Anda di halaman 1dari 4

Pertemuan 9

SISTEM INFORMASI STRATEGI: sistem yang terdiri dari sistem-sistem teknologi informasi
apapun di level manapun
yang dapat digunakan untuk mencapai
strategi perusahaan
Strategi: Cara mencapai tujuan corporate.
Penyelarasan Strategi dan goal IT: Merupakan penerapan STI di waktu dan cara yang tepat dan
harmoni dengan strategi-strategi, tujuan-tujuan dan kebutuhan bisnis
Bisnis mempengaruhi strategi :
vs
Strategi mempengaruhi bisnis :
Berawal dari atas, melalui
Berawal dari bawah, lebih
kegiatan operasi
complicated karena berasal dari visi
IT.
Contoh penerapan:
1. Visi kuliah bla bla bla membuat program e-learning bilang ke bagian TI transformasi.
2. Perusahaan lampu menciptakan kebutuhan dengan mendatangai sebuah hotel
difasilitasi dengan dirancangkan dan dipasangkan ketika ada kerusakan pihak hotel akan
menghubungi perusahaan lampu tersebut.

IT strategy fokus kepada value driver


4 tujuan dari IT strategic plan:
1. Meningkatkan pemahaman manajemen tentang batasan dan peluang IT
2. Mengukur kinerja saat ini
3. Mengidentifikasi kapasitas dan kebutuhan SDM
4. Memperjelas tngkat investasi yang dibutuhkan
IT Deployment Strategies:
1. In house development
2. Sourcing: onshore sourcing / offshoring.
Kebutuhan IT yang bersifat strategic dan kritikal tidak boleh di outsourching kan.
Contoh: software untuk pelayanan nasabah di sebuah bank
Proses perencanaan IT Strategic: (Turban halaman 315)

Balanced scorecard (BSC): metodologi dan alat untuk mengukur kinerja menggunakan 1
metrik keuangan dan 3 matrik non keuangan: (1) financial: pendapatan, cash flow dll; (2)

Customer: market share, brand image dll; (3) business process: cycle time, biaya per
transaksi dll; (4) innovation, learning & growth: R&D, kemampuan IT, dll
Cloud & Vendor Strategies: Cloud computing, SaaS (software as a service)
Misi Visi Tujuan Strategi Operasional Planning Diterapkan melalui IT Evaluasi
CEO harus memiliki pengetahuan strategic dan pengetahuan IT, Manajer fungsi boleh hanya
mengetahui pengetahuan IT.
Terdapat beberapa strategi guna memenangkan persaingan:
1. Porter Cost Leadership, Differentiation & Focus
2. Strategi lain Innovation, Alliance & Growth
Contoh perusahaan yang menerapkan sistem informasi strategi:
1. 7-Eleven Jepang Cost Leadership mengurangi biaya ruangan dengan menggunakan
ruangan yang tidak luas tapi dapat menampilkan produk yang diinginkan pelanggan,
mengurangi biaya sediaan dengan just-in time.
2. Dominos pizza Focus fokus kepada pengiriman pizza tepat waktu
3. Wal Mart & PNG Alliance mengurangi biaya inventori WalMart dengan
menghubungkan ke P&G sebagai pemasok.
Model-model Penerapan Strategi:
1. Five competitive forces model (Porter): ancaman pesaing yang sudah ada, ancaman
pesaing baru, ancaman produk subtitusi, bargaining power dari customer, bargaining
power dari pemasok.
2. Model bargaining power & comparative efficiency (Bakos & Treacy):
Kekuatan menawar: biaya-biaya pencarian, keunikan prduk, biaya-biaya berpindah
Efisiensi komparatif: efisiensi iinteral, efisiensi antar organisasi
3. Model value chain (Porter)
4. Lima tahapan Porter & Millar: (1) Menilai intensitas informasi, (2) Menentukan peran TI di
struktur Industri, (3) mengidentifikasi dan merangking cara-cara yang dilakukan TI untuk
membuat keuntungan strategic, (4) Menginvestigasi kemungkinan TI mengembangkan
bisnis baru, (5) membuat suatu rencana untuk mengambil keuntungan dari TI
5. Model Keen
6. Model Rekayasa Ulang
7. Model Manfaat (Notowidigdo)
8. Model Siklus Sumber Daya Konsumen
Hanya perusahaan-perusahaan di industry yang mempunyai intensitas informasi yang tinggi
saja yang membutuhkan sistem informasi strategic.
Faktor sukses penerapan sistem informasi strategic:
1. Organisasi harus mempunyai visi TI
2. Harus parallel dengan perencanaan strategic perusahaan
3. Menjadi yang pertama dalam peerapan SIS di iindustrinya
4. Kreatif menarik jangkauan dan lingkupan: pesaing mempunyai potensi leap frog (lompat
katak), sehingga harus tetep selalu meningkatkan sistem aplikasinya.
Faktor gagal penerapan sistem informasi strategic:
1. Perusahaan tidak mau atau tidak mampu mempertahankan investasi di masa depan
2. IT untuk sistem informasi tidak boleh gagal, kegagalan IT akan memalukan dan
menurunkan jasa, sehingga menurunkan nama baik perusahaan.
3. Penerapan SIS dapat menyebabkan tuntutan hokum dan melanggar regulasi contoh:
monopoli
4. Waktu penerapan SIS yang kurang tepat belum tentu konsumen bias menerima
5. Kualitas dari sumber-sumber daya sistem teknologi informasi yang kurang memadai
6. Prbedaan industry tidak semua industry membutuhkan SIS
7. Aliansi dapat menjadi pesaing pemasok dapat membuat perusahaan baru yang serupan
dengan aliansi nya

Sistem Teknologi Informasi antar Organisasi


SIS menghubungkan antara perusahaan dengan pemasok dan perusahaan dengan
pelanggan. Contoh: pemesanan tiket pesawat via online, perbankan melalui ATM.
Cara menarik teknologi informasi keluar sampai ke pemasok & pelanggan dengan IOS
(interorganization system):
1. Elektronik data Interchange (EDI): penggunaan sistem computer yang standar dibeberapa
organisasi untu dapat mengirimkan data secara elektronik melalui dokumen-dokumen
bisnis. Keuntungan: mempercepat kegiatan bisnis, pengurangan modal kerha, menghemat
biaya, meningkatkan hubunga dengan pelanggan dan pemasok, memungkinkan
melakukan perdagangan internasional
2. E-Commerce: penggunaan IT untuk melakukan kegiatan bisnis antara dua atau lebih
organisasi, antara sebuah organisasi dengan customer akhir melalui satu atau lebih
jaringan computer. Hambatan utama dari e-commerce adalah masalah keamanan.
3. E-Business tidak hanya melibatkan penjualan dan pembelian barang dan jasa, tetapi juga
melibatkan pelayanan kepada pelanggan, kerja sama dengan partner bisnis dan
melakukan transaksi ekonomi dalam suatu organisasi. Artinya E-business lebih luas dari
E-Commerce

Henderson dan Venkatranman (1999), menawarkan empat macam perspektif proses


keselarasan lintas domain antara strategi & STI, yaitu :
1. Eksekusi strategi
2. Transformasi teknologi
3. Potensial kompetitif
4. Level pelayanan