Anda di halaman 1dari 26

LABORATORIUM TEKNIK PERAWATAN

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015

MODUL

: Kompresor dan Blower

PEMBIMBING

: Ir. In Jumanda Kasdadi, MT

Praktikum

: 09 Juni 2015

Penyerahan : 16 Juni 2015


(Laporan)

Oleh
Kelompok

: 2

Nama

: 1. Annisa Novita Nurisma

NIM.131424005

2. Caesaria Rizky Kinanti

NIM.131424007

3. Diah Nurul Sayekti

NIM.131424008

Kelas

: 2A - TKPB

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Dalam mengoperasikan proses produksi di dalam industri atau pabrik, hampir
sebagian besar memerlukan peralatan pendukung proses yang diantaranya adalah kompresor
dan blower. Umumnya digunakan untuk memindahkan atau mengalirkan fluida seperti udara
atau gas untuk keperluan proses. Di dalam industri terdapat berbagai macam proses dengan
menggunakan fluida gas. Untuk memperlancar proses, fluida gas tersebut dialirkan
menggunakan sebuah alat. Kompresor, fan dan blower yang merupakan alat untuk
mentransportasikan gas yang sering digunakan.
Fan, blower dan kompresor dibedakan oleh metode yang digunakan untuk
menggerakan udara, dan oleh tekanan sistim operasinya. The American Society of
Mechanical Engineers (ASME)

menggunakan

rasio spesifik, yaitu rasio

tekanan

pengeluaran terhadap tekanan hisap, untuk mendefinisikan fan, blower, dan kompresor (lihat
Tabel 1).
Tabel 1. Perbedaan antara Fan, Blower dan Kompresor

Perbandingan Spesifik
Fan
Blower
Kompresor

Sampai 1,11
1,11 1,20
> 1,20

Kenaikan Tekanan
(mmWg)
1136
1136 2066
-

1.2 Tujuan
- Memahami bagian-bagian penting dari kompresor dan blower
- Dapat menguraikan dan merangkai kembali unit kompresor dan blower
- Menggambar skema alat pada bagian penting dari 3 arah berbeda
- Mengetahui metoda secara umum perawatan dan perbaikan

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Kompresor
Alat transportasi fluida

Kompresor adalah alat untuk mengalirkan/ memindahkan/ transportasi fluida seperti udara
atau gas yang dihasilkan tekanan yang relative besar (lebih besar dari tekanan yang
dihasilkan blower), yaitu sekitar 40 100 psig.
Yang penting dari kompresor adalah tekanan (pressure) yang dihasilkan, sedangkan
jumlah udara atau gas yang dialirkan relative lebih kecil bila dibandingkan dengan jumlah
udara yang dihasilkan oleh blower. Beberapa macam alat transportasi fluida gas antara lain:
1) Fan
Alat untuk mengalirkan udara/gas dengan tekanan relative rendah (low pressure) atau
sekitar 3% lebih besar dari tekanan udara/atmosfer. Pada umumnya digunakan untuk
ventilasi atau sirkulasi udara.
2) Blower
Alat untuk mengalirkan udara/gas dengan tekanan relative sedang (moderate
pressure) atau tekanan mencapai sekitar 40 psig (2,7 bar).
3) Kompresor
Alat untuk mngealirkan gas/udara dengan tekanan relative tinggi (high pressure) yaitu
sekitar 40-100 psig (7 bar).
2.2 Blower
Alat transportasi fluida

Blower adalah alat untuk mengalirkan atau memindahkan fluida dalam fasa gas dengan
tekanan relative sedang (moderate). Umumnya dapat digunakan untuk mengalirkan gas/udara
melalui pipa selama tekanan cukup. Beberapa macam alat transportasi fluida gas antara lain:
1) Fan
Alat untuk mengalirkan udara/gas dengan tekanan relative rendah (low pressure) atau
sekitar 3% lebih besar dari tekanan udara/atmosfer. Pada umumnya digunakan untuk
ventilasi atau sirkulasi udara.
2) Blower
Alat untuk mengalirkan udara/gas dengan tekanan relative sedang (moderate
pressure) atau tekanan mencapai sekitar 40 psig (2,7 bar).

3) Kompresor
Alat untuk mngealirkan gas/udara dengan tekanan relative tinggi (high pressure) yaitu
sekitar 40-100 psig (7 bar). Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan
menjadi

dua

compressor

bagian,
(Turbo).

yaitu Positive
Positive

dari Reciprocating dan Rotary,

Displacement

compressor

Displacement

sedangkan Dynamic

dan Dynamic

compressor,

compressor

(turbo)

terdiri
terdiri

dari Centrifugal, axial dan ejector, secara lengkap dapat dilihat dari klasifikasi di
bawah ini:

Tabel Perbandingan Antara Kompresor

Item

Reciprocatin
g

Efisiensi pada
Tinggi
beban penuh

Baling-Baling
Putar
Mediumtinggi

Ulir Putar
Tinggi

Sentrifugal
Tinggi

Buruk
:
Tinggi karena Buruk : dibawah
Efisiensi pada
dibawah
bertahap-tahap 60%
beban
beban sebagian
60% beban
(staging)
penuh
penuh

Buruk
:
dibawah
60% beban
penuh

Efisiensi tanpa
beban
(daya
Tinggi (10sama
dengan
25%)
persen
beban
penuh)

Medium
40%)

Tingkat
kebisingan

Bising

Tenang

Tenang jika
Tenang
tertutup

Ukuran

Besar

Kompak

Kompak

Kompak

Penggantian
minyak pelumas

Sedang

Rendah
medium

Rendah

Rendah

Getaran

Tinggi

Hampir
ada

Perawatan

Sangat
Banyak bagian Sedikit bagian sedikit
peralatan yang peralatan yang bagian
dipakai
dipakai
peralatan
yang dipakai

Kapasitas

Rendah-tinggi

Rendah-medium

Rendahtinggi

Mediumtinggi

Tekanan

Mediumsangat tinggi

Rendah-medium

Mediumtinggi

Mediumtinggi

(30

Tinggi
TinggiBuruk (25 Medium
60%)
(20 30 %)

tidak Hampir
tidak ada

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Hampir
tidak ada
Sensitif
terhadap
debu
dan
udara

3.1 Alat dan Bahan yang Digunakan


a. Alat yang Digunakan

Kompressor
Blower
Kunci-kunci pas
Obeng

b. Bahan yang Digunakan

Ampelas
Lap pembersih

3.2 Prosedur Kerja


3.2.1 Kompressor
Pastikan tidak ada aliran listrik yang mengalir dengan cara menekan saklar OFF dan
melepaskan kabel pengsuppli listrik

Lepaskan baut-baut pada kompressor

Gambar skema bagian alat yang penting dari 3 (tiga) arah yang berbeda

Tulis spesifikasi alat yang tertera di alat

Pasangkan kembali baut sehingga alat dalam keadaan terpasang kembali

Pastikan bahwa alat telah terpasang seperti semula

3.2.2 Blower

Ikatkan blower dengan menggunakan tali pengikat


Pastikan tidak ada aliran listrik dengan cara menekan saklar OFF atau
melepaskan kabel
Lepaskan baut pada blower dan lakukan dengan arah bersilang
Gambar skema bagian alat yang penting dari 3 (tiga) arah yang berbeda
Tulis spesifikasi alat yang tertera di alat
Pasangkan kembali baut dan dilakukan dengan arah menyilang
Pastiakn bahwa alat telah terpasang secara sempurna
Lepaskan tali pengikat blower

3.3 Keselamatan Kerja

Gunakanlah/pakailah jas lab sebelum melaksanakan kegiatan praktek


Gunakan topi kepala (helm) bila sedang melaksanakan praktek
Gunakan lap untuk membuka dan merangkaikan kembali alat percobaan

BAB IV

HASIL PENGAMATAN
4.1 Kompresor
Spesifikasi Kompresor:
No Nama Bagian
1

Katup
kompresor

2
Kerangka
frame

Motor listrik

Tabung udara

Gambar

Keterangan
Berfungsi untuk mengatur
pemasukan dan pengeluaran
gas/udara, kedalam atau
keluar silinder. Katup ini
bekerja
akibat
adanya
perbedaan tekanan yang
terjadi antara bagian dalam
dengan bagian luar silinder.

Kerangka frame berfungsi


untuk mendukung seluruh
beban dan berfungsi juga
sebagai tempat kedudukan
bantalan, poros engkol,
silinder dan tempat
penampungan minyak
pelumas.
Motor listrik adalah
pembangkit medan magnet
bolak-balik dalam suatu rotor
dan stator. Rotor adalah
bagian yang dapat bergerak
dan stator adalah bagian yang
tetap.

Tabung udara dipakai untuk


menyimpan udara tekan
apabila ada kebutuhan udara
tekan yang berubah-ubah
jumlahnya dapat dilayani
dengan lancar.

Katup
pengaman

Katup pengaman harus


dipasang pada pipa keluar
dari setiap tingkat
kompresor.Pengeluaran udara
harus berhenti secara tepat
jika tekanan sudah kembali
sangat dekat pada tekanan
normal maksimum.

4.2 Blower
No

Nama Bagian

Impeller / Blade,
berbentuk
Forward Curved
Blade

Gambar

Keterangan

Impelernya digerakan oleh gir


dan berputar 15.000 rpm.
Forward Curved adalah bentuk
blade yang arah lengkungan
bagian ujung terpasang diatas
searah dengan putaran roda.
Pada forward curved terdapat
susunan blade secara paralel
(multi blade) keliling shroud.

(Terdapat di bagian dalamnya


namun tidak bisa dibuka)
2

Stator

Stator terbuat dari laminasilaminasi dari bahan besi


silikon dengan ketebalan (4 s/d
5) mm dengan dibuat alur
sebagai tempat meletakan
belitan/kumparan. Stator akan
yang memberikan efek magnet
kepada rotor, sehingga rotor
dapat berputar

Rotor

Kipas Pendingin

Rotor adalah bagian yang


berputar dari motor. Rotor
terdiri dari satu set laminasi
baja beralur ditekan bersama
dalam bentuk jalur magnetik
silinder dan sirkuit listrik

Kipas pendingin yang terletak


di non drive-end (NDE) untuk
memberi pendinginan yang
kuat untuk stator dan rotor
.
5

Terminal Box

Terminal box adalah stop


kontak yang bertugas
menyambung aliran listrik dari
sumber ke motor. Dari
terminal box, pengaturan
starter star atau delta dapat
dilakukan. Pengaturan star
atau delta mengacu pada
informasi yang tertera pada
nameplate motor
KOMPRESOR
Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan dengan
cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan di dalam tangki udara
kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik). Kompresor dilengkapi dengan
tabung untuk menyimpan udara bertekanan, sehingga udara dapat mencapai jumlah dan
tekanan yang diperlukan. Tabung udara bertekanan pada kompresor dilengkapi dengan katup
pengaman, bila tekanan udaranya melebihi ketentuan, maka katup pengaman akan terbuka
secara otomatis.

Untuk menunjang proses kerja dan keamanan maka setiap kompresor dilengkapi
komponen penunjang antara lain :
a. Check Valve berfungsi untuk mengatur aliran udara dari dalam selinder ke dalam
tangki atau dapat langsung digunakan ke luar sesuai kebutuhan.
b. Safety Valve berfungsi untuk menjaga dan melepas tekanan lebih yang terjadi di
dalam tangki. Disamping melepas tekanan lebih juga berfungsi untuk menekan
tombol menjadi off sehingga motor listrik mati.
c. Regulator (Pressure Adjustable) berfungsi untuk mengatur tekanan udara yang
dapat dikeluarkan dari dalam tanki.
d. Pressure Gauge berfungsi untuk menunjukkan tekanan udara yang sedang
dialirkan keluar melalui pipa penghubung
e. Compressed air supply berfungsi sebagai pipa/selang untuk menyalurkan udara
bertekanan ke tujuan sesuai kebutuhan.
f. Fan berfungsi sebagai pedingin dengan jalan meniup udara ke sekeliling dinding
kompresor.
g. Air filter berfungsi untuk menyaring udara supaya udara yang masuk ke dalam
selinder bebas dari debu atau kotoran.
h. Cooling Fins berfungsi sebagai sirip pendingin kepala kompresor.
i. Motor and Body Hausing berfungsi sebagai dudukan dan pelindung komponen
kompresor dan motor penggerak.

BLOWER
Dalam dunia Industri untuk exhaust atau fan yang mempunyai kapasitas
besar,seringkali orang industri menyebutnya dengan istilah Blower.Blower merupakan
peralatan mekanis yang digunakan untuk memindahkan atau mengalirkan sejumlah udara /
gas secara kontiniu dengan memberikan energi pada udara / gas tersebut melalui suatu
empeling yang berputar, sehingga mengakibatkan adanya perubahan energi kinetis menjadi
energi potensial / tekanan.
Salah satu jenis blower yang sering digunakan dalam industri adalah Blower
Sentrifugal. Blower Sentrifugal ini bentuknya seperti keong dan mempunyai daya hisapatau
kapasitas yang kecil tetapi mempunyai daya dorong atau static pressureyang besar. Jadi
blower sentrifugal ini digunakan di ruangan yang tidak terlalu besar (kapasitas ruangan yang
kecil), tetapi memerlukan jarak buangatau daya dorong yang jauh. Dalam pengoperasiannya
blower sentrifugal rmenggunakan aplikasi sistem ducting sehingga semua titik panas
dapatterangkat atau terhisap. Panjang ducting harus di sesuaikan dengan staticpressure atau

daya dorong yang terdapat pada blower sentrifugal tersebut.Kalau ducting terlalu panjang dan
banyak lekukan akan terjadi lost static (kehilangan tekanan).Fungsi dari Centrifugal Blower
inipun sama dengan alat ventilasi udara padaumumnya yaitu menghisap atau membuang
udara panas pada suatu ruangan sepertidi ruang produksi, ruangan dapur pada suatu restoran,
ruang oven, ruangpengelasan, ruang mesin, labolatorium dan lain sebagainya.
Pada blower sentrifugal, terdapat bagian terpenting yang dijadikan inti dari blower
sentrifugal ini, yaitu Forward-curved blades. Forward-curved bladesini menggunakan bilah
yang melengkung searah dengan putaran fan. Forward-curved fan ini biasa dipakai pada laju
alir tinggi, tekanan rendah. Salah satu karakterisitiknya adalah beratnya, sehubungan dengan
jumlah bilah yang diperlukan.
Blower merupakan peralatan yang hampir sama dengan fan, bila ditinjau dari energi
potensial / tekanan discharger yang dihasilkan, maka dengan diameter yang sama, fan dan
blower dapat dibedakan sebagai berikut :
a. FAN : Menghasilkan beda tekanan antara discharger dan suction sangat kecil atau
tergantung diameter yang digunakan
b. Blower : Menghasilkan beda tekanan antara discharger dan suction lebih besar dari
fan.
Sedangkan untuk beda tekanan yang lebih besar blower dapat dilaksanakan dengan
compressor.

PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui bagian bagian dan fungsi
bagian tersebut pada kompresor dan blower, menguraikan dan merangkaikan bagian bagian

dari kompresor dan blower, serta mengetahui metoda perawatan dan perbaikan kompresor
dan blower.
Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan dengan
cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan di dalam tangki udara
kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik). Sedangkan Blower merupakan
peralatan mekanis yang digunakan untuk memindahkan atau mengalirkan sejumlah udara /
gas secara kontiniu dengan memberikan energi pada udara / gas tersebut melalui suatu
empeling yang berputar, sehingga mengakibatkan adanya perubahan energi kinetis menjadi
energi potensial / tekanan.
Pertama, kompresor dan blower dibongkar untuk kemudian dibersihkan bagian
bagiannya. Pada kompresor, terdapat komponen yang terdiri atas : katup kompresor, tabung
udara, motor listrik dan katup pengaman. Pada motor listrik terdapat rotor dan stator. Rotor
adalah bagian yang berputar dari motor. Rotor terdiri dari satu set laminasi baja beralur
ditekan bersama dalam bentuk jalur magnetik silinder dan sirkuit listrik. Stator adalah bagian
yang tetap. Stator terbuat dari laminasi-laminasi dari bahan besi silikon dengan ketebalan (4
s/d 5) mm dengan dibuat alur sebagai tempat meletakan belitan/kumparan. Stator akan yang
memberikan efek magnet kepada rotor, sehingga rotor dapat berputar. Tabung udara
digunakan untuk menyimpan udara bertekanan, sehingga udara dapat mencapai jumlah dan
tekanan yang diperlukan. Tabung udara bertekanan pada kompresor dilengkapi dengan katup
pengaman, bila tekanan udaranya melebihi ketentuan, maka katup pengaman akan terbuka
secara otomatis. Dan katup kompresor berfungsi untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran
gas/udara, kedalam atau keluar silinder. Katup ini dapat bekerja membuka dan menutup
sendiri akibat adanya perbedaan tekanan yang terjadi antara bagian dalam dengan bagian luar
silinder.
Prinsip kerja dari kompresor ini sama seperti pompa ban yaitu memampatkan udara
di dalam silinder dengan torak. Perbedaanya terletak pada katupny, kedua katup dipasang
dikepala silinder, dan tenaga penggeraknya adalah motor listrik. Tangki udara berfungsi sama
dengan ban yaitu sebagai penyimpan energi udara mampat.

Perawatan standar pada kompresor:

Gunakan kompresor sesuai aplikasinya.


Perhatikan pengisian tangki, harus lebih besar dari debit penggunaannya

Sebaiknya motor memiliki tenggang waktu yang cukup untuk hidup dan mati,

minimal 5-10 menit.


Kompresor di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
Hindarkan kompresor dari hujan/air maupun sinar matahari secara langsung (letakan

di tempat terlindung).
Minimal sekali dalam seminggu untuk menguras tangki dengan angin (sebaiknya tiap
hari).
Praktek perawatan kompresor yang baik dan benar akan meningkatkan efisiensi

kinerja system. Untuk keperluan tersebut maka perlu pemeliharaan dan pengecekan secara
terjadwal. Waktu untuk perawatan dan pengecekan kompresor, yaitu :
1) Selalu mengacu pada maintenance instructions atau service manual yang dikeluarkan
oleh manufacture
2) Pemeliharan kompresor bolak-balik secara umum:
Selama 24 jam operasi
Setelah 1 bulan atau 500 jam
Setiap 2000 jam
Setiap 4000 jam
Setiap 8000 jam
Setelah mencapai 10000 jam
3) Selama 24 jam operasi, periksa/catat:
Tekanan/temperatur air pendingin
Tekanan/temperatur minyak pelumas
Putaran
Tekanan/temperatur gas masuk
Perbedan tekanan pada filter
Tekanan suction/discharge tiap stage
Temperatur gas masuk/keluar tiap stage
Tekanan/temperatur gas keluar
Periksa oil scraper ring
4) Setelah 1 bulan atau 500 jam operasi:
Periksa seluruh instalasi
Drain air pendingin
Drain minyak pelumas dan ganti baru
Periksa/bersihkan gas dan oil filter
Periksa dan bersihkan suction dan discharge valve
Periksa ring piston
5) Waktu untuk pemeriksaan ring piston, yaitu :
a. Untuk kompresor dengan pelumasan:
Ukur keausan ring setelah 500, 1000, dan 2000 jam operasi
Bila keausan telah mencapai batas yang diijinkan segera diganti
b. Untuk kompresor tanpa pelumasan:
Ukur keausan ring setelah 175, 500 dan 1000 jam operasi
Bila keausan telah mencapai batas yang diijinkan segera diganti

c. Setelah 2000 jam operasi:


Periksa kebocoran pada stuffing box
Periksa oil scraper ring
Periksa cross head pin, bearing/ bushing, dan cross head guide
Periksa piston rod
Periksa unloader valve
d. Setiap 4000 jam:
Periksa/kalibrasi safety/protective device
Lakukan modifikasi bila diperlukan
e. Setelah mencapai 10.000 jam:
Lakukan overhaul sesuai petunjuk maintenance instruction/service manual dari
manufacture
Pemeliharaan dan pengecekan kompresor dilakukan terhadap komponen-komponen
penunjang antara lain :
1) Pelumasan. Tekanan minyak pelumas kompresor harus secara visual diperiksa setiap
hari dan saringan minyak pelumasnya diganti setiap bulan.
2) Saringan udara. Saringan udara masuk sangat mudah tersumbat terutama pada
lingkungan yang berdebu. Saringan harus diperiksadan diganti secara teratur.
3) Traps kondensat. Banyak system memiliki traps kondensat untuk mengumpulkan
(untuk traps yang dipasang dengan sebuah kran apung) dan menguras kondensat
dari system. Traps manual harus secar berkala dibuka dan ditutup kembali untuk
menguras fluida yang terakumulasi, traps otomatis harus diperiksa untuk memastika
bahwa tidak ada kebocoran udara tekan.
4) Pengering udara. Udara kering merupakan energy yang intensif. Untuk pengering
yang didinginkan, periksa dang anti saringan awal secara teratur karena pengering
tersebut seringkali memiliki lintasan kecil di bagian dalamnya yang dapat tersumbat
oleh bahan pencemar. Pengering regenerative memerlukan sebuah penyaring
penghilang minyak pada saluran masuknya karena mereka tidak dapat berfungsi
dengan baik jika minya pelumas dari kompresor melapisi bahan penyerap airnya.
Suhu pengeringan yang baik harus dijaga dibawa 100 oF untuk mnghindari
peningkatan pemakaian bahan penyerap airnya, yang harus diganti lagi setiap 3-4
bulan terantung pada laju kejenuhan.
5) Periksa kebocoran dan kehilangan tekanan diseluruh system secara teratur.
6) Hindari praktek yang tidak benar, untuk memastikan penggunaan udara yang bebas
kadar air pada titik penggunaan.
7) Atur seluruh operasi titik penggunaan pada tekanan serendah mungkin dengan
menggunakan regulator yang baik.
8) Matikan pasokan udara ke peralatan produksi yang sedang tidak bekerja.
9) Pantau penurunan tekanan dalam system pemipaan.

10) Gunakan

teknologi pengeringan yang

member

tekanan

maksimum yang

diperbolehkan untuk titik pengembunan.


11) Pilihlah suku cadang kompresor yang terbaik.
Untuk beberapa masalah yang lebih spesifik maka perawatannya adalah sebagai
berikut:
a. Kapasitas rendah/turun
b.
Penyebab:
Putaran turun/rendah
Plate
suction

c.

valve

trganjal/putus
Filter kotor
Unloader valve terganggu
Stuffing box bocor

Tindakan yang dilakukan :

Periksa putaran dan naikkan


Bersihkan/ganti plate vave

suction
Bersihkan/ganti filter
Periksa/seting ulang

unloader
Periksa/ganti carbon ring

Turunkan

masuk
Bersihkan water jacket
Besarkan
aliran
media

pendingin
Seting ulang rasio kompresi

katup

d.
e. Temperatur discharge tinggi/naik
f.
Penyebab :
Temperatur suction naik
Water jacket kotor
Aliran media pendingin kurang
Kompresi ratio naik
g.
h.
Tindakan yang dilakukan :

temperatur

gas

i.
j. Temperatur discharge rendah/turun
k.
Penyebab:
Tekanan masuk rendah
Plate
suction
valve

terganjal/putus
Unloader valve terganggu
Ring piston aus

l.
m.
Tindakan yang dilakukan:
Periksa/ganti filter yang kotor
Periksa/bersihkan, seting ulang

spring valve
Periksa/koreksi unloader valve
Periksa/ganti ring piston

n.
o.
p. Tekanan minyak pelumas rendah

q.

Penyebab:

Level minyak pada tangki

rendah
Filter pelumas kotor
Seting
regulator

pelumas rendah
Kebocoran pada main bearing
Temperatur pelumas tinggi

tekanan

r.
s.
Tindakan yang dilakukan :
Tambahkan minyak pelumas
Bersihkan/ganti filter
Seting ulang regulator tekanan
Set clearance bearing
Periksa/koreksi temperature

t.
u.
v.
w. Kebocoran pada oil seal/scraper
piston rod
x.
Penyebab:
Scraper seal oil rusak
Clearance tidak tepat
Piston rod aus/cacat

y.
z.
Tindakan yang dilakukan:
Periksa/ganti oil seal/scaper

piston rod
Periksa/perbaiki/ganti

piston

rod

aa.
ab. Banyak deposit/carbon pada valve
ac.
Penyebab:
Catu pelumas berlebihan
Temperatur silinder tinggi
Pelumas terbawa dari stage

sebelumnya
Pelumas off-spec
ad.
ae.
af.
ag.
Tindakan yang dilakukan:

pendingin
Periksa oil eliminator, pasang

oil separator
Periksa/ganti pelumas sesuai

Periksa/koreksi catu pelumas


Periksa
rasio
kompresi,
temperatur

masuk,

dan

spesifikasi (on-spec)

ah.
ai. Noise dalam cylinder
aj.
Penyebab:
Lock nut piston longgar
Piston menyentuh silinder

Terdapat benda asing dalam

silinder
Unloader valve out of position
ak.

al.
Tindakan yang dilakukan :
Periksa/koreksi lock nut piston
Seting ulang clearance

Bersihkan silinder dari benda-

benda asing
Periksa/koreksi unloader valve

am.
an. Noise dalam crank case
ao.
Penyebab:
Crank shaft bearing clearance

tidak tepat/aus
Cross head shoes aus
Cross head bearing clearance

tidak tepat/aus
Tekanan pelumas rendah
Pelumas tidak sesuai
ap.

aq.
Tindakan yang dilakukan:
Periksa/ganti bearing
Periksa/ganti cross head
Periksa/ganti
cross
head

bearing
Naikkan tekanan pelumas
Ganti
pelumas
sesuai
specifikasi

ar.
as.

Komponen inti pada blower yaitu impeller, motor listrik dan kipas

pendingin. Impelernya digerakan oleh gir dan berputar 15.000 rpm. Forward Curved
adalah bentuk blade yang arah lengkungan bagian ujung terpasang diatas searah
dengan putaran roda. Pada forward curved terdapat susunan blade secara paralel
(multi blade) keliling shroud. Karena bentuknya, maka pada jenis ini udara atau gas
meninggalkan blade dengan kecepatan yang tinggi sehingga mempunyai discharge
velocity yang tinggi dan setelah melalui housing scroll sehingga diperoleh energi
potensial yang besar. Termasuk dalam jenis blower sentrifugal. Pada motor listrik
terdapat rotor dan stator. Rotor adalah bagian yang berputar dari motor. Rotor terdiri
dari satu set laminasi baja beralur ditekan bersama dalam bentuk jalur magnetik
silinder dan sirkuit listrik. Stator adalah bagian yang tetap. Stator terbuat dari
laminasi-laminasi dari bahan besi silikon dengan ketebalan (4 s/d 5) mm dengan
dibuat alur sebagai tempat meletakan belitan/kumparan. Stator akan yang memberikan
efek magnet kepada rotor, sehingga rotor dapat berputar. Kipas pendingin yang
terletak di non drive-end (NDE) untuk memberi pendinginan yang kuat untuk stator
dan rotor.
at.

Prinsip kerjanya yaitu meningkatkan kecepatan aliran udara dengan

impeler berputar. Kecepatan meningkat sampai mencapai ujung blades dan kemudian
diubah ke tekanan.
au.
Fan dan blower pada umumnya memiliki karakteristik yang serupa,
sehingga perawatan keduanya pun akan sama.
1) Masalah yang sering timbul pada fan / blower
a. Kinerja yang buruk
- Kesalahan perhitungan desain sistem atau prosedur pengujian
- Kesalahan RPM blower
- Roda blower berputar di arah yang salah
- Kesalahan jarak roda ke inlet cone
- Kebocoran udara pada inlet atau discharge, filter tersumbat.
- Efek sistem karena kesalahan hubungan inlet atau discharge
b. Kebisingan yang berlebihan
- Fan beroperasi dekat stall karena sedain sistem atau pemasangan yang salah
- Getaran yang berasal dari tempat lain dalam sistem
- Resonansi sistem atau getaran
- Kesalahan lokasi atau orientasi dari intake dan discharge fan
- Tidak memadai atau kesalah desain dari struktur pendukung
- Suara tedekat memantul
- Aksesoris atau komponen longgar
- Bantalan yang digunakan sudah lama (usang).
c. Kegagalan Komponen

- Abrasi atau korosi pada komponen bagian dalam fan


- Getaran karena impeller tidak seimbang
- Kurangnya pelumasan bantal
d. Getaran
- Kelonggaran pemasangan padan bantara, baut atau kopling
- Keausan berlebih pada belt kopling atau bantalan
- Poros bengkok
- Struktur pendukung atau pemasangan yang tidak memadai.
av.
2) Pemeliharaan rutin
aw.
Pemeliharaan ini rutin untuk mempertahankan tingkat kinerja.
Kegiatan pemeliharaan meliputi :
- Pemeriksaan periodik semua komponen sistem
- Pelumasan bantalan dan penggantian
- Pengencangan belt dan penggantian
- Perbaikan atau penggantian motor
- Pembersihan fan
ax.Konsekuensi yang paling mahal dari perawatan yang tidak benar adalah
downtime. Untuk meminimalisasi downtime, perawatan system dasar harus
diterapkan secara teratur. Berikut adalah daftar perawatan dasar, yaitu :
a) Kondisi Motor
b) Sabuk (Belts)
ay. Belt biasanya bagian perawatan paling intensive pada fan. Belt
cenderung kehilangan tegangan, mengurangi efisiensi transimisi.
c) Bantalan (Bearings)
az. Bantalan harus dipantau secara berkala. Menentukan kondisi bantalan
dapat dengan mendengarkan suara yang mengindikasi pemakaian berlebih,
mengukur temperature operasi bantalan atau dengan menggunakan teknik
perawatan prediksi seperti analisi getaran atau analisis minyak.
ba. Pelumasan bantalan harus sesuai dengan petunjuk manufaktur fan.
Sebagai contoh untuk fan kecepatan tinggi, interval waktu pelumasan dapat
dilakukan minggu atau lebih sering.
- Untuk bantalan yang dilumasi minyak, periksa kualitas minya jika perlu
-

diganti.
Pastikan bantalan cukup terlindungi dari kontaminan
Untuk fan axial, bantalan anti friksi banyak digunakan karena kebutuhan

bantalan dorong untuk menangani beban dorong aksial.


d) System Cleaning
bb. Fan dan komponen system rentan terkontaminasi sehingga harus
dibersihkan secara berkala.
e) Kebocoran (Leaks)

bc.

Periksa kebocoran saluran yang data menyebabkan kehilangan energy

dan performa system yang buruk.


bd.
3) Bagian-bagian ini berisi opsi penting untuk efisiensi energy pada fan
- Gunakan kerucut saluran masuk udara yang halus dan bulat untuk saluran masuk
-

udara fan
Hindarkan distribusi aliran yang buruk pada saluran masuk fan
Minimalkan rintangan fan pada saluran masuk dan kelaur
Bersihkan screens, filter dan blades fan secara teratur
Minimalkan kecepatan fan
Gunakan slip rendah atau belts datar untuk transmisi tenaga
Periksa tekanan belt secara teratur
Hilangkan variable pitch pulleys
Gunakan variable speed drive untuk beban fan dengan variabel besar
Gunakan motor yang efisien energinya untuk operasi sinambung atau yang

mendekati sinambung
Hilangkan kebocoran dalam saluran kerja
Minimalkan bengkokan dalam saluran kerja
Matikan fan dan blower jika tidak digunakan
Turunkan kecepatan fan dengan modifikasi diameter pully bila motornya

kebesaran
Gunakan inlet guide vanes sebagai pengganti pengendali damper
Ubah impeller dari plastik yang dilapisi logam/ kaca (GRP) dengan impeller

FRP berlubang yang lebih efisien energinya dengan desain aerofoil


Coba operasikan fan dekat titik operasi terbaiknya (BEP)
Kurangi kehilangan transmisi dengan menggunakan belt datar yang energinya
efisien atau cogged raw-edged V-belts sebagai pengganti sistim V-belt

konvensional
Minimalkan resistansi dan penurunan tekanan sistim dengan memperbaiki sistim

salurannya
Pastikan penyambungan antara sistim penggerak dan yang digerakkan sudah

benar
Pastikan kualitas pasokan daya yang cukup ke penggerak motor
Periksa secara teratur kecenderungan getaran untuk memperkirakan kegagalan
lebih

awal

seperti

kerusakan

bearing,

ketidakseimbangan, kelonggaran fondasi, dll.


be.
bf.
bg.
bh.
bi.
bj.
bk.

ketidaksesuaian

sambungan,

bl.
bm.
bn.
bo.
bp. BAB V
bq. SIMPULAN
br.

Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan dengan


cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan di dalam tangki

udara kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik).


Blower merupakan peralatan mekanis yang digunakan untuk memindahkan atau
mengalirkan sejumlah udara / gas secara kontiniu dengan memberikan energi pada
udara / gas tersebut melalui suatu empeling yang berputar, sehingga mengakibatkan

adanya perubahan energi kinetis menjadi energi potensial / tekanan.


Komponen pada kompresor antara lain katup kompresor, tabung udara, motor listrik

dan katup pengaman.


Komponen pada blower antara lain impeller, motor listrik dan kipas pendingin.
Perawatan pada kompresor yaitu gunakan kompresor sesuai aplikasinya. Perhatikan
pengisian tangki, harus lebih besar dari debit penggunaannya.. Kompresor di simpan
pada tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Hindarkan kompresor dari hujan/air
maupun sinar matahari secara langsung (letakan di tempat terlindung).Minimal sekali
dalam seminggu untuk menguras tangki dengan angin (sebaiknya tiap hari).Cara
merawat blower yaitu pemeriksaan periodik semua komponen system. Pelumasan
bantalan dan penggantian. Pengencangan belt dan penggantian. Perbaikan atau
penggantian motor. Pembersihan fan.

bs.
bt.
bu.
bv.
bw.
bx.
by.
bz.
ca.
cb.

cc. DAFTAR PUSTAKA


cd.
ce.

Instruction Manual, Engineering Industry Training Board, The Engineering


Industry Training Board, 1976, Module J2IS.

cf.

Handojo, L., 1995, Teknologi Kimia, bagian I, hal .. , Pradnya Paramita,


Jakarta.

cg.

Sularso, Haruop Tahara, Pompa dan Kompresor Pradnya Paramita, Jakarta.


Edisi 9, tahun 2006

ch.

Anonim. (Online) Tersedia : http://www.scribd.com/doc/68359152/31/PrinsipKerja-Kompresor. Diakses pada 12 Juni 2015.

ci.

Anonim.

Axial

Compressor.

(Online)

Tersedia

http://en.wikipedia.org/wiki/Axial_compressor. Diakses pada 12 Juni 2015


cj.

Anonim.

Radial

Blade

Blowers.

(Online)

Tersedia

http://www.peerlessblowers.com/products/radial_blade_blowers/.
pada 12 Juni 2015
ck.
cl.
cm.
cn.
co.
cp.
cq.
cr.
cs.
ct.
cu.
cv.
cw.

Diakses

cx.
cy. LAMPIRAN

cz.
N
dd.
1

Kompresor
da. Nama
Bagia
n
de. Katup
kompr
esor

db. Gambar

dc. Gambar

dg.

df.
dh.
2

dk.

di.
dj. Keran
gka
frame

dn.

dl.

dm.
do.
3

dq.

dp. Motor
listrik

dr.
ds.

dt.

du.
4

dv. Tabun
g
udara
dw.

dx.

ea.

dy.

dz.
eb.
5

ec. Katup
penga
man

eg.

ed.

ee.
ef.
eh.

Blower

ei.
N

ej. Nama
Bagian

ek. Gambar

em.
1

en. Impelle
r/
Blade,
berbent
uk
Forwar
d
Curved
Blade

eo.

es.

et. Stator

ep. (Terdapat di bagian


dalamnya namun tidak
bisa dibuka)
eq.
eu.

el. Keterangan

er. .

ew.

2
ex.
3

ey. Rotor

fc.
4

fd. Kipas
Pendin
gin
fe.

fi.
5

fj. Termin
al Box

ev.
ez.

fb.

fa.
ff.

fh.

fg.

fk.
fm.

fl.
fn.