Anda di halaman 1dari 4

1

PERCOBAAN 1
MIKROSKOP

A. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengenal bagian-bagian mikroskop
2. Mahasiswa dapat mengetahui cara menggunakan mikroskop dengan benar
3. Mahasiswa dapat mengetahui cara-cara memelihara mikroskop
B. Dasar Teori
Sejarah Mikroskop
Tidak ada catatan bilakah lensa itu dibuat, tetapi pembesaran gambar yang
dibentuk oleh gelas telah diketahui oleh bangsa Yunani dan Roma. Pada abad
XIII Roger Bacon (12141297) telah mengetahui prinsip pengetrahuan optik;
ia bekerja dengan memakai lensa sederhana sebagai kaca mata. Pada tahun
1600 Hans dan Zaccharias Jansen (putra Jerman dari pekerja kaca mata)
menemukan mikroskop ganda (Gabriel, 1999).
Antony Van Leuwenhoek mula-mula menggunakan mikroskop sederhana
pada bidang mikrobiologi yaitu memakai lensa sederhana berukuran diameter
270 mm. Selanjutnya dalam pemakaian mikroskop untuk memperoleh
ketajaman dan pembesaran dari objek yang diamati diperlukan pengetahuan
tentang metode lensa dan kombinasi lensa (Gabriel, 1999).
Catat bayangan yang mula-mula diketahui adalah aberasi sferis dan
kromatis yang disebabkan perbedaan refraksi dari cahaya dari spektrum sinar
tampak; lensa oil immersi menambah perbesaran (Gabriel, 1999).
Pada tahun 1880 telah dibuat mikroskop compound; tahun 1903
diperkenalkan mikroskop medan gelap (dark-field microscope), ultraviolet
illumination (1925), electron microscope (1940) dan contrast microscope
(1944) (Gabriel, 1999).
Pembagian Mikroskop (Gabriel, 1999)
Berdasarkan perkembangan fisika dan elektronika maka mikroskop
dibedakan dalam dua kelompok besar:
a. Mikroskop cahaya
b. Mikroskop electron

Khusus

untuk

mikroskop

cahaya

para

sarjana

telah

berusaha

mengklarifikasikan secara sistematis namun menemui suatu kesulitan.


Berdasarkan kualitas dan kesempurnaan dapat dibagikan menjadi tiga
kelompok besar:
a. Student microscope/mikroskop mahasiswa
b. Clinical microscope/mikroskop klinik
c. Research microscope/mikroskop peneliti
Berdasarkan konstruksi dan kegunaan maka mikroskop cahaya/light
microscope dibagi menjadi:
a. Biological microscope/Medical microscope (mikroskop biologis)
b. Stereo microscope/Dissecting microscope (mikroskop stereo)
c. Metalurgical microscope (mikroskop metalurgi)
Mikroskop untuk mengamati logam atau kristal, benda-benda yag
transparan, terutama pengamatan permukaan.
d. Photography microscope (mikroskop fotografi)
Berdasarkan cahaya yang melewati mikroskop maka mikroskop cahaya
dibagi dalam:
a. Stereo microscope (mikroskop stereo)
Mikroskop jenis ini dipakai untuk mengamati benda tebal maupun
tipis, transparan maupun tidak tembus cahaya. Penyinaran biasanya dari
atas (reflected illumination) tetapi dapat pula diatur penyinaran dari
bawah. Mikroskop stereo dibuat agar dapat mengamati bayangan secara
tiga dimensi dan tidak terbalik.
b. Dark field microscope (mikroskop medan gelap)
Mikroskop jenis ini dibuat agar memperoleh latar belakang gelap (dark
ground). Spesimen atau materi yang diamati disinari melalui kondensor
khusus, agar penyinaran menjadi miring dan terdapat suatu lempeng untuk
membatasi cahaya yang menuju objek (stop-ring). Bayangan materi akan
bercahaya dengan latar belakang gelap. Tipe kondensor pada mikroskop
medan gelap :
a. Poraboloid
b. Konsentris
c. Sferis
d. Refleksi
c. Fluorescence microscope (mikroskop fluoresensi)
Mikroskop ini didisain khusus agar dapat mendeteksi ikatan kimia di
antara substansi terntentu. Dengan mempergunakan mikroskop ini dapat

mengetahui reaksi antigen-antibodi. Bahan yang diamati adalah serum


yang disebut immun serum atau anti serum.
d. Phase contrast microscope (mikroskop fase kontras)
e. Interference microscope (mikroskop interferensi)
Mikroskop ini menggunakan 2 sumber cahaya untuk memanfaatkan
perbedaan indeks refraksi dari komponen yang ada di dalam sel mikroba.
Dengan mikroskop interferensi objek terlihat secara 3 dimensi.
f. Polarizing microscope (mikroskop polarisasi)
Mikroskop jenis ini menggunakan cahaya polarisasi untuk penyinaran
objek. Bila objek itu sembarangan atau bentuk tidak sama. Cahaya
polarisasi yang melewatinya tidak dipengaruhinya. Jika cahaya melewati
suatu analyser atau analisator pada sudut 90 ke arah polarisasi, tidak
akan ada cahaya yang melewati analyser. Tetatpi apabila contoh spesimen
mengandung birefrigent material maka terjadinya refraksi cahaya
tergantung pada arah datangnya cahaya dan medan listrik sehingga vektor
polarisasi cahaya akan diputar dan beberapa cahaya akan melewati
analyser. Oleh karena itu, mikroskop polarisasi sangat cocok untuk
mengamati protein, asam nukleat karena protein dan asam nukleat adalah
birefrigent.
g. Ultraviolet microscope (mikroskop ultraviolet)
Mikroskop cahaya mempunyai daya resolusi sangat kecil, maka pada
tahun 1904, Kohler dan Von Rhohr mengembangkan mikroskop yang dikenal
sebagai mikroskop sinar ungu ultra (ultraviolet microscope). Lensa mikroskop
ini dibuat dari bahan fluorit atau kwartz, dan dibantu pencerminan yang kuat
agar refleksi ultraviolet sangat tinggi.

C. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Mikroskop cahaya
b. Gunting
c. Kaca objek
d. Kaca penutup
2. Bahan
a. Potongan kertas huruf e

1 unit
1 unit
1 unit
1 unit
1 buah

D. Prosedur Kerja
1. Potongan kertas huruf e diletakkan pada kaca objek dan tutup dengan
kaca penutup
2. Potongan kertas huruf e diamati dengan perbesaran lemah (10 x 4)
3. Bayangan benda diamati apakah sama atau terbalik, dan digambar
4. Lensa okuler dipandang ke dalam, geser preparat dari kiri ke kanan dan
dari atas ke bawah. Diamati kemana bayangan bergerak
5. Lensa objektif diubah ke perbesaran yang lebih besar. Diamati apakah ada
perubahan luas bidang pandang?