Anda di halaman 1dari 9

INTOKSIKASI GAS

2.8

Konsep asuhan keperawatan pada klien dengan intoksikasi hidrokarbon.

A. Pengkajian
1. Identitas klien (nama, umur biasanya sering terjadi pada anak usia prasekolah sampai usia
sekolah yaitu pada usia 14 tahun, jenis kelamin, agama, suku bangsa atau ras,
pendidikan, nama orang tua dan alamat)
2. Keluhan Utama
Keluhan utama yaitu pada tanda-tanda vital, bau napas, tingkat kesadaran, perubahan kulit,
dan tanda-tanda neurologis.
3. Riwayat penyakit sekarang
Didapatkan riwayat yang cermat dan terperinci mengenai apa, kapan, dan seberapa banyak
zat toksik yang telah masuk ke tubuh dan adanya bukti-bukti racun (wadah, tanaman,
muntahan).
4. Pemeriksaan fisik persistem
Pernapasan: muntah, tersedak, batuk, takipnea, bradipnea, sianosis, mengorok
Integumen: kulit pucat, kemerahan, bukti luka bakar, nyeri, berkeringat, hipertermia,
hipotermia, asidosis metabolik
Membran mukosa: didapatkan bukti iritasi, perubahan warna putih, perubahan warna merah,
bengkak, bibir kering.
Neuromuskular: kelemahan, gerakan involunter, ataksia, pupil dilatasi, pupil konstriksi,
kejang
Perubahan sensori: ansietas, agitasi, halusinasi, konfusi, letargi, koma
Kardiovaskular: aritmia, peningkatan tekanan darah, penurunan tekanan darah, takikardia,
bradikardia, syok
GI: salivasi, ketidakmampuan membersihkan sekret, mual muntah, diare, konstipasi, nyeri
abdomen
Ginjal: oliguria, hematuria
B. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan hilangnya cairan tubuh secara tidak
normal
2. Resiko pola napas tidak efektif berhubungan dengan efek langsung toksisitas hidrokarbon,
proses inflamasi.

3. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan kerentanan pribadi, kesulitan dalam
keterampilan koping menangani masalah pribadi.
4. Koping keluarga tidak efektif (tidak mampu) berhubungan dengan kerentanan pribadi
anggota keluarga, krisis situasi, sosial.
5. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis,dan kebutuhan pengobatan berhubungan
dengan kurangnya informasi.
C. Rencana Asuhan Keperawatan
Diagnosa 1:
Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan hilangnya cairan tubuh secara tidak
normal
Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam diharapkan Tidak terjadi
kekurangan cairan
Kriteria evaluasi: Keseimbangan cairan adekuat
-

Tanda-tanda vital stabil

Turgor kulit stabil

Membran mukosa lembab

Pengeluaran urine normal 12 cc/kg BB/jam

Intervensi:
a. Monitor pemasukan dan pengeluaran cairan.
Rasional: Dokumentasi yang akurat dapat membantu dalam mengidentifikasi pengeluran dan
penggantian cairan.
b. Monitor suhu kulit, palpasi denyut perifer.
Rasional: Kulit dingain dan lembab, denyut yang lemah mengindikasikan penurunan
sirkulasi perifer dan dibutuhkan untuk pengantian cairan tambahan.
c. Catat adanya mual, muntah, perdarahan
Rasional: Mual, muntah dan perdarahan yang berlebihan dapat mengacu pada hipordemia.
d. Pantau tanda-tanda vital
Rasional: Hipotensi, takikardia, peningkatan pernapasan mengindikasikan kekurangan cairan
(dehindrasi/hipovolemia).
e. Berikan cairan parinteral dengan kolaborasi dengan tim medis.
Rasional: Cairan parenteral dibutuhkan untuk mendukung volume cairan atau mencegah
hipotensi.
f. Kolaborasi dalam pemberian antiemetik

Rasional: Antiemetik dapat menghilangkan mual atau muntah yang dapat menyebabkan
ketidak seimbangan pemasukan.
g. Berikan kembali pemasukan oral secara berangsur-angsur.
Rasional: Pemasukan peroral bergantung kepada pengembalian fungsi gastrointestinal.
h. Pantau studi laboratorium (Hb, Ht)
Rasional : Sebagai indikator/volume sirkulasi dengan kehilanan cairan.
Diagnosa 2:
Resiko pola napas tidak efektif berhubungan dengan efek langsung toksisitas hidrokarbon,
proses inflamasi.
Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan selam 30 menit diharapkan Pola napas klien
kembali efektif
Kriteria Evaluasi:
- RR normal : 14 20 x/menit
- Jalan napas bersih, sputum tidak ada
Intervensi:
1. Pantau tingkat, irama pernapasan & suara napas serta pola pernapasan
Rasional: Efek hidrokarbon mendepresi SSP yang mungkin dapat mengakibatkan hilangnya
kepatenan aliran udara atau depresi pernapasan, pengkajian yang berulang kali sangat penting
karena kadar toksisitas mungkin berubah-ubah secara drastis.
2. Tinggikan kepala tempat tidur
Rasional: Menurunkan kemungkinan aspirasi, diagfragma bagian bawah untuk untuk
menigkatkan inflasi paru.
3. Dorong untuk batuk atau nafas dalam
Rasional: Memudahkan ekspansi paru & mobilisasi sekresi untuk mengurangi resiko
atelektasis atau pneumonia.
4. Auskultasi suara napas
Rasional: Pasien beresiko atelektasis dihubungkan dengan hipoventilasi & pneumonia.
5. Berikan O2 jika dibutuhkan
Rasional: Hipoksia mungkin terjadi akibat depresi pernapasan
6. Kolaborasi untuk sinar X dada, GDA
Rasional: Memantau kemungkinan munculnya komplikasi sekunder seperti atelektasis atau
pneumonia, evaluasi kefektifan dari usaha pernapasan.

Diagnosa 3:
Koping individu tidak efektif berhubungan dengan kerentanan pribadi, kesulitan dalam
keterampilan koping menangani masalah pribadi.
Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan Koping individu
efektif, tidak terjadi kerusakan perilaku adaptif dalam pemecahan masalah.
Kriteria Evaluasi:
- Klien mampu mengungkapkan kesadaran tentang penyalahgunaan bahan hidrokarbon.
- Mampu menggunakan keterampilan koping dalam pemecahan masalah
- Mampu melakukan hubungan atau interaksi sosial.
Intervensi:
1. Pastikan dengan apa pasien ingin disebut/dipanggil.
Rasional: Menunjukkan penghargaan dan hormat
2. Tentukan pemahaman situasi saat ini & metode koping sebelumnya terhadap masalah
kehidupan.
Rasional: Memberi informasi tentang derajar menyangkal, mengidentifikasi koping yang
digunakan pada rencana perawatan saat ini
3. Tetap tidak bersikap tidak menghakimi
Rasional: Konfrontasi menyebabkan peningkatan agitasi yang menurunkan keamanan
pasien.
4. Berikan umpan balik positif
Rasional: Umpan balik yang positif perlu untuk meningkatkan harga diri dan menguatkan
kesadaran diri dalam perilaku
5. Pertahankan harapan pasti bahwa pasien ikut serta dalam terapi
Rasional: Keikut sertaan dihubungkan dengan penerimaan kebutuhan terhadap bantuan,
untuk bekerja.
6. Gunakan dukungan keluarga/teman sebaya untuk mendapatkan cara-cara koping.
Rasional: Dengnan pemahaman dan dukungan dari keluarga /teman sebaya dapat membantu
menngkatkan kesadaran.
7. Berikan informasi tentang efek meneguk hidrokarbon
Rasional: Agar klien mengetahui efek samping yang berakibat fatal pada organ-organ vital
bila menelan hidrokarbon
8. Bantu pasien untuk menggunakan keterampilan relaksasi

Rasional: Relaksasi adalah pengembangan cara baru menghadapi stress.


Diagnosa .4
Koping keluarga tidak efektif (tidak mampu) berhubungan dengan kerentanan pribadi
anggota keluarga, krisis situasi, sosial.
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan Koping
keluarga efektif.
Kriteria Evaluasi :
- Mengungkapkan pengertian dinamika saling tergantung dan partisipasi dalam program
individu dan keluarga.
- Mampu mengidentifikasi perilaku koping tidak efektif.
- Melakukanperubahan perilaku.
- Mendukung terhadap program pengobatan & perawatan keluarga.
Intervensi :
1. Kaji riwayat keluarga, gali masing-masing peran anggota keluarga
Rasional : Menentukan area untuk fokus, potensial perubahan.
2. Tentukan pemahaman situasi saat ini dan metode sebelumnya dari koping dengan masalah
kehidupan.
Rasional : Memberikan dasar informasi sebagai dasar perencanaan saat ini
3. Kaji tingkat situasi/fungsi saat ini dari anggota keluarga.
Rasional : Mempengaruhi kemampuan individu untuk mengatasi situasi.
4. Tentukan luasnya perilaku mampu yang dibuktikan oleh anggota keluarga gali dengan
individu dan pasien.
Rasional : Mampu adalah melakukan untuk pasien apa yang perlu untuk dirinya sendiri,
individu ditolong dan tidak ingin merasa tidak tidak berdaya untuk menolong orang lain &
megeluh perilaku yang sangat destruktif.
5. Berikan informasi faktual pada pasien dan keluarga tentang efek perilaku penalahgunaan zat
pada keluarga dan apa yang diharapkan setelah pulang
Rasional : Banyak orang atau pasien yang tidak sadar tentang sifat bahan insektisida
6. Dorong orang terdekat menyadari perasaan mereka sendiri dengan melihat situasi dengan
perspektif dan objektivitas.
Rasional : Bila anggota keluarga yang tergantung manjadi sadar tentang tindakan mereka
sendiri yang secara terus-menerus ada masalah, mereka perlu untuk memutuskan untuk

mengubah diri mereka. Bila meeka berubah pasien dapat menghadapi konsekuensi tindakan
pasien sendiri dan dapat memilih untuk mendapatkan yang baik.
7. Kaji perasaan yang menimbulkan konflik individu.
Rasional : Bermanfaat dalam membuat kebutuhan terapi untuk individu yang tergantung.
Diagnosa .5 :
Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis,dan kebutuhan pengobatan berhubungan
dengan kurangnya informasi.
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan Pasien
mempunyai pengetahuan tentang kondisi, prognosis, kebutuhan pengobatan penggunaan
hidrokarbon.
Kriteria Evaluasi :
- Dapat mengungkapkan pemahaman tentang penyakitnya sendiri dan rencana pengobatan.
- Berpartisipasi dalam program pengoabatan.
- Perubahan perilaku untuk tidak melakukannya lagi.
Intervensi :
1. Sadari dan hadapi ansietas pasien dan anggota keluarga.
Rasional : Ansietas dapat mempengaruhi kemampuan mendegar dan mengasimilasi
informasi.
2. Berikan peran aktif untuk pasien dalam proses belajar.
Rasional : Belajar dapat ditingkatkan bila individu secara aktif terlibat.
3. Berikan informasi tertulis dan verbal untuk indikasi.
Rasional : Membantu pasien membuat pilihan berdasarkan informasi tentang masa depan
yang bermanfaat untuk pendekatan terapi lain.
4. Kaji pengetahuan pasien tangtang situasi sendiri misalnya penyakit, perubahan kebutuhan
dalam gaya hidup.
Rasional : Membantu dalam merencanakan perubahan jangka panjang yang perlu untuk
mempertahankan status pantanan.
5. Pantau ulang kondisi & prognosis/ harapan masa depan.
Rasional : Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat pilihan
berdasarkan informasi.
6. Diskusikan efek zat yang digunakan.

Rasional : Informasi akan membentu pasien memahami kemungkinan efek jangka panjang
dari penggunaan zat.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KERACUNAN


CO DAN IFO
1. Pengkajian Keperawatan
a. Tanda-tanda vital
- Distress pernapasan
- Sianosis
- Takipnoe
b. Neurologi
IFO menyebabkan tingkat toksisitas SSP lebih tinggi, efek-efeknya termasuk letargi, peka rangsangan,
pusing, stupor & koma.
c. GI Tract
Iritasi mulut, rasa terbakar pada selaput mukosa mulut dan esofagus, mual dan muntah.
d. Kardiovaskuler
Disritmia.
e. Dermal
Iritasi kulit
f. Okuler
Luka bakar kurnea
g. Laboratorium
Eritrosit menurun
Proteinuria
Hematuria
Hipoplasi sumsum tulang
Diagnostik
Radiografi dada dasar/foto polos dada
Analisa gas darah, GDA, EKG
Intervensi secara umum
Perawatan Suportif
1. Jalan nafas
2. Pernapasan
2. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Timbul
Diagnosa .1 :
Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan hilangnya cairan tubuh secara tidak
normal
Tujuan : Tidak terjadi kekurangan cairan
Kriteria evaluasi :
Keseimbangan cairan adekuat
- Tanda-tanda vital stabil
- Turgor kulit stabil
- Membran mukosa lembab
- Pengeluaran urine normal 1 2 cc/kg BB/jam
Intervensi :

1. Monitor pemasukan dan pengeluaran cairan.


Rasional : Dokumentasi yang akurat dapat membantu dalam mengidentifikasi pengeluran dan
penggantian cairan.
2. Monitor suhu kulit, palpasi denyut perifer.
Rasional : Kulit dingain dan lembab, denyut yang lemah mengindikasikan penurunan sirkulasi perifer
dan dibutuhkan untuk pengantian cairan tambahan.
3. Catat adanya mual, muntah, perdarahan
Rasional : Mual, muntah dan perdarahan yang berlebihan dapat mengacu pada hipordemia.
4. Pantau tanda-tanda vital
Rasional : Hipotensi, takikardia, peningkatan pernapasan mengindikasikan kekurangan cairan
(dehindrasi/hipovolemia).
5. Berikan cairan parinteral dengan kolaborasi dengan tim medis.
Rasional : Cairan parenteral dibutuhkan untuk mendukung volume cairan /mencegah hipotensi.
6. Kolaborasi dalam pemberian antiemetic
7. Rasional : Antiemetik dapat menghilangkan mual/muntah yang dapat menyebabkan ketidak
seimbangan pemasukan.
1) Berikan kembali pemasukan oral secara berangsur-angsur.
Rasional : Pemasukan peroral bergantung kepada pengembalian fungsi gastrointestinal.
2) Pantau studi laboratorium (Hb, Ht).
Rasional : Sebagai indikator/volume sirkulasi dengan kehilanan cairan.
Diagnosa 2 :
Resiko pola napas tidak efektif berhubungan dengan efek langsung toksisitas IFO, proses inflamasi.
Tujuan : Pola napas efektif
Kriteria Evaluasi :
- RR normal : 14 20 x/menit
- Alan napas bersih, sputum tidak ada
Intervensi :
1) Pantau tingkat, irama pernapasan & suara napas serta pola pernapasan
Rasional : Efek IFO mendepresi SSP yang mungkin dapat mengakibatkan hilangnya kepatenan aliran
udara atau depresi pernapasan, pengkajian yang berulang kali sangat penting karena kadar toksisitas
mungkin berubah-ubah secara drastis.
2) Tinggikan kepala tempat tidur
Rasional : Menurunkan kemungkinan aspirasi, diagfragma bagian bawah untuk untuk menigkatkan
inflasi paru.
3) Dorong untuk batuk/ nafas dalam
Rasional : Memudahkan ekspansi paru & mobilisasi sekresi untuk mengurangi resiko
atelektasis/pneumonia.
4) Auskultasi suara napas
Rasional : Pasien beresiko atelektasis dihubungkan dengan hipoventilasi & pneumonia.
5) Berikan O2 jika dibutuhkan
Rasional : Hipoksia mungkin terjadi akibat depresi pernapasan
6) Kolaborasi untuk sinar X dada, GDA
Rasional : Memantau kemungkinan munculnya komplikasi sekunder seperti atelektasis/pneumonia,
evaluasi kefektifan dari usaha pernapasan.
Diagnosa .3 :
Koping individu tidak efektif berhubungan dengan kerentanan pribadi, kesulitan dalam keterampilan
koping menangani masalah pribadi.
Tujuan : Koping individu efektif, tidak terjadi kerusakan perilaku adaptif dalam pemecahan masalah.
Kriteria Evaluasi :
- Klien mampu mengungkapkan kesadaran tentang penyalahgunaan bahan insektisida.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

- Mampu menggunakan keterampilan koping dalam pemecahan masalah


- Mampu melakukan hubungan /interaksi social.
Intervensi :
Pastikan dengan apa pasien ingin disebut/dipanggil.
Rasional : Menunjukkan penghargaan dan hormat
Tentukan pemahaman situasi saat ini & metode koping sebelumnya terhadap masalah kehidupan.
Rasional : Memberi informasi tentang derajar menyangkal, mengidentifikasi koping yang digunakan
pada rencana perawatan saat ini
Tetap tidak bersikap tidak menghakimi
Rasional : Konfrontasi menyebabkan peningkatan agitasi yang menurunkan keamanan pasien.
Berikan umpan balik positif
Rasional : Umpan balik yang positif perlu untuk meningkatkan harga diri dan menguatkan kesadaran
diri dalam perilaku
Pertahankan harapan pasti bahwa pasien ikut serta dalam terapi
Rasional : Keikut sertaan dihubungkan degan penerimaan kebutuhan terhadap bantuan, untuk bekerja.
Gunakan dukungan keluarga/teman sebaya untuk mendapatkan cara-cara koping.
Rasional : Dengnan pemahaman dan dukungan dari keluarga /teman sebaya dapat membantu
menngkatkan kesadaran.
Berikan informasi tentang efek meneguk insektisida
Rasional : Agar klien mengetahui efek samping yang berakibat fatal pada organ-organ vital bila
menelan insektisida (baygon)
Bantu pasien untuk menggunakan keterampilan relaksasi
Rasional : Relaksasi adalah pengembangan cara baru menghadapi stress.