Anda di halaman 1dari 8

JTM Volume 4 Nomor 03 Tahun 2016, 155- 162

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP TINGKAT KELEMBABAN TEMBAKAU


SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUKSI SIGARET KRETEK TANGAN
Tomy Peter
S1 Pendidikan Teknik Mesin Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
Email: petertomy78@gmail.com

Dyah Riandadari
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
Email: dyahreri@yahoo.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian kualitas yang dilakukan oleh PT. X terhadap tingkat
kelembaban tembakau, mengetahui tingkat kelembaban tembakau di PT. X, dan faktor-faktor penyebab
penyimpangan nilai kelembaban tembakau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Statistical
Quality Control (SQC) dengan peta kendali variabel. Penelitian ini dilakukan pada tembakau yang siap
diproduksi menjadi sigaret kretek tangan. Tahap pelaksanaan penelitian disesuaikan dengan langkah-langkah
pengukuran kelembaban tembakau, perhitungan Statistical Quality Control, dan analisis penyebab
penyimpangan tingkat kelembaban tembakau. Pengukuran kelembaban tembakau secara garis besar
menunjukan tingkat kelembaban tembakau masih dalam batas standar perusahaan, meskipun ada beberapa
waktu dimana kelembaban tembakau berada diluar standar perusahaan. Perhitungan Statistical Quality
Control menunjukan secara umum tingkat kelembaban tembakau masih dalam batas pengendalian namun
masih ada beberapa nilai kelembaban tembakau yang masih diluar batas kendali. Faktor-faktor penyebab
penyimpangan nilai kelembaban tembakau yakni pekerja, gudang penyimpanan, bahan baku, dan cuaca.
Kata Kunci: Pengendalian Kualitas Statistik, Kelembaban Tembakau, Sigaret Kretek Tangan.
Abstract
This study aims to determine the quality control conducted by PT. X against the tobacco moisture level,
knowing the moisture level of tobacco in PT. X, and the factors that cause deviation value for tobacco
moisture. The method used in this study is the Statistical Quality Control (SQC) with variable control chart.
Research was conducted on tobacco that is ready to be manufactured into hand rolled cigarettes.
Implementation Phase customized research with measures of tobacco moisture measurement, calculation
Statistical Quality Control, and analyzes the causes of deviations humidity level of tobacco. Tobacco
moisture measurement in outline indicates the level of humidity tobacco still within the limits of the
company's standard, although there are some times when the tobacco moisture are beyond the company's
standards. Calculation of Statistical Quality Control shows the general level of humidity within the limits
of tobacco control but there are still some tobacco moisture values are still outside the control limit. The
factors that cause deviation value for tobacco moisture that is labor, warehouse, raw materials, and weather.
Keywords: Statistical Quality Control, Humidity Tobacco, Hand Rolled Cigarettes.

mempelajari tentang teknik /metode pengendalian kualitas


berda-sarkan prinsip/ konsep statistik. Pada pengendalian
kualitas statistik, penggambaran ukuran kualitas
dibedakan menjadi 2 yakni variable dan attribute.
variable digunakan untuk karakteristik kualitas suatu
produk dinyatakan dengan besaran yang dapat diukur
(besaran kontinu), sedangkan attribute digunakan untuk
karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan
apakah produk tersebut memenuhi kondisi atau
persyaratan tertentu, bersifat dikotomi, jadi hanya ada dua

PENDAHULUAN
Proses produksi rokok membutuhkan pengendalian
kualitas yang tepat untuk menjaga dan mengarahkan
kualitas produk sebagaimana yang telah direncanakan.
Macam-macam pengendalian kualitas statistik, six sigma,
dan capacity requirement planning. Setiap pengendalian
kualitas memiliki keunggulan dan kelemahan yang
berbeda-beda. Salah satu cara pengendalian kualitas
adalah pengendalian kualitas statistik. Ilmu yang

155

Analisis Pengendalian Kualitas Terhadap Tingkat Kelembaban Tembakau Sebagai Bahan Baku Produksi
Sigaret Kretek Tangan

kemungkinan baik dan buruk. Tujuan pengendalian


kualitas statistik adalah memperoleh jaminan kualitas
(Quality Assuran-ce) dapat dilakukan dengan Aceceptance
Sampling Plans, dan menjaga konsistensi kualitas,
dilaksanakan dengan control chart.
Keuntungan dari pengendalian kualitas statistik
adalah:
Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi
biaya.
Menjaga kualitas lebih uniform
Mengurangi rework dan pembuanganInspeksi
yang lebih baik.
Spesifikasi lebih baik. (Agus, 2013)
Berdasarkan hasil wawancara oleh Pak Antonius
selaku kepala bagian bahan baku di PT. X bahwa proses
pengolahan tembakau di PT. X tidak menggunakan
pengendalian kualitas. Dalam proses pengolahan
tembakau metode yang digunakan masih tradisional
dengan menggunakan manusia sebagai unsur utama
sebagai pelaku proses pengolahan tembakau itu sendiri.
Proses pengolahan tembakau meliputi proses pengaturan
tingkat kelembaban tembakau. Tingkat kelembaban
tembakau sangat berpengaruh terhadap cita rasa suatu
poduk rokok. Pada kenyataannya seringkali proses
pengaturan tingkat kelembaban tembakau tidak merata.
Hal ini menyebabkan tingkat kelembaban tembakau
seringkali tidak sesuai dengan standar yang ditentukan
oleh perusahaan. Ketidak-sesuain tersebut menyebabkan
kualitas rokok menjadi berkurang, yang pada akhirnya
bisa menyebabkan penurunan minat konsumen, konsumen
akan berpindah ke lain produk.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas tembakau yang
hendak diproduksi, pengendalian kualitas yang mampu
memecahkan permasalahan tersebut adalah Pengendalian
Kualitas Statistik.
Atas dasar masalah tersebut, peneliti mencoba
menerapkan pengendalian kualitas statistik dalam proses
pengaturan tingkat kelembaban tembakau, dengan harapan
tingkat kelembaban tembakau bisa dikendaliakan dan
disesuaikan dengan standar yang ditetapkan perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui tingkat
kelembaban tembakau sebagai bahan baku produksi
sigaret kretek tangan di PT. X, Mengetahui faktor-faktor
penyebab ketidaksesuaian tingkat kelembaban tembakau
sebagai bahan produksi sigaret kretek tangan di PT. X.
Manfaat penelitian ini adalah analisis pengendalian
kualitas dengan metode pengendalian kualitas statistik
diharapkan dapat membantu mengatasi masalah yang
ditemukan seputar tingkat kelembaban tembakau.
METODE
Jenis Penelitian

Berdasarkan fungsinya penelitian ini termasuk jenis


penelitian terapan yang dilakukan berkenaan dengan
kenyataan-kenyataan
praktis,
penerapan
dan
pengembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh
penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan
berfungsi untuk mencari solusi tentang masalah-masalah
tertentu, yang mana tujuan utamanya adalah menemukan
pemecahan masalah sehingga hasil penelitian dapat
bermanfaat baik kepentingan individu atau kelompok baik
industri atau politik. (Sukardi, 2003).
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di PT. X, Jawa Timur. Adapun
waktu pelaksanaan pelaksanaan penelitian adalah 2 Mei
2016 sampai dengan 13 Juni 2016.
Sumber Data
Sumber data ini adalah data pegaturan tingkat
kelembaban tembakau pada tahun 2013 hingga 2015. Serta
data tengtang metode pengaturan tingkat kelembaban
tembakau di PT. X.
Prosedur Penelitian
Prosedur dalam penelitian ini adalah dibagi menjadi
beberapa tahap yaitu tahap pra lapagan, studi lapangan,
tahap analisis data dan penarikan kesimpulan yang secara
rinci dapat dijelaskan melalui alur sebagai berikut:

Gambar 1. Prosedur Penelitian


Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dapat dijelaskan dengan langkahlangkah pembuatan tabel analisis hasil pengukuran
kelembaban tembakau selama satu tahun.
Tabel 1. Tabel Pengendalian Kualitas
No

Bulan
X1

Januari

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

Jumlah Tembakau
X2
X3
X4

X5

JTM Volume 4 Nomor 03 Tahun 2016, 155- 162

Setelah tabel lengkap dengan data maka dilanjutkan


dengan menggunakan metode X-chart dan R-Chart. Hal
pertama yang dilakukan adalah menghitung Garis tengah
dengan menggunakan rumus berikut :
Menghitung Garis tengah dari peta kendali X.
X

... X

Selanjutnya menghitung Range rata-rata atau Garis


Tegah peta kendali R dengan menggunakan rumus berikut:
Menghitung Range rata-rata / Garis Tegah peta kendali R

Gambar 4. Diagram Fish bone


HASIL DAN PEMBAHASAN
Spesifikasi Tembakau
Hasil penelitian yakni ada dua jenis tembakau yang
digunakan sebagai bahan baku yakni tembakau jenis jawa
dan virgina voor oogst. Standar tingkat kelembaban
tembakau yang ditentukan oleh perusahaan yakni 12%
hingga 14%.

R R ... R
m
R 1 2
m

Menghitung Batas Pengendali Atas dan Bawah dari


peta kendali X dengan rumus berikut :
3

BPA X
d
BPB X

R
n

2
3

Perhitungan Statistical Quality Control


Hasil analisis dari data kelembaban tembakau tahun 2014
dengan metode pengendalian kualitas statistik sebagai
berikut :
Tabel 2. Hasil Pengukuran Kelembaban Tembakau
Tahun 2013

Menghitung Batas Pengendali Atas dan Bawah dari


peta kendali R dengan rumus berikut :
R
BPA R 3d 3
d2
BPB R 3d 3

R
d2

Observasi Dalam Sampel (n)

Bulan

Selanjutnya Menggambar Peta Kendali X dan Peta


Kendali R seperti gambar berikut :

Gambar 2. Contoh Peta Kendali


Membuat diagram pareto dan diagram fish bone
seperti berikut :

X1

X2

X3

X4

X5

Januari

13.712

12.766

14.712

12.903

13.650

67.743

13.549

1.946

Februari

13.294

13.360

13.498

12.747

13.978

66.877

13.375

1.231

Maret

12.241

13.393

13.569

13.569

12.537

65.309

13.062

1.328

April

12.929

13.458

13.280

13.511

13.773

66.951

13.390

0.845

Mei

13.392

13.327

13.150

12.793

13.650

66.312

13.262

0.857

Juni

13.228

13.579

13.824

13.091

13.411

67.132

13.426

0.733

Juli

13.553

13.830

13.994

13.490

13.366

68.232

13.646

0.628

Agustus

12.863

13.184

13.091

12.853

13.897

65.887

13.177

1.044

September

13.048

12.293

12.868

12.341

12.818

63.368

12.674

0.755

Oktober

12.919

13.399

12.525

12.463

12.941

64.247

12.849

0.936

November

13.005

12.263

13.022

12.774

12.833

63.898

12.780

0.759

Desember

12.661

13.487

13.287

12.637

13.524

65.596

13.119

0.887

Menentukan Garis Tengah :


Peta Kendali X

X
X
X

rata-rata

Peta Kendali R

= X : 12

R = R : 12

= 158.3100903 : 12

R = 11.94938601/ 12

= 13.19250753
R = 0.995782167
Menentukan Batas Pengendalian Atas Peta Kendali X
Gambar 3. Diagram Pareto

157

Analisis Pengendalian Kualitas Terhadap Tingkat Kelembaban Tembakau Sebagai Bahan Baku Produksi
Sigaret Kretek Tangan

Jika 3/d2n = A2 Nilai A2 diambil dari tabel


faktor guna membentuk grafik pengendali
variable pada lampiran
Maka, BPA = X + A2 x R
BPA = 13.19250753 + 0.577 x 0.995782167
BPA = 13.76707384
Menentukan Batas Pengendalian Bawah Peta Kendali X :
Jika 3/d2n = A2
Maka, BPB = X - A2 x R
BPB = 13.19250753 - 0.577 x 0.995782167
BPB = 12.61794121
Menentukan Batas Pengendalian Atas Peta Kendali R
Jika 1 + 3d3/d2 = D4 Nilai D4 diambil dari
tabel faktor guna membentuk grafik pengendali
variable pada lampiran
BPA R 3d 3

R
d2

BPA = R x D4
BPA = 0.995782167 x 2.114
BPA = 2.105083502
Menentukan Batas Pengendalian Bawah Peta Kendali R
Jika 1 - 3d3/d2 = D3 Nilai D3 diambil dari tabel
faktor guna membentuk grafik pengendali
variable pada lampiran
BPB R 3d 3

R
d2

BPA = R x D3
BPA = 0.995782167 x 0
BPA = 0
Menggambar Peta Kendali X dan Peta Kendali R

PETA KENDALI R

2.5
2
1.5
1

0.5
0

Gambar 6. Peta Kendali R Tahun 2013


Hasil analisis dari data kelembaban tembakau tahun 2014
dengan metode pengendalian kualitas statistik sebagai
berikut :
Tabel 3. Hasil Pengukuran Kelembaban Tembakau
Tahun 2014
Observasi Dalam Sampel (n)

X rata-rata

13.516

66.684

13.337

0.782

15.743

15.496

75.248

15.050

2.533

13.353

13.569

13.385

67.158

13.432

0.654

13.424

13.739

13.511

13.124

66.982

13.396

0.615

13.052

13.327

13.150

13.708

12.805

66.043

13.209

0.903

Juni

13.399

13.579

13.654

13.548

13.796

67.977

13.595

0.397

Juli

13.132

13.073

12.979

13.574

13.026

65.785

13.157

0.595

Agustus

13.592

13.437

13.091

13.587

13.786

67.494

13.499

0.696

September

12.919

13.268

12.996

13.320

13.137

65.641

13.128

0.401

Oktober

13.516

13.654

13.477

13.452

13.498

67.597

13.519

0.202

November

13.450

13.524

13.627

13.503

13.843

67.947

13.589

0.393

Desember

13.327

13.446

13.645

13.596

13.559

67.574

13.515

0.318

Bulan
X1

X2

X3

X4

X5

Januari

12.859

13.641

13.241

13.427

Februari

13.209

15.631

15.169

Maret

13.099

13.752

April

13.184

Mei

Menentukan Garis Tengah :


Peta Kendali X

X
X
X

Gambar 5. Peta Kendali X Tahun 2013

Peta Kendali R

= X : 12

R = R : 12

= 162.4257308: 12

R = 8.489939522/ 12

= 13.53547757
R = 0.70749496
Menentukan Batas Pengendalian Atas Peta Kendali X
Jika 3/d2n = A2 Nilai A2 diambil dari tabel
faktor guna membentuk grafik pengendali
variable pada lampiran
Maka, BPA = X + A2 x R
BPA = 13.53547757 + 0.577 x 0.70749496
BPA = 13.94370216
Menentukan Batas Pengendalian Bawah Peta Kendali X :
Jika 3/d2n = A2
Maka, BPB =

- A2 x R

JTM Volume 4 Nomor 03 Tahun 2016, 155- 162

BPB = 13.53547757 - 0.577 x 0.70749496


BPB = 13.12725298
Menentukan Batas Pengendalian Atas Peta Kendali R
Jika 1 + 3d3/d2 = D4 Nilai D4 diambil dari
tabel faktor guna membentuk grafik pengendali
variable pada lampiran

Tabel 4. Hasil Pengukuran Kelembaban Tembakau


Tahun 2015
Observasi Dalam Sampel (n)

X rata-rata

12.661

63.612

12.722

0.122

13.078

13.052

64.951

12.990

0.142

12.823

12.859

12.929

64.527

12.905

0.149

12.996

12.945

12.979

12.903

64.755

12.951

0.093

12.833

12.900

12.950

12.948

12.961

64.593

12.919

0.128

Juni

12.935

12.926

12.974

13.031

12.996

64.862

12.972

0.105

Juli

12.961

12.906

12.957

13.082

13.043

64.951

12.990

0.176

Agustus

11.209

11.233

11.451

11.642

11.677

57.212

11.442

0.467

September

11.068

11.853

11.957

11.806

11.554

58.236

11.647

0.889

Oktober

12.919

12.868

12.774

12.938

12.836

64.336

12.867

0.163

November

12.961

12.979

12.945

12.996

12.900

64.781

12.956

0.096

Desember

12.952

13.087

12.992

12.935

13.031

64.997

12.999

0.152

Bulan

R
BPA R 3d 3
d2

BPA = R x D4
BPA = 0.70749496 x 2.114
BPA = 1.495644346
Menentukan Batas Pengendalian Bawah Peta Kendali R :
Jika 1 - 3d3/d2 = D3 Nilai D3 diambil dari tabel
faktor guna membentuk grafik pengendali
variable pada lampiran
R
BPB R 3d 3
d2

BPA = R x D3
BPA = 0.70749496 x 0
BPA = 0
Menggambar Peta Kendali X dan Peta Kendali R

X1

X2

X3

X4

X5

Januari

12.714

12.783

12.756

12.698

Februari

12.945

12.941

12.935

Maret

12.972

12.945

April

12.932

Mei

Menentukan Garis Tengah :


Peta Kendali X

X
X
X

Peta Kendali X
16
15
14
13
12

Peta Kendali R

= X : 12

R = R : 12

= 152.3622419: 12

R =2.681604746/ 12

= 12.69685349
R = 0.223467062
Menentukan Batas Pengendalian Atas Peta Kendali X
Jika 3/d2n = A2 Nilai A2 diambil dari tabel
faktor guna membentuk grafik pengendali
variable pada lampiran
Maka, BPA = X + A2 x R
BPA = 12.69685349 + 0.577 x 0.223467062
BPA = 12.82579398
Menentukan Batas Pengendalian Bawah Peta Kendali X :
Jika 3/d2n = A2

Gambar 7. Peta Kendali X Tahun 2014

Peta Kendali R
3

Maka, BPB = X - A2 x R
BPB = 12.69685349 - 0.577 x 0.223467062
BPB = 12.56791299
Menentukan Batas Pengendalian Atas Peta Kendali R
Jika 1 + 3d3/d2 = D4 Nilai D4 diambil dari
tabel faktor guna membentuk grafik pengendali
variable pada lampiran

2.5
2
1.5
1
0.5
0

BPA R 3d 3

R
d2

BPA = R x D4
BPA = 0.223467062 x 2.114
BPA = 0.472409369
Menentukan Batas Pengendalian Bawah Peta Kendali R :
Jika 1 - 3d3/d2 = D3 Nilai D3 diambil dari tabel
faktor guna membentuk grafik pengendali
variable pada lampiran

Gambar 8. Peta Kendali R Tahun 2014


Hasil analisis dari data kelembaban tembakau tahun 2014
dengan metode pengendalian kualitas statistik sebagai
berikut :

159

Analisis Pengendalian Kualitas Terhadap Tingkat Kelembaban Tembakau Sebagai Bahan Baku Produksi
Sigaret Kretek Tangan

BPB R 3d 3

R
d2

BPA = R x D3
BPA = 0.223467062 x 0
BPA = 0
Menggambar Peta Kendali X dan Peta Kendali R

Peta Kendali X

13.5
13
12.5
12
11.5
11
10.5

Gambar 9. Peta Kendali X Tahun 2015

Peta Kendali R

1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0

Pada tahun 2015 juga ditemukan beberapa


penyimpangan yakni pada bulan agustus dan september
yangmana nilai kelembaban tembakaunya dibawah
standar yang ditentukan perusahaan, hal ini menyebabkan
bulan agustus dan september keluar dari batas
pengendalian. Pada tahun 2015 juga ditemukan bulan yang
keluar dari batas pengendalian namun masih sesuai dengan
standar yang ditentukan. Ada sembilan bulan yang keluar
dari batas pengendalian. Keadaan ini menunjukan bahwa
pada tahun ini proses pengendalian kualitas tembakau
pada proses pengolahannya kurang baik, sebab masih ada
2 bulan yang nilainya dibawah standar. Walaupun terdapat
9 bulan yang nilai kelembaban tembakaunya diluar batas
pengendalian hal ini masih bisa ditoleransi sebab masih
sesuai dengan standar yang ada. Namun perlu adanya
perbaikan dalam proses pengolahan tembakau agar nilai
kelembaban tembakau bisa terkendali guna kualitas
tembakau yang hendak produksi menjadi baik dan sesuai
standar.
Diagram Pareto
Data diatas menunjukan bahwa nilai tembakau masih
sering berubah-ubah dengan range yang juga terkadang
terlalu tinggi setiap bulannya. Untuk mengetahui
presentase nilai kelembaban tembakau yang sesuai dengan
standar meupun diluar standar maka dibuatlah diagram
pareto seperti dibawah ini :

Desem

Nove

Oktober

Septe

Juli

Agustus

Juni

Mei

20%

April

Gambar 10. Peta Kendali R Tahun 2015

Maret

50%

Februari

Januari

Diagram Pareto
40%
30%
10%

Anaisis Data
Dari perhitungan diatas maka dapat disimpulkan
kelembaban tembakau pada tahun 2013 masih dalam batas
pengendalian dan masih sesuai dengan standard yang
ditentukan oleh perusahaan. Pada tahun 2013
pengendalian kualitas kelembaban tembakau pada proses
pengolahannya sudah baik.
Pada tahun 2014 terdapat penyimpangan nilai
kelembaban tembakau pada bulan februari. Hal ini
menyebabkan bulan februari keluar dari batas
pengendalian sebab nilai kelembaban tembakau pada
bulan februari tahun 2014 melebihi nilai standar yang telah
ditentukan oleh perusahaan. Keadaan ini menunjukan
bahwa proses pengendalian kualitas tembakau pada proses
pengolahan tembakaunya harus diperbaiki lagi agar
kelembaban tembakau yang hendak diproduksi bisa
terkendali.

0%

Gambar 11. Diagram Pareto Kelembaban Tembakau


Pada diagram pareto ini menjelaskan bahwa
kelembaban tembakau yang sesuai dengan standar yakni
yang dalam garis hijau sebanyak 81% dihitung dari bulan
januari tahun 2013 hingga bulan desember tahun 2015.
Sedangkan yang dibawah standar ditunjukkan dengan
garis merah sebelah kiri sebanyak 6%, dan yang melebihi
standar ditunjukan garis merah disebelah kanan sebanyak
3%.
Keadaan ini menunjukan bahwa jenis kerusakan
tembakau lebih banyak terjadi yakni kekeringan. Hal ini
perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pengolahan

JTM Volume 4 Nomor 03 Tahun 2016, 155- 162

tembakaunyaa walaupun dengan presentase yang sedikit


namun untuk menjaga kualitas maka diperlukan adanya
perlakuan yang lebih baik lagi dalam proses
pengolahannya agar kualitas tembakau yang hendak
diproduksi tidak keluar dari standar yang ada namun
sesuai standar yang telah ditentukan perusahaan dan
menjadi semakin baik lagi.

secukupnya bahkan sebagian tidak mengenyam sekolah.


Keterampilan dalam proses pengolahannya pun hanya
berdasarkan teori turun-temurun dengan metode yang
tradisional pula.
Sebagian besar para pekerja pun merupakan pekerja
harian lepas yang notabene pergantian pekerja pun sering
terjadi. Banyak pekerja yang keluar masuk perusahaan.
Hal ini menyebabkan proses pengolahan tembakau pasca
panen pun kurang maksimal.
Disisi lain proses kebutuhan produksi yang tidak
konstan menyebabkan proses pengolahan tembakau
kurang maksimal. Terkadang ada suatu tahun dimana
proses produksi meningkat, terkadang menurun pula. Hal
ini menyebabkan waktu proses pengolahan tembakau
pasca panen juga tidak konstan terkadang 8 tahun sudah
disiapkan untuk produksi terkadang 10 tahun baru
disiapkan untuk produksi. Waktu yang tidak stabil ini
menyebabkan kelembaban tembakau juga berubah-ubah
setiap tahunnya.
c. Bahan Baku
Bahan bakku pembuatan rokok yang utama adalah
tembakau. Jenis tembakau juga mempunyai daya
penyerapan kelembaban yang berbeda-beda.
Perusahaan ini menggunaka 2 jenis tembakau yakni
tembakau jenis virgina VO dan tembakau jenis jawa.
Tembakau jenis Virginia VO mempunyai daya serap
kelembaban yang cukup baik, sedangkan tembakau jenis
jawa mempunyai daya serap kelembaban yang tidak
terlalu baik. Tembakau yang mempunyai daya serap baik
akan lebih cenderung lembab, sedagkan yang mempunyai
daya serap tidak terlalu baik cenderung kering.
Masa panen tembakau seringkali tak menentu dimana
masa panen tembakau seringkali mengikuti permintaan
tembakau pasca panen untuk proses produksi menjadi
rokok. Masa panen tembakau yang tidak menentu ini
menyebabkan tembakau tidak siap untuk diproses ke tahap
beikutnya, yang mana tingkat kelembaban tembakau pasca
panen belum sesuai harapan atau standar kelembaban
tembakau yang telah ditentukan.
d. Cuaca
Cuaca alam disekitar Kabupaten Bojonegoro sering
mengalami perubahan walaupun tidak ekstrim namun
perubahan cuaca yang mendadak juga mempengaruhi
kelembaban tembakau. Ketika cuaca panas maka
diperlukan proses penyemprotan tembakau guna menjaga
kelembaban tembakau itu sendiri. Namun setelah
dilakukan penyemprotan terkadang cuaca mulai berubah
menjadi hujan. Kelembaban tembakau sangat sensitive
terhadap cuaca, hal ini menyebabkan kelembaban
tembakau pun sulit dikontrol.
Perubahan cuaca seringkali tidak bisa diprediksi dan
cenderung berubah-ubah akibat global warming. Cuaca
yang sulit diprediksi juga mempengaruhi proses

Diagram Fish Bone

Gambar 12. Diagram Fish Bone Kelembaban Tembakau


Diagram fish bone berguna untuk mencari tahu
penyebab terjadinya ketidak-sesuaian dalam proses
pengendalian kualitas. Pada penelitian ini dibuat pula
diagram fishbone seperti pada gambar 4.11, yangmana
menjelaskan penyebab terjadinya ketidak-sesuaian nilai
kelembaban tembakau yang hendak diproduksi dengan
standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Faktor-faktor
umum
yang
memepengaruhi
penyimpangan nilai kelembaban tembakau yang hendak
diproduksi yakni :
a. Gudang Penyimpanan
Gudang penyimpanan adalah tempat dimana tembakau
pasca panen di timbun selama 5 tahun - 10 tahun
tergantung dengan kebutuhan produksi.
Gudang yang dimiliki oleh perusahaan mempunyai
banyak sekali rongga udara, hal ini mampu merubah suhu
yang ada didalam ruangan dan tentunya akan berpengaruh
besar pada proses penimbunan tembakau pasca panen.
Sebab suhu udara sendiri adalah salah satu faktor yang
berpengaruh terhadapan kelembaban suatu zat padat.
Termometer untuk gudang pun hanya seperti pajangan
sebab proses pengolahan tembakau di dalam gudang
dilakukan dengan metode yang tradisional.
b. Pekerja
Pekerja juga menjadi faktor yang penting dalam
pengoalahan tembakau pasca panen, sebab pekerja lah
yang menentukan baik buruknya hasil olahan tembakau.
Rata-rata latar belakang pekerja pada bagian
pengolahan tembakau pasca panen adalah lulusan sekolah
161

Analisis Pengendalian Kualitas Terhadap Tingkat Kelembaban Tembakau Sebagai Bahan Baku Produksi
Sigaret Kretek Tangan

pengolahan kelembaban tembakau. Sebab para pekerja


kesulitan menentukan sikap ketika cuaca sering berubah
dan tidak bisa diprediksi. Kebingungan sikap dalam
mengolah kelembaban tembakau ini yang seringkali
menyebabkan kelembaban tembakau diluar standar yang
telah ditentukan oleh perusahaan.

PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut: Secara umum tingkat
kelembaban tembakau masih dalam batas pegendalian
namun ada beberapa bulan dimana terjadi penyimpangan
nilai standar dari yang telah ditetapkan perusahaan,
sehingga menyebabkan beberapa bulan tingkat
kelembaban tembakaunya
berada diluar
batas
pengendalian.
Secara umum penyimpangan kelembaban tembakau
disebabkan oleh pekerja yang seringkali terburu-buru,
kurang terampil, dan masih kurang pengalaman dalam
mengolah kelembaban tembakau. Gudang penyimpanan
yang terlalu banyak rongga udara dan suhu di dalam
ruangan sering berubah. Jenis tembakau yang berbeda,
masa panen yang tidak menentu. Cuaca yang sering
berubah, dan sulit diprediksi.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
tentang analisis pengendalian kualitas terhadap tingkat
kelembaban tembakau sabagai bahan baku produksi
sigaret kretek tangan.
Perusahaan perlu menerapkan pengendalian kualitas
pada proses pengolahan tembakau khususnya pada proses
pengaturan tingkat kelembaban tmbakau dengan metode
statistical quality control sehingga kualitas tembakau
sebagai bahan baku utama sigaret kretek tangan bisa lebih
meningkat dan sesuai dengan standar yang telah
ditentukan oleh perusahaan.
Perusahaan perlu meningkatan mutu sumber daya
manusia dengan cara pemberian pengetahuan dan
pelatihan tentang cara mengolah tembakau yang baik dan
benar agar dalam melakukan proses pengolahan tembakau
khususnya pada proses pengaturan tingkat kelembaban
tembakau bisa lebih baik lagi dan kualitas tebakau bisa
terjaga.
Gudang penyimpanan perlu diperbaiki dan disesuaikan
dengan standar gudang penyimpanan tembakau seperti
pada umumnya sehingga kualitas kelembaban tembakau
bisa terjaga dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Ahyari, Agus. 1999. Perencanaan Sistem Produksi.
Yogyakarta: BPFE-UGM
Assauri, Sofjan. 2004. Manajemen Produksi dan Operasi
(Edisi Revisi). Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
Depdikbud. (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
Feigenbaum, A.V. 1992. Kendali Mutu Terpadu (Edisi ke3). Jakarta: Erlangga
Gaspert. V. 2001. Metode Analisis Untuk Peningkatan
Kualitas, Jakarta: Pustaka Utama
Goetsch, D.L &Davis. 2004. Introduction to Total Quality,
Quality, Productivity, Competitiveness. New York:
Prentice Hall International Inc.
Montgomery, D.C. 2001. Introduction to Statistical
Quality Control ( Edisi ke-4). New York: John Wiley
& Sons.
Tim Penyusun. 2014. Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Unesa. Surabaya: Unesa.
UNESA. 2000. PedomanPenulisan Artikel Jurnal,
Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Negeri
Surabaya.
Wibisono, Nuran. 2014. Kretek: Kemandirian dan
Kedaulatan Bangsa Indonesia. Jakarta: Indonesia
Digdaya

Anda mungkin juga menyukai