Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja , yang melibatkan
bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang orang kearah tujuan-tujuan
organisasional atau maksud-maksud yang nyata .Manajemen adalah suatu
kegiatan, pelaksanaannya disebut manager atau pengelola . Seorang
yangmenjadi manager mengambil alih kewajiban - kewajiban baru , yang
seluruhnya bersifat mangagerial. Yang penting diantaranya adalah
meniadakan kecenderungan untuk melaksanakan sendiri semuaurusan
Manajemen mempunyai tujuan tertentu dan tidak dapat diraba. Ia
berusaha untuk mencapaihasil-hasil tertentu, yang biasanya diungkapkan
dengan istilah-istilah objectives atau hal-hal yang nyata.Usaha-usaha
kelompok itu memberi sumbangannya kepada pencapaian-pencapaian khusus.
Mungkin manajemen dapat digambarkan secara tidak nyata , karena ia tidak
dapat dilihat tetapi hanya terbuktioleh hasil-hasil yang ditimbulkannya
output atau hasil kerja yang memadai, kepuasaan manusiawi dan hasil-hasil
produksi serta jasa yang lebih baik. Lalu manajemen adalah suatu pokok
pembahasan yanguniversal dan konsep itu menarik para peneliti-peneliti dan
para praktisi dari bidang yang sangatberaneka ragam , termasuk di dalamnya
ilmu-ilmu ekonomi , psikologi, sosiologi, ilmu politik danmatematika.
B. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu :
1. Untuk mengetahui sejarah ilmu manajemen
2. Untuk mengetahui kelompok pemikiran dalam ilmu manajemen
3. Untuk mengetahui teori manajemen kontemporer

BAB II

Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 1

PEMBAHASAN
A. Sejarah Ilmu Manajemen
Sesungguhnya bukti adanya manajemen telah lama ada jauh sebelum,
misalnya Indonesia merdeka. Salah satu bukti betapa manajemen telah ada
adalah dengan adanya bukti Piramida di Mesir. Adanya bangunan Piramida di
Mesir menunjukkan bahwa pada zaman dulu telah ada serangkaian kegiatan
yang diatur sedemikian rupa, mengikuti tahapan-tahapan tertentu yang telah
disiapkan hingga bangunan Piramida yang megah ditengah gurun pasir dapat
menjadi decak kagum masyarakat diseluruh dunia dari dulu hingga kini. Dari
sejarah dapat kita ketahui bahwa tidak kurang dari ribuan orang telah terlibat
dalam pembangunan Piramida di Mesir. Banyak lagi contoh yang dapat kita
lihat sebagaai bukti bagaimana orang-orang dahulu telah menerapkan
manajemen dalam kehidupannya.
Manajemen secara keilmuan baru terumuskan kurang lebih di akhir
abad 18 atau awal abad 19 masehi, diantara tokoh yang mula-mula
memperkenalakan manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (17711858) dan Charles Babbage (1792-1871).
Owen, seorang pembaru dan industrialis dari Inggris adalah diantara
tokoh pertma yang menytakan perlunya sumber daya manusia didalam
organisasi dan kesejahtraan pekerja. Sedangkan Babbage, seorang ahli
matematika dari Inggris adalah orang yang pertama kali berbicara mengenai
pentingnya efisiensi dlam proses produksi. Dia meyakini akan perlunya
pembagian kerja dan perlunya penggunaan matematika dalam efisisensi
penggunaan fasilitas dan material produksi. Setelah owen dan Babbage,
tokoh-tokoh manajemen lain bermunculan seiring dengan perubahan besarbesarandari kegiatan revolusi industri dan perkembangan kegiatan ekonomi
dari satu negara kenegara lainnya.

B. Tiga Kelompok Pemikiran Dalam Ilmu Manajemen


1. Persfektif Manajemen Klasik

Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 2

Persfektif

manajemen

klasik

atau

classical

management

perspective terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu mereka yang


memandang manjemen sebagai suatu proses saintifik (scientific
management) dan manajemen sebagai sebuah kegiatan administrasi
(administrative management).
a. Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik
Di awal abad 20, produktivitas menjadi salah satu masalah
terbesar yang dihadapi oleh organisasi bisnis. Bisnis pada saat itu
sangat berkembang dan modal juga tersedia dengan mudah, akan
tetapi output yang dihasilkan oleh para pekerja, terutama yang
memenuhi standar tidak dapat memnuhi kebutuhan masyarakat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa produktivitas pekerja dalam
menghasilkan output produk yang diperlukan oleh masyarakat sangat
rendah. Para manajer berusaha mencari jalan keluar untuk
memperbaiki produktivitas kerja ini. Di antara ide yang telah
dihasilkan adalah dengan meningkatkan produktivitas pekerja secara
individual. Ide yang dihasilkan pada masa ini pada giliran berikutnya
dikenal sebagai kelompok aliran manajemn saintifik (scientific
management). Di antara tokoh-tokoh kontributor dalam kelompok ini
adalah Fredrich Winslow Taylor (1856-1915), Frank Gilberth (18681924), dan Lilian Gilberth (1878-1972).
Di antara kontribusi yang pernah diberikan Taylor adalah apa
yang yang dinamakan dengan Time and Motion Studies atau studi
mengenai penetapan standar kerja yang didasarkan pada perhitungan
waktu. Ide ini dirumuskan pada saat Taylor bekerja di Midvale Steel
Company di Philadelpia. Ide ini berangkat dari kenyataan bahwa para
pekerja di perusahaan bekerja di bawah standar dari apa yang
sebenarnya mampu mereka kerjakan.
Selain itu kontribusi yang dihasilkan Taylor adalah sebagaimana
ketika dia berada di Perusahaan Simonds. Taylor merumuskan dan
memperkenalkan konsep desain pekerjaan, cuti untuk pemulihan
produktivitas kerja, termasuk mengimplementasikan upah insentif

Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 3

diferensial yang telah dijalankannya di perusahaan. Apa yang telah


dirumuskannya tersebut dinamakan sebagai scientific management
approach atau pendekatan manajemen saintifik. Pendekatan ini
dirumuskannya
1
Merumuskan
pendekatan
dalam setiap
jenis pekerjaan
untuk
menggantikan
pendekatan
yang lama
yang sudah
dianggap
baku

melalui

langkah-langkah

digambarkan sebagai berikut:


2
Secara ilmiah
dilakukan seleksi
atas tenaga kerja
dan pemberian
pelatihan bagi
tenaga kerja agar
dapat menjalankan
tugas sebagaimana
dijelaskan dalam
langkah pertama

proses

3
Memberikan
pengarahan dan
pemantapan atas
pekerja untuk
memastikan
bahwa mereka
melakukan
pekerjaan yang
telah ditugaskan
sesuai dengan
stndar

sebagaimana
4
Melanjutkan langkahlangkah pengerjaan
sebagaimana yang
telah dicapai pada
langkah-langkah
sebelumnya dengan
menggunakan tenaga
kerja yang mampu
menyelesaikan
pekerjaan sebagaimana mestinya

Secara ringkas, keempat langkah tersebut lebih dikenal sebagai


4 prinsip dasar manajemen ilmiah dari Taylor yang terdiri dari:
1) Pengembangan metode ilmiah dalam manajemen agar metode
terbaik dalam pengerjaan tugas dapat ditentukan.
2) Seleksi ilmiah untuk karyawan agar dalam pemberian tugasnya
sesuai dengan kualifikasinya.
3) Pendidikan dan pengembangan ilmiah dari karyawan.
4) Kerja yang sama yang baik antara manjemen dan tenaga kerja.
Karena kontribusinya ini, Fredrich W. Taylor dikenal sebagai
Bapak Manajemen Imniah atau Father of Scientific Management.
Selain Taylor, kontributor lainnya dalam kelompok manajemen
imiah adalah pasangan suami istri Frank dan Lilian Gilberth. Di antara
kontribusi yang Frank Gilberth telah berikan adalah metode efisiensi
dalam pekerjaan kontruksi yang memerlukan pengaturan bahan-bahan
bangunan.

Metode

yang

mereka

perkenalkan

telah

mampu

meningkatkan efisien pekerjaan kontruksi dan meningkatkan output


sebesar 200%. Berbeda dengan suaminya, Lilian Gilberth banyak
memberikan kontribusi dalam bidang psikologi industri dan
manajemen sumber daya manusia, termasuk bagaimana pentingya
bekerja secara tim dalam sebuah organisasi bisnis. Secara ringkas
Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 4

pasangan ini telah memberikan kontribusi berupa metode-metode


guna peningkatan efisiensi dalam pekerjaan.
Selain pasangan Gilberth, dikenal juga seorang yang bernama
Henry L. Gantt(1861-1919) yang memperkenalkan 4 gagasan untuk
meningkatkan kegiatan manajemen, yaitu:
1) Kerja sama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan
pimpinan.
2) Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan.
3) Sistem insentif untuk merangsang produktivitas karyawan dan
organisasi.
4) Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.
Salah satu persoalan yang seringkali dialami dalam organisasi
adalah

pemborosan

dan

ketidakefesienan

atau

inefisiensi.

Ketidakefisienan sesungguhnya akan menjadi penghambat tercapainya


tujuan. Berdasarkan hal ini, seorang yang bernama Harrington
Emerson (1853-1931) memberikan kontribusi berharga dalam dunia
manajemen dengan memperkenalkan 12 prinsip-prinsip efisiensi,
yaitu:
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas


Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis
Adanya staf yang memiliki kualifikasi yang tepat
Adanya kedisiplinan
Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil
Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan
terpercaya sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau

akuntansi
7) Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan, dan
oembagian kerja
8) Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi
kualitas kerja maupun waktu pengerjaan
9) Kondisi pekerjaan perlu distandarisasi
10) Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan
11) Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar
12) Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana
pemberian insentif.
b. Kelompok Manajemen Administrasi

Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 5

Berbeda dengan kelompok manajemen ilmiah yang memiliki


pandangan bahwa peningkatan produktivitas organisasi dapat dicapai
ketika produktivitas individu ditingkatakan, kelompok manajemen
administrasi melihat bahwa perubahan produk-produktivitas tersebut
harus dilakukan secera menyeluruh dalam sebuah organisasi.
Perubahan produktivitas secara individual, menurut kelompok ini, tak
akan berarti apa-apa jika faktor-faktor lain dalam organisasi secara
keseluruhan tidak juga diperhatikan dan dilakukan perubahan.
Diantara kontributor kelompok ini adalah Henry Fayol (1841-1925),
Lyndall Urwick (1891-1983), dan Max Weber (1864-1920)
Henry Fayol, seorang industrialis Perancis, sessungguhnya
merupakan kontributor utama dalam kelompok ini. Fayol juga
termasuk tokoh pertama yang memperkenalkan kegiatan-kegiatan
oprasional dari sebuah perusahaan, yaitu kegiatan teknis, kegiatan
komersial, kegiatan keuangan, kegiatan keamanan, kegiatan akuntansi,
dan kegiatan manajerial. Adapun kegiatan manajerial yang dimaksud
adalah kegiatan yang terdiri dari fungsi-fungsi manajemen, yaitu
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemberian
perintah (directing atau leading), pengoordisaian (coordinating), serta
pengawasan dan pengendalian (controling). Fayol meyakini bahwa
keseluruhan fungsi manajemen ini merupakan inti dari katan
manajemen.
Untuk dapat menjalankan keseluruhan fungsi-fungsi manajemn
tersebut maka Fayal memperkenalkan 14 prinsip yang mesti di
jalankan agar keseluruhan dari fungsi manajemen dapat di laksanakan
sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara lebih efektif dan
efisisen. Keempat belas prinsip tersebut, yaitu :
1) Pembagian kerja
2) Wewenag
3) Disiplin
4) Kesatuan perintah
5) Kesatuan pengarahan
6) Meltakkan kepentingan perseorangan dibawah kepentingan
umum
Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 6

7) Bala jasa
8) Sentralisasi
9) Garis wewenang (scalar system )
10) Order
11) Keadilan
12) Stabilitas staf dalam organisasi
13) Inisiatif
14) Esprit de corps (semangat kerja)
Selain Fayol, Lyndall juga menekankan pentingnya fungsifungsi manajemen dalam kegiatan organisasi. Diantara kontribusinya
adalah lahirnya semacam panduan atau guidelines bagi pelaksanaan
fungsi-fungsi manajemn dalam oganisasi
Sekalipun Max Weber hidup sezaman dengan Fayol dan Urwick
namun kontribusinya dalam teori manajemen baru di kenali setelah
tahun 1947. Weber seorang ahli sosiologi dari Jerman, memberikan
kontribusi mengenai pentingya birokrasi dan prosedur dalam kegiatan
manajemen. Birokrasi dan prosedur merupakan salah satu kegiatan
manajmen yang harus dilakukan agar keseluruhan organisasi bisa
dijalankan dengan lancar dan mencapai tujuannya
2. Perspektf Manajemen Perilaku
Berbeda dengan persfektif

manajemen

kelasik,

perspektif

manajemen perilaku (behavioral management perspective) justru


menekankan pada pentingnya manejemen memerhatikan perilaku dan
kebiiasaan individu manusia yang terdapat dalam sebuah organisasi dan
perntingnya pula manajemen melakukan perubahan perilaku dan
kebiasaan manusia yang ada dalam organisasi agar organisasi berjalan
dengan baik.
Persfekif manajemen perilaku banyak dipengaruhi oleh konsepkonsep psikologi yang diaplikasiakan dalam sebuah industri. Tidak
heran, diantara kintrributornya adalah seorang psikolog Jerman yang
bernama Hugo Munstberg (1863-1916). Munstberg menyatakan bahwa
para psikolog bisa memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam
sebuah kegiatan bisnis atau industri dalam hal seleksi pekerja dan upayaupaya yang dapat memotivasi pekerja.

Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 7

Selain Munstberg, Mary Parker Follet termasuk kontributor utama


dalam persfektif manajemen perilaku. Definisnya mengenai manjemen,
seni dalam menyelesaikan suatu pekerjaan melalui orang lain,
menunjukkan bahwa tugas manajemen tidak saja melakukan kegiatan
sistematis dalam rangka pencapaian tujuan, tetapi merupakan juga seni
dalam memahami perilaku orang lain sehingga dapat diarahkan kepada
pencapaian tujuan.
3. Persfektif Manajemen Kuantitatif
Kelompok ketiga dalam melakukan pendekatan studi manajemen
adalah persfektif manajemen kuantitatif, yaitu persfektif yang mulai
tumbuh dan berkembang setelah perang dunia kedua. Persfektif
kelompok ini adalah melakukan adopsi pendekatan manajemen
matematika dalam menjalankan prinsip-prinsip manajemen terdahulu
sebagaimana misalnya telah diperkenalkan oleh Fredrich W. Taylor dan
diterapkan dalam pengendalian bahan logistik militer Amerika.Kelompok
manajemen kuantititaf terbagi atas 2 macam persfektif, yaitu:
a. Persfektif Manajemen Sains
Penggunaan istilah manajemen sains ini agak mirip dengan
manajemen saintifik. Akan tetapi, persfektif manajemen sains ini
lebih menekankan pada penggunaan model matematika dalam
penyelesaian seluruh kegiatan dan persoalan manajemen. Sebuah
model matematika pada dasarnya merupakan representasi dari
sebuah sistem, proses dan hubungan antar subsistem dalam sistem
tersebut. Sehingga bisa disimpulkan bahwa persfektif ini mencoba
menjelaskan realitas dalam kegiatan manajemen organisasi melalui
model.
b. Persfektif Manajemen Operasi
Pendekatan manajemen operasi merupakan salah satu bentuk
aplikasi manajemen sains yang lebih memfokuskan kegiatan tertentu
dalam kegiatan manajemen operasional. Manajemen operasi
membantu manajemen agar dapat melakukan kegiatan produksi
secara lebih efektif dan efisien.

Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 8

C. Teori Manajemen Kontemporer


Ilmu manajemen berkembang hingga kini (kontemporer) yang
perkembangannya terjadi dalam berbagai bentuk dan konsep manajemen.
Secara garis besar, pengembanganny ini dapat terbagi menjadi dua, yaitu;
1. Persfektif Sistem Dalam Manajemen
Persfektif sistem merupakan salah satu konsep penting dalam ilmu
manajemen kontemporer. Sistem didefinisikan sebagai kesatuan elemenelemen dalam organisasi yang memiliki fungsinya masing-masing,
terintegrasi satu sama lain secara menyeluruh dan melalui sebuah proses
diarahkan untuk pencapaian suatu tujuan. Persfektif sistem dalam
manajemen pada dasarnya berupaya untuk mewujudkan tujuan organisasi
berupa output yang bermanfaat bagi lingkungan dengan melakukan proses
transformasi dan faktor infut yang diperoleh dari lingkungan. Adapun yang
termasuk kedalam subsistem-subsistem atau elemen-elemennya adalah
dari mulai sumber daya manusia, bahan baku, informasi, uang (input), dan
kemudian sistem administrasi, sistem operasi, teknologi, dan sistem
kontrol (proses transformasi) dan barang atau jasa, output informasi,
maupun perilaku pekerjaan (output).
2. Persfektif Kontingensi dalam Manajemen
Salah satu persfektif dalam manajemen yang juga cukup populer saat
ini adalah persfektif kontingensi. Pendekatan seperti klasik, perilaku dan
kuantitatif dalam manajemen dapat dikatakan sebagai persfektif yang
universal dalam manajemen karena memberikan semacam jalan yang
tepat dan umum (obe best and general way) untuk melakukan kegiatan
manajemen. Pendekatan kontigensi justru merupakan kebalikannya.
Pendekatan kontingensi memandang bahwa dikarenakan karakteristik
organisasi berbeda dengan yang lainnya, maka pendekatan manajemen
yang harus duberikan juga secara otomatis akan berbeda.

Berbagai Isu Kontemporer Seputar Perkembangan Ilmu Manajemen

Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 9

Berbagai

pendekatan

manajemen

hingga

sekarang

ini

terus

bermunculan. Apakah pendekatan tersebur merupakan sebuah rekontruksi


atas teori manajemen yang terdahulu maupun pendekatan barudalam ilmu
manajemen. Diantara berbagai isu seputar ilmu manajemen adalah
diantaranya yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Downsizing
Diversity management
Teknologi informasi (Information technology)
Globalisasi
Etika dan tanggung jawab sosial
Managing for quality
Ekonomi jasa (Service economy)

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari isi makalah ini yaitu:
1. Pada dasarnya terdapat tiga kelompok besar dalam melihat tori dan
praktik manajemen. Ketiga kelompok tersebut adalah kelompok
manajemen klasik, manajemen perilaku, dan manajemen kuantitatif.
2. Pendekatan yang dilakukan oleh ketiga kelompok tersebut dapat
dikatakan sebagai pendekatan universal dalam manajemen karena selain
hampir dapat dilakukan oleh semua orang dan organisasi di seluruh

Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 10

dunia, juga menawarkan sebuah jalan penyelesaian yang tepat atau paling
tidak cara yang umum dalam melakukan kegiatan manajemen organisasi.
3. Salah satu pendekatan lain yang muncul adalah pendekatan kontingensi
yang memandang bahwa tidak ada pendekatan yang universal dalam
kegiatan

manajemen

organisasi.

Pendekatan

manajemen

sangat

kontekstual, tergantung situasi yang dihadapi oleh masing-masing


organisasinya.
4. Ada berbagai isu kontemporer yang terkait dengan dunia teori dan
praktik manajemen. Berbagai isu tersebut meliputi isu seputar
downsizing, diversity management, teknologi informasi, globalisasi,
etika dan tanggung jawab sosial, management for quality, hingga
ekonomi jasa (service economy).
B. Saran
Adapun saran untuk pembaca, yaitu sebagai berikut :
1. Memahami dengan seksama dan benar tentang Perkembangan Ilmu
Manajemen
2. Memahami dan mencari pengetahuan mengenai materi dalam makalah
ini.
DAFTAR PUSTAKA
Hanafi. 2002. Pengantar Manajemen. Graha Ilmu: Yogyakarta.
Tisnawati S. Ernie dan Kurniawan S. 2005. Pengantar Ilmu Manajemen, Edisi I.
Kencana: Jakarta.

Perkembangan Ilmu Manajemen (Kelompok III) | 11