Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PRAKTIKUM

MANAJEMEN RESIKO (AUDIT CODING)


PENYELESAIAN SEBAB MASALAH DATA MORBIDITAS DENGAN
METODE ROOT CAUSE ANALYSIS

OLEH:
RONI SANDI ARIFIN

(G41130750)

IVANA EKA PRILIANTI

(G41130754)

FEBRIANTI JUWITASARI

(G41130762)

ILHAM MULIA SANDI

(G41130797)

NIKFATUL LUTFIA

(G41130799)

PARAMITA MAHARANI

(G41130801)

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN DIKTI


POLITEKNIK NEGERI JEMBER
JURUSAN KESEHATAN
REKAM MEDIK

Metode Root Cause Analysis and Solutions

Definisi Root Cause Analysis


Mc.Williams dari departemen Of Industrial Technology College of

Technology Purdue Uneversity, dalam bukunya Introduction to Root Cause


Analysis, (2010) menjelaskan tentang Root Cause Analysis sebagai berikut. Root
Cause Analysis (RCA) atau analisis akar penyebab adalah alat pengukur kualitas
yang digunakanb untuk membedakan sumber cacat atau masalah yang pasti dari
masalah atau kondisi.
Root Cause Analysis (RCA) dilakukan untuk membantu organisasi
mengidentifikasi titik-titik resiko atau titik-titik kelemahan dalam proses,
penyebab yang mendasari atau yang terkait sistem dan tindakan perbaikan.
Organisasi secara teratur melakukan RCA baginproses yang sedang berlangsung
dan proaktif melakukan kajian sistem dan proses sehingga secara signifikan
mengurangi kemungkinan kesalahan yang serupa.

Langkah-Langkah menjalankan MAAMS:


1. Rumuskan suatu masalah (sosial dan kemanusiaan) dalam bentuk yang
dapat diajukan pertanyaan apa sebab-sebabnya. identifikasi lebih dulu
alasan-alasan atau fakta-fakta yang biasanya ditulis sebagai latar belakang
masalah. Terhadap alasan-alasan atau fakta-fakta inilah diajukan
pertanyaan mengapa atau apa sebab-sebabnya.
2. Identifikasi sebab-sebab negatif yang paling langsung dari X. Sebab
negatif yaitu suatu keadaan salah-buruk yang perlu diatasi atau diperbaiki;
sedangkan paling langsung yaitu sebab yang tidak diantarai oleh sebab
lain.
3. Terhadap masing-masing sebab (faktor) diajukan pertanyaan benarkah?
dalam arti apakah ia memang menjadi sebab dari masalah X. Untuk itu
lebih dulu dilakukan pengkajian atau penelitian, baik secara logis (formal)
ataupun empiris (material), kualitatif maupun kuantitatif, induktif maupun
deduktif (Hayon, 2005).

4. Tahap kedua dan seterusnya (tahap ke n) caranya sama seperti tahap


pertama. Bedanya adalah bahwa kemungkinan sebab (faktor) yang
diidentifikasi menjadi semakin sedikit karena adanya kesamaan sehingga
bukan a,b,c,d lagi tapi a,b,c, dan pada akhirnya a dan b sebagai sebab
terdalam atau akar masalah (a dan b menunjukkan bahwa sebab dasar
terdiri lebih dari satu sebab).

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN, MORBIDITAS DAN


STATUS GIZI BALITA DI INDONESIA
Status gizi balita merupakan salah satu cerminan keadaan gizi
masyrakat luas. Penyebab kurang gizi secara langsung adalah konsumsi
makanan tidak seimbang dan penyakit infeksi yang dapat dipengaruhi oleh
kondisi lingkungan terutama sanitasi lingkungan.
Penyakit yang sering diderita oleh anak balita pada umumnya
adalah diare, radang tenggorokan, dan infeksi saluran pernafasan akut
(ISPA). Dimana diare sumber persebarannya melalui air (water borne
disease), sedangkan ispa melalui kondisi lingkungan dan ventilasi rumah
serta kepadatann penduduk.
Tujuan analisis ini untuk membuat perencanaan kebijakan kesehatan dan
pengambilan keputusan terkait peningkatan status gizi balita.
Variabel
1. Status gizi balita
2. Penyakit infeksi pada balita
3. Sanitasi lingkungan

Analisis hubungan sanitasi lingkungan, morbiditas dan status gizi


balita di Indonesia :
1. Status gizi balita

AM n g g a p a n m a s y a r a k a t b a h w a B B d a n T B t i d a k
kam e m p e n g a r u h i p e r m a s a l a h a n s t a t u s g i z i b a l i t a
as
ra
l
a
h

2. Penyakit infeksi pada balita

APM e m a h a m a n k o n d i s i
ka e s e h a t a n

b a li t a

ts e r k a i t l i n g k u n g n

ra e n d a h

r
l

a
h

3. Sanitasi lingkungan

APM e m a h a m a n p e n t i n g n y a k o n d i s i
ksa e h a t t e r h a d a p p e n g a r u h
aps e t u m b u h a n b a l i t a
ra
l
a
h