Anda di halaman 1dari 2

PATOGENESIS DERMATITIS NUMULARIS

Kulit kering & Hidrasi stratum korneum rendah

Timbul fissura di kulit kering


(Xerosis)

Peningkatan jumlah
neuropeptida/neurotransmitter,
seperti: SP, VIP, dan CGRP
pada serabut saraf sensorik
kulit.

Barrier kulit menurun


Fungsi:

Memudahkan alergen untuk


masuk (Logam, bahan sintetis
& mikroorganisme)

Menginduksi respon imun

Jumlah sel mast pada lesi


meningkat & berdegranulasi

Keluarkan mediator inflamasi


seperti Histamin dan
menimbulkan gatal

Sel mast pada dermis akan


menurunkan enzim chymase
(menurunkan neuropeptida)

Vasodilator
Transmisi sensasi nyeri
& gatal
Transmisi sinyal
kerusakan jaringan

FAKTOR PREDISPOSISI DERMATITIS NUMULARIS

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Riwayat atopi
Infeksi staphylococcus aureus dan micrococcus
Tekanan emosional
Trauma lokal
Kontak dengan alergen
Musim dingin
Kulit kering

TATA LAKSANA
1. Non Medikamentosa
a. Edukasi bahwa angka rekurensinya tinggi
b. Mencegah alergen, panas, stress, dan trauma
c. Jangan digaruk
d. Berendam air hangat/dingin akan kurangi gatal & rehidrasi kulit
e. Instruksikan untuk mandi 1-2 kali sehari

2. Medikamentosa
a. Emolien
Emolien merupakan pelembab. Digunakan untuk mengurangi kekeringan pada
kulit. Contoh emolien yang sering digunakan antara lain: aqueouscream,
gliserine, dan cetomacrogol cream, wool fat lotions.
b. Steroid topikal
Untuk menghilangkan peradangan kulit dan mengurangi iritasi kulit. Misalnya
dengan pemberian triamsinolon 0,025-0,1%.
c. Antihistamin oral
Antihistamin digunakan sebagai sedatif dan untuk mengurangi gatal.
Contohnya hidroksizin dengan dosis 3-4 x 25 mg sehari
d. Antibiotik oral
Antibiotik dapat digunakan untuk mencegah infeksi sekunder atau bila
ditemukan infeksi bakterial. Antibiotik yang dapat diberikan seperti
eritromisin, tetrasiklin 20-40 mg/KgBB selama 7-14 hari
e. Steroid injeksi
Injeksi steroid digunakan pada kondisi kasus yang sangat berat. Contohnya
triamsinolon asetonida 0,1 ml/suntikan intralesi.

Anda mungkin juga menyukai