Anda di halaman 1dari 2

Discussion

Dalam penelitian ini, kami membuktikan bahwa pencampuran PN yang mengandung


emulsi FO, baik yang tunggal atau yang dalam kombinasi dengan minyak zaitun / kedelai LCT
atau minyak kedelai LCT dan emulsi minyak kelapa MCT, tampak stabil dan cocok untuk infus
pada pasien pediatri ketika konsentrasi kalsium dipertahankan di bawah 4,5 mmol / L. Dalam
keadaan ini, diameter partikel tetap stabil dan peningkatan signifikan yang terjadi pada hari
keempat tidak menyebabkan dimensi berbahaya. Ketika kandungan kalsium di atas 4,5 mmol / L,
diameter partikel sudah lebih kritis selama tiga hari pertama dan meningkat secara signifikan
selama hari keempat setelah peracikan. Fakta bahwa kandungan kalsium di bawah 4,5 mmol / L
tidak mempengaruhi dimensi partikel, memungkinkan dokter atau tenaga kesehatan lain yang
meresepkan PN memilih dalam berbagai emulsi untuk menyesuaikan kandungan omega-3 sesuai
dengan kebutuhan pasien. Cara ini adalah alternatif yang valid untuk memperkaya emulsi lipid
(SMOFlipid) dalam suatu komposisi yang tetap. Dalam situasi dimana tingkat kalsium dapat
melebihi 4,5 mmol / L, seperti yang sering diperlukan dalam pasien prematur, disarankan untuk
menginjeksikan hanya FO emulsi melalui jalur intravena kedua.
Analisis yang digunaka melalui penguraian sinar laser bukan dengan mengaburkan
cahaya karena cut off untuk lipid maksimum diameter droplet adalah 1 mikron. Cut off ini sesuai
dengan Pedoman Eropa dan Italia untuk emulsi lipid dipertimbangkan aman untuk infusion.3e6
penguraian sinar Laser, yang banyak digunakan dalam industri, dapat mendeteksi perbedaan
diameter partikel mulai dari ratusan nanometer sampai beberapa ukuran millimeter. Secara
khusus, jauh lebih sensitif dibandingkan mengaburkan cahaya sehubungan dengan deteksi
gelembung-gelembung lemak kecil. Hal tersebut bebeda dengan Driscoll, dimana terkait dengan
deteksi gelembung-gelembung lemak yang lebih besar (> 5 mikron tidak melebihi proporsi
0,05%). Sebagai tambahan, teknik hamburan cahaya memiliki keuntungan yaitu membutuhkan
pengenceran sampel yang rendah untuk menentukan stabilitas emulsi lipid, karena pengenceran
sampel yang berlebihan dapat menutupi terbentuknya flokulasi emulsi. Hasil akhirnya dari
stabilitas emulsi lipid dibandingkan dengan formulasi lain yang sebelumnya dievaluasi oleh
petugas dengan cara penguraian sinar laser yang sama dengan metode penilitian yang dilakukan.

Studi ini mengidentifikasi kalsium cut off dalam emulsi lipid dapat mengganggu stabilitas
admixture. Dalam literatur, tidak ada laporan lain yang menunjukkaan kesamaan informasi rinci
untuk diterapkan dalam praktek umum. Tlessy et al. menunjukkan ukuran tetesan dalam rentang
yang diharapkan (0.2-0.6 mikron) dalam larutan yang berbeda dengan dan tanpa kalsium selama
24 jam pertama pemberian infus. Namun, tidak bisa lebih spesifik ketika mengevaluasi fase
supernatan lebih dari 5 mikron tetesan.
Admixture ditempatkan menurut guideline ESPEN untuk Pediatri PN, dihitung rasio kalsium
sampai fosfor yang prematur, neonatal dan pediatrik yang direkomendasikan ESPEN yaitu
rentang 1-1.7: 1. Hanya setengah dari admixture yang terdapat dalam rentang ini dengan satu ke
atas dan lima ke bawah yang mungkin memenuhi persyaratan dari beberapa pasien dengan
kondisi parah. Menariknya, dari rasio lima kebawah, terdapat empat kelompok yang stabil
dengan kalsium bawah 4,5 mmol / L. Tidak ada komentar apakah hal ini akan berdampak pada
presipitasi kalsium dan fosfor dan tetesan lipid pada muatan permukaannya.
Partikel kecil yang ditemukan dalam diameter FO dan minyak zaitun/kedelai berdasarkan
campuran LCT + FO dibandingkan dengan buah zaitun/kacang kedelai campuran LCT saja
membawa kita untuk lebih mengetahui informasi mengenai pilihan yang tepat yang baik untuk
digunakan. Hipotesis pertama, harus melakukan dengan perbedaan steric yang dibebankan pada
asam oleat, yang kelihatannya melipat kembali dengan sendirinya di hadapan asam lemak dari
omega-3, dimana, pada akhirnya, hasilnya tidak terlalu kental. Hipotesis kedua dengan anggapan
bahwa minyak oleat tak jenuh tunggal dapat memberikan kesepakatan yang optimal antara
stabilitas oksidatif dan sifat suhu yang rendah melalui konversi reaksi hidrogenasi dari lemak tak
jenuh yang tidak stabil dari rantai asam ke molekul jenuh yang stabil. Efek ini telah dilihat dalam
kestabilan oksidatif biodiesel setelah berkurangnya kejenuhan dari rantai asam lemak.
Kesimpulannya, hasil penelitian ini menegaskan bahan kimia tersebut dan sebagainya adalah
terapi keselamatan dari 12 campuran dimana PN lemak yang teremulsi tetap stabil selama empat
hari setelah pembuatan. Hasil ini tidak dapat diberikan kepada pencampuran PN lainnya. Karena
itu penelitian lebih lanjut diperlukan pada penelitian ini untuk keaman pada pasien yang tidak
stabil dan neonatus, yang membutuhkan kebutuhan kalsium lebih tinggi dan variasi konstan dari
kandungan nutrisi.