Anda di halaman 1dari 4

Asuhan pada ibu bersalin kala II

Perubahan fisiologis pada kala II persalinan


1. Kontraksi,dorongan otot-otot dinding uterus
Walaupun his itu suatu kontraksi dari otot-otot rahim yang fisiologis akan tetapi
bertentangan dengan kontraksi fisiologis yang lainnya,bersifat nyeri.
Nyeri ini mungkin disebabkan oleh anoxia dari sel-sel otot-otot waktu kontraksi,tekanan
pada ganglia dalam cervix dan segmen bawah rahim oleh serabut-serabut otot-otot yang
berkontraksi,rengangan dan tarikan pada peritoneum waktu kontraksi.
Perasaan nyeri tergantung juga pada ambang nyeri dan penderita yang ditentukan oleh
keadaan jiwanya.kontraksi rahim bersifat otonom tidak dipengaruhi dari luar misalnya
rangsangan oelh jari-jari tangan dapat menimbulkan kontraksi (Obstetri fisiologi universitas
Padjadjaran Bandung hal.225 )
a. Konntraksi Uterus
Keaadaan segmen atas dan segmen bawah rahim pada persalinan . Sejak
kehamilan yang lanjut uterus dengan jelas terdiri dari 2 bagian,ialah segmen atas rahim
yang dibentuk oleh corpus uteri dan segmen bawah rahim yang terjadi dari isthimus
uteri. Segmen atas memegang perenan yang aktif karena berkontraksi dan dindingnya
bertambah tebal dan majunya persalinan. Sebalikanya segmen bawah rahim memegang
peranan fasif dan makin tipis dengan majunya persalinan.
Jadi secara singkat segmen atas berkontraksi,menjadi tebal dan mendorong anak
keluar, sedangkan segme3n bawah dan serviks mengadakan relaksasi dan dilatasi dan
menjadi saluran yang tipis dan teregang yang akan dilalui bayi.
Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas
1.) Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali ke keadaan sebelum
kontraksi tapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya seperti sebelum
kontraksi. Kejadian ini disebut retraksi. Dengan retraksi ini maka rongga rahim
mengecil dan anak berangsur didorong ke bawah dan tidak banyak naik lagi ke atas
setelah his hilang. Akibat retraksi ini segmen atas makin tebal dengan majunya
persalinan apalagi setelah bayi lahir.
2.) Kontraksi tidak sama kuatnya,tapi paling kuat didaerah fundus uteri dan berangsur
berkurang ke bawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim.

Telah dikatakan bahwa sebagai akibat retraksi,segmen atas makin mengecil. Karena
pada permulaan persalinan cervix masih tertutup,maka

tentu isi rahim tidak dapat

didorang kedalam vagina : Jadi pengecilan segmen atas hanya mungkin jika diimbangan
oleh relaksasi dari segmen bawah rahim.
Sebagian dari isi rahim, keluar dari segmen atas tetapi diterima oleh segmen
bawah. Jadi segmen atas makin lama makin mengecil,sedangkan segmen bawah semakin
bawah semakin meregang dan dan isi rahim sedikit demi sedikit pindah ke segmen bawah.
Karena segmen atas makin tebal dan segmen bawah makin tipis,maka batas antara segmen
atas dan segmen bawah menjadi jelas. (Obstetri fisiologi universitas Padjadjaran Bandung
hal.227 )

3.

Expulsi
Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai dibawah symphsis dan menjadi hypomochlion

untuk kelahiran bahu belakang. Kemudian bahu depan dapat menyusul dan selanjutnya seluruh
badan anak lahir secara dengan pakai jalan lahir.
Diatas telah diuraikan jalanya persalinan dengan postio occipi to transversa ialah dengan
ubun-ubun kecil kiri melintang. Kalau ubun-ubun kecil sekarang memutar ke kanan artinya
searah dengan jarum jam.. putaran paksi luar terjadi kea rah tuber ischiadicum sebelah kanan.
Pada postio occipito anterior putaran paksi hanya 45 derajat ke kanan atau kekiri
a. Mekanisme pada postio occipito posterior
1.) Ubun-ubun kecil kiri belakang
2.) Ubun-ubun kecil kanan belakang
3.) Ubun-ubun kecil belakang
Postio occipito posterior kanan lebih sering daripada postio occipito posterior kiri.
Sebab-sebab Postio occipito posterior ialah panggul sempit atau karena plasenta terdapat
pada dinding depan rahim. Anak dalam posisi ini dapat lahir secara spontan,walupun sedikit
lebih sering harus dibantu dengan forceps. Kalaunpunggung terdapat sebelah kanan atau kalau
bagian-bagian kecil jelas teraba sebelah depan harus diingatkan kemungkinan Postio occipito
posterior.

Pemeriksaan pada Postio occipito posterior menunjukkan


Leopold I

: Dalam fundus teraba bokong

Leopold II

: Punggung teraba sebelah kanan,bagian-bagian kecil sebelah kiri agak ke


depan dan lebih mudah teraba di bandingkan pada Postio occipito
posterior

Leopold III

: Kepala dapat digerakan di atas symphsis kecuali kalau sudah masuk


pintu atas panggul

Leopold IV

: Tonjolan kepala sebelah kiri

Auscultasi

: Bunyi jantung anak terdengar sebelah kanan

Taucher

: Satura sagitalis serong,ubun-ubun kecil teraba sebelah kanan belakang.

Mekanisme persalinan pada Postio occipito posterior kebanyakan sama dengan letak
belakang kepala lainnya,hanya putaran puksi jauh ialah sebanyak 1350
Sudah jelas bahwa putaran paksi semacam ini meminta banyak tenaga dan waktu dan
bahwa gangguan putaran paksi lebih besar kemungkinannya.
Selain dari pada jauhnya putaran paksi, terjadi jugs torsi (putaran) pada leher anak yang
sangat.
Maka jika

-His kurang baik, Fleksi kurang,spina ishiadia menonjol atau distantia

intertuberosum sempit,, Putaran paksi tidak lengkap atau sama sekali tidak terjadi
Jika putaran paksi tidak lengkap,maka putaran paksi terhenti dengan ubun-ubun kecil
melintang. Kejadian ini disebut *letak malang melintang rendah = transverse arrest*
Jika putaran paksi sama sekali tidak terjadi maka disebut * Postio occipito posterior
persisten*
Kadang-kadang pada Postio occipito posteriorfleksi sedemikian kurangnya hingga ubunubun besar lebih rendah dari ubun-ubun besar lebih rendah dari ubun-ubun kecil,maka
pada putaran paksi ubun-ubun besarlah yang memutar kedepan ke bawah
syhmphsis,sedangkan ubun-ubun kecil bergerak kebelakang. Keadaan ini disebut *letak
puncak kepala*.
Fleksi kurang ini, mungking ada hubungan dengan kurangnya kyphose dari tulang
punggung: karena tulang punggung terdapat sebelah belakang, maka tulang punngung

anak tertekan pada tulang punngung ibu hingga tidak memungkinkan fleksi tulang
punngung yang baik
Pada letak puncak kepala anak lahir dengan bagian muka di bawah symphsis : Glabella
menjadi hypomochlion dan dengan fleksi lahirlah ubun-ubun kecil dan belakang kepala
pada pinggir perineum kemudian dengan extensi lahirlah hidung,mulut,dan dagu.
(Obstetri fisiologi universitas Padjadjaran Bandung hal.243)