Anda di halaman 1dari 7

Data & Method

Untuk menguji hubungan kecenderungan bahwa klien menolak auditor dan karakteristik komite
audit digunakan model regresi logistik dibawah ini:
DISMISSED = b0 + b1AFFILIATED + b2AFFILIATED X GC_OPINION + b3GOVEXPERT +
b4GOVEXPERT X GC_OPINION + b5FINEXPERT + b6FINEXPERT X
GC_OPINION + b7STOCKOWN + b8STOCKOWN X GC_OPINION + b9SIZE +
b10INDSHARE + b11TENURE + b12ZFC + b13MGMTCHG +
Variabel dependen, pengujian dan kontrol didefinisikan sebagai berikut:
DISMISSED

= mengidentifikasi apakah klien memberhentikan auditor sebelum laporan


tahunan berikutnya klien;

AFILIASI

= persentase anggota komite audit diklasifikasikan sebagai direktur berafiliasi;

GOVEXPERT = proksi untuk keahlian tata kelola anggota komite audit, jumlah rata-rata posisi
direktur yang mereka pegang di perusahaan publik lainnya;
FINEXPERT

= persentase anggota komite audit memiliki keahlian keuangan, per


rekomendasi BRC (1999);

STOCKOWN = persentase saham biasa klien (dan opsi saham) dipegang oleh anggota komite
audit; dan
GCOPINI

= variabel indikator opini going concern.

Desain berpasangan (matched-pair design) digunakan di mana perusahaan yang


memberhentikan auditor mereka dipasangkan pada opini, tahun, ukuran, dan industri, dengan
perusahaan tidak memberhentikan auditor mereka. Desain ini memungkinkan untuk menentukan
hubungan antara karakteristik tambahan komite audit dan pemberhentian auditor setelah
penerbitan opini going concern (GC) (relatif terhadap pendapat bersih), yang pada gilirannya,
memungkinkan untuk mengatasi salah satu potensi penjelasan alternatif untuk hasil penelitian
komite audit dengan karakteristik tertentu dapat dikaitkan dengan pemberhentian auditor dalam
semua konteks, tidak hanya ketika manajemen ingin memberhentikan auditor karena laporan GC.
Selain karakteristik komite audit, peneliti menggunakan variabel kontrol yang mungkin
mempengaruhi keputusan klien untuk memberhentikan auditornya, yaitu:
a. Ukuran
Ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan natural log dari total aset (disajikan dalam
ribuan dolar). Klien besar akan cenderung mengabaikan auditor mereka (Francis dan Wilson

1988; Haskins dan Williams 1990; Krishnan 1994). Klien besar menggunakan daya tawar
lebih sebagai akibat dari biaya audit yang lebih tinggi bahwa mereka membayar (McKeown
et al. 1991, 11), dan dengan demikian diperkirakan perbedaan pendapat sedikit mengarah ke
pemecatan auditor. Sehingga perusahaan dengan ukuran yang lebih besar akan cenderung
lebih mengabaikan auditor.
b. INDSHARE
Pangsa industri auditor diukur sebagai persentase dari akar kuadrat dari total aset yang
mengaudit auditor untuk semua perusahaan di industri klien (Hogan dan Jeter 1999).
Williams (1998) menunjukkan bahwa klien biasanya mempersepsikan bahwa auditor dengan
pangsa pasar yang lebih besar dalam industri cenderung lebih efektif, sehingga klien tidak
ingin mengubah ke auditor kurang efektif (Haskins dan Williams 1990; Williams 1988).
Semakin besar pangsa pasar auditor pada industri klien, maka klien akan cenderung
mengabaikan auditornya.
c. Kepemilikan
Audit tenure diukur sebagai jumlah tahun berturut-turut bahwa klien telah mempertahankan
auditor. Levinthal dan Fichman (1988) dan Williams (1988) memberikan bukti bahwa
kepemilikan auditor lagi mengurangi kemungkinan pemberhentian auditor. Jadi semakin
lama klien mempertahankan auditor, maka klien akan cenderung mengabaikan klien.
d. ZFC
Skor kondisi keuangan Zmijewski (ZFC) diukur dengan menggunakan koefisien probit dari
Zmijewski (1984, 69) 40 bankrupt/800 nonbankrupt sampel estimasi. Kondisi keuangan
perusahaan mempengaruhi kemungkinan bahwa itu akan mengubah auditor (Krishnan dan
Stephens 1995; Schwartz dan Menon 1985). Semakin tinggi skor ZFC mengindikasikan
semakin tinggi kondisi kesulitan keuangan, sehingga klien akan cenderung mengabaikan
auditor.
e. MGMTCHG
Perubahan manajemen puncak sering dikaitkan dengan perubahan auditor (Chow dan Rice
1982; Williams 1988). CEO yang baru akan merubah auditor untuk mendapatkan pandangan
baru terhadap hasil opini keuangan perusahaan, atau CEO tersebut ingin mendapatkan
pengalaman positif yang baru dengan perusahaan audit lainnya. CFO yang baru menjabat
akan mencari auditor baru dengan alasan yang serupa, dan CFI dengan pengalam
sebelumnya pada kantor akuntan publik akan memilih untuk bekerja dengan bekas
karyawannya. Pergantian CEO atau CFE diukur dengan menggunakan variabel dummy (1=
CEO atau CFO perubahan, 0= tidak ada perubahan) untuk mengukur apakah manajemen

puncak berubah dalam tahun pendapat itu dikeluarkan atau pada tahun berikutnya, asalkan
perubahan manajemen puncak mendahului tanggal pemberhentian auditor.
Sampel
Penelitian ini mengidentifikasi semua perusahaan publik (kecuali lembaga keuangan dan
perusahaan jasa) dalam database Compact D/SEC yang:
a. Menerima laporan GC baru dari KAP Big 6 selama periode 1988 sampai tahun
1999, dan
b. Memberhentikan auditor mereka sebelum penerbitan laporan tahunan klien
berikutnya
Penelitian ini membatasi sampel perusahaan dengan kode SIC dibawah 6000 karena
Zmijewski

(1984)

mengeluarkan

perusahaan

keuangan

dan

perusahaan

jasa

ketika

mengembangkan indeks kondisi keuangan (ZFC), yang merupakan variabel kontrol untuk
kondisi keuangan klien. Selain itu, peneliti membatasi pemberhentian auditor karena peneliti
tertarik untuk menguji apakah karakteristik komite audit meningkatkan independensi auditor
dengan kemungkinan kecil klien akan mengabaikan auditornya, bukan apakah dengan adanya
karakteristik komite audit cenderung membuat auditor mengabaikan kliennya.
Sampel akhir penelitian meliputi 250 perusahaan yang menerima opini wajar dan 124
perusahaan yang menerima opini GC. Dengan konstruksi sampel, 50 persen dari perusahaan
yang menerima setiap jenis pendapat auditor diberhentikan oleh klien mereka..
Findings
1) Analisis Univariat
Hasil penelitian yang diperoleh dimana tiga dari empat karakteristik secara signifikan
berbeda di antara klien yang menghentikan auditornya setelah memperoleh opini going concern
dengan klien yang tetap mempertahankan auditornya walaupun mendapatkan opini going
concern, yaitu sebagai berikut.
a. Untuk klien yang memberhentikan auditornya setelah memperoleh opini going concern,
jumlah komite audit yang merupakan direksi perusahaan yang terafiliasi sebesar 49 persen,
sedangkan pada klien yang tetap mempertahankan auditornya hanya sebesar 24 persen.
b. Untuk klien yang menghentikan auditornya setelah memperoleh opini going concern
memiliki anggota komite audit yang memiliki jabatan direktur di beberapa perusahaan

lainnya rata-rata hanya sebesar 0,84. Sedangkan, pada klien yang tetap mempertahankan
auditornya rata-rata sebesar 1,83.
c. Rata-rata kepemilikan saham anggota komite audit pada klien yang menghentikan
auditornya setelah memperoleh opini going concern adalah sebesar 9 percent. Sedangkan,
pada klien yang tetap mempertahankan auditornya rata-rata sebesar 3 persen.
Sedangkan, untuk karakteristik keahlian keuangan diperoleh hasil bahwa tidak ada
perbedaan signifikan antara klien yang menghentikan auditornya setelah memperoleh opini going
concern dengan klien yang tetap mempertahankan auditornya walaupun mendapatkan opini
going concern.
Berkaitan dengan variabel kontrol, kemungkinan besar klien akan menghentikan auditornya
saat terjadi pergantian manajemen pada perusahaannya. Tidak ada hubungan signifikan antara
pemberhentian auditor dengan kepemilikan saham oleh auditor pada industri tertentu, auditor
tenure, dan tingkat financial distress klien. Selain itu, tidak ada hubungan signifikan antara
ukuran perusahaan klien dengan penghentian auditor.
2) Analisis Logit
Karakteristik komite audit dan penghentian auditor
Sesuai dengan ekspektasi peneliti, kemungkinan klien menghentikan auditornya
setelah memperoleh opini going concern karena tingginya proporsi komite audit yang terdiri
atas direktur perusahaan yang terafiliasi dan rendahnya anggota komite audit yang memiliki
jabatan direktur di berbagai perusahaan atau governance expertise. Tidak diperoleh
hubungan yang signifikan antara penghentian auditor dengan anggota komite audit yang
memiliki keahlian keuangan.
Berbanding terbalik dengan hubungan positif yang diperoleh dari direktur terafiliasi
dengan penghentian auditor pada klien yang memperoleh opini going concern, tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara direktur terafiliasi dengan penghentian auditor pada klien
yang tidak memperoleh opini going concern (clean opinion). Selain itu, diperoleh hubungan
negatif pada klien clean opinion yang walaupun lebih lemah dari sampel perusahaan yang
memperoleh opini going concern diantara karakteristik governance expertise dan peghentian
auditor.
Berkaitan dengan variable kontrol, diperoleh hasil bahwa terdapat kecil kemungkinan
bagi klien untuk menghentikan auditor yang memiliki spesialisasi pada industri tertentu,
namun kemungkinan besar klien akan mengganti atau menghentikan auditornya pada saat
terjadi perubahan manajemen. Tidak ada hubungan signifikan antara keputusan klien untuk
menghentikan atau mengganti auditornya dengan variabel kontrol lainnya.

Karakteristik dewan direktur dan penghentian auditor


Oleh karena komite audit terdiri atas anggota dewan direktur, maka independensi
auditor berhubungan positif dengan independensi dewan direktur. Berkaitan dengan hal
tersebut, maka penulis menginvestigasi kemungkinan bahwa karakteristik komite audit yang
dapat memengaruhi keputusan penghentian atau penggantian auditor yang merupakan satusatunya instrument untuk karakteristik komposisi dewan. Pada penelitian ini diuji hubungan
antara karakteristik dewan direktur dan penghentian auditor dengan memperluas model
penelitian dengan cara memasukkan karakteristik komite audit dan karakteristik komite audit
yang bukan merupakan dewan direktur. Secara keseluruhan, model signifikan dengan hasil
bahwa kemungkinan besar klien yang menghentikan auditornya setelah memperoleh opini
going concern karena tingginya proporsi komite audit yang terdiri atas direktur perusahaan
yang terafiliasi dan rendahnya anggota komite audit yang memiliki jabatan direktur di
berbagai perusahaan atau governance expertise.
Penelitian ini menghasilkan bahwa anggota komite audit yang memainkan peranan
penting dalam proses penghentian atau pergantian auditor. Hasil ini mencerminkan sebuah
fakta bahwa sebagian besar dewan direktur melimpahkan kesalahan yang berkaitan dengan
fungsi audit eksternal, termasuk mempekerjakan dan memberhentikan, pada komite audit.

3) Analisis Pendukung
Perubahan Berikutnya dalam Keanggotaan Komite Audit
Peneliti memperkirakan tingkat perputaran anggota komite audit independen lebih besar
untuk klien yang memberhentikan auditor mereka menyusul laporan GC daripada klien yang
mempertahankan auditor mereka, karena:
a. Klien yang memberhentikan auditor mereka mungkin juga memberhentikan anggota
komite audit independen yang memilih untuk mempertahankan orang-orang auditor,
mungkin yang terhutang dengan keinginan manajemen dan direksi berafiliasi, dan
b. Anggota komite independen yang gagal mencegah pemberhentian auditor mungkin
mengundurkan diri.

Karakteristik Manajerial dan Pemberhentian Auditor


Untuk memastikan bahwa hubungan yang diamati antara karakteristik komite audit
dan pemberhentian auditor karena penerbitan opini GC tidak hanya mencerminkan dominasi
manajemen puncak, analisis diulangi setelah mengontrol karakteristik dominasi manajemen
puncak.
a. Apakah individu yang sama antara CEO dan ketua dewan.
b. Persentase saham biasa entitas milik CEO.
c. Jumlah direktur perusahaan lain memegang CEO.
d. Apakah pendiri klien melayani di dewan direksi.
e. Persentase saham biasa entitas dimiliki oleh semua pejabat dan direktur.
Tidak ada proksi untuk dominasi manajemen puncak secara signifikan berhubungan
dengan pemberhentian auditor setelah pendapat GC, dan hasil lainnya adalah konsisten
dengan yang dilaporkan. Karena itu peneliti menyimpulkan bahwa hubungan antara
karakteristik komite audit dan pemberhentian auditor karena laporan GC tidak didorong oleh
karakteristik manajemen puncak
Perubahan Over-Time dalam Hubungan Antara Afiliasi Anggota Komite Audit dan
Pemberhentian Auditor
Peneliti menemukan bahwa kemungkinan bahwa klien memberhentikan auditor setelah
menerima laporan GC meningkat dalam proporsi komite audit yang terdiri dari direksi
terafiliasi, pada periode kedua sebelumnya dan yang terakhir, dan bahwa hubungan positif
ini secara signifikan lebih kuat dalam periode terakhir.
Meskipun frekuensi direktur terafiliasi yang duduk di komite audit kemungkinan akan
berkurang dalam menanggapi diberlakukannya persyaratan pendaftaran stock-exchange, efek
buruk dari memungkinkan direksi terafiliasi untuk duduk di komite audit tampaknya telah
tumbuh lebih kuat dari waktu ke waktu . Hasil ini menjadi perhatian khusus karena syarat
pendaftaran stock-exchange yang baru masih menyediakan beberapa peluang untuk direksi
terafiliasi untuk melayani pada komite audit.
Opinion Shopping
Walaupun penelitian sebelumnya menemukan bahwa opinion shopping umumnya
tidak berhasil, hasil menunjukkan bahwa opinion shopping menyusul laporan going concern
lebih mungkin berhasil untuk perusahaan yang memiliki persentase yang lebih tinggi dari

direksi berafiliasi pada komite audit. Hubungan antara independensi komite audit dan
potensi opinion shopping untuk klien-klien yang menerima pendapat going concern dan
kemudian memberhentikan auditor mereka. Peneliti menemukan bahwa untuk klien-klien di
mana persentase direksi terafiliasi melayani komite audit di atas median, 37,1 persen dari
klien yang memberhentikan auditor mereka melayani di komite audit di bawah median,
hanya 18,5 persen dari klien memberhentikan auditor mereka menerima pendapat yang
bersih di tahun berikutnya (p <0,05).
Conclusion
Penelitian ini memberikan bukti hubungan antara karakteristik komite audit dan
kemampuan komite dalam melaksanakan tanggung jawab utamanya secara efektif, yaitu
melindungi auditor dari potensi konsekuensi pengambilan keputusan yang tidak sejalan dengan
manajemen perusahaan. Penelitian ini menemukan bahwa semakin tinggi persentase direksi
berafiliasi pada komite audit, semakin besar kemungkinan klien akan memberhentikan auditor
menyusul penerimaan going concern laporan peningkatan kepemilikan komite audit dari
kenaikan saham klien. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan keahlian keuangan anggota
komite audit dan pemberhentian auditor menyusul pendapat going concern. Akhirnya, untuk
klien menerima laporan going concern, tingkat turnover berikutnya antara anggota komite audit
independen secara signifikan lebih besar ketika klien memberhentikan auditor daripada ketika
klien mempertahankan auditor.