Anda di halaman 1dari 2

NAMA

: MEGAWATI

NIM

: O1A1 15 037

KELAS

:A

TUGAS INDIVIDU IV PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Halaman 69-70
1. Apakah integrasi bisa berarti pembauran atau penyatuan ?
Jawaban :
Integrasi bisa diartikan sebagai pembauran hal ini didasarkan oleh kata integrasi
yang berasal dari bahasa inggris yang berarti pembauran hingga menjadi kesatuan yang
utuh dan bulat. Menurut istilah, integrasi diartikan sebagai penyatuan atau pembaruan
sehingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Berdasarkan hal tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa integrasi adalah suatu proses pembauran atau penyatuan berbagai
aspek sosial budaya ke dalam suatu wilayah yang membentuk identitas nasional suatu
bangsa.
2. Apakah istilah nasional bisa disamakan dengan istilah bangsa ?
Jawaban :
Nasional adalah suatu pencerminan dari wilayah yang berbeda atau memiliki
berbagai perbedaan baik etnisitas, sosial budaya, maupun latar belakang ekonomi yang
membentuk suatu kesatuan. Bangsa adalah suatu kelompok yang dianggap nasional
memiliki identitas bersama dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya
dan sejarah. Berdasarkan pengertiannya, maka kedua istilah tersebut tidak bisa
disamakan.
3. Dalam hal integrasi bangsa, sebenarnya hal-hal apakah yang diintegrasikan itu ?
Jawaban :
Hal-hal yang diintegrasikan dalam integrasi bangsa adalah suku, kelompok
budaya, sosial, agama dan ras. Integrasi bangsa merujuk pada proses penyatuan berbagai
kelompok budaya dan sosial dalam satu kesatuan wilayah.
4. Mengapa setiap bangsa memerlukan integrasi ?
Jawaban :
Setiap bangsa memerlukan integrasi untuk menyatukan berbagai kelompok sosial
dan buadaya yang berbeda guna mencapai tujuan nasional.

5. Apa yang terjadi seandainya Negara tidak berintegrasi ?


Jawaban :
Suatu Negara yang tidak berintegrasi akan lebih lemah persatuan dan
pertahanannya jika dibandingkan dengan Negara yang berintegrasi. Hal ini disebabkan
karena tidak adanya penyatu untuk berbagai kelompok sosial dan budaya yang berbedabeda pada negara tersebut. Negara tersebut tidak menutup kemungkinan akan
terbentukanya negara-negara kecil yang terbentuk berdasarkan agama, suku, rasa dan
golongan bangsanya masig-masing
6. Seperti apakah negara yang tidak mampu berintegrasi ?
Jawaban :
Suatu negara yang tidak mampu berintegrasi akan cenderung lebih mudah terjadi
perselisihan dan perpecahan. Negara tersebut akan menjadi negara yang tertutup dan
lebih mengedepankan suku, ras dan agamanya masing-masing.
7. Adakah contoh-contoh negara yang tidak mampu melakukan integrasi?
Jawaban :
Contoh negara yang tidak mampu melakukan integrasi adalah India yang saat ini
terpecah menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan. Contoh lainnya adalah Yugoslavia
yang setelah kemenangan komunis dalam Perang Dunia Kedua didirikan sebagai negara
federal dan terbagi menjadi enam republik di antaranya, Kroasia, Slovenia, Bosnia dan
Herzegovina, Serbia, Montenegro, dan Makedonia. Pembubaran Yugoslavia disebabkan
oleh serentetan gejolak dan konflik poltik pada awal tahun 1990-an.
8. Adakah contoh-contoh negara yang telah mampu melakukan integrasi?
Jawaban :
Indonesia adalah salah satu contoh negara yang telah mampu melakukan
integrasi. Wujud integrasi tersebut berupa sikap toleransi antarumat beragama yang
tercermin oleh bangsanya. Selain itu, bangsa Indonesia juga memiliki sikap menghargai
dan merasa ikut memiliki kebudayaan yang ada di Indonesia meskipun berasal dari
daerah lain.