Anda di halaman 1dari 76

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny.

E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Dokter keluarga merupakan dokter praktek umum yang menyelenggarakan pelayanan
primer yang komprehensif, berkesinambungan, mengutamakan pencegahan, dan koordinatif
kepada individu dalam hubungannya dengan keluarga, komunitas, dan lingkungannya.
Dimana individu dipandang sebagai bagian dari unit keluarga dan perlunya tindakan aktif
untuk mengunjungi individu atau keluarga apabila diperlukan (IDI, 1982).
Ilmu kedokteran keluarga merupakan ilmu yang mencakup seluruh aspek ilmu
kedokteran yang berorientasi pada pemberian pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
berkesinambungan dan menyeluruh pada suatu kesatuan individu, keluarga dan masyarakat
dengan diperhatikannya faktor-faktor lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya (IDI, 1983).
Berdasarkan data yang diperoleh dari WHO, tekanan darah tinggi merupakan
penyebab kematian dari 7,8 juta orang atau sebanyak 12,8 % dari total seluruh kematian yang
ada di dunia. Pada tahun 2008, prevalensi tekanan darah tinggi pada penderita berumur 25
tahun ke atas adalah sebanyak 40%. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh WHO pada
berbagai negara di dunia yakni Afrika, Amerika, Eropa, Asia Tenggara, Eastern
Mediterranean, dan Western Pacific Region. Hasil dari survey tersebut, Afrika memiliki
prevalensi sebanyak 46% dan baik wanita maupun pria di negara tersebut memiliki resiko
yang sama, Asia Tenggara memiliki prevalensi hipertensi sebanyak 36%, dan Amerika
memiliki prevalensi sebanyak 35% dimana pria memiliki resiko yang lebih besar daripada
wanita yakni masing-masing sebanyak 39% dan 32% (WHO, 2013).
Prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2007 dengan pengukuran sampel pada
penduduk berumur 18 tahun adalah sebesar 31,7%. Pada tahun 2013, terjadi penurunan dari
31,7% menjadi 25,8%. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti masyarakat
mulai menyadari akan bahaya hipertensi, alat pengukur tensi yang berbeda, dsb. Berdasarkan
data tersebut, provinsi yang memiliki prevalensi hipertensi tertinggi adalah provinsi Bangka
Belitung (30,9%) dan yang terendah adalah provinsi Papua Barat (16,8%). Provinsi Banten
memiliki prevalensi penderita hipertensi sebanyak 23,0% (RISKESDAS, 2013).
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Berdasarkan data epidemiologi periode Januari 2015 sampai dengan Mei 2015 yang
didapatkan dari Puskesmas Teluk Naga, penyakit hipertensi memiliki prevalensi tertinggi
yakni sebanyak 305 orang, kemudian diikuti oleh TB sebanyak 197 orang dan diabetes
melitus sebanyak 132 orang.
Alasan kami memilih Ny. E adalah apabila kunjungan tidak dilakukan akan timbul
berbagai komplikasi dari hipertensi pada Ny. E.

I.2. Perumusan Masalah


I.2.1. Pernyataan Masalah
Tidak terkendalinya tekanan darah Ny. E

I.2.2. Pertanyaan Masalah


a. Apa yang menyebabkan munculnya hipertensi pada Ny.E ?
b. Apa saja faktor internal berdasarkan Mandala of Health yang menyebabkan
tidak terkendalinya darah tinggi Ny. E?
c. Apa saja faktor eksternal berdasarkan Mandala of Health yang menyebabkan
tidak terkendalinya darah tinggi Ny. E?
d. Apa saja alternatif jalan keluar yang dapat dilakukan untuk memecahkan
masalah kesehatan yang dihadapi Ny. E?

I.3. Tujuan
I.3.1

Tujuan Umum
Terkendalinya darah tinggi Ny. E sehingga tidak menimbulkan komplikasi.

I.3.2

Tujuan Khusus
a. Diketahuinya penyebab munculnya hipertensi pada Ny. E.
b. Diketahuinya faktor-faktor internal berdasarkan Mandala of Health yang
menyebabkan tidak terkendalinya darah tinggi pada Ny. E.
c. Diketahuinya faktor-faktor eksternal berdasarkan Mandala of Health yang
menyebabkan tidak terkendalinya darah tinggi pada Ny. E.
d. Diketahuinya alternatif jalan keluar untuk tidak terkendalinya darah tinggi
pada Ny. E.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

BAB II
KERANGKA TEORI

Diet tinggi
lemak

Ras

Pengobatan
tidak adekuat

Stres

Hipertensi
Asupan garam
berlebih

Merokok

Genetik
Usia

Obesitas

Gambar 1. Kerangka Teori Hipertensi

II.1. Hipertensi Esensial (Ilmu Penyakit Dalam, 2010)


II.1.1. Definisi
Hipertensi esensial adalah hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui. Beberapa
penulis lebih memilih istilah hipertensi primer untuk membedakannya dengan hipertensi lain
yakni hipertensi sekunder dimana penyebabnya diketahui.

II.1.2. Etiologi dan Faktor Resiko


Hipertensi esensial adalah penyakit multifaktorial yang timbul terutama karena
interaksi antara faktor resiko tertentu. Faktor resiko yang mendorong timbulnya kenaikan
tekanan darah adalah:
-

Diet tinggi lemak

Asupan garam berlebih

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
-

Stres

Ras

Usia

Obesitas

Merokok

Genetik

II.1.3. Klasifikasi Hipertensi


Tabel 1. Klasifikasi hipertensi menurut JNC 7 (JNC 7, 2004).

Klasifikasi

TDS

TDD

Normal

<120

<80

Prehipertensi

120-139

80-89

Hipertensi derajat 1

140-159

90-99

Hipertensi derajat 2

160

100

Tabel 2. Rekomendasi target penurunan tekanan darah menurut JNC 8 (JNC 8, 2013).

Pasien subgrup

Target SBP

Target DBP

60 Tahun

<150

<90

< 60 Tahun

<140

<90

> 18 Tahun dengan CKD

<140

<90

> 18 Tahun dengan Diabetes

<140

<90

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
II.1.4. Kerusakan Organ Target
Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh baik secara langsung maupun
tidak langsung. Kerusakan organ target yang umum ditemui pada pasien hipertensi adalah:
1. Jantung :
-

Hipertrofi ventrikel kiri

Angina atau infark miokardium

Gagal jantung

2. Otak : stroke atau trancient iscemic attack


3. Penyakit ginjal kronis
4. Penyakit arteri perifer
5. Retinopati
Tingginya morbiditas dan mortalitas pasien dengan hipertensi terutama disebabkan
oleh timbulnya penyakit kardiovaskular.
II.1.5. Evaluasi Hipertensi
Evaluasi pada pasien dengan hipertensi bertujuan untuk:
-

Menilai pola hidup dan identifikasi faktor-faktor resiko kardiovaskular lainnya atau
menilai adanya penyakit penyerta yang mempengaruhi prognosis dan menentukan
pengobatan.

Mencari penyebab kenaikan tekanan darah.

Menentukan ada tidaknya kerusakan target organ dan penyakit kardiovaskular.

Evaluasi pasien hipertensi dengan melakukan anamnesis tentang keluhan pasien,


riwayat penyakit dahulu, penyakit keluarga, pemeriksaan fisis, serta pemeriksaan penunjang.
Anamnesis meliputi:
-

Lama menderita hipertensi dan derajat tekanan darah

Indikasi adanya hipertensi sekunder:


o Keluarga dengan riwayat penyakit ginjal
o Episode berkeringat, sakit kepala, kecemasan, dan palpitasi (feokromositoma)
o Episode lemah otot dan tetani (aldosteronisme)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
-

Faktor-faktor resiko
o Riwayat hipertensi atau kardiovaskular pada pasien atau keluarga pasien
o Riwayat hiperlipidemia pada pasien atau keluarganya
o Riwayat diabetes melitus pada pasien atau keluarganya
o Kebiasaan merokok
o Pola makan
o Kegemukan
o Intensitas olah raga

Gejala kerusakan organ


o Otak dan mata : sakit kepala, vertigo, gangguan penglihatan, transient
ischemic attacks, defisit sensoris atau motoris.
o Jantung : palpitasi, nyeri dada, sesak, oedem pada kaki
o Ginjal : haus, poliuria, nokturia, hematuria
o Arteri perifer : ekstermitas dingin, klaudikasio intermiten

Pengobatan antihipertensi sebelumnya

Faktor-faktor pribadi, keluarga, dan lingkungan

Pemeriksaan fisik selain memeriksa tekanan darah, juga untuk evaluasi adanya
penyakit penyerta, kerusakan organ target, dan kemungkinan adanya hipertensi sekunder.
Pemeriksaan penunjang pasien hipertensi terdiri dari:
-

Pemeriksaan darah lengkap

Glukosa darah (sebaiknya puasa)

Kolesterol total serum, kolesterol LDL dan HDL serum, trigliserida serum (puasa)

Asam urat serum

Kreatinin serum

Urinalisis (uji tarik celup serta sedimen urin)

Elektrokardiogram
Beberapa

pedoman

penanganan

hipertensi

menganjurkan

tes

lain

seperti:

ekokardiogram, USG karotis dan femoral, C-reactive protein, mikroalbuminuria, proteinuria,


dan funduskopi. JNC 7 menyatakan bahwa tes yang lebih mendalam untuk mencari penyebab
hipertensi tidak dianjurkan kecuali jika dengan terapi memadai tekanan darah tidak tercapai.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
II.1.6. Pengobatan
Pengobatan hipertensi terdiri dari terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi
non farmakologis pada hipertensi mencakup modifikasi gaya hidup seperti diet rendah garam
dan lemak, mengontrol berat badan, menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol
serta olah raga.
Berdasarkan JNC 7, modifikasi gaya hidup dilakukan pada semua klasifikasi. Untuk
prehipertensi tidak diindikasikan pemberian obat antihipertensi, tetapi dapat diberikan jika
ada indikasi yang memaksa. Sedangkan pada hipertensi derajat 1 dan 2 dapat diberikan obat
antihipertensi
Bedasarkan JNC 8, obat yang dapat digunakan pada pasien dengan penyakit ginjal
kronik adalah golongan ACE-i dan ARB. Pada general non black population dengan diabetes
melitus, obat yang dapat diberikan adalah golongan diuretik (thiazide), CCB, ACE-i, dan
ARB. Sedangkan pada general black population dengan diabetes melitus, obat yang dapat
diberikan adalah golongan diuretik (thiazide) atau CCB.
Tabel 3. Jenis obat hipertensi yang dianjurkan JNC 7 (JNC 7, 2004).
Golongan obat hipertensi:

Jenis obat

1. Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor

Kaptopril

(ACEi)

Enalapril
Benazepril
Lisinopril
Fosinopril
Kuinapril

2. Angiotensin Reseptor Blocker (ARB)

Irbesartan
Losartan

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
3. Calcium Channel Blocker (CCB)

Amlodipin
Felodipin
Isradipin
Nifedipin

4. Beta Blocker

Atenolol
Metoprolol
Propanolol

5. Diuretik

Thiazide

II.1.7. Pencegahan
Upaya pencegahan terhadap penyakit hipertensi harus mencakup pencegahan primer,
sekunder, dan tersier.
Pencegahan primer hipertensi harus dilihat sebagai bagian dari pencegahan terhadap
penyakit lain seperti kardiovaskular dan stroke yang merupakan penyebab utama kematian
pada orang dewasa. Penting juga diperhatikan faktor resiko yang untuk terjadinya penyakit
kardiovaskular seperti obesitas, kadar kolesterol darah yang meningkat, diet tinggi garam,
merokok, dan minum alkohol.
Pencegahan sekunder dilakukan bila seorang individu sudah menderita hipertensi
untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti infark miokard, stroke, gagal ginjal, dan
kerusakan organ target lainnya. Pencegahan ini meliputi modifikasi gaya hidup, seperti
menurunkan berat badan pada individu dengan obesitas, olahraga secara teratur, diet rendah
garam dan lemak, dan menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Olah raga yang
dianjurkan seperti aerobik dan statik selama 40 menit minimal 3-4 kali per minggu.
Apabila komplikasi sudah terjadi seperti stroke dan retinopati, maka upaya
rehabilitatif dan promotif yang merupakan bagian dari pencegahan tersier dapat dilakukan
untuk mencegah kematian dan dan mempertahankan fungsi organ yang sudah terkenan
seefektif mungkin.
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
II.2. Hipertensi pada Usia Lanjut (Robins and Cotran, 2005)
Hipertensi merupakan penyakit multifaktorial yang munculnya oleh karena interaksi
berbagai faktor. Dengan bertambahnya umur, maka tekanan darah juga akan meningkat.
Setelah umur 45 tahun, dinding arteri akan mengalami penebalan oleh karena adanya
penumpukan zat kolagen pada lapisan otot, sehingga pembuluh darah akan berangsur-angsur
menyempit dan menjadi kaku. Tekanan darah sistolik meningkat karena kelenturan pembuluh
darah besar yang berkurang pada penambahan umur sampai dekade ketujuh sedangkan
tekanan darah diastolik meningkat sampai dekade kelima dan keenam kemudian menetap
atau cenderung menurun. Peningkatan umur akan menyebabkan beberapa perubahan
fisiologis, pada usia lanjut terjadi peningkatan resistensi perifer dan aktivitas simpatik.
Pengaturan tekanan darah yaitu refleks baroreseptor pada usia lanjut sensitivitasnya sudah
berkurang, sedangkan peran ginjal juga sudah berkurang dimana aliran darah ginjal dan laju
filtrasi glomerulus menurun.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

BAB III
DATA KLINIS

III.1.Identitas Pasien
Nama

: Ny. E

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 90 tahun

Alamat

: Kampung Melayu Timur, Kebon Kelapa, RT 02 RW 03,


Kecamatan Teluk Naga

Pendidikan

: Tidak sekolah

Pekerjaan pasien

: Tidak bekerja

Agama pasien dan keluarga : Islam


Status perkawinan

: Janda

Suku Bangsa

: Sunda

III.2. Status Kesehatan


III.2.1 Anamnesis
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis dengan pasien dan
keluarganya yang dilakukan pada tanggal 11 Mei 2015 (tanggal 11 Mei 2015 juga dilakukan
kunjungan rumah), 15 Mei 2015, 20 Mei 2015 dan 1 Juni 2015 di Puskesmas Teluk Naga
dan kunjungan rumah ke Ny. E yang dilakukan pada tanggal 22 Mei 2015 dan 28 Mei 2015
(tanggal 28 Mei 2015 pasien juga melakukan kontrol ke Puskesmas).

III.2.2. Keluhan Utama dan Keluhan Tambahan


Keluhan utama

: Nyeri kepala berdenyut

Keluhan tambahan

: Tengkuk terasa pegal-pegal dan mata terasa buram

III.2.3. Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang


Pasien datang ke Puskesmas Teluk Naga, dengan keluhan nyeri kepala berdenyut
sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga memiliki keluhan tengkuk yang terasa pegal dan mata
yang terasa agak buram sejak 1 minggu yang lalu. Pasien memiliki riwayat tekanan darah
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

10

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
tinggi sejak 4 tahun yang lalu dan jarang berobat. Pasien hanya berobat jika memiliki keluhan
pusing yang berulang. Pasien pernah mengonsumsi obat hipertensi yang diberikan oleh
Puskesmas Teluk Naga, tetapi pasien lupa nama obat yang diminum. Pasien juga memiliki
kebiasaan untuk berhenti minum obat apabila keluhan yang ada sudah hilang dan kemudian
tidak melakukan kontrol ulang ke Puskesmas. Tensi tertinggi sejak 4 tahun yang lalu sampai
sekarang adalah 210/100mmHg. Pasien menyangkal makannya menjadi banyak, sering buang
air kecil pada malam hari ataupun sering merasa haus.
Pasien dan keluarga suka mengonsumsi makanan yang tinggi garam dan sering
menggunakan MSG dalam masakan. Pasien tidak pernah merokok dan minum-minuman
beralkohol. Pasien rutin berolahraga dengan beraktivitas jalan pagi di sekitar rumah pasien
selama 5-10 menit. Pasien sering tidur siang dan tidak sulit tidur pada malam hari (lama
waktu tidur: 9 jam/hari)

III.2.4. Riwayat Penyakit Dahulu


Darah tinggi

: ada, sejak 4 tahun yang lalu

Sakit jantung

: disangkal

Kencing manis

: disangkal

Asma

: disangkal

Alergi

: disangkal

III.2.5. Riwayat Penyakit Keluarga


Di keluarga pasien secara vertikal dan horizontal ada yang menderita keluhan mirip pasien :

Suami pasien meninggal 6 tahun yang lalu karena penyakit jantung

Menantu yakni suami dari anak perempuan pasien yang tinggal serumah
meninggal secara mendadak karena penyakit jantung.

Anak perempuan pasien (Ny.S) memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang
tidak rutin berobat dan diukur tekanan darahnya.

Cucu perempuan pasien (Ny. Y), anak Ny. S memiliki riwayat tekanan darah
tinggi dan terakhir diukur 4 tahun yang lalu tekanan darah saat itu 150/90
mmHg.

Riwayat penyebab kematian anak-anak pasien tidak diketahui (pasien dan


keluarga lupa).

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

11

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Sakit jantung:
1.

Suami pasien meninggal 6 tahun yang lalu karena penyakit jantung

2.

Menantu yakni suami dari anak perempuan pasien yang tinggal serumah
meninggal secara mendadak karena penyakit jantung.

Kencing manis

: disangkal

Asma

: disangkal

Alergi

: disangkal

III.2.6. Riwayat Makan dan Minum


Pasien dan keluarga suka mengonsumsi makanan yang tinggi garam dan sering
menggunakan MSG dalam masakan.

Makan pagi

Makan siang : nasi + sup ayam + tahu goreng

Selingan

: nasi uduk + bihun goreng + tempe goreng

: roti berisi selai strawberry

III.2.7. Riwayat Imunisasi


Tabel 4. Riwayat Imunisasi
Riwayat Imunisasi
NAMA
Ny. E

BCG

DPT

POLIO

CAMPAK

HEPATITIS B

*pasien tidak tahu


Sumber: wawancara

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

12

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
III.2.8. Pemeriksaan Jasmani
Dilakukan pada tanggal 11 Mei 2015 Pk 12.30 WIB di Puskesmas Teluk Naga
Keadaan Umum

: tampak sakit ringan

Kesadaran

: compos mentis, GCS = 15 (E4M6V5)

tidak dyspneu, tidak sianosis, tidak letargis, irritable, tidak anemis, tidak ikterik

Tanda Vital
Tekanan darah

: 200/90 mmHg

Frekuensi nadi

: 90x/menit, regular, isi cukup

Suhu tubuh

: 37.4 oC pada axilla.

Frekuensi nafas

: 20x/menit, reguler, tipe torakoabdominal

Data Antropometri
Status Gizi:
Berat badan

: 45 kg

Tinggi badan

: 157 cm

IMT

: BB / TB (m) 2 = 45 kg / ( 1.57 m) 2 = 18.25 kg/m2.


Nilai normal IMT menurut Departemen Kesehatan adalah 18.5 24.9 kg/m2,

sehingga dikategorikan status gizi kurang.

Pemeriksaan Fisik
Kepala

: Bentuk normal, rambut putih-hitam terdistribusi merata dan tidak mudah


dicabut.

Mata:
Bentuk normal
Exophthalamus

: tidak ada

Enopthalamus : tidak ada

Palpebra

: oedema (-)/(-)

Lensa

: ODS keruh

Konjungtiva

: anemis (-)/(-)

Visus

: OD 3/60, OS 3/60

Sklera

: ikterik (-)/(-)

Gerakan Mata : normal

Periorbital

: oedema (-)/(-)

Refleks cahaya : (+)/(+)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

13

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Telinga:
Bentuk daun telinga

: (N)/(N)

Nyeri tekan

: (-)/(-)

Nyeri tarik

: (-)/(-)

Liang telinga : lapang/lapang

Sekret

: (-)/(-)

Serumen

KGB preretro-infra aurikuler

: (N)/(N)

Pendengaran : 3/6, 2/6

: (-)/(-)

(Tes Berbisik)
Hidung:
Bentuk luar

: Simetris/Simetris

Hiperemis

: (-)/(-)

Nyeri tekan SPN : (-)/(-)

Sekret

: (-)/(-)

Bekuan darah

Benda asing

: (-)/(-)

: (-)/(-)

Polip

: (-)/(-)

Mulut:
Tidak ada perioral sianosis, hiperemis (-), lidah tidak kotor, sariawan (-), karies gigi
(+), gigi berlubang (-), jumlah gigi:4 buah gigi seri rahang bawah dan 2 buah gigi seri rahang
atas.

Tenggorokan:
Uvula di tengah, nyeri telan (-)

Kripta tonsil : (-)/(-)

Faring hiperemis : (-)/(-)

Arcus faring : simetris/simetris

Tonsil

Detritus

: T1-T1

: (-)/(-)

Leher:
Trakhea di tengah, kelenjar tiroid tidak teraba membesar, KGB supra-infraclavicula
dan cervical tidak teraba membesar.

Thorax:
Paru-paru

Inspeksi

: simetris saat statis dan dinamis

Palpasi

: tidak terdapat benjolan dan krepitasi, Stem fremitus normal

Perkusi

: sonor pada kedua lapang paru

Auskultasi : ronkhi (-)/(-), wheezing (-)/(-), vesikuler (-)/(-)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

14

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Jantung

Inspeksi

: pulsasi ictus cordis tidak tampak

Palpasi

: pulsasi ictus cordis teraba di ICS V MCL sinistra

Perkusi

: redup pada batas jantung kanan di ICS V SL dextra, batas jantung kiri
di ICS V MCL sinistra, batas pinggang jantung di ICS III PSL sinistra

Auskultasi : bunyi jantung I dan II normal, murmur (-), gallop (-)


Kesan

: Jantung dalam batas normal, tidak ada pembesaran jantung

Abdomen :
Inspeksi

: tampak datar

Palpasi

: supel, turgor kulit menurun, hepar-lien tidak teraba membesar

Perkusi

: timpani

Auskultasi : bising usus ( + ), normal

Ekstremitas:
Superior et inferior kanan dan kiri tidak tampak deformitas, tidak oedema, akral
hangat, nyeri tekan -, kontraktur Columna Vertebralis, tidak tampak adanya kifosis,
lordosis, scoliosis.

Kulit:
Warna kulit sawo matang, turgor menurun, tidak ada kelainan kulit.

Anus dan Genitalia:


Tidak dinilai

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

15

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Status Neurologis
1. Kesadaran

: compos mentis, GCS 15 ( E4,M6,V5)

2. Rangsang meningeal

: (-) (Tes kaku kuduk)

3. 12 Nervus Kranialis

: baik

4. Motorik

: baik (Kekuatan lengan atas dan lengan bawah adalah


5, kekuatan tungkai atas dan bawah adalah 5)

5. Sensorik

: baik (pemeriksaan dengan menggunakan jarum dan


kapas)

6. Refleks Fisiologis

: (+) (Menggunakan hammer)

7. Refleks Patologis

: (-) (Menggunakan hammer)

III.2.8. Pemeriksaan Tekanan Darah


Tabel 5. Riwayat Pemeriksaan Tekanan Darah Ny.E
Tanggal

Tekanan Darah

11 Mei 2015

200/90 mmHg

III.2.9. Pemeriksaan Penunjang


Tabel 6. Hasil Pemeriksaan Penunjang Ny. E
No.

Tanggal

Tempat

Pemeriksaan

Hasil

Keterangan

15 Mei 2015

Puskesmas Teluk Naga

GDS

127 mg/dL

Normal

15 Mei 2015

Puskesmas Teluk Naga

Kolestrol

134 mg/dL

Normal

III.2.10. Diagnosis Kerja


Hipertensi Grade II

III.2.11. Diagnosis Tambahan


Gizi Kurang, Katarak Senilis Imatur

III.2.12. Diagnosis Banding: -

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

16

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
III.2.13. Terapi yang telah diberikan di Puskesmas Teluk Naga
Farmakologis:
o Captopril

12,5mg

2x1 tab

o Paracetamol

500mg

3x1tab

Non Farmakologis:
Kontrol kembali sebelum obat habis

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

17

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

BAB IV
DATA KELUARGA DAN LINGKUNGAN
IV.1. Struktur keluarga
Pasien tinggal bersama 1 orang anak perempuan, 3 orang cucu, 1 orang cucu menantu, dan 1
orang cicit.
Tabel 7. Struktur keluarga Ny.

Daftar

Jenis

Umur

Keluarga

Kelamin

(Tahun)

Ny. E

Perempuan

90 tahun

Pendidikan

Pekerjaan

Keterangan

Tidak

IRT

Kepala

Sekolah

Keluarga

Ny. S

Perempuan

45 tahun

SD

Wiraswata

Anak

Ny. Y

Perempuan

26 tahun

SMP

IRT

Cucu

Tn. A

Laki-Laki

28 tahun

SMP

Karyawan

Cucu Mantu

Swasta

Si

Laki-Laki

19 tahun

SMP

Karyawan

Cucu

Swasta

Laki-Laki

13 tahun

SMP

Pelajar

Cucu

Perempuan

4 tahun

TK

Pelajar

Cicit

Sumber: wawancara

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

18

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.2. Genogram

Tn. N
b=?
D=?

Tn. R

m=? Ny. E
b=?
b=?
D=2012
D=?

Tn. A

Tn. F
b=?
D=?

Tn. Y
b=05/05/81

b=28/01/87

Ny. E
b=?
D=?

Ny. N
b=?

Tn.M
b=?
D=2009

m=?

b=?
D=?

b=05/05/70

Ny. Y

Ny. N
b = 12/09/83

b=26/07/89

m=?

Ny. E
b=?
D=?

Ny. E
b = 07/03/25

Ny. S

Ny. R b=?
D= 1
b=?
bulan
D=?

Si
b=19/04/96

m=?

Ny. E
b=?
D=?

Ny. E
b=?

b=?
D=?

Tn. E
b=?

Tn. R
b=?

D
b=04/09/200
2

R
b=15/06/2010

Sumber : Wawancara
Keterangan:

= Perempuan

b = Lahir
D = Meninggal

= Laki-laki

m = Menikah

= Meninggal

= Keguguran

= Pasien

= Anggota keluarga yang tinggal serumah

Gambar 2. Genogram Keluarga Ny. E


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

19

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.3. Riwayat Imunisasi dan Kesehatan Keluarga Ny. E
Tabel 8. Riwayat Imunisasi dan Kesehatan Anggota Keluarga Ny. E

Daftar

Vaksinasi

Keluarga
BCG

Hepatitis

DPT

Polio

Campak

TT

Keterangan

Tidak pernah

Ny. E

Ny. S

melakukan imunisasi

Tidak pernah
melakukan imunisasi

Ny. Y

Tidak pernah
melakukan imunisasi

Si

Tidak pernah
melakukan imunisasi

Tidak pernah
melakukan imunisasi

Tn. A

Tidak pernah
melakukan imunisasi

(1x)

(3x)

(3x)

(4x)

(1x)

Melakukan imunisasi

lengkap

Sumber : Wawancara

Keterangan :
X = Tidak melakukan imunisasi
= Melakukan imunisasi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

20

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.4. Kondisi Ekonomi
Sumber penghasilan keluarga selama sebulan diperoleh dari penghasilan kerja pijat
Ny. E, kerja pabrik cucu dan cucu menantu, serta usaha warung. Rata-rata penghasilan
sebulan Rp 5.000.000,00
Kebutuhan keluarga dalam sebulan rata-rata :

Biaya makan keluarga

: Rp 1.500.000,00

Modal warung

: Rp 750.000,00

Biaya listrik

: Rp 150.000,00

Biaya transport

: Rp 280.000,00

Biaya kesehatan

: Rp 15.000,00

Biaya pendidikan

: Rp

Biaya lain-lain

: Rp 1.000.000,00 +

Total

: Rp 3.695.000,00

Penghasilan dan pengeluaran keluarga Ny. E dalam sebulan masih cukup


seimbang. Keluarga Ny. E masih memiliki sisa pendapatan Rp. 1.305.000,00 untuk
ditabung.

IV.5 Pemanfaatan dan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan


Ny. E dan keluarga memilliki kebiasaan berobat ke Puskesmas Teluk Naga dengan
menggunakan biaya sendiri. Ny. E dan keluarga tidak rutin mengunjungi Puskesmas Teluk
Naga. Kunjungan ke Puskesmas dilakukan pada saat memiliki keluhan saja.

IV.6 Pola Makan Ny. E dan Keluarga Sehari-hari


Makanan berupa sayur mayur dan lauk pauk yang dimasak secara bergantian oleh Ny.
S dan Ny. Y. Bahan makanan dibeli di pasar. Bahan makanan sebelum dimasak, dicuci
dengan air mengalir dari sumur pompa. Pola makan keluarga pasien 2 kali sehari yaitu makan
pagi dan makan siang dengan selingan.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

21

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 9. Menu Makanan Ny. E di Pagi Hari : Nasi Uduk

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

(g)

(kkal)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Tempe

10

16

18,3

0,4

1,27

Santan Murni

25

87

1,05

8,575

1,4

Bihun

30

104,7

1,41

0,06

24,6

Minyak

10

88,6

0,1

9,8

47,08

24,26

19,185

66,72

Total

Karbohidrat (g)

Sumber : Hasil wawancara

Variasi:

Nasi Uduk

Ketupat Sayur

Nasi + Telor Goreng

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

22

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 10. Menu Makanan Ny. E di Siang Hari : Nasi Sup Ayam

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Daging ayam

40

38

7.28

Tahu

10

7,9

0,78

0,46

0,16

Sawi

50

14,5

1,15

0,15

2,1

Minyak

10

88,6

0,1

9,8

323,5

12,71

1,96

41,71

Total
Sumber : Hasil wawancara

Variasi:

Nasi Sup Ayam

Nasi + Ikan Goreng + Tempe

Nasi + Sayur Asem + Tempe

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

23

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 11. Menu Makan Selingan Ny. E

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Roti

40

97,2

3,2

0,48

20

Selai Stroberi

10

26,5

0,05

0,06

6,45

123,7

3,25

0,54

26,45

Total
Sumber : Hasil wawancara

Variasi :

Pisang

Berat badan (BB) : 45 kg


Tinggi badan (TB) : 157 cm
BB ideal

: 157 100 (10% x 57) = 57 5,7 = 51,13 kg

BB normal

: 157 100 = 57 kg

IMT

: BB / TB (m) 2 = 45 kg / ( 1.57 m) 2 = 18.25 kg/m2.

Nilai normal IMT menurut Departemen Kesehatan

adalah 18.5 24.9 kg/m2,

sehingga dikategorikan status gizi kurang.

BMR Harris Benedict:


= 655,1 + (9,56 x W) + (1,85 x H) (4,7 x A)
= 655,1 + (9,56 x 45kg ) + (1,85 x 157) - (4,7 x 90)
= 952,75 kalori

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

24

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
BMR/24 jam = 45 x 23,5
= 1057,5 kkal
BMR/jam

= 1057,5 / 24
= 44,0625

Tabel 12. Perhitungan kalori berdasarkan aktifitas Ny. E


Kegiatan

Lama (jam)

Perhitungan

Total (kkal)

Tidur

9 x 1 x 44,0625

352,5

Kerja

1,5

1,5 x 2,2 x 44,0625

145,41

Berdiri

2 x 1,5 x 44,0625

132,19

Berjalan

1 x 3,4 x 44,0625

149,81

Duduk

3 x 1,4 x 44,0625

246,75

Lain-lain

7,5

7,5 x 1,4 x 44,0625

462,66

Total

24

Kebutuhan per jam = 1489,32 / 24 = 62,055 kkal

Aktivitas = 62,055kkal / 44,0625kkal/jam = 1,41 (gaya hidup ringan)

1489,32

Kebutuhan nutrient
Protein : 1g / kgBB
45 x 1 gram = 45 g
P/E Ratio = (45 x 4) / 1489,32 x 100% = 3,02%

Lemak: 25%
(25/100) x 1489,32 = 372,33kkal
= 372,33 / 9 = 41,37g

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

25

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Karbohidrat:
100% - (3,02% + 25%) = 71,98%
= (71,98 / 100) x 1489,32
= 1072,01kkal
=1072,01 / 4 = 268g

-Prinsip terapi hipertensi: DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension)


1. Konsumsi:
-Karbohidrat: 55% dari total kalori
-Protein: 18%
-Lemak total: 27% (saturated fat 6%)
-Kolestrol 150mg
-Mineral:
-Sodium: 2400mg
-Potasium: 4700mg
-Kalsium: 1250mg
-Magnesium: 50mg
-Kalium: 90mmol/hari
-Serat: 30gr/hari
2. Rendah garam < 6gr/hari = <2400mg/hari
3. Batasi alkohol, pria 2 gelas/hari, wanita 1 gelas/hari
4. Tidak merokok
5. Utamakan konsumsi buah dan sayur
6. Olahraga secara teratur 30menit/x ; 3-4x per minggu

-Terapi Gizi kurang


Asupan makanan ditingkatkan menjadi tiga kali sehari dan ditambah dengan selingan

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

26

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.7. Kondisi Rumah
IV.7.1. Perumahan

Status rumah

: Rumah milik anak Ny. E yaitu Ny. S

Lokasi

: 180m dari Puskesmas Teluk Naga, melaui

jalan setapak di antara rumah warga, dan rumah sekitar terletak berdekatan.

Kondisi bangunan

: Sebagian tembok terbuat dari bata dan semen,

sebagiannya lagi terbuat dari anyaman rotan.

Luas rumah

: 80 m

Atap rumah

: Plastik dan ditutupi genteng

Langit-langit

: -

Lantai

: Sebagian keramik, sebagiannya lagi bata dan

semen tanpa keramik.

Jumlah orang dalam rumah

: Terdapat 7 orang

Jumlah keluarga

: 1 keluarga

Jumlah ruangan

: 6 ruangan

Ny. E tidur sekamar dengan Ny. S di kamar pertama, Tn.A, Ny. Y dan R tidur
sekamar di kamar kedua, S dan D tidur sekamar di kamar ketiga.

Rumah Ny. E terletak di dalam gang berhimpitan dengan rumah lainnya.

Rumah Ny. E berada di lingkungan padat penduduk.

Didekat rumah Ny. E terdapat persawahan.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

27

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.7.2. Ventilasi
Ventilasi terdiri dari bagian yang insidentil dan permanen.

Insidentil
-1 buah pintu yang terletak di bagian depan rumah dengan 1 buah daun pintu:
1 x (2,2 m x 0,8 m) = 1,76 m2
-1 buah jendela yang terletak di bagian depan rumah:
1 x (1 m x 0,6 m) = 0,6 m2
-Total ventilasi insidentil: 2,36 m2

Presentase luas ventilasi dari luas bangunan:

x 100% =

x 100% =2.95%

Permanen
-1 buah pintu yang terletak di bagian belakang rumah:
1 x (2,2 m x 0,8 m) = 1,76 m2
-1 buah jendela yang terletak di bagian depan rumah:
1

x (1,25m x 1,25m) = 1,56 m2

-Total Ventilasi permanen = 3,32 m2

Presentase luas ventilasi dari luas bangunan:


=

x 100% = 4.15%

Berdasarkan perhitungan di atas total ventilasi yang ada di rumah Ny. E adalah
7,10%. Ventilasi tersebut tidak memenuhi kriteria ventilasi rumah ideal yakni minimal 15%
dari luas lantai (MENKES, 2011). Namun, karena rumah pasien terbuat dari anyaman rotan,
udara dapat mengalir masuk dan keluar melalui sela-sela anyaman rotan sehingga ventilasi di
rumah pasien baik.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

28

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.7.3. Pencahayaan Rumah
Cahaya matahari masuk ke dalam rumah melalui pintu dan jendela yang terletak di
depan dan belakang rumah, serta dari celah-celah atap dan dinding anyaman rotan. Cahaya
matahari tersebut mencakup ruang keluarga, kamar mandi, dapur,

dan kamar pertama

sedangkan pada kamar kedua dan ketiga hanya mendapat sedikit cahaya dari sela-sela
anyaman rotan serta membutuhkan cahaya dari lampu. Pada malam hari sumber pencahayaan
rumah berasal dari 5 buah lampu gantung. 1 Buah lampu gantung di ruang keluarga, 1 buah
di dapur dan 3 sisanya masing-masing berada di dalam kamar. Pencahayaan rumah Ny. E
secara keseluruhan masih kurang.

IV.7.4. Penggunaan Air Sehari-hari


Terdapat sumur pompa listrik (jet pump) dengan kedalaman 23 meter di samping
rumah. Air sumur tersebut digunakan untuk memasak, mandi dan mencuci. Air tersebut
berwarna keruh dan tidak berbau. Jarak sumber air dengan septic-tank 2 meter.Untuk
minum, menggunakan air yang dibeli dari penjual air isi ulang dan ditampung di dalam galon.
Air minum tersebut tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.

IV.7.5. Pembuangan Sampah


Sampah dikumpulkan di dalam kantong plastik lalu dibakar setiap hari di daerah
persawahan, kemudian sisanya ditinnggalkan begitu saja. Jarak antara rumah dan tempat
pembuangan sampah kurang lebih 15 meter.

IV.7.6. Pembuangan Limbah


Pembuangan air kotor: air kotor dibuang di kamar mandi langsung ke dalam jamban
atau ke bagian samping rumah dan dibiarkan menyerap ke dalam tanah.

IV.7.7. Pembuangan Tinja


Jenis jamban yang ada di rumah Ny. E adalah jamban berupa kloset jongkok dengan
angsa trine yaitu jamban dimana leher lubang closet berbentuk lengkungan dan dilengkapi
dengan septic tank.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

29

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.7.8. Kamar Mandi
Terdapat 1 kamar mandi di dalam rumah dan digunakan bersama seluruh anggota
keluarga. Kamar mandi ini digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian, serta dilengkapi
dengan bak yang terbuat dari semen untuk menampung air.

IV.7.9. Alat Kesejahteraan di Rumah


Di dalam rumah terdapat 1 buah televisi, 2 buah kipas angin, 1 buah kulkas yang
berada di dapur, dan 1 buah kompor gas.

IV.7.10. Halaman Rumah


Terdapat halaman rumah di bagian depan rumah pasien dengan ukuran 5m x 3m.
Halaman rumah tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti berjualan, berinteraksi
dengan tetangga dan kegiatan bermain anak-anak.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

30

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV. 8. Denah Lokasi

PUSKESMAS
RUMAH NY. E

Gambar 3. Denah Lokasi Rumah Ny. E

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

31

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

PUSKESMAS

RUMAH NY. E

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

32

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.9. Denah Rumah

UTARA

SELATAN
A

Gambar 4. Denah Rumah Ny. E

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

33

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.10. Mandala Of Health
IV.10.1. Level Pertama
IV. 10.1.1. Body

Ny. E seorang wanita 90 tahun dengan penyakit hipertensi tidak terkontrol, katarak
senilis imatur, gizi kurang.

IV. 10.1.2. Mind

Ny. E berobat jika sakit saja dan tidak tahu bahwa penyakit hipertensi harus rutin
kontrol ke Puskesmas dan minum obat seumur hidup.

Ny E. menerima dengan ikhlas penyakit yang diderita

IV. 10.1.3. Spirit

Ny. E merupakan seseorang yang taat beribadah; rajin sholat di rumahnya

N. E berkeinginan untuk sembuh dari penyakitnya

IV. 10.1.4. Human Biology

Aging process

IV. 10.1.5. Family

1 anak perempuan: memiliki riwayat hipertensi dan tidak rajin kontrol ke Puskesmas

3 orang cucu (cucu perempuan Ny E. memiliki riwayat hipertensi dan tidak rajin
kontrol ke Puskesmas), 1 orang cucu mantu

1 orang cicit

IV. 10.1.6. Personal Behavior

Mengunjungi Puskesmas jika ada keluhan saja

Tidak minum obat teratur

Diet yang tidak dijaga (suka mengonsumsi garam dan MSG)

Beraktivitas dengan jalan pagi selama 5-10 menit

Hiburan sehari-hari adalah nonton tv di rumah dan berbincang-bincang dengan


keluarga dan tetangga

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

34

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV. 10.1.7. Psychosocioeconomic Environment

Penghasilan sehari-hari berasal dari warung yang terletak di bagian teras depan
rumah, cucu dan cucu mantu yang bekerja serta Ny. E yang masih bekerja sebagai
tukang pijat panggilan.

IV. 10.1.8. Physical Environment

Ventilasi rumah sudah baik

Pencahayaan rumah masih kurang

Apabila hujan deras dapat banjir

Lingkungan tempat tinggal banyak nyamuk

Tempat tinggal Ny. E terletak berdekatan dengan rumah yang lain

Banyak menghabiskan waktu di rumah bersama anak dan cucunya

IV.10. 2. Level Kedua


IV.10.2.1. Sick-Care System

Puskesmas memberikan obat hipertensi hanya untuk 10 hari

Jarak dari rumah Ny. E ke Puskesmas tempat pasien berobat jika ditempuh dengan
berjalan kaki adalah sekitar 180m.

Penyuluhan untuk pasien hipertensi dan usia lanjut belum ada.

IV.10.2.2. Work

Ny. E masih bekerja sebagai tukang pijat panggilan

IV.10.2.3. Lifestyle

Ny. E sekarang suka mengonsumsi cemilan berupa: roti isi selai stroberi

IV.10.3. Level Ketiga


IV.10.3.1. Community

Masyarakat sosial ekonomi rendah

Tidak ikut dalam organisasi atau perkumpulan tertentu

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

35

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
IV.10.3.2. The Human Made Environment

Lingkungan tempat tinggal padat dan sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat

Lingkungan tempat tinggal kotor

IV.10.3.3. Culture
Masyarakat di sekitar rumah Ny. E masih percaya dengan pengobatan tradisional

IV.10.3.4. Biosphere
Global warming

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

36

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Gambar 5. Mandala of Health
Culture:
Masyarakat di sekitar rumah Ny. E masih percaya
dengan pengobatan tradisional

Community:
-Masyarakat sosial ekonomi rendah
-Tidak ikut dalam organisasi atau perkumpulan
tertentu

Lifestyle:
Suka mengonsumsi roti isi selai
stroberi
Personal Behavior:
-Mengunjungi Puskesmas jika

ada

keluhan saja.
Family :
Pasien tinggal dengan 1 anak
perempuan (riw HT), 3 orang cucu
(1 cucu perempuan ada riw HT),1
orang cucu mantu dan 1 orang
cicit perempuan

-Tidak minum obat teratur


-Diet

yang

tidak

dijaga

(suka

mengonsumsi garam dan MSG)


-Beraktivitas dengan jalan pagi selama 510 menit.

Psycho-social economic
enviroment :
-Penghasilan sehari-hari berasal
dari warung yang terletak di
bagian teras depan rumah, cucu
dan cucu mantu yang bekerja
serta Ny. E yang masih bekerja

-Hiburan sehari-hari adalah nonton tv,

sebagai tukang pijat panggilan.

berbincang-bincang dengan keluarga dan


tetangga.

MIND :
Ny. E berobat kalau sakit
saja dan tidak tahu bahwa
penyakit hipertensi harus

Sick Care System :


-Jarak rumah dan puskesmas
sekitar 180m dengan berjalan
kaki.
-Puskesmas memberikan obat
hanya untuk 10 hari.
-Penyuluhan untuk pasien
hipertensi dan usia lanjut belum
ada.

rutin

kontrol

ke

puskesmas dan minum

SPIRIT :
-Rajin sholat di
rumah
-Memiliki
keinginan untuk
sembuh

Work :
Bekerja sebagai
tukang pijat
panggilan

obat seumur hidup.

BODY : Wanita
90 tahun dengan
hipertensi tidak
terkontrol, katarak
senilis imatur, gizi
kurang.
Human Biology :
Aging Process

Human Made Enviroment :


-Lingkungan tempat tinggal padat dan tidak dapat
dijangkau dengan kendaraan roda 4.
-Lingkungan tempat tinggal kotor

N
Physical Enviroment:
-Ventilasi rumah sudah baik
y
-Pencahayaan rumah masih
kurang
E
-Apabila hujan deras - banjir
.
-Lingkungan tempat tinggal
banyak nyamuk
-Rumah Ny. E terletak
m
berdekatan dengan rumah
e
yang lain
-Banyak menghabiskan waktu
n
di rumah bersama anak dan
e
cucunya.
r
i
m

Biosphere :
Global Warming

d
e

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

n
g
a
n

i
k

37

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

BAB V
DIAGNOSTIK HOLISTIK
V.1 Resume
Telah diperiksa seorang wanita, Nyonya E, usia 90 tahun dengan keluhan utama nyeri
kepala berdenyut sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh tengkuk terasa pegal sejak 1
minggu yang lalu dan mata terasa agak buram.
Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak 4 tahun lalu dan hanya berobat jika
memiliki keluhan. Pasien juga tidak minum obat teratur.
Kehidupan sosial pasien terhitung cukup baik. Pasien masih bergaul dengan baik di
lingkungan sekitar rumahnya dan masih mampu bekerja sebagai tukang pijat.
Suami pasien dan suami dari anak perempuan pasien meninggal akibat penyakit
jantung. Selain itu, anak perempuan pasien Ny.S dan cucu pasien Ny. Y juga memiliki
riwayat tekanan darah tinggi yang tidak rutin berobat dan diukur tekanan darahnya.

Dari status generalis didapatkan:


Keadaan umum

: tampak sakit ringan

Kesadaran

: compos mentis

Berat badan

: 45 kg

Tinggi badan

: 157 cm

IMT

: 18,25 kg/m2

Status gizi

: kurang

Tekanan darah

: 200/90 mmHg

Nadi

: 90 x/menit

Laju napas

: 20 x/menit

Suhu

: 37,00 C

Dari pemeriksaan fisik didapatkan:


Kepala

: dalam batas normal

Mata

: lensa ODS keruh, visus OD 3/60, OS 3/60

Telinga

: pendengaran 3/6, 2/6

Hidung

: dalam batas normal

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

38

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Mulut

: dalam batas normal

Tenggorokan : dalam batas normal


Leher

: dalam batas normal

Paru

: dalam batas normal

Jantung

: dalam batas normal

Abdomen

: dalam batas normal

Ekstermitas

: dalam batas normal

Dari pemeriksaan neurologis didapatkan:


Kesadaran

: compos mentis, GCS 15 (E4, M6, V5)

Rangsang meningeal : baik


12 nervus cranialis

: baik

Fungsi motorik

: baik

Fungsi sensorik

: baik

Reflek fisiologis

: (+)

Reflek patologis

: (-)

Tabel 13. Riwayat Pemeriksaan Tekanan Darah Ny.E


Tanggal

Tekanan Darah

11 Mei 2015

200/90 mmHg

Tabel 14. Hasil Pemeriksaan Penunjang Ny. E


No.

Tanggal

Tempat

Pemeriksaan

Hasil

Keterangan

15 Mei 2015

Puskesmas Teluk Naga

GDS

127 mg/dL

Normal

15 Mei 2015

Puskesmas Teluk Naga

Kolestrol

134 mg/dL

Normal

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

39

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Diagnosis Kerja
Hipertensi Grade II

III.2.11. Diagnosis Tambahan


Gizi Kurang, Katarak Senilis Imatur

III.2.12. Diagnosis Banding: III.2.13. Terapi yang telah diberikan di Puskesmas Teluk Naga
Farmakologis:
o Captopril

12,5mg

2x1 tab

o Paracetamol

500mg

3x1tab

Non Farmakologis:
Kontrol kembali sebelum obat habis

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

40

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
V.2 Diagnostik Holistik
1. Aspek personal
-

Nyeri kepala berdenyut sejak 3 hari yang lalu

Tengkuk terasa pegal sejak 1 minggu yang lalu

Penglihatan agak buram

2. Aspek klinis
-

Diagnosa kerja

: Hipertensi Grade II

Diagnosa tambahan

: Katarak Senilis Imatur, Gizi Kurang

3. Aspek internal
-

Pasien tidak tahu bahwa penyakit hipertensi adalah penyakit kronis yang
membutuhkan pengobatan jangka panjang dengan pemeriksaan yang rutin.

Pasien tidak mengetahui dampak buruk dari penyakit hipertensi terutama yang tidak
terkontrol.

Pasien tidak mengetahui bahwa kebiasaan makan keluarga pasien merupakan faktor
resiko untuk terjadinya penyakit hipertensi pada keluarga pasien.

Pasien memiliki kebiasaan menggunakan MSG dalam masakan sehari-hari

4. Aspek eksternal
-

Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit hipertensi

Kurangnya motivasi keluarga untuk berobat ke Puskesmas Teluk Naga

Pola makan di keluarga Ny. E yang banyak menggunakan MSG dan garam.

Kepercayaan keluarga yang kuat terhadap kebudayaan setempat sehingga mendorong


pasien untuk melakukan pengobatan tradisional

5. Aspek status fungsional


-

5 (tidak ada hambatan dalam tugas sehari-hari)

6. Diagnosa keluarga
-

Bentuk keluarga
- Keturunan

: patrilinier

- Perkawinan

: monogami

- Pemukiman

: neolokal

- Jenis anggota keluarga

: inti/ nuclear family

- Kekuasaan

: matriakal

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

41

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
-

Fungsi keluarga
- Holistik
- Biologis :
- Psikologis

: antara anggota keluarga terkadang berselisih paham


karena ingin dihargai pendapatnya, namun hal tersebut
tidak mengganggu hubungan antar keluarga.

- Sosial ekonomi

: sosialisasi keluarga cukup baik dan kebutuhan ekonomi


keluarga ditanggung bersama.

- Fisiologis :
- Adaptation

: kemampuan adaptasi dengan anggota keluarga lain serta


penerimaan, dukungan, dan saran dan dari anggota
keluarga lain (selalu)

- Partnership

: komunikasi, saling membagi,

saling mengisi antar

anggota keluarga dalam segala masalah yang dialami


keluarga (kadang-kadang)
- Growth

: dukungan keluarga terhadap hal-hal baru yang dilakukan


anggota keluarga tersebut (selalu)

- Affection

: hubungan kasih sayang dan interaksi antar anggota


keluarga (selalu)

- Resolve

: kepuasan anggota keluarga tentang kebersamaan dan


waktu yang dihabiskan bersama anggota keluarga yang
lain (selalu)

Total APGAR score Ny. E : 9, baik. Fungsi keluarga baik, keluarga yang dinilai sehat
dalam arti stiap anggota keluarga saling mendukung satu sama lain.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

42

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
- Patologis :
- Social

: interaksi cukup baik dengan tetangga sekitar

- Culture

: keluarga Ny. E memiliki kebiasaan untuk melakukan


pengobatan tradisional

- Religious

: keluarga Ny. E taat beribadah

- Economic

: status ekonomi keluarga menengah ke bawah

- Educational

: pengetahuan keluarga tentang penyakit Hipertensi


masih kurang

- Medical

: pelayanan kesehatan yang diterima sudah memadai

Kesimpulan : dalam keluarga Ny. E terdapat tiga fungsi patologis: culture, economic,
educational.

Hubungan antar manusia : hubungan antara anggota keluarga dan dengan


masyarakat sekitar terjalin cukup baik

Keturunan

Perilaku

: terlampir pada genogram


:

pengetahuan Ny. E tentang penyakit darah tinggi


tergolong kurang, pasien hanya berobat jika
merasakan

keluhan

saja,

pasien

terbiasa

mengonsumsi makanan dengan banyak garam


dan MSG.
-

Non perilaku

: lingkungan di sekitar rumah Ny. E mendukung


kesembuhan penyakit Ny.E, pelayanan kesehatan
yang diberikan sudah cukup memadai.

Indoor

: lingkungan dalam rumah tampak tidak ada


langit-langit rumah. Tampak bagian bawah
genteng yang kotor.

Outdoor

: sekitar jarak 15 meter dari rumah Ny. E, terdapat


sawah yang di pinggirnya dijadikan tempat
pembuangan sampah oleh warga di sekitarnya.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

43

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Siklus kehidupan keluarga
-

Analisa situasi keluarga (memahami konsep sistem keluarga)


-

Keluarga sebagai sistem


o Anggota keluarga Ny.E yang tinggal serumah adalah anak ke 6 nya, Ny. S, 3
orang cucu, 1 orang cucu menantu, dan 1 orang cicit.
o Dalam penyelesaian masalah ekonomi, yang diminta bantuan adalah anak Ny.
E yaitu Ny. S yang bekerja dengan membuka usaha warung di rumahnya dan
cucu laki-laki serta cucu menantunya yang keduanya bekerja di pabrik.

Stabilitas keluarga
o Anggota keluarga saling membantu dan saling menghargai serta melindungi
satu sama lain untuk menjaga kerukunan keluarga

Perubahan keluarga
o Perubahan seperti ketika Ny. E pertama kali didiagnosis penyakit tekanan
darah tinggi, anggota keluarga yang lain memberi dukungan dan siap
mengantar berobat ke Puskesmas setiap kali Ny. E ada keluhan

Kaitan penyakit terhadap sistem keluarga


o Penyakit darah tinggi yang diderita Ny. E tidak membebani keluarganya
hingga saat ini
o Ny. E masih dapat bekerja sebagai tukang urut

Hirarki keluarga
o Semenjak suami Ny. E meninggal, Ny. E dianggap sebagai pemimpin
keluarga
o Kedudukan dan fungsi masing-masing anggota keluarga cukup jelas

Batas kepemimpinan
o Masing-masing anggota keluarga wajib membantu untuk mengurus keperluan
keluarga terutama yang tinggal dalam satu rumah
o Jika terdapat masalah terkadang diselesaikan sendiri, terkadang diselesaikan
bersama

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

44

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

Gambar 6. Siklus Kehidupan Keluarga Duvall

Pada siklus kehidupan keluarga Duvall, didapatkan proses kehidupan keluarga


memasuki tahap 8 yaitu tahap keluarga dengan anak-anak meninggalkan keluarga.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

45

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

BAB VI
RENCANA PENATALAKSANAAN HOLISTIK DAN KOMPREHENSIF
VI.1. Rencana Penatalaksanaan
VI.1.1. Axis 1 (Personal)

Nyeri kepala berdenyut

Tengkuk terasa pegal dan kaku

Penglihatan buram pada kedua mata


Rencana Penatalaksanaan:

Terapi farmakologis
Terapi dengan Paracetamol 500mg 3x1 yang diminum jika nyeri kepala berlangsung
dan pegal-pegal.

Terapi non-farmakologis:
Mengedukasi pasien untuk banyak istirahat
Mengedukasi pasien untuk minum obat secara teratur
Mengedukasi pasien untuk meningkatkan makan buah-buahan dan sayuran seperti
wortel, bayam, tomat dan pisang.

VI.1.2. Axis 2 (Klinis)


Diagnosis Utama

: Hipertensi Grade II

Diagnosis Tambahan : Katarak Senilis Imatur, Gizi Kurang


Rencana Penatalaksanaan:

Terapi farmakologis:
Pengobatan Hipertensi: Captopril 25mg (1x1 tab)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

46

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 15. Anjuran Minum Obat
Nama Obat

Dosis pemberian

Jumlah

obat

pemberian obat

25mg

1x perhari

Captopril

Diberikan saat

Jam

Sebelum makan

Jam 07.00

Terapi non-farmakologis:
Mengedukasi pasien mengenai pengaturan pola makan yang sesuai dengan
penyakit pasien.
Mengenalkan secara lisan bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi pasien
sehari-hari dan bahan makanan apa saja yang harus dihindari dan dikurangi
kepada pasien dan keluarga.
Mengedukasi pasien untuk minum obat secara teratur
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa keluhan batuk setelah minum
obat hipertensi adalah efek samping umum dari obat darah tingginya dan itu tidak
berbahaya.
Menganjurkan pasien untuk memeriksakan kesehatan matanya ke dokter spesialis
mata.
Mengedukasi pasien untuk secara rutin memeriksakan tekanan darahnya ke
Puskesmas sebelum obat hipertensi habis.
Menjelaskan kepada pasien gejala-gejala hipotensi yang dapat terjadi.
Memberikan contoh penyusunan menu makanan sehat serta menunjukkan takaran
garam.

Anjuran menu makanan Ny. E:


Pagi dan Malam : Nasi Campur
Siang: Nasi Sup Ayam + Buah atau Nasi Campur + Buah
Selingan: Roti isi Selai Stroberi + Pisang + Pepaya

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

47

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 16. Menu Makanan Intervensi di Pagi dan Malam Hari : Nasi Campur

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Tempe

40

16

18,3

0,4

1,27

Bihun

15

104,7

1,41

0,06

24,6

Labu Siam

50

14,5

0,3

0,05

39,45

Minyak

88,6

0,1

9,8

398,3

23,51

10,66

104,77

Total

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

48

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 17. Menu Makanan Intervensi di Siang Hari : Nasi Sup Ayam + Buah

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Daging ayam

50

38

7.28

Tahu

100

7,9

0,78

0,46

0,16

Sawi

50

14,5

1,15

0,15

2,1

Hati Ayam

30

75

Minyak

10

88,6

0,1

9,8

Semangka

150

48

0,75

0,3

10,5

527,1

29,3

21,4

53,65

Total

ATAU

NASI CAMPUR + BUAH


(LEMBAR BERIKUTNYA)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

49

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 18. Menu Makanan Intervensi di Siang Hari : Nasi Campur + Buah

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Ikan Tongkol

40

50

Tahu

100

7,9

0,78

0,46

0,16

Sawi

50

14,5

1,15

0,15

2,1

Hati Ayam

30

75

Minyak

10

88,6

0,1

9,8

Pepaya

100

52

0,4

0,2

11

529,6

26,85

21,35

54,15

Total

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

50

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 19. Menu Makanan Intervensi Selingan : Roti isi Stroberi + Pisang

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Pisang

50

0,25

6,2

Pepaya

100

52

0,4

0,2

11

Roti

40

97,2

3,2

0,48

20

Selai

10

26,5

0,05

0,06

6,45

224,7

3.9

0,74

43,65

Stroberi

Total

Tabel 20. Selisih kebutuhan kalori dan kalori dari anjuran menu yang dibuat (Menu
makan siang: Nasi Campur)
Kebutuhan

Menu yang dibuat

Selisih

Energi

1489,32kkal

1506,76kkal

+17,44kkal

Protein

45g

54,36g

+9,36g

Lemak

41,37g

41,83g

+0,46g

Karbohidrat

268g

217,62g

-50,38g

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

51

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 21. Selisih kebutuhan kalori dan kalori dari anjuran menu yang dibuat (Menu
makan siang: Nasi + Sup Ayam)
Kebutuhan
Menu yang dibuat
Selisih
Energi

1489,32kkal

1504,26kkal

+14,94kkal

Protein

45g

56,81g

+11,81g

Lemak

41,37g

41,88g

+0,51g

Karbohidrat

268g

217,12g

-50,88g

VI.1.3. Axis 3 (Internal)

Pasien tidak tahu bahwa penyakit hipertensi adalah penyakit kronis yang membutuhkan
pengobatan jangka panjang dengan pemeriksaan yang rutin.

Pasien tidak mengetahui dampak buruk yang dari penyakit hipertensi terutama yang tidak
terkontrol

Pasien tidak mengetahui bahwa kebiasaan makan keluarga pasien merupakan faktor
resiko untuk terjadinya penyakit hipertensi pada keluarga pasien.

Pasien memiliki kebiasaan menggunakan penyedap rasa dalam masakan sehari-hari.

Rencana Penatalaksanaan:
Faktor genetik tidak dilakukan intervensi.
Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit hipertensi secara menyeluruh
(pengertian penyakit tersebut tidak bisa sembuh namun dapat dikontrol secara rutin,
penyebab, faktor resiko, komplikasi dan terapi dari penyakit tersebut) dengan
menggunakan Kalender Minum Obat bagi orang Hipertensi.
Memotivasi pasien untuk tetap melanjutkan pengobatan dan kontrol secara teratur di
Puskesmas (setiap 10 hari untuk mengambil obat dan monitoring tekanan darah).
Mengedukasi pasien untuk tidak mengonsumsi makanan yang tinggi garam dan tidak
menggunakan MSG untuk memasak.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

52

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
VI.1.4 Axis 4 (Eksternal)

Pengetahuan keluarga (anak dan cucu) yang masih kurang tentang penyakit yang diderita
pasien sehingga keluarga kurang memotivasi dan mengingatkan pasien untuk rutin
kontrol dan minum obat.

Pola makan di keluarga Ny. E yang banyak menggunakan MSG dan garam.

Kepercayaan keluarga yang kuat terhadap kebudayaan setempat sehingga mendorong


pasien untuk melakukan pengobatan tradisional.

Rencana Penatalaksanaan:
Mengedukasi keluarga pasien mengenai penyakit yang diderita oleh pasien melalui
media flip chart yang diberikan pada Kalender Minum Obat Bagi orang Hipertensi,
agar mengerti penyakit yang diderita pasien dan mengetahui komplikasi penyakit
tersebut sehingga keluarga dapat memotivasi dan mengingatkan pasien untuk teratur
kontrol dan minum obat.
Menunjuk cucu perempuan dari Ny. E yakni Ny. Y yang tinggal serumah agar dapat
menjadi PMO bagi Ny. E dan memberikan Kalender Minum Obat kepada Ny. Y agar
dapat memudahkan Ny. Y sebagai PMO bagi Ny. E.
Mengedukasi keluarga pasien untuk tidak mengonsumsi makanan yang tinggi garam
dan tidak menggunakan MSG untuk memasak.
Mengedukasi keluarga pasien bahwa pengobatan tradisional bukanlah pengobatan
yang utama melainkan pengobatan tambahan.

VI.1.5. Axis 5 (Fungsional)


Skala fungsional (5): mampu melakukan tugas sehari-hari tanpa hambatan.
Rencana Penatalaksanaan:
Tidak dilakukan intervensi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

53

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

BAB VII
INTERVENSI, HASIL INTERVENSI DAN PEMBINAAN

Kegiatan kunjungan ke rumah Ny. E dilakukan pada tanggal 11 Mei 2015, 22 Mei
2015, dan 28 Mei 2015. Dalam setiap kunjungan dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik
sesuai dengan penyakit dan Ny. E, intervensi dan follow up untuk keluhan-keluhan Ny. E.
Intervensi dilakukan sejak kunjungan pertama dilakukan yakni 11 Mei 2015 dan kunjungan
kedua 22 Mei 2015. Pengamatan hasil intervensi dinilai pada tanggal 15 Mei 2015, 20 Mei
2015 dan 1 Juni 2015 di Puskesmas, dan 22 Mei 2015 serta 28 Mei 2015 di rumah Ny. E
(tanggal 28 Mei 2015 pasien juga melakukan kontrol ke Puskesmas).

VII.1.Axis 1 (Personal)
Intervensi (11 Mei 2015)

Terapi farmakologis
Terapi dengan Paracetamol 500mg 3x1 yang diminum jika nyeri kepala berlangsung
dan pegal-pegal.

Terapi non-farmakologis:
Mengedukasi pasien untuk banyak istirahat
Mengedukasi pasien untuk minum obat secara teratur
Mengedukasi pasien untuk meningkatkan makan buah-buahan dan sayuran seperti
wortel, bayam, tomat dan pisang.

Hasil intervensi (15 Mei 2015)

Tengkuk Ny. E kadang-kadang masih terasa sakit, namun nyeri kepalanya sudah
membaik.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

54

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
VII.2.Axis 2 (Klinis)
Intervensi

Terapi farmakologis
Captopril 25mg (1x1 tab)

Tabel 22. Anjuran Minum Obat

Nama Obat

Captopril

Dosis

Jumlah

pemberian obat

pemberian obat

25mg

1x perhari

Diberikan saat

Jam

Sebelum makan

Jam 07.00

Terapi non-farmakologis:
Mengedukasi pasien mengenai pengaturan pola makan yang sesuai dengan
penyakit pasien (22 Mei 2015)
Mengenalkan secara lisan bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi pasien
sehari-hari dan bahan makanan apa saja yang harus dihindari dan dikurangi
kepada pasien dan keluarga. (22 Mei 2015)
Mengedukasi pasien untuk minum obat secara teratur (11 Mei 2015)
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa keluhan batuk setelah minum
obat hipertensi adalah efek samping umum dari obat darah tingginya dan itu tidak
berbahaya. (11 Mei 2015)
Menganjurkan pasien untuk memeriksakan kesehatan matanya ke dokter spesialis
mata. (11 Mei 2015)
Mengedukasi pasien untuk secara rutin memeriksakan tekanan darahnya ke
Puskesmas sebelum obat hipertensi habis. (11 Mei 2015)
Menjelaskan kepada pasien gejala-gejala hipotensi yang dapat terjadi. (11 Mei
2015)
Memberikan contoh penyusunan menu makanan sehat serta menunjukkan takaran
garam (22 Mei 2015)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

55

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Anjuran menu makanan Ny. E:
Pagi dan Malam : Nasi Campur
Siang: Nasi Sup Ayam + Buah atau Nasi Campur + Buah
Selingan: Roti isi Selai Stroberi + Pisang + Pepaya

Tabel 23. Menu Makanan Intervensi di Pagi dan Malam Hari : Nasi Campur

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Tempe

40

16

18,3

0,4

1,27

Bihun

15

104,7

1,41

0,06

24,6

Labu Siam

50

14,5

0,3

0,05

39,45

Minyak

88,6

0,1

9,8

398,3

23,51

10,66

104,77

Total

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

56

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 24. Menu Makanan Intervensi di Siang Hari : Nasi Sup Ayam + Buah

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Daging ayam

50

38

7.28

Tahu

100

7,9

0,78

0,46

0,16

Sawi

50

14,5

1,15

0,15

2,1

Hati Ayam

30

75

Minyak

10

88,6

0,1

9,8

Semangka

150

48

0,75

0,3

10,5

527,1

29,3

21,4

53,65

Total

ATAU

NASI CAMPUR + BUAH


(LEMBAR BERIKUTNYA)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

57

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 25. Menu Makanan Intervensi di Siang Hari : Nasi Campur + Buah

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Ikan Tongkol

40

50

Tahu

100

7,9

0,78

0,46

0,16

Sawi

50

14,5

1,15

0,15

2,1

Hati Ayam

30

75

Minyak

10

88,6

0,1

9,8

Pepaya

100

52

0,4

0,2

11

529,6

26,85

21,35

54,15

Total

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

58

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 26. Menu Makanan Intervensi Selingan : Roti isi Stroberi + Pisang

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Pisang

50

0,25

6,2

Pepaya

100

52

0,4

0,2

11

Roti

40

97,2

3,2

0,48

20

Selai

10

26,5

0,05

0,06

6,45

224,7

3.9

0,74

43,65

Stroberi

Total

Hasil Intervensi
Ny. E dan keluarga sudah makan 3 kali sehari ditambah selingan.(28 Mei 2015)
Ny. E dan keluarga sudah mengonsumi sayur 3 porsi sehari dan makan buah
sebagai selingan. Takaran garam tiap kali memasak adalah setengah sendok teh.
Namun, masakan yang dimakan masih menggunakan MSG. (28 Mei 2015)
Ny. E sudah minum obat secara teratur. (28 Mei 2015)
Ny. E sudah mengerti efek samping dari obat hipertensi yang diminum dan
mengatakan tidak mengalami efek samping tersebut selama minum obat. (22 Mei
2015)
Ny. E masih belum memeriksakan kesehatan matanya ke dokter spesialis mata.
(22 Mei 2015)
Ny. E sudah rutin memeriksakan tekanan darahnya ke Puskesmas sebelum obat
hipertensi habis. (15 Mei 2015, 20 Mei 2015, 28 Mei 2015)
Ny. E sudah mengerti mengenai gejala hipotensi dan mengatakan tidak
mengalami gejala dari hipotensi tersebut. (22 Mei 2015)
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

59

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 27. Pengukuran tekanan darah Ny. E setelah intervensi
15 Mei 2015

20 Mei 2015

22 Mei 2015

28 Mei 2015

1 Juni 2015

(Puskesmas)

(Puskesmas)

(Kunjungan Rumah)

(Puskesmas)

(Puskesmas)

160/100

165/90

150/90

140/90

150/90

Tabel 28. Menu Makanan Hasil Intervensi di Pagi dan Siang Hari : Nasi + Sop Sayur

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Wortel

50

23

0,6

0,15

4,75

Buncis

50

21

0,7

0,1

3,8

Kentang

50

42,5

0,05

9.55

Minyak

88,6

0,1

9,8

349,6

4,8

10,45

57,55

Total

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

60

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
Tabel 29. Menu Makanan Hasil Intervensi di Malam Hari: Nasi Campur

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Beras

50

174,5

3,4

0,35

39,45

Bayam

50

22,5

1,75

0,25

3.25

Tempe

40

16

18,3

0,4

1,27

Minyak

88,6

0,1

9,8

301,6

23,55

10,8

43,97

Total

Tabel 30. Menu Makanan Hasil Intervensi Selingan : Biskuit + Pepaya + Teh Manis

Makanan

Berat

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

(g)

(kkal)

(g)

(g)

(g)

Biskuit

20

20,8

2,04

3,16

13,76

Pepaya

50

26

0,25

6,2

46,8

2,29

3,16

19,96

Total

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

61

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
VII.3.Axis 3 (internal)
Intervensi (22 Mei 2015)

Faktor genetik tidak dilakukan intervensi.

Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit hipertensi secara menyeluruh (pengertian


penyakit tersebut tidak bisa sembuh namun dapat dikontrol secara rutin, penyebab,
faktor resiko, komplikasi dan terapi dari penyakit tersebut) dengan menggunakan
Kalender Minum Obat bagi orang Hipertensi.

Memotivasi pasien untuk tetap melanjutkan pengobatan dan kontrol secara teratur di
Puskesmas (setiap 10 hari untuk mengambil obat dan monitoring tekanan darah).

Mengedukasi pasien untuk tidak mengonsumsi makanan yang tinggi garam dan tidak
menggunakan MSG untuk memasak

Hasil Intervensi (28 Mei 2015)


Ny. E sudah mengerti bahwa penyakit hipertensi tidak bisa sembuh namun dapat
dikontrol secara rutin. Diet tinggi garam, MSG dan gorengan dapat menyebabkan
hipertensi. Komplikasi dari hipertensi contohnya adalah penyakit jantung dan stroke.
Hipertensi dapat diobati dengan minum obat teratur, berolahraga dan menghindari
konsumsi garam dan MSG. Kalender minum obat digunakan Ny. E untuk memberi
tanda bahwa Ny. E sudah minum obat hipertensi secara teratur setiap hari.
Ny. E sudah rutin kontrol ke Puskesmas (setiap 10 hari untuk mengambil obat dan
monitoring tekanan darah)
Ny. E sudah mengerti untuk tidak mengonsumsi makanan yang tinggi garam dan
MSG

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

62

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
VII.4.Axis 4 (eksternal)
Intervensi (22 Mei 2015)

Mengedukasi keluarga pasien mengenai penyakit yang diderita oleh pasien melalui
media flip chart yang diberikan pada Kalender Minum Obat Bagi orang Hipertensi,
agar mengerti penyakit yang diderita pasien dan mengetahui komplikasi penyakit
tersebut sehingga keluarga dapat memotivasi dan mengingatkan pasien untuk teratur
kontrol dan minum obat.

Menunjuk cucu perempuan dari Ny. E yakni Ny. Y yang tinggal serumah agar dapat
menjadi PMO bagi Ny. E dan memberikan Kalender Minum Obat kepada Ny. Y agar
dapat memudahkan Ny. Y sebagai PMO bagi Ny. E.

Mengedukasi keluarga pasien untuk tidak mengonsumsi makanan yang tinggi garam
dan tidak menggunakan MSG untuk memasak.

Mengedukasi keluarga pasien bahwa pengobatan tradisional bukanlah pengobatan


yang utama melainkan pengobatan tambahan.

Hasil Intervensi (28 Mei 2015)


Keluarga Ny. E sudah mengerti akan penyakit hipertensi dan sudah memotivasi
dan mengingatkan Ny. E untuk teratur kontrol dan minum obat.
Cucu perempuan Ny. E yaitu Ny. Y sudah bersedia untuk menjadi PMO bagi Ny.
E.
Keluarga Ny. E sudah mengerti bahwa pengobatan tradisional bukanlah
pengobatan utama.
Keluarga Ny. E sudah mengerti untuk tidak mengonsumsi makanan yang tinggi
garam dan MSG.

VI1.5. Axis 5 (Fungsional)


Intervensi

Tidak dilakukan intervensi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

63

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
VI1.6. Prognosis
Ad vitam: Dubia ad Bonam
Karena: Ny. E berumur 90 tahun, tidak ditemukan adanya komplikasi saat ini
Ad sanationam: Dubia ad Malam
Karena: penyakit darah tinggi tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol dengan
pengobatan adekuat
Ad functionam: Dubia ad Bonam
Karena: Ny. E berumur 90 tahun, masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

64

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN
VIII.1. Kesimpulan
Dalam laporan kunjungan kasus ini, telah dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan penunjang, dan kunjungan ke rumah pasien yang bernama Ny. E yang
didiagnosa menderita penyakit hipertensi grade II, kurang gizi dan katarak senilis imatur.
Dapat disimpulkan bahwa:
1. Faktor-faktor resiko yang menyebabkan tidak terkendalinya tekanan darah pada Ny. E
adalah:
-

Pola makan Ny. E yang mengonsumsi garam dan penyedap rasa dalam porsi yang
berlebihan.

Ny. E dan keluarganya percaya dengan pengobatan tradisional dan dengan


pengobatan tersebut penyakit hipertensi pasien bisa sembuh.

2. Faktor-faktor internal berdasarkan Mandala of Health yang menyebabkan tekanan


darah Ny.E yang tidak terkendali, yaitu:
-

Body
Ny. E seorang wanita 90 tahun dengan penyakit hipertensi tidak terkontrol

Mind
Ny. E hanya berobat jika ada keluhan dan tidak tahu bahwa penyakit hipertensi
harus rutin kontrol ke Puskesmas dan minum obat seumur hidup.

Personal Behavior
Ny. E mempunyai kebiasaan hanya mengunjungi Puskesmas jika ada keluhan
saja, tidak minum obat teratur, diet yang tidak dijaga (suka mengonsumsi garam
dan penyedap rasa).

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

65

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
3. Faktor-faktor eksternal berdasarkan Mandala of Health yang menyebabkan tekanan
darah Ny.E yang tidak terkendali adalah:
-

Sick-Care System
Puskesmas memberikan obat hipertensi hanya untuk 10 hari, jarak dari rumah Ny.
E ke Puskesmas tempat pasien berobat jika ditempuh dengan berjalan kaki adalah
sekitar 180m. Penyuluhan untuk pasien hipertensi dan usia lanjut belum ada.

4. Alternatif jalan keluar untuk mengatasi masalah yang ada, yaitu:


-

Menjelaskan kepada Ny. E dan keluarganya tentang penyakit hipertensi dan


komplikasi yang dapat timbul serta memerlukan kepatuhan dalam mengontrol
tekanan darah dengan meminum obat secara rutin

Mengedukasi Ny.E dan keluarganya tentang pentingnya rutin kontrol ke


Puskesmas untuk mengukur tekanan darah dan melanjutnya pengobatan

Menjelaskan kepada pasien dan keluarganya tentang gejala-gejala hipotensi yang


dapat terjadi.

Mengatur pola makan sehari-hari sesuai anjuran dengan rendah garam dan tanpa
penyedap rasa.

Mengedukasi keluarga pasien bahwa pengobatan tradisional bukanlah pengobatan


yang utama melainkan pengobatan tambahan.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

66

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015
VIII.2. Saran
VIII.2.1. Untuk Ny. E:
-

Terus melakukan kontrol tekanan darah dan berat badan ke Puskesmas serta minum
obat secara rutin.

Melakukan pemeriksaan terhadap fungsi ginjal dan mata untuk melihat apakah
terdapat komplikasi hipertensi.

Tetap melanjutkan pola makan sehari-hari yang sehat dengan menjaga pola makan
yang rendah garam dan penyedap rasa

VIII.2.2. Untuk keluarga Ny.E:


-

Memberikan edukasi dan selalu mengingatkan agar Ny. E minum obat secara teratur
serta datang kontrol ke Puskesmas secara rutin.

Memperhatikan pola makan Ny. E dengan makanan rendah garam dan tanpa
penyedap rasa.

Menyarankan untuk membuat kartu BPJS

VIII.2.3. Untuk Puskesmas Kecamatan Teluk Naga


Lebih sering melakukan penyuluhan untuk usia lanjut dan tentang penyakit hipertensi
serta komplikasinya.

VIII.2.4. Untuk tim kunjungan selanjutnya


Memastikan kepatuhan Ny. E untuk kontrol ke Puskesmas Teluk Naga dan minum
obat secara rutin, serta pola hidup yang sehat dan melakukan pengecekan terhadap tekanan
darah setiap kali kontrol ke Puskesmas Teluk Naga .

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

67

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

DAFTAR PUSTAKA
James, P., Oparil, S., Carter, B., Cushman, W., Dennison-Himmelfarb, C., Handler, J., et al.
(2014). 2014 Evidence-Based Guideline for the Management of High Blood Pressure
in Adults. JAMA, 311(5), p.507.
KEMKES. (2015) Dokter keluarga.
(http://www.ppjk.depkes.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=61&It
emid=102 dikutip pada 11 Mei 2015)
-. (2013) Riset kesehatan dasar 2013
(http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.p
df dikutip pada 11 Mei 2015)
-. (2011) Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor
1077//MENKES/PER/V/2011tentang pedoman penyehatan udara dalam ruangan.
(http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes/PMK%20No.%201077%20ttg%
20Pedoman%20Penyehatan%20Udara%20Dalam%20Ruang%20Rumah.pdf dikutip
pada 11 Mei 2015)
Kumar, V., Abbas, A., Fausto, N., Robbins, S. and Cotran, R. (2005). Robbins and Cotran
pathologic basis of disease. Philadelphia: Elsevier Saunders, pp. 528-529.
Sudoyo, W., Setiyohahi, B., Alwi, I., Simadibrata, K., Setiati, S. (2010). Ilmu penyakit
dalam. Jakarta: InternaPublishing, pp. 610-614.
Lenfant, C. (2003). Seventh Report of the Joint National Committee on the prevention,
detection, evaluation, and treatment of high blood pressure (JNC 7): Resetting the
hypertension sails.Circulation, 107(24), pp.2993-2994.
Lestari A. (2015) Prinsip-prinsip kedokteran keluarga [Internet]
(http://www.academia.edu/4631726/Prinsip-Prinsip_Kedokteran_Keluarga__Anik_Lestari_dr_M_Kes dikutip pada 11 Mei 2015)
World Health Organization [Internet]. (2015) Raised blood pressure
(http://www.who.int/gho/ncd/risk_factors/blood_pressure_prevalence_text/en/ dikutip
pada 11 Mei 2015)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

68

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

LAMPIRAN

Gambar 7. Teras depan rumah Ny. E

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

69

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

Gambar 8. Jamban dan bak penampung air di dalam kamar mandi Ny. E

Gambar 9. Kamar Mandi Ny. E

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

70

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

Gambar 10. Sumur dengan pompa Ny. E

Gambar 11. Dapur Ny. E


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

71

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

Gambar 12. Kamar Ny. E

Gambar 13. Ruang Keluarga Ny. E

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

72

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

Gambar 14. Atap Rumah Ny. E

Gambar 15. Bagian Samping Rumah Ny. E yang Digunakan untuk Pembuangan
Limbah Rumah Tangga
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

73

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

Gambar 16. Pengukuran Tekanan Darah pada Anggota Keluarga Ny. E yang Memiliki
Riwayat Hipertensi

Gambar 17. Edukasi tentang Penyakit Hipertensi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

74

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

Gambar 18. Edukasi Penyakit Hipertensi dengan Menggunakan Media Buku: Kalender
Minum Obat bagi Orang Hipertensi

Gambar 19. Edukasi Pola Makan dan Menu Makanan Sehari-hari


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

75

Laporan Kunjungan Kasus Hipertensi yang Tidak Terkontrol pada Ny. E di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
Periode 11 Mei 2015 1 Juni 2015

Gambar 20. Foto kelompok bersama Ny. E

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 27 April 2015 20 Juni 2015

76