Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM MANDIRI

KIMIA ORGANIK
KULIT BATANG POHON MANGGA

OLEH:
SHELMA ELGHI C
1501087
TPK C

LABORATORIUM KIMIA
POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK
IDENTIFIKASI PROTEIN

Disusun oleh :
Kelompok 2 TPK C
Shelma Elghi C ( 1501087 )
laporan ini di buat guna memenuhi salah satu persyaratan penilaian dalam mengikuti mata kuliah
Kimia Organik pada program studi Teknologi Penyamakan Kulit di Politeknik ATK Yogyakarta.
Disahkan pada tanggal :
........................
Asisten Dosen I

Praktikan

( Hana Nugroho A.Md )

(Shelma Elghi C)

Dosen Pengampu

( Entin Darmawati )

KULIT BATANG MANGGA

(Mangifera indica L)

A. Tujuan Praktikum
Pengambilan senyawa flavonoid dari kulit batang manga (Mangifera indica L),
identifikasi serta penerapan pewarnaan pada kulit kras domba/kambing.
B. Dasar Teori
a. Pengertian Ekstraksi
Ekstraksi adalah pemisahan satau atau beberapa bahan dari suatu padatan
atau cairan. Proses ekstraksi bermula dari penggumpalan ekstrak dengan
pelarut kemudian terjadi kontak antara bahan dan pelarut sehingga pada
bidang datar antarmuka bahan ekstraksi dan pelarut terjadi pengendapan
massa dengan cara difusi.
Bahan ekstraksi yang telah tercampur dengan pelarut yang telah menembus
kapiler kapiler dalam semua bahan padat dan melarutkan ekstrak larutan
dengan konsentrasi lebih tinggi di bagian dalam bahan ekstraksi dan terjadi
difusi yang memacu keseimbangan konsentrasi larutan dengan larutan diluar
bahan (Sudjadi, 1998)
Macam macam metode ekstraksi
1. Maserasi
Merupakan proses yang paling sederhana yakni dengan menggunakan
pelarut dan beberapa kali pengadukan pada suhu kamar.
2. Perkolasi
Merupakan estraksi yang dilakukan dengan menggunakan pelarut pada
bahan yang akan diekstrak
3. Soklektasi
Ekstraksi ini menggunakan pelarut yang selalu baru dengan bentukan alat
khusus dan pengadukan yang berkelanjutan.
4. Digesti
Ektraksi ini merupakan maserasi kinetic (pengadukan kontinu) pada suhu
sekitar 40 50 derajat celcius.
5. Refliks
Ekstraksi ini dilakukan dengan cara pemanasan hingga mencapai titik
didih tertentu.
b. Deskripsi
Pohon manga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang memiliki struktur
batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan
berkayu yang mempunyai tinggi batanglebih dari 5m. Mangga bisa
mencapai tinggi 10 40m. Batang mangga tegak, bercabang agak kuat,
dengan daun daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah,
oval atau memanjang dengan diameter sampai 10m. Kulit batangnya
tebal dan kasar dengan banyak celah celah kecil dan sisik sisik bekas
tangkai daun. Warna pepagan (kulit batang) yang sudah tua biasanya
coklat keabuan, kalabu tua sampai hamper hitam.
c. Pemanfaatan

Salah satu dari tumbuhan yang biasa digunakan sebagai tumbuhan obat
adalah tumbuhan mangga (Mangifera indica L). Bagian tumbuhan Mangga
yang paling penting dan berguna dalam kehidupan manusia shari hari
terutama bagi kesehatan adalah getah, kulit batang, buah muda, dan
buah masak. Getah mangga dari bagian batang atau ranting dapat
dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk penyakit luar, seperti eksim,
kudis, dan gatal gatal. Penyakit rematik atau persendian nyeri dapat
diatasi dengan menggunakan kulit batang pohon mangga (Rukmana,
1997). Selain itu, kulit batang pohon mangga juga dapat dimanfaatkan
sebagai pewarna alami.
d. Sifat sifat kimia dan zat yang terkandung dalam jati
Kandungan yang dimiliki kulit batang pohon mangga yaitu flavanoid,
saponin, dan tannin.
Senyawa flavanoida sebenarnya terdapat pada semua bagian tumbuhan
termasuk akar, kayu, daun, kulit, tepung sari, bunga, buah dan biji.
Flavanoida dalam tumbuhan mempunyai fungsi sebagai ppigmen warna,
fungsi fisiologis, dan patologi, aktivitas farmakologi dan flavanoida dalam
makanan.
C. Metode Kerja
1) Alat
Beker glass 1000ml
Kompor listrik
Pengaduk kaca
Rak tabung reaksi
Tabung reaksi
Botol semprot
Saringan
Gelas ukur
Pipet tetes
Corong kaca
2) Bahan
Babakan kulit batang pohon mangga
Aquades

H2SO4

FeCl3
NaOH
KMnO4

D. Cara Kerja

Dalam pengambilan pewarna alami pada kulit batang pohon mangga, melalui
beberapa tahapan yaitu ; 1. Pembuatan ekstraksi, 2. Tahap identifikasi, 3.
Tahap penerapan pada kulit kras domba.
Tahapan tahapan tersebut sebagai berikut;
1. Tahap pembuatan ekstraksi
Menimbang babakan kulit batang pothon mangga sebanyak 50gr

Melarutkan dengan aquades sebanyak 350ml


Ratio perbandingan (1:7)

Memanasakan sampai mendidih sambil diaduk aduk

Mengaduk larutan hingga volumenya berkurang sampai separuhnya

Mendiamkan larutan supaya dingin/agak dingin


2. Tahap identifikasi
- Menyiapkan 5 buah tabung reaksi
- Memberi label pada masing masing tabung reagen yang akan
direaksikan
- Memasukan 10 tetes larutan ekstraksi pada masing masing tabung
- Memasukan reagen pada masing masing tabung yang sudah berisi
larutan ekstraksi
- Mengamati reaksi yang terjadi
- Mengecek pH, Be, dan Volume
3. Tahap penerapan pada kulit
- Kulit kras domba direndam dalam ember yang berisi air biasa
beberapa menit
- Setelah beberapa menit, air dalam ember di ganti dengan larutan
ekstraksi
- Memasukkan kulit kras dan meremas remas kulit kurang lebih selama
1 jam
- Merendam kulit selama 1 malam supaya pewarna terserap secara
sempurna

E. Hasil Praktikum
a. Organoleptik dan identifikasi senyawa flavonoid
pH
:6
warna larutan : coklat tua kehitam hitaman
pelarut
: aquades
kepekatan
: 1 Be
kandungan
: flavanoid
volume larutan : 125ml
b. identifikasi
- larutan + FeCl3
: coklat kehitaman
- larutan + H2SO4 : kuning kemerahan
- larutan + NaOH : merah kehitaman
- larutan + KMnO4 : terbentuk endapan
c. Penerapan pada kulit kras
Kulit kras somba yang akan digunakan sebagai bahan uji penerapan
warna alami direndam terlebih dahalu menggunakan air biasa untuk
beberapa saat sebelum di aplikasikan. Selanjutnya, air biasa di ganti
dengan larutan ekstraksi. Setelah itu, kulit dimasukkan ke dalam larutan
ekstraksi tersebut dan diremas remas selama 60 menit. Setelah 60
menit di remas, kulit dapat direndam selama 1 malam supaya penetrasi
warna dapat terserap maksimal oleh kulit. Ke esokan harinya kulit di
kering anginkan. Hasil dari praktikum yang saya lakukan adalah warna
kulit pada bagian grain lebih coklat daripada bagian fleshnya.
F. Pembahasan
Ekstraksi merupakan proses penarikan suatu zat dengan pelarut sehingga
terpisah dari bahan yang tidak dapat larut dengan pelarut air. Ekstraksi
merupakan satu satunya proses yang dapat digunakan atau yang mungkin
paling ekonomis. Metode ekstraksi ada 2 cara, yaitu cara dingin dan dengan
cara pemanasan. Pada praktikum kali ini, cara ekstraksi yang dipakai yaitu
dengan cara pemanasan. Bahan yang digunakan yaitu babakan kulit batang
pohon mangga dengan berat 50gr dan pelarut aquades sebanyak 350ml.
kemudian di panaskan di atas kompor listrik sambil di aduk aduk.
Pengadukan ini bertujuan untuk mempercepat penguapan sehingga volume
larutan cepat berkurang. Setelah sudah mendidih, maka larutan diangkat
kemudian di dinginkan.
Identifikasi yang dilakukan yaitu menggunakan H2SO4, FeCl3, NaOH dan
KMnO4 di reaksikan dengan larutan ekstraksi untuk mengetahui kandungan
yang terdapat pada kulit batang pohon mangga. Larutan direaksikan dengan
FeCl3 berubah menjadi warna coklat kehitaman. Selanjutnya larutan
direaksikan dengan H2SO4 berubah menjadi kuning kemerahan, sedangkan
NaOH direaksikan dengan larutan akan berubah warna menjadi merah
kehitaman. Dan jika direaksikan dengan KMnO4 akan terbentuk endapan.

Hasil penerapan menggunakan kulit batang pohon mangga ini kurang bagus,
karena warnanya yang gelap sehingga menimbulkan warna yang kurang
cucok jika di terapkan untuk pewarnaan pada kulit kras.
G. Kesimpulan
- Ekstraksi yang digunakan yaitu dengan cara pemanasan
- Kulit batang pohon mangga mengandung flavonoid
- Hasil penerapan pada kulit kras kurang bagus (gelap)
H. Daftar Pustaka
Marton, J. 1987. Mango. P. 221-239. In : Fruits of warm climates, Julia F.
Marton, Miami, FL.
C.G.G.J. 1981. Flora, untuk sekolah Indonesia. PT Pradnya Paramita. Jakarta