Anda di halaman 1dari 28

PERMASALAHAN PSDA

Intrusi Air Laut Akibat Penggunaan Air Berlebihan


(diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Sumber

Daya Air Kelas B)

Oleh
Nadhia Faizza Utari

132110101048

Rizky Adi Sulistyanto

132110101163

Herwin Pundhi R

142110101022

Mega Elang Putri

142110101076

Firman Setyo Aji Budiman

142110101111

Dwi Lia Oktaviana

152110101129

Pengelolaan Sumber Daya Air Kelas B

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS JEMBER
2016

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga tugas mandiri ini
dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Tugas makalah dengan judul
Pengelolaan Sumberdaya Air: Intrusi Air Laut Akibat Penggunaan Air
Berlebihan disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Sumber
Daya Air.
Keberhasilan penulisan tugas mandiri ini tidak lepas dari bantuan berbagai
pihak. Dengan terselesaikannya penulisan tugas mandiri ini tak lupa penulis
mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Bapak dan Ibu dosen mata
kuliah Pengelolaan Sumber Daya Air dan semua pihak yang membantu hingga
terselesaikannya tugas makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan dan perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi seluruh mahasiswa khususnya pada bidang yang bersangkutan.

Jember, 15 November 2016

Penulis

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
BAB 1. PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2
1.3 Tujuan........................................................................................................2
1.4 Manfaat......................................................................................................2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................3
2.1 Air..............................................................................................................3
2.1.1
Pengertian Air....................................................................................3
2.1.2
Sumber-sumber Air............................................................................3
2.1.3
Fungsi Air dan Peranan Air dalam Kehidupan...................................6
2.2 Air Tanah...................................................................................................7
3.1 Pengertian Air Tanah.............................................................................7
3.2 Proses Terjadinya Air Tanah..................................................................7
3.3 Pembagian Air Tanah.............................................................................9
3.4 Kondisi Air Tanah................................................................................10
3.5 Aliran Air Tanah......................................................................................10
3.6 Pengambilan Air Tanah........................................................................10
2.3 Air Laut...................................................................................................12
2.3.1
Pengertian Air Laut..........................................................................12
2.3.2
Interaksi Antara Air Tanah dan Air Laut..........................................14
2.3.3
Intrusi Air Laut.................................................................................16
2.3.4
Penyebab Intrusi Air Laut................................................................16
2.3.5
Proses Terjadinya Intrusi Air Laut...................................................17
BAB 3. PEMBAHASAN......................................................................................20
3.1 Analisis Kasus.........................................................................................20
3.2 Pembahasan.............................................................................................21
BAB 4. PENUTUP...............................................................................................23
4.1 Kesimpulan..............................................................................................23
4.2 Saran........................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA

iii

BAB 1. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Sumber air yang biasa digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan
airnya adalah air hujan, air permukaan, dan air tanah. Diantara ketiga sumber air
tersebut yang paling memiliki keunggulan yaitu air tanah dibanding yang lain dan
tidak terpengaruh musim, cadangan air tanah yang melimpah, dan mudah
diperoleh. Pada daerah pegunungan yang memiliki letak sumur sangat dalam
karena letak akuifer yang jauh dari di dalam tanah, banyak mengandalkan air dari
sumber mata air sebagai pemenuhan kebutuhan terhadap air.
Kebutuhan manusia terhadap air sangat kompleks, yakni untuk minum,
masak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Rata-rata kebutuhan air di Indonesia 60
liter per kapita per hari, yang digunakan untuk kebutuhan mandi sebesar 30 liter,
mencuci 15 liter, masak 5 liter kemudian untuk minum 5 liter, dan kegunaan lain 5
liter. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh musim atau cuaca, ketika musim kemarau
maka kebutuhan air akan menurun karena menurunnya persediaan air. Sedangkan
proporsi air di dalam badan mencapai sekitar 70% dari berat badan dan berada di
bagian tubuh yang sangat vital, pada otak terdapat 90%, di organ jantung 75%, di
paru-paru 86%, di hati 86%, ginjal 83%, pada otot 75% dan dikomponen darah
sekitar 90%, tulang 22%, dan gigi 75%. Kekurangan air dapat menyebabkan
dehidrasi dan dapat mendatangkan penyakit bahkan kematian.
Saat ini seiring juga dengan kebutuhan manusia terhadap perumahan yang
semakin tinggi dan harga kayu yang semakin murah maka proses penggundulan
pohon juga mulai meningkat. Akibatnya mata air menjadi berkurang debitnya
untuk tidak dikatakan mati (Eram, 2012).
Dewasa ini, penduduk pesisir laut diresahkan dengan fenomena intrusi air.
Terutama pada penduduk Denpasar, Bali. Intrusi air merupakan masuknya air laut
ke arah daratan. Intrusi air laut diakibatkan tekanan air tanah yang lebih kecil
dibandingkan tekanan air laut pada kedalaman yang sama. Perbedaan tekanan ini
menyebabkan batas antara air tanah dan air laut naik ke daratan. Pengambilan air
tanah yang tidak teratur menyebabkan berubahnya kualitas air tanah yang
disebabkan oleh penyusupan air laut (Indriastoni, et al. 2014).

b. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, dapat diketahui bahwa rumusan masalah yang
terjadi adalah apa penyebab intrusi air laut yang berakibat penggunaan air
berlebihan dan bagaimana pencegahannya?
c.

Tujuan
Dari rumusan masalah diatas, maka dapat diketahui bahwa tujuan dari

penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui penyebab intrusi air laut dan cara
pencegahannya.
d. Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi segenap pengambil
keputusan di Pemerintah Kabupaten, masyarakat dan orang-orang yang peduli
terhadap suatu kawasan atau daerah sebagai masukan atau referensi di dalam
memanfaatkan maupun mengembangkan daerah dan sumber airnya sehingga tetap
berkelanjutan.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


a. Air
i.

Pengertian Air
Air adalah zat yang tidak mempunyai rasa, warna, dan bau yang terdiri
dari hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H 2O. Air merupakan suatu larutan
yang bersifat universal. Sumber daya air merupakan bagian dari sumber daya
alam yang mempunyai sifat yang sangat berbeda dengan sumber daya alam
lainnya. Air adalah sumber daya yang terbaharui, bersifat dinamis dan mengikuti
siklus hidrologi yang secara alamiah berpindah-pindah serta mengalami
perubahan bentuk dan sifat.
Air merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan bagi
kehidupan manusia, karena air diperlukan untuk bermacam-macam kegiatan
seperti minum, pertanian, industri dan perikanan. Tanpa air berbagai proses
kehidupan tidak dapat berlangsung. Oleh karena itu, penyediaan air merupakan
salah satu kebutuhan utama bagi manusia untuk kelangsungan hidup dan menjadi
faktor penentu dalam kesehatan dan kesejahteraan manusia.

ii.

Sumber-sumber Air
1. Air Laut
Air laut mempunyai rasa asin, karena mengandung garan NaCl. Kadar
garam NaCl dalam air laut 3%. Dengan keadaan ini, maka air laut tak memenuhi
syarat untuk air minum (Sutrisno,2004). Hampir 80% air yang berada di alam
merupakan air laut. Air laut menentukan iklim dan kehidupan di bumi. Kadar dan
komponen unsur di dalam air laut ditentukan sejumlah reaksi kimia, fisika dan
biologi yang terjadi di laut.
2. Air Atmosfer
Air di atmosfer tersedia dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari proses
evaporasi (penguapan), baik yang berasal dari laut, danau, sungai, tanah, bahkan
dari permukaan tubuh makhluk hidup atau permukaan daun tumbuhan. Namun
yang paling utama berasal dari laut. Setelah itu uap-uap air ini akan terkumpul dan

membentuk awan. Pada saat awan-awan ini bergerak mengikuti pola angin,
kelembapan udara menyebabkan suhu menjadi dingin selanjutnya uap-uap air
akan terkondensasi menjadi tetes-tetes air dan jatuh sebagai air hujan atau salju.
Dalam keadaan murni, air hujan sangat bersih, tetapi dengan adanya
pengotoran udara yang disebabkan oleh kotoran-kotoran industri/debu dan lain
sebagainya sehingga air hujan menjadi tercemar. Maka untuk menjadikan air
hujan sebagai sumber air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan
jangan dimulai pada saat hujan mulai turun, karena masih mengandung banyak
kotoran. Selain itu air hujan juga mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipapipa penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat
terjadinya korosi (karatan). Juga air hujan ini mempunyai sifat lunak, sehingga
akan boros terhadap pemakaian sabun (Sutrisno, 2004).
3. Air Permukaan
Adalah air hujan yang turun ke bumi dan mengalir di permukaan sungai
dan danau, dan sebagian air hujan diserap oleh tanah yang dapat muncul sebagai
mata air. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama
pengalirannya, misalnya oleh lumpur, pelapukan batang-batang kayu, daun-daun,
pencemaran industri kota dan sebagainya. Beberapa pencemaran ini, untuk masing
-masing air permukaan akan berbeda-beda, tergantung pada daerah pengaliran air
permukaan ini. Jenis pencemarannya adalah merupakan pencemaran fisik, kimia
dan bakteriologi. Air permukaan ada 2 macam yakni
a. Air sungai
Air sungai dalam penggunaannya sebagai air minum, haruslah mengalami
suatu pengolahan yang sempurna, mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya
mempunyai derajat pencemaran yang tinggi sekali. Debit yang tersedia untuk
memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi.
b. Air rawa/danau.
Air Danau atau Rawa kebanyakan air rawa ini berwarna yang disebabkan
oleh adanya zat-zat organis yang telah membusuk, Dengan adanya pembusukan
kadar zat organis tinggi, maka umumnya kadar Fe dan Mn akan tinggi dan dalam
keadaan kelarutan O2 kurang sekali (anaerob), maka unsur-unsur Fe dan Mn ini
akan larut. Pada permukaan air akan tumbuh alga (lumut) karena adanya sinar
matahari dan O2. Jadi untuk pengambilan air, sebaiknya pada kedalaman tertentu

di tengah-tengah agar endapan-endapan Fe dan Mn tidak terbawa, demikian pula


dengan lumut yang ada pada permukaan rawa/telaga.
4. Air Tanah
Menurut Sutrisno (2004), air tanah terbagi atas :
a. Air Tanah Dangkal
Terjadi karena adanya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur
akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan
jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia ( garam-garam yang terlarut)
karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk
masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah ini berfungsi sebagai saringan. Di
samping penyaringan, pengotoran juga m asih terus berlangsung, terutama pada
muka air yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air
akan terkumpul merupakan air tanah dangkal dimana air tanah ini dimanfaatkan
untuk sumber air minum melalui sumur-sumur dangkal.
b. Air Tanah Dalam
Terdapat sebuah lapis rapat air yang pertama. Pengambilan air tanah
dalam, tak semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini harus digunakan bor
dan memasukkan pipa kedalamnya sehingga dalam suatu kedalaman ( biasanya
antara 100-300 m) akan didapatkan suatu lapis air. Jika tekanan air tanah ini besar,
maka air dapat menyembur ke luar dan dalam keadaan ini, sumur ini disebut
dengan sumur artetis. Jika air tak dapat keluar dengan sendirinya, maka
digunakanlah pompa untuk membantu pengeluaran air tanah dalam ini.
c. Mata Air
Mata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan
tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam. Hampir tidak berpengaruh oleh
musim dan kualitas/kuantitasnya sama dengan keadaan air dalam
Untuk kelangsungan hidup perlu disadari bahwa sumber daya air, baik air
permukaan maupun air tanah harus mendapatkan perlindungan dari manusia
dengan sebaik-baiknya, supaya daya air dan mencegah terjadinya penurunan
kuantitas dan kualitas dari sumber daya air. Dalam memenuhi kebutuhan akan air,
manusia selalu memerhatikan aspek kualitas dan kuantitas air. Kuantitas air yang

cukup dimungkinkan karena adanya siklus hidrologi, yaitu siklus alami yang
mengatur tersedianya air permukaan dan air tanah (Sumantri, 2015).
iii.

Fungsi Air dan Peranan Air dalam Kehidupan


Fungsi air, meliputi: sebagai keperluan domestic dan non domestik.
a.

Keperluan Domestik
1. Minum
2. Penyiapan makanan
3. Kebersihan diri
4. Cuci pakaian, peralatan dan kendaraan
5. Penggelontor air limbah
6. Penyiraman tanaman
7. Kebersihan lingkungan
8. Dll
b. Keperluan Non Domestik
1. Proses produksi
2. Penyediaan air kolam renang
3. Pemadam kebakaran
4. Penyiraman tanaman kota
5. Irigasi
6. Tenaga listrik
7. Navigasi perdagangan
8. Perikanan
9. Dll
Peranan air dalam kehidupan:
Air berperan bagi kehidupan baik tumbuhan, hewan dan manusia.
Manusia masih dapat bertahan hidup selama 3 hari tidak makan tetapi jika 3 hari
tidak minum manusia tersebut akan mati/lemas. Air didalam tubuh manusia
berkisar 50-70% dari seluruh BB. Organ tubuh manusia yang mengandung air :
a.
Tulang
25%
b.
Darah 80%
c.
Ginjal 80%
d.
Hati 70%
e.
Otot 75%
b. Air Tanah
a. Pengertian Air Tanah
Air tanah adalah salah satu bentuk air yang berada di sekitar bumi kita dan
terdapat di dalam tanah. Air tanah pada umumnya terdapat dalam lapisan tanah
baik dari yang dekat dengan permukaan tanah sampai dengan yang jauh dari
permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu fase dalam siklus hidrologi,

yaitu suatu peristiwa yang selalu berulang dari urutan tahap yang dialiri air dari
atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer. Pada proses siklus hidrologi
tersebut air tanah berinteraksi dengan permukaan serta komponen-komponen lain
yang terlibat dalam siklus hidrologi termasuk bentuk topografi, jenis tanah,
penggunaan lahan, jenis vegetasi penutup, serta manusia yang berada di
permukaan bumi (Setyowati, 2007). Air tanah ini termasuk salah satu sumber air,
ada saatnya air tanah ini bersih tetapi terkadang keruh sampai kotor, tetapi pada
umumnya terlihat jernih.
3.2 Proses Terjadinya Air Tanah
Pada dasarnya, air tanah dapat berasal dari air hujan (presipitasi), baik
melalui proses infiltrasi secara langsung ataupun secara tak langsung dalam air
sungai, danau, rawa, dan genangan air lainnya. Air hujan yang meresap kedalam
tanah menjadi bagian dari air tanah, perlahan-lahan mengalir ke laut, atau
mengalir langsung dalam tanah atau di permukaan dan bergabung dengan aliran
sungai. Banyaknya air yang meresap ke tanah bergantung pada waktu, kondisi
material permukaan tanah dan jenis serta banyaknya vegetasi dan curah hujan.
Meskipun curah hujan cukup besar tetapi lerengnya curam, ditutup material
impermeabel, persentase air mengalir di permukaan lebih banyak daripada
meresap ke bawah. Sedangkan pada curah hujan sedang, pada lereng landau dan
permukaannya permiabel, persentase air yang meresap lebih banyak.
Sebagian air yang meresap tidak bergerak jauh karena tertahan oleh daya
tarik molekuler sebagai lapisan pada butiran-butiran tanah. Sebagian menguap
lagi ke atmosfer dan sisanya merupakan cadangan bagi tumbuhan selama belum
ada hujan. Air yang tidak tertahan dekat permukaan menerobos ke bawah sampai
zona dimana seluruh ruang terbuka pada sedimen atau batuan terisi air (jenuh air).
Air dalam zona saturasi (zone of saturation) ini dinamakan air tanah (ground
water). Batas atas zona ini disebut muka air tanah (water table). Lapisan tanah,
sedimen atau batuan diatasnya yang tidak jenuh air disebut zona aerasi (zone of
aeration). Dan daerah dimana air tanah keluar sampai discharge area, seperti
terlihat pada dibawah ini.

Muka air tanah umumya tidak horizontal, tetapi lebih kurang mengikuti
permukaan topografi diatasnya. Apabila tidak ada hujan maka muka air di bawah
bukit akan menurun perlahan-lahan sampai sejajar dengan lembah. Namun hal ini
tidak terjadi, karena air hujan akan mengisi (recharge) lagi. Daerah dimana air
hujan meresap ke bawah (precipitation) sampai zona saturasi dinamakan rembesan
(recharge area).
Air tanah berasal dari bermacam sumber. Air tanah yang berasal dari
peresapan air permukaan disebut air meteorik (meteoric water). Selain berasal dari
air permukaan, air tanah berasal dari air yang terjebak dalam pembentukan batuan
sedimen. Air tanah jenis ini disebut air konat (connate water). Berdasarkan daerah
pembentukannya terdapat air tanah pada material lepas dapat dibedakan menjadi 4
wilayah, yaitu :
a. Daerah aliran air (water course)
Daerah aliran ini terdiri dari alluvial yang terletak di kanan kiri sungai
yang mengalir. Potensi air tanah cukup besar apabila muka air sungainya lebih
tinggi dari muka air tanah. Faktor ini menyebabkan daerah ini sangat potensial
sebab materialnya lepas dan air sungai menyuplai air tanah.
b. Daerah lembah mati
Potensial air tanah di daerah ini cukup besar akan suplai air yang diterima
tidak sebesar daerah aliran air.
c. Daerah daratan

Daerah ini adalah dataran yang luas dengan endapan yang belum mengeras
misalnya pasir dan kerikil.
d. Daerah lembah antar gunung
Lembah yang dikelilingi oleh pegunungan biasanya terdiri dari material
lepas yang jumlahnya sangat besar, material ini berasal dari pegunungan
sekitarnya. Materialnya berupa pasir dan kerikil dan sifatnya akan menerima air di
pengisian di atasnya.
3.3 Pembagian Air Tanah
1. Air tanah dangkal
Air tanah dangkal terjadi karena adanya daya proses peresapan air dari
permukaan tanah. Air tanah dangkal dimanfaatkan untuk sumber air minum
melalui sumur-sumur dangkal. Air sumur dangkal ini terdapat pada kedalaman 15
30 meter. Sebagai air minum, air tanah dangkal mempunyai kualitas yang cukup
baik namun kuantitasnya kurang mencukupi karena tergantung musim.
2. Air tanah dalam
Air tanah dalam terdapat setelah rapat air yang pertama. Pengambilan air tanah
dalam tidak semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini harus digunakan bor
untuk memasukkan pipa kedalamnya sehingga kedalaman antara 100300 meter
akan didapat lapisan air. Kualitas air tanah dalam pada umumnya lebih baik dari
air tanah dangkal, karena penyaringannya lebih sempurna.
3. Mata air
Mata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah.
Mata air berasal dari tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan
kualitasnya sama dengan keadaan air dalam (Sutrisno, 1987).
3.4 Kondisi Air Tanah
Air tanah merupakan suatu bagian dalam proses sirkulasi alamiah. Jika
pemanfaatan air tanah itu memutuskan sistem sirkulasi, yakni jika air yang
dipompa melebihi besarnya pengisian kembali (recharge), maka akan terjadi
pengurangan volume air tanah yang ada. Berkurangnya volume air tanah itu akan
terlihat dalam bentuk penurunan permukaan air tanah dan tekanan air ini akan
mengakibatkan penurunan intensitas pemompaan, jika penurunan ini melampaui
suatu batas tertentu maka fungsi pemompaan akan hilang. Akhirnya sumber air

10

tanah itu menjadi kering. Jadi untuk menghindari pengurangan volume air tanah
yang ada, maka harus dijaga agar besarnya pemompaan itu sesuai dengan
pengisian kembali (Sasrodarsono dan Takeda,1993).
3.5 Aliran Air Tanah
Aliran air tanah sangat mempengaruhi kondisi daerah pantai, karena aliran
ini menjaga keseimbangan antara air laut dan air tanah. Juga diketahui pula bahwa
aliran air tanah pada kondisi geologi tertentu mengubah unsur kimia yang lain
menjadi unsur kimia yang komposisinya sama dengan air laut bila semakin dekat
aliran air itu ke pantai. Jadi dapat dikatakan bahwa aliran air tanah juga
merupakan sumber salinitas. Salinitas merupakan tingkat keasinan atau kadar
garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam
dalam tanah. Disamping itu, aliran air tanah juga merupakan perantara geologi
karena secara terus menerus mempengaruhi kondisi lingkungan dalam tanah
(Todd, 1974). Menurut pakar geologi ini aliran air tanah tergantung dari waktu
dan ruang dan salah satu dampaknya bahwa aliran air tanah ini membawa dan
meningkatkan bermacam kimia yang terkandung dalam air tanah.
3.6 Pengambilan Air Tanah
Menurut Sitorus (2011) sumur merupakan sumber utama persediaan air
bersih bagi penduduk yang tinggal di daerah pedesaan maupun di perkotaan
Indonesia. Secara teknis dapat dilakukan upaya pengambilan air tanah dengan
pengambilan air melalui air sumur dangkal dan sumur dalam.

a. Sumur dangkal (shallow well)


Cara pengambilan air tanah yang paling tua dan sederhana adalah dengan
membuat sumur gali dengan kedalaman lebih rendah dari posisi permukaan air
tanah. Jumlah air yang dapat diambil dari sumur gali biasanya terbatas, dan air
yang diambil adalah air dangkal. Untuk pengambilan air yang lebih besar
diperlukan luas dan kedalaman galian yang lebih besar. Kedalaman sumur gali
tergantung lapisan tanah, ketinggian dari permukaan air laut, dan ada tidaknya air
bebas di bawah lapisan tanah. Sumur gali biasanya dibuat dengan kedalaman tidak

11

lebih dari 5-8 meter di bawah permukaan tanah. Cara ini cocok untuk daerah
pantai dimana air tanah berada di atas air asin. Berdasarkan jenis tanah dan
kedalaman, air bebas sumur gali dapat diperoleh seperti pada tanah berpasir,
sumur gali cukup 6-8 m telah memperoleh air bebas. Tanah liat, kedalaman sumur
12 m baru memperoleh air bebas. Tanah kapur, Umumnya sumur gali harus 40
m baru diperoleh air bebas. Keadaan atau sifat air sumur gali yaitu pada
ketinggian air bebas umumnya sekitar 1-3 m dari dasar sumur. Ketinggian air
bebas bervariasi, tergantung jumlah air yang diambil dan tergantung musim.
b. Sumur dalam (deep well)
Pengambilan air tanah dilakukan dengan membuat sumur dalam (deep well)
atau yang lazim disebut sumur bor. Kedalaman sumur bor berdasarkan struktur
dan lapisan tanah yaitu pada tanah berpasir , biasanya kedalaman 30-40 m sudah
memperoleh air. Biasanya airnya naik 5-7 m dari permukaan tanah. Tanah
liat/padas, biasanya kedalaman 40-60 m akan diperoleh air yang baik dan air akan
naik mencapai 7 m dari permukaan tanah. Tanah berkapur, biasanya sumur dengan
kedalaman di atas 60 m kemungkinan baru mendapat air dan apabila ada air,
airnya sukar/tidak biasa naik ke atas dengan sendirinya. Tanah berbukit, biasanya
sumur dibuat diatas 100 m atau diatas 200 m kemungkinan tipis sekali untuk
memperoleh air. Air yang diperoleh sukar/tidak bias naik ke atas dengan
sendirinya. Keadaan/sifat air sumur bor yaitu airnya jernih dan rasa sejuk.
Pencemaran air tidak terjadi/sukar terjadi. Jumlah bakteri jauh lebih kecil dari
sumur gali. Jumlah algae dalam air sumur bor jauh lebih banyak dibanding
dengan air sumur gali.
Teknik pengambilan air tanah yang dapat dilakukan adalah dengan cara
1.

Menggali tanah atau mengebor tanah dengan tenaga manusia pada kedalaman
tertentu sampai mendapatkan air tanah yang disebut sebagai sumur gali atau
sumur pasak/patek, dan air tanah yang diambil/disadap adalah air tanah

2.

dangkal pada lapisan akuifer bebas (akuifer 1).


Mengebor tanah dengan alat pemboran tenaga mesin pada kedalaman tertentu
sampai memperoleh air tanah yang disebut sebagai sumur bor atau sumur
produksi, umumnya air tanah yang diambil adalah air tanah dalam pada
lapisan akuifer tertekan (akuifer II, III, dan IV).

12

3.

Menurap mata air dengan cara alamiah maupun buatan dengan tidak
mengganggu keseimbangan hidrologi air tanahnya, karena apabila tekanan
hidrolika pada saat penurapan lebih besar dari pada mata air sebelumnya,
maka akan menyebabkan mata air tersebut pindah ke area yang tekanannya
lebih rendah (Winarno dan Mardyanto, 2011).

c. Air Laut
i.

Pengertian Air Laut


Air laut adalah air yang berasal dari laut, memiliki rasa asin, dan memiliki
kadar garam (salinitas) yang tinggi. Rata-rata air laut di lautan dunia
memiliki salinitas sebesar 3,5%, hal ini berarti untuk setiap satu liter air
laut terdapat 35 gram garam yang terlarut didalamnya. Kandungan garamgaraman utama yang terdapat dalam air laut antara lain klorida (55%),
natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%),
dan sisanya (kurang dari 1%) terdiri dari bikarbonat, bromida, asam borak,
strontium, dan florida. Keberadaan garam-garaman ini mempengaruhi sifat fisis
air laut seperti densitas, kompresibilitas, dan titik beku (Homig, 1978).
Air dengan salinitas tersebut tentu saja tidak dapat dikonsumsi dilihat dari
standar kualitas air yang telah ditetapkan MENKES RI. Sumber-sumber garam
yang ada di laut berasal dari tiga hal yaitu gas-gas vulkanik, pelapukan batuan
di darat, dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal pada air laut yang dalam.
Salinitas laut tertinggi terdapat di laut merah, sedangkan yang paling tawar
adalah di timur Teluk Finlandia dan diutara Teluk Bothania, keduanya bagian dari
laut baltik.
Air laut memiliki kadar garam rata rata 3,5%, tetapi tidak semua air laut
memiliki kadar garam yang sama setiap tempatnya. Namun jika dijelaskan secara
rinci, air laut memiliki komposisi yang cukup banyak, komposisi dalam air
laut yang memiliki persentase besar adalah oksigen, hydrogen, klorin,
sodium dan sisanya hanya sedikit terkandung. Selain itu juga terdapat banyak
kandungan gas yang terlarut, bahan-bahan organik serta partikel tak larut.
Dengan adanya kandungan-kandungan tersebut memiliki manfaat tersendiri pada

13

tubuh baik untuk bagian luar maupun organ dalam tubuh, tetapi tetap memiliki
ambang batas yang telah ditetapkan. Komposisi dari air laut yaitu sebagai berikut :
Elemen

Simbol

Ppm

Persentase

Oksigen

O2

883,000

86,0341%

Hidrogen

110,000

10,7177%

Klorin

Cl

19,400

1,8902%

Sodium

Na

10,800

1,0523%

Magnesium

Mg

1,290

0,1257%

Belerang

0,904

0,0881%

Kalsium

Ca

0,411

0,0400%

Kalium

0,392

0,0382%

Brom

Br

0,067

0,0066%

Karbon

0,028

0,0027%

Nitrogen

0,016

0,0015%

Flor

0,013

0,0013%

Strontium

Sr

0,0081

0,0008%

Boraks

0,0045

0,0004%

Silicon

Si

0,0029

0,0003%

Sumber

Tabel:

http://www.scribd.com/bickomcr/d/39734581-Komposisi-Air-

Lautdocx-Yudit
ii.

Interaksi Antara Air Tanah dan Air Laut


Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasiair yang tidak pernah
berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi,
presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus
hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi,
kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es dan salju
(sleet), hujan gerimis atau kabut.

14

Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi


kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman
sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak
secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di

1.

tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian


akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi
bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk
2.

hujan, salju, hujan es.


Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui
celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat
bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau
horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali

3.

sistem air permukaan.


Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran
utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka
aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat
biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan
membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar
daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk,

rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir
membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi
dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah
Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang
berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut.
Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :
1.

2.

Siklus Pendek / Siklus Kecil


a.

Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari

b.

Terjadi kondensasi dan pembentukan awan

c.

Turun hujan di permukaan laut

Siklus Sedang

15

3.

a.

Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari

b.

Terjadi evaporasi

c.

Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat

d.

Pembentukan awan

e.

Turun hujan di permukaan daratan

f.

Air mengalir di sungai menuju laut kembali

Siklus Panjang / Siklus Besar


a.

Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari

b.

Uap air mengalami sublimasi

c.

Pembentukan awan yang mengandung kristal es

d.

Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat

e.

Pembentukan awan

f.

Turun salju

g.

Pembentukan gletser

h.

Gletser mencair membentuk aliran sungai

i.

Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

iii.

Intrusi Air Laut


Intrusi air laut adalah pergerakan air laut ke akuifer air tawar yang dapat
mengontaminasi sumber air minum. Intrusi air laut dapat terjadi secara alami
hingga derajat tertentu pada sebagian besar akuifer pantai, dikarenakan adanya
hubungan hidrolik antara air tanah dan air laut. Karena air asin memiliki kadar
mineral yang lebih tinggi dari air tawar, maka air laut memiliki massa jenis yang
lebih tinggi dan tekanan air yang lebih besar. Sehingga air asin bergerak menuju
air tawar. Berbagai aktivitas manusia, terutama pemompaan air tanah dari akuifer
pantai, dapat meningkatkan intrusi air laut karena tekanan air tanah berkurang dan
menjadi relatif lebih kecil dibandingkan tekanan dari air laut. Penyebab intrusi air
asin lainnya yaitu kanal navigasi dan drainase yang menciptakan celah bagi air
laut bergerak ke daratan melewati permukaan dan melalui pasang surut air. Intrusi
air laut juga dapat terjadi pada kondisi cuaca ekstrem seperti badai dan ombak
besar.

16

iv.
1.

Penyebab Intrusi Air Laut


Ektraksi air tanah
Ekstraksi air tanah adalah salah satu penyebab utama intrusi air asin. Air

tanah merupakan sumber air minum pada sebagian besar wilayah pantai dan
ekstraksi telah meningkat dengan bertambahnya permukiman pinggir pantai. Pada
kondisi dasar, intrusi air asin hanya mencapai wilayah tertentu karena dibatasi
oleh tekanan dari kolom air tawar yang lebih besar karena posisinya yang lebih
tinggi dari permukaan air laut. Ekstraksi air tanah mengurangi tekanan kolom air
tanah yang berarti air laut dapat mengalir lebih ke arah daratan. Di wilayah Cape
May, New Jersey, sejak tahun 1940an pengambilan air telah menurunkan tinggi
muka air tanah hingga 30 m, sehingga menyebabkan intrusi air asin dan
kontaminasi sumur air yang meluas.
2.

Jaringan kanal dan drainase


Konstruksi kanal dan drainase dapat memicu instrusi air asin. Kanal

menyediakan celah bagi air asin untuk menuju ke daratan. Di wilayah estuari
danau Sabine di teluk Meksiko, jalur air skala besar telah membuat air asin
bergerak menuju danau. Pengerukan kanal di sekitar rawa untuk memfasilitasi
pengeboran minyak dan gas juga menyebabkan subsiden lahan, yang mempu
menyebabkan intrusi air asin lebih jauh.[8]
Jaringan drainase yang dibangun untuk mengalirkan air dari wilayah
permukiman pinggir pantai dapat memicu intrusi karena menurunkan tinggi muka
air tawar. Intrusi air asin di Florida telah terjadi dalam sekala besar sebagai akibat
dari kanal drainase yang dibangun antara 1903 sampai 1980an untuk
mengeringkan Everglades demi pembangunan permukiman dan kawasan
pertanian. Penyebab utama intrusi air adalah penurunan tinggi muka air. Selain
itu, proses konstruksi dan keberadaan kanal juga telah membuat air laut mengalir
ke daratan hingga dibangunnya pintu air kendali.
v.

Proses Terjadinya Intrusi Air Laut

Menurut Hubungan Ghyben-Herzberg


Perhitungan fisik intrusi air pertama kali dibuat oleh W. Badon-Ghijben
(1888, 1889) dan A. Herzberg (1901). Mereka menurunkan solusi analisis untuk

17

menentukan perkiraan sifat intrusi yang berdasarkan pada sejumlah asumsi yang
tidak terdapat pada kasus hidrologi lainnya.

Hubungan antara air laut dengan air bawah tanah tawar pada akuifer pantai
pada keadaan statis dapat diterangkan dengan hukum Ghyben - Herzberg. Dengan
adanya perbedaan berat jenis antara air laut dengan air bawah tanah tawar, maka
bidang batas (interface) tergantung pada keseimbangan keduanya. Hubungan
antara air asin dengan air bawah tanah tawar pada akuifer bebas di daerah pantai
seperti ditunjukkan pada gambar.
Air laut memiliki berat jenis yang lebih besar dari pada air tawar akibatnya
air laut akan mudah mendesak air tanah semakin masuk. Secara alamiah air laut
tidak dapat masuk jauh ke daratan sebab air tanah memiliki piezometric yang
menekan lebih kuat dari pada air laut, sehingga terbentuklah interface sebagai
batas antara air tanah dengan air laut. Keadaan tersebut merupakan keadaan
kesetimbangan antara air laut dan air tanah.
Masuknya air laut ke sistem akuifer melalui dua proses, yaitu intrusi air laut
dan upconning. Intrusi air laut di daerah pantai merupakan suatu poses
penyusupan air asin dari laut ke dalam air tanah tawar di daratan. Zona pertemuan
antara air asin dengan air tawar disebut interface. Pada kondisi alami, air tanah
akan mengalir secara terus menerus ke laut. Berat jenis air asin sedikit lebih besar
daripada berat jenis air tawar, maka air laut akan mendesak air tawar di dalam
tanah lebih ke hulu. Tetapi karena tinggi tekanan piezometric air tanah lebih

18

tinggi daripada muka air laut, desakan tersebut dapat dinetralisir dan aliran air
yang terjadi adalah dari daratan kelautan, sehingga terjadi keseimbangan antara
air laut dan airtanah, sehingga tidak terjadi intrusi air laut. Intrusi air laut terjadi
bila keseimbangan terganggu. Aktivitas yang menyebabkan intrusi air laut
diantaranya pemompaan yang berlebihan, karakteristik pantai dan batuan
penyusun, kekuatan air tanah ke laut, serta fluktuasi airtanah di daerah pantai.
Proses intrusi makin panjang bisa dilakukan pengambilan air tanah dalam jumlah
berlebihan. Bila intrusi sudah masuk pada sumur, maka sumur akan menjadi asin
sehingga tidak dapat lagi dipakai untuk keperluan sehari-hari.
Menurut konsep Ghyben Herzberg, air asin dijumpai pada kedalaman 40
kali tinggi muka air tanah di atas muka air laut. Fenomena ini disebabkan akibat
perbedaan berat jenis antara air laut (1,025 g/cm3) dan berat jenis air tawar (1,000
g/cm3). Sehingga didapat nilai z = 40 hf
Keterangan:

hf = elevasi muka air tanah di atas muka air laut (m)


z = kedalaman interface di bawah muka air laut (m)
s = berat jenis air laut (g/cm3)
f = berat jenis air tawar (g/cm3)
Upconning adalah proses kenaikan interface secara lokal akibat adanya
pemompaan pada sumur yang terletak sedikit di atas interface. Pada saat
pemompaan dimulai, interface dalam keadaan horizontal. Makin lama interface
makin naik hingga mencapai sumur. Bila pemompaan dihentikan sebelum
interface mencapai sumur, air laut akan cenderung tetap berada di posisi tersebut
daripada kembali ke keadaan semula.
Intrusi air laut dapat dikenali dengan melihat komposisi kimia air tanah.
Perubahan ini terjadi dengan cara
1.

Reaksi kimia antara air laut dengan mineral-mineral akuifer.

2.

Reduksi sulfat dan bertambah besarnya konsentrasi karbon atau asam


lemah lain.

3.

Terjadi pelarutan dan pengendapan.

19

Revelle menggunakan nilai rasio antara klorida dan bikarbonat untuk


mengevaluasi adanya intrusi air laut. Penggunaan klorida dikarenakan klorida
merupakan ion dominan pada air laut dan bikarbonat merupakan ion dominan
pada air tawar.

Semakin tinggi nilai rasio, berarti pengaruh intrusi air laut makin besar,
sedangkan bila nilai rasio rendah maka pengaruh intrusi air laut kecil.

BAB 3. PEMBAHASAN
a. Analisis Kasus
Intrusi Air Laut Akibat Penggunaan Air Berlebihan
Denpasar (Antara Bali) Peneliti dari Politeknik Negeri Bali, Ida Bagus
Putu Bintana mengatakan, instrusi air laut merupakan konsekuensi dari salah satu
faktor penggunaan air tanah secara berlebihan di kawasan wisata Pulau Dewata.
"Intrusi air laut kedaratan akibat pengambilan air tanah berlebihan. Bahkan dari
penelitian kami saat ini hampir seluruh pesisir pantai di Bali sudah terjadi intrusi
air laut," katanya di Denpasar, Sabtu. Ia mengatakan intrusi air laut yang paling
parah ada di kawasan Sanur Kota Denpasar, Kuta, Jimbaran, Nusa Dua (Badung),
dan Lovina di Kabupaten Buleleng. Maka tak heran air sumur masyarakat rasanya
payau atau asin. Bila hal itu tidak segera dimitigasi, maka Bali akan tergantung
pada air salinasi dengan reverse osmosis yang sangat mahal.
"Salah satu cara pengembalian air tanah adalah dengan membuat sumur
maupun biopori. Setelah ada sumur, air hujan atau air yang mengalir difilter dan
kemudian dimasukan kembali ke dalam tanah," katanya. Menurut Bintara,
pemerintah setempat harus lebih proaktif dalam upaya mitigasi intrusi air laut.
Dalam penelitian yang dilakukannya, hanya dengan biaya satu juta dolar Amerika
Serikat (AS) sudah mampu membuat 150 sumur air hujan di 13 lokasi yang paling
rawan intrusi air laut. Dikatakan, lokasinya sudah teridentifikasi sesuai dengan
tingkat keparahan intrusi air laut.
Bila ini bisa direalisasikan maka dalam waktu cepat bisa mengembalikan
tingkat air hingga 90 persen dalam lima tahun di areal yang mengalami krisis air
bersih dan terancam intrusi air laut. Bintara juga memberi solusi lain adalah perlu
adanya regulasi soal pembatasan penggunaan air bawah tanah oleh pemerintah
terhadap industri hotel dan restoran. Hotel-hotel perlu menggunakan air dari
PDAM yang dikendalikan oleh pemerintah sehingga intrusi tersebut dapat
dicegah. (WDY)

20

21

b. Pembahasan
Kasus yang ada di Bali merupakan permasalahan yang serius karena hampir
seluruh wilayah pesisir sudah mengalami intrusi air laut. Dan yang paling parah
adalah di pantai sanur. Intrusi adalah pergerakan air laut ke akuifer air tawar yang
dapat mengontaminasi sumber air minum. Banyak sumber air tawar dan sumber
air tanah dari sumur, airnya sudah berasa asin dan tidak layak konsumsi akibat
dari intrusi tersebut.
Ekstraksi air tanah adalah salah satu penyebab utama intrusi air asin. Air
tanah merupakan sumber air minum pada sebagian besar wilayah pantai dan
ekstraksi telah meningkat dengan bertambahnya permukiman pinggir pantai
seperti pada kasus di Bali sudah banyak restoran dan perhotelan yang
menggunakan air tanah sebagai pendukung pelayanan mereka, pada kenyataannya
Bali merupakan pulau destinasi wisatawan mancanegara. Pada kondisi dasar,
intrusi air asin hanya mencapai wilayah tertentu karena dibatasi oleh tekanan dari
kolom air tawar yang lebih besar karena posisinya yang lebih tinggi dari
permukaan air laut.
Pengelolaan sumberdaya air yang seharusnya dilakukan setelah terjadinya
intrusi air laut adalah adanya pembuatan sumur dan biopori untuk air hujan,
sehingga ada pengembalian dari penyimpanan air tanah itu. Salah satu cara
pengembalian air tanah adalah dengan membuat sumur maupun biopori. Setelah
ada sumur, air hujan atau air yang mengalir difilter dan kemudian dimasukan
kembali ke dalam tanah.
Untuk mendukung adanya pengelolaan sumberdaya air dan memperbaiki
secara perlahan adanya intrusi air laut ini, bukan tugas pemerintah saja sebagai
pembuat kebijakan yang menyelesaikan permasalahan ini seperti adanya regulasi
soal pembatasan penggunaan air bawah tanah oleh pemerintah terhadap industri
hotel dan restoran. Hotel-hotel perlu menggunakan air dari PDAM yang
dikendalikan oleh pemerintah sehingga intrusi tersebut dapat dicegah, namun
dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk sadar terkait pengelolaan sumber
air tanah ini demi masa depan kelak juga perlu adanya pengetahuan lebih yang
diberikan kepada masyarakat.

22

Adanya edukasi, pendekatan dan bahkan inovasiinovasi baru yang


menunjang untuk pengelolaan sumberdaya air ini menjadi salah satu cara yang
ampuh untuk mencegah kekurangannya air bersih sebagai konsumsi masyarakat.
Yang mana sebagai sarjana kesehatan masyarakat dapat mengubah perilaku
masyarakat dari tidak tahu menjadi tahu akan pentingnya air bersih untuk
sekarang dan demi masa depan.

BAB 4. PENUTUP
Kesimpulan
Air adalah zat yang tidak mempunyai rasa, warna, dan bau yang terdiri dari
hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H2O. Air merupakan suatu kebutuhan
yang tidak dapat ditinggalkan bagi kehidupan manusia, karena air diperlukan
untuk bermacam-macam kegiatan seperti minum, pertanian, industri dan
perikanan. Sumber-sumber air yaitu air laut, air atmosfer, air permukaan, dan air
tanah. Air memiliki banyak fungsi, secara umum air berfungi untuk kebutuhan
domestik dan non domestik. Fungsi domestik salah satunya yaitu untuk keperluan
rumah tangga, dan non domestik digunakan untuk keperluan industri.
Air tanah adalah salah satu bentuk air yang berada di sekitar bumi kita dan
terdapat di dalam tanah. Air tanah dapat berasal dari air hujan (presipitasi), baik
melalui proses infiltrasi secara langsung ataupun secara tak langsung dalam air
sungai, danau, rawa, dan genangan air lainnya. Air tanah dibagi menjadi beberapa
macam yakni, air tanah dangkal, air tanah dalam, dan mata air. Air tanah
merupakan suatu bagian dalam proses sirkulasi alamiah. Jika pemanfaatan air
tanah itu memutuskan sistem sirkulasi, yakni jika air yang dipompa melebihi
besarnya pengisian kembali (recharge), maka akan terjadi pengurangan volume air
tanah yang ada. Aliran air tanah sangat mempengaruhi kondisi daerah pantai,
karena aliran ini menjaga keseimbangan antara air laut dan air tanah. Aliran air
tanah dapat dikatakan juga sebagai sumber salinitas. Air merupakan kebutuhan
mendasar setiap makhluk hidup. Air tanah secara teknis dapat diambil melalui air
sumur dangkal dan sumur dalam.
Air laut adalah air yang berasal dari laut, memiliki rasa asin, dan memiliki
kadar garam (salinitas) yang tinggi. Air asin berinteraksi dengan air tanah
melalui siklus hidrologi, dimana ada tiga siklus hidrologi yakni siklus pendek,
sedang, dan panjang. Air laut dapat mengkontaminasi air tanah yang dinamakan
dengan proses intrusi. Intrusi air laut adalah pergerakan air laut ke akuifer air
tawar yang dapat mengontaminasi sumber air minum. Penyebab intrusi air laut
yakni oleh ekstraksi air tanah, jalur kanal dan drainase. Intrusi air laut di daerah
pantai merupakan suatu poses penyusupan air asin dari laut ke dalam air tanah

23

24

tawar di daratan. Intrusi air laut yang sampai ke sumur-sumur membuat air sumur
menjadi asin sehingga tidak bisa digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi
kebutuhannya.
Seperti yang terjadi di Bali, khususnya di daerah pesisir dimana terjadi
intrusi air laut yang mengkhawatirkan. Banyak sumber air tawar dan sumber air
tanah dari sumur, airnya sudah berasa asin dan tidak layak konsumsi akibat dari
intrusi tersebut. Penyebab intrusi air laut di pesisir Bali karena pengambilan air
tanah yang berlebihan. Selain untuk kebutuhan domestik, air tanah diambil secara
berlebihan juga untuk kebutuhan hotel yang banyak terdapat di wilayah pesisir
Bali. Pengelolaan sumberdaya air yang seharusnya dilakukan setelah terjadinya
intrusi air laut adalah adanya pembuatan sumur dan biopori untuk air hujan,
sehingga ada pengembalian dari penyimpanan air tanah itu. Salah satu cara
pengembalian air tanah adalah dengan membuat sumur maupun biopori.
Saran
Seyogyanya pemerintah daerah membuat regulasi yang mengatur batas
pengambilan air tanah, serta batas penggunaan air tanah untuk usaha hotel. Selain
pemerintah, pentingnya kesadaran dari masyarakat juga berperan dalam mencegah
intrusi air laut yang lebih besar lagi. Kesadaran pada masyarakat dapat
ditumbuhkan melalui edukasi yang memberikan informasi mengenai air dan
intrusi air laut. Dari edukasi tersebut diharapkan dapat mengubah perilaku
masyarakat untuk lebih berhemat dalam menggunakan air tanah.

DAFTAR PUSTAKA
Tunggul, Eram. 2012. Pengelolaan Sumber Aid Di Desa Jawesari Kecamatan
Limbangan, Kabupaten Kendal. Di Akses Pada Tanggal 09 November
2016.
Wardani, A., E., P. 2010. Evaluasi Potensi Mata Air Untuk Kebutuhan Air
Domestik Di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Pasca Erupsi
Merapi 2010. Di Akses Pada Tanggal 09 November 2016.
Indriastoni, R., N., dan Kustini, I. 2014. Intrusi Air Laut Terhadap Kualitas Air
Tanah Dangkal Di Kota Surabaya. Di akses Pada Tanggal 13 November
2016.
Sitorus, H. 2011. Analisis Instrusi Air Laut Pada Sumur Gali dan Sumur Bor
Dengan Metode Konduktivitas Listrik di Kecamatan Medan Marelan.
Sumatra
Utara:
Laporan
Thesis
USU.
Akses
online
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/44378/4/Chapter
%20II.pdf [diakes 10 November 2016, 05.00].
Tinjauan

Pustaka.
Laporan
Makalah
USU.
Akses
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/56009/4/Chapter
%20II.pdf [diakses 9 november 2016, 20.00].

online

Sutandi,

M. 2012. Air Tanah. Bandung: FT UKM. Akses online


http://repository.maranatha.edu/3914/1/Air%20Tanah.pdf [diskses 10
November 2016, 06.00].

Tinjauan

Pustaka.
Laporan
Makalah
USU.
Akses
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/56009/4/Chapter
%20II.pdf [diakses 9 november 2016, 20.00].

online

Suparta, K.I. 2015. Intrusi Air Laut Akibat Penggunaan Air Berlebihan.
AntaraBali.com
[online
news]
http://bali.antaranews.com/berita/71623/intrusi-air-laut-akibatpenggunaan-air-berlebihan. [ 16 September 2016].