporan

Minggu
1

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

23

BAB VI
PELAKSANAAN INTERVENSI

6.1 Flow Chart kegiatan

Penyuluhan
tanggal 18
Maret 2015
pukul 09.00
3 koas IKM
2 staff
puskesmas
3 kader
Menilai hasil
pretestpostest:
Terdapat
peningkatan
pengetahuan
setelah
penyuluhan

Mengadaka
n pretest

Melakukan
penyuluhan

Sesi
tanya
jawab

Menyerahka
n poster
kepada
kader untuk
ditempel di
Posyandu

Membagika
n leaflet
kepada
peserta
penyuluhan

Mengada
-kan
post-test

Gambar 6.1. Flow Chart Kegiatan Intervensi


6.2 Deskripsi proses intervensi secara detail
Kegiatan penyuluhan dilakukan pada hari Rabu, 18 Maret 2015 pukul 09.00
10.30 WIB, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang hipertensi, prinsip
pengobatan hipertensi, komplikasi, serta pengaturan diet.
Jumlah warga yang hadir sebanyak 42 orang. Setelah warga berkumpul di tempat
diadakannya penyuluhan, dilakukan pretest kepada setiap warga yang datang, dengan
tujuan menilai sejauh mana pengetahuan warga mengenai hipertensi, prinsip pengobatan
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
April 2015

24

hipertensi, komplikasi, serta pengaturan diet. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan


penyuluhan dengan media poster dan leaflet. Penyuluhan bertema Aku Peduli Tekanan
Darahku. Penyuluhan ini membahas seputar hipertensi, prinsip pengobatan hipertensi,
komplikasi, serta pengaturan diet. Dalam pelaksanaan penyuluhan, disertai dengan sesi
tanya jawab guna menilai konsentrasi dan penangkapan informasi oleh warga terhadap
materi yang diberikan. Setelah penyuluhan selesai, diadakan post-test untuk menilai
pemahaman warga terhadap materi yang diberikan kemudian membagikan leaflet kepada
semua peserta penyuluhan agar informasi yang didapat selama penyuluhan dapat dibaca
kembali, diingat, dan dibagikan kepada orang sekitar serta menyerahkan poster kepada
kader untuk ditempel di Posyandu Kenanga sehingga setiap orang yang datang dapat
membaca dan mendapatkan informasi tentang tekanan darah tinggi.
6.3 Monitoring
6.3.1 Jadwal monitoring dan pelaksana
Pemantauan dilakukan pada hari yang sama dengan pelaksanaan intervensi
oleh 3 orang koas.
6.3.2 Kendala yang dihadapi
Setelah dilakukan pemantauan intervensi, didapatkan beberapa kekurangan/
kendala. Yang pertama, tidak adanya pengeras suara dan tempat pelaksanaan intervensi
yang terbuka sehingga penyampaian informasi penyuluhan menjadi kurang efektif dan
menyeluruh. Kedua, waktu pelaksanaan yang kurang tepat (hari kerja) sehingga warga
yang menjadi sasaran penyuluhan kurang bervariasi.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

25

6.3.3 PDCA cycle


Tetap melakukan penyuluhan dengan
suara yang lebih keras.

Meningkatkan pengetahuan warga RT


08 RW 07 tentang hipertensi melalui
penyuluhan

Tetap melakukan penyuluhan dengan


memperhatikan waktu pelaksanaan.

ACT

CHE
CK
tempat

Tidak ada pengeras suara dan


pelaksanaan intervensi yang terbuka

Sasaran kurang bervariasi karena waktu


kurang tepat.

PLA
N
D
Melakukan penyuluhan terhadap
warga
melalui
poster
dan
membagikan leaflet.
Pretest dan posttest

Gambar 6.2. PDCA Cycle Kegiatan Intervensi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

26

BAB VII
HASIL INTERVENSI
7.1 Pengolahan data
Data diperoleh melalui kuesioner, di mana data digunakan untuk menilai tingkat
pengetahuan responden tentang hipertensi, prinsip pengobatan dan pengaturan diet sebelum dan
sesudah diadakannya penyuluhan melalui pretest dan post-test.
Nilai pretest dan post-test dikelompokkan berdasarkan nilai kurang (<60), nilai cukup
(60-79) dan nilai baik (80-100) lalu dicatat di dalam tabel dan diolah secara manual.
7.2 Penyajian data
Tabel 7.1. Penyajian Data
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
No.
18.
19.
20.
21.
22.

Nama
Ny.RA
Ny.HA
Ny.EN
Ny.AA
Ny.YS
Ny.RO
Ny.ID
Ny.LI
Ny.SR
Ny.IN
Ny.RI
Ny.ZH
Tn.KA
Ny.BA
Ny.SS
Ny.SA
Ny.SD
Nama
Ny.NU
Ny.SU
Ny.RI
Ny.FI
Ny.BU

Nilai Pretest
43,75
50
34,37
31,25
43,75
50
59,37
34,37
62,5
56,25
59,37
43,75
46,87
56,25
46,87
40,62
46,87
Nilai Pretest
50
68,75
62,5
46,87
56,25

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

27

Nilai Posttest
81,25
93,75
87,5
56,25
81,25
97
96,87
84,37
81,25
93,75
96,87
84,37
87,5
81,25
93,75
68,75
87,5
Nilai Posttest
96,87
100
87,5
84,37
93,75

23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.

Ny.NA
Ny.SA
Ny.PU
Ny.RO
Ny.TI
Ny.SR
Ny.TU
Tn.IW
Ny.RI
Ny.NO
Ny.YA
Ny.SU
Ny.IS
Ny.YA
Ny.EN
Ny.TR
Ny.YE
Ny.EM
Ny.KA
Ny.DI

53,12
59,37
46,87
53,12
50
43,75
43,75
65,62
65,62
34,37
65,62
65,62
56,25
68,75
50
46,87
50
46,87
59,37
50

84,37
81,25
96,87
87,5
93,75
97
84,37
97
96,87
46,87
93,75
96,87
97
84,37
87,5
71,87
81,25
50
75
65,62

Tabel 7.2 Hasil Pretest


Nilai Kurang

Nilai Cukup

Nilai Baik

Total

(< 60)
34 orang

(60-79)
8 orang

(80-100)
-

42 orang

Tabel 7.3 Hasil Post test


Nilai Kurang

Nilai Cukup

Nilai Baik

Total

(< 60)
3 orang

(60-79)
4 orang

(80-100)
35 orang

42 orang

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

28

35
30
25
20
Pretest

15

Post test

10
5
Post test

0
Nilai Kurang

Nilai Cukup

Pretest
Nilai Baik

Gambar 7.1 Grafik Hasil Intervensi


Keterangan : Soal kuesioner yang diberikan berjumlah 8 soal. Setiap soal dengan jawaban yang benar
diberikan nilai 1. Interpretasi nilai : kurang (<60), cukup (60-79), baik (80-100)
Hasil : Terdapat peningkatan pengetahuan dari pretest ke posttest dimana nilai baik (80-100) saat pretest
tidak ada sama sekali dan saat posttest mencapai jumlah 35 orang dari 42 orang yaitu sekitar 83%.

BAB VIII
EVALUASI KEGIATAN
8.1 Metode Evaluasi
Metode yang digunakan dalam evaluasi program ini menggunakan Pendekatan Sistem

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

29

Gambar 8.1. Pendekatan Sistem

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

30

8.2 Hasil Evaluasi


8.2.1 Evaluasi Intervensi Penyuluhan bagi Masyarakat tentang Hipertensi
Tabel 8.1. Evaluasi Intervensi Penyuluhan bagi Masyarakat
No.
1.

Variabel

Tolok Ukur

Data

Masukan
1. Man
Kader
Staf Puskesmas
Coass IKM

5 orang
2 orang
3 orang

5 orang
2 orang
3 orang

2. Money

Tersedia dana Rp.500.000,-

Rp 450.000,-

3. Material
Presentasi leaflet dan poster
Lembar pre test & post test

Sound system
4. Metode : penyuluhan massal

Tidak ada
kesenjangan
Tidak ada
kesenjangan

Leaflet, poster
Leaflet dicetak sebanyak 60

maupun

lembar.
Poster dicetak sebanyak 3

lembar pre

lembar.
Lembar pre test dan post

test memadai

lembar.
Tersedia pengeras suara

Tidak tersedia

31

kesenjangan

Ada kesenjangan

pengeras
suara
Dilakukan

Penyuluhan

Tidak ada

test dan post

test dicetak sebanyak 50

dengan media cetak.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

Kesenjangan

Tidak ada
kesenjangan

No.

Variabel

2.

Proses
a. Planning

Rencana sasaran dan intervensi

penyuluhan
Merencanakan isi penyuluhan
Merencanakan pembuatan

leaflet dan poster


Merencanakan pembuatan

Tolok Ukur

Dilakukan

Data

Dilakukan

Kesenjangan

Tidak ada
kesenjangan

Dilakukan
Dilakukan

Dilakukan
Dilakukan

Tidak ada

Dilakukan

kesenjangan

Dilakukan

Tidak ada

Dilakukan

kesenjangan
Tidak ada

Dilakukan

kuesioner pre test dan post test

kesenjangan
Tidak ada

b. Organizing

Menentukan waktu dan tempat

penyuluhan
Membuat jadwal acara

Dilakukan

penyuluhan
Menentukan siapa yang

Dilakukan

menjadi pembicara

Dilakukan

c. Actuating

Melakukan pre test

Melakukan penyuluhan

Dilakukan

Dilakukan
Target : 30 orang peserta

Dilakukan

mengenai hipertensi kepada

pada 42 orang

masyarakat usia 18 tahun ke

peserta.

atas.

Dilakukan
Dilakukan

Melakukan sesi tanya jawab


Melakukan post test

d. Controlling
Pemberian pre test dan post

Dilakukan

test
Tanya jawab selama
penyuluhan

Dilakukan
Dilakukan

kesenjangan
Tidak ada
kesenjangan
Jumlah melebihi
target (40% dari
target)
Tidak ada

Dilakukan
Peningkatan hasil post test

Dilakukan

kesenjangan
Tidak ada

dibandingkan pre test


Peningkatan pengetahuan

kesenjangan
Tidak ada

berupa dapat menjawab sesi

kesenjangan

tanya jawab lisan selama


penyuluhan

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

kesenjangan
Tidak ada

32

No.
3.

Variabel

Tolok Ukur

Data

Kesenjangan

Output
Meningkatnya pengetahuan peserta

Didapatkan hasil posttest

Hasil post test

Tidak ada

tentang hipertensi

dengan nilai baik (80-100)

dengan nilai

kesenjangan

minimal 80% peserta.

baik (80-100)
mencapai 35
peserta,
sebesar 83 %

4.

Lingkungan
Fisik
Transportasi, Akses jalan

Akses ke tempat

Banyak warga

Tidak ada

penyuluhan berada di dalam

yang datang

kesenjangan

komplek rumah penduduk

ke tempat

Nonfisik
Dukungan/ peran serta masyarakat

penyuluhan
Tidak ada

Cukup
5

Cukup

kesenjangan

Umpan balik
Sasaran

Sound system
Waktu dan tempat pelaksanaan

Masyarakat usia 18 tahun

Peserta pria 2

ke atas baik pria dan wanita

orang dari 42

dengan jumlah seimbang.

peserta

Tersedia

Tidak tersedia

Waktu dan tempat yang

Hari kerja dan

nyaman

tempat

Ada kesenjangan

Ada kesenjangan
Ada kesenjangan

terbuka
6

Dampak (Tujuan jangka panjang)


Peningkatan jumlah pasien hipertensi

Meningkat

Belum dapat dinilai

Menurun

Belum dapat dinilai

dengan tekanan darah terkendali


Menurunnya jumlah penderita dan
jumlah kematian akibat penyakit
kardiovaskuler dengan
mengendalikan tekanan darah

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

33

BAB IX
KESIMPULAN
1. Masalah utama di wilayah kerja Puskesmas Kembangan Utara pada periode Januari
sampai dengan Februari 2015 adalah adanya peningkatan jumlah pasien dengan tekanan
darah tidak terkendali sebesar 3% pada bulan Februari 2015 dibandingkan dengan bulan
Januari 2015.
2. Masalah masalah penyebab yang menyebabkan kecenderungan peningkatan angka
prevalensi kasus hipertensi yang tidak terkendali di wilayah kerja Puskesmas Kembangan
Utara dilihat dari identifikasi masalah penyebab lifestyle menggunakan fishbone, dapat
disimpulkan masalah penyebab utama, yaitu:
a. Ketidakpatuhan minum obat hipertensi
b.
c.
d.
e.

Pola diet yang salah


Kurangnya olahraga
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi
Penderita hipertensi jarang memeriksakan diri ke puskesmas

3. Intervensi yang sesuai sebagai alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan dalam
jangka pendek dan memiliki daya ungkit yang besar dalam menunjang tujuan jangka
menengah dan jangka panjang yaitu dilakukan intervensi berupa penyuluhan tentang
pengetahuan hipertensi, prinsip pengobatan hipertensi dengan pengaturan diet dan
berolahraga yang diharapkan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat
terhadap penyakit hipertensi.
4. Hasil dari intervensi yang dilakukan adalah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat

RT 08 RW 07 yang dinilai berdasarkan hasil pretest dan posttest didapatkan peningkatan


pengetahuan dari pretest ke posttest dimana nilai baik (80-100) saat pretest tidak ada sama sekali
dan saat posttest mencapai jumlah 35 orang dari 42 orang yaitu sekitar 83%.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

34

BAB X
SARAN
10. 1 Saran bagi warga RT 08 RW 07 yang berusia di atas 18 tahun

Meningkatkan kepedulian terhadap tekanan darah dengan cara memeriksakan tekanan

darah ke Puskesmas untuk deteksi dini.


Melakukan 4 Kiat Hipertensi ABCD yang diajarkan selama penyuluhan untuk

membantu mengontrol tekanan darah bagi warga yang sudah menderita hipertensi.
Berpartisipasi aktif dalam program Puskesmas seperti Posbindu untuk meningkatkan
derajat kesehatan warga.

10.2 Saran bagi Puskesmas Kembangan Utara

Meningkatkan promosi kesehatan berupa penyuluhan yang tidak hanya bertemakan

tentang penyakit menular, namun penyakit tidak menular juga seperti hipertensi.
Meningkatkan pemerataan penyuluhan agar seluruh warga memiliki pengetahuan yang

sama tentang hipertensi.


Memperbanyak dan memanfaatkan leaflet dan poster.

10.3 Saran bagi Kader Posbindu

Memotivasi warga untuk berpartisipasi aktif dalam program Puskesmas seperti

Posbindu.
Memotivasi warga untuk peduli terhadap tekanan darah.
Dapat menjadi sumber informasi bagi warga tentang 4 Kiat Hipertensi ABCD
Menghimbau masyarakat setempat untuk menyebarkan informasi yang didapat selama

penyuluhan agar terjadi pemerataan pengetahuan.


Mempertimbangkan waktu agar pelaksanaan penyuluhan selanjutnya dapat mencakup

variasi sasaran laki-laki dan perempuan yang seimbang.


Mempertimbangkan tempat yang nyaman dan sarana yang memadai agar penyuluhan
dapat dilaksanakan dengan optimal.

10.4 Saran bagi tim selanjutnya

Melanjutkan program penyuluhan di lokasi lain.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

35

Melakukan evaluasi terhadap program atau intervensi yang telah dilakukan untuk
mengetahui efektivitas dan manfaat dari intervensi bagi penderita hipertensi untuk
menilai tujuan jangka menengah dan tujuan jangka panjang.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

36

DAFTAR PUSTAKA
1. Depkes. Hipertensi [Internet]. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan
RI; 2014 [dikutip : 24 Februari 2015]. Didapat dari:
http://www.depkes.go.id/download.php?file-download/pusdatin/infodatin/infodatinhipertensi.pdf
2. Fisher NDL, Williams GH. Hypertensive vascular disease. In : Kasper DL, Fauci AS,
Longo DL, Braunwald E, Hauser SL, Jameson JL, eds. Harrisons principles of internal
medicine, 16th ed. New York : Mc Graw-Hill, 2005 : 1463.
3. World Health Organization. Burden mortality, morbidity and risk factors. In: Global
status report on noncommunicable diseases 2010. Geneva: World Health Organization,
2011 : 21-2.
4. World Health Organization. Risk Factors. In : Noncommunicable diseases in the southeast asia region: situation and response. New Delhi: World Health Organization, 2011:
35.
5. Chobanian AV, Bakris GL, Black HR, Cushman WC, Green LA, Izzo JL Jr, et al. Seventh
report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and
Treatment of High Blood Pressure. Chicago : NHLBI Publication, 2003 : 1206-52
6. Kotchen TA. Hypertensive vascular disease. In: Loscalzo J, Fauci AS, Kasper DL, Longo
DL, Braunwald E, Hauser SL, eds. Harrisons cardiovascular medicine, 17th ed. New
York : Mc Graw-Hill, 2010 : 423-7.
7. Beevers G, Lip GYH. Pathophysiology of hypertension. In : Beevers G, Lip GYH,
OBrien E, eds. ABC of hypertension, 6th ed. Oxford : BMJ, 2014 : 20
8. Weber MA. Hypertension medicine. Totowa : Humana Press, 2001: 55
9. Konsensus penatalaksanaan hipertensi. Jakarta: Perhimpunan Dokter Hipertensi
Indonesia, 2014 : 1, 11-3.
10. Gunawan SG, Setiabudi R, Nafrialdi, Elysabeth. Farmakologi dan terapi, edisi ke-5.
Jakarta : FKUI, 2009.
11. PDRHealth. Hypertension [Internet]. PDR health website [cited :2015 Feb 24]. Available

from: http://www.pdrhealth.com/disease/disease-mono.aspx?

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


April 2015

37