Anda di halaman 1dari 5

VII.

Alur Kerja
Tabung I
2 mL Larutan Cu2+ 0,1 M

Tabung II
2 mL Larutan Cu2+ 0,1 M

Dimasukkan dalam labu ukur 10


Dimasukkan
mL dengan
dalam
pipetlabu ukur 10 mL dengan pipet
Diencerkan dengan air sampaiDiencerkan
tanda batas
dengan 5 mL ammonium dan air sampai tanda b

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M

Tabung III
2 mL Larutan Cu2+ 0,1 M
Dimasukkan dalam labu ukur 10 mL dengan pipet
Diencerkan dengan 2,5 mL ammonium dan air sampai tanda batas

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M


Larutan Blanko
Aquades

mati serapannya pada panjang gelombang 400-600 nm menggunakan spektrofotometri UV-VIS


atat absorbansi maksimumnya

Hasil Pengamatan

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M Tabung I Larutan Ion Cu2+ 0,02 M Tabung II

pada panjang gelombang


Diamatiantara
serapan
700-850
pada panjang
nm di spectra
gelombang
UV-VIS
antara 350-700 nm di spectra UV-VIS
ansinya, jika absorbansi
Dicermati
lebihabsorbansinya,
dari 1 dilakukan
jika
pengenceran
absorbansi lebih
hingga
dari
absrobansi
1 dilakukan
maksimum
pengenceran
1
hingga
Dicermati grafik
ng gelombang pada
Ditemukan
absorbansi
panjang
maksimum
gelombang pada absorbansi maksimum

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M Tabung III

Diamati serapan pada panjang gelombang antara 700-800 nm di spectra UV-VIS


Dicermati absorbansinya, jika absorbansi lebih dari 1 dilakukan pengenceran hingga absrobansi ma
Dicermati grafik
Ditemukan panjang gelombang pada absorbansi maksimum

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M

VIII. Hasil Pengamatan


No
.
1.

Prosedur Percobaan
Tabung I
2 mL Larutan Cu2+ 0,1 M

Hasil Pengamatan
Sebelum :
- Larutan Cu2+ 0,1 M : Larutan

berwarna biru
Dimasukkan dalam labu ukur 10 mL dengan- pipet
Aquades : Larutan tidak berwarna
Diencerkan dengan air sampai tanda batas - Ammonium 1 M : Larutan tidak
berwarna
Larutan Ion Cu2+ 0,02 M

Sesudah :
- Tabung I
Larutan Cu2+ 0,1 M + air :

Tabung II
2 mL Larutan Cu2+ 0,1 M

Larutan berwarna biru (-)


- Tabung II
Larutan Cu2+ 0,1 M + 5 mL
Dimasukkan dalam labu ukur 10 mL dengan pipet
ammonium
+ air : Larutan
Diencerkan dengan 5 mL ammonium dan air sampai tanda
batas
berwarna biru (+)
- Tabung III
Larutan Cu2+ 0,1 M + 2,5 mL
Larutan Ion Cu2+ 0,02 M

ammonium + air : Larutan


berwarna biru

Tabung II
2 mL Larutan Cu2+ 0,1 M
Dimasukkan dalam labu ukur 10 mL dengan pipet
Diencerkan dengan 5 mL ammonium dan air sampai tanda batas

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M

Dugaan / Reaksi
Cu2+ + 6H2O
[Cu(H2O)6]2+
Cu2+ + 6H2O + 4NH3
[Cu(H2O)6]2+ + 4 NH3
[Cu(H2O)4(NH3)4]2+
[Cu(H2O)6]2+ + 4 NH3
[Cu(H2O)4(NH3)4]2+
Absorbansi dari tabung 2 >
tabung 3 > tabung 1
Panjang gelombang dari
tabung 1 > tabung 3 >
tabung 2

Kesimpulan
Panjang gelombang
dari larutan tabung 1
= 802 x 10-9 m
Panjang gelombang
dari larutan tabung 2
= 606,5 x 10-9 m
Panjang gelombang
dari larutan tabung 3
= 603,5 x 10-9 m

Larutan Blanko

Absorbansi tabung 1 : 0,167


Absorbansi tabung 2 : 0,710
Absorbansi tabung 1 : 0,613
Aquades

Panjang gelombang
dari larutan
Diamati
serapannya pada panjang gelombang 400-600 nm mengg
-9
tabung 1 = 802 Dicatat
x 10 m absorbansi maksimumnya
Panjang gelombang dari larutan
tabung 2 = 606,5 x 10-9 m
Panjang gelombang dari larutan
tabung 3 = 603,5 x 10-9 m

Hasil Pengamatan

Dq tabung 1 = 35,651 kkal/mol


Dq tabung 2 = 47,142 kkal/mol
Dq tabung 3 = 47,337 kkal/mol

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M


Besar energi (Dq) dari
Tabung I ; Tabung II ; Tabung III
tabung 2 > tabung 3 >
tabung 1 gelombang antara 700-850 nm di spectra
Diamati serapan pada panjang
Dicermati absorbansinya, jika absorbansi lebih dari 1 dilakukan pengenc
Dicermati grafik
Ditemukan panjang gelombang pada absorbansi maksimum

Larutan Ion Cu2+ 0,02 M