Anda di halaman 1dari 6

Nama

NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

NUR MILLATI HANIFA


165100601111002
KETEKNIKAN
PERTANIAN
K
K3

PENGAMATAN KEANEKARAGAMAN
HAYATI PADA EKOSISTEM PERAIRAN

PRE-LAB
1. Mengapa keanekaragaman hayati dalam biosfer perlu dipelajari?
Di dunia tidak ada dua individu yang benar-benar sama. Setiap individu mempunyai
ciri-ciri khusus yang menyebabkan individu satu berbeda dengan individu lainnya. Perbedaan
ini menunjukkan adanya biodiversitas atau keanekaragaman makhluk hidup di bumi.
Keanekaragaman Hayati merupakan keanekaragaman yang terbentuk karena adanya
keseragaman dan keberagaman sifat/ciri makhluk hidup. Di dalam satu jenis makhluk hidup
juga dijumpai adanya perbedaan/keberagaman. Perbedaan sifat dalam satu jenis disebut
variasi. Indonesia merupakan daerah di dekat khatulistiwa yang memiliki hutan hujan tropis
yang kaya akan berbagai sumber plasma nutfah. Indonesia merupakan Daerah Flora
Malesiana yang kaya akan jenis flora yang tidak dimiliki oleh hutan di daerah lain.
Kekhasan dan tingginya tingkat keanekaragaman hayati ini sangat bermanfaat untuk
kelangsungan hidup umat manusia. Namun, kemajuan teknologi yang diciptakan oleh umat
manusia menyebabkan terjadinya eksploitasi terhadap keanekaragaman hayati. Tekanan
kerusakan terhadap keanekaragaman hayati makin tinggi. Akibatnya di masa mendatang
kerusakan lingkungan akan makin tinggi. Oleh karena itu keanekaragaman hayati perlu
dipelajari dan dilestarikan agar kita dapat memahami cara-cara mempelajari keanekaragaman
hayati dengan pendekatan klasifikasi dan mengenal manfaat pengetahuan keanekaragaman
tersebut sehingga bisa dilestarikan, tetap terjaga dan tidak punah (Waluyo, 2006).
2. Jelaskan tujuan pengambilan sampel pada beberapa jenis lokasi perairan!
Tujuan pengambilan sampel pada beberapa jenis lokasi perairan ialah untuk
mengumpulkansebagian material/bahan dalam volume kecil yang mewakili material/bahan
yang akan diperiksa secara tepat dan teliti untuk dapat dibaca dengan mudah ketika diperiksa
di laboratorium (Yuwono, 2006).
3. Parameter apa saja yang dapat mempengaruhi viabilitas/kemampuan hidup dari organisme
yang terdapat pada sampel perairan? Jelaskan!
Parameter yang dapat mempengaruhi viabilitas/kemampuan hidup dari organisme yang
terdapat pada sampel perairan adalah sebagai berikut (Waluyo, 2006) :
a. Derajat Keasaman (pH)
Pertumbuhan bagi kebanyakan bakteri memiliki pH optimum antara 6,5 dan 7,5.
Bagi kebanyakan spesies, nilai pH minimum dan maksimum ialah antara 4 dan 9
walaupun beberapa spesies dapat tumbuh dalam keadaan sangat masam atau sangat
alkalin (Aulia, 2010).
b. Suhu/Temperatur

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

NUR MILLATI HANIFA


165100601111002
KETEKNIKAN
PERTANIAN
K
K3

Pola pertumbuhan bakteri sangat dipengaruhi oleh suhu. Selain itu suhu juga
mempengaruhi laju pertumbuhan dan jumlah total pertumbuhan mikroba. Keragaman
suhu dapat mengubah proses-proses metabolik tertentu serta morfologi sel (Aulia,
2010).
c. Gas Atmosfer
Gas-gas utama yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri ialah oksigen (O2) dan
karbondioksida (CO2). Bakteri mamperlihatkan keragaman yang luas dalam hal
respons terhadap oksigen bebas. Atas dasar ini maka mudah sekali membagi mereka
menjadi empat kelompok yaitu aerobik, anaerobik, anaerobik fakultatif, dan
mikroaerofilik (Aulia, 2010).
d. Lain-lain
Beberapa kelompok bakteri mempunyai persyaratan tambahan. Sebagai contoh,
organisme fotoautotrofik (fotosintetik) harus diberi pencahayaan, karena cahaya
adalah sumber energinya. Pertumbuhan bakteri dapat dipengaruhi oleh keadaan
tekanan osmotik (tenaga atau tegangan yang terhimpun ketika air berdifusi melewati
membran) atau tekanan hidrostatik (tegangan zat alir). Bakteri tertentu, yang
disebutbakteri halofilik dan dijumpai di air asin, hanya tumbuh bila mediumnya
mengandung konsentrasi garam yang tinggi (Aulia, 2010).
4. Berdasarkan cara pengumpulannya, sampel dibagi menjadi dua macam, yaitu sampel
individu (discrete) dan campuran (composite). Jelaskan mengenai perbedaan kedua jenis
sampel tersebut!
Sampel individu (Discrete) sampel yang diambil sewaktu-waktu , hanya mewakili
kondisi pada saat pengambilannya. Sedangkan sampel Campuran (Composite)
merupakan campuran dari sampel individu yang diambil secara proporsional. Kemudian
dipadukan dengan angka aliran pada saat pengambilan sampel (Fried, 2006).

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

NUR MILLATI HANIFA


165100601111002
KETEKNIKAN
PERTANIAN
K
K3

TINJAUAN PUSTAKA
a. Prinsip Turbidimeter
Prinsip umum dari alat turbidimeter adalah sinar yang datang mengenai suatu
partikel ada yang diteruskan dan ada yang dipantulkan, maka sinar yang diteruskan
digunakan sebagai dasar pengukuran. Turbidimeter berprinsip hamburan cahaya
dengan peletakan detektor pada 90 terhadap arah sumber sinarnya (Yuniarti, 2007).
b. Gambar Turbidimeter

(Yuniarti, 2007).

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

NUR MILLATI HANIFA


165100601111002
KETEKNIKAN
PERTANIAN
K
K3

DIAGRAM ALIR
A. Pengujian Parameter Fisik
Sampel

Dimasukkan dalam gelas beker

Diamati

Warna

Suhu

Bau

Dicatat hasil pengamatan

Hasil
B. Pengujian Parameter Kimia
Sampel
Dituang dalam gelas beker
Disiapkan rangkaian pH meter
Dikalibrasi pH meter dengan larutan buffer
Dimasukkan Probe dalam sampel
Dicatat hasil pada layar pH meter
Hasil

Kekeruhan

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

NUR MILLATI HANIFA


165100601111002
KETEKNIKAN
PERTANIAN
K
K3

C. Pengujian Parameter Biologi


Sampel
Diteteskan diatas gelas ogjek sebanyak 1 tetes
Ditutup dengan gelas penutup
Diamati dibawah mikroskop perbesaran 100x dan 400x
Digambar
Hasil

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

NUR MILLATI HANIFA


165100601111002
KETEKNIKAN
PERTANIAN
K
K3

DAFTAR PUSTAKA
Aulia. 2010. Biologi Umum. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Fried, G. H. 2006. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga
Waluyo, Joko. 2006. Biologi Dasar. Jember: Universitu press
Yuniarti, Bernadeta. 2007. Penggunaan Tingkat Kekeruhan Air Menggunakan Turbidimeter
Berdasarkan Prinsip Hamburan Cahaya. Yogyakarta: Skripsi Jurusan Fisika FMIPA
Universitas Sanata Dharma
Yuwono, T. 2006. Biologi Molekuler. Jakarta: Penerbit Erlangga