Anda di halaman 1dari 7

PEMBELAHAN SEL

A. Macam-Macam Cara Pembelahan Sel


1. Pembelahan Sel Langsung (Amitosis)
Amitosis adalah proses pembelahan sel secara iangsung yang tidak
melalui tahapan-tahapan pembelahan. Proses pembelahan ini terjadi
pada organisme uniseluler, misalnya bakteri, Protozoa, dan alga
bersel

satu.

pembelahan

Amitosis
sel

disebut

juga

menjadi dua sel

pembelahan

biner,

yaitu

yang sama (identik), misalnya

pada Amoeba. Amitosis pada organisme uniselul bertujuan untuk


menghindari kepunahan jenisnya.
2. Pembelahan Sel Tidak Langsung (Mitosis dan Meiosis)
Mitosis

dan

meiosis

merupakan

pembelahan

sel

secara

tidak

langsung, yaitu melalui tahapar tahapan tertentu dan ditandai


dengan

penampakan

yang

berbeda-beda

dari

kromosom

yan

dikandungnya.
a. Mitosis
Mitosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anak
dengan jumla kromosom yang sama dengan jumlah kromosom sel
induknya, yaitu 2n. Mitosis terjac pada perbanyakan sel tubuh (se!
somatis). Mitosis berfungsi memelihara pertumbuha sel-sel baru
serta menjaga dan mernperbaiki bagian tubuh makhluk hidup.
Sebenarnya pembelahan mitosis hanyalah sebagian kecil dari
siklus sel. Siklus sel adalah peristiwa pertumbuhan sel menurut
tahapan tertentu dan setelah melalui semua tahapan akan kembali
ke tahapan semula. Siklus sel dapat dibagi menjadi dua tahapan,
yaitu interfase dan fase mitotik (M).
1) Interfase, yang merupakan 90% dari siklus sel
dengan waktu yang cukup lama. Interfase
terbagi

menjadi

tiga

fase,

yaitu

fase

pertumbuhan primer (Gap 1 disingkat G1),


fase

sintesis

(S),

dan

fase

sekunder (Gap 2 disingkat G2).

pertumbuhan

PEMBELAHAN SEL
A. Macam-Macam Cara Pembelahan Sel
1. Pembelahan Sel Langsung (Amitosis)
Amitosis adalah proses pembelahan se secara langsung yang tidak
melalui tahapa- -:ahapan pernbeiahan. Proses pembelahan ini te- adi
pada organisme uniseluler, misalnya bakteri. protozoa,
bersel

satu.

Amitosis

disebut

juga

pembeiahan

dan
biner,

alga
yaitu

pernbeiahan sel menjadi dua sel yang sama (identik), misalnya pan
Amoeba.

Amitosis

pada

organisme

uniseluler

bertujuan

untuk

rnenghindari kepunahan jenisnya.


2. Pembelahan Sel Tidak Langsung (Mitosis dan Meiosis)
Mitosis

dan meiosis

merupakan pernbelahan sel

secara

tidak

langsung, yaitu melalui tahapantahapan tertentu dan ditandai


dengan

pe-ampakan

yang

berbeda-beda

dari

kromosom

yang

dikandungnya.
a. Mitosis
Mitosis adalah pembelahan se yang menghasilkan 2 sel anak
dengan jumlah kromosom yang sama dengan jumla:- kromosom sel
induknya, yaitu 2n. Mitosis terjadi pada perbanyakan sel tubuh (sel
scatis). Mitosis berfungsi memelihara pertumbuhan sel-sel baru
serta menjaga dan memcerbaiki bagian tubuh makhluk hidup.
Sebenarnya pembelahan mites s hanyalah sebagian kecil dari
siklus sel. Siklus sel adalah pe-stiwa pertumbuhan sel menurut
tahapan tertentu dan setelah

semua

tahapan akan kembali ke tahapan semula. S


.clus sel dapat dibagi menjadi dua tahapan,
yaitu interfase dan fase mitotik (M).
1) Interfase, yang merupakan 90, dari
siklus sel dengan waktu yang cukup
lama.

Interfase

terbagi

menjadi

tiga

fase,

yaitu

fase

pertumbuhan pnmer (Gap 1 disingkat G1), fase sintesis (S), dan


fase pertumbuhan sekunder (Gap 2 disingkat G2).

2) Fase mitotik (M), mencakup empat fase dalam mitosis, yaitu profase,
metafase, anafase, dan telofase.
Secara garis besar, fase pembelahan mitosis terbagi menjadi dua fase,
yaitu fase pembelahan inti (kariokinesis) dan fase pembelahan sitoplasma
(sitokinesis). Kariokinesis dibagi menjadi empat subfase, yaitu profase,
metafase, anafase. dan telofase.
1) Profase, memiliki ciri membran nukleus dan nukleolus menghilang,
kromosom menebal, sentriol migrasi pada 2 kutub yang berbeda, dan
spindel pembelahan mulai terbentuk.
2) Metafase, memiliki ciri kromosom berada tepat pada bagian ekuator
pembelahan, serta bagian spindel telah berikatan dengan kromatid.
3) Anafase, memiliki ciri terjadi pergerakan kromatid menuju 2 kutub
berbeda setelah sentromer membelah.
4) Telofase, memiliki ciri yaitu anak inti/nukleolus dan membran nukleus
mulai muncul kembali, terjadi sitokinesis yang membagi sel menjadi 2
sel anak yang identik satu
carna lain

b. Meiosis
Meiosis

(pembelahan

reduksi)

adalah

pembelahan

sel

yang

menghasilkan 4 sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari jumlah


kromosom sel induknya. Dari satu sel induk yang diploid (2n) dihasilkan 4
sel anak yang masing-masing haploid (ri). Meiosis -berfungsi memelihara
jumlah kromosom makhluk hidup dan membangun variabilitas genetik
suatu spesies. Meiosis hanya berlangsung pada organ reproduksi. yaitu
pada proses pembentukan sel garret atau disebut gametogenesis.

Meiosis dapat dibagi menjadi dua periode pembelahan, yaitu meiosis


I dan meiosis II. 1) Meiosis I
a) Profase I
Tahapan ini terdiri dari lima subfase sebagai berikut.
(1) Leptoten. benang-benang kromatin memendek dan menebal,
membentuk kromosom homolog.
(2)Zigoten, sentrosom membelah menjadi dua dan bergerak ke arah
kutub yang berlawanan. Sementara itu, kromosom homolog saling
berpasangan.
(3)Pakiten, terjadi duplikasi kromosom.
(4)Diploten, dua kromosom homolog yang saling berpasangan
memisahkan diri, terjadi pindah silang (crossing over).
(5)Diakinesis, dua sentriol sampai pada kutub yang berlawanan,
terbentuk gelendong pembelahan, membran inti dan nukleolus
menghilang.
b) Metafase I
Kromosom berderet di bidang ekuator, kromosom homolog tetap

bergandengan.
c)

Anafase I
Kromosom homolog berpisah dan bergerak ke arah kutub yang
berlawanan tanpa pemisahan sentromer.

d) Telofase I
(1)

Terbentuk membran nukleus.


(2)Terjadi

proses

sitokinesis

(pembelahan sitoplasma sel).

(3)

Terbentuk 2 sel anak yang haploid (n). 2) Meiosis II Tahap-tahap dalam


meiosis II mirip dengan meiosis I. Tahapan meiosis II sebagai berikut.
a) Profase II
(1) Benang-benang kromatin yang terbentuk kembali pada akhir
meiosis I memendek dan menebal membentuk kromosom.
s (2) Selaput inti dan nukleolus dalam sel mulai menghilang dan
benangbenang spindel menarik sentromer kedua kutub yang
berbeda.
b) Metafase II
(1)Kromatid bergerak berjajar dan beraturan di bidang ekuator.
(2)Benang

spindel

menghubungkan

sentromer

dengan

kutub

pembelahan.
c) Anafase II
Kromatid yang berpasangan saling berpisah dan masing-masing
kromatid bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
d) Telofase II
(1)Benang-benang kromatid yang telah sampai di kutub berubah
menjadi benang-benang kromatin.
(2)Karioteka dan nukleolus terbentuk kembali.
(3)Pada

bidang

pembelahan

terbentuk

sekat

yang

membagi

sitoplasma menjadi dua bagian.


(4)Terbentuk 4 sel anak yang masing-masing memiliki kromosom
setengah dari jumlah kromosom yang dimiliki sel induknya.
4) Satu inti dari masing-masing sisi bergerak ke tengah sehingga terdapat 2
inti di tengah yang disebut inti kutub. Dua inti tersebut akhirnya melebur
membentuk inti kandung lembaga sekunder yang diploid.
5) Tiga inti yang tertinggal di daerah kalaza disebut antipoda. Tiga inti yang
berada di daerah mikrofil, yang tengah menjadi ovum, sedangkan
pengapitnya disebut sinergid.
6) Pada saat pembuahan, spermatozoid yang masuk ke dalam kandung dari
setiap buluh serbuk sari ada 2 buah, yang satu akan membuahi ovum

menghasilkan zigot, sedangkan yang lain akan membuahi inti kandung


lembaga sekunder (2n) menghasilkan calcn endosperm (3n).