Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang
Secara etimologis kata statistic berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai
persamaan arti dengan kata state (bahasa inggris) atau kata staat (bahasa belanda), dan yang
dalam bahasa indonesia diterjemahkan menjadi negara. Pada mulanya, kata statistic diartikan
sebagai kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun
yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang
besar bagi suatu Negara.
Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistic hanya di batasi pada kumpulan
bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif) dan yang tidak berwujud angka (data
kualitatif).
Istilah statistic juga sering diberi pengertian sebagai kegiatan statistic atau kegiatan
persetatistikan atau kegiatan pensetatistikan. Sebagaimana disebutkan dalam undang-undang
tentang statistic (lihat undang-undang No. 7 tahun 1960), kegiatan statistic mencakup 4 hal,
yaitu: (1) pengumpulan data, (2) penyusunan data, (3) pengumuman dan pelaporan data, dan (4)
analisis data.
Mata kuliah statistika bagi mahasiswa sangat diperlukan terutama ketika seorang
mahasiswa harus mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk
pembuatan skripsi, thesis atau disertasi. Dalam hal ini pengetahuan statistik dipakai dalam
menyusun metodologi penelitian.
Sebagai suatu ilmu, kedudukan statistika merupakan salah satu cabang dari ilmu
matematika terapan. Oleh karena itu untuk memahami statistika pada tingkat yang tinggi, terebih
dahulu diperlukan pemahaman ilmu matematika.
Di negara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang, ilmu statistika berkembang dengan
pesat sejalan dengan berkembangnya ilmu ekonomi dan teknik. Bahkan kemajuan suatu negara
sangat ditentukan oleh sejauh mana negara itu menerapkan ilmu statistika dalam memecahkan
masalah-masalah pembangunan dan perencanaan pemerintahannya. Jepang sebagai salah satu
negara maju, konon telah berhasil memadukan ilmu statistika dengan ilmu ekonomi, desain
produk, psikologi dan sosiologi masyarakat.

Sejauh itu, ilmu statistika digunakan pula untuk memprediksi dan menganalisis perilaku
konsumen, sehingga Jepang mampu menguasai perekonomian dunia sampai saat ini.
Statistik dan Statistika
Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun
dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan atau berkaitan dengan suatu
masalah tertentu.
Contoh :
Statistik penduduk adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah penduduk.
Statistik ekonomi adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah ekonomi.
Statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode, teknik atau cara
mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk disajikan secara
lengkap dalam bentuk yang mudah dipahami penggunan
.
Berdasarkan latar belakang diatas penulis/ penyusun ingin mengetahui lebih jauh tentang
statistik termaksud juga tentang jenis-jenis berdasarkan metode yang dipakai di dalam system
statistic ini.
1. 2. Identifikasi Masalah
Sesuai dengan judul diatas maka yang menjadi permasalahan yang akan dikaji di dalam
makalah ini adalah bagaimana apakah yang menjadi jenis-jenis utama di dalam statistik dilihat
dari metode yang di pakai?
1. 3. Maksud dan Tujuan
Seperti yang kita ketahui bahwa maksud dari pengadakan penelitian adalah untuk
mengumpulkan, mengolah, serta menganalisa data yang secara sistematis dan efisien untuk
memecahkan suatu masalah. Selain itu, maksud dari penelitian adalah untuk mengaplikasikan
pengetahuan atau menerapkan ilmu statistik yang di dapat selama duduk di bangku perkuliahan
tentang metode dan kegunaan statistik.
Sedangkan tujuan penyusun didalam penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui
jenis-jenis statistik berdasarkan metodenya dan hal-hal yang lain yang perlu diketahui penyusun
untuk menambah wawasan tentang ilmu statistik.

BAB II
PEMBAHASAN
2. 1. Metode statistik
Metode statistik merupakan ilmu pengetahuan yang meliputi segala metode guna
mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menganalisis data kuantitatif secara deskriptif.
Fokus kegiatan adalah pengumpulan dan penataan data serta penggunaan pengukuran
yang sifatnya menyederhanakan.
Menurut Croxton dan Cowden definisi tersebut lebih menekankan pada teknik
mengumpulkan, mengolah, menyederhanakan, menyajikan dan menganalisis data kuantitatif
secara deskriptif untuk memberikan deskripsi terhadap suatu peristiwa. Oleh sebab itu
dinamakan metode statistik deskriptif.
Selanjutnya Croxton dan Cowden memberi definisi statistik yang lebih luas yakni metode
guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data yang
berwujud angka-angka.
Kata interpretasi bermakna penarikan kesimpulan dari hasil analisis yang dilakukan atas
dasar data kuantitatif yang terbatas. Artinya metode statistik tidak hanya memberikan teknik
pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data semata melainkan juga memberikan
teknik penarikan kesimpulan tetntang ciri populasi dari hasil pengukuran yang dilakukan
terhadap sampel yang telah dipilih secara random.

Metode penarikan kesimpulan umum tersebut sesungguhnya merupakan inti dari statistik
modern yang kemudian populer dengan sebutan statistik inferensial.
Bidang kajian/ cakupan statistik deskriptif :
1. Distribusi frekuensi
2. Penyajian grafik, bagan dan diagram
3. Pengukuran tendensi sentral/ pemusatan (mean, median, modus)
4. Pembagian distribusi (kuartil, desil, persentil)
5. Variabilitas (range, mean deviasi, standar deviasi, Z score )
6. Angka indeks
7. Time series (deret waktu atau data berkala)
Bidang Kajian statistik Inferensial :
1. Probabilitas/ teori kemungkinan
2. Distribusi teoritis
3. Sampling dan distribusi sampling
4. Studi estimasi (penaksiran pada tingkat populasi )
5. Uji hipotesis
6. Analisis korelasional dan uji signifikansi
7. Analisis regresi untuk peramalan.

Berdasarkan bentuk distribusi parameternya statistik dibagi menjadi :

1. Statistik parametrik : bagian statistik di mana parameter populasi diketahui mengikuti


distribusi normal dan memiliki varians yang homogen.
2. Statistik non parametrik : Jenis statistik di mana parameter populasi tidak mengikuti
distribusi normal atau distribusi bebas (free distribution) dan varians tidak perlu
homogen.

Mengapa perlu statistik?


1. Untuk menjelaskan hubungan antar variabel
2. Untuk melakukan estimasi dan melakukan perbandingan / komparasi
3. Menyusun perencanaan dan membuat ramalan
4. Mengatasi berbagai perubahan
5. Membuat keputusan secara lebih baik
6. Menampilkan hasil penelitian dan analisis praktis dalam berbagai bentuk

Fungsi Statistik dalam kegiatan praktis :


1. Bank data
2. Alat quality control ( menyusun standar sekaligus pengawasan)
3. Alat pengumpulan, pengolahan dan analisis
4. Pemecahan masalah dan pembuatan keputusan sebagai dasar kebijakan

2. 2. Pengertian Data

Dalam statistika dikenal beberapa jenis data. Data dapat berupa angka dapat pula bukan
berupa angka. Data berupa angka disebut data kuantitatif dan data yang bukan angka disebut
data kualitatif.
Berdasarkan nilainya dikenal dua jenis data kuantitatif yaitu data diskrit yang diperoleh dari
hasil perhitungan dan data kontinue yang diperoleh dari hasil pengukuran.
Menurut sumbernya data dibedakan menjadi dua jenis yaitu data interen adalah data yang
bersumber dari dalam suatu instansi atau lembaga pemilik data dan data eksteren yaitu data yang
diperoleh dari luar.
Data eksteren dibagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer
adalah data yang langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data tersebut
dan data sekunder adalah data yang tidak secara langsung dikumpulkan oleh orang yang
berkepentingan dengan data tersebut.
1)

Jenis-jenis Statistika
Statistika dibedakan berdasarkan jenisnya menjadi dua yaitu Statistika Deskriptif dan Statistika
Inferensia.
Statistika deskriptif adalah statistika yang berkaitan dengan metode atau cara medeskripsikan,
menggambarkan, menjabarkan atau menguraikan data. Statistika deskripsi mengacu pada
bagaimana menata, menyajikan dan menganalisis data, yang dapat dilakukan misalnya dengan
menentukan nilai rata-rata hitung, median, modus, standar deviasi atau menggunakan cara lain
yaitu dengan membuat tabel distribusi frekuensi dan diagram atau grafik.
Statistika inferensia adalah statistika yang berkaitan dengan cara penarikan kesimpulan
berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakteristik dari suatu
populasi. Dengan demikian dalam statistika inferensia data yang diperoleh dilakukan generalisasi
dari hal yang bersifat kecil (khusus) menjadi hal yang bersifat luas (umum).

2)

Populasi dan Sampel


Populasi adalah keseluruhan pengamatan atau obyek yang menjadi perhatian sedangkan Sample
adalah bagian dari populasi yang menjadi perhatian.
Populasi dan sample masing-masing mempunyai karakteristik yang dapat diukur atau dihitung.
Karakteristik untuk populasi disebut parameter dan untuk sample disebut statistik.
Contoh parameter adalah mean (), standar deviasi ( ), proporsi (P) dan koefisien korelasi ( ),
sedangkan statistik adalah nilai rata-rata ( ), standar deviasi (s), proporsi (p) dan koefisien
korelasi (r).
Populasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

Populasi orang atau individu adalah keseluruhan orang atau individu (dapat pula berupa bendabenda) yang menjadi obyek perhatian.
Populasi data adalah populasi yang terdiri atas keseluruhan karakteristik yang menjadi obyek
perhatian.
Sampel juga dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
Sampel orang atau individu adalah sampel yang terdiri atas orang-orang (dapat pula berupa
benda-benda) yang merupakan bagian dari populasinya yang menjadi obyek perhatian.
Sampel data adalah sebagaian karakteristik dari suatu populasi yang menjadi obyek perhatian.
Meskipun populasi merupakan gambaran yang ideal, tetapi sangat jarang penelitian dilakukan
memakai populasi. Pada umumnya yang dipakai adalah sample. Ada beberapa alasan mengapa
penelitian dilakukan menggunakan sample :
1. Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data lebih singkat.
2. Biaya lebih murah.
3. Data yang diperoleh justru lebih akurat.
4. Dengan statistika inferensia dapat dilakukan generalisasi.
2. 3. Cara Mengumpulkan Data
Untuk memperoleh data yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya,
data harus dikumpulkan dengan cara dan proses yang benar. Terdapat beberapa cara atau teknik
untuk mengumpulkan data yaitu :
1) Wawancara (interview)
Yaitu cara untuk mengumpulkan data dengan mengadakan tatap muka secara langsung.
Wawancara harus dilakukan dengan memakai suatu pedoman wawancara yang berisi daftar
pertanyaan sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Ada dua jenis wawancara yaitu wawancara berstruktur (structured interview) dan wawancara
takberstruktur (unstructured interview). Wawancara berstruktur adalah wawancara yang jenis dan
urutan dari sejumlah pertanyaannya sudah disusun sebelumnya, sedangkan waw
ancara takberstruktur adalah wawancara yang tidak secara ketat ditentukan sebelumnya.
Wawancara takberstruktur lebih fleksibel karena pertanyaannya dapat dikembangkan meskipun
harus tetap pada pencapaian sasaran yang telah ditentukan.
Ciri-ciri pertanyaan yang baik adalah :
a.

Sesuai dengan masalah atau tujuan penelitian.

b. Jelas dan tidak meragukan.


c.

Tidak menggiring pada jawaban tertentu.

d. Sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman orang yang diwawancarai.


e.

Pertanyaan tidak boleh yang bersifat pribadi.


Kelebihan dari wawancara adalah data yang diperlukan langsung diperoleh sehingga lebih akurat
dan dapat dipertanggung jawabkan.
Kekurangannya adalah tidak dapat dilakukan dalam skala besar dan sulit memperoleh keterangan
yang sifatnya pribadi.

2) Kuesioner (angket)
Adalah cara mengumpulkan data dengan mengirim atau menggunakan kuesioner yang berisi
sejumlah pertanyaan.
Kelebihannya adalah dapat dilakukan dalam skala besar, biayanya lebih murah dan dapat
memperoleh jawaban yang sifatnya pribadi.
Kelemahannya adalah jawaban bisa tidak akurat, bisa jadi tidak semua pertanyaan terjawab
bahkan tidak semua lembar jawaban dikembalikan.
3) Observasi (pengamatan)
Adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati obyek penelitian atau kejadian baik berupa
manusia, benda mati maupun gejala alam. Data yang diperoleh adalah untuk mengetahui sikap
dan perilaku manusia, benda mati atau gejala alam.
Kebaikan dari observasi adalah data yang dieroleh lebih dapat dipercaya.Kelemahannya adalah
bisa terjadi kesalahan interpretasi terhadap kejadian yang diamati.
4) Tes dan Skala Obyektif
adalah cara mengumpulkan data dengan memberikan tes kepada obyek yang diteliti. Cara ini
banyak dilakukan pada tes psikologi untuk mengukur karakteristik kepribadian seseorang.
Beberapa contoh tes skala obyektif yaitu :
a.

Tes kecerdasan dan bakat.

b. Tes kepribadian.
c.

Tes sikap.

d. Tes tentang nilai.


e.

Tes prestasi belajar, dsb.

5) Metode proyektif
Adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati atau menganalisis suatu obyek melalui
ekspresi luar dari obyek tersebut dalam bentuk karya lukisan atau tulisan. Metode ini dipakai
dalam psikologi untuk mengetahui sikap, emosi dan kepribadian seseorang. Kelemahan dari
metode ini adalah obyek yang sama dapat disimpulkan berbeda oleh pengamat yang berbeda.
Skala Pengukuran
Salah satu aspek penting dalam memahami data untuk keperluan analisis terutama statistika
inferensia adalah Skala Pengukuran. Secara umum terdapat 4 tingkat/jenis skala pengukuran
yaitu :
1. Skala nominal
Adalah skala yang hanya mempunyai ciri untuk membedakan skala ukur yang satu dengan yang
lain. Contoh skala nominal seperti tabel dibawah ini :
Jenis dan jumlah buah-buahan yang diproduksi suatu daerah pada tahun 1998
Jenis Buah-buahan

Jumlah

Pepaya

2 ton

Mangga

1,5 ton

Apel

1 ton

Dukuh

1,4 ton

Manggis
Sumber : Data Buatan

1,3 ton

2. Skala Ordinal
Adalah skala yang selain mempunyai ciri untuk membedakan juga mempunyai ciri untuk
mengurutkan pada rentang tertentu. Contoh skala ordinal seperti tabel dibawah ini :
Penilaian Anggota Kelompok Belajar
BINA PINTAR
Kategori Nilai

Banyaknya

Istimewa

6 Orang

Baik

18 Orang

Rata-rata

15 Orang

Kurang
Kurang Sekali
Sumber : Data Buatan

7 Orang
0 Orang

3. Skala Interval
Adalah skala yang mempunyai ciri untuk membedakan, mengurutkan dan mempunyai ciri jarak
yang sama. Contoh, suhu tertinggi pada bulan Desember dikota A, B dan C berturut-turut adalah
28, 31 dan 20 derajat Fahrenheit. Kita dapat membedakan dan mengurutkan besarnya suhu,
sebab satu derajat Fahrenheit merupakan suatu besaran yang tetap, namun pada saat suhu
menunjukkan nol derajat Fahrenheit tidak berarti tidak adanya panas pada kondisi tersebut. Hal
ini dapat dijelaskan, misalnya kota A bersuhu 30 derajat Fahrenheit dan kota B bersuhu 60
derajat Fahrenheit, tidak dapat dikatakan bahwa suhu dikota B dua kali lebih panas dari pada
suhu dikota A, karena suhu tidak mempunyai titik nol murni (tulen).
4. Skala Ratio
Adalah skala yang mempunyai 4 ciri yaitu membedakan, mengurutkan, jarak yang sama dan
mempunyai titik nol yang tulen (berarti). Contoh : Pak Asmuni mempunyai uang nol rupiah,
artinya pak Asmuni tidak mempunyai uang.
2. 4. Penyajian Data
Secara garis besar ada dua cara penyajian data yaitu dengan tabel dan grafik. Dua cara
penyajian data ini saling berkaitan karena pada dasarnya sebelum dibuat grafik data tersebut
berupa tabel. Penyajian data berupa grafik lebih komunikatif.
Dilihat dari waktu pengumpulannya, dikenal dua jenis data yaitu : Cross section data
adalah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu. Data berkala adalah data yang
dikumpulkan dari waktu ke waktu. Dengan data berkala dapat dibuat garis kecenderungan atau
trend.
1)

Penyajian data dengan table

Tabel atau daftar merupakan kumpulan angka yang disusun menurut kategori atau
karakteristik data sehingga memudahkan untuk analisis data.
Ada tiga jenis tabel yaitu :
a.

Tabel satu arah atau satu komponen adalah tabel yang hanya terdiri atas satu
kategori atau karakteristik data. Tabel berikut ini adalah contoh tabel satu arah.

Penilaian Anggota Kelompok Belajar


BINA PINTAR
Golongan
Banyaknya (orang)
I
II
III
IV
Jumlah
Sumber : BAKN, dalam Statistik Indonesia 1986
b.

703.827
1.917.920
309.337
17.574
2.948.658

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang

Tabel dua arah atau dua komponen adalah tabel yang menunjukkan dua kategori atau dua
karakteristik. Tabel berikut ini adalah contoh tabel dua arah.
Jumlah Mahasiswa UPH menurut Fakultas dan Kewarganegaraan 1995
Fakultas
Fak. Ekonomi
Fak. Teknologi Industri
Fak. Seni Rupa & Design
Fak. Pasca Sarjana
Jumlah
Sumber : Data Buatan

c.

WNI

WNA
1.850
1.320
530
250
3.950

Jumlah
40
10
5
10
65

1.890
1.330
535
260
4.015

Tabel tiga arah atau tiga komponen adalah tabel yang menunjukkan tiga kategori atau tiga
karakteristik. Contoh tabel berikut ini.
Jumlah Pegawai Menurut Golongan, Umur dan Pendidikan
Pada Departemen A Tahun 2000
Umur (Tahun)
Pendidikan
Golongan
25 35
> 35
Non Sarjana
Sarjana
I
400
500
900
0
II
450
520
970
0
III
1.200
2.750
1.850
2.100
IV
0
250
0
250

Jumlah
Sumber : Data Buatan
2)

2.050

4.020

3.720

Penyajian data dengan grafik/diagram


Penyajian data dengan grafik dianggap lebih komunikatif karena dalam waktu singkat dapat
diketahui karakteristik dari data yang disajikan.
Terdapat beberapa jenis grafik yaitu :

a.

Grafik garis (line chart)


Grafik garis atau diagram garis dipakai untuk menggambarkan data berkala. Grafik garis dapat
berupa grafik garis tunggal maupun grafik garis berganda.

b.

Grafik batang / balok (bar chart)


Grafik batang pada dasarnya sama fugsinya dengan grafik garis yaitu untuk menggambarkan
data berkala. Grafik batang juga terdiri dari grafik batang tunggal dan grafik batang ganda.

c.

Grafik lingkaran (pie chart)


Grafik lingkaran lebih cocok untuk menyajikan data cross section, dimana data tersebut dapat
dijadikan bentuk prosentase.

d.

Grafik Gambar (pictogram)


Grafik ini berupa gambar atau lambang untuk menunjukkan jumlah benda yang dilambangkan.

e.

Grafik Berupa Peta (Cartogram).


Cartogram adalah grafik yang banyak digunakan oleh BMG untuk menunjukkan peramalan
cuaca dibeberapa daerah.

BAB III
PENUTUP
3. 1. Kesimpulan

2.350

Adapun penyusun yang dapat simpulkan di dalam penyusun makalah ini di lihat dari
pembahasan diatas adalah :
1. Metode statistik prosedur prosedur atau cara-cara penyajian dan penafsiran data. Penyajiannya
meliputi : penyajian, pengorganisasian, peringkasan dan penyajian data. Sedangkan penafsiran
data meliputi : pengdugaan, pengujian dugaan dan penarikan kesimpulan.
2. Jenis Metode Statistik ada 2 yaitu :

Statistik deskriptif (Descriptive Statistics) adalah metode pengumpulan, peringkasan dan


penyajian data. Descriptive bersifatmemberi gambaran.

Statistik Inferensia (Inferential Statistics) adalah metode statistik peramalan, pendugaan dan
penarikan kesimpulan. Inferential bersifat melakukan generalisasi (penarikan kesimpulan.

3. 2. Saran
Statistic adalah suatu ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan untuk perkembangan dunia
banyak sekali orang ingin mengetahui cabang ilmu ini sehingga banyak yang mengetahui ilmu
statistik namun karena kesukaran sehingga banyak yang terkadang enggan atau malas untuk
mempelajari ilmu ini sebenarnya statistik mudah untuk dipelajari yang penting ada niat dari kita
untuk mau mendalami ilmu ini pasti akan tahu dan paham sebagai ntang ilmu statistik ini.
Dengan demikian saran kami kami sebagai penyusun sebagai mahasiswa fakultas ekonomi agar
lebih memberikan sedikit motivasi dalam diri untuk mempelajari ilmu ini ilmu yang lain juga
agar kedepannya apabila telah selesai dapat mempertanggunga jawabkan semua ilmu yang kita
dapatkan. Sekian terima kasih.

KATA PENGANTAR

Segala puji kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah ini dengan baik
sesuai dengan waktu yang telah kita tentukan.
Makalah ini adalah hasil kerjasama kami sebagai tim yang kompak di dalam
pencarian data sampai dengan penyusunan makalah sampai dengan selesai.
Bersama ini kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu hingga terselesaikannya tugas ini, terutama kepada dosen mata kuliah Statistik
yang telah memberikan banyak dorongan dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas ini,
juga rekan-rekan mahasiswa semua. Semoga segala yang telah kita kerjakan merupakan
bimbingan yang lurus dari Yang Maha Kuasa.
Dalam penyusunan tugas ini tentu jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik
dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan tugas ini dan untuk
pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan tugas-tugas yang lain di masa mendatang.
Semoga dengan adanya tugas ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan
kemajuan ilmu pengetahuan.
Baubau, 2 April 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

ii

BAB I PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

1. 2. Identifikasi Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

1. 3. Maksud dan Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB II PEMBAHASAN
2. 1. Metode statistik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2. 2. Pengertian Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
2. 3. Cara Mengumpulkan Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2. 4. Penyajian Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB III PENUTUP


2. 1. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

11

3. 2. Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

11

DAFTAR REFRENSI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

iii

DAFTAR REFERENSI

Prof. Dr. Sudjana, Metode Statistik, 1990, Transito, Bandung.

Furqon, PhD, Statistik Terapan Untuk Penelitian, 1997, Alphabeta, Bandung.

Richard J. Shavelson, Statistical Reasoning for Behavioral Science, 1988, Allyn and
Bacon, Massachusetts.

MAKALAH
S TAT I S T I K

Disusun oleh :
1. PUTRI SULISTYOWATI
2. WA ODE WARTI
3. M. ARIF
4. ALIADIN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON


2013