Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat,
taufik serta hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam pemulisan Laporan atau Makalah ini kami mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Dosen Mata Kuliah Ekonomi Internasional yang telah memberikan materi
kuliah tersebut dan memberikan tugas ini sehingga dapat berfikir dan bekerja sama antar
mahasiswa. Serta pihak-pihak yang sudah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Tanpa doa dari teman teman mungkin laporan ini tidak dapat terselesaikan.
Sebelumnya kami meminta maaf karena laporan ini masih jauh dari kata sempurna,
oleh karena itu kami mohon saran dan kritik dari pembaca demi perbaikan di kemudian
hari. Dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Wasalammualaikum Wr.Wb

Bandung, 21 Oktober 2016

Penulis

i|Page

DAFTAR ISI
Bab 1.................................................................................................................................3
Pendahuluan...............................................................................................................3
1.1

Latar Bekelakang..........................................................................................3

1.2

Rumusan Masalah.........................................................................................4

1.3

Maksud dan Tujuan.......................................................................................4

1.4

Metode Penelitian.........................................................................................4

Bab 2.................................................................................................................................5
Pembahasan...............................................................................................................5
2.1

Sejarah Negara Jepang ..................................................................................5

2.2

Sistem Pemerintahan Negara Jepang.............................................................7

2.3

Demografi Negara Jepang..............................................................................8

2.4

Perekonomian Negara Jepang...................................................................... 10

2.5

Kebudayaan Jepang.................................................................................... 24

BAB 3.............................................................................................................................26
3.1

Kesimpulan..................................................................................................26

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................27

ii | P a g e

Bab 1
Pendahuluan
i. Latar Bekelakang
Ekonomi internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas akibat saling
ketergantungan antara negara-negara di dunia, baik dari segi perdagangan internasional
maupun pasar kredit internasional.
Banyak negara yang mendominasi perekonomian di dunia, salah satunya adalah
Jepang. Dewasa ini banyak produk Negara Jepang yang di ekspor ke luar negeri
khususnya di Indonesia.
Jepang merupakan salah satu negara yang dianggap paling sukses dalam
membangun perekonomiannya. Hal ini terbukti dari perjalanan panjang sejarah
pembangunan ekonomi Jepang yang terbagi menjadi dua bagian yakni: pada abad
kesembilan-belas (zaman restorasi meiji sebagai industrialisasi awal Jepang) sampai
awal Perang Dunia Kedua, serta dari masa pertumbuhan cepat (pasca Perang Dunia
Kedua, 1950-an) sampai saat ini. Itu semua tentunya dapat menjadi bukti untuk
memperkuat posisi Jepang sebagai negara yang mampu untuk memajukan
perekonomiannya, terutama untuk masa setelah PD II, dimana keadaaan ekonomi
Jepang dapat berubah secara drastis, dari negara yang miskin menjadi salah satu negara
yang memiliki kekuatan ekonomi besar di dunia, khususnya di wilayah Asia. Kemajuan
ekonomi Jepang itu sendiri pada dasarnya tidak muncul begitu saja, melainkan melalui
pengimplementasian sejumlah kebijakan ekonomi yang dinilai mampu mempercepat
pertumbuhan ekonomi Jepang atau bahkan mempertahankan tingkat pertumbuhan
ekonominya tersebut melalui peningkatan proses produksi yang ada, serta peningkatan
dalam hal volume ekspor komoditasnya.
Makalah ini dibuat untuk menujukkan awal sejarah berdirinya Jepang, Demografi
hingga pertumbuhan ekonomi yang dialami Negara Jepang.

1|Page

ii. Rumusan Masalah


Dalam pembuatan makalah ini terdapat rumusan masalah atau pembahasan yang
akan dibahas dalam malah ini yaitu:
1.
2.
3.
4.

Bagaimana sejarah/awal berdinya Negara Jepang ?


Bagaimanan dan Apa sistem pemerintahan yang dianut oleh Negara Jepang ?
Bagaimana Demografi Negara Jepang ?
Bagaimana perekonomian Negara Jepang di berbagai sektor ?

iii. Maksud dan Tujuan


Dalam pembuatan makalah ini, penulis bertujuan untuk menjelaskan sejarah
hingga perkembangan perekonomian Negara Jepang
Selain itu penulis membuat makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas
Ekonomi Internasioanal

iv. Metode Penelitian


Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode penelitian
kepustakaan (library Research) yaitu suatu metode pengumpulan data yang diperoleh
dari buku-buku, diktat-diktat, jurnal dan literatur-literatur serta informasi-informasi
lainnya yang berhubungan dengan penulisan makalah ini.

Bab 2
Pembahasan
1.

Sejarah Negara Jepang


Dalam sejarahnya Negara Jepang pada jaman Paleolitikum mencakup periode

yang cukup panjang bahkan hingga mulai tahun 50.000 sebelum masehi dan berakhir
2|Page

sekitar tahun 12.000 sebelum masehi, tepat dengan bagian terakhir jaman es. Artefakartefak kuno yang ditemukan dari sebelum tahun 38.000 masehi, oleh para arkeolog
tidak dianggap, dan menyebabkan mereka semua berpendapat sama bahwa masa
Paleolitikum di Jepang dimulai 40.000 tahun lalu, seiring dengan penemuan alat dari
batu pertama kali diimplementasikan. Tengkorak manusia yang pertama kali ditemukan
ada di Hamamatsu, Shizuoka, yang jika menggunakan penanggalan radiocarbon berasal
dari sekitar 14.000 hingga 18.000 tahun lalu. Sayangnya, sejak sebuah hoax yang
dibuat oleh Shinichi Fujimura diketahui orang-orang, bukti-bukti Paleolitikum Bawah
dan Paleolitikum Menengah ditolak keabsahannya setelah investigasi yang mendalam.
Karena hal ini juga hanya beberapa bukti Paleolitikum Atas yang tak berhubungan
dengan Fujimura yang bisa dipertanggungjawabkan.
Perkembangan Negeri Sakura Jepang berlanjut dengan periode Joomon yang
dimulai kira-kira pada tahun 14.000 hingga 300 sebelum masehi. Tanda-tanda
peradaban pertama dan pola hidup yang stabil mulai muncul pada tahun itu juga,
dengan peradaban Joomon yang bisa dikenali dengan gaya hidup masa Mesolitikum
hingga Neolitikum. Pada masa itu, teknik tenun belum ditemukan, sehingga orangorang Joomon masih menggunakan baju yang terbuat dari bulu. Mereka juga mulai
membuat bejana-bejana dari tanah liat yang memiliki pola-pola dekorasi khas. Polapola dekorasi tersebut mereka buat dengan memberi kesan pada tanah liat basah dengan
kawat dan kayu yang diikat maupun tidak. Berdasarkan penanggalan karbon, beberapa
bukti tembikar ini masih bisa ditemukan di Jepang bersama dengan pisau, batu giok,
sisir yang terbuat dari tempurung, hingga barang-barang rumah tangga lainnya yang
berasal dari abad ke-11 sebelum masehi.
Periode Joomon usai, dan sejarah berdiri negara Jepang berlanjut pada periode
Yayoi yang terjadi sekitar tahun 400 atau 300 sebelum masehi hingga tahun 250
masehi. Periode ini dinamakan Yayoi, dimana bukti-bukti arkeologis pertama kali
ditemukan. Permulaan periode Yayoi menandai datangnya kebiasaan-kebiasaan baru
seperti menenun, pertanian, juga pembuatan besi dan perunggu. Penggunaan besi dan
perunggu ini dimulai bersamaan pada Jepang di masa Yayoi, dimana besi digunakan
untuk alat-alat agrikultur sementara perunggu untuk upacara-upacara dan ritual. Periode
Yayoi sendiri juga membawa perdukunan dan ramalan oleh peramal-peramal Shinto
untuk memastikan adanya bibit yang bagus.
3|Page

Jepang Kuno dimulai dengan periode Kofun sejak tahun 250 yang dinamai
menggunakan nama sebuah bukit pemakaman besar yang bernama kofun ( kuburan
kuno) yang mulai muncul pada era tersebut. Periode Kofun ini juga mulai
mempraktekkan pembudidayaan tentara militer yang kuat dimana masing-masing
terfokus pada klan-klan yang kuat. Pada abad ke-3 hingga abad ke-7, sebuah
pemerintahan yang bernama Yamato dibangun dan berpusat pada propinsi Yamato dan
Kawachi. Berdirinya pemerintahan Yamato ini juga menandakan dimulainya garis
keturunan kaisar Jepang.
Pada periode Asuka yang berlangsung di tahun 538 hingga tahun 710,
pemerintahan purwa-Jepang Yamato perlahan mulai menjadi sebuah daerah
tersentralisasi dan menciptakan hukum-hukum seperti Kode Taihou. Setelah
Buddhisme diperkenalkan oleh raja Seong pada tahun 538 di Jepang, agama tersebut
mulai dipromosikan secara besar-besaran untuk kepentingan mereka sendiri. Tadinya,
Buddhisme bukan sebuah agama populer di Jepang. Masuknya Buddhisme ini juga
menghentikan tradisi penguburan mereka yang telah wafat di kofun-kofun besar.
Masa yang mungkin paling dikenal oleh masyarakat luar Jepang mungkin adalah
periode Sengoku setelah sebelumnya melewati periode-periode Nara (710 hingga 759),
Heian (794 hingga 1185), Kamakura (1185 hingga 1333), Restorasi Kemmu (1333),
dan periode Muromachi (1336 hingga 1573). Periode Sengoku yang juga dikenal
sebagai periode perang kerajaan merupakan masa yang penuh dengan perang internal
antara kerajaan-kerajaan di Jepang yang memiliki idealisme berbeda-beda. Era ini juga
bertepatan dengan kontak pertama Jepang dengan dunia barat, dimulai dengan tibanya
saudagar dari Portugis. Kapal saudagar Portugis pertama yang tiba di Jepang mendarat
di pulau Tanegashima dan memperkenalkan tentang senjata api kepada masyarakat
Jepang. Pengenalan senjata api ini mengubah seluruh sistem perang di Jepang, dimana
pada saat terjadi Perang Nagashino, 3.000 arquebus memotong jumlah Samurai. Salah
satu periode lain yang sering disebut-sebut diluar Jepang juga adalah periode Meiji dan
restorasi Meiji pada tahun 1860-an dimana pada masa ini, biasanya di cerita-cerita
komik maupun animasi, merupakan masa dimana samurai berjaya. Periode Meiji dan
restorasi Meiji sendiri merupakan tonggak pertama dalam pembangunan Jepang
modern.

4|Page

Sejarah berdiri negara Jepang mencatat adanya perang antara Jepang dengan
Tiongkok pada tahun 1894 hingga 1894 yang dikenal dengan Perang Sino-Jepang, dan
Perang Russo-Jepang yang terjadi pada tahun 1904 hingga 1905 melawan Rusia.
Perang-perang ini juga menunjukkan taring Jepang sebagai kekuatan kekaisaran
modern dari timur. Pada masa sekarang, Jepang terus berkembang dan bahkan
memimpin dalam bidang teknologi terutama robotik.

2.

Sistem Pemerintahan Negara Jepang


Jepang menganut sistem negara monarki konstitusional yang sangat membatasi

kekuasaan Kaisar Jepang. Sebagai kepala negara seremonial, kedudukan Kaisar Jepang
diatur dalam konstitusi sebagai "simbol negara dan pemersatu rakyat". Kekuasaan
pemerintah berada di tangan Perdana Menteri Jepang dan anggota terpilih Parlemen
Jepang, sementara kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat Jepang. Kaisar
Jepang bertindak sebagai kepala negara dalam urusan diplomatik.
Parlemen Jepang adalah parlemen dua kamar yang dibentuk mengikuti sistem
Inggris. Parlemen Jepang terdiri dari Majelis Rendah dan Majelis Tinggi. Majelis
Rendah Jepang terdiri dari 480 anggota dewan. Anggota majelis rendah dipilih secara
langsung oleh rakyat setiap 4 tahun sekali atau setelah majelis rendah dibubarkan.
Majelis Tinggi Jepang terdiri dari 242 anggota dewan yang memiliki masa jabatan 6
tahun, dan dipilih langsung oleh rakyat. Warganegara Jepang berusia 20 tahun ke atas
memiliki hak untuk memilih.
Kabinet Jepang beranggotakan Perdana Menteri dan para menteri. Perdana
Menteri adalah salah seorang anggota parlemen dari partai mayoritas di Majelis
Rendah. Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa di Jepang sejak 1955, kecuali pada
tahun 1993. Pada tahun itu terbentuk pemerintahan koalisi yang hanya berumur singkat
dengan partai oposisi. Partai oposisi terbesar di Jepang adalah Partai Demokratik
Jepang.
Perdana Menteri Jepang adalah kepala pemerintahan. Perdana Menteri diangkat
melalui pemilihan di antara anggota Parlemen. Bila Majelis Rendah dan Majelis Tinggi
masing-masing memiliki calon perdana menteri, maka calon dari Majelis Rendah yang
diutamakan. Pada praktiknya, perdana menteri berasal dari partai mayoritas di
parlemen. Menteri-menteri kabinet diangkat oleh Perdana Menteri. Kaisar Jepang
mengangkat Perdana Menteri berdasarkan keputusan Parlemen Jepan, dan memberi
5|Page

persetujuan atas pengangkatan menteri-menteri kabinet. Perdana Menteri memerlukan


dukungan dan kepercayaan dari anggota Majelis Rendah untuk bertahan sebagai
Perdana Menteri.
Kaisar Akihito adalah Kaisar Jepang yang sekarang. Kaisar Akihito naik takhta
sebagai kaisar ke-125 setelah ayahandanya, KaisarHirohito mangkat pada 7 Januari
1989. Upacara kenaikan tahta Kaisar Akihito dilangsungkan pada 12 November 1990.
Putra Mahkota Naruhito, menikah dengan Putri Mahkota Masako yang berasal dari
kalangan rakyat biasa, dan dikaruniai anak perempuan bernama Aiko (Putri Toshi).
Adik dari Putra Mahkota Naruhito bernama Pangeran Akishino, menikah dengan Kiko
Kawashima yang juga berasal dari rakyat biasa. Pangeran Akishino memiliki dua anak
perempuan (Putri Mako dan Putri Kako), serta anak laki-laki bernama Pangeran
Hisahito.

3.

Demografi Negara Jepang


Populasi Jepang diperkirakan sekitar 127,614 juta orang (perkiraan 1 Februari

2009). Masyarakat Jepang homogen dalam etnis,budaya dan bahasa, dengan sedikit
populasi pekerja asing. Di antara sedikit penduduk minoritas di Jepang terdapat orang
Korea Zainichi, Tionghoa Zainichi, orang Filipina, orang Brazil-Jepang, dan orang
Peru-Jepang. Pada 2003, ada sekitar 136.000 orang Barat yang menjadi ekspatriat di
Jepang.
Kewarganegaraan Jepang diberikan kepada bayi yang dilahirkan dari ayah atau
ibu berkewarganegaraan Jepang, ayah berkewarganegaraan Jepang yang wafat sebelum
bayi lahir, atau bayi yang lahir di Jepang dengan ayah/ibu tidak diketahui/tidak
memilikikewarganegaraan. Suku bangsa yang paling dominan adalah penduduk asli
yang disebut suku Yamato dan kelompok minoritas utama yang terdiri dari penduduk
asli suku Ainu dan Ryukyu, ditambah kelompok minoritas secara sosial yang
disebut burakumin.
Pada tahun 2006, tingkat harapan hidup di Jepang adalah 81,25 tahun, dan
merupakan salah satu tingkat harapan hidup tertinggi di dunia. Namun populasi Jepang
dengan cepat menua sebagai dampak dari ledakan kelahiran pascaperang diikuti dengan
penurunan tingkat kelahiran. Pada tahun 2004, sekitar 19,5% dari populasi Jepang
sudah berusia di atas 65 tahun.
6|Page

Perubahan dalam struktur demografi menyebabkan sejumlah masalah sosial,


terutama kecenderungan menurunnya populasi angkatan kerja dan meningkatnya biaya
jaminan sosial seperti uang pensiun. Masalah lain termasuk meningkatkan generasi
muda yang memilih untuk tidak menikah atau memiliki keluarga ketika dewasa.
Populasi Jepang dikhawatirkan akan merosot menjadi 100 juta pada tahun 2050 dan
makin menurun hingga 64 juta pada tahun 2100. Pakar demografi dan pejabat
pemerintah kini dalam perdebatan hangat mengenai cara menangani masalah penurunan
jumlah penduduk. Imigrasi dan insentif uang untuk kelahiran bayi sering disarankan
sebagai pemecahan masalah penduduk Jepang yang semakin menua.
Perkiraan tertinggi jumlah penganut agama Buddha sekaligus Shinto adalah 8496% yang menunjukkan besarnya jumlah penganut sinkretisme dari kedua agama
tersebut. Walaupun demikian, perkiraan tersebut hanya didasarkan pada jumlah orang
yang diperkirakan ada hubungan dengan kuil, dan bukan jumlah penduduk yang
sungguh-sungguh menganut kedua agama tersebut. Professor Robert Kisala
(dari Universitas Nanzan) memperkirakan hanya 30% dari penduduk Jepang yang
mengaku menganut suatu agama.
Taoisme dan Konfusianisme dari Tiongkok juga memengaruhi kepercayaan dan
tradisi Jepang. Agama di Jepang cenderung bersifat sinkretisme dengan hasil berupa
berbagai macam tradisi, seperti orang tua membawa anak-anak ke upacara Shinto,
pelajar

berdoa

di kuil

Shinto meminta

lulus

ujian,

pernikahan

ala

Barat

di kapel atau gereja Kristen, sementara pemakaman diurus oleh kuil Buddha. Penduduk
beragama Kristen hanya minoritas sejumlah (2.595.397 juta atau 2,04%).
Kebanyakan orang Jepang mengambil sikap tidak peduli terhadap agama dan
melihat agama sebagai budaya dan tradisi. Bila ditanya mengenai agama, mereka akan
mengatakan bahwa mereka beragama Buddhahanya karena nenek moyang mereka
menganut salah satu sekte agama Buddha. Selain itu, di Jepang sejak pertengahan abad
ke-19 bermunculan berbagai sekte agama baru (Shinshky) seperti Tenrikyo dan Aum
Shinrikyo (atau Aleph).
Lebih dari 99% penduduk Jepang berbicara bahasa Jepang sebagai bahasa
ibu. Bahasa Jepang adalah bahasa aglutinatif dengan tuturan hormat (kata honorifik)
yang mencerminkan hierarki dalam masyarakat Jepang. Pemilihan kata kerja dan
kosakata menunjukkan status pembicara dan pendengar. Menurut kamus bahasa
7|Page

Jepang Shinsen-kokugojiten, kosa kata dari Tiongkok berjumlah sekitar 49,1% dari kosa
kata keseluruhan, kata-kata asli Jepang hanya 33,8% dan kata serapan sekitar 8,8%.
Bahasa Jepangditulis memakai aksara kanji, hiragana, dan katakana, ditambah huruf
Latin dan

penulisan angka

Arab. Bahasa

Ryukyu yang

juga

termasuk

salah

satu keluarga bahasa Japonikdipakai orang Okinawa, tetapi hanya sedikit dipelajari
anak-anak. Bahasa Ainu adalah bahasa mati dengan hanya sedikit penutur asli yang
sudah berusia lanjut diHokkaido. Murid sekolah negeri dan swasta di Jepang hanya
diharuskan belajar bahasa Jepang dan bahasa Inggris.

4.

Perekonomian Negara Jepang


Sejak periode Meiji (1868-1912), Jepang mulai menganut ekonomi pasar

bebas dan mengadopsi kapitalisme model Inggris dan Amerika Serikat. Sistem
pendidikan Barat diterapkan di Jepang, dan ribuan orang Jepang dikirim ke Amerika
Serikat dan Eropa untuk belajar. Lebih dari 3.000 orang Eropa dan Amerika
didatangkan sebagai tenaga pengajar di Jepang. Pada awal periode Meiji, pemerintah
membangun jalan kereta api, jalan raya, dan memulai reformasi kepemilikan tanah.
Pemerintah membangun pabrik dan galangan kapal untuk dijual kepada swasta dengan
harga murah. Sebagian dari perusahaan yang didirikan pada periode Meiji berkembang
menjadizaibatsu, dan beberapa di antaranya masih beroperasi hingga kini.
Pertumbuhan ekonomi riil dari tahun 1960-an hingga 1980-an sering
disebut "keajaiban ekonomi Jepang", yakni rata-rata 10% pada tahun 1960-an, 5% pada
tahun 1970-an, dan 4% pada tahun 1980-an. Dekade 1980-an merupakan masa
keemasan ekspor otomotif dan barang elektronik ke Eropa dan Amerika Serikat
sehingga terjadi surplus neraca perdagangan yang mengakibatkan konflik perdagangan.
Setelah ditandatanganinya Perjanjian Plaza 1985, dolar AS mengalami depresiasi
terhadap yen. Pada Februari 1987, tingkat diskonto resmi diturunkan hingga 2,5% agar
produk manufaktur Jepang bisa kembali kompetitif setelah terjadi kemerosotan volume
ekspor akibat menguatnya yen. Akibatnya, terjadi surplus likuiditas dan penciptaan
uang dalam jumlah besar. Spekulasi menyebabkan harga saham dan realestat terus
meningkat, dan berakibat pada penggelembungan harga aset. Harga tanah terutama
menjadi sangat tinggi akibat adanya "mitos tanah" bahwa harga tanah tidak akan
jatuh. Ekonomi gelembung Jepang jatuh pada awal tahun 1990-an akibat kebijakan
uang ketat yang dikeluarkan Bank of Japan pada 1989, dan kenaikan tingkat diskonto
8|Page

resmi menjadi 6%. Pada 1990, pemerintah mengeluarkan sistem baru pajak penguasaan
tanah dan bank diminta untuk membatasi pendanaan aset properti. Indeks rata-rata
Nikkei dan

harga

tanah

jatuh

pada

Desember

1989

dan

musim

gugur

1990. Pertumbuhan ekonomi mengalami stagnasi pada 1990-an, dengan angka rata-rata
pertumbuhan ekonomi riil hanya 1,7% sebagai akibat penanaman modal yang tidak
efisien dan penggelembungan harga aset pada 1980-an. Institusi keuangan
menanggung kredit bermasalah karena telah mengeluarkan pinjaman uang dengan
jaminan tanah atau saham. Usaha pemerintah mengembalikan pertumbuhan ekonomi
hanya sedikit yang berhasil dan selanjutnya terhambat oleh kelesuan ekonomi
global pada tahun 2000.
Jepang adalah perekonomian terbesar nomor dua di dunia setelah Amerika
Serikat, Jepang bersama Jerman dan Korea Selatan adalah 3 negara yang pernah
mencatatkan diri sebagai negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat
sepanjang

sejarah

perekonomian

dunia, dengan PDB

terbesar

ke-3

di

nominal sekitar

dunia

setelah

AS

AS$4,5

triliun.,

dan Republik

dan

Rakyat

Tiongkok dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Industri utama Jepang adalah


sektor perbankan, asuransi, realestat, bisnis
dan konstruksi.

Jepang

memiliki

eceran, transportasi, telekomunikasi,


industri

berteknologi

tinggi

di

bidang otomotif, elektronik, mesinperkakas, baja dan logam nonbesi,perkapalan, indust


ri kimia, tekstil, dan pengolahan makanan. Sebesar tiga perempat dari produk domestik
bruto Jepang berasal dari sektor jasa.
Hingga tahun 2001, jumlah angkatan kerja Jepang mencapai 67 juta
orang. Tingkat pengangguran di Jepang sekitar 4%. Pada tahun 2007, Jepang
menempati urutan ke-19 dalam produktivitas tenaga kerja. Menurut indeks Big Mac,
tenaga kerja di Jepang mendapat upah per jam terbesar di dunia. Toyota
Motor, Mitsubishi UFJ Financial, Nintendo, NTT DoCoMo, Nippon Telegraph &
Telephone, Canon,Matsushita

Electric

Industrial, Honda, Mitsubishi

Corporation,

dan Sumitomo Mitsui Financial adalah 10 besar perusahaan Jepang pada tahun
2008. Sejumlah 326 perusahaan Jepang masuk ke dalam daftar Forbes Global 2000 atau
16,3% dari 2000 perusahaan publik terbesar di dunia (data tahun 2006). Bursa Saham
Tokyo memiliki total kapitalisasi pasar terbesar nomor dua di dunia. Indeks dari 225
saham perusahaan besar yang diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo disebut Nikkei
225.
9|Page

Dalam Indeks Kemudahan Berbisnis, Jepang menempati peringkat ke-12, dan


termasuk salah satu negara maju dengan birokrasi paling sederhana. Kapitalisme model
Jepang memiliki sejumlah ciri khas. Keiretsu adalah grup usaha yang beranggotakan
perusahaan yang saling memiliki kerja sama bisnis dan kepemilikan saham. Negosiasi
upah (shunt) berikut perbaikan kondisi kerja antara manajemen dan serikat buruh
dilakukan setiap awal musim semi. Budaya bisnis Jepang mengenal konsep-konsep
lokal, seperti Sistem Nenk, nemawashi,salaryman, dan office lady. Perusahaan di
Jepang mengenal kenaikan pangkat berdasarkan senioritas dan jaminan pekerjaan
seumur hidup. Kejatuhan ekonomi gelembung yang diikuti kebangkrutan besar-besaran
dan pemutusan hubungan kerja menyebabkan jaminan pekerjaan seumur hidup mulai
ditinggalkan. Perusahaan Jepang dikenal dengan metode manajemen seperti The Toyota
Way. Aktivisme pemegang saham sangat jarang. Dalam Indeks Kebebasan Ekonomi,
Jepang menempati urutan ke-5 negara paling laissez-faire di antara 41 negara Asia
Pasifik.
Total ekspor Jepang pada tahun 2005 adalah 4.210 dolar AS per kapita. Pasar
ekspor

terbesar

Jepang

tahun

Eropa 14,5%, Tiongkok 14,3%, Korea

2006

adalah Amerika

Serikat22,8%, Uni

Selatan 7,8%, Taiwan 6,8%,

dan Hong

Kong 5,6%. Produk ekspor unggulan Jepang adalah alat transportasi, kendaraan
bermotor, elektronik, mesin-mesin listrik, dan bahan kimia. Negara sumber impor
terbesar bagi Jepang pada tahun 2006 adalah Tiongkok 20,5%, AS 12,0%, Uni
Eropa 10,3%, Arab

Saudi 6,4%, Uni

Emirat

Arab 5,5%, Australia 4,8%, Korea

Selatan4,7%, dan Indonesia 4,2%. Impor utama Jepang adalah mesin-mesin dan
perkakas, minyak bumi, bahan makanan, tekstil, dan bahan mentah untuk industri.

A. Sektor Jasa
Sejumlah tiga perempat dari total penghasilan ekonomi Jepang berasal dari sektor
jasa. Industri utama sektor jasa di Jepang berupa bank, asuransi, realestat, bisnis
eceran, transportasi, dan telekomunikasi.
Mitsubishi

UFJ, Mizuho, NTT, TEPCO,Nomura, Mitsubishi

Estate, Tokio

Marine, Japan Railway, Seven & I, dan Japan Airlines adalah nama-nama perusahaan
Jepang yang termasuk perusahaan terbesar dunia. Kebijakan Pemerintah Jepang pada
masa Perdana Menteri Junichiro Koizumi melakukan swastanisasi Japan Post.

10 | P a g e

Enam keiretsu utama terdiri dari grup Mitsubishi, Sumitomo, Fuyo, Mitsui, DaiIchi Kangyo, dan Sanwa. Sejumlah 326 perusahaan Jepang berada dalam daftar Forbes
Global 2000 atau 16,3% dari total perusahaan dalam daftar Forbes Global 2000 pada
tahun 2006.

B. Sektor Industri
Industri manufaktur di Jepang Lexus LS, sedan mewah produk unggulan Lexus
dari Toyota. Industri ekspor utama Jepang adalah otomotif, elektronik konsumen (lihat
industri elektronik konsumen Jepang), komputer, semikonduktor, besi, dan baja.
Industri penting lain dalam ekonomi Jepang adalah petrokimia, farmasi, bioindustri,
galangan kapal, dirgantara, tekstil, dan makanan yang diproses. Industri manufaktur
Jepang banyak bergantung pada impor bahan mentah dan bahan bakar minyak.
Kawasan industri tersebar di sejumlah prefektur. Di wilayah Kant, kawasan
industri berada di Chiba, Kanagawa, Saitama, dan Tokyo (kawasan industri Keihin). Di
wilayah Tkai, kawasan industri Chukyo-Tokai berada di Aichi, Gifu, Mie, dan
Shizuoka. Di wilayah Kansai, kawasan industri Hanshin berada di Osaka, Kyoto, dan
Kobe. Kawasan industri Setouchi mencakup barat daya Pulau Honshu dan bagian utara
Shikoku sekitar Laut Pedalaman Seto, sementara di Kyushu, kawasan industri berada di
bagian utara Kyushu.
Selain itu, Jepang juga menguasai global melalui industri anime (animasi) dan
produk perfilman mereka. Anime (animasi) Jepang menyerbu dan laris manis dipasaran
dunia seperti : Doraemon, Ninja Hatori, Naruto, One Piece dll. Dari industri animasinya (anime), Jepang membukukan keutungan bersih total sekitar 2.983,03 milliar Yen.
1. Industri Logam
Usaha besi dan baja meleburkan bahan mentah biji besi untuk diambil besinya
(disebut juga besi kasar). Kemudian besi tadi dipanaskan kembali menjadi baja.
Sehingga industri logam dapat mengolah baja menjadi lembaran baja, pipa baja, dan
lain sebagainya. Jepang, karena mengimpor bahan mentah biji besi dan batu bara maka
pabrik besi berpusat di bagian sabuk daerah pesisir laut yaitu samudera Pasifik.
Pada tahun 1960an produksi besi dan baja Jepang melonjak naik, di tahun 1973
produksi besi dan baja mencapai 119.320.000 ton, tetapi setelah itu produksi besi dan
baja Jepang tidak berhasil melampaui 100.000.000 ton, Sebab utama penurunan ini
11 | P a g e

karena China dan Korea mulai terkenal. Setelah tahun 1980an produksi China dan
Korea bertambah dengan pesat sehingga terjadi persaingan ketat antara negara tersebut.
Cara produksi atau pembuatan besi kasar yaitu, memasukkan batu besi, kokas,
dan batu kapur ke dalam tungku bersuhu tinggi. Kemudian dilebur menjadi satu untuk
diambil besi kasarnya. Besi kasar tersebut mengandung banyak zat arang
(karbon).Sedangkan pembuatan baja yaitu, memasukkan kembali besi kasar ke dalam
tungku dan memanaskannya bersamaan dengan sampah besi untuk menghilangkan zat
arangnya sehingga terbentuk bongkahan baja.
Kemudian pada proses penggilingan, bongkahan baja diperbesar agar dapat
membuat berbagai macam bentuk barang jadi seperti pipa baja, tongkat baja, lembaran
baja dan lain-lain yang sesuai dengan kebutuhan dan kegunaannya.Yang dimaksud
kokas yaitu, memasukkan batu bara ke dalam tungku, kemudian dimasak atau dibakar
dalam panci panas selama lebih dari 10 jam. Secara bersamaan batu besi dimasukkan
ke dalam tungku bersuhu tinggi sehingga kandungan besi di dalam batu besi tersebut
bersenyawa. Berperan menghilangkan zat asam atau oksigen. Hal ini berfungsi untuk
meleburkan batu besi.

Jumlah Produksi Besi ( baja kasar ) Dunia


Negara
China
Jepang
Amerika
Rusia
Korea
Jerman
Ukraina
Brazil
Total dunia

1980
3712
11140
10146
14793
856
4384
..
1534
71630

1990
6535
11034
8973
15441
2313
4402
5265
2057
76900

2000
12724
10644
10183
5910
4311
4638
3137
2787
84600

Macam Macam Industri Logam


12 | P a g e

2001
15225
10287
9010
5753
4385
4480
3311
2672
84900

2002
18155
10775
9159
5978
4539
4502
3339
2960
90000

%
20.2
12.0
10,2
6.6
5.0
5.0
3.7
3.3
100.00

Pada industri logam, terdapat perindustrian yang membuat berbagai macam


barang jadi menggunakan logam, dan industri pembuat logam seperti tembaga. Di
Jepang, hampir semua bahan mentah biji mineral diekspor dan dileburkan. Tetapi,
peleburan memerlukan alumunium dan juga tenaga listrik yang besar, sedangkan di
dalam negeri sendiri hampir tidak memproduksinya.
Dalam industri pembuat barang dari logam, ada banyak industri suku cadang
subkontrak kecil dan menengah. Kemunduran ekonomi berlanjut dalam tahun-tahun
belakangan ini. Semua pabrik meminta syarat seperti potongan harga sehingga industri
kecil dan menengah yang bangkrut dan tutup bertambah.
2. Industri Mesin
Industri mesin negara Jepang pada tahun 2001 memperkerjakan 3.560.000 orang
dan memproduksi sebesar 131 triliyun , sehingga termasuk industri paling besar dalam
industri pabrik. Karena industri berkembang setelah perang, dan pendapatan
masyarakat bertambah tinggi. Maka pembelian alat-alat rumah tangga, mobil dan lainlainnya berkembang pesat pula. Agar ekspor menjadi lebih aktif, maka teknik mesin
ditingkatkan pula, sehingga Jepang menjadi pusat pengolahan perdagangan luar negeri.
Karena krisis minyak mentah, sehingga pada saat produksi menggunakan bahan dasar
seperti industri kimia, usaha besi dan baja berhenti berkembang dan menghentikan
pembuatan kapal yang sudah jadi sebagian. Akhir-akhir ini, pemindahan pabrik besi ke
kawasan Asia dan sekitarnya. Yang biaya gaji pekerjanya murah karena produksi
barang mudah, menyebabkan industri dalam negeri khawatir.
3. Industri Mobil Jepang
Mobil dibentuk dari onderdil yang berjumlah sekitar 20.000 sampai dengan
30.000 onderdil. Pembuat onderdil lebih berperan dalam membentuk industri mobil
dibanding pembuat mobil itu sendiri. Ada sekitar 730.000 orang (2001) yang
mengambil bagian pada produksi mobil. Mereka memasukkan bahan dari industri lain,
seperti besi, kaca, karet dan bermacam-macam bahan dari industri lainnya. Pemasaran
mobil dengan cara membeli langsung ke pemilik hak jual mobil. Sehingga, industri
mobil sangat berpengaruh besar dalam memperbaiki perekonomian Jepang.
Industri mobil Jepang pada tahun 1960an berpusat di dalam negeri saja. Di tahun
1970an, ekspor dapat ditingkatkan karena di dalam negeri, biaya bahan bakar lebih
murah daripada di Amerika. Namun, karena mobil Jepang banyak dipakai di Amerika,
13 | P a g e

menyebabkan industri mobil Amerika mendapat pukulan hingga Amerika perlu


memperluas perdagangan luar negeri.
Jepang menghentikan perluasan perdagangan luar negeri, ekspor dibatasi,
sehingga industri untuk dalam negeri dapat dilanjutkan. Hasilnya, ekspor menurun dan
produksi dalam negeri meningkat. Sehingga akhir-akhir ini industri lokal di Asia dapat
mencapai kemakmuran karena orang yang membeli mobil meningkat.
Pada tahun 2002, industri mobil Jepang untuk pertama kalinya membatasi
penjualan mobil berbahan bakar baterai listrik. Karena lebih mahal dibandingkan mobil
biasa. Sehingga, pembuat mobil di seluruh dunia mengembangkan mobil generasi
selanjutnya yang ramah lingkungan.
Mobil Berbahan Bakar Baterai
Mobil berbahan bakar baterai adalah mobil yang memanfaatkan listrik yang
terbentuk dari akibat reaksi oksigen di atmosfer, lalu menjadi air. Reaksi selanjutnya
hanya air yang keluar tanpa pembuangan gas. Sehingga merupakan mobil ramah
lingkungan. Zat cair dalam bahan bakar mengubah mutu bensin dengan langsung
bercampurnya zat cair itu dengan bensin. Proses itu berulang hingga mendapatkan zat
cair lagi untuk pembakaran selanjutnya.
Ekspor Impor dan Jumlah Unit Produksi Mobil Jepang ( satuan ribu unit )
Berdasarkan data dari pabrik mobil, produksi sampai tahun 1970 termasuk
kendaraan roda tiga dan roda empat ternyata menjatuhkan atau KD (Knock Down)
industri dalam negeri. Hal ini terjadi karena produksi ini hanya untuk industri ekspor.
Sehingga, mulailah spesifikasi produksi untuk dalam negeri saja. Karena pemain
industri mobil berasal dari Jepang sendiri, maka kebanyakan merknya pun berasal dari
Jepang.
4.

Industri Robot Jepang. Manipulasi Produk

Industri robot Jepang, robot mempunyai kemampuan menyerupai tangan


manusia. Sehingga dapat melakukan pekerjaan tiga dimensi, khususnya pekerjaan
secara otomatis. Meskipun mempunyai kemampuan seperti tangan manusia, namun
pekerjaan yang tidak dapat dilakukan secara tiga dimensi dapat dilakukan manipulasi.
Lagipula, jika kemampuan menyerupai tangan manusia hilang, robot dapat melakukan
pekerjaan dengan kemampuannya sendiri berdasarkan ingatan dan intelegensinya.
14 | P a g e

5. Pembuatan Kapal
Jepang merupakan salah satu negara industri yang cepat berkembang setelah
Perang Dunia II. Setelah perang, perdagangan minyak bumi antarnegara tiba-tiba
melonjak dengan cepat, sehingga kebutuhan terhadap kapal di seluruh dunia bertambah
banyak.
Di Jepang, teknik terus berkembang, kapal perang dibuat besar dengan biaya
rendah. Namun lebih mudah membuat kapal untuk tujuan lain. Tahun 1956, Jepang
menjadi salah satu negara pembuat kapal di dunia. Setelah itu, pada tahun 1970 di
tengah krisis minyak bumi, semua kapal diperjualbelikan. Pada tahun 1980 pembuatan
kapal Korea mengalami pertumbuhan, menyebabkan persaingan harga semakin panas.
Sebab fasilitas dan tenaga kerja membuat kapal beserta upah di Korea murah, Sehingga
lebih mudah membuat kapal di Korea dibandingkan di Jepang. Karena itulah mengelola
aktivitas pembuatan kapal di Jepang menjadi sangat sulit.

6. Industri Robot
Industri robot merupakan industri yang menggantikan pekerjaan manusia secara
otomatis. Banyak hal yang menyerupai kemampuan manusia dapat dilakukan.
Misalnya, melapisi (mengoles karat dan warna), mengelas (menyatukan ikatan dengan
meleburkan logam menggunakan percikan api), merakit. Fungsi industri robot yaitu
untuk meningkatkan produksi jenis lainnya dan juga dapat menggantikan manusia
dalam pekerjaan yang berbahaya.
Sampai pada akhir tahun 2002, di Jepang yang menggunakan industri robot
hingga mencapai 45% di tingkat dunia. Khususnya untuk membuat mobil dan sebagai
mesin listrik di pusat industri pabrik. Semua industri robot menjadi faktor utama dalam
meningkatkan produksi ke tahap selanjutnya. Industri robot semakin banyak fungsinya
kecuali dalam bidang pertanian dan pembangunan. Selanjutnya, hanya tinggal terus
berharap dan berusaha dalam mempertahankan tingkat produksi.
Kata Robot berasal dari bahasa Cheko (Robota) yang memiliki arti pekerja yang
tidak memiliki lelah dan bosan. Robot merupakan suatu perangkat mekanik yang
mampu menjalankan tugas-tugas baik di bawah kendali dan pengawasan manusia atau
dijalankan dengan serangkaian program yang telah didefinisikan terlebih dahulu.
15 | P a g e

Robotika adalah bidang studi yang erat dengan mata pelajaran biologi, matematika dan
teknologi. Robotika kini banyak di pelajari oleh masyarakat jepang, bahkan beberapa
sekolah telah memasukan robotika sebagai ekstrakulikuler sekolah.
Produksi Mobil Jepang
Produksi Dalam dan Luar Negeri Jepang serta Ekspor ( Berdasarkan Badan
Pengawas Perindustrian Mobil Jepang
Ekspor Impor dan Jumlah Unit Produksi Mobil Jepang ( dalam satuan ribu unit )
Jenis Produk

1970

1980

1990

2000

2001

2002

Produksi

530,3

1104,3

1348,7

1014,1

977,7

1025,7

Mobil Pribadi

317,9

703,8

994,8

835,9

811,8

861,8

Truk

206,4

391,3

349,9

172,7

160,2

157,3

Bis

4,7

9,2

4,0

5,5

5,8

6,6

Ekspor

109,4

596,7

583,1

445,5

416,6

469,9

Impor

2,0

4,8

25,3

28,5

29,0

29,1

Produksi LN

326,5

628,8

668,0

765,2

Produksi Mobil Di Dunia ( Menurut Badan Pengawasan Industri Mobil ) dalam


Ribuan Unit
7. Barang Elektronik
Jepang pada tahun 1950 memproduksi 3 jenis barang elektronik. Yaitu, televisi
hitam putih, kulkas, dan mesin cuci. Kemudian pada tahun 1960 ada 3 macam TV, yaitu
Kara TV, Kura TV, dan KA TV. Ketiga macam tv itu sudah banyak terjual dan Jepang
memproduksi barang elekronik yang baru.
Memasuki tahun 1970an, Kara TV dan VTR menjadi pusat arus barang
elektronik. Jepang hanya mengekspor saja tanpa mengimpor barang. Bahkan pada
tahun 1985, ekspor cat dan kertas menjadi yang terbesar di dunia. Namun sejak tahun
1985, karena pengaruh tingginya Yen, masing-masing perusahaan industri di Asia
Tenggara dengan mudahnya mengurangi pegawai. Sehingga, tidak ada kemajuan dan
dimulailah produksi yang baru.

16 | P a g e

Pada tahun 1990, impor di Jepang meningkat. Produksi dalam negeri menurun
drastis. Sekali lagi perusahaan Korea, Cina, dan lain-lain terus memproduksi barangbarang yang murah. Sehingga pelaksanaan perusahaan Industri di Jepang menjadi tidak
teratur.
Begitu juga dengan komputer. Pada tahun 1990, Jepang mulai memproduksi
komputer dengan standar internasional. Pada saat itu pula layanan internet sangat
penting dan dibutuhkan untuk mencari informasi dan berita. Sehingga harga komputer
pun semakin mahal.
Tidak hanya di Jepang, perusahaan Amerika pun mulai memproduksi komputer.
Pada tahun 2001, TESKTOP di Cina memproduksi 29,8%, Taiwan 27,7%, sedangkan
Jepang hanya 1,4%. Semua barang tersebut diproduksi dengan bermacam-macam
model, harga maupun fungsinya.
8. Industri Kimia
Industri kimia terbentuk oleh industri mobil dalam negeri, industri peralatan dan
mesin listrik. Semua industri tersebut terpengaruh oleh peningkatan permintaan yang
tinggi dengan kemampuan berproduksi yang tinggi pula. Di lain pihak, industri negara
Eropa dan Amerika skala perusahaannya lebih kecil dibandingkan skala industrinya
sendiri. Hal ini dikarenakan dalam proses produksinya, industri Jepang menggunakan
model lama yang skalanya lebih kecil. Sehingga, membuat persaingan antara Timur
Tengah, Asia dan negara-negara sekitarnya melakukan persiapan untuk menyediakan
yang terbaik dan terbaru dalam skala besar.
Konvensi Minyak Bumi
Dalam industri, barang produksi yang telah jadi bisa menjadi bahan baku barang
produksi yang lain. Dengan konvensi, pihak pabrik telah merencanakan kombinasi pipa
bahan produksi gabungan, sehingga menghasilkan barang produksi yang efisien.
9. Industri Tekstil
Industri tekstil adalah industri yang membuat pakaian dan kain dengan memintal
benang. Sebelum perang dunia II, industri ini berkembang pesat. Namun, karena
pemusatan industri dipindahkan ke industri kimia, posisi industri tekstil menjadi
merosot. Apalagi, akhir-akhir ini Cina mudah sekali memproduksi tekstil dengan mutu
baik. Sehingga industri luar negeri tekstil Jepang menurun drastis.
17 | P a g e

10. Produksi Bahan Makanan


Produksi bahan makanan mengolah hasil produksi dari air, pertanian dan
sebagainya, untuk dibuat bahan makanan. Pada 2001, 1.310.000 orang bekerja,
menghasilkan produksi sejumlah 35 trilyun Yen. Secara keseluruhan terjadi
peningkatan 100%, sehingga dilakukan produksi skala yang lebih besar. Karena faktor
skala produksi dipengaruhi pula oleh keadaan penghasil bahan mentah sekitarnya.
Sedangkan keadaan penghasil bahan mentah sedang cukup baik.
Dewasa ini, sedang dipersiapkan membuat bahan makanan yang cocok dengan
perubahan cara hidup. Bahan makanan yang mudah dikonsumsi, baik untuk kesehatan,
baik untuk mempersiapkan kondisi tubuh.
Telah diketahui bahwa kepulauan Okinawa, Kagoshima merupakan daerah
penghasil gula, sayur mayur, dan bir. Bahan-bahan seperti gula juga terkadang masih
dalam bentuk kasar atau tidak murni.
11. Industri Otomatif
Industri otomotif ialah merancang, mengembangkan, memproduksi, memasarkan,
dan menjual kendaraan bermotor dunia. Pada tahun 2007, lebih dari 73 juta kendaraan
bermotor, termasuk mobil dan kendaraan komersial diproduksi ke seluruh dunia.
Perusahaan otomotif di Jepang masuk ke dalam jajaran produk internasiomal seperti
Toyota Motor Corp, Nissan, Mazda, Mitsubishi Motor Corp, Fuji Heavy Industries,
Ltd, dan Isuzu Motors, Ltd.

C. Sektor Pertanian
Pertanian adalah sektor industri andalan hingga beberapa tahun seusai Perang
Dunia II. Jepang merupakan negara yang sangat maju. Walaupun Jepang merupakan
negara maju, Jepang masih tetap mengusahakan bidang pertanian. Bidang tersebut
masih menduduki peranan penting sebagai sumber pendapatan negara.
Padi adalah tanaman pangan terpenting di Jepang. Pemandangan sawah dan hasil
panen di Kurihara, Prefektur Miyagi pada musim gugur. Walaupun hanya 12% dari luas
daratan di Jepang yang bisa dipergunakan untuk pertanian, namun hasilnya termasuk
memuaskan. Besarnya hasil pertanian didukung oleh kesuburan lahan pertanian karena
tanah yang mengandung abu vulkanis. Di samping itu, penggarapan lahan pertanian
18 | P a g e

dilakukan secara intensif dengan didukung teknologi maju. Sektor pertanian adalah
sektor yang diproteksi pemerintah dan menerima subsidi dalam jumlah besar.
Hasil pertanian Jepang berupa padi, kentang, jagung, gandum, kacang, kedelai,
dan teh. Hasil peternakan berupa babi, ayam, telur, sapi dan susu. Sayur-sayuran berupa
lobak, kubis, ketimun, tomat, wortel, bayam, dan selada. Sedangkan buah-buahan yang
banyak ditanam adalah apel dan jeruk. Apel merupakan produk unggulan Tohoku dan
Hokkaido. Buah pir merupakan produk pertanian unggulan Prefektur Tottori.
Perkebunan jeruk berada di Shikoku, Shizuoka, dan Kyushu. Tanaman pir dan jeruk
dibawa masuk ke Jepang oleh pedagang Belanda di Nagasaki pada akhir abad ke-18.
Padi adalah tanaman pangan yang sangat diproteksi pemerintah Jepang. Beras
impor dikenakan bea masuk 490% dan pembatasan kuota sebesar 7,2% dari rata-rata
konsumsi beras tahun 1968 hingga 1988. Impor di luar kuota tidak dilarang, namun
dikenakan bea masuk \341 per kilogram. Tarif bea masuk beras impor yang sekarang
(490%) diperkirakan akan naik menjadi 778% menurut perhitungan baru yang akan
diberlakukan sesuai Putaran Doha.
Walaupun Jepang biasanya dapat melakukan swasembada beras (kecuali beras
untuk membuat senbei dan makanan olahan), Jepang harus mengimpor 50% dari
kebutuhan konsumsi serealia dan bergantung pada impor daging. Jepang mengimpor
gandum, sorgum, dan kedelai dalam jumlah besar, terutama dari Amerika Serikat.
Jepang merupakan pasar terbesar bagi ekspor pertanian Uni Eropa.
Menurut sensus tahun 1950, sekitar 50% angkatan kerja berada di bidang
pertanian. Sepanjang "masa keajaiban ekonomi Jepang", angkatan kerja di bidang
pertanian terus menyusut hingga sekitar 4,1% pada tahun 2008. Pada Februari 2007
terdapat 1.813.000 keluarga petani komersial, namun di antaranya hanya kurang dari
21,2% atau 387.000 keluarga petani pengusaha. Sebagian besar angkatan kerja
pertanian sudah berusia lanjut, sementara angkatan kerja usia muda hanya sedikit yang
bekerja di bidang pertanian.
Pertanian di Jepang tergolong maju dan menerapkan intensifikasi pertanian,
sehingga walaupun luas wilayah Jepang yang dijadikan lahan pertanian kurang dari 15
% Jepang dapat berswasembada memenuhi kebutuhan domestiknya. Lain halnya
dengan Indonesia yang dikaruniakan Tuhan banyak sumber alam sampai sekarang
belum mampu berswasembada bahan pangan, ironis sekali. Pertanian di Jepang
19 | P a g e

kebanyakan menggunakan sistem hidroponik, aeroponik, pupuk hijau/kompos, mesin


panen dan mesin-mesin pembajak yang modern. 2011 lalu, Jepang berhasil
berswasembada atas komoditas beras, kedelai, kacang tanah, rumput laut, teh, tomat,
sayuran, kubis, pir, jeruk, aprikot, lobak, jagung, kentang, ketan, gandum, bunga dan
wasabi. Meskipun swasembada, untuk membuat Sanbei, Jepang masih mengimpor
beras dari Vietnam dan Thailand.
Diperkirakan

oleh

pengamat

ekonomi

bahwa,

Jepang

bersama Korea

Selatan, India dan RRT akan benar-benar mendominasi dunia pada tahun 2030 dan
mematahkan dominasi barat atas perekonomian dunia.

D. Sektor Perikanan
Jepang menempati urutan ke-2 di dunia di belakang Republik Rakyat Tiongkok
dalam tonase penangkapan ikan (tahun 1989: 11,9 juta ton), kenaikan tipis dari 11,1
juta ton pada tahun 1980. Setelah terjadi krisis minyak 1973, perikanan laut dalam di
Jepang menurun. Pada tahun 1980-an, total tangkapan ikan per tahun rata-rata 2 juta
ton. Perikanan lepas pantai mencapai 50 % dari penangkapan ikan total pada akhir
1980-an, meski beberapa kali mengalami kenaikan dan penurunan.
Perikanan pesisir dilakukan dengan perahu kecil, jala, atau teknik penangkaran
terhitung sekitar sepertiga produksi total industri perikanan Jepang. Sementara itu,
perikanan lepas pantai dengan kapal ukuran menengah terhitung sekitar lebih dari
separuh produksi total. Di antara hasil laut yang diambil misalnya: sarden, cakalang,
kepiting, udang, salem, cumi-cumi, kerang, tuna, saury, yellowtail, dan makerel.
Jepang termasuk salah satu negara yang memiliki armada perikanan terbesar di
dunia. Walaupun demikian, Jepang adalah negara pengimpor hasil laut terbesar di dunia
(senilai AS$ 14 miliar) Sejak tahun 1996, Jepang berada di peringkat ke-6 dalam total
tangkapan ikan di bawah RRT, Peru, Amerika Serikat, Indonesia, dan Chili. Jepang juga
menebarkan kontroversi dengan mendukung perburuan ikan paus.
Ekonomi pasar bebas dan terindustrisasi Jepang merupakan ketiga terbesar di
dunia setelah Amerika Serikat dan Cina dalam istilah paritas daya beli internasional.
Ekonominya sangat efisien dan bersaing dalam area yang berhubungan ke perdagangan
internasional, tapi produktivitas lebih rendah di bidang agriklutur, distribusi, dan
pelayanan..
20 | P a g e

Perikanan Jepang sangat maju dengan dukungan alat-alat penangkapan ikan yang
modern, armada yang besar dan bermodal serta area penangkapan yang sangat luas. Tak
heran Jepang pernah menjadi produsen ikan nomor 1 dunia sejak 1968 sampai 1996.
Pada 1996, produksi ikan di Jepang terus merosot dan akhirnya berada diposisi keenam sampai sekarang. Tetapi, armada perikanan tetap merupakan yang terbaik
didunia. Hasil perikanan/tangkapan nelayan Jepang pada umunya yaitu : tuna, cakalang,
sarden, makerel, cod, haring, paus, anjing laut, salem, kepiting, gurita, cumi, belut laut,
udang, salmon, kerang tiram, saury dan jenis-jenis lain. Sedangkan, babi, sapi, kuda,
domba, ayam, itik dan anjing laut serta buaya dan ular adalah hasil peternakan Jepang.

E. Sektor Pertambangan
Pertambangan adalah usaha yang kurang berhasil di Jepang, karena bumi Jepang
sangat miskin dan sedikit sekali menghasilkan mineral. Bumi Jepang tercatat hanya
menghasilkan garam, batubara, tembaga, bauksit, emas, biji besi, biji nikel, tungsten
dan gas alam dalam jumlah sedikit, yang jauh dari cukup. Hanya energi air, panas bumi,
angin dan panas matahari yang terdapat dalam jumlah yang melimpah.

5.

Kebudayaan Jepang
Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya asli Jomon yang kukuh dengan

pengaruh dari luar negeri yang menyusul. Mula-mulaTiongkok dan Korea banyak
membawa pengaruh, bermula dengan perkembangan budaya Yayoi sekitar 300 SM.
Gabungan tradisi budaya Yunani dan India, memengaruhi seni dan keagamaan Jepang
sejak abad

ke-6 Masehi,

dilengkapi

dengan

pengenalan agama

Buddha sekte Mahayana. Sejak abad ke-16, pengaruh Eropa menonjol, disusul dengan
pengaruh Amerika Serikat yang mendominasi Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia
II. Jepang turut mengembangkan budaya yang original dan unik, dalam seni
(ikebana, origami,ukiyo-e), kerajinan

tangan (pahatan, tembikar,

persembahan

(boneka bunraku, tarian tradisional, kabuki, noh, rakugo), dan tradisi (permainan
Jepang, onsen, sento, upacara minum teh, taman Jepang), serta makanan Jepang.
Kini, Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang
terbesar. Anime, manga, mode, film, kesusastraan, permainan video, dan musik Jepang
menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia yang lain.
Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan kegemaran mengikut gaya mereka
memengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasar muda-mudi yang amat baik
21 | P a g e

merupakan ujian untuk produk-produk elektronik konsumen yang baru, di mana gaya
dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk
diedarkan ke seluruh dunia.
Baru-baru ini Jepang mula mengekspor satu lagi komoditas budaya yang bernilai:
olahragawan. Popularitas pemain bisbol Jepang diAmerika Serikat meningkatkan
kesadaran warga negara Barat tersebut terhadap segalanya mengenai Jepang.
Orang Jepang biasanya gemar memakan makanan tradisi mereka. Sebagian besar
acara TV pada waktu petang dikhususkan pada penemuan dan penghasilan makanan
tradisional yang bermutu. Makanan Jepang mencetak nama di seluruh dunia
dengan sushi, yang biasanya dibuat dari berbagai jenis ikan mentah yang digabungkan
dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Makanan
Jepang bertumpu pada peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin
dan sashimi pada musim panas, sedangkanramen panas dan shabu-shabu pada musim
dingin.

22 | P a g e

BAB 3
Kesimpulan
3.1 Kesimpulan
Ekonomi Jepang adalah salah satu yang terbaik, tersehat, terbesar dan termodern
didunia. Ekonomi Jepang bertumpu pada industri, jasa, manufaktur dan telekomunikasi
yang menyumbang 78 % GDP-nya. Walaupun sudah menjadi negara yang maju dan
berbasis teknologi, Jepang serta merta tidak

melupakan bidang usaha yang lain.

Bahkan, dewasa ini pemerintah Jepang memberikan insentif yang besar kepada para
petani, nelayan dan peternak. Karena usaha intensifikasi dibidang pertanian dan
peternakan, Jepang akhirnya berswasembada pangan.
Jepang adalah perekonomian terbesar nomor dua di dunia setelah Amerika
Serikat, Jepang bersama Jerman dan Korea Selatan adalah 3 negara yang pernah
mencatatkan diri sebagai negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat
sepanjang

sejarah

perekonomian

dunia, dengan PDB

terbesar

ke-3

di

nominal sekitar

dunia

setelah

AS

AS$4,5

triliun.,

dan Republik

dan

Rakyat

Tiongkok dalam keseimbangan kemampuan berbelanja


Ada beberapa sektor ekonomi unggulan yang terus dikembangkan oleh Negara
Jepang antarlain; (1) Sektor Pertanian, (2) Sektor Industri, (3) Sektor Perikanan, (4)
Sektro Pertambangan, dan ( 5) Sektor Jasa

23 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

Ihksanti, N. (2013, Januari 13). Perkembangan Industri Jepang. Diambil kembali dari
academia.edu: https://www.academia.edu/11547378/Perkembangan_Industri_Jepang
SCOFIELD, R. (2014, 05 28). Perekonomian di Jepang. Diambil kembali dari
rhinii.wordpress.com:

https://rhinii.wordpress.com/2014/05/28/perekonomian-di-

jepang
Wikipedia. (2016, November 12). Demografi Jepang. Diambil kembali dari id.wikipedia.org:
https://id.wikipedia.org/wiki/Demografi_Jepang
Wikipedia. (2016, November 12). Ekonomi Jepang. Diambil kembali dari id.wikipedia.org:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Jepang#Pertanian

24 | P a g e