Anda di halaman 1dari 8

PENINGKATAN KEMAMPUAN GERAK LOKOMOTORIK

LARI 30 METER AKIBAT PELATIHAN MENGGUNAKAN


METODE DRILL LOMPAT CEPAT DAN LAMBAT

SEMI PROPOSAL TESIS


UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Metodologi Penelitian Kuantitatif
Yang dibina oleh Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes

oleh
Galang Sulaksono
160614800395

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PASCASARJANA
PENDIDIKAN OLAHRAGA
Oktober 2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Lari 30 meter adalah unsur terpenting kecepatan lari maksimal, merupakan
salah satu unsur penunjang keberhasilan dalam mencapai prestasi lompat jauh.
Kecepatan adalah suatu kemampuan untuk bergerak dalam waktu relatif singkat.
Kecepatan adalah kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan secara
kesinambungan dalam bentuk gerakan yang sama dalam waktu yang sesingkatsingkatnya. Kecepatan diartikan sebagai jarak dalam persatuan waktu yaitu
kecepatan yang diukur menggunakan satuan jarak dan satuan waktu. Pengertian
lain tentang kecepatan adalah sebagai suatu kemampuan bersyarat untuk
menghasilkan gerak tubuh dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Berdasarkan
pengertian kecepatan di atas maka kecepatan yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah kecepatan berlari maksimal dalam menempuh jarak 30 meter. Komponen
daya ledak merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting dan
diperlukan pelompat jauh. Hal ini dapat dimengerti karena komponen daya ledak
merupakan salah satu komponen penting bagi keberhasilan melakukan lompatan.
Komponen daya ledak dapat terbentuk 3 secara optimal jika unsur-unsur
penunjangnya seperti kecepatan dan kekuatan ditumbuhkembangkan dengan baik.
Upaya peningkatan daya ledak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kontraksi
otot, kecepatan gerak dalam mengatasi hambatan, koordinasi kekuatan berbagai
macam otot dan panjang pengungkit . Berorientasi pada komponen daya ledak
sebagai salah satu komponen yang sangat diperlukan pada pelaksanaan lompat,
untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan dan daya ledak dapat dicapai melalui
latihan-latihan sehingga yang dilatih akan meningkatkan kemampuannya

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan diatas, maka
permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Adakah Peningkatan kemampuan gerak lokomotorik lari 30 meter akibat
pelatihan menggunakan metode drill lompat cepat?
2. Adakah Peningkatan kemampuan gerak lokomotorik lari 30 meter akibat
pelatihan menggunakan metode drill lompat lambat?
3. Adakah Perbedaan Peningkatan kemampuan gerak lokomotorik lari 30
meter akibat pelatihan menggunakan metode drill lompat cepat dan lompat
lambat?
4. Manakah yang lebih baik antara latihan drill lompat cepat dan lompat
lambat untuk Peningkatan kemampuan gerak lokomotorik lari 30 meter
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui Peningkatan kemampuan gerak lokomotorik lari 30
meter akibat pelatihan menggunakan metode drill lompat cepat.
2. Untuk mengetahui Peningkatan kemampuan gerak lokomotorik lari 30
meter akibat pelatihan menggunakan metode drill lompat lambat
3. Untuk mengetahui perbedaan Peningkatan kemampuan gerak lokomotorik
lari 30 meter akibat pelatihan menggunakan metode drill lompat lambat
4. Untuk mengetahui latihan mana yang baik terhadap Peningkatan
kemampuan gerak lokomotorik lari 30 meter akibat pelatihan
menggunakan metode drill lompat lambat
D. HIPOTESIS PENELITIAN
a. Hipotesis Nol (Ho)
Hipotesis nol (H0) adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya
hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y).
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka Hipotesis nol menyatakan
Tidak ada peningkatan kemampuan gerak lokomotorik lari 30 meter akibat
pelatihan menggunakan metode drill lompat cepat dan lambat
b. Hipotesis Kerja (H1)
Hipotesis Kerja (H1) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan
antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y) yang diteliti.
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka Hipotesis kerja menyatakan
Ada peningkatan kemampuan gerak lokomotorik lari 30 meter akibat
pelatihan menggunakan metode drill lompat cepat dan lambat
E. RUANG LINGKUP PENELITIAN
a. Kerangka Konsep
VARIABEL INDEPENDEN

VARIABEL DEPENDEN

Tingkat
Pendidikan

Gerak
Lokomotorik

Jenis Kelamin
(Laki-Laki)

Lari 30 Meter

Waktu Latihan

Latihan Metode drill


lompat cepat dan
lambat

b. Variabel dan Sub Variabel, Indikator, Instrumen.


VARIABEL

SUB VARIABEL

INDIKATOR

INSTRUMEN

Latihan drill

Waktu latihan,

Kemampuan

Observasi,

lompat cepat dan

durasi latihan,

Melakukan

Lembar Tes,

lambat

berapa kali

Lompat cepat

Dokumentasi

pengulangan

dan Lambat

(repetisi)
F. DEFINISI VARIABEL
a. Definisi Istilah
a) Peningkatan
Peningkatan merupakan suatu proses yang lebih banyak dibanding
sebelumnya
b) Lari 30 Meter
Lari 30 Meter merupakan bagian dari lari jarak pendek. Bagian dari tes
dan pengukuran lari jarak pendek.
c) Latihan drill
Suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar dimana
siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, siswa memiliki

ketangkasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah
dipelajari (Roestiyah N.K, 1985: 125).
d) Lompat cepat dan lambat
Lompat cepat merupakan aktivitas melompat yang dilakukan dengan
cepat dan berulang-ulang. Lompat lambat merupakan aktivitas
melompat yang dilakukan dengan pelan.
b. Definisi Operasional
a) Peningkatan
Peningkatan dalam penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan
lari 30 meter akibat latihan drill lompat cepat dan lambat
b) Lari 30 Meter
Lari 30 Meter dalam penelitian ini adalah berlari dengan cepat dari
posisi start sampai finish dengan panjang lintasan 30 meter
c) Latihan drill
Latihan drill pada penelitian ini adalah melatih apa yang sudah
dipelajari sebelumnya yaitu latihan lompat cepat dan lambat
d) Lompat cepat dan lambat
Lompat cepat dan lambat pada penelitian ini adalah melakukan latihan
lompat cepat dan lompat lambat
G. RANCANGAN PENELITIAN
a. Jenis Rancangan
Penelitian ini merupakan penelitian eksperiman lapangan dan desain
penelitian ini menggunkan Pre Test Post Test Group Design. Dengan
pola penelitian sebagai berikut:
K1

X1
T2

T1
K2

X2

Keterangan :
T1 : Tes awal (Pre Test)
K1 : Kelompok eksperimen lompat cepat
K2 : Kelompok eksperimen lompat lambat
X1 : Perlakuan latihan lompat cepat
X2 : Perlakuan latihan lompat lambat
T2 : Tes akhir (post test) (Suharsimi Arikunto, 2006:206-307).
b. Jenis Variabel
Dalam penelitian ini ada dua variable sebagai inti penelitian yang saling
berhubungan, yaitu:
1. Variabel Bebas, dalam penelitian ini adalah latihan drill lompat cepat
dan lambat

2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah lari 30 meter


H. POPULASI DAN SAMPLING
a. Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2001:108).
Populasi pada penelitian ini adalah Siswa dari SMAN 9 Kediri yang
mengikuti Ekstrakurikuler Atletik yang berjumlah 100 orang
b. Sampel Penelitian
Sampel Penelitian - Sampel merupakan salah satu unsur dari populasi yang
hendak dijadikan suatu objek penelitian. Sampel dalam penelitian ini
adalah 40 Orang
c. Teknik pembagian sampling
Teknik penarikan sampel dalam penelitian menggunakan semua populasi
dari jumlah siswa 100 orang yang mengikuti ekstrakurikuler atletik di
SMAN 9 Kediri. Langkah awal pengumpulan data adalah dengan
melakukan pretest dengan lari 30 meter pada seluruh sampel. Hasil tes
diringking dari yang tertinggi sampai terendah. Dari hasil rangking
dipasangkan dengan melihat nomor urut paling atas, dibuat pasangan
dengan rumus ABBA yang bertujuan untuk menyeimbangkan antar
kelompok. Dari hasil matching subjects kemudian didapat 20 pasang
sampel. Hasil dari 20 pasang sampel yang terdiri dari kelompok 1 latihan
drill lompat cepat dan kelompok 2 latihan drill lompat lambat dipisahkan.
Kemudian diberi perlakuan selama 4 minggu. Langkah akhir melakukan
post test dengan tes lari 30 meter.
Penelitian ini memakai teknik Purposive Sampling, purposive sampling
berarti teknik pengambilan sempel secara sengaja. Maksudnya , peneliti
menentukan sendiri sampel yang diambil tidak secara acak, tapi ditentukan
sendiri oleh peneliti.
Kriteria Sampling yang diambil peneliti adalah sebagai berikut:
a. Siswa berusia 16-17 tahun
b. Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler atletik
c. Jenis kelamin laki-laki
I. INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen untuk mengukur gerak lokomotorik lari 30 meter dalam
penelitian menggunakan alat ukur berupa tes dengan latihan drill lompat cepat dan
lambat. Kelompok Eksperimen pertama berdiri tegak dengan kondisi rileks dan
kedua kaki terbuka selebar bahu, kemudian testee melakukan lompatan berulang-

ulang dengan cepat selama 60 detik. Pada kelompok eksperimen kedua dilakukan
hal yang sama tetapi dengan lompat lambat.
J. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode pengukuran
dalam bentuk tes yang berpedoman pada petunjuk pelaksanaan tes dan
pengukuran. Peneliti juga memberikan petunjuk pelaksanaan tes dan
pengumpulan data sehingga penelitian berjalan sesuai yang diharapkan.
K. JENIS DATA
Jenis-jenis data dalam penelitian ini dibagi berdasarkan sifatnya, sumbernya, cara
memperolehnya dan waktu pengumpulannya.
1. Menururt sifatnya penelitian ini datanya kuantitatif jadi berbentuk angka
2. Menurut sumbernya data penelitian ini adalah data internal, jadi data
dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler atletik.
3. Menurut cara memperoleh datanya penelitian ini merupakan data primer,
karena data yang diperoleh dikumpulkan sendiri secara langsung dari
objek yang diteliti untuk kepentingan penelitian yang bersangkutan yang
berupa observasi dan tes.
4. Menurut waktu pengumpulannya ini adalah data cross section yaitu data
yang dikumpulkan pada waktu tertentu untuk menggambarkan keadaan
dan kegiatan pada waktu tersebut.