Anda di halaman 1dari 77

BAB 1 PENGUKURAN

1. Berapa jarak lari 50-m jika dinyatakan dalam yard


Pembahasan
cm
1m

=0,9144 m
1 yd = 3ft = 36 in = (36 in) (2,540
100 cm

1 yd
=1,094 yd
0,9144

1m=
Maka

50 m = (50 m) (

1,904

yd
=95,2 yd
m

2. Jika G merupakan suatu konstanta dari persamaan gaya tarik


menarik antara dua benda yang bermassa m1dan m2, serta terpisah
jarak sejauh
G.

, maka tentukan dimensi dan satuan

Diketahui :
F=G

m1 m2
r2

Ditanya :
Dimensi G =?
Jawaban
F=G

m1 m2
r

G=

G=

gaya x ( jarak )
massa x massa
2

[ M ] x [ L ][ T ] [ L ]

[ M ] x [M ]

Fr
,
m1 m2 maka dimensinya adalah

[ L ] [T ]

[M ]
1

[ M ] [L] [T ]

Jadi, dimensi konstanta G adalah [M]-1[L]3[T]-2.


3. Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu bidang persegi panjang masing-masing
12,73 cm dan 6,5 cm. Menurut aturan penulisan angka penting, luas bidang tersebut
adalah
Diketahui :
P = 12,73 cm
L = 6,5 cm
Ditanya : Luas? (Dengan angka penting)
Jawab :
P x L = 12,73 x 6,5
= 82,745
Dengan aturan angka penting perkalian yang memiliki hasil dengan angka penting terkecil,
2
maka aturan penulisan angka penting dengan tepat adalah 83 cm .

BAB 2 GERAK LURUS


1. Sebuah partikel bergerak dengan persamaan posisi terhadap waktu r(t) = 5t2 3t + 5
dengan t dalam sekon dan rdalam meter.
Tentukan:
a. Kecepatan partikel saat t = 1 sekon
b. Kecepatan rata-rata partikel antara t = 0 sekon hingga t= 2 sekon
Pembahasan
a. Kecepatan partikel saat t = 1 sekon (kecepatan sesaat)
dr
v=
dt
2

v=

d(5 t 3 t+ 5)
dt

v =10t3=10 ( 1 )3=7 m s1

b. Kecepatan rata-rata partikel saat t = 0 sekon hingga t = 2 sekon


t=2 s r=5 (2)23 ( 2 ) +5=19 m
t=0 s r =5(0)23 ( 0 ) +5=5 m
v ratarata=

r r 2 r 1
=
t t 2 t 1

v ratarata=

195
=7 m/s
20

2. Sebuah partikel bergerak dari atas tanah dengan persamaan posisi Y = (3t2 + 12t + 6 )
meter. Tentukan :
a) Posisi awal partikel
b) Posisi partikel saat t = 1 sekon
c) Kecepatan awal partikel
d) Percepatan partikel
e) Waktu yang diperlukan partikel untuk mencapai titik tertinggi
f) Lama partikel berada di udara
g) Tinggi maksimum yang bisa dicapai partikel
Pembahasan
a. Posisi awal partikel
2
Y =3 t +12 t+ 6
t=0 s Y =3 ( 0 2 )+ 12 ( 0 )+ 6=6 m
b. Posisi partikel saat t = 1 sekon
2
Y =3 t +12 t+ 6

t=1 s Y =3 ( 02 ) +12 ( 0 ) +6=6 m


c. Kecepatan awal patikel
2

Y =3 t +12 t+ 6
v =6 t +12

t=0 s r =6 ( 0 )+ 12=12 m/s

d.

Percepatan partikel.

v =6 t +12

a=6 m/ s

e. Waktu yang diperlukan partikel untuk mencapai titik tertinggi


Saat mencapai titik tertinggi kecepatan partikel adalah NOL.

v =6 t +12
0=6 t +12

t=2 sekon
f.

Lama partikel berada di udara


Partikel berada diudara selama dua kali waktu untuk mencapai titik tertinggi yaitu 4 sekon.

g. Tinggi maksimum yang bisa dicapai partikel


Tinggi maksimum tercapai saat 2 sekon, masukkan ke persamaan posisi.
2

Y =3 t +12 t+ 6
2

Y =3(2) +12 ( 2 ) +6=18 m


3. Batu bermassa 200 gram dilempar lurus ke atas dengan kecepatan awal 50 m/s. Jika
percepatan gravitasi ditempat tersebut adalah 10 m/s2, dan gesekan udara diabaikan,

tentukan :
a) Tinggi maksimum yang bisa dicapai batu
b) Waktu yang diperlukan batu untuk mencapai ketinggian maksimum
c) Lama batu berada diudara sebelum kemudian jatuh ke tanah
Pembahasan
a) Saat batu berada di titik tertinggi, kecepatan batu adalah nol dan percepatan yang
digunakan adalah percepatan gravitasi. Dengan rumus GLBB:
v t 2=v o2 2 as
02=50 22.10 . s

S=

2500
=125 m
20

b) Waktu yang diperlukan batu untuk mencapai titik tertinggi:


v t =v o at
0=5010 t
T=5s

c) Lama batu berada di udara adalah dua kali lama waktu yang diperlukan untuk mencapai
titik tertinggi.
t = (2)(5) = 10 sekon

BAB 3 GERAK LURUS 2 DIMENSI


1. Perhatikan gambar berikut ini! Sebuah peluru ditembakkan dengan kelajuan awal 100
m/s dan sudut elevasi 37o . Jika percepatan gravitasi bumi 10 m/s2, sin 37o = 3/5 dan
cos 37o = 4/5
Tentukan:

a) Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah horizontal (sumbu X)


b) Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah vertikal (sumbu Y)
c) Kecepatan peluru saat t = 1 sekon
Pembahasan
a) Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah horizontal (sumbu X)
V ox =V o cos

V ox =100

( 45 )=80 m/s

b) Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah vertikal (sumbu Y)


V oy =V o sin

V oy =100

( 35 )=60 m/s

c) Kecepatan peluru saat t = 1 sekon


Karena gerak parabola terbentuk dari dua buah jenis gerak, yaitu GLBB pada sumbu Y dan
GLB pada sumbu X, maka terlebih dahulu harus dicari kecepatan gerak peluru saat 1 sekon
untuk masing-masing sumbu.
Pada sumbu X :

Karena jenis geraknya GLB (gerak lurus beraturan) maka kecepatannya selalu konstan , jadi
akan sama dengan kecepatan awal untuk sumbu X jadi :

= 100

( 45 )=80 m/ s

V tx V ox =V o cos
sumbu Y:
Jenis gerakan pada sumbu Y adalah GLBB jadi ingat rumus untuk mencari kecepatan saat t
yaitu Vt = Vo - gt dengan Vodisini diganti Vo miliknya Y atau Voy
V ty V o sin =100

( 35 )10.1=50 m/ s

Vt= V 2ty +V 2tx

Vt= 502 +80 2


Vt= 8900
Vt=10 89 m/s

2.

Sebuah perahu dapat bergerak dengan laju 8km/jam di air yang tenang di suatu
danau. Di air sungai yang bergelombang, perahu tersebut dapat bergerak dengan laju
8 km/jam realtf terhadap air sungai. Jika laj arus sugnai adalah 3 km/jam, seberapa
cepat perahu dapat melewati sebuah pohon di tepisungai ketika perahu bergerak (a) ke
arah hulu dan (b) ke arah hilir?

Pembahasan :
a. Jika air tidak bergerak, laju perahu melewati pohon adalah 8 km/jam.t etapi arus
sungai membawanya ke arah yang berlawanan denagn laju 3 km /jam.
Oleh karean itu laju perahu relatif terhadap pohon adalah 8 km.jam 3 km jam = 5
km/jam
b. Dalam hal ini, arus membawa perahu ke arah yag sama dengan arah perahu bergerak.
Sehingga laju perahu melewati pohon adalah 8 km/jam + 3 km/jam.

3. Sebuah bola dilontarkan dari atap sebuah gedung yang tingginya adalah h = 10 m
dengan kelajuan awal V0 = 10 m/s

Jika percepatan gravitasi bumi adalah 10 ms2 , sudut yang terbentuk antara arah
lemparan bola dengan arah horizontal adalah 30o dan gesekan bola dengan udara
diabaikan,,
Tentukan :
a) Waktu yang diperlukan bola untuk menyentuh tanah
b) Jarak mendatar yang dicapai bola
Pembahasan
a) Waktu yang diperlukan bola untuk menyentuh tanah ketinggian gedung h atau sama
dengan Y disini :
1
Y =( V o sin ) t g t 2
2

10=10

( 12 ) t 12 ( 10) t

5 t 5 t10=0
t 2 t2=0

( t 2 ) (t +1 )=0
t=2 sekon t=1 sekon

ambil nilai positif sehingga t = 2 sekon.

b) Jarak mendatar yang dicapai bola


Y =( V O cos ) t

X =10

( 12 3) ( 2)

X =10 3 meter

BAB 4 HUKUM GERAK NEWTON


1. Perhatikan gambar berikut!

Benda bermassa m = 10 kg berada di atas lantai kasar ditarik oleh gaya F = 12 N ke


arah kanan. Jika koefisien gesekan statis antara benda dan lantai adalah 0,2 dengan
koefisien gesekan kinetis 0,1 tentukan besarnya :
a) Gaya normal
b) Gaya gesek antara benda dan lantai
c) Percepatan gerak benda

Pembahasan
Gaya-gaya pada benda diperlihatkan gambar berikut:

a) Gaya normal
Fy = 0
NW=0
N mg = 0
N (10)(10) = 0
N = 100 N
b) Gaya gesek antara benda dan lantai
Cek terlebih dahulu gaya gesek statis maksimum yang bisa terjadi antara benda dan lantai:
fsmaks = s N
fsmaks = (0,2)(100) = 20 N
Ternyata gaya gesek statis maksimum masih lebih besar dari gaya yang menarik benda (F)
sehingga benda masih berada dalam keadaan diam. Sesuai dengan hukum Newton untuk
benda diam :
Fx = 0
F fges = 0
12 fges = 0
fges = 12 N
c) Percepatan gerak benda

Benda dalam keadaan diam, percepatan benda NOL


2. Perhatikan gambar berikut, benda 5 kg mula-mula dalam kondisi tidak bergerak!

Jika sudut yang terbentuk antara gaya F = 25 N dengan garis mendatar adalah 37o,
koefisien gesek kinetis permukaan lantai adalah 0,1 dan percepatan gravitasi bumi 10
m/s2 tentukan nilai:
a) Gaya normal
b) Gaya gesek
c) Percepatan gerak benda
(sin 37o = 0,6 dan cos 37o = 0,8)
Pembahasan
Gaya-gaya pada benda diperlihatkan gambar berikut:

a) Gaya normal
Fy = 0
N + F sin W = 0
N = W F sin = (5)(10) (25)(0,6) = 35 N
b) Gaya gesek
Jika dalam soal hanya diketahui koefisien gesek kinetis, maka dipastikan benda bisa
bergerak, sehingga fges = fk :
fges = k N
fges = (0,1)(35) = 3,5 N
c) Percepatan gerak benda
Fx = ma
F cos fges = ma
(25)(0,8) 3,5 = 5a

5a = 16,5
a = 3,3 m/s2
3. Perhatikan gambar berikut, balok 100 kg diluncurkan dari sebuah bukit!

Anggap lereng bukit rata dan memiliki koefisien gesek 0,125. Percepatan gravitasi
bumi 10 m/s2 dan sin 53o = 0,8, cos 53o = 0,6. Tentukan nilai dari :
a) Gaya normal pada balok
b) Gaya gesek antara lereng dan balok
c) Percepatan gerak balok

Pembahasan
Gaya-gaya pada balok diperlihatkan gambar berikut:

a) Gaya normal pada balok


Fy = 0
N W cos = 0
N mg cos 53o = 0
N (100)(10)(0,6) = 0
N = 600 Newton
b) Gaya gesek antara lereng dan balok
fges = k N
fges = (0,125)(600) = 75 newton
c) Percepatan gerak balok
Fx = ma
W sin fges = ma
mg sin 53o fges = ma

(100)(10)(0,8) 75 = 100a
a = 725/100 = 7,25 m/s2

BAB 5 APLIKASI NEWTON

1. Sebuah mobil bergerak pada suatu tikungan datar dan kasar. Jika jari-jari tikungan 50
m, koefisien gesekan statis jalan 0,3 dan percepatan gravitasi bumi 9,8 m/s2 tentukan
kecepatan maksimum mobil saat berada di tikungan tersebut!
Pembahasan
V maks= g r s
V maks= ( 9,8 )( 50 ) (0,3)=7 3 m/s
2. Diberikan gambar sebagai berikut!

Jika massa katrol diabaikan, tentukan:


a) Percepatan gerak kedua benda
b) Tegangan tali penghubung kedua benda
Pembahasan
Tinjau A

Fx = ma
T WA sin 37o = mA a
T (5)(10)(0,6) = 5 a
T 30 = 5a (Persamaan 1)
Tinjau B

Fx = ma
WB sin 53o T = mB a
(10)(0,8) T = 10 a
(10)(10)(0,8) T = 10 a
80 T = 10a
T = 80 10 a (Persamaan 2)
Gabung 1 dan 2
T 30 = 5a
(80 10 a) 30 = 5 a
15 a = 50
a = 50/15 = 10/3 m/s2
b) Tegangan tali penghubung kedua benda
T 30 = 5a
T 30 = 5( 10/3)
T = 46,67 Newton
3. Benda pertama dengan massa m1 = 6 kg dan benda kedua dengan massa m2 = 4 kg
dihubungkan dengan katrol licin terlihat pada gambar berikut !

Jika lantai licin dan m2 ditarik gaya ke kanan F = 42 Newton, tentukan :


a) Percepatan benda pertama
b) Percepatan benda kedua
c) Tegangan tali T
Pembahasan
a) Percepatan benda pertama

Hubungan antara percepatan benda pertama (a1) dan percepatan benda kedua (a2)
adalah:
a1 = 2a2
atau
a2 = 1/2a1
Tinjau m2

F 2T = m2a2
42 2T = 4a2
42 2T = 4(1/2)a1
42 2T = 2a1 (Pers. 1)
Tinjau m1

T = m1a1
T = 6 a1 (Pers. 2)
Gabung Pers. 1 dan Pers. 2
42 2T = 2a1
42 2(6a1) = 2a1
42 = 14 a1
a1 = 42/14 = 3 m/s2
b) Percepatan benda kedua
a2 = 1/2a1
a2 = 1/2(3) = 1,5 m/s2
c) Tegangan tali T
T = 6a1 = 6(3) = 18 Newton

BAB 6 KERJA DAN ENERGI KINETIK

1. Balok bermassa 2 kg berada di atas permukaan yang licin dipercepat dari kondisi diam
hingga bergerak dengan percepatan 2 m/s2.

Tentukan usaha yang dilakukan terhadap balok selama 5 sekon!


Pembahasan
Terlebih dahulu dicari kecepatan balok saat 5 sekon, kemudian dicari selisih energi
kinetik dari kondisi awak dan akhirnya:
V t =V o +at
V t =0+ ( 2 ) ( 5 )=10

m
s
2

1
W = Ek= m V 2V 1
2

1
W = ( 2 ) ( 10202 )
2
W =100 joule
2. Perhatikan grafik gaya (F) terhadap perpindahan (S) berikut ini!

Tentukan besarnya usaha hingga detik ke 12!


Pembahasan
Usaha = Luasan antara garis grafik F-S dengan sumbu S, untuk grafik di atas luasan
berupa trapesium

W = 1/2(12 + 9) x 6
W = 1/2 (21)(6)
W = 63 joule

3. Sebuah balok bermassa 2 kg berada pada sebuah bidang miring kasar seperti
diperlihatkan gambar berikut.

Balok didorong ke atas oleh gaya F = 25 N hingga bergeser ke atas untuk tinjauan
sejauh 5 meter. Gaya gesek yang terjadi antara balok dengan bidang miring sebesar 3
N. Kemiringan bidang 53 terhadap horizontal.
Tentukan beserta tanda positif atau negatifnya:
a) usaha oleh gaya F
b) usaha oleh gaya gesek
c) usaha oleh gaya berat
d) usaha total
Pembahasan
a) usaha oleh gaya F
W = F . S = + 25 (5) = + 125 joule
b) usaha oleh gaya gesek
W = f . S = 3(5) = 15 joule
c) usaha oleh gaya berat
W = mg sin 53 . S = (2)(10)(0,8)(5) = 80 joule
d) usaha total
Wtotal = + 125 15 80 = 30 joule

BAB 7 ENEGI POTENSIAL DAN KEKEKALAN


ENERGI
1. Benda bermassa 1 kg jatuh bebas dari puncak gedung bertingkat yang mempunyai
ketinggian 80 meter. Jika gesekan dengan udara diabaikan dan percepatan gravitasi
(g) adalah 10 m/s2 maka energi kinetik benda ketika tiba permukaan tanah adalah
Pembahasan
Diketahui :
Massa (m) = 1 kg
Ketinggian (h) = 80 meter
Percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2
Ditanya : energi kinetik (EK) benda ketika benda tiba dipermukaan tanah
Jawab :
Benda jatuh bebas karenanya benda tidak mempunyai kecepatan awal. Dengan demikian,
ketika berada pada ketinggian 80 meter, benda mempunyai energi potensial gravitasi tetapi
benda tidak mempunyai energi kinetik (v = 0 sehingga EK = m v2 = 0). Jadi energi
mekanik awal (EMo) = energi potensial gravitasi (EP).
EMo = EP = m g h = (1)(10)(80) = 800 Joule
Ketika jatuh bebas, energi potensial gravitasi berubah menjadi energi kinetik. Pada saat benda
menyentuh tanah, semua energi potensial gravitasi berubah menjadi energi kinetik. Jadi
ketika tiba di permukaan tanah, benda mempunyai energi kinetik tetapi benda tidak
mempunyai energi potensial gravitasi (h = 0 sehingga EP = m g h = 0). Jadi energi mekanik
akhir (EMt) = energi kinetik (EK)
Hukum kekekalan energi mekanik menyatakan bahwa energi mekanik awal sama dengan
energi kinetik akhir.
EM 1 =EM 2
EP1 + EK1 = EP2 + EK2
800 + 0 = 0 + EK2
Energi kinetik (EK) benda ketika tiba di permukaan tanah adalah 800 Joule.
2. Sebuah benda jatuh bebas dari ketinggian 10 meter di atas tanah. Jika massa benda 4
kg dan percepatan gravitasi (g) = 10 m s2 maka energi kinetik dan kelajuan benda
pada ketinggian 5 meter di atas tanah adalah

Pembahasan
Diketahui :
Perubahan ketinggian (h) = 10 5 = 5 meter
Massa (m) = 4 kg
Percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2
Ditanya : energi kinetik benda pada ketinggian 5 meter
Jawab :
(a) Energi kinetik benda pada ketinggian 5 meter
Energi mekanik awal (EM0) = energi potensial gravitasi (EP)
EMo = EP = m g h = (4)(10)(5) = 200 Joule
Energi mekanik akhir (EMt) = energi kinetik (EK)
EMt = EK
Hukum kekekalan energi mekanik menyatakan bahwa energi mekanik awal sama dengan
energi mekanik akhir.
EMo = EMt
200 = EK
Energi kinetik benda pada ketinggian 5 meter di atas tanah adalah 200 Joule.
(b) Kelajuan benda pada ketinggian 5 meter
Energi mekanik awal (EMo) = energi mekanik akhir (EMt)
EP = EK
200 = m v2
2(200) / 4 = v2
100 = v2
v = 100
v = 10 meter/sekon
Kelajuan benda adalah 10 meter/sekon
3. Buah mangga jatuh bebas dari ketinggian 2 meter. Jika g = 10 m s2, hitunglah
kelajuan buah mangga sesaat sebelum menyentuh tanah dengan menggunakan hukum
energi mekanik.
Pembahasan
Diketahui :
Ketinggian (h) = 2 meter

Percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2


Ditanya : kelajuan buah mangga sesaat sebelum menyentuh tanah (v)
Jawab :
Energi mekanik awal (EMo) = energi potensial gravitasi (EP)
EMo = EP = m g h = m (10)(2) = 20 m
Energi mekanik akhir (EMt) = energi kinetik (EK)
EMt = EK = m v2
Hukum kekekalan energi mekanik menyatakan bahwa energi mekanik awal sama dengan
energi mekanik akhir.
EMo = EMt
20 m = m v2
20 = v2
2(20) = v2
40 = v2
v = 40 = (4)(10) = 210 meter/sekon
Kelajuan buah mangga sesaat sebelum menyentuh tanah adalah 210 meter/sekon.

BAB 8 MOMENTUM DAN TUMBUKAN


1.

Sebuah balok 2 kg yang diam di atas lantai di tembak dengan sebutir peluru bermassa
100 gram dengan kecepatan 100 m/s.

Jika peluru menembus balok dan kecepatannya berubah menjadi 50 m/s, tentukan
kecepatan gerak balok!

Pembahasan
Hukum kekekalan momentum :
m p v p +m b v b=m p v 'p +mb v 'b

( 0,1 ) (100 )+ 0=( 0,1 ) ( 50 ) +2 v 'b


2 v 'b=5
5
v b = =2,5 m/ s
2
2.

Bola bermassa M = 1,90 kg digantung dengan seutas tali dalam posisi diam seperti
gambar dibawah.

Sebuah peluru bermassa m = 0,10 kg ditembakkan hingga bersarang di dalam bola. Jika
posisi bola mengalami kenaikkan sebesar h = 20 cm dan percepatan gravitasi bumi adalah 10
m/s2 tentukan kelajuan peluru saat mengenai bola!
Pembahasan
Hukum kekekalan momentum, dengan kondisi kecepatan bola sebelum tumbukan nol (vb = 0)
dan kecepatan bola dan peluru setelah tumbukan adalah sama (vb' = vp' = v')
m p v p +mb v b=m p v 'p +mb v 'b
'

0,1 v p +0=1,9 v + 0,1 v

'

'

0,1 v p=2 v
2 v'
v p=
0,1
v p =20 v '

Hukum kekekalan energi mekanik untuk mencari v' :


v ' = 2 gh
v ' = 2 ( 10 ) (0,2)=2 m/s
Sehingga:
v p =20 v ' =20 ( 2 )=40 m/ s

3.

Bola bertali m memiliki massa 0,1 kg dilepaskan dari kondisi diam hingga menumbuk balok
M = 1,9 kg seperti diperlihatkan gambar berikut!

Jika bola m dan balok M bergerak bersama setelah bertumbukan dan panjang tali pengikat
bola m adalah 80 cm, tentukan kelajuan keduanya!
Pembahasan
Cari terlebih dahulu kecepatan bola m saat menumbuk balok M
v m = 2 gh

v m = 2 ( 10 ) ( 0,8 ) =4

m
s

Hukum kekakalan momentum :

m p v p +mb v b=m p v 'p +mb v 'b

( 0,1 ) ( 4 )+ 0=0,1 v ' +1,9 v '


0,4=2 v '
v'=

0,4
=0,2 m/ s
2

BAB 9 GRAVITASI
1. Tiga buah benda A, B dan C berada dalam satu garis lurus.

Jika nilai konstanta gravitasi G = 6,67 x 1011 kg1 m3 s2hitung:


a) Besar gaya gravitasi yang bekerja pada benda B
b) Arah gaya gravitasi pada benda B
Pembahasan
a) Benda B ditarik benda A menghasilkan FBA arah gaya ke kiri, benda B juga ditarik benda C
menghasilkan FBC arah gaya ke kanan, hitung nilai masing-masing gaya kemudian cari
resultannya

F BC =G

F BC =G

mB m A
r

2
BA

mB mC
r

2
BC

( 2) ( 1)
11
=13,34 x 10 N
2
1

=( 6,67 x 1011 )

( 2 ) (3 )
=10,01 x 1011 N
2
2

=(6,67 x 10

11

F B=F BA F BC =3,33 x 1011 N

b) Arah sesuai FBA ke kiri

2. Sebuah benda memiliki berat 600 N berada di titik q.

Jika benda digeser sehingga berada di titik p, tentukan berat benda pada posisi tersebut!
Pembahasan
Gm M
FP
r 2P
r 2q
=
=
F Q Gm M r 2p
r 2Q

FP

3 2
R
rq 2
2
x F q=
x 600=216 N
rp
5
R
2

( )

()

3. Tiga buah planet A, B dan C dengan data seperti gambar dibawah :

Sebuah benda memiliki berat 120 N ketika berada di planet A. Tentukan:


a) Berat benda di planet B
b) Perbandingan berat benda di planet A dan di planet C
Pembahasan
a) Berat benda di planet B, misal massa benda adalah m dan massa ketiga planet berturutturut MA , MB dan MC .
Gm M B
FB
r 2B
M B r 2A
=
=
x
F A G m M A M A r 2B
r 2A

F B=

M B r 2A
M
r2
x 2 x F A = B x A2 x 120
M A rB
2 M B rB

F B=60 N

b) Perbandingan berat benda di A dan di C


Gm M A
2

FA
rA
M A rC
=
=
x
F C Gm M C M C r 2A
2

rC

F A 3 M C r 2C 3
=
x
= =3: 4
F C M C 4 r 2B 4

BAB 13 KESEIMBANGAN DAN ELASTISITAS


1. Sepotong kawat logam homogen dengan panjang 140 cm dan luas penampangnya 2 mm 2 ketika
ditarik dengan gaya sebesar 100 N bertambah panjang 1 mm. Modulus elastik bahan kawat logam
tersebut adalah....
A. 7 108 N/m2
B. 7 109 N/m2
C. 7 1010 N/m2
D. 7 1011 N/m2
E. 7 1017 N/m2
Pembahasan
Diketahui :
F = 100 N
Lo = 140 cm = 1,4 m
A = 2 mm2 = 2 106 m2
L = 1 mm = 103 m
Ditanya : E =....
Jawab :
Rumus modulus elastisitas atau modulus young

E=

F LO
A L

E=

100 X 1,4
2 X 106 X 103
E=70 x 109=7 x 10 10

2. Enam buah pegas identik disusun sehingga terbentuk seperti gambar di bawah. Pegas kemudian
digantungi beban bermassa M .

Jika konstanta masing-masing pegas adalah 100 N/m, dan massa M adalah 5 kg, tentukan :
a) Nilai konstanta susunan pegas
b) Besar pertambahan pertambahan panjang susunan pegas setelah digantungi massa M
Pembahasan
a) Nilai konstanta susunan pegas

b) Besar pertambahan pertambahan panjang susunan pegas setelah digantungi massa M

3. Perhatikan gambar berikut ini!

Tentukan :
a) nilai konsanta pegas
b) energi potensial pegas saat x = 0,02 meter
(Sumber gambar : Soal UN Fisika 2008 Kode Soal P4 )
Pembahasan
a) nilai konsanta pegas

b) energi potensial pegas saat x = 0,02 meter

Dimana F = gaya, Lo = panjang mula-mula, A = luas penampang, L = pertambahan panjang, dan


E = modulus elastisitas, semuanya dalam satuan standar.

BAB 13 KESEIMBANGAN DAN ELASTISITAS


Sebuah pegas digantung dengan posisi seperti gambar berikut! Pegas kemudian diberi beban
benda bermassa M = 500 gram sehingga bertambah panjang 5 cm.

Tentukan :
a) Nilai konstanta pegas
b) Energi potensial pegas pada kondisi II
c) Energi potensial pegas pada kondisi III ( benda M kemudian ditarik sehingga bertambah
panjang 7 cm)
d) Energi potensial sistem pegas pada kondisi III
e) Periode getaran yang terjadi jika pegas disimpangkan hingga bergetar harmonis
f) Frekuensi getaran pegas
Pembahasan
a) Nilai konstanta pegas
Gaya-gaya yang bekerja pada benda M saat kondisi II adalah gaya pegas dengan arah ke atas
dan gaya berat dengan arah ke bawah. Kedua benda dalam kondisi seimbang.

b) Energi potensial pegas pada kondisi II

c) Energi potensial pegas pada kondisi III ( benda M kemudian ditarik sehingga bertambah
panjang 7 cm)

d) Energi potensial sistem pegas pada kondisi III

e) Periode getaran yang terjadi jika pegas disimpangkan hingga bergetar harmonis

f) Frekuensi getaran pegas

Soal No. 2
Sebuah benda bermassa M = 1,90 kg diikat dengan pegas yang ditanam pada sebuah dinding
seperti gambar dibawah! Benda M kemudian ditembak dengan peluru bermassa m = 0,10 kg.

Jika peluru tertahan di dalam balok dan balok bergerak ke kiri hingga berhenti sejauh x = 25
cm, tentukan kecepatan peluru dan balok saat mulai bergerak jika nilai konstanta pegas
adalah 200 N/m!
Pembahasan
Peluru berada di dalam balok, sehingga kecepatan keduanya sama besarnya, yaitu v.
Balok dan peluru ini punya energi kinetik EK. Kenapa kemudian berhenti? Karena dilawan
oleh gesekan pada lantai. Jadi persamaan untuk kasus ini adalah :

Masuk datanya untuk mendapatkan kecepatan awal gerak balok (dan peluru di dalamnya) :

Soal No. 5
Perhatikan gambar berikut ini!

Tentukan :
a) nilai konsanta pegas
b) energi potensial pegas saat x = 0,02 meter
(Sumber gambar : Soal UN Fisika 2008 Kode Soal P4 )
Pembahasan
a) nilai konsanta pegas

b) energi potensial pegas saat x = 0,02 meter

Dimana F = gaya, Lo = panjang mula-mula, A = luas penampang, L = pertambahan panjang,


dan E = modulus elastisitas, semuanya dalam satuan standar.

Masukan datanya

PUSAT MASA
Tentukan koordinat titik berat susunan enam buah kawat tipis berikut ini dengan acuan titik 0 !

Pembahasan
Data dari soal :
l1 = 20, X1 = 20, Y1 = 10
l2 = 20, X2 = 60, Y2 = 10
l3 = 80, X3 = 40, Y3 = 20
l4 = 20, X4 = 0, Y4 = 30
l5 = 40, X5 = 40, Y5 = 40
l6 = 20, X6 = 80, Y6 = 30
Koordinat titik berat gabungan keenam kawat (X0 , Y0)

Soal No. 2
Tentukan letak titik berat bangun berupa luasan berikut dihitung dari bidang alasnya!

Pembahasan
Data dari soal :
Benda 1 (warna hitam)
A1 = (20 x 60) = 1200
Y1 = 30
Benda 2 (warna biru)
A2 = (20 x 60) = 1200
Y2 = (60 + 10) = 70

Soal No. 3
Tentukan letak titik berat bangun berikut terhadap alasnya!

Pembahasan
Bagi bangun menjadi dua, persegi di bagian bawah dan segitiga sama kaki di bagian atas. Data :
Bidang 1 (persegi)
A1 = (90 x 90) = 8100
Y1 = 90/2 = 45
Bidang 2 (segitiga)
A2 = 1/2(90 x 90) = 4050
Y2 = 1/3(90) + 90 = 120
Letak Yo :

Soal No. 4
Tentukan letak titik berat bangun berikut terhadap alasnya!

Pembahasan
Bagi bidang menjadi dua, persegi panjang yang dianggap utuh (belum dilubang) dan lubang berbentuk segitiga.
Data dari soal :
Bidang 1 (Persegi panjang utuh)
A1 = (180 x 90) = 16200
Y1 = (180/2) = 90
Bidang 2 (lubang segitiga)
A2 = 1/2(90 x 90) = 4050
Y2 = 180 (90/3) = 150
Letak Yo :

Soal No. 5
Sebuah tabung pejal disambung dengan kerucut pejal seperti pada gambar berikut!

Tentukan letak titik berat bangun tersebut terhadap garis AB!


Pembahasan
Data :
Bangun 1 (Tabung pejal)
V1 = r2 t = 12 r2
X1 = 6
Bangun 2 (Kerucut pejal)
V2 = 1/3 r2 t = 4 r2
X2 = 12 + (1/4 t) = 12 + 3 = 15
Letak Xo :

Soal Nomor 6
Karton I dan II masing-masing homogen , terbuat dari bahan yang sama dan digabung menjadi satu seperti
gambar di bawah.

Tentukan koordinat titik berat benda gabungan dari titik A


(Soal Ebtanas Fisika 1988 - Essay)
Pembahasan
Karton 1
A1 = 4 x 8 = 32
x1 = 4
y1 = 2
Karton 2
A2 = 4 x 4 = 16
x2 = 8 + 2 = 10
y2 = 4 + 2 = 6
Titik berat benda gabungan dengan demikian adalah

Letak titik berat dari titik A adalah 6 cm ke kanan dan 3,3 cm ke atas.
Soal Nomor 7
Benda 1 dan benda 2 berupa luasan disusun seperti gambar berikut ini.

Tentukan jarak titik berat benda 1 dan benda 2


Pembahasan
Letak titik berat benda 1 diukur dari alas benda 1 adalah y1 = d/2 = 0,5 d
Letak titik berat benda 2 diukur dari alas benda 1 adalah y2 = d + 1/3(3d) = d + d = 2d
Sehingga jarak kedua titik adalah:
2d 0,5 d= 1,5 d
Soal Nomor 8
Diberikan sebuah bangun datar sebagai berikut.

Tentukan koordinat titik berat diukur dari titik O.


Pembahasan
Bagi luasan menjadi dua, tentukan titik berat masing-masing luasan seperti ini.

A1 = = 12 x 12 = 144

x1 = 6
y1 = 6
A2 = 1/2 x 12 x 12 = 72
x2 = 12 + 4 = 16
y2 = 4
Sehingga

Koordinat titik berat dari titik O adalah (9,33 , 5,33)


Soal Nomor 9
Tentukan lokasi titik berat luasan berikut ini diukur dari sumbu x!

Pembahasan
Bagi luasan menjadi 3 bagian. Diukur terhadap sumbu x artinya yo yang dicari.

Data yang diperlukan:


A1 = 20 x 50 = 1000
y1 = 25
A2 = 30 x 20 = 600
y2 = 40
A3 = 20 x 10 = 200
y3 = 15

Soal Nomor 10
Sebuah kubus dengan panjang sisi 2 meter ditempatkan di bawah sebuah balok dengan ukuran seperti gambar.

Tentukan letak titik berat gabungan kedua benda diukur dari alas kubus!
Pembahasan
Volum Kubus dan ordinat (y) kubus:
V1 = 2 x 2 x 2 = 6 V1 = 2 x 2 x 2 = 8
y1 = 2/2 = 1
Volum Balok dan ordinat (y) balok:
V2 = 2 x 1,5 x 1 = 3
y2 = 2 + 1 = 3

Letak Yo dari alas kubus

BAB KESEIMBANGAN
1.

Kotak lampu digantung pada sebuah pohon dengan menggunakan tali, batang kayu dan engsel seperti
terlihat pada gambar berikut ini:

Jika :
AC = 4 m
BC = 1 m
Massa batang AC = 50 kg
Massa kotak lampu = 20 kg
Percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s2
Tentukan besarnya tegangan tali yang menghubungkan batang kayu dengan pohon!

Pembahasan
Penguraian gaya-gaya dengan mengabaikan gaya-gaya di titik A (karena akan dijadikan poros) :

Syarat seimbang A = 0

2.

Seorang anak memanjat tali dan berhenti pada posisi seperti diperlihatkan gambar berikut!

Tentukan besar tegangan-tegangan tali yang menahan anak tersebut jika massa anak adalah 50 kg!
Pembahasan
Penguraian gaya-gaya dari peristiwa di atas seperti berikut:

Syarat seimbang Fx = 0, Fy = 0

(Persamaan 1)

(Persamaan 2)
Dari persamaan 2 dan 1 didapatkan :

Soal No. 7
Tiga buah beban m1, m2 dan m3 digantungkan dengan tali melalui dua katrol tetap yang licin (lihat
gambar)

Bila sistem dalam keadaan seimbang dan m2 = 500 gram tentukan:


a) massa m1
b) massa m3
Pembahasan
Dengan rumus sinus

a) massa m1

b) massa m3

BAB TIKUNGAN
Soal No. 1
Soal No. 2
Untuk merancang sebuah tikungan agar bisa dilalui dengan aman kendaraan yang melaju dengan
kecepatan 20 m/s dengan koefisien gesekan jalan 0,25 tentukan jari-jari tikungan tersebut! (g = 10 m/s2)
Pembahasan

Soal No. 3
Sebuah tikungan miring dengan jari-jari 30 m dapat dilalui dengan aman pada kecepatan maksimum 54
km/jam pada saat jalan tertutup salju. Tentukan sudut kemiringan jalan tersebut!
Pembahasan
Anggap saat jalan tertutup salju tidak ada gesekan antara jalan dan roda kendaraan, 54 km/jam = 15
m/s

Soal No. 4
Sebuah tikungan miring yang licin memiliki radius 403 m. Jika kemiringan badan jalan adalah 30 o dan
percepatan gravitasi 10 m/s2 tentukan kecepatan maksimum yang diijinkan saat melalui tikungan
tersebut!
Pembahasan

Soal No. 5
Berapakah kecepatan maksimum yang diijinkan saat sebuah mobil melewati suatu tikungan miring
yang kasar jika radius tikungan 26 m, koefisien gesekan jalan 0,25 dan sudut kemiringan jalan adalah
37o?
Pembahasan

Soal No. 6
Tikungan miring dengan jari-jari 50 m memiliki permukaan jalan yang kasar dengan koefisien gesekan
sebesar 2/7. Jika tikungan dirancang dapat dilewati kendaraan dengan kecepatan maksimum 108
km/jam, tentukan sudut kemiringan tikungan tersebut!
Pembahasan
Jalan miring kasar, 108 km/jam = 30 m/s

(Sekedar soal ya,...jangan bayangkan banyak jalan dibuat dengan kemiringan 45o!!)
C. Penurunan Rumus
Berikut cara mendapatkan rumus untuk Tipe Tikungan Miring dan Kasar seperti soal nomor 5 atau
nomor 6:

Gaya-gaya yang bekerja pada mobil ada 3:


1) gaya normal atau N
2) gaya berat atau w, dimana nanti w = mg
3) gaya gesek atau f, di sini gaya geseknya adalah gaya gesek statis
Langkah berikutnya gaya normal N kita uraikan menjadi komponen-komponennya, juga gaya gesek
diuraikan seperti terlihat pada gambar berikut.

Berikutnya hukum newton untuk gerak melingkar, gaya-gaya yang digunakan hanya gaya yang berarah
menuju pusat lingkaran atau meninggalkan pusat lingkaran (dalam kasus ini sama dengan gaya yang
arahnya lurus ke kanan atau lurus ke kiri), di sini hanya ada gaya yang menuju pusat saja:

Persamaan (1)
Dari gaya-gaya pada sumbu y, pada kasus ini sama dengan gaya yang arahnya ke atas atau ke bawah:

Persamaan (2)
Gabungkan persamaan 1 dan 2, coret N dan m nya:

Atur lagi yang bagus

sin

/ cos tidak lain adalah tan sehingga

BAB INERSIA MOMEN GAYA


Empat buah gaya masing-masing :
F1 = 100 N
F2 = 50 N
F3 = 25 N
F4 = 10 N
bekerja pada benda yang memiliki poros putar di titik P seperti ditunjukkan gambar berikut! Jika ABCD adalah
persegi dengan sisi 4 meter, dan tan 53o = 4/3, tentukan besarnya momen gaya yang bekerja pada benda dan
tentukan arah putaran gerak benda!

Pembahasan
Diagram gaya-gaya yang bekerja pada benda (tampak depan) sebagai gambar berikut :

Misal :
(+) untuk putaran searah jarum jam
() untuk putaran berlawanan arah jarum jam
(Ket : Boleh dibalik)

Sesuai perjanjian tanda di atas, benda berputar searah jarum jam


Soal No. 2
Soal No. 3
Batang AB = 2 meter dengan poros titik A dengan gaya F sebesar 12 N membentuk sudut 60.

Tentukan besar momen gaya yang terjadi pada batang AB.


Pembahasan
Beberapa cara biasa digunakan diantaranya:
= F d sin
= 12 (2) sin 60
= 12 (2)(1/2 3) = 123 Nm
Atau diuraikan dulu gaya F,

Yang menimbulkan torsi adalah F sin 60 dengan jaraknya ke A adalah 2 m, sementara F cos 60 mengakibatkan
torsi sebesar NOL, karena jaraknya ke poros A adalah nol.
= F sin 60 (AB)
= 12 (1/2 3)(2) = 123 Nm
Soal No. 4
Batang AC = 4 meter dengan poros titik A dengan gaya F1 sebesar 20 N dan F2 sebesar 12 N. Sudut-sudut
ditunjukkan gambar berikut:

Jika titik B berada di tengah batang AC, tentukan besar momen gaya yang terjadi pada batang AC, dalam kasus
ini massa batang diminta untuk diabaikan.
Pembahasan
Momen gaya dengan poros di titik A:
= F1 AC sin 60 F2 AB sin 60
= 20 (4) (1/2 3) 12 (2) (1/2 3)
= 283 Nm
Soal No. 5
Susunan 3 buah massa titik seperti gambar berikut!

Jika m1 = 1 kg, m2 = 2 kg dan m3 = 3 kg, tentukan momen inersia sistem tersebut jika diputar menurut :
a) poros P
b) poros Q
Pembahasan
a) poros P

b) poros Q

Soal No. 6
Bola A bermassa = 60 gram dan bola B = 40 gram dihubungkan batang AB (massanya diabaikan).

Jika kedua bola diputar dengan sumbu putar di P maka momen inersia sistem adalah.
A. 12,25 .10 4 kg m2
B. 13,50 .10 4 kg m2
C. 14,50 .10 4 kg m2
D. 15,50 .10 4 kg m2
E. 16,25 .10 4 kg m2
(Momen Inersia - UN Fisika 2013)
Pembahasan
Momen inersia di titik dengan sumbu putar di p

Soal No. 7
Lima titik massa tersusun seperti gambar berikut!

m1 = 1 kg, m2 = 2 kg , m3 = 3 kg, m4 = 4 kg, m5 = 5 kg


Tentukan momen inersianya jika:
a) poros putar sumbu X

b) poros putar sumbu Y


Pembahasan
a) poros putar sumbu X

b) poros putar sumbu Y

Soal No. 8
Tiga buah benda masing-masing :
Bola pejal massa 5 kg
Silinder pejal massa 2 kg
Batang tipis massa 0,12 kg
D=2m

Tentukan momen inersia masing- masing benda dengan pusat benda sebagai porosnya!
Pembahasan
Bola Pejal

Silinder Pejal

Batang Tipis

Soal No. 9
Diberikan sebuah batang tipis dengan panjang 4 meter dan bermassa 240 gram seperti gambar berikut:

Jika momen inersia dengan poros di pusat massa batang adalah I = 1/12 ML2 tentukan besar momen inersia batang
jika poros digeser ke kanan sejauh 1 meter!
Pembahasan
Jika momen inersia dengan poros berada di pusat massa batang diketahui maka jika poros digeser sejauh x besar
momen inersia yang baru adalah:

dimana:
Ip = momen inersia saat poros di pusat massa
Ix = momen inersia jika poros digeser sejauh x dari pusat massa
M = massa batang
L = panjang batang
x = pergeseran poros dari pusat massa batang
Persamaan di atas dikenal sebagai teorema sumbu sejajar.
sehingga:

Soal No. 10
Sebuah gaya F bekerja pada bidang persegi dengan poros di titik P seperti gambar berikut.

Jika momen gaya yang diakibatkan oleh gaya F adalah = F d, tentukan nilai d yang dipergunakan untuk
menghitung momen gaya tersebut!
Pembahasan
Menentukan jarak gaya terhadap poros

Garis putus-putus adalah perpanjangan gaya F, kemudian ambil garis d dari titik P sehingga tegak lurus dengan
arah gaya atau perpanjangannya.
Dari gambar di atas diperoleh segitiga bantu yang jika ditegakkan seperti gambar berikut

Untuk menentukan d gunakan hubungan sudut dengan sisi-sisi segitiga, trigonometri:


d = PQ sin 37
d = 2 (0,6) = 1,2 meter
Soal No. 11
Sebuah pipa dengan panjang L = 2 meter memiliki jari-jari luar pipa adalah 22 cm dengan jari-jari dalam 20
cm.

Jika massa pipa adalah 4 kg, tentukan momen inersia pipa!


Pembahasan
Momen inersia silinder berongga adalah sebagai berikut

R1 = 20 cm = 20/100 meter, R2 = 22 cm = 22/100 meter, M = 4 kilogram, sehingga

Soal No. 12
Sebuah tongkat yang panjangnya 40 cm mendapat tiga gaya yang sama besarnya 10 newton seperti pada
gambar.

Jika tongkat diputar di titik C, tentukan momen gaya total!


Pembahasan
Momen gaya dengan pusat C, misal searah jarum jam diberi tanda () dan berlawanan arah jarum jam tanda
(+).

Soal No. 13
Batang AB panjang 100 cm, massa 3 kg dan tidak diabaikan. Pada batang bekerja gaya 20 N dan 10 N seperti

gambar berikut!

Besar momen gaya dengan titik P sebagai porosnya adalah.....(gunakan percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s 2)
A. 2 Nm
B. 3 Nm
C. 4 Nm
D. 5 Nm
E. 6 Nm

Pembahasan
Karena massa batang tidak diabaikan, tambahkan satu gaya lagi yaitu gaya berat yang besarnya w = mg = 3 x 10
= 30 N. Letakkan dipusat massa dari benda dalam hal ini di tengah-tengah batang seperti gambar berikut!

Perlakukan gaya ini seperti dua gaya yang lain saat menghitung momen gaya.
Misal searah jarum jam tanda negatif, berlawanan positif (tanda boleh dibalik).

Hasilnya negatif, yang artinya sesuai pemberian tanda tadi, momen gaya searah jarum jam dan besarnya 5 Nm.
Soal No. 14
Sebuah batang homogen memiliki panjang 2 m. Kedua ujung batang dikenakan gaya seperti gambar berikut!

Tentukan besar momen kopel gaya pada batang!


Pembahasan
Kopel adalah pasangan dari dua buah gaya yang sama besar dan memiliki arah yang berlawanan. Besarnya
momen kopel (M) dirumuskan:
M=Fd
dimana
F = besar salah satu gaya = 20 N
d = jarak kedua gaya = 2 m
sehingga
M = 20(2) = 40 Nm

BAB IMPULS
Soal No. 1
Sebuah benda bermassa 5 kg mengalami perubahan kecepatan dari 10 m/s menjadi 15 m/s. Tentukan impuls
yang bekerja pada benda!
Pembahasan
Data:
m = 5 kg
v1 = 10 m/s
v2 = 15 m/s
I =....
Rumus dasar impuls yaitu perubahan momentum benda.
I = P2 P1
I = mv2 mv1
I = m(v2 v1)
Sehingga:
I = 5 (15 10) = 25 kg m/s
Soal No. 2
Bola bermassa 0,2 kg dengan kelajuan 20 m/s dilempar ke arah pemukul seperti diperlihatkan gambar di
bawah!

Agar bola berbalik arah dengan kelajuan 30 m/s tentukan besar gaya pemukul jika waktu kontak antara pemukul
dan bola 0,001 sekon!

Pembahasan
Impuls dan perubahan kecepatan :
Arah kanan (+), arah kiri ()

Soal No. 3
Sebuah benda bermassa 1 kg dipengaruhi gaya selama 20 sekon seperti ditunjukkan grafik berikut!

Jika kelajuan awal benda 50 m/s tentukan kelajuan benda saat detik ke 15!
Pembahasan
Impuls I = Luas grafik F-t = (10) (15) = 150 kg.m.s1
Impuls I = m(v2 v1)

Soal No. 4

Grafik di atas menyatakan hubungan gaya F yang bekerja pada benda bermassa 3 kg terhadap waktu t selama
gaya itu bekerja pada benda. Bila benda mula-mula diam, maka kecepatan akhir benda dalam m s-1 adalah...
A. 5
B. 10
C. 15
D. 20
E. 25
(Impuls - umptn 1991)
Pembahasan
Seperti soal sebelumnya
Impuls I = luas trapesium = 1/2 (6 + 9)4 = 30
Karena
I = m(v2 v1) dengan v1 = 0, maka
30 = 3v2
m = 30/3 = 10 m/s
Soal No. 5
Dalam suatu permainan sepakbola, seorang pemain melakukan tendangan penalti. Tepat setelah ditendang bola
melambung dengan kecepatan 50 m/s. Bila gaya tendangan 250 N sepatu pemain menyentuh bola selama 0,3
sekon maka massa bola adalah....
A. 1,2 kg

B. 1,5 kg
C. 1,8 kg
D. 2,0 kg
E. 2,5 kg
(Gaya dan Impuls - ebtanas 1999)
Pembahasan
Menentukan massa dari hubungan gaya dan impuls.
Data:
v2 = 50 m/s
v1 = 0 m/s
F = 250 N
t = 0,3 sekon
m =....
Dari rumus yang sama dengan soal soal di atasnya

Soal No. 6
Sebuah benda bermassa 0,2 kg dalam keadaan diam dipukul sehingga bergerak dengan kecepatan 14 m/s. Jika
gaya bekerja selama 0,01 sekon, maka besar gaya yang diberikan pada benda adalah...
A. 280 N
B. 240 N
C. 200 N
D. 160 N
E. 140 N
(Impuls - ebtanas 1996)
Pembahasan
Menentukan hubungan gaya dan impuls.
Data:
v2 = 14 m/s
v1 = 0 m/s
m = 0,2 kg
t = 0,01 sekon
F =....

Soal No. 7
Sebuah mobil bermassa 5 ton bergerak dengan kelajuan 20 m/s. Tentukan besar impuls yang harus diberikan
untuk menghentikan mobil tersebut!
Pembahasan
Menentukan hubungan gaya dan impuls.
Data:
v0 = 0 m/s
v1 = 20 m/s
m = 5000 kg
I =....

Impuls yang diberikan sebesar 100000 Ns berlawanan dengan gerak mobil.


Soal No. 8
Perhatikan gambar berikut ini!

Bola bermassa 100 gram menumbuk dinding tembok dengan kelajuan 25 m/s membentuk sudut 30 terhadap
arah vertikal. Bola kemudian memantul dengan sudut dan kelajuan yang sama. Tentukan besar impuls yang
terjadi pada bola tersebut!
Pembahasan
Datanya:
m = 100 gram = 0,1 kg
v1 = 25 m/s P1 = mv1 = 0,1 25 = 2,5 kg m/s
v2 = 25 m/s P2 = m2 = 0,1 25 = 2,5 kg m/s
I =.....
Impuls adalah selisih momentum jadi

I = P2 P1
Artinya vektornya P2 dikurangi vektor P1, jadi tidak boleh 2,5 kurang 2,5 sama dengan nol. Boleh langsung
kurang kalau P1 dan P2 lurus satu garis.
Cara Pertama, menggunakan rumus langsung selisih dua vektor.

Dari rumus selisih dua vektor waktu kelas 10, dengan data:
P1 = 2,5 kg m/s
P2 = 2,5 kg m/s
= 60
Masukkan rumus selisih dua vektor

Cara Kedua, menggunakan rumus jumlah vektor.

P2 P1 tidak lain adalah P2 + (P1). Jadi bisa dipandang sebagai operasi penjumlahan. Balik tanda panah pada

P1untuk memperoleh vektor P1 seperti pada gambar (ii). Terlihat bahwa sudut antara P2 dengan P1 adalah
120.
Masukkan ke rumus jumlah dua vektor, untuk P1 dibawah tanda akar, masukkan 2,5 tanpa tanda negatif, karena
yang diperlukan di situ adalah besarnya P1 saja.

Perhatikan perbedaannya, cara pertama menggunakan sudut 60 sedangkan cara kedua menggunakan sudut
120, hasilnya sama.
Soal No. 9
Benda bermassa 0,5 kg jatuh bebas dari ketinggian 80 m. Besar impuls yang bekerja pada benda bila benda
memantul dengan kecepatan 10 m.s-1 adalah.
A. 80 N.s
B. 40 N.s
C. 30 N.s
D. 28 N.s
E. 25 N.s
(Impuls - UN Fisika 2013)
Pembahasan
Data:
m = 0,5 kg
h = 80 m
I =...
Cara Pertama, model notasi skalar:
Misalkan
ke bawah diberi tanda (), ke atas (+)
Kecepatan bola saat mengenai tanah, arah ke bawah:
v1 = (2gh) = (21080) = 40 m/s
Kecepatan bola memantul, arah ke atas
v2 = + 10 m/s
I = m(v2 v1)
I = 0,5 [10 ( 40)] = 0,5(50) = 25 N.s

Artinya impulsnya sebesar 25 N.s searah pantulan.


Cara Kedua, model notasi vektor:
v1 = 40 m/s
v2 = 10 m/s
P1 = mv1 = 0,5(40) = 20 kg m/s
P2 = mv2 = 0,5(10) = 5 kg m/s

I = P2 P1
I = P2 + ( P1)
Vektor P2 ke atas, vektor P1 jg ke atas, tinggal ditambah saja.
I = 20 + 5 = 25 N.s

BAB GAYA GESEK


Soal No. 1

Soal No. 2
Perhatikan gambar berikut, benda mula-mula dalam kondisi rehat!

Benda bermassa m = 10 kg berada di atas lantai kasar ditarik oleh gaya F = 25 N ke arah kanan. Jika koefisien
gesekan statis antara benda dan lantai adalah 0,2 dengan koefisien gesekan kinetis 0,1 tentukan besarnya :
a) Gaya normal
b) Gaya gesek antara benda dan lantai
c) Percepatan gerak benda
d) Jarak yang ditempuh benda setelah 2 sekon
Pembahasan
Gaya-gaya pada benda diperlihatkan gambar berikut:

a) Gaya normal
Fy = 0
NW=0
N mg = 0
N (10)(10) = 0
N = 100 N
b) Gaya gesek antara benda dan lantai
Cek terlebih dahulu gaya gesek statis maksimum yang bisa terjadi antara benda dan lantai:
fs = s N
fs = (0,2)(100) = 20 N
Ternyata gaya yang gesek statis maksimum (20 N) lebih kecil dari gaya yang menarik benda (25 N), Sehingga
benda bergerak. Untuk benda yang bergerak gaya geseknya adalah gaya gesek dengan koefisien gesek kinetis :
fges = fk = k N
fges = (0,1)(100) = 10 N
maks

maks

c) Percepatan gerak benda


Hukum Newton II :
Fx = ma
F fges = ma
25 10 = 10a
a = 15/10 = 1,5 m/s2

d) Jarak yang ditempuh benda setelah 2 sekon


S = Vo t + 1/2 at2
S = 0 + 1/2(1,5)(22)
S = 3 meter
Soal No. 3
Soal No. 4

Soal No. 5
Balok A massa 40 kg dan balok B massa 20 kg berada di atas permukaan licin didorong oleh gaya F sebesar 120
N seperti diperlihatkan gambar berikut!

Tentukan :
a) Percepatan gerak kedua balok
b) Gaya kontak yang terjadi antara balok A dan B
Pembahasan
a) Percepatan gerak kedua balok
Tinjau sistem :
F = ma
120 = (40 + 20) a
a = 120/60 m/s2
b) Gaya kontak yang terjadi antara balok A dan B
Cara pertama, Tinjau benda A :

F = ma
F Fkontak = mA a
120 Fkontak = 40(2)
Fkontak = 120 80 = 40 Newton
Cara kedua, Tinjau benda B :

F = ma
Fkontak = mB a
Fkontak = 20(2) = 40 Newton
Soal No. 6
Balok A dan B terletak pada permukaan bidang miring licin didorong oleh gaya F sebesar 480 N seperti terlihat
pada gambar berikut!

Tentukan :
a) Percepatan gerak kedua balok
b) Gaya kontak antara balok A dan B
Pembahasan
a) Percepatan gerak kedua balok
Tinjau Sistem :
Gaya-gaya pada kedua benda (disatukan A dan B) terlihat pada gambar berikut:

F = ma
F W sin 37o = ma
480 (40 + 20)(10)(0,6) = (40 + 20) a
a = 120/60 = 2 m/s2
b) Gaya kontak antara balok A dan B
Cara pertama, tinjau balok A
Gaya-gaya pada balok A terlihat pada gambar berikut :

F = ma
F WA sin 37o Fkontak = mA a
480 (40)(10) (0,6) Fkontak = (40)(2)
480 240 80 = Fkontak
Fkontak = 160 Newton
Cara kedua, tinjau benda B

F = ma
Fkontak WB sin 37o = mB a
Fkontak (20)(10)(0,6) =(20)(2)
Fkontak = 40 + 120 = 160 Newton
Soal No. 7

Balok A beratnya 100 N diikat dengan tali mendatar di C (lihat gambar). Balok B beratnya 500 N. Koefisien
gesekan antara A dan B = 0,2 dan koefisien gesekan antara B dan lantai = 0,5. Besarnya gaya F minimal untuk
menggeser balok B adalah....newton
A. 950
B. 750
C. 600
D. 320
E. 100
(Sumber Soal : UMPTN 1993)
Pembahasan
fAB gaya gesek antara balok A dan B
fBL gaya gesek antara balok B dan lantai
fAB = AB N
fAB = (0,2)(100) = 20 N
fBL = BL N
fBL = (0,5)(100 + 500) = 300 N
Tinjau benda B

Fx = 0
F fAB fBL = 0
F 20 300 = 0
F = 320 Newton
Soal No. 8

Soal No. 9
Massa A = 4 kg, massa B = 6 kg dihubungkan dengan tali dan ditarik gaya F = 40 N ke kanan dengan sudut
37oterhadap arah horizontal!

Jika koefisien gesekan kinetis kedua massa dengan lantai adalah 0,1 tentukan:
a) Percepatan gerak kedua massa
b) Tegangan tali penghubung antara kedua massa
Pembahasan
Tinjauan massa B :

Nilai gaya normal N :


Fy = 0
N + F sin 37o = W
N + (40)(0,6) = (6)(10)
N = 60 24 = 36 N
Besar gaya gesek :
fges = k N
fges = (0,1)(36) = 3,6 N
B

Hukum Newton II:

Fx = ma
F cos 37o fges T = ma
(40)(0,8) 3,6 T = 6 a
28,4 T = 6 a (persamaan 1)
B

Tinjauan gaya-gaya pada massa A

Fx = ma
T fges = ma
T k N = ma
T k mg = ma
T (0,1)(4)(10) = 4 a
T = 4a + 4 Persamaan 2
A

Gabung 1 dan 2
28,4 T = 6 a
28,4 ( 4a + 4) = 6 a
24,4 = 10a
a = 2,44 m/s2
b) Tegangan tali penghubung antara kedua massa
T = 4a + 4
T = 4(2,44) + 4
T = 13,76 Newton
Soal No. 10
Soal No. 11
Diberikan gambar sebagai berikut:

Massa balok A = 6 kg, massa balok B = 4 kg. Koefisien gesekan kinetis antara balok A dengan B adalah 0,1 dan
koefisien gesekan antara balok A dengan lantai adalah 0,2. Tentukan besar gaya F agar balok A bergerak lurus
beraturan ke arah kanan, abaikan massa katrol!
Pembahasan
Tinjau B

Benda bergerak lurus beraturan a =0


Fx = 0
T f =0
T = f = N = mg= (0,1)(4)(10) = 4 N
BA

BA

BA

BA

Tinjau A

Fx = 0
FTf f =0
dengan f = N = (0,2)(10)(10) = 20 N
(Gaya normal pada A adalah jumlah berat A ditambah berat B, karena ditumpuk)
Sehingga :
F 4 4 20 = 0
F = 28 Newton
AB

AL

AL

AL

Soal No. 12
Sebuah elevator bermassa 400 kg bergerak vertikal ke atas dari keadaan diam dengan percepatan tetap 2 m/s 2.
Jika percepatan gravitasi 9,8 m/s2 , maka tegangan tali penarik elevator adalah....
A. 400 newton
B. 800 newton
C. 3120 newton
D. 3920 newton
E. 4720 newton
(Sumber Soal : Proyek Perintis I 1981)
Pembahasan

Fy = ma
T W = ma
T (400)(9,8) =(400)(2)
T = 800 + 3920 = 4720 Newton

Soal No. 13
Dari soal nomor 12, tentukan tegangan tali penarik elevator jika gerakan elevator adalah ke bawah!
Pembahasan
Elevator bergerak ke bawah :
Fy = ma
W T = ma
(400)(9,8) T = (400)(2)
T = 3920 800 = 3120 Newton
Soal No. 14
Perhatikan susunan dua buah benda berikut ini:

Koefisien gesekan kinetis antara massa pertama dengan lantai adalah 0,1 , massa benda pertama = 4 kg dan
massa benda kedua 6 kg. Tentukan :
a) Percepatan gerak benda pertama
b) Percepatan gerak benda kedua
Pembahasan
a) Percepatan gerak benda pertama
Hubungan percepatan benda pertama dan benda kedua adalah :
a1 =2a2
atau
a2 = 1/2a1
Tinjau benda pertama

Fx = m1a1
T f = 4 a1
T k N = 4a1
T (0,1)(4)(10) = 4 a1
T = 4a1 + 4 Persamaan 1
Tinjau benda kedua

Fy = m2a2
W 2T = (6)(1/2 a1)
60 2T = 3a1 Persamaan 2
Gabung Persamaan 2 dan Persamaan 1
60 2T = 3 a1
60 2(4a1 + 4) = 3a1
60 8a1 8 = 3a1
52 = 11a1
a1 = 52/11 m/s2
b) Percepatan gerak benda kedua
a2 = 1/2 a1
a2 = 1/2 ( 52/11 ) = 26/11 m/s2
Soal No. 15
Balok m bermassa 10 kg menempel pada dinding kasar dengan koefisien gesekan kinetis 0,1. Balok mendapat
gaya horizontal F2 = 50 N dan gaya vertikal F1 .

Tentukan besar gaya vertikal F1 agar balok bergerak vertikal ke atas dengan percepatan 2 m/s2 !
Pembahasan
Tinjauan gaya yang bekerja pada m :

Fx = 0
N F2 = 0
N 50 = 0
N = 50 Newton

Fy = ma
F1 W f = ma
F1 mg k N = ma
F1 (10)(10) (0,1)(50) = 10(2)
F1 = 20 + 100 + 5 = 125 Newton