Anda di halaman 1dari 32

proposal AKK

PROPOSAL PENELITIAN

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN


PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS BENTENG
KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
PROVINSI SULAWESI SELATAN
TAHUN 2012

NUR ASMIN
11. 101. 877
JURUSAN AKK. A.2

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2012
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Data WHO menyebutkan, jumlah masyarakat yang memanfaatkan pelayanan
kesehatan di India pada tahun 2008 adalah 60,4 juta orang. Di Cina pada tahun 2008
sebanyak 98,5 juta orang yang memanfaatkan pelayanan kesehatan. Sedangkan di
bagian lain ASIA tercatat pada tahun 2008 sebesar 38,4 juta orang yang memanfaatkan
pelayanan kesehatan masih sangat kurang (Lazuardi, 2009)
Pengertian terpadu dan integrasi menurut WHO bila dilihat dari aspek fungsional,
integrasi adalah suatu upaya untuk menyatukan berbagai fungsi dan struktur administratif yang
berdiri sendiri sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan (WHO, 2009).
Pelayanan kesehatan yang memadai merupakan tumpuan masyarakat.
Pelayanan kesehatan adalah salah satu kebutuhan mendasar selain pangan dan juga
pendidikan. Pelayanan kesehatan bukan salah monopoli rumah sakit saja. Penduduk
Indonesia yang jumlahnya melebihi 200 juta jiwa tidak mungkin harus bergantung dari
rumah sakit yang jumlahnya sedikit dan tidak merata penyebarannya.Pelayanan
kesehatan yang bermutu masih jauh dari harapan masyarakat, serta berkembangnya
kesadaran akan pentingnya mutu, maka UU Kesehatan Nomor 23 tahun 1992

menekankan pentingnya upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya


ditingkat Puskesmas.
Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2009, pelayanan kesehatan melalui
puskesmas diperlukan karena Demi pemerataan pelayanan kesehatan, agar dapat
menjangkau seluruh penduduk, maka pelayanan kesehatan diberikan tidak hanya
melalui rumah sakit yang membutuhkan sumber daya yang tinggi, tapi dapat diberikan
melalui fasilitas yang lebih sederhana, lebih murah tapi lebih tersebar luas seperti
puskesmas, puskesmas pembantu, bidan di desa, dan didukung dengan sistem rujukan
sehingga dapat menjangkau penduduk lebih banyak. Sebelum ada puskesmas, pelayanan
kesehatan di tingkat kecamatan hanya ada pelayanan pengobatan jalan, BKIA, vaksinasi
cacar dan petugas kesehatan lingkungan, yang pada umumnya tidak berhubungan dan
tidak peduli keadaan yang satu dengan yang lainnya. Di samping itu pelayanan
kesehatan belum ditujukan kepada masyarakat secara keseluruhan. Keadaan demikian
dirasakan tidak efisien dan belum dapat mencapai sasaran yang sebenarnya. (Depkes
RI, 2009).
Pembangunan kesehatan merupakan bagian terpadu dari pembangunan sumber
daya manusia dalam mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri serta sejahtera lahir
dan batin. Salah satu ciri bangsa yang maju adalah bangsa yang mempunyai derajat
kesehatan yang tinggi. Pembangunan kesehatan ditujukan untuk mewujudkan manusia
yang sehat, cerdas, dan produktif. (Adisasmito,2010)
Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum
sebagai

yang

dimaksud

dalam

Pembukaan

Undang-Undang

Dasar

1945.

Pembangunan Kesehatan tersebut diselenggarakan dengan berdasarkan kepada

Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) yaitu suatu tatanan yang menghimpun berbagai
upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya. Sebagai pelaku dari pada penyelenggaraan
pembangunan

kesehatan

adalah

masyarakat,

pemerintah

(pusat,

provinsi,

kabupaten/kota), badan legislatif serta badan yudikatif. Dengan demikian dalam


lingkungan pemerintah baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus saling
bahu membahu secara sinergis melaksanakan pembangunan kesehatan yang
terencana, terpadu dan berkesinambungan dalam upaya bersama-sama mencapai
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.(Lestari, 2010).
Berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar seperti globalisasi,
demokratisasi, desentralisasi, krisis multidimensi serta pemahaman kesehatan sebagai
hak asasi dan investasi mendorong terjadinya revisi terhadap system kesehatan di
Indonesia. Pembangunan kesehatan Indonesia meskipun secara status mengalami
peningkatan, namun secara system hal itu belum menunjukkan adanya daya
relationship yang menjamin system kesehatan yang ini yang dikalangan masyarakat
tidak mampu. (Adisasmito, 2010).
Salah satu bentuk upaya penyelenggaraan upaya kesehatan dilaksanakan melalui
pelayanan kesehatan Puskesmas, karena Puskesmas merupakan pusat pembangunan
masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan masyarakat yang bermutu, merata,
terjangkau dengan peran masyarakat secara aktif Tuntutan masyarakat terhadap
pemanfaatan Puskesmas semakin kompleks sebagai dampak positif kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi dari hasil pembangunan nasional bangsa Indonesia.
Masyarakat semakin peka terhadap pemanfaatan Puskesmas yang bermutu sehingga

tahu haknya tentang pemanfaatan Puskesmas yang seharusnya mereka terima.


(Syafrudin, 2010)
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak hal yang perlu
diperhatikan. Salah satu diantaranya yang dianggap mempunyai peranan yang cukup
penting adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Sesuai dengan peraturan
Undang-Undang

No.

23

Tahun

1999

tentang

Pelayanan

Kesehatan.

Agar

penyelenggaraan pelayanan kesehatan dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka


pelayanan

harus

memenuhi

berbagai

syarat

diantaranya;

tersedia

dan

berkesinambungan, dapat diterima dan wajar, mudah dicapai, mudah dijangkau, dan
bermutu (Pujianto, 2011).
Kebutuhan pasien dapat di bagi menjadi kebutuhan di bidang pelayanan
kesehatan secara langsung dan pelayanan penunjang lainnya. Dalam hal pelayanan
kesehatan, umumnya diinginkan pelayanan yang cepat, akurat, bermutu tinggi sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran, ramah dan dengan biaya yang wajar.
Selain itu, seringkali disebutkan perlunya penjelasan menyeluruh tentang keadaan
penyakit kepada pasien dan keluarganya agar mereka memahami keadaan
kesehatannya serta upaya pengobatan apa yang akan mereka jalani. pasien juga diberi
kesempatan sesuai Undang-Undang No.23 tentang kesehatan untuk menanyakan
pendapat dokter tentang penyakit dan rencana pengobatan dirinya. Di masa datang dan
bahkan juga kini, pelayanan kesehatan yang berorientasi pada konsumen merupakan
suatu keharusan .Tentunya mutu pelayanan kesehatan harus senantiasa jadi acuan
utama kinerja suatu Puskesmas. (Aditama, 2011)

Berdasarkan uraian di atas, maka pentingnya meneliti faktor yang berhubungan


dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Benteng Kabupaten
Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2012.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka rumusan masalah dikemukakan sebagai berikut :
1. Apakah pendidikan berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di
Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan Tahun
2012 ?
2. Apakah dukungan keluarga berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di
Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan Tahun
2012 ?
3. Apakah pelayanan dokter berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di
Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan Tahun
2012?
4. Apakah ketersediaan fasilitas berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan
di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan Tahun
2012?

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan
kesehatan di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi
Selatan Tahun 2012
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui apakah ada hubungan pendidikan dengan pemanfaatan pelayanan
kesehatan di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi
Selatan Tahun 2012
b. Untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan
pelayanan kesehatan di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi
c.

Sulawesi Selatan Tahun 2012


Untuk mengetahui apakah ada hubungan pelayanan dokter dengan pemanfaatan
pelayanan kesehatan di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi

Sulawesi Selatan Tahun 2012


d. Untuk mengetahui apakah ada hubungan ketersediaan fasilitas dengan pemanfaatan
pelayanan kesehatan di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi
Sulawesi Selatan Tahun 2012
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Institusi
Diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk mencapai pelayanan kesehatan
yang prima.
2. Manfaat Ilmiah
Terhadap ilmu pengetahuan dapat memberikan Informasi bagi peneliti di bidang
kesehatan.
3. Manfaat Praktis
Bagi peneliti merupakan bagian dari pengalaman berharga yang dapat menambah
pengetahuan dan wawasan peneliti.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Tentang Pelayanan Kesehatan
Menurut Levey dan Loomba (1973), pelayanan kesehatan adalah setiap upaya
yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit
serta memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok ataupun masyarakat.
(Azwar, 2010)
Tujuan pelayanan kesehatan adalah tercapainya derajat kesehatan masyarakat
yang memuaskan harapan dan derajat kebutuhan masyarakat (consumer satisfaction)
melalui pelayanan yang efektif oleh pemberi pelayanan yang juga akan memberikan
kepuasan dalam harapan dan kebutuhan pemberi pelayanan (provider satisfaction)
dalam

institusi

pelayanan

yang

diselenggarakan

secara

efisien

(institusional

satisfaction). (Satrianegara, 2009)


Pelayanan kesehatan dibedakan dalam dua golongan, yakni (Satrianegara,
2009) :
1.

Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care), atau pelayanan kesehatan


masyarakat adalah pelayanan kesehatan yang paling depan, yang pertama kali
diperlukan masyarakat pada saat mereka mengalami ganggunan kesehatan atau

kecelakaan.
2. Pelayanan Kesehatan Sekunder Dan Tersier (Secondary and Tertiary Health Care)

Pelayanan kesehatan masyarakat pada prinsipnya mengutamakan pelayanan


kesehatan promotif dan preventif. Pelayanan promotif adalah upaya meningkatkan
kesehatan masyarakat ke arah yang lebih baik lagi dan yang preventif mencegah agar
masyarakat tidak jatuh sakit agar terhindar dari penyakit.Sebab itu pelayanan
kesehatan masyarakat itu tidak hanya tertuju pada pengobatan individu yang sedang
sakit saja, tetapi yang lebih penting adalah upaya - upaya pencegahan (preventif) dan
peningkatan kesehatan (promotif). Sehingga, bentuk pelayanan kesehatan bukan
hanya puskesmas atau balkesma saja, tetapi juga bentuk-bentuk kegiatan lain, baik
yang langsung kepada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, maupun
yang secara tidak langsung berpengaruh kepada peningkatan kesehatan. (Syafruddin,
2010)
Lima faktor utama yang mempengaruhi terhadap pelayanan kesehatan adalah
(Syafruddin,2010) :
a. Persepsi sakit
b. Realisasi kebutuhan (harapan, kepercayaan, pengalaman sebelumnya, adat istiadat,
c.
d.
e.
a.

agama)
Kemampuan membayar
Motivasi untuk memperoleh pelayanan kesehatan
Lingkungan (tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan)
Syarat pokok pelayanan kesehatan yaitu : (Alamsyah,2011)
Tersedia dan berkesinambungan Pelayanan kesehatan tersebut harus tersedia
dimasyarakat serta bersifat berkesinambungan artinya semua pelayanan kesehatan

yang dibutuhkan masyarakat tidak sulit ditemukan


b. Dapat Diterima dan Wajar
Artinya pelayanan kesehatan tidak bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan
masyarakat
c. Mudah Dicapai
Dipandang sudut lokasi untuk dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik
pengaturan distribusi sarana kesehatan menjadi sangat penting
d. Mudah Dijangkau

Dari sudut biaya untuk mewujudkan keadaan yang harus dapat diupayakan biaya
pelayanan kesehatan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.
e. Bermutu
Menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
yang disatu pihak dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan dan dipihak lain tata
cara penyelenggaraanya sesuai dengan kode etik serta standart yang telah ditetapkan.
Mutu Pelayanan Kesehatan adalah penampilan yang pantas dan sesuai (yang
berhubungan dengan standar-standar) dari suatu intervensi yang diketahui aman, yang
dapat memberikan hasil kepada masyarakat yang bersangkutan dan yang telah
mempunyai kemampua untuk menghasilkan dampat pada kematian, kesakitan,
ketidakmampuan dan kekurangan gizi (Milton I Roemer dan C Montoya Aguilar, WHO,
2009).
Pelayanan kesehatan masyarakat, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah
maupun swasta perlu memperhatikan beberapa ketentuan, yaitu (Soekidjo,2003) :
a. Penanggung Jawab
Suatu sistem pelayanan kesehatan masyarakat harus ada penanggung jawab baik
oleh pemerintah maupun oleh swasta. Namun demikian di Indonesia pemerintah (dalam
hal ini Departemen Kesehatan) merupakan tanggung jawab yang paling tinggi. Artinya
pengawasan, standard pelayanan, dan sebagainya bagi pelayanan kesehatan
masyarakat bagi pemerintah, maupun swasta adalah dibawah koordinasi Departemen
Kesehatan.
b. Standar Pelayanan
Sistem pelayanan kesehatan masyarakat, baik pemerintah maupun swasta harus
berdasarkan pada suatu standar tertentu. Di Indonesia standar ini telah ditetapkan oleh
Departemen Kesehatan.
c. Hubungan Kerja
Sistem pelayanan kesehatan masyarakat harus mempunyai pembagian kerja
yang jelas antara bagian satu dengan yang lain. Artinya fasilitas kesehatan tersebut

harus mempunyai struktur organisasi yang jelas yang menggambarkan hubungan kerja
baik horizontal maupun vertikal.
d. Pengorganisasian Potensi Masyarakat
Ciri khas dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat adalah keikutsertaan
masyarakat atau pengorganisasian masyarakat. Upaya ini penting (terutama di
Indonesia) karena adanya keterbatasan sumber-sumber daya dari penyelenggara
pelayanan kesehatan masyarakat.
B. Tinjauan Tentang Pelayanan Puskesmas
1. Pengertian Puskesmas
Menurut Depkes 1991,Puskesmas adalah Suatu kesatuan organisasi fungsional
yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina
peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara
menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan
pokok. (Alamsyah, 2011)
Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) adalah salah satu sarana
pelayanan kesehatan yang menjadi andalan atau tolak ukur dari pembangunan
kesehatan, sarana peran serta masyarakat, dan pusat pelayanan pertama yang
menyeluruh dari suatu wilayah. (Alamsyah, 2011)
Menurut Muninjaya (2004), Puskesmas merupakan unit teknis pelayanan Dinas
Kesehatan kabupaten / Kota yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan
pembangunan kesehatan disatu atau sebagian wilayah kecamatan yang mempunyai
fungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat, pusat pemberdayaan
masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam rangka pencapaian
keberhasilan fungsi Puskesmas sebagai ujung tombak pembangunan bidang
kesehatan. (Alamsyah, 2011)
Puskesmas merupakan suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang
merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran

serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu


kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. (Arianto, 2012)
2. Fungsi Puskesmas
Puskesmas merupakan institusi dimana fungsi utamanya adalah memberikan
pelayanan kepada pasien sebaik - baiknya yaitu secara promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitasi. Maka dengan itu Puskesmas merupakan peran yang paling strategis dalam
upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. (Enggar,
2006)
Menurut Notoatmodjo (2003), Fungsi Puskesmas dalam melaksanakan dapat
mewujudkan empat misi pembangunan kesehatan yaitu :
a. Menggerakkan pembangunan kecamatan yang berwawasan pembangunan
b. Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat.
c. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, kelompok dan
masyarakat serta lingkungannya.
Sedangkan menurut Arianto fungsi puskesmas antara lain :
a) Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
b) Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan
kemampuan untuk hidup sehat.
c) Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat
di wilayah kerjanya.

3. Upaya pelayanan yang diselenggarakan puskesmas adalah :


1. Pelayanan kesehatan masyarakat, yaitu upaya promotif dan preventif pada masyarakat
di wilayah kerja Puskesmas
2. Pelayanan medik dasar yaitu upaya kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu
dan keluarga melalui upaya rawat jalan yang tujuannya untuk menyembuhkan penyakit
untuk kondisi tertentu Puskesmas memberikan pelayanan rawat inap.
4. Tugas Puskesmas

Puskesmas

merupakan

unit

pelaksana

teknis

dinas

(UPTD)

kesehatan

kabupaten / kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan


di suatu wilayah. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama
menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh,
terpadu, dan berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private
goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods). Puskesmas melakukan
kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha
pembangunan kesehatan. Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional
yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam
satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok. Jenis pelayan
kesehatan disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas, namun terdapat upaya
kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh Puskesmas ditambah dengan upaya
kesehatan

pengembangan

disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas

yang
.

Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah (Basic Six) ,(Alamsyah, 2011) :


a.
b.
c.
d.
e.
f.
5.

Upaya promosi kesehatan


Upaya kesehatan lingkungan
Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
Upaya perbaikan gizi masyarakat
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
Upaya pengobatan
Program Kesehatan Puskesmas
Agar dapat memberikan kontribusi dan distribusi terhadap masyarakat dalam
pelayanan kesehatan secara menyeluruh diwilayah kerjanya, Puskesmas memiliki atau
menjalankan beberapa program pokok yang meliputi, (Alamsyah, 2011) :

a. Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA)

b. Keluarga Berencana ( KB)


c. Usaha Perbaikan Gigi
d. Kesehatan Lingkungan (Kesling)
e. Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Menular (P2PM)
f.

Pengobatan Termasuk Pelayanan Darurat karena kecelakaan

g. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (Promkes)


h. Kesehatan Sekolah
i.

Kesehatan Jiwa

j.

Laboratorium Sederhana

k. Pencatatan Pelaporan dalam Rangka Sistem Imunisasi Kesehatan


l.

Kesehatan Olah Raga

m. Kesehatan Usia Lanjut


n. Kesehatan Gigi dan Mulut
o. Pembinaaan Pengobatan Tradisional
p. Perawatan Kesehatan Masyarakat
Berdasarkan enam belas program Puskesmas yang disebutkan diatas di bedakan
menjadi dua yaitu program kesehatan dasar dan program kesehatan pengembangan.
(Alamsyah, 2011)
Program kesehatan dasar ada enam dengan The Six Basic yang terdiri dari
Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Ibu dan Anak termasuk
Keluarga Berencana, Prbaikan Gizi, Pemberantasan Penyakit Menular dan Pengobatan
Dasar, sedangkan program kesehatan pengembangan yang dimaksud disini adalah
program lain yang sesuai kondisi, masalah, dan kemampuan puskesmas setempat.
(Alamsyah, 2011)

6. Kedudukan Puskesmas
Dalam Sistem Kesehatan Nasional (2004),dijelaskan kedudukan Puskesmas
adalah sebagai berikut (Purwanto,2007 :
a. Puskesmas sebagai aspek ,dalam hal ini Puskesmas dibedakan menjadi tiga bidang
yaitu bidang pelayanan kesehatan masyarakat artinya Puskesmas merupakan
pelaksana pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama yang dibina oleh pihak
Dinas Kesehatan kabupaten atau kota, yang kedua di bidang pelayanan medik artinya
Puskesmas merupakan unit pelayanan medik dasar tingkat pertama yang secara teknis
dapat berkoordinasi dan bekerjasama dengan RSUD kabupaten atau kota, yang ketiga
adalah Puskesmas berkedudukan sebagai pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
merupakan ujung tombak system pelayanan kesehatan di Indonesia.
b. Puskesmas sebagai aspek organisasi struktural dan berkedudukan sebagai pelaksana
teknis dinas dipimpin oleh seorang kepala, yang berada dibawah dan bertanggung
jawab kepada kepala kabupaten / kota dan secara operasional dikoordinasikan oleh
camat.

7. Asas Pengelolaan
Sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama di Indonesia ,pengelolaan
program kerja Puskesmas berpedoman pada empat asas pokok, yakni (Purwanto,2007)
:
a. Asas Pertanggung Jawaban Wilayah

Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus melaksanakan


asas pertanggung jawaban wilayah. Artinya, Puskesmas harus bertanggung jawab atas
semua masalah kesehatan yang terjadi di wilayah kerjanya.
b. Asas Peran serta Masyarakat
Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus melaksanakan
asas peran serta masyarakat. Artinya, berupaya melibatkan masyarakat dalam
menyelenggarakan program kerja tersebut.
c. Asas Keterpaduan
Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus melaksanakan
asas keterpaduan. Artinya, berupaya memadukan kegiatan tersebut bukan saja dengan
program kesehatan lain (Lintas Program),tetapi juga dengan program dari sektor lain
(Lintas Sektoral).
d. Asas Rujukan
Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus melaksanakan
asas rujukan. Artinya, jika tidak mampu menangani suatu masalah kesehatan harus
merujuknya ke sarana kesehatan yang lebih mampu. Untuk pelayanan kedokteran jalur
rujukannya adalah Rumah Sakit. Sedangkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat
jalur rujukannya adalah berbagai kantor.
C. Tinjauan Tentang Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan
Menurut Green (1980) Pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah digunakannya
fasilitas kesehatan yang ada di Puskesmas oleh masyarakat. (Syafriadi,2008)
Menurut Supriyanto (1998) bahwa pemanfaatan pelayanan Puskesmas adalah
penggunaan pelayanan yang telah diterima pada tempat atau pemberi pelayanan
kesehatan. Sedangkan pelayanan kesehatan sendiri adalah setiap upaya yang
diselenggarakan secara bersama sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit serta memulihkan
kesehatan perorangan, kelompok, keluarga, dan ataupun masyarakat. (Azwar,2010)

Menurut Andersen faktor-faktor yang menentukan pemanfaatan pelayanan


kesehatan meliputi : (Lestari,2008)
1. Karakteristik pemungkin (Predisposing Characteristics), yang menggambarkan fakta
bahwa setiap individu mempunyai kecenderungan menggunakan pelayanan kesehatan
yang berbeda-beda
2. Karakteristik pendukung (Enabling characteristics), yang menjelaskan bahwa meskipun
individu mempunyai predisposisi untuk menggunakan pelayanan kesehatan, tidak akan
bertindak menggunakannya kecuali mampu memperolehnya. Penggunaan pelayanan
kesehatan yang ada tergantung pada kemampuan konsumen untuk membayar. Yang
a.

termasuk karakteristik ini adalah :


sumber keluarga (family resources), yang meliputi pendapatan keluarga, cakupan
asuransi kesehatan dan pihak-pihak yang membiayai individu serta adanya dukungan

keluarga
b. sumber daya masyarakat (community resources), yang meliputi tersedianya pelayanan
kesehatan, ketercapaian pelayanan dan sumber-sumber yang ada didalam masyarakat
3. Karakteristik kebutuhan (need). Faktor predisposisi dan faktor pendukung dapat
terwujud menjadi tindakan pencarian pengobatan, apabila tindakan itu dirasakan
sebagai kebutuhan. Kebutuhan merupakan dasar dan stimulus langsung untuk
menggunakan

pelayanan

kesehatan.

Kebutuhan

pelayanan

kesehatan

dapat

dikategorikan menjadi :
a. Kebutuhan yang dirasakan (perceived need), yaitu keadaan kesehatan yang dirasakan
b. Evaluate / clinical diagnosis yang merupakan penilaian keadaan sakit didasarkan oleh
penilaian petugas.
WHO mengemukakan beberapa faktor perilaku yang mempengaruhi masyarakat
dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan, yakni: (Syafruddin,2010)

1.

Pemikiran dan perasaan (Throughts and Feeling), dalam bentuk pengetahuan,


persepsi, sikap, kepercayaan kepercayaan dan perilaku seseorang terhadap pelayanan

2.

kesehatan
Orang penting sebagai referensi (Personal Reference), perilaku seseorang itu lebih
banyak dipengaruhi oleh seseorang yang dianggap penting/ berpengaruh besar

3.

terhadap dorongan penggunaan pelayanan kesehatan


Sumber sumber daya (Resources), mencakup fasilitas, uang, waktu, tenaga, semua itu

4.

berpengaruh terhadap perilaku seseorang baik positif maupun negatif.


Kebudayaan (Culture), norma norma yang ada di masyarakat dalam kaitannya dengan
konsep sehat sakit.
Upaya pencarian pelayanan kesehatan bagi masyarakat merupakan gambaran
perilaku pola pemanfaatan pelayanan kesehatan secara keseluruhan yang dapat
menggambarkan

tingkat

pengetahuan

dan

kepercayaan

masyarakat

terhadap

pelayanan kesehatan.Pemanfaatan fasilitas kesehatan di puskesmas dapat dilihat


dengan menggunakan beberapa indikator, antara lain beberapa kunjungan perhari buka
puskesmas dan frekuensi kunjungan puskesmas. (Syafruddin, 2010)
Banyak faktor yang berperan dalam hal penggunaan Puskesmas. Faktor tersebut
dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu yang berasal dari Puskesmas itu sendiri dan
faktor yang berasal dari masyarakat. (Syafruddin, 2010)
Hal ini berarti dengan meningkatnya kunjungan Puskesmas disebabkan adanya
kesadaran individu dan masyarakat itu sendiri untuk mencapai serta mendapatkan
pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan yang pemerintah siapkan. Pemanfaatan
fasilitas kesehatan dapat dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga,pelayanan dokter,
fasilitas dan kualitas pelayanan.
D. Tinjauan Umum Tentang Pendidikan, Dukungan Keluarga, Pelayanan Dokter,
Ketersediaan Fasilitas
1. Pendidikan

Makna pendidikan secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha manusia


untuk membina kepribadiannya sesuai nilai-nilai dan kebudayaan dalam masyarakat, di
dalamnya terjadi atau berlangsung proses pendidikan.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. Pendidikan
adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya, masyarakat, bangsa, dan
negara. Jenis jenis pendidikan antara lain :
a) Pendidikan formal yaitu pendidikan yang diperoleh dibangku sekolah sampai pada
perguruan tinggi (SD, SMP, SMU, S1, S2, S3)
b) Pendidikan non formal yaitu pendidikan yang diperoleh di luar sekolah (kursus-kursus,
pelatihan, dan sebagainya)
Pendidikan informal yaitu pendidikan yang diperoleh dari lingkungan keluarga.
Tingkat pendidikan formal dapat mempengaruhi pola piker seseorang, semakin tinggi
pendidikan masyarakat maka diharapkan lebih mudah mengerti dan mengetahui
manfaat puskesmas
2. Dukungan Keluarga
Menurut Departemen Kesehatan RI 1998, Keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan
tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
(Farhan, 2011).
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut (Farhan,
2011) :
a. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
b. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
c. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masingmasing.
d. Sosialisasi antar anggota keluarga.

e.
f.
g.
h.

Pengaturan jumlah anggota keluarga.


Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.
Dukungan keluarga di definisi dari dukungan sosial. Definisi dukungan sosial
sampai saat ini masih diperdebatkan bahkan menimbulkan kontradiksi. Dukungan
sosial sering dikenal dengan istilah lain yaitu dukungan emosi yang berupa simpati,
yang merupakan bukti kasih sayang, perhatian, dan keinginan untuk mendengarkan
keluh kesah orang lain. Sejumlah orang lain yang potensial memberikan dukungan
tersebut disebut sebagai significant other, misalnya sebagai seorang istri significant
other nya adalah suami, anak, orang tua, mertua, dan saudara-saudara. (Lestari, 2008).
Sarafino (1990) mengatakan bahwa kebutuhan, kemampuan, dan sumber
dukungan

mengalami

perubahan

sepanjang

kehidupan

seseorang.

Keluarga

merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh individu dalam proses sosialisasinya.
Dukungan keluarga merupakan bantuan yang dapat diberikan kepada keluarga lain
berupa barang, jasa, informasi dan nasihat, yang mana membuat penerima dukungan
akan merasa disayang, dihargai, dan tenteram. (Lestari, 2008).
Keluarga berperan penting dalam memberikan dukungan terhadap keluarganya
utamanya dalam berobat. Selain itu pasien yang mendapatkan pelayanan yang baik
sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan utamanya dimasa yang akan
datang. (Lestari, 2008)
Keluarga terdiri dari anggota yang saling ketergantungan satu sama lainnya
(Interdependent) dan berpengaruh dengan yang lainnya. Jika salah satu sakit maka
anggota keluarga lain juga merupakan bagian yang sakit. Dengan adanya hubungan
yang kuat antara keluarga dengan status kesehatan anggotanya, maka anggota
keluarga sangat penting peranannya dalam setiap pelayanan kesehatan.(Lestari,2008)
3. Pelayanan Dokter

Secara umum yang dimaksud dengan pelayanan kedokteran (medical services)


adalah bagian dari pelayanan kesehatan (health services) yang tujuan utamanya
adalah untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan, serta sasaran
utamanya adalah perseorangan dan ataupun keluarga tersebut adalah sebagai satu
kesatuan. Dalam arti ,sekalipun yang dihadapi adalah orang perorangan dalam satu
keluarga, perhatian tidak boleh dilepaskan dari kehidupan keluarga secara keseluruhan.
(Azwar, 2010).
Sesuai dengan ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam UU kesehatan No.
23 Tahun 1992 serta yang tercantum dalam sistem Kesehatan Nasional terutama dalam
uraian tentang bentuk-bentuk pokok SKN Bab IV, maka pelayanan kedokteran di
Indonesia dapat dibedakan atas dua macam. Pertama, yang diselenggarakan oleh
Pemerintah. Kedua, yang diselenggarakan oleh swasta. (Azwar, 2010)
Sarana pelayanan kedokteran yang diselenggarakan oleh pemerintah di Indonesia
adalah PUSKESMAS, sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama serta
Rumah sakit dengan berbagai jenjangnya, sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat
kedua dan ketiga. Sedangkan pelayanan kedokteran yang diselenggarakan oleh swasta
di Indonesia banyak macamnya. Antara lain praktek bidan, praktek dokter gigi dan
praktek dokter umum (perseorangan atau berkelompok), poliklinik, Balai pengobatan
pertama. Serta praktek dokter spesialis dan dengan berbagai jenjangnya sebagai
sarana pelayanan kesehatan tingkat kedua dan ketiga. (Soekidjo, 2010)
Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kelompok pelayanan kedokteran
(medical services) ditandai dengan cara pengorganisasian yang dapat bersifat sendiri
(solo practice) atau secara bersama-sama dalam satu organisasi (institution),tujuan
utamanya

untuk

menyembuhkan

penyakit

dan

memulihkan

kesehatan,

sasarannya terutama untuk perseorangan dan keluarga. (Soekidjo, 2010)

serta

Ditinjau dari cara pelayanan yang diselenggarakan. Untuk itu pelayanan


kedokteran dibedakan atas dua macam yakni (Soekidjo, 2010) :
a. Pelayanan Rawat Jalan
Pelayanan rawat jalan (ambulatory) adalah pelayanan

kedokteran

yang

diselenggarakan oleh poliklinik, balai pengobatan, PUSKESMAS dan ataupun praktek


dokter perseorangan.
b. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap
Pelayanan rawat jalan dan rawat inap (hospitalization) adalah pelayanan
kedokteran yang diselenggarakan oleh Puskesmas, rumah sakit bersalin dan ataupun
rumah bersalin.
Pelayanan dokter sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan bagi
pasien sebab apabila pasien diberikan pelayanan secara baik sesuai apa yang
diharapkan maka pasien merasa puas. Dan tidak hanya itu Kepuasan pasien akan
mutu pelayanan kesehatan sangatlah penting terhadap keloyalitasan pasien dalam
memanfaatkan kembali layanan tersebut di masa yang akan datang.
4. Ketersediaan Fasilitas
Fasilitas adalah suatu program lengkap yang direncanakan untuk menjamin
lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasien, staf dan pengunjung. (Mukti, 2001).
Fasilitas adalah segala hal yang memudahkan perkara atau kelancaran
tugas.Fasilitas sangat diperlukan dalam melaksanakan suatu kegiatan, kelengkapan
fasilitas sangat mempengaruhi beban kerja seseorang dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya.(Syafruddin,2010)
Pelayanan di bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang
paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu sarana pelayanan kesehatan
yang mempunyai peran sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat adalah Puskesmas atau rumah sakit . Penyediaan fasilitas
kesehatan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu
kesehatan masyarakat, dan menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan fasilitas

layanan kesehatan dan fasilitas layanan umum yang layak bagi setiap warga negara .
Salah satu tanggung jawab seluruh jajaran kesehatan adalah menjamin tersediannya
pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan terjangkau oleh setiap individu,
keluarga dan masyarakat luas. Namun pada kenyataannya tetap saja banyak
masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Ketidakterjangkauan
umumnya terjadi karena jauhnya jarak tempuh dan terlampau besarnya jumlah
masyarakat yang menjadi tanggung jawab sebuah Puskesmas. (Enggar, 2006).
Setiap kota atau desa selalu berupaya melakukan peningkatan pelayanan
kesehatan bagi masyarakatnya, dengan tujuan untuk memberi pelayanan secara lebih
merata dan berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat. Untuk mencapai tujuan
tersebut telah dilakukan peningkatan, pemerataan, dan perluasan jangkauan pelayanan
kesehatan melalui Puskesmas. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya
dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima. Bahkan pelayanan fasilitas
kesehatan yang diberikan tidak dapat dirasakan oleh beberapa golongan masyarakat.
Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, tentunya
Puskesmas harus memiliki mutu pelayanan yang baik. Selain itu sering pula dijumpai
Puskesmas yang seharusnya mampu memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat
justru tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dikarenakan wilayah
pelayanannya yang terlalu luas. (Syafruddin, 2010).
Salah satu upaya yang banyak dilakukan oleh pihak Puskesmas dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat adalah dengan pendekatan sistem
yaitu dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada meliputi pengoptimalan
input, penerapan proses yang tepat dan baik, output yang berkualitas dan bermanfaat.
Dalam hal ini, input terdiri dari SDM, dana, metode dan logistik. Logistik merupakan

bagian yang penting dalam menunjang kegiatan pelayanan kesehatan. Karena


penyelenggaraan logistik memberikan kegunaan waktu dan tempat. sarana dan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

prasarana pada dasarnya memiliki fungsi utama sebagai berikut (Syafruddin,2010) :


Mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat menghemat waktu.
Meningkatkan produktivitas, baik barang dan jasa.
Hasil kerja lebih berkualitas dan terjamin.
Lebih memudahkan/sederhana dalam gerak para pengguna / pelaku.
Ketepatan susunan stabilitas pekerja lebih terjamin.
Menimbulkan rasa kenyamanan bagi orang-orang yang berkepentingan.
Menimbulkan rasa puas pada orang-orang yang berkepentingan yang
mempergunakannya.
Fasilitas Puskesmas yang harus ada adalah meliputi stetoscope, tensimeter,
termometer dan alat penunjang yang lain seperti, alat pemeriksaan laboratorium, alat
pemeriksaan dahak dan lain-lain. Peralatan yang tersedia atau diperkirakan akan
tersedia

dalam

melaksanakan

pekerjaan

sesuai

dengan

tugas

pokok

akan

mempengaruhi kualitas pelayanan petugas. Makin tinggi mutu peralatan yang


digunakan dan tersedia dalam jumlah yang memadai dapat mengakibatkan
peningkatan kinerja petugas. (Syafrudin, 2010)
Untuk lebih jelasnya mengenai sarana dan prasarana yang dimaksud di atas
berikut ini akan diuraikan istilah sarana kerja/fasilitas kerja yang ditinjau dari segi
kegunaan menurut Moenir (2000 : 120) membagi sarana dan prasarana sebagai berikut
:
a. Peralatan kerja, yaitu semua jenis benda yang berfungsi langsung sebagai alat produksi
untuk menghasilkan barang atau berfungsi memproses suatu barang yang berlainan
fungsi dan gunanya.
b. Perlengkapan kerja, yaitu semua jenis benda yang berfungsi sebagai alat pembantu
tidak langsung dalam produksi, mempercepat proses, membangkit dan menambah
kenyamanan dalam pekerjaan.

c. Perlengkapan bantu atau fasilitas, yaitu semua jenis benda yang berfungsi membantu
kelancaran gerak dalam pekerjaan, misalnya mesin ketik, mesin pendingin ruangan,
mesin absensi, dan mesin pembangkit tenaga.
Adanya

perubahan

sosial

budaya

masyarakat

dan

perkembangan

ilmu

pengetahuan dan teknologi, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan


dan perkembangan informasi yang demikian cepat, serta diikuti oleh tuntutan
masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik, mengharuskan sarana
pelayanan kesehatan untuk mengembangkan diri secara terus-menerus seiring dengan
perkembangan yang ada pada masyarakat tersebut. (Satrianegara, 2009)
Perkembangan menunjukkan bahwa masyarakat pengguna pelayanan kesehatan
pemerintah dan swasta semakin menuntut pelayanan yang bermutu. Tak dapat
dipungkiri bahwa kini pasien semakin kritis terhadap pelayanan kesehatan dan
menuntut keamanannya. Apabila Puskesmas tidak mempersiapkan diri secara lebih
baik dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, maka sarana tersebut akan dijauhi
masyarakat dan masyarakat akan mencari sarana alternatif .Oleh sebab itu setiap
Puskesmas seharusnya meningkatkan penampilan masing-masing secara terencana
sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat agar dapat terus berkembang.
(Satrianegara, 2009).
Fasilitas, kelengkapan fasilitas Puskesmas turut menentukan penilaian kepuasan
pasien, misalnya fasilitas kesehatan baik sarana dan prasarana, tempat parkir, ruang
tunggu yang nyaman dan ruang kamar rawat inap. Walaupun hal ini tidak vital
menentukan penilaian kepuasan pasien, namun Puskesmas perlu memberikan

perhatian pada fasilitas Puskesmas dalam penyusunan strategi untuk menarik


konsumen. (Purwanto, 2007)
Kepercayaan

masyarakat

terhadap

sarana

pelayanan

kesehatan

seperti

Puskesmas erat hubungannya dengan perilaku dalam pemanfaatan pelayanan


kesehatan. Sebab prasarana merupakan alat penunjang keberhasilan suatu proses
upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak
tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang
diharapkan sesuai dengan rencana.

BAB III
KERANGKA KONSEP
A. Dasar Pemikiran Variabel yang Diteliti
Pelayanan kesehatan suatu kumpulan dari berbagai jenis layanan kesehatan,
mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit,
rehabilitasi kesehatan, hingga transplantasi organ.
Pemanfaatan terhadap pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor
diantaranya factor dukungan keluarga, pelayanan dokter, pelayanan administrasi dan
kelengkapan sarana. Faktor-faktor tersebut diperkirakan juga mempunyai pengaruh
terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Benteng Kabupaten
Kepulauan Selayar. Faktor tersebut akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Pendidikan

Tingkat pendidikan mempengaruhi masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan


kesehatan. Semakin tinggi pendidikan masyarakat semakin berusaha mendapatkan
pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Masyarakat dengan pendidikan formal yang cukup tinggi akan lebih mudah dan
lebih cepat menerima halyang baru dibandingkan dengan masyarakat yang
berpendidikan rendah. Pendidikan yang cukup tinggi mempengaruhi daya nalar
sehingga kemungkinan mempunyai pengetahuan dan kesadaran akan pemeliharaan
kesehatan.
2. Dukungan Keluarga
Dukungan keluarga adalah sejumlah orang yang berperan penting memberikan
dukungan kepada keluarganya utamanya dalam berobat.
3. Pelayanan Dokter
Pelayanan kedokteran (medical services) adalah bagian dari pelayanan kesehatan
(health services) yang tujuan utamanya adalah untuk menyembuhkan penyakit dan
memulihkan kesehatan, serta sasaran utamanya adalah perseorangan dan ataupun
keluarga tersebut adalah sebagai satu kesatuan.
Pelayanan dokter disebut baik jika mampu memuaskan pihak yang dilayani, dalam
hal ini sesuai dengan harapan pelanggan,utamanya memberikan pertolongan secara
cepat saat pasien membutuhkan tanpa memandang status sosial.
4. Ketersediaan Fasilitas
Fasilitas adalah suatu program lengkap yang direncanakan untuk menjamin
lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasien, staf dan pengunjung.
5. Pemanfaatan Pelayanan
Pemanfaatan pelayanan kesehatan Puskesmas adalah pemanfaatan masyarakat
akan jasa pelayanan kesehatan Puskesmas. Dapat diketahui dengan menyatakan
kemana responden berobat jika responden atau anggota keluarganya sakit atau
membutuhkan pelayanan.
6. Jarak

Tempat beradanya puskesmas akan mempengaruhi dalam dimanfaatkan atau


tidaknya suatu pelayana kesehatan puskesmas. Puskesmas yang letaknya lebih dekat
dengan masyarakat akan cenderung untuk lebih dimanfaatkan oleh masyarakat
dibandingkan dengan puskesmas yang letaknya jauh dari tempat tinggal masyarkat.
Dengan demikian jarak fisik merupakan salah satu factor yang mempengaruhi
pemanfaatan pelayanan kesehatan puskesmas oleh masyarakat.

B. Pola Pikir Variabel Yang Diteliti


Dukungan Keluarga
Pelayanan dokter
Pendidikan

Pemanfaatan
Pelayanan Kesehatan
Puskesmas

Cukup

Kurang

Ada
Tidak Ada

Ketersediaan Fasilitas

Waktu

Jarak
Keterangan:
Keterangan :
Variabel yang diteliti
Variabel yang tidak diteliti
Gambar 3.1 Pola Pikir Variabel Penelitian

C. Defenisi Operasional dan Kriteria Obyektif


1. Pendidikan
Pendidikan adalah pendidikan formal terakhir yang telah dilalui responden,
mengacu kepada wajib belajar 9 tahun (UU No.32/1992)
Kriteria Obyektif :
: Bila tingkat pendidikanresponden minimal telah lulus sekolah lanjutan tingkat pertama
(SLTP)
: Bila tidak sesuai kriteria di atas
2. Dukungan Keluarga
Dukungan keluarga adalah Dukungan sejumlah orang yang berperan penting
memberikan dukungan kepada keluarganya utamanya dalam berobat.
Kriteria Obyektif :
: Bila total jawaban responden menjawab ya 50% dari seluruh pertanyaan.
: Bila total jawaban responden menjawab tidak
< 50% dari seluruh pertanyaan.

3. Pelayanan Dokter
Pelayanan dokter adalah pelayanan kedokteran (medical services) adalah bagian
dari pelayanan kesehatan (health services) yang tujuan utamanya adalah untuk
menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan pasien, serta sasaran utamanya
adalah perseorangan dan ataupun keluarga tersebut adalah sebagai satu kesatuan.
Pelayanan dokter disebut baik jika mampu memuaskan pihak yang dilayani, dalam
hal ini sesuai dengan harapan pelanggan,utamanya memberikan pertolongan secara

Ada
Tidak Ada

cepat saat pasien membutuhkan tanpa memandang status sosial.


Kriteria Obyektif :
: Bila total jawaban responden menjawab ya 50% dari seluruh pertanyaan.
: Bila total jawaban responden menjawab tidak
< 50% dari seluruh

pertanyaan.
4. Ketersediaan Fasilitas
Fasilitas adalah suatu program lengkap yang direncanakan untuk menjamin
lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasien, staf dan pengunjung.

Kriteria Obyektif :
sedia
: Bila total jawaban responden menjawab ya 50% dari seluruh pertanyaan.
ak tersedia : Bila total jawaban responden menjawab tidak
< 50% dari seluruh pertanyaan
5. Pemanfaatan Pelayanan
Pemanfaatan pelayanan kesehatan Puskesmas adalah pemanfaatan masyarakat
akan jasa pelayanan kesehatan Puskesmas. Dapat diketahui dengan menyatakan
kemana responden berobat jika responden atau anggota keluarganya sakit atau
membutuhkan pelayanan.
Kriteria Obyektif :

tkan

manfaatkan

Bila responden memilih untuk mendapatkan pengobatan pada

Puskesmas Benteng dalam 6 bulan terakhir


: Bila responden memilih untuk mendapatkan pengobatan selain dari Puskesmas
Benteng dalam 6 bulan terakhir

D. Hipotesis Penelitian

1. Ada hubungan antara pendidikan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.


2. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.
3. Ada hubungan antara pelayanan dokter dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.
4. Ada hubungan antara ketersediaan fasilitas dengan pemanfaatan pelayanan
kesehatan.
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Cross Secsional Study Yaitu variabel
dependen dan independen diamati pada periode yang sama.
B. Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Benteng Kabupaten
Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2012
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah semua pasien yang berkunjung di wilayah kerja Puskesmas
Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2012
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien yang berkunjung ke Benteng
Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2012
D. Pengumpulan Data
1. Data Primer
Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk
mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini.
2. Data Sekunder
Data kunjungan pasien yang dikumpulkan dari instansi yang ada hubungannya
dengan penelitian ini.
E. Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputer program SPSS.
Analisa data hasil penelitian dilakukan dengan analisis berupa deskripsi variabel
penelitian.
Hubungan antar variabel tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1. Tabel Kontigensi 2x2

Variabel

Variabel Dependen

Jumlah

Independen

Kategori I

Kategori II

Kategori I

a+b

Kategori II

c+d

Jumlah

a+c

b+d

a+b+c+d

Sumber : Metodologi Penelitian Kesehatan, 2011

Analisis dan uji hipotesis menggunakan Uji Chi Square (x 2) tingkat kemaknaan
0.05 dengan rumus sebagai berikut (Sugiono, 2000):
X2

Keterangan :
X2

chi square

Nilai observasi

Nilai harapan (expected)

Dengan interpretasi sebagai berikut :


1. Hipotesis alternatif diterima jika p < 0.05
2. Hipotesis alternatif ditolak jika p > 0.05.