Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam anatomi manusia, pelvis / panggul merupakan bagian dari inferior
posterior batang pada perut di daerah transisi antara batang tubuh dan anggota tubuh
bagian bawah (paha hingga kaki). Pelvis merupakan kata lain dari cekungan dan
merupakan nama bagi panggul, disebut cekungan karena panggul kita berbentuk
cekungan.
Pelvis adalah daerah batang tubuh yang berada di sebelah dorsokaudal terhadap
abdomen dan merupakan daerah peralihan dari batang tubuh ke extremitas inferior.
Pelvis bersendi dengan vertebra lumbalis ke-5 di bagian atas dan dengan caput
femoris kanan dan kiri pada acetabulum yang sesuai. Pelvis dibatasi oleh dinding
yang dibentuk oleh tulang, ligamentum, dan otot. Cavitas pelvis yang berbentuk
seperti corong, memberi tempat kepada vesicaurinaria, alat kelamin pelvic, rectum,
pembuluh darah dan limfe, dan saraf.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja kerangka yang menyusun panggul?
2. Apa Saja Bagian Lunak dari panggul ?
3. Apa saja Ukuran ukuran Panggul ?
4. Bagaimana Bentuk bentuk Panggul ?
5. Apa saja Bagian Otot dasar Panggul ?
C. Tujuan
1. Mengetahui kerangka yang menyusun panggul
2. Mengetahui Bagian lunak Panggul
3. Mengetahui Ukuran dari Panggul
4. Mengetahui Bentuk Panggul
5. Mengetahui Otot Dasar Panggul

BAB II
PEMBAHASAN

Bentuk Panggul Normal Wanita


A. Anatomi Panggul
Panggul atau pelvis terdiri atas 2 bagian yaitu :
1. Bagian keras yang dibentuk oleh tulang
2. Bagian lunak yang dibentuk oleh otot-otot dan ligamenta
Panggul bagian keras atau tulang tulang panggul merupakan suatu corong.
Bagian keras pelvis yang dibentuk oleh tulang ada 2 bagian yaitu :
1. Pelvis mayor
Mendukung isi perut seperti usus, hati, ginjal, pankreas dll
2. Pelvis minor
3. Tempat organ-organ genetalia internal seperti uterus, ovarium, vagina,
kandung kemih, dll
B. Tulang panggul
Tulang panggul terdiri dari 4 buah tulang yaitu :
1. 2 buah tulang pangkal paha ( os coxae )
2. 1 buah tulang kelangkang (os sacrum)
3. 1 buah tulang tungging (os coccygis)

Bagian- bagian Tulang Panggul


1. Tulang Pangkal Paha ( os coxae )
Tulang coxae terdiri atas 3 buah tulang yang berhubungan satu sama lain. Batas
os coxae dari articulatio sakroiliaka sampai pertengahan pubis.
Ketiga tulang itu ialah :
a. Tulang usus ( os illium)
b. Tulang duduk ( os ischium)
c. Tulang kemaluan ( os pubis )
a. Tulang usus ( os illium)
Merupakan tulang terbesar dari panggul dan membentuk bagian atas dan
belakang dari panggul. Os illium terletak dari articulatio sakroilliaka sampai pinggir
atas acetabulum. Batas atasnya merupakan pinggir tulang yang tebal yang disebut
crista illiaca. Ujung depan maupun belakang dari crista illiaka menonjol terdiri atas 4
spina yaitu :
1) Spina illiaka anterior superior (SIAS), bagian terdepan Crista illiaka.

2) Spina illiaka anterior inferior (SIAI), bagian yang menonjol beberapa


centimeter dibawah SIAS.
3) Spina illiaka posterior superior (SIPS), bagian paling belakang dari Crista
illiaka.
4) Spina illiaka posterior inferior (SIPI), tonjolan dibawah SIPS.
Di bawah spina illiaka posterior inferior terdapat lengkungan yang disebut
incisura ischiadica major. Pada os illium terdapat lajur ialah linea innominata (linea
terminalis) yang menjadi batas antara panggul besar dan panggul kecil.
b. Tulang duduk ( os ischium)
Os ischium terletak dari foramen obsturatorium sampai pada pinggir atas
acetabulum. Tonjolan yang ada pada ischium yaitu spina ischiadica, Tulang yang
tebal yang menyangga berat badan pada saat duduk adalah tuber ischiadicum, bagian
yang cekung besar sebelah atas disebut inchisura isciadica mayor dan bagian yang
cekung kecil sebelah bawah disebut inchisura ischiadica minor.
c. Tulang kemaluan ( os pubis )
Terdapat sebelah bawah dan depan dari tulang usus. Dengan tulang duduk,
Tulang ini membatasi sebuah lubang dalam tulang panggul dinamakan Foramen
Obturatorium.
Bagian atas yang menonjol pada os pubis dinamakan Ramus Superior,
cekungannya dinamakan Linea Inominata atau Linea Terminalis. Pertemuan kedua
ramus superior dinamakan tepi atas simfisis.
Pada bagian bawahnya dinamakan Ramus Inferior, pertemuan antara ramus
inferior membentuk tepi bawah simfisis. Pada ramus inferior membentuk sudut yang
disebut Arcus Pubis yang sudutnya tidak boleh kurang dari 90 derajat.
d. Perhubungan tulang pangkal paha:
Tulang pangkal paha berhubungan dengan tulang kelangkang dengan
perantaraan persendian articulatiosacroiliaca dan berhubungan pula dengan jaringan
pengikat yang dari tulang kelangkang pergi ketulang usus maupun tulang duduk.

1) Dari permukaan belakang tulang kelangkang ke tulang usus disebut lig.


Sacro iliaca posterior dan dari permukaan depan tulang kelangkang ke
tulang usus disebut lig. Sacro iliaca, lig. Ilio lumbalis, lig. Sacro iliaca
interossea.
2) Dari tulang kelangkang ke spina ischiadica ialah lig. Sacro spinosum.
3) Dari tulang kelangkang ke tuber ischiadica ialah lig. Sacro tuberrosum.
Tulang pangkal paha kiri dan kanan dihubungkan oleh symphysis pubis

2. Tulang kelangkang (os sacrum)


Tulang kelangkang berbentuk segitiga melebar di atas dan meruncing ke bawah.
Tulang kelangkang terletak sebelah belakang antara kedua pangkal paha, Batas-batas
dari os sacrum yaitu :
a.
b.
c.
d.

Articulatio sakro illiaca (batas kanan dan kiri)


Prosesus lumbal ke 5 (batas belakang atas)
Coccygis (batas bawah)
Promontorium (batas depan atas)

Pada pertengahan basis terdapat titik menonjol digunakan sebagai petunjuk saat
melakukan pengukuran panggul dalam dinamakan Promontorium, Pada bagian
5

anterior memanjang sampai illium dinamakan sayap sacrum. Lubang yang terdapat
pada bagian depan dinamakan Foramina Sacralia Anterior. Lubang yang terdapat
pada bagian belakang dinamakan Foramina Sacralia Posterior. Pada vertebra terdapat
bagian yang berduri yang dinamakan Krista Sakralia. Pada bagian samping tulang
kelangkang berhubungan dengan kedua tulang pangkal paha dengan perantara
articulatio sacroilliaca dan ke bawah dengan tulang tungging.
3. Tulang tungging (os coccygis)
Berbentuk segitiga dan terdiri atas 3-5 ruas bersatu.Pada persalinan ujung
tulang tungging dapat ditolak sedikit ke belakang, hingga ukuran pintu bawah
panggul bertambah besar. Coccygis bersifat lentur, kelenturannya mempengaruhi
lebar dari ukuran panggul dalam.
C. Bidang Panggul
Untuk lebih mengerti bentuk dari panggul kecil dan untuk menentukan tempat
bagian depan anak dalam panggul, maka telah ditentukan 4 bidang :
1.
2.
3.
4.

Pintu atas panggul


Bidang luar panggul
Bidang sempit panggul
Pintu bawah panggul

1. Pintu atas panggul


Pintu atas panggul adalah batas atas dari panggul kecil. Bentuknya bulat-oval.
Batas batasnya ialah promontorium, sayap sacrum, linea innominata, ramus superior
osis pubis dan pinggir atas symphysis.
Biasanya 3 ukuran ditentukan dari p.a.p :
a. Ukuran muka belakang (diameter antero posterior, conjugate vera).
b. Ukuran Melintang (diameter transversa)
c. Kedua ukuran serong (diameter Obliqua)
a. Ukuran muka belakang
Ialah dari promontorium ke pinggir atas symphysis, terkenal dengan nama
conjugate vera, ukuranya 11 cm. ukuran ini adalah ukuran yang terpenting dari
6

panggul. Sebetulnya conjugate vera bukan ukuran

yang terpendek antara

promontorium dan symphysis. Ukuran yang terpendek ialah conjugate obstetrica, dari
promontorium ke symphysis beberapa mm. dibawah pinggir atas symphysis.
Pada wanita hidup conjugata vera tak dapat diukur langsung, tapi dapat
diperhitungkan dari conjugate diagonalis (dari promontorium ke pinggir bawah
symphysis). Conjugata diagonalis ini dapat diukur dengan jari yang melakukan
pemeriksaan dalam. Kalau panggul sempit conjugate vera dapat diperrhitungkan
dengan meengurangi conjugate diagonalis dengan 1 - 2 cm (CV = CD 1 )
Pada panggul normal jari tak cukup panjang untuk mencari promontorium.
b. Ukuran Melintang (diameter transversa)
Adalah ukuran terbesar antara linea innominat di ambil tegak lurus pada
conjugate vera (Ind. 12,5 cm, Eropa 13,5 cm).
c. Ukuran Serong
Dari articulation sacro illiaca ke tuberculum pubicum dari belahan panggul
yang bertentangan (13cm)

Pintu Atas Panggul


2. Bidang luas panggul

Adalah bidang dengan ukuran-ukuran yang terbesar. Bidang ini terbentang


antara pertengahan symphsysis, pertengahan acetabulum dan pertemuan antara ruas
sacral II & III. Ukuran muka belakang 12,75 c,. dan ukuran melitang 12,5 cm. Karena
tidak ada ukuran yang kecil, bidang ini tak menimbulkan kesukaran dalam persalinan.

Bidang Luas Panggul


3. Bidang sempit panggul (bidang tengah panggul)
Ialah bidang dengan ukuran-ukuran yang terkecil. Bidang ini terdapat setinggi
pinggir bawah symphysis, kedua spinae ischiadicae dan memotong sacrum +/- 1-2
cm.di atas ujung sacrum.
Ukuran muka belakang 11,5 cm.ukuran melintang 10 cm dan diameter sagitalis
posterior ialah dari sacrum ke pertengahan antara spinae ischiadicae 5 cm.
Bidang ini paling sulit penilaiannya dalam ilmu kebidanan,karena ukuranukurannya paling kecil, lagi pula sulit mengukurnya. Kesempitan pintu bawah
panggul biasanya disertai kesempitan bidang sempit panggul.
4. Pintu bawah panggul
Pintu bawah panggul bukan satu bidang, tetapi terdiri dari 2 segitiga dengan
dasar yang sama, ialah garis yang mnghubungkan kedua tuber ischiadicum kiri dan
kanan.
Puncak dari segitiga yang belakang adalah ujung os sacrum,sisinya adalah
ligamentum sacro tuberosum kiri dan kanan.segitiga depan dibatasi oleh arcus pubis.
8

Pada pintu bawah panggul biasanya ditentukan 3 ukuran :


a. Ukuran muka belakang :
Dari pinggir bawah symphysis ke ujung sacrum (11,5cm)
b. Ukuran melintang ialah :
Ukuran antara tuber ischiadicum kiri dan kanan sebelah dalam (10,5 cm)
c. Diameter sagittalis posterior :
Dari ujung sacrum ke pertengahan ukuran melintang (7,5 cm)

D. Inclination pelvis
Inclination pelvis (miring panggul) ialah : Sudut antara pintu atas panggul
dengan bidang sejajar tanah,pada wanita yang terdiri, sudut ini 55o.

Sumbu panggul
Jika kita hubungkan pusat-pusat dari beberapa bidang di dalam
panggul,maka kita akan mendapatkan sebuah garis yang lurus sebelah atas
samapai pada suatu titik sedikit di atas spina ischiadica dan kemudian
melengkung ke depan di daerah pintu bawah panggul. Sumbu jalan lahir sedikit
berbeda dari sumbu anatomis.
Bagian atas dari jala lahir merupakan silinder yang lurus tapi ujung
bawahnya melengkung ke depan, ditentukan oleh perubahan daras panggul
karena bagian depan anak.

E. Bidang hodge
Bidang hodge untuk menentukan berapa jauh bagian depan anak itu turun ke
dalam rongga panggul.

Bidang hodge antara lain :


1.
2.
3.
4.

Hodge I : Ialah setinggi pintu atas panggul


Hodge II : Sejajar dengan hodge I setinggi tepi bawah symphisis
Hodge III : Sejajar dengan hodge I setinggi spina ischiadica
Hodge IV : Sejajar dengan hodge I setinggi ujung os coccygis

Sistem Bidang Hodge


F. Bagian lunak dari Panggul
Bagian lunak panggul terdiri dari otot-otot dan ligamenta yang meliputi dinding
panggul sebelah dalam dan yang menutupi panggul sebelah bawah, yang menutupi
panggul dari bawah membentuk dasar panggul dan disebut diafragma Pelvis.
Diafragma pelvis dari dalam ke luar terdiri atas :
1. Pars muscularis yaitu m. levator ani
2. Pars membranacea yaitu diafragma urogenitale
1. Musculus levator ani

10

Yang agak kebelakang ltaknya dan merupakan suatu sekat yang yang ditembus
oleh rectum. M. levator ani kiri kanan Terdiri atas 3 bagian, dari depan ke belakang
dapat dikenal :
1) Musc. Pubo coccygeus dari os pubis ke septum anococcygeus.
2) Musc. Ilio coccygeus dari arcus tendineus m.levator ani ke os coccygis
dan septum anococcygeus.
3) Musc. (ischio) coccygeus dari spina ischiadica ke pinggir sacrum dan
coccygis.
2. Diafragma urogenitale
Antara m.pubo coccygeus kiri kanan terdapat celah berbentuk segitiga yang
disebut hiatus urogenitalis yang tertutup oleh sekat yang disebut diafragma
urogenitale. Sekat ini menutupi pintu bawah panggul disebelah depan dan pada
wanita sekat iniditembus oleh urethra dan vagina. Diafragma pelvis ini menahan
genetalia interna pada tempatnya. Kalau otot otot tusak atau lemah misalnya karena
persalinan yang sering dan bertutrut turut, mungkin genetalia interna turun ( prolaps).
G. Daerah perineum
Merupakan bagian permukaan dari pintu bawah panggul, terdiri dari 2 bagian
yaitu :
1. Regio analis di sebelah belakang
Terdapat m.sphincter ani externus yang mengelilingi anus
2. Regio urogenitalis
Terdapat

M. Bulbo cavenosus yang mengelilingi vulva, M. Ischio

cavernosus, M. Transversus perinei superficialis.

11

Daerah Perineum
H. Ukuran ukuran Panggul
Ukuran ukuran panggul dapat diperoleh secara Klinis atau secara rontgenologis.
1. Pengukuran secara klinis
a. Pintu atas panggul
Dari ukuran ukuran p.a.p conjugata vera adalah ukuran yang terpenting
dan satu satunya ukuran yang dapat dikur secara indirect ialah dengan,
mengurangi conjugate diagonalis dengan 1,5-2 cm, tergantung dari lebar dan
inklinasi symphysys.
Cara mengukur conjugate diagonalis :
1) Dengan 2 jari ialah jari telunjuk dan jari tengah, melalui konkavitas dari
sacrum,

jari

tengah

digerakkan

keatas

sampai

dapat

meraba

promontorium.
2) Sisi radial dan jari telunjuk ditempelkan symphysis dan tempat ini
ditandai dengan kuku jari telunjuk tangan kiri
Promontorium hanya bisan tercapai oleh jari kita dengan pemeriksaan
dalam pada panggul yang sempit. Pada panggul dengan ukuran normal,
promontorium tak tercapai, tapi ini menandakan bahwa CV cukup besar. Kalau
CV lebih besar dari 10 cm, maka p.a.p dianggap cukup luas (biasanya CV=11
cm). selain dengan pengukuiran CD kita juga dapat mengetahui secara klinis

12

bahwa p.a.p. mencukupi kalau kepala anak dengan ukuran terbesarnya sudah
melewati p.a.p.

Mengukur Konjugata Diagonalis


Ini dapat diketahui dengan :
1) Pemeriksaan Luar :
Kalau kepala dengan ukuran terbesarnya sudah melewati p.a.p, maka
hanya bagian kecil saja dari kepala yang dapat diraba dari luar diatas
symphysys. Kedua tangan yang diletakkan pada pinggir bagian kepala
divergent

2) Pemeriksaan dalam :
Bagian terendah kepala sampai spina ischiadica atau lebih rendah.
Caput succedaneum yang dapat member I kesan yang salah, dimana
seolah olah bagian terendah sudah sampai setinggi spina ischiadica,
13

padahal kepala masih tinggi, maka hasil pemeriksaan dalam harus selalu
di sesuiakan dengan hasil pemeriksaan luar.
b. Bidang tengah panggul
Ukuran ukuran bidang tengah panggul tak dapat diukur secara klinis dan
memerlukan pengukuran secara rontgeno-logis.
c. Pintu bawah panggul
Diameter transversa dan diameter sagittalis posterior dan anterior dapat
diukur dengan pelvimeter dari thoms. Tapi pengukuran diameter transversa ini
aadalah pengukuran yang kasar, karena tubera ischii tertutup olehlapisan otot
dan lemak yang berbeda tebalnya dari orang keorang.
Ukuran yang lebih besar dari 8 cm, dianggap mencukupi. Karena
pengukuran diameter transversa kurang tepat, maka dianjurkan untuk
memperhatikan bentuk arcus pubis yang hendaknya merupakan sudut yang
tumpul.
Ukuran ukuran luar
1. Distansia Spinarum
Jarak antara spina iliaca anterior superior kiri dan kanan (23-26)
2. Distansia Cristarum
Jarak yang terjauh antara crista iliaca kanan dan kiri (26-29)
3. Conjugata Eksterna (Boudeloque)
Jarak antara pinggir atas symphysys dan ujung proccessus spinosus ruas tulang
lumbal V (18-20)
4. Ukuran Lingkar Panggul
Dari pinggir atas symphysys ke pertengahan antara spina iliaca anterior superior
dan tronchanter major sepihak dan kembali melalui tempat-tempat yang sama
dipihak yang lain (80-90)
Ukuran-ukuran luar ditentukan dengan jangka panggul kecuali ukuran lingkar
panggul yang diambil dengan pita pengukur.

14

Ukuran ukuran Panggul Luar

Pemeriksaan dalam, untuk menetukan ukuran dan bentuk panggul :


Dengan pemeriksaan dalam dapat kesab mengenai bentuk panggul. Yang harus
diperiksa ialah :
a. Apakah promontorium teraba atau tidak.bila teraba berapa CD-nya.
b. Apakah tak ada tumor (exostose) pada permukaan belakang symphysis.
c. Apakah linea innominata teraba seluruhnya atau sebagian.
d. Apakah sidewalls (dinding samping) lurus,convergent atau divergent oleh
karena ukuran yang luas pada inlet tidak perlu diikuti oleh bidang sempit
panggul dan pintu bawah panggul.
e. Apakah kedua spina ischiadica menonjol atau tidak.serin terdapat bahwa
spina yang menonjol disetai dengan dinding samping yang convergent.
f. Apakah os sacrum mempunyai inklinasi ke depan atau ke belakang.
perhatikan pula konkavitas dari sacrum.dalam keadaan pathologic sacrum
mempuyai bentuk hamper lurus.
g. Apakah sudut aecus pubis cukup luas atau tidak.

2. Pengukuran rontgenologis
Ukuran-ukuran panggul dapat juga diukur dengan sinar X. keuntungan dari
pengukuran tulang panggul dengan sinar rotgen ialah :
15

a. Dapat mengambil ukuran-ukuran yang tak dapat ditentukan secara klinis


seperti diameter transversa dari P.A.P, ukuran antara spinae ischiadicae,
diameter antero posterior dari bidang tengah panggul.
b. Selain dari pada memberikan ukuran-ukuran

panggul

juga

memperlihatkan pada kita bentuk panggul.


c. Dapat menentukan apakah ukuran terbesar kepala sudah melampaui P.A.P
I. Bentuk Panggul
Selain dari ukuran-ukuran panggul,bentuk panggulpun menentukan ramalan
persalinan.
CALDWELL MOLOY mengemukakan 4 bentuk dasar panggul ialah :
1.
2.
3.
4.

Panggul Gynecoid
Panggul Android
Panggul Anthropoid
Panggul Platypelloid

Pembagian ini didasarkan atas bentuk segmen posterior dan anterior dari P.A.P
Segmen posterior ialah bagian yang terdapat sebelah belakang daru diameter
tranversa P.A.P, sedangkan segmen anterior bagian yang terdapat sebelah depan dari
garis tersebut.

1. Panggul Gynecoid
a. Bentuk ini adalah yang khas bagi wanita
b. Diameter sagittalis posterior hanya sedikit lebih pendek dari diameter
sagittalis anterior
c. Batas samping segmen posterior membulat dan segmen anterior juga
membulat dan luas.
d. Diameter transversa kira-kira sama panjangnya dengan diameter antero
posterior hingga bentuknya p.a.p. mendekati bentuk lingkaran (bulat).
e. Dinding samping panggul lurus, spina ischiadica tidak menonjol,
diameter inter spinalis 10 cm atau lebih.
f. Incisura ischiadica major bulat.
g. Sacrum sejajar dengan sympisis dengan konkavitas yang normal.
h. Arcus pubis luas
2. Panggul Android

16

a. Diameter sagittalis posterior jauh lebih pendek dari diameter sagittalis


anterior.
b. Batas samping segmen posterior tidak membulat dan membentuk sudut
yang runcing dengan pinggir samping segmen anterior.
c. Segmen anterior sempit dan berbentuk segitiga
d. Dinding samping panggul convergent, spina ischiadica menonjol, arcus
pubis sempit.
e. Incisura ischiadica sempit dan dalam.
f. Sacrum letaknya ke depan, hingga diameter antero posterior sempit pada
p.a.p. maupun p.b.p.
g. Bentuk sacrum lurus, kurang melengkung, sedangkan ujungnya menonjol
kedepan.

3. Panggul Anthropoid
a. Diameter antero posterior dari p.a.p. lebih besar dari diameter transversa
hingga bentuk p.a.p. lonjong ke depan.
b. Bentuk segmen anterior sempit dan runcing.
c. Incisura ischiadica major luas.
d. Dinding samping convergent, sacrum letaknya agak ke belakang, hingga
ukuran antero posterior besar pada semua bidang panggul.
e. Sacrum biasanya mempunyai 6 ruas, hingga panggul anthropoid lebih
dalam dari panggul-panggul lain.
4. Panggul Platypelloid
a. Bentuk ini sebetulnya panggul ginecoid yang picak; diameter antero
posterior kecil, diameter transversa biasa.
b. Segmen anterior lebar.
c. Sacrum melengkung.
d. Incisura ischiadica lebar.

17

Bentuk Pintu atas panggul


J. Otot otot Dasar Panggul
Ligamen - Ligamen Penyangga Uterus
1. Ligamentum Kardinale sinistrum dan dekstrum (Mackendrot) : Ligamen
terpenting untuk mencegah uterus tidak turun. Jaringan ikat tebal serviks dan
puncak vagina kearah lateral dinding pelvis.
2. Ligamentum Sacro - uterina sinistrum dan dekstrum : Menahan uterus tidak
banyak bergerak Melengkung dari bagian belakang serviks kiri dan
kananmelalui dinding rektum kearah os sacrum kiri dan kanan.
3. Ligamentum Rotundum sinistrum dan dekstrum (Round Ligament) : Ligamen
yang menahan uterus dalam posisi antefleksi. Sudut fundus uterus kiri dan
kanan ke inguinal kiri dan kanan.
4. Ligamentum Latum sinistrum dan dekstrum (Broad Ligament) : Dari uterus
kearah lateral.
5. Ligamentum infundibulo pelvikum : Menahan tubafallopi. Dari infundibulum
ke dinding pelvis.

18

19

Gambar Otot-otot Dasar Panggul

20

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Panggul atau pelvis terdiri atas 2 bagian yaitu Bagian keras yang dibentuk oleh
tulang, dan Bagian lunak yang dibentuk oleh otot-otot dan ligamenta. Panggul bagian
keras atau tulang tulang panggul merupakan suatu corong.
Bagian keras pelvis yang dibentuk oleh tulang ada 2 bagian yaitu Pelvis mayor
(Mendukung isi perut seperti usus, hati, ginjal, pankreas dll), Pelvis minor (Tempat
organ-organ genetalia internal seperti uterus, ovarium, vagina, kandung kemih, dll)
B. Saran
Tenaga Kesehatan khusunya bidan harus mengetahui Anatomi dari panggul
untuk menambah pengetahuan dan mengetahui bentuk normal panggul atau fisiologis
panggul dan kelainan dari panggul untuk mencegah terjadinya kompklikasi pada ibu.

21

DAFTAR PUSTAKA
Obstetri Fisiologi Fakultas kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Bandung :
Eleman.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Edisi Kedua. Jakarta : EGC.
Pearce, Evelyn C. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. 2009. PT Gramedia
Pustaka Utama : Jakarta.
Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan Edisi Keempat Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Prawirohardjo.
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kandungan Edisi Ketiga Jakarta: Yayasan Bina
Puastaka Prawirohardjo.
Rohani, dkk. 2013. Asuhan Kebidanan pada Masa Persalinan. Jakarta : Salemba
Medika.
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta : EGC.
Sumarah, dkk. 2008. Perawatan Ibu Bersalin. Yogyakarta: Fitra Maya.
Varney, Helen. 2001. Buku Saku Bidan. Jakarta : EGC.
Wiknjosastro, Hanifah. 2010. Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka.

22