Anda di halaman 1dari 41

Kumpulan Gambar Destilator

tripod karya mas tri handoko pemesanan & pelatihan hub : 081330411417

hasilnya :

Posted by arya ulung No comments:


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

alat pengolah sampah pelastik jadi BBM

Ecogreen adalah alat sederhana yg menggunakan proses priolisis utk mencairkan pelastik
menjadi
BBM
sejenis
Bensin,minyak
tanah
dan
solar.
Desain dan pengoprasian yg sederhana membuat Ecogreen sangat diminati.
Jenis

sampah

pelastik

yg

dapat

diolah

menjadi

BBM

Sampah pelastik yg dapat diolah meliputi hampir semua jenis sampah pelastik seperti kantong
kresek,gelas/botol
air
mineral,serefoam,bungkus
chiki,bungkus
mie
dll.
Dalam beberapa type Ecogreen efektip mengolah sampah kresek (asoy) dan menurut setudi
lapangan sampah pelastik yg dominan adalah sampah pelastik jenis kantong kresek (asoy).
Seperti kita ketahui sampah plastik banyak yg bernilai ekonomis tinggi seperti gelas/botol air
mineral, plastik lembaran pp/pe tetapi banyak yg tidak bernilai ekonomis seperti kantong kresek
(asoy).
pemulung
jarang
mengambil
utk
dijual
kembali
atau
diolah.
Sampah pelastik yg akan diolah ecogreen diharuskan bersih dan kering serta dicacah.
Bersih
:
akan
menentukan
kualitas
BBM
yg
dihasilkan.
- Kering : kandungan air pada sampah pelastik akan memakan waktu proses lebih lama.
- Dicacah : pencacahan akan mempercepat proses serta pelastik yg dapat diolah akan lebih
banyak
serta
mempermudah
proses
pengeringan.
* Khusus Ecogreen kapasitas 3 kg hanya bisa memproses pelastik jenis kantong kresek
(asoy),
bungkus
mie,bungkus
chiki
dan
sejenisnya
Ecogreen kapasitas 20 kg ke atas dapat mengolah semua jenis sampah pelastik PP, PE,
PET
dan
sejenisnya
Komposisi

Minyak

yg

dihasilkan

pada

Ecogreen.

Minyak yg dapat dihasilkan dari kantong kresek adalah solar 50%,minyak tanah 30%,bensin 15%
dan residu berbentuk jelaga yg tertinggal di tabung reaktor 5%. tergantung jenis sampah pelastik.
BBM

yg

dihasilkan

Kualitas
untuk
jenis
BBM
yg
dihasilkan:
* Minyak tanah dapat langsung digunakan pada kompor sumbu atau kompor tekanan.
*
Solar dapat digunakan langsung tetapi menurut seorang profesor dari UGM beliau
menyatakan alangkah
baiknya solar dari pelastik dicampur dg solar pertamina agar supaya
karakteristik
mesin
tidak
berubah.
* Bensin nilai oktan bensin dari sampah masih dibawah premium tetapi banyak cara sederhana
utk
menaikan
nilai
oktan
* Uap sisa pembakaran tidak mengandung gas berbahaya seperti co2,nox,sox dll seperti
banyak dilansir oleh pakar lingkungan, tetapi lebih cenderung mengandung gas bakar.

Pemanas

pada

Ecogreen

Pemanas yg digunakan pada Ecogreen menggunakan gas elpiji tetapi dapat dimodifikasi
menggunakan minyak tanah hasil dari alat tersebut, kayu bakar atau batu bara.
Teknologi

Priolisis

Teknologi priolisis sudah lama di kembangkan termasuk indonesia, jepang merupakan negara yg
sudah maju pada teknologi priolisis, bahkan ada anak smk membuat alat priolisis
sederhana,teknik priolisis adalah pemanasan dg sedikit oksigen atau tanpa oksigen dan regan
lainnya. pada proses priolisis bahan baku dipanaskan secara tidak langsung maksudnya proses
pemanasan tidak bersentuhan langsung dg api, sehingga gas sisa tidak mengandung bahan
berbahaya
bagi
lingkungan
serta
residu
yg
dihasilkan
sangat
sedikit.
Kelebihan

Ecogreen

dibanding

alat

sejenis.

Kelebihan dari ecogreen adalah efisiensi panas dan katalis yg ditanamkan dalam tabung reaktor
sehingga temperatur utk proses priolisis (pencairan dan penguapan plastik) lebih rendah dan
efisien dalam waktu dan bahan bakar. katalis umum digunakan dalam proses cracking pada
pengolahan
minyak
bumi.

Cara

kerja

Ecogreen

Pada Ecogreen sampah pelastik dimasukan pada tabung reaktor melalui main hole dan
dipanaskan pada temperatur tertentu, sehingga pelastik akan mencair dan kemudian menguap
menjadi gas dan gas tersebut dialirkan pada tabung destilasi utk diubah menjadi cair dan cairan
minyak tersebut pada tabung destilasi bertingkat akan di saring berdasarkan titik didih karena
titik didih solar, bensin dan minyak tanah berbeda kemudian dialirkan melalui pipa-pipa ke tabung
penampungan.pada ecogreen temperatur yg dibutuhkan utk proses pengolahan pelastik menjadi
BBM
sbb:
- Pada temperatur 90 derajat akan ada penguapan air yg terkandung di sampah pelastik
ditandaai
dg
uap
air
yg
keluar
menyerupai
asap
putih
Pada
temperatur
180
derajat
BBM
mulai
keluar.
Pada temperatur 250 derajat BBM akan mengalir deras (titik optimum)
- Pada temperatur 300 derajat bahan baku (sampah pelastik) mulai habis ditandaai dengan
aliran
BBM
yg
semakin
sedikit.
- Segera matikan pemanas. proses dapat dilanjutkan kembali setelah tabung reaktor dingin
(temperatur ruangan)

Perawatan
Perawatan

pada
berkala

yg

dilakukan

pada

Ecogreen
ecogreen

sangat

sederhana

Perawatan
rutin
(membersihkan
tabung
reaktor)
Buka tutup mainhole (tutup utk masukan sampah pelastik) bersihkan dengan menggunakan
sapu lidi atau sikat kamar mandi dilarang menggunakan benda tajam atau keras.perawatan
sederhana
ini
dilakukan
setiap
tiga
kali
proses.
Perawatan
berkala
(membersihkan
saluran/pipa-pipa
destilasi)
Buka tutup mainhole masukan air bersih sebanyak 2 L kedalam tabung reaktor tutup kembali
mainhole hidupkan pemanas (kompor) didihkan air sampai habis (ditandai dg tidak keluarannya
uap
air
dari
pipa-pipa
destilasi)
matikan
pemanas.

Pengoprasian

Ecogreen

1. Sampah pelastik yg akan diolah pada ecogreen dibersihkan dan dikeringkan (dijemur
dibawah
terik matahari). utk efisiensi pelastik dapat dicacah sehingga kapasitas tabung reaktor dapat
menampung lebih banyak pelastik sehingga BBM yg dihasilkan akan lebih banyak utk
sekali proses.pelastik yg di cacah juga dapat mepercepat proses destilasi dan
mempermudah
pebersihan
dan
pengeringan.
2. masukan sampah pelastik melalui mainhole (terletak diatas tabung reaktor) sampai penuh
dapat
dilakukan
penekanan
agar
supaya
muat
lebih
banyak.
3. tutup kembali mainhole (beri paking utk mencegah kebocoran pada mainhole berupa kardus
atau
paking
mobil)
kencangkan
baut.
4. siapkan botol/derigen penampung BBM , pasang pada pipa pengeluaran BBM.
5. nyalakan kompor (cek selang,regulator dan tabung elpiji) putar/buka setengah pada katup
pengatur
api.
6. Proses akan berjalan sendiri, tunggu antara 1,5 jam sampai dengan 2 jam tergantung jenis
sampah
pelastik,kadar
air
dan
nyala
api.
7. setelah temperatur mencapai 300 derajat celcius ditunjukan pada termometer segera matikan
kompor,
karena
bahan
baku
sampah
pelastik
sudah
habis.
8.
Peringatan!
BILA PADA JARUM PRESSURE SELAMA PROSES MENUNJUKAN PENINGKATAN,
SEGERA MATIKAN KOMPOR (jarum petunjuk pressure harus pada posisi 0 PSI /BAR
, bila jarum petunjuk bergerak menandakan ada saluran yg tersumbat dan bisa menimbulkan
ledakan.
Pilihan

hasil

1.
Bensin,minyak
2.
Bensin
3. Bensin dan minyak tanah

minyak

pada

tanah

ecogreen
dan

dan

solar
solar

Kelengkapan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Langkah

pada

Kompor
selang

dan
tabung
Tabung
Pressure
pengoprasian

ecogreen

gas
regulator

Tungku
tekanan.
tekanan
reaktor
destilasi
termometer
tekanan
Ecogreen

1.
Letakan
Ecogreen
pada
lantai
yg
rata.
2. Ruang pengoprasian Ecogren terlindung dari hujan, proses Ecogreen menggunakan panas
jadi
sangat berbahaya bila seketika Ecogreen terkena air dapat menimbulkan ledakan.
3. Sirkulasi udara ruang pengoprasian Ecogreen harus lancar, pada saat beroprasi ecogreen
akan mengeluarkan gas buang yg mudah menyala bila gas tersebut tertahan akan
menimbulkan
bahaya
ledakan.
4. Siapkan alat pemadam kebakaran, air dan karung basah serta pasir utk mengantisipasi.
Tujuan

penulisan

Terimakasih kepada para pembeli Ecogreen di seluruh indonesia.agar supaya tidak lupa utk
membaca blog ini agar supaya dapat mengingatkan cara cara pengoprasian ecogreen secara
aman.
Dengan segala kerendahan hati kami ingin mempersembahkan alat pengolah sampah pelastik
menjadi
BBM
ini
dengan
tujuan
:
menciptakan
lapangan
pekerjaan
menciptakan
peluang
usaha
menumbuhkan
jiwa
wirausaha
meringankan beban pemerintah dalam menanggulani sampah khususnya sampah pelastik.
memjaga
kebersihan
lingkungan
menciptakan
BBM
alternatif
Dengan segala hormat Ecogreen ini masih banyak kekurangannya kritik dan saran akan
membantu kami terimakasih.
sumber : http://pelastikjadiminyak.blogspot.com/2013_07_01_archive.html

Posted by arya ulung No comments:


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

Pengolahan Sampah Anorganik

Salahsatualternatifpengolahansampahanorganikyangdapatdilakukanyakni
denganmembuatBBMdarisampahanorganikterutamaplastik.
TeknisalatpengolahanBBMdarisampahplastik:

Alatpembakaransampahplastikberupatabunggaselpijisebagaitabungpembakar

Tabungpembakardihubungkandenganpipapenyulinganyangsudahterhubungdengan
tabungpenampunguap(hidrokarbon)
Carapengolahan:
Padaawalnya,sampahplastikdimasukkankedalamtabungpembakardandipanaskan
dalamsuhu250400oC.Uapyangdihasilkandariprosespembakarandisalurkanmenujuke
penampunganuapmelaluipipapenyulingan.Laluuapinidiambildandidinginkansampai
mencair dan menjadi minyak. Baru dijernihkan untuk dapat dibedakan mana yang
menyerupai bensin dan minyak tanah. Umumnya, 1 kilogram sampah plastik dapat
menghasilkan1literBBM.Namun,agarbilanganoktan(angkayangmenunjukkanseberapa
besar tekanan yang diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan) dapat mencapai
kualitassepertiPertamaxdanPremiumyangmencapai8788%dan9192%untukproses
pembakaranmesin(terutamakendaraanbermotor),diperlukanbeberapatahapanlagiseperti
pengaturan suhu yang paling sesuai dalam penyulingan, penambahan zat adiktif atau
komponenhidrogendalam prosespenyulingansehinggakadarairdapatberkurangsecara
optimal.
Umumnya,semuajenisplastikbisadiolahmenjadiBBMdenganprosesdestilasiatau
penyulinganini.Selaintergantungpadateknikpenyulingan,hasilyangdidapatkantergantung
dari jenis plastik yang disuling. Jenis plastik itu di antaranya Polyethylene (PE),
Polypropylene Carbonate (PPC), Polyethylene Terephthalate (PET), Density Polyethylene
(DPE),LowDensityPolyethylene(LDPE),dansebagainya.KhususuntukPE,plastikini
lebihmudahdiekstrakdanrelatifmurnisehinggatidaksulitdalamprosespemurniannya.
Posted by arya ulung No comments:
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

Destilator etanol sederhana


METODE
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model pembuatan alat penyulingan etanol
yang efektif dan efisien untuk alat bantu belajar bagi masyarakat dalam pembuatan bahan bakar
bio etanol.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2009 di Laboratorium
Gema IPTEK Mandiri Yayasan Gema Mandiri Bangsa Manggarai Jakarta.
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan Trial and Error dengan
merujuk model-model alat penyulingan yang sudah dikenal selama ini dengan merekayasa
bentuk alat penyulingan etanol agar efektif dan efisien. Mengingat model alat penyulingan yang
ada selama ini begitu mahal dan tidak mudah pengoperasiannya bagi masyarakat biasa/awam.

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) Tahap pembuatan alat
penyulingan; (2) Tahap pengolahan bahan baku dengan fermentasi sederhana; (3) Pengujian alat
penyulingan berorientasi hasil yaitu etanol minimal berkadar sekitar 70% (atau setidaknya dapat
menyala ketika disulut api).
Pada tahap satu yaitu tahap pembuatan alat penyulingan, peneliti melakukan kegiatan sebagai
berikut:
1) Pembuatan alat penyulingan dengan model-model yakni model pot, kolom, dan reflux yang
sudah ada, guna mencari kelemahan dari ketiga model tersebut;
2) Merekayasa ketiga bentuk model yang sudah ada untuk mengembangkan model baru yang
efektif dan efisien. Dikatakan efektif bila: mudah pengerasiannya, mengahasilkan bio etanol yang
dapat langsung dapat menyala ketika disulut api. Dikatakan efisien bila pembuatannya mudah
dan murah.
Pada tahap dua yaitu tahap pengolahan bahan baku bio etanol melalui fermentasi sederhana,
peneliti melakukan:
1) Mempelajari ketersediaan bahan baku yang mudah didapat dikalangan masyarakat.
2) Melakukan pengujian bahan baku bio etanol dengan perbedaan masa fermentasi, yaitu 3 -10
hari, 11 30 hari.
Pada tahap tiga yaitu pengujian alat penyulingan hasil pengembangan yang berorientasi hasil
yaitu bio etanol minimal berkadar sekitar 70% (atau setidaknya dapat menyala ketika disulut
api). Dalam hal ini peneliti melakukan:
1) Penetapkan beberapa bentuk model alat penyulingan hasil pengembangan yang akan di uji.
2) Melakukan pengujian alat penyulingan dengan menggunakan bahan baku hasil fermentasi
dengan keseluruhan waktu fermentasi.
HASIL
Dari berbagai uji coba dengan pendekatan Trial and Error dari model pot, kolom, dan reflux.
Diperoleh hasil model baru yaitu gambungan dari ketiga model yang sudah ada, yaitu model pot
dengan kolom diatasnya sehingga uap yang mencair sebelum kondenser dapat langsung masuk
ke panci pemanas secara langsung dan etanl dapat segera dihasilkan dengan satu kali
penyulingan.
Hal tersebut dapat terjadi karena panci yang berdiameter 38 Cm dengan tinggi 40 Cm yang
diatasnya terdapat kolom yang dibuat setinggi 2,5 meter dari pipa bekas tersebut, dimana
kolomnya terdiri dari 1,5 meter berdiameter 4 inchi dan diisi dengan batu koral untuk taman.
Sedang satu meter diatasnya berdiameter 3 inchi dengan output uap yang langsung masuk ke

kondenser. Antara pipa besi 4 inchi dan 3 inchi tersebut, disambung dengan penghubung 4 inchi
ke 3 inchi.
Dari hasil pengujian alat penyulingan dengan bahan baku dengan perbedaan masa fermentasi,
diperoleh hasil bio etanol dengan perbedaan kuantitas. Yaitu:
1) Dari 6 Kg dengan campuran air sebanyak 10 liter, diperoleh bio etanol 2,8 liter untuk masa
fermentasi 11 20 hari dan 2,4 litter untuk masa fermentasi 3 10 hari dalam waktu 1 jam;
2) Dari 10 Kg pisang diperoleh bio etanol 0,8 liter bio etanol untuk masa fermentasi 11 30 hari,
dan 0,5 litter bio etanol untuk masa fermentasi 3 10 hari dalam waktu 1 jam.
Secara keseluruhan hanya diperlukan satu kali penyulingan dan bio etanolnya dapat menyala
ketika disulut api.

Contoh sketsa bentuk alat hasil penelitian Abdillah.


KESIMPULAN
Model alat penyulingan baru yang dikembangkan peneliti ternyata cukup efektif menghasilkan
bio etanol dengan cukup satu kali penyulingan tanpa menjaga suhu dalam panci pemanas.
Artinya dalam panci pemanas suhu boleh suhu 100 C (padahal titik didih etanol berkisar 78 C)

dimana etanol dan air akan menguap secara bersama. Kemudian uap air akan didingingkan oleh
batuan koral taman yang terdapat pada kolom tersebut akan masuk kedalam panci pemanas,
sementara uap etanol akan diteruskan ke kondenser lalu dicairkan yang kemudian ditampung
dalam botol bio etanol. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat awam dalam kemudahan
pengoperasiannya.
Model tersebut juga sangat efisien dimana kapasitasnnya 50 liter tersebut dibuat dengan biaya
kurang dari Rp. 750.000,- dan 100 liter dengan biaya kurang dari Rp. 1.000.000,- . Ini sangat
murah jika dibandingkan dengan harga alat penyulingan yang dijual melalui internet.
Untuk situasi dalam keadaan tidak mendesak, alat dapat digunakan untuk penyulingan bio
etanol dari berbagai bahan baku, seperti: singkong, sagu, tetes tebu, aren, dan lain sebagainya.

sumber :

Posted by arya ulung No comments:


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

acuan destilator
Pemisahan Fisik
Pemisahan fisik bergantung pada perbedaan sifat fisik, seperti : Warna, Bentuk, Bau,
Masa, Temperatur, Volabilitas (tekanan uap), Bentuk Bahan (Liquid, Solid, Gas, Aquos),
Solubilitas, Ukuran, Titik didih, Titik Beku dll....
Kita dapat menggunakan perbedaan sifat fisik untuk memisahkan perbedaan bahan.
The matter is unchanged, it just can separate to the different matter. Bahan tidak akan
berubah, itu hanya dapat dipisahkan ke dalam bahan yang berbeda.
Octanol-Water
Kita harus memahami konsep pemisahan oktanol dengan air saat dicampur karena itu
dapat memberikan pelajaran bahwa kita dapat membuat akumulasi biologis untuk
menetralkan bahan kimia berbahaya dan untukmenghindarkan itu dari lemak menjadi bagian
dari tubuh.
Gravimetri
Teknik yang pengaplikasiannya berdasarkqan penimbangan berat suatu zat.
Gravimetri meluputi beberapa hal yakni :
1. Persen solid.
2. Loss on ignition (Penghilangan melalui Pembakaran).
3. Presipitasi yang diikuti oleh proses Pengeringan dan Pernimbangan berat.

Destilasi

Proses untuk memisahkan bahan dengan menggunakan teknik penyulingan (berdasarkan


perbedaan titik didih). Dapat diaplikasikan dalam tabung destilator pada pengolahan gas
minyak bumi. Sehingga bisa menghasilkan produk olahan minyak bumi yang beragam dan
tepat guna.
Kromatografi
Cara untuk memisahkan material-material menjadi bentuk yang lebih sederhana.
Contoh : Yang terjadi pada kertas yang sudah di beri tanda titik tinta hitam setelah
dicelupkan air maka kertas yang semula hanya terdapat tanda berupa warna hitam , berubah
menjadi berbagai macam warna yakni biru, hijau merah dan kuning. Ini merupakan contoh
penerapan kromatografi sederhana, yang menunjukkan bahwa warna hitam pada kertas ternyata
berasal dari gabungan berbagai warna (hijau,merah, kuning, biru).
Asap Kendaraan
Prinsip yang meliputi pencemaran udara ini memerlukan analisis kimia lebih lanjut.
Karena menganalisis partikel asap yang dihasilkan kendaraan akan sangat sulit. Karena untuk
mendapatkan kandungan yang ada di dalam asap maka kita harus dapat ketahui dengan jelas zatzat apa saja yang terkandung di dalamnya. Dalam aplikasinya penganalisaan terhadap asap
kendaraan dapat menentukan tahap analisis lain yakni tingkat polusi udara yang ada di sekitar
kita. Problem major in chemical analytic is you can analyize what you will find. Probel
terbesar pada analisis kimia terletak pada apa yang dapat kamu analisa atas sesuatu yang kita
cari.
Posted by arya ulung No comments:
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

Destilator versi lain


Sebagai bahan baku BBM singkong diolah menjadi bio-etanol pengganti premium. Singkong merupakan salah
satu sumber pati. Pati merupakan senyawa karbohidrat yang komplek. Sebelum difermentasi pati diubah menjadi

glukosa,karbohidrat yang lebih sederhana. Dalam penguraian pati memerlukan bantuan cendawan Aspergillus
sp. Cendawan ini akan menghasilkan enzim alfaamilase dan glikoamilase yang akan berperan dalam mengurai
pati menjadi glukosa atau gula sederhana. Setelah menjadi gula baru difermentasi menjadi etanol.
Sebelum difermentasi menjadi etanol pati yang dihasilkan dari umbi singkong terlebih dahulu diubah menjadi
glukosa dengan bantuan cendawan Aspergillus sp. Melakukan destilasi atau penyulingan untuk memisahkan
etanol dari air dengan cara memanaskan pada suhu 78 C atau setara titik didih etanol sehinnga etanol akan
menguap dan mengalirkannya melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi
etanol cair.

Gambar 1. Proses Destilasi Pemurnian Ethanol


Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat larut dalam bensin. Agar larut diperlukan etanol dengan
kadar 99% atau disebut etanol kering sehingga memerlukan destilasi absorbent. Destilasi absorbent dilakukan
dengan cara etanol 95% dipanaskan dengan suhu 100 C sehingga etanol dan air akan menguap. Uap tersebut
dilewatkan pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati. Zeolit akan menyerap kadar air tersisa hingga hingga
diperoleh etanol dengan kadar 99 %. Sepuluh liter etanol 99% membutuhkan 120 130 liter bir yang dihasilkan
dari 25 kg gaplek.

Gambar 2. Proses Destilasi Lanjutan Untuk Menghasilkan Fuel Grade Ethanol


Pada penelitian ini, telah dihasilkan alat destilasi sederhana yang memiliki pengaturan suhu menggunakan dimer
dan termostat, yang dilengkapi dengan system pendingin air

Gambar 3. Hasil Rancang Bangun Alat Destilasi Bio-Ethanol Sederhana


Alat yang dihasilkan mampu menampung bahan yang akan didestilasi sebanyak 1500ml, dan dilengkapi dengan
pengatur suhu, Thermostat dan dimmer, sehingga suhu proses destilasi dapat diatur secara manual. Alat
dilengkapi dengan pemanas elektrik berdaya 350 watt, alat juga dilengkapi dengan system pendingin air untuk
menurunkan suhu uap ethanol pada proses destilasi. Walaupun demikian, Hasil destilasi bioethanol yang
diperoleh masih belum optimal. Hal ini disebabkan kadar Air pada larutan masih tinggi. Kadar bio ethanol yang
didestilasi menggunakan alat ini dapat ditingkatkan hingga diperoleh kadar alcohol sebanyak 60%. Namun
demikian,

kapasitas

alat

ini

kurang

memadai,

dimana

kapasitas

kerjanya

adalah

liter/jam.

Pada penelitian ini, pembuatan Bio Etnol dilakukan dengan menggunakan bahan baku Singkong, Jagung dan
Tebu
KESIMPULAN DAN SARAN
Bio Ethanol yang dihasilkan pada penelitian ini terbuat dari bahan baku singkong, Tebu dan jagung, di olah
menggunakan cara tradisional sehingga dapat diterapkan di daerah setempat tanpa membutuhkan peralatan
khusus. Pada proses fermentasi digunakan Ragi Saccharomyces yang banyak tersedia di masyarakat. Proses
fermentasi dilakukan dengan metode pasteurisasy, lalu ditambahkan ragi yang mengandung Saccharomyces.
Bioethanol terbentuk setelah fermentasi berjalan 5 hari, lalu di destilasi untuk meningkatkan kadar ethanol dalam
larutan. Rata-rata dari 10 kilogram bahan baku diperoleh 3 liter Bio Ethanol berkadar 60%, yang dapat
dipergunakan

sebagai

pengganti

minyak

tanah

pada

kompor

dan

lampu

Bio

Ethanol.

Destilasi dilakukan menggunakan alat destilasi yang telah di sesuaikan dengan proses destilasi Bio Ethanol. Alat
destilasi yang dihasilkan mampu menampung bahan yang akan didestilasi sebanyak 1500ml, dan dilengkapi
dengan pengatur suhu, Thermostat dan dimmer, sehingga suhu proses destilasi dapat diatur secara manual.
Alat dilengkapi dengan pemanas elektrik berdaya 350 watt, alat juga dilengkapi dengan system pendingin air
untuk menurunkan suhu uap ethanol pada proses destilasi. Walaupun demikian, Hasil destilasi bioethanol yang
diperoleh masih belum optimal. Hal ini disebabkan kadar Air pada larutan masih tinggi. Kadar bio ethanol yang
didestilasi menggunakan alat ini dapat ditingkatkan hingga diperoleh kadar alcohol sebanyak 60%. Namun
demikian, kapasitas alat ini kurang memadai, dimana kapasitas kerjanya adalah 6 liter/jam.
sumber : http://chemicalfunny.wordpress.com/2011/01/20/rancang-bangun-alat-destilasi-bioethanol-berpendinginair-menggunakan-sumber-pemanas-elektrik1-muhammad-makky2-novialdi3-dinah-cherie2-1-penelitian-dibiayaioleh-direktorat-jenderal-pendidik/

Posted by arya ulung No comments:

Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

destilator : PEMBUATAN BIOETANOL DARI SINGKONG SECARA


FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI TAPE

PENDAHULUAN
Salah satu energi alternatif yang menjanjikan adalah bioetanol. Bioethanol adalah
ethanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya menggunakan proses
farmentasi. Ethanol atau ethyl alkohol C2H5OH berupa cairan bening tak berwarna,
terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan
polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg terbakar menghasilkan karbondioksida
(CO2) dan air. Ethanol adalah bahan bakar beroktan tinggi dan dapat menggantikan
timbal sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Dengan mencampur ethanol
dengan bensin, akan mengoksigenasi campuran bahan bakar sehingga dapat
terbakar lebih sempurna dan mengurangi emisi gas buang (seperti
karbonmonoksida/CO).
Bioethanol dapat dibuat dari singkong. Singkong (Manihot utilissima) sering juga
disebut sebagai ubi kayu atau ketela pohon, merupakan tanaman yang sangat
populer di seluruh dunia, khususnya di negara-negara tropis. Di Indonesia, singkong
memiliki arti ekonomi terpenting dibandingkan dengan jenis umbi-umbian yang lain
Selain itu kandungan pati dalam singkong yang tinggi sekitar 25-30% sangat cocok
untuk pembuatan energi alternatif. Dengan demikian, singkong adalah jenis umbiumbian daerah tropis yang merupakan sumber energi paling murah sedunia. Potensi
singkong di Indonesia cukup besar maka dipilihlah singkong sebagai bahan baku
utama.
Melihat potensi tersebut peneliti melakukan percobaan pembuatan bioethanol dari
singkong secara farmentasi menggunakan ragi tape. Digunakan ragi tape karena
ragi tape sangat komersil dan mudah didapat. Tape merupakan salah satu makanan
tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan
berkarbohidrat, seperti singkong. Tapai hasil fermentasi singkong ini biasa
dinamakan tape singkong. Dalam proses fermentasi tapai, digunakan beberapa jenis
mikroorganisme
seperti
Saccharomyces
cerevisiae,
Rhizopus
oryzae,
Endomycopsis burtonii, Mucor sp., Candida utilis, Saccharomycopsis fibuligera,
Pediococcus
sp.,
dan
lain-lain.
Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk menentukan kadar alkohol yang
terkandung
di
dalam
tape
yang
dibuat.

Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja,
adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan
merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman
beralkohol
dan
termometer
modern.
Fermentasi gula menjadi etanol merupakan salah satu reaksi organik paling awal
yang pernah dilakukan manusia. Efek dari konsumsi etanol yang memabukkan juga
telah diketahui sejak dulu. Etanol untuk kegunaan konsumsi manusia (seperti
minuman beralkohol) dan kegunaan bahan bakar diproduksi dengan cara
fermentasi. Spesies ragi tertentu (misalnya Saccharomyces cerevisiae) mencerna
gula
dan
menghasilkan
etanol
dan
karbon
dioksida:
C6H12O6

2
CH3CH2OH
+
2
CO2.

ALAT DAN BAHAN


Pembutan
Tape
Alat- alat yang digunakan dalam pembuatan tape singkong antara lain :
blender,
pisau,
timbangan,
dandang,
toples,
kompor
gas.
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tape antara lain :
singkong
sebanyak
1
kg,
NPK
20
gram,
ragi 90 gram.
Penentuan
Alat

alat
alat

Kadar
yang
digunakan
destilasi
gelas
alumunium
tabung
hot

Bahan-bahan

yang
air

digunakan

anatara
hasil

Alkohol
adalah
:
sederhana,
ukur,
foil,
reaksi,
pipet,
plate,
piknometer
lain
:
destilat,

larutan

H2SO4

pekat

larutan K2Cr2O7 .

TAHAP PENELITIAN DAN CARA KERJA


Proses Pembuatan Tape dari Singkong
Disiapkan singkong sebanyak 1 kg kemudian singkong tersebut dikupas kulitnya
kemudian dicuci dengan air hingga bersih. Singkong kemudian dipotong-potong dan
dihancurkan hingga berukuran kecil dengan menggunakan blender, ini dilakukan
agar hasil fermentasi dari singkong ini dapat menghasilkan banyak air yang
mengandung alkohol. Setelah singkong tersebut dihancurkan dan berukuran kecil,
singkong dikukus di dalam dandang selama kurang lebih 90 menit. Sementara itu
disiapkan dan dihaluskan ragi tape sebanyak 90 gram. Singkong hasil pengukusan
yang menjadi lunak dan lengket didinginkan, kemudian ditaburi nutrient NPK
sebanyak 20 gram dan ragi yang telah disiapkan tadi. Setelah itu, disimpan ke dalam
toples dan ditutup rapat-rapat. Selanjutnya dibiarkan untuk fermentasi pada suhu
kamar sekitar 30o C sampai 40o C serta pastikan proses berjalan aerob dan
mencegah kontaminasi. Didiamkan selama empat hari hingga menjadi tape yang
berair, kemudian tape disaring hingga airnya terpisah dan air hasil saringan tadi
didestilasi untuk diukur kadar alkoholnya.

Proses
pembuatan
destilasi
sederhana
Alat

Bor
listrik

Pisau

Lem
pipa

Solatif

Ember
Bahan

Paralon
3inc
40cm

Dop
paralon
2

Selang
1,5
meter

Pompa
aquarium

Batang
alumunium
50cm

Kaleng
kue
ukuran
standar

Kran
angin
ukuran

inc
Cara
kerja
1. Tutup kaleng kue dilubangi sesuai dengan ukuran kran angin inc

2. Ujung kran angin diberikan solatif agar merekat pada kaleng dan diberikan
lempipa
dipinggiran
kran
3.
Disiapkan
paralon
ukuran
3inc
beserta
dopnya
4.
Dop
paralon
dibor
sesuai
dengan
ukuran
batang
alumunium
5. Paralon dibor pada bagian samping atas dan samping bawah sesuai dengan
ukuran
selang
6.
Selang
dipotong
masing-masing
60cm
7. Selang pertama disambungkan pada bagian samping bawah paralon dan
dipasangkan
pompa
aquarium
pada
ujungnya
8. Selang yang kedua disambungkan pada bagian samping atas
9. Dua buah dop yang sudah dilubangi dipasang pada paralon dengan
menggunakan
lem
pipa
10. dipasangkan alumunium pada dop yang telah menutupi paralon
11. salah satu ujung dop disambungkan dengan selang yang menghubungkan kran
angin
dengan
kaleng
12. dan ujung satunya lagi digunakan sebagai lubang pengeluaran etanol
setelah prosedur perakitan selesai maka alat destilasi siap digunakan , selang yang
memiliki pompa direndam pada ember yang berisi air dingin dan selang yang berada
disamping atas kondensor ditempatkan juga pada ember. Kedua selang ini berfungsi
sebagai sirkulasi air didalam kondensor. Dalam kondensor ini kami menggunakan
batang alumunium sebagai pendingin uap, alumunium memiliki sifat penyerap panas
dan dingin yang baik oleh karena itu saat uap etanol melewati batang alumunium
dalam kondensor maka uap tersebut dengan cepat akan diubah menjadi etanol dan
keluar
melalui
lubang
pengeluaran
etanol.
Gambar destilator :

Penentuan Kadar Alkohol

Cairan tape didestilasi menggunakan alat destilasi sederhana, destilasi ini dilakukan
dengan tujuan alkohol terpisah dengan air. Oleh karenanya pada saat destilasi,
dijaga agar cairan tersebut tidak sampai mendidih agar airnya benar-benar terpisah
dengan alkohol yang memiliki titik didih yang lebih rendah daripada air. Alkohol yang
dihasilkan, diuji secara kualitatif dengan K2Cr2O7 dalam suasana asam dengan
penambahan H2SO4, serta dengan reaksi uji nyala. Adapun uji kadar alkohol secara
kuantitatif dengan menggunakan piknometer.

ANALISIS DATA
Data yang dihasilkan dalam percobaan ini adalah sebanyak 25ml, dari 150 mL air
tapai
yang
didestilasi.
Pengukuran
menggunakan
piknometer
menghasilkan
data:
Berat
piknometer
=
23,
7189
Berat
piknometer
dan
aquadest
=
48,
2125
Berat
piknometer
dan
etanol
=
47,
2540
Dari data yang diperoleh, dapat ditentukan berat jenis etanol yang diperoleh dengan
cara:
Berat

Jenis

Berat
Berat

Jenis

Jenis

etanol

etanol

etanol

= 23,5251/24,4936

0,96

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pembuatan Tape Ketan
Pada awal fermentasi, belum terlihat perubahan pada singkong. Setelah
mengalami fermentasi, singkong tersebut mengalami perubahan, menghasilkan
cairan yang mengandung alkohol, bentuknya berubah dan baunya pun menjadi
khas. Hal ini terjadi karena ditambahkannya ragi pada singkong tersebut, ragi
merupakan mikroorganisme yang berperan mengubah glukosa menjadi alkohol
disamping menghasilkan air. Pada proses fermentasi, pH dan suhu harus sesuai.
pHnya harus antara 5-6, sedangkan untuk suhunya antara 30oC sampai 40oC.
Selain itu singkong yang difermentasi harus disimpan dalam toples yang tertutup

karena proses fermentasi harus berjalan secara anaerob yang artinya tidak boleh
terkena oksigen sama sekali, di samping itu jangan sampai terkontaminasi. Harus
demikian dikarenakan apabila terkena oksigen atau terkontaminasi, proses
fermentasi dapat gagal. Proses fermentasi yang terjadi pada tapai tersebut adalah :
2(C6H10O5)n
+
nH2O

n
C12H22O11
Amilum/patiamilase
maltosa
C12H22O11
+
H2O

2C6H12O6
Maltosa
maltase
glukosa
C6H12O6

2C2H5OH
+
CO2
Glukosa alkohol
Penentuan Kadar Alkohol
Uji kadar alkohol yang pertama kali dilakukan adalah secara kualitatif. Uji kualitatif
yang pertama adalah diidentifikasi dari baunya. Uji selanjutnya adalah dengan
menggunakan larutan K2Cr2O7 dan H2SO4 pekat. Destilat dari cairan tape yang
didestilasi, sebanyak 2ml diambil kemudian ditambahkan ke dalam larutan K2Cr2O7
yang berada dalam keadaan asam dengan penambahan H2SO4 pekat. Pengujian
tersebut menghasilkan larutan yang berwarna kehijauan. Hal ini menunjukkan
bahwa kandungan alkohol di dalamnya tidak terlalu tinggi, karena apabila
kandungan alkohol di dalamnya tinggi, larutan tersebut semestinya berwarna hijau.
Uji kualitatif alkohol lainnya yang dilakukan adalah dengan cara meneteskan
beberapa tetes alkohol hasil destilasi di atas alumunium foil, kemudian dibakar
dengan api sehingga menghasilkan nyala api yang berwarna biru. Hal ini
menunjukkan
bahwa
hasil
destilasi
tersebut
mengandung
alkohol.
Adapun uji kadar alkohol secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan
piknometer, menghasilkan data berat piknometer sebesar 23,7189, berat piknometer
dan aquadest sebesar 48,2125, berat piknometer dan alkohol sebesar 47,254. Dari
data tersebut, diperoleh berat jenis alkohol sebesar 0,96. Setelah melihat tabel
presentase kadar alkohol dan berat jenis, untuk berat jenis 0,96, diperoleh kadar
etanol hasil percobaan sebesar 30%. Ini menunjukkan kadar alkohol yang dihasilkan
masih cukup rendah, hal ini disebabkan masih ada kandungan air di dalam alkohol.

Kendala
selama
praktikum
:
1. kaleng yang digunakan untuk menyimpan hasil fermentasi singkong mengalami
kebocoran pada saat dipanaskan sehingga harus digunakan lakban untuk menutupi
kebocoran
tersebut
2. penangas air yang digunakan kurang maksimal karena suhunya tidak bekerja
secara
optimal

sumber : http://prakkimorg16a.blogspot.com/2012/09/percobaan-1.html
Posted by arya ulung No comments:
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

Destilator untuk pengawet kayu & makanan dari tempurung kelapa


sap cair telah banyak diaplikasikan pada pengolahan diantaranya pada daging dan
hasil ternak, daging olahan, keju. Juga dapat dipergunakan sebagai menambah
cita rasa asap pada saus, sup, sayuran kaleng, bumbu dan rempah rempah.
Pembuatan asap cair dari tempurung kelapa ini diawali oleh Muh. Khoiril Mustofa
dengan menemukan teknologi pembuatan asap cair dengan kapasitas 1.500 liter
per batch per bulan. Asap cair memiliki banyak manfaat dan telah digunakan pada
berbagai undustri :
1. Industri Pangan, asap cair ini mempunyai kegunaan yang sangat besar
sebagai pemberi rasa dan aroma yang spesifik juga sebagai pengawet
karena sifat antimikroba dan antioksidannya. Asap cair dapat
dipergunakan menggantikan pada proses pengasapan ikan secara
tradisional sebelumnya yang langsung diberi asap, sehingga dapat
mengganggu lingkungan. Asap cair dapat digunakan pula pada food
processing seperti tahu, mie basah dan bakso.
2. Industri perkebunan, asap cair dapat digunakan sebagai koagulan lateks
dengan sifat fungsional asapcair seperti anti jamur, anti bakteri dan anti
oksidan dapat memperbaiki kualitas produk karet yang dihasilkan.
3. Industri kayu, kayu yang diolesi dengan asap cair mempunyai ketahanan
terhadap serangan rayap daripada kayu yang tanpa diolesi asap cair.

Alat destilator asap cair berpendingin sponge sudah jadi seperti terlihat
pada gambar 1. Semula pipa pendingin hanya terdiri dari 1 pipa uap, namun
setelah dimodifikasi terdapat 5 pipa uap yang diharapkan dapat menyempurnakan
proses pindah panas. Hasil modifikasi alat dapat dilihat pada gambar 2

Dari hasil pengujian alat yang pertama diperoleh 5 liter asap cair grade 2
dari 10 liter asap cair grade 3, jadi rendemennya hanya 50% . waktu yang
dibutuhkan sekitar 2 jam. Hasil pengujian di laboratorium, kadar phenol
terhadap asap cair grade 3, grade 2 dan grade 1 hasil uji coba alat dapat dilihat
pada tabel 1.
Tabel 2. Hasil Uji Phenol
Grade
Kadar Phenol (%)
3
0.323
2*
0.202
1**
0.167
*) distilat yang keluar dari alat destilator
**) grade 2 yang disaring dengan zeolit
Jadi dari hasil uji laboratorium ini diketahui bahwa asap cair (grade 1 dan 2)
yang dihasilkan oleh alat destilator ini memenuhi syarat untuk digunakan pada
makanan.

Dari rendemen yang hanya 50% diketahui bahwa sistem pendingin pada alat
ini belum efektif. Hal tersebut diketahui dari masih banyak distilat yang keluar
dalam bentuk asap,seharusnya cair. Langkah yang sudah dilakukan adalah dengan
menambah jumlah pipa kondensor namun dengan ukuran yang lebih kecil. Hal
tersebut dilakukan untuk memaksimalkan proses pindah panas dari pipa uap ke
air. Selain itu ditambahkan system sirkulasi air pada kondensor untuk mencaga
agar suhu air pada kondensor tetap dingin.
Destilat yang dihasilkan dari hasil pengujian alat pertama sudah layak
digunakan pada makanan dari sis kandungan phenol. Namun pengujian kandungan
tar belum dapat dilaksanakan karena kendala teknis di laboratorium. Untuk
pengujian alat hasil modifikasi belum dapat dilakukan karena kehabisan bahan
baku, yaitu asap cair grade 3. Untuk itu pengujian kedua akan dilakukan jika
bahan baku sudah tersedia di mitra,
Alat ini akan berguna sekali di mitra kami karena mitra kami ingin menjual asap
cair grade 2 dan 1, sementara produk yang selama ini hanya asap cair grade 3
yang masih belum bisa digunakan pada bahan makanan.

Cara sederhana membuat asap cair ini..


Bahan : Tempurung Kelapa 100kg
Alat : Drum 100kg, Kompor, Pipa penyalur asap, drum penampung asap, kondensor,
penampung cairan
Cara buat : masukkan seluruh tempurung kelapa ke dalam drum tertutup dan yang
terhubung pipa saluran asap
Bakar selama 6-8 jam. Asap akan keluar melalui pipa dan masuk ke drum penampung
asap. Asap akan mulai mengembun menjadi cairan. Jadilah asap cair sebanyak 25
liter. Asap cair yang dihasilkan masih berupa asap grade C (masih mengandung ter
sehingga warna coklat pekat).Cocok untuk penggumpalan karet dan pengawetan kayu.
Jika ingin dipakai sebagai pengawet makanan harus endapkan grade C selama minimal
1 minggu, untuk endapkan ter. Saring dengan zeolit, destilasi ulang asap cair grade C
tersebut. Destilasi dilakukan pada suhu 120-150 derajad C.
sumber :
- http://m-wali.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-readmore-otomatispada.html#ixzz1ix3g3V2d
- http://tomy-unication.blogspot.com/2012/01/asap-cair-telah-banyak-diaplikasikan.html
Posted by arya ulung