Anda di halaman 1dari 46

MAKALAH KOMUNITAS III

KONSEP DASAR PUSKESMAS

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
1

ABDUL AZIZ

AFRILIANTARI

10 M. RAMLI

AKHMAD MUKHLIS

11 NINYOMAN SULASTRI

KARUNIA RAMDONI

12 RONI ANDANI

CHAYYIFANANI

13 SITI KHADIJAH

RAMDONI

14 SUCI HENDRA

M. IRWAN SURYADI

ERNAWATI

LESTARI

FIRMAN SAPUTRA

15 YUMNI RUMIWANG

HUSNIAWATI

16 ZULFAH NURRAHMAN

KETUT CHRISSELDA
ARISTA
17
18 YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT
19 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
20 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN JENJANG S1
21 MATARAM
22 2016

23
24

KATA PENGANTAR

25
26

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., atas

limpahan dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan


makalah Konsep Dasar Puskesmas. Makalah ini disusun sebagai salah satu
tugas Mata Kuliah Komunitas III. Makalah ini tidak mungkin dapat
diselesaikan tanpa bantuan dari pihak-pihak tertentu, maka dalam kesempatan
ini penulis mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1. Agus Supinganto, Ners., M.Kes., selaku Ketua STIKES YARSI Mataram.
2. Indah Wasliah, Ners., M.Kep., Sp.Anak., selaku Ka. Prodi S1
Keperawatan STIKES YARSI Mataram.
3. B. Nurainun Apriani Idris, Ners., selaku dosen pembimbing akademik.
4. Sopian Halid, Ners., M. Kes., selaku dosen pengampu mata kuliah
Komunitas III.
5. Semua pihak yang ikut membantu dalam penyusunan makalah ini.
27

Penulis membuat makalah ini dengan seringkas-ringkasnya dan

bahasa yang jelas agar mudah dipahami, karena penulis menyadari


keterbatasan yang penulis miliki, penulis mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca, agar pembuatan makalah penulis yang berikutnya dapat
menjadi lebih baik.
28 Akhirkata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca.
29
30
31
32 Mataram, Mei
2016
33
34

Penulis

35
36
37
38
2

39
40
41

DAFTAR ISI

42
43 HALAMAN JUDUL
44 KATA PENGANTAR..........................................

ii

45 DAFTAR ISI........................................................

iii

46 BAB 1 PENDAHULUAN...................................
...............................................................................

1.1 Latar Belakang...................................................................

1.2 Rumusan Masalah..............................................................

1.3 Tujuan Penulisan................................................................

1.4 Manfaat Penulisan..............................................................

1.5 Ruang Lingkup...................................................................

1.6 Metode Penulisan...............................................................


............................................................................................

1.7 Sistematika Penulisan........................................................

47 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA..........................

2.1...........................................................Definisi Puskesmas
5
2.2.............................................................Fungsi Puskesmas
6
2.3..................................Sejarah perkembangan Puskesmas
6
2.4..............................................Kegiatan Pokok Puskesmas
8
2.5.................................................Wilayah kerja Puskesmas
16
2.6...................Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas
19
2.7...............................................Sistem rujukan Puskesmas
21
2.8.....................................................Stratifikasi Puskesmas
23
2.9.........................................Perencanaan mikro Puskesmas
28
3

2.10............................................Lokakarya mini puskesmas


33
2.11.......................................................Supervisi puskesmas
34
2.12....Sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas terpadu
36
48 BAB III PENUTUP..........................................................
3.1 Simpulan......................................................................................
3.2 Saran........................................................................................42

40
40

49 DAFTAR PUSTAKA

50
51

BAB 1

PENDAHULUAN
52

Latar Belakang
53 Didalam sistem organisasi kesehatan diberbagai negara,
puskesmas merupakan local health unit yang perannya sebagai pelaksana
dalam pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Sebagai unit
pelaksana terdepan dari lembaga kesehatan di suatu negara kehadirannya
ditengah masyarakat tidak hanya berlaku sebagai pusat pelayanan bagi
kesehatan masyarakat, namun lebih daripada itu juga dapat merupakan sebagai
pusat komunikasi masyarakat atau komuniti senter.Tugas kedua ini justru lebih
dirasakan dinegara-negara yang sedang berkembang.Karena pada negaranegara yang sedang berkembang yang latar belakang masyarakat pada
umumnya masih tergolong rendah, maka kehadiran puskesmas disuatu daerah
digunakan pula bagi usaha-usaha pembaharuan.Tidak saja dibidang kesehatan
melainkan juga kenyataan bagi usaha modernisasi kehidupan masyarakat desa
sekitarnya.
54 Didalam tata pandangan masyarakat secara sosiologis
kuntjaningrat menyatakan bahwa aspek kesehatan bagi masyarakat traditional,
masih merupakan sesuatu hal yang relatif kehadirannya sudah diterima lama
di tengah-tengah masyarakat untuk berbagai jenis kesehatan.Kebutuhan
kesehatan sebagai kebutuhan fisik minimum sejak lama diakui oleh
masyarakat traditional sebagaimana yang pernah kita rasakan terhadap
peranan ibu bidan atau pak mantri.Oleh karena itu kami membuat makalah

tentang puskesmas untuk lebih memahami tentang konsep tentang puskesmas.


Rumusan Masalah
1. Apa Definisi Puskesmas ?
2. Apa Fungsi Puskesmas ?
3. Bagaimana Sejarah perkembangan Puskesmas ?
4. Bagaimana Wilayah kerja Puskesmas ?
5. Bagaimana kegiatan pokok puskesmas ?
6. Bagaimana Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas ?
7. Sistem rujukan Puskesmas ?
8. Bagaimana Stratifikasi puskesmas Puskesmas ?
9. Bagaimana Perencanaan mikro Puskesmas ?
10. Apa Lokakarya mini puskesmas ?
11. Apa Supervisi Puskesmas ?

12. Bagaimana Sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas terpadu ?


Tujuan Penulisan
55 Mahasiswa diharapkan mengerti dan mampu menjelaskan:
1.
Definisi Puskesmas
2.
Fungsi Puskesmas
3.
Sejarah perkembangan Puskesmas
4.
Kegiatan Pokok Puskesmas
5.
Wilayah kerja Puskesmas
6.
Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas
7.
Sistem rujukan Puskesmas
8.
Stratifikasi Puskesmas
9.
Perencanaan mikro Puskesmas
10.
Lokakarya mini puskesmas
11.
Supervisi puskesmas
12.
Sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas terpadu
Manfaat Penulisan
56
Penyusunan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat baik
secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai
pengembangan pengetahuan mengenai pelayanan kesehatan di Indonesia dan
konsep dasar dari pelayanan kesehatan masyarakat. Secara praktis makalah ini
berguna bagi:
1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan keilmuan di bidang
keperawatan khususnya tentang puskesmas di Indonesia.
2. Pembaca, sebagai media informasi dalam pembuatan makalah.
57
58
59

Ruang Lingkup
60

Dalam penulisan makalah ini penulis membatasi masalah

pada konsep dasar puskesmas.


Metode Penulisan
61
Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan
makalah adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data dengan
menggunakan teknik studi kepustakaan yang mengambil materi dari berbagai

sumber buku serta jurnal.


Sistematika Penulisan
62
Adapun sistematika penulisan makalah ini diuraikan sebagai
berikut:
63

BAB 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan
1.5 Ruang Lingkup
1.6 Metode Penulisan
1.7 Sistematika Penulisan
64

BAB 2 Tinjauan Pustaka


2.1...........................................................Definisi Puskesmas
2.2.............................................................Fungsi Puskesmas
2.3..................................Sejarah perkembangan Puskesmas
2.4..............................................Kegiatan Pokok Puskesmas
2.5.................................................Wilayah kerja Puskesmas
2.6...................Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas
2.7...............................................Sistem rujukan Puskesmas
2.8.....................................................Stratifikasi Puskesmas
2.9.........................................Perencanaan mikro Puskesmas
2.10............................................Lokakarya mini puskesmas
2.11.......................................................Supervisi puskesmas
2.12....Sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas terpadu
65

66

BAB 3 Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

67 DAFTAR PUSTAKA
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78

79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

98
1

Definisi Puskesmas
99 Pengertian puskesmas yang akan diketengahkan disini
menunjukkan adanya perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan dan
tuntutan pelayanan kesehatan dewasa ini, diantaranya
1. Dr. Azrul Azwar, MPH (1980)
100
Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu
kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan
secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu
dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.
2. Departemen Kesehatan RI (1981)
101
Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu
kesatuan organisasi kesehatan yang langsung memberikan pelayanan
kesehatan secara menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarkat diwilayah
kerja tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokok

3. Departemen Kesehatan RI (1987)


a. Puskesmas adalah sebagai pusat pembangunan kesehatan yang
berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta
menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan
masyrakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu
diwilayah kerjanya
b. Puskesmas adalah suatu unit organisasi yang secara porfesional
melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan
peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan
secara menyeluruh dan terpadu kepada masyrakat di wilayah kerjanya.
4. Departemen Kesehatan RI (1991)
102
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan
fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat
yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan
pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah
kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
103Jadi, puskesmas adalah organisasi fungsional yang membina peran
dan memberikan pelayanan pokok yang menyeluruh kepada masyarakat
secara langsung di wilayah kerjanya masing-masing.
2 Fungsi Puskesmas
104

Ada tiga fungsi puskesmas yaitu :

1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya.


2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.
3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya.
105

Proses dalam melaksanakan fungsinya dilakukan dengan cara :

Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan

dalam rangka menolong dirinya sendiri.


Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali

dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.
Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan
medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan

bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan.


Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

5
3

Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam

melaksanankan program puskesmas.


Sejarah Perkembangan
106Di indonesia puskesmas merupakan tulang punggung pelayanan
kesehatan tingkat pertama. Konsep puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika
dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (RAKERKESNAS) I di
Jakarta. Waktu itu dibicarakan upaya mengorganisasi system pelayanan
kesehatan di tanah air, karena pelayanan kesehatan tingkat pertama pada
waktu itu dirasakan kurang menguntungkan dan dari kegiatankegiatan seperti
BKIA, BP, P4M dan sebagainya masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak
saling berhubungan. Melalui Rakerkesnas tersebut timbul gagasan untuk
menyatukan semua pelayanan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang
dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan
puskesmas pada waktu itu dibedakan dalam empat macam yaitu :
1
2
3
4

Puskesmas tingkat desa


Puskesmas tingkat kecamatan
Puskesmas tingkat kewedanan
Puskesmas tingkat kabupaten
107Pada Rakerkesnas ke-2 tahun 1969 pembagian puskesmas dibagi

menjadi tiga kategori yaitu :


1
2
3

Puskesmas tipe A, dipimpin oleh dokter penuh


Puskesmas tipe B, dipimpin oleh dokter tidak penuh
Puskesmas tipe C, dipimpin oleh tenaga para medic
108Pada tahun 1970 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan

Nasional dirasakan pembagian puskesmas berdasarkan kategori tenaga ini


kurang sesuai, oleh karena itu puskesmas tipe B dan tipe C tidak dipimpin
oleh dokter penuh atau sama sekali tidak ada tenaga dokternya, sehingga
dirasakan sulit untuk mengembangkannya. Sehingga mulai tahun 1970
ditetapkan hanya satu macam puskesmas dengan wilayah kerja tingkat
kecamatan atau pada suatu daerah dengan jumlah penduduk antara 30.000
sampai 50.000 jiwa.Konsep berdasarkan wilayah kerja ini tetap dipertahankan
sampai dengan akhir Pelita II pada tahun 1979 yang lalu, dan ini lebih dikenal
dengan Konsep Wilayah.

109Sesuai dengan perkembangan dan pengetahuan pemerintah dan


dikeluarkannya Inpres Kesehatan Nomor 5 Tahun 1974, nomor 7 tahun 1975,
dan nomor 4 tahun 1976, dan berhasil mendirikan serta menempatkan tenaga
dokter disemua wilayah tingkat kecamatan diseluruh pelosok tanah air, maka
sejak Repelita III konsep wilayah diperkecil yang mencakup suatu wilayah
dengan penduduk sekitar 30.000 jiwa.
110Sejak tahun 1979 mulai dirintis pembangunan puskesmas didaerahdaerah tingkat kelurahan atau desa yang memiliki jumlah penduduk sekitar
30.000 jiwa dan untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada disuatu
kecamatan, maka salah satu puskesmas tersebut ditunjuk sebagai penanggung
jawab dan disebut dengan nama puskesmas tingkat kecamatan atau yang
disebut juga dengan puskesmas pembina. Puskesmas-puskesmas yang berada
di wilayah kelurahan atau didesa disebut puskesmas kelurahan atau yang lebih
dikenal dengan puskesmas pembantu.Sejak itu puskesmas dibagi dalam 2
kategori seperti apa yang kita kenal sekarang, yaitu :
1 Puskesmas kecamatan (puskesmas Pembina).
2 Puskesmas kelurahan atau desa (puskesmas pembantu).
4 Kegiatan Pokok Puskesmas
111Kegiatan-kegiatan pokok puskesmas yang diselenggarakan oleh
puskesmas sejak berdirinya semakin berkembang, mulai dari 7 usaha pokok
kesehatan, 12 usaha pokok kesehatan, 13 usaha pokok kesehatan dan sekarang
meningkat menjadi 20 usaha pokok kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh
puskesmas sesuai dengan kemampuan yang ada dari tiap-tiap puskesmas baik
dari segi tenaga, fasilitas, dan biaya atau anggaran yang tersedia.
112Berdasarkan buku pedoman kerja puskesmas yang terbaru ada 20
usaha pokok kesehatan yang dapat dilakukan oleh puskesmas, itu pun sangat
tergantung kepada faktor tenaga, sarana, dan prasarana serta biaya yang
tersedia berikut kemampuan manajemen dari tiap-tiap puskesmas.
113Dua puluh kegiatan pokok puskesmas adalah :
1

Upaya kesehatan ibu dan anak


a Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, melahirkan dan menyusui serta
b

bayi anak balita dan anak prasekolah.


Memberikan pendidikan kesehatan tentang makanan guna mencegah
gizi buruk.

Pemberian pendidikan kesehatan tentang perkembangan anak dan cara

stimulasinya.
Imunisasi tetanus toksoid dua kali pada ibu hamil dan BCG, DPT 3

e
f
g

kali, polio 3 kali dan campak 1 kali pada bayi.


Penyuluhan kesehatan dalam mencapai program KIA.
Pelayanan keluarga berencana.
Pengobatan bagi ibu, bayi anak balita dan anak prasekolah untuk

macam-macam penyakit ringan.


Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan
pemeliharaan, memberikan penerangan dan pendidikan tentang

i
2

dukun bayi.
Upaya keluarga berencana
a Mengadakan kursus keluarga berencana untuk para ibu dan calon ibu
b

yang mengunjungi KIA.


Mengadakan kursus keluarga berencana kepada dukun yang kemudian

akan bekerja sebagai penggerak calon peserta keluarga berencana.


Mengadakan pembicaraanpembicaraan tentang keluarga berencana

kapan saja ada kesempatan.


Memasang IUD, caracara penggunaan pil, kondom, dan cara-cara lain

dengan memberi sarananya.


Melanjutkan mengamati mereka yang menggunakan sarana

pencegahan kehamilan.
Upaya peningkatan gizi
a Mengenali penderita-penderita kekurangan gizi dan mengobati mereka.
b Mempelajari keadaan gizi masyarakat dan mengembangkan program
c
d

kesehatan.
Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para

perbaikan gizi.
Memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat terutama dalam
rangka program KIA.
Melaksanakan program-program :
1) Program perbaikan gizi keluarga melalui posyandu.
2) Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan

kalori kepada balita dan ibu menyusui.


3) Memberikan vitamin A kepada balita umur dibawah 5 tahun.
Upaya kesehatan lingkungan
114
Kegiatan kegiatan utamam kesehatan lingkungan yang
dilakukan staf puskesmas adalah :
a Penyehatan air bersih.
b Penyehatan pembuangan kotoran.
c Penyehatan lingkungan perumahan.

d Penyehatan limbah.
e Pengawasan sanitasi tempat umum.
f Penyehatan makanan dan minuman.
g Pelaksanaan peraturan perundang-undangan.
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
a Mengumpulkan dan menganalisa data penyakit.
b Melaporkan kasus penyakit menular.
c Menyelidiki di lapangan untuk melihat benar atau tidaknya laporan
yang masuk, untuk menemukan kasus-kasus baru dan untuk
d
e

mengetahui sumber penularan.


Tindakan permulaan untuk menahan penularan penyakit.
Menyembuhkan penderita, hingga ia tidak lagi menjadi sumber

infeksi.
f Pemberian imunisasi.
g Pemberantasan vector.
h Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
Upaya pengobatan
a Melaksanakan diagnose sedini mungkin melalui:
1) Mendapatkan riwayat penyakit
2) Mengadaan pemeriksaan fisik
3) Mengadaan pemeriksaan labolatorium
4) Membuat diagnosa
b Melaksanakan tindakan pengobatan.
c Melakukan upaya rujukan bila dipandang perlu, rujukan tersebut dapat
berupa:
1) Rujukan diagnostic
2) Rujukan pengobatan/rehabilitasi
3) Rujukan lain
115
116

Upaya penyuluhan
a Penyuluhan kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari tiap-tiap program puskesmas. Kegiatan penyuluhan
kesehatan dilakukan pada setiap kesempatan oleh petugas, apakah di
b

klinik, rumah dan kelompok-kelompok masyarakat.


Di tingkat puskesmas tidak ada penyuluhan tersendiri, tetapi ditingkat
kabupaten diadakan tenaga-tenaga koordinator penyuluhan kesehatan.
Koordinator membantu para petugas puskesmas dalam

mengembangkan teknik dan materi penyuluhan di Puskesmas.


Upaya kesehatan sekolah

Membina sarana keteladanan di sekolah, berupa sarana keteladanan

b
c

gizi berupa kantin dan sarana keteladanan kebersihan lingkungan.


Membina kebersihan perseorangan peserta didik.
Mengembangkan kemampuasn peserta didik untuk berperan secara

d
e

aktif dalam pelayanan kesehatan melalui kegiatan dokter kecil.


Penjaringan kesehatan peserta didik kelas I.
Pemeriksaan kesehatan periodic sekali setahun untuk kelas II sampai

IV dan guru berupa pemeriksaan kesehatan sederhana.


f Immunisasi peserta didik kelas I sampai VI.
g Pengawasan terhadap keadaan air.
h Pengobatan ringan pertolongan pertama.
i Rujukan medic.
j Penanganan kasus anemia gizi.
k Pembinaan teknis dan pengawasan di sekolah.
l Pencatatan dan pelaporan.
Upaya kesehatan olah raga
a Pemeriksaan kesehatan berkala.
b Penentuan takaran latihan.
c Pengobatan dengan teknik latihan dan rehabilitasi.
d Pengobatan akibat cidera latihan.
e Pengawasan selama pemusatan latihan.
117

10 Upaya perawatan kesehatan masyarakat


a Asuhan perawatan kepada individu di puskesmas maupun di rumah
dengan berbagai tingkat umur, kondisi kesehatan, tumbuh kembang
b

dan jenis kelamin.


Asuhan perawatan yang diarahkan kepada keluarga sebagai unit

terkecil dari masyarakat (keluarga binaan).


Pelayanan perawatan kepada kelompok khusus diantaranya : ibu

hamil, anak balita, usia lanjut dan sebagainya.


d Pelayanan keperawatan pada tingkat masyarakat.
11 Upaya peningkatan kesehatan kerja
a Identifikasi masalah, meliputi:
1) Pemeriksaan kesehatan dari awal dan berkala untuk para pekerja.
2) Pemeriksaan kasus terhadap pekerja yang dating berobat ke

b
c

puskesmas.
3) Peninjauan tempat kerja untuk menentukan bahaya akibat kerja.
Kegiatan peningkatan kesehatan tenaga kerja melalui peningkatan gizi
pekerja, lingkungan kerja, dan kegiatan peningkatan kesejahteraan.
Kegiatan pencegahan kecelakaan akibat kerja, meliputi:
1) Penyuluhan kesehatan.

2) Kegiatan ergonomik, yaitu kegiatan untuk mencapai kesesuaian


antara alat kerja agar tidak terjadi stres fisik terhadap pekerja.
3) Kegiatan monitoring bahaya akibat kerja.
4) Pemakaian alat pelindung.
d Kegiatan pengobatan kasus penyakit akibat kerja.
e Kegiatan pemulihan kesehatan bagi pekerja yang sakit.
f Kegiatan rujukan medic dan kesehatan terhadap pekerja yang sakit.
12 Upaya kesehatan gigi dan mulut
a Pembinaan/pengembangan kemampuan peran serta masyarakat dalam
b
c

upaya pemeliharaan diri dalam wadah program UKGM.


Pelayanan asuhan pada kelompok rawan, meliputi:
1) Anak sekolah.
2) Kelompok ibu hamil, menyususi dan anak pra sekolah.
Pelayanan medik dokter gigi dasar, meliputi:
1) Pengobatan gigi pada penderita yang berobat maupun yang
dirujuk.
2) Merujuk kasus-kasus yang tidak dapat ditanggulangi kesasaran

yang lebih mampu.


3) Memberikan penyuluhan secara individu atau kelompok.
4) Memelihara kebersihan (hygiene klinik).
5) Memelihara atau merawat peralatan atau obat-obatan.
d Pencatatan dan pelaporan.
13 Upaya kesehatan jiwa
a Kegiatan kesehatan jiwa yang terpadu dengan kegiatan pokok
b
c

puskesmas.
Penanganan pasien dengan gangguan jiwa.
Kegiatan dalam bentuk penyuluhan serta pembinaan peran serta

masyarakat.
Pengembangan upaya kesehatan jiwa di puskesmas melalui
pengembangan peran serta masyarakat dan pelayanan melalui

kesehatan masyarakat.
e Pencatatan dan pelaporan.
14 Upaya kesehatan mata
a Upaya kesehatan mata, pencegaahan kesehatan dasar yang terpadu
b

dengan kegiatan pokok lainnya.


Upaya kesehatan mata:
1) Anamnesa.
2) Pemeriksaan virus dan mata luar, tes buta warna, tes tekan bola
mata, tes saluran air mata, tes lapangan pandang, funduskopi dan
pemeriksaan labolatorium.
3) Pengobatan dan pemberiaan kacamata.

4) Operasi katarak dan glukoma akut yang dilakukan oleh tim rujukan

rumah sakit.
5) Perawatan post operasi katarak dan glukoma akut.
6) Merujuk kasus yang tak dapat diatasi.
7) Pemberian protesa mata.
Peningkatan peran serta masyarakat dalam bentuk penyuluhan
kesehatan, serta menciptakan kemandirian masyarakat dalam

pemeliharaan kesehatan mata mereka.


d Pengembangan kesehatan mata masyarakat.
e Pencatatan dan pelaporan.
15 Laboratorium kesehatan
a Di ruangan labolatorium
1) Penerimaan pasien
2) Pengambilan spesimen
3) Penanganan spesimen
4) Pelaksanaan spesimen
5) Penanganan sisa spesimen
6) Pencatatan hasil pemeriksaan
7) Pengecekan hasil pemeriksaan
8) Penyampaian hasil pemeriksaan
b Terhadap spesimen yang akan dirujuk
1) Pengambilan spesimen
2) Penanganan spesimen
3) Pengemasan spesimen
4) Pengiriman spesimen
5) Pengambilan hasil pemeriksaan
6) Pencatatan hasil pemeriksaan
7) Penyampaian hasil pemeriksaan
c Di ruang klinik dilakukan oleh perawat atau bidan, meliputi:
1) Persiapan pasien
2) Pengambilan spesimen
3) Menyerahkan spesimen untuk diperiksa
d Di luar gedung, meliputi:
1) Melakukan tes skrining Hb
2) Pengambilan spesimen untuk kemudian dikirim ke labolatorium
puskesmas
3) Memberikan penyuluhan
4) Pencatatan dan pelaporan
16 Upaya pencatatan dan pelaporan
a Dilakukan oleh semua puskesmas (pembina, pembantu dan keliling).
b Pencatatan dan pelaporan mencakup:
1) Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
2) Data ketenagaan di puskesmas
3) Data kegiatan pokok puskesmas yang dilakukan baik di dalam
maupun di luar gedung puskesmas

Laporan dilakukan secara periodik (bulan, triwulan enam bulan dan

tahunan).
17 Upaya pembinaan peran serta masyarakat
a Penggalangan dukungan penentu kebijaksanaan, pimpinan wilayah,
lintas sektoral dan berbagai organisasi kesehatan, yang dilakukan
melalui dialog, seminar dan lokakarya, dalam rangka komunikasi,
informasi dan motivasi dengan memanfaatkan media masa dan system
b

informasi kesehatan.
Persiapan petugas penyelenggaraan melalui latihan, orientasi dan

sarasehan kepemimpinan dibidang kesehatan.


Persiapan masyarakat, melalui rangkaian kegiatan untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam mengenal dan memecahkan masalah
kesehatan, dengan mengenali dan menggerakkan sumber daya yang
dimilikinya, melalui rangkaian kegiatan:
1) Pendekatan kepada tokoh masyarakat
2) Survey mawas diri masyarakat untuk mengenali masalah
kesehatannya
3) Musyawarah masyarakat desa untuk penentuan bersama rencana

pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi


Pelaksanaan kegiatan kesehatan oleh dan untuk masyarakat melalui

kader yang terlatih.


Pengembangan dan pelestarian kegiatan oleh masyarakat.
118

18 Upaya pembinaan pengobatan tradisional


a Melestarikan bahan-bahan tanaman yang dapat diginakan untuk
b

pengobatan tradisional
Pengembangan dan pelestarian terhadap cara-cara pengobatan

tradisional
19 Upaya kesehatan remaja
20 Dana sehat
5 Wilayah Kerja Puskesmas
119Puskesmas harus bertanggung jawab untuk setiap masalah yang
terjadi di wilayah kerjanya, meskipun masalah tersebut lokasinya berkilo-kilo
meter dari puskesmas.Dengan asas inilah puskesmas dituntut untuk lebih
mengutamakan tindakan pencegahan penyakit, dan bukan tindakan untuk
pengobatan penyakit.Dengan demikian puskesmas harus secara aktif terjun ke
masyarakat dan bukan menantikan masyarakat datang ke puskesmas.

120Wilayah kerja puskesmas, bisa kecamatan, faktor kepadatan


penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya
merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas.
121Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II,
sehingga pembagian wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh bupati KDH,
mendengar saran teknis di Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi.
122

Untuk kota besar wilayah kerja puskesmas bisa satu

kelurahan, sedangkan puskesmas di ibukota kecamatan merupakan puskesmas


rujukan, yang berfungsi sebagai pusat rujukan dari puskesmas kelurahan yang
juga mempunyai fungsi koordinasi. Sasaran penduduk yang dilaksanakan oleh
sebuah puskesmas rata-rata 30.000 penduduk.
123

Luas wilayah yang masih efektif untuk sebuah puskesmas

di daerah pedesaan adalah suatu area dengan jari-jari 5 km, sedangkan luas
wilayah kerja yang dipandang optimal adalah area dengan jari-jari 3 km.
124
125
126
127
1

Kedudukan Puskesmas
1. Kedudukan dalam bidang administrasi
128

Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah

Daerah Tingkat II dan bertanggung jawab langsung baik teknis


maupun administrative kepada Kepala Dinas Kesehatan Dati II.
2. Kedudukan dalam hirarki pelayanan kesehatan
129

Dalam urutan hirarki pelayanan kesehatan sesuai

dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) maka puskesmas


berkedudukan pada tingkat fasilitas kesehatan pertama.
2

Satuan Penunjang
130Sesuai dengan keadaan geografi, luas wilayah, sarana
perhubungan serta kepadatan penduduk dalam wilayah kerja
puskesmas, tidak semua penduduk dapat dengan mudah mendapatkan
pelayanan puskesmas.Agar jangkauan pelayanan puskesmas lebih
merata dan meluas, perlu ditunjang dengan puskesmas pembantu,

penempatan bidan di desa-desa yang belum terjangkau oleh pelayanan


yang ada di puskesmas keliling. Disamping itu penggerakan peran
serta masyarakat untuk mengelola posyandu dan membina desa wisma
akan dapat menunjang jangkauan pelayanan kesehatan.
131Demi pemerataan dan perluasan jangkauan pelayanan
kesehatan maka puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan
kesehatan yang lebih sederhana yang disebut puskesmas pembantu dan
puskesmas keliling.
3

Puskesmas Pembantu
132Puskesmas pembantu adalah unit pelayanan kesehatan yang
sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan puskesmas dalam ruang lingkup
wilayah yang lebih kecil. Dalam Repelita V wilayah kerja puskesmas
pembantu diperkirakan meliputi 2 sampai 3 desa, dengan sasaran
penduduk antara 2500 orang (di luar Jawa dan Bali) sampai 10.000
orang (di perkotaan Jawa dan Bali).
133Puskesmas pembantu merupakan bagian integral dari
puskesmas, dengan lain perkataan satu puskesmas meliputi juga
seluruh puskesmas pembantu yang ada di wilayah kerjanya.

Puskesmas Keliling
134Puskesmas keliling merupakan unit pelayanan kesehatan
keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor roda 4 atau
perahu bermotor dan peralatan kesehatan, peralatan komunikasi serta
sejumlah tenaga yang berasal dari puskesmas.Puskesmas keliling
berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan
puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh
pelayanan kesehatan. Kegiatan-kegiatan puskesmas keliling adalah:
1

Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah


terpencil yang tidak terjangkau oleh pelayanan puskesmas atau

2
3

puskesmas pembantu, 4 hari dalam 1 minggu.


Melakukan penyelidikan tentang kejadian luar biasa.
Dapat dipergunakan sebagai alat transportasi penderita dalam
rangka rujukan bagi kasusu gawat darurat.

4
5

Melakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan alat audio

visual.
Bidan yang Bertugas di Desa
135Pada setiap desa yang belum ada fasilitas pelayanan
kesehatan, akan ditempatkan seorang bidan yang bertempat tiggal di
desa tersebut dan bertanggung jawab langsung kepada kepala
puskesmas. Wilayah kerja bidan tersebut adalah satu desa dengan
jumlah penduduk rata-rata 3000 orang, dengan tugas utamanya adalah
membina peran serta masyarakat melalui pembinaan posyandu yang
membina pimpinan kelompok persepuluhan, selain memberikan
pelayanan aangsung di posyandu dan pertolongan persalinan di rumahrumah. Disamping itu juga menerima rujukan anggota keluarga
persepuluhan untuk diberi pelayanan seperlunya atau ditunjuk lebih
lanjut ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang lebih mampu dan
terjangkau secara tradisional.

Struktur Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas


2.6.1 Susunan Organisasi Puskesmas
1 Unsur pimpinan
: Kepala puskesmas
2 Unsur pembantu pimpian : Urusan tata usaha
3 Unsur pelaksana
: Unit I unit I
136

Unit III

137

Unit IV

138

Unit V

139

Unit VI

140

Unit VII

141

Tugas pokok

1. Kepala puskesmas
142

Mempunyai tugas memimpin, mengawasi

dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan


dalam jabatan structural dan jabatan fungsional.
2. Kepala urusan tata usaha
143
Mempunyai tugas dibidang kepegawaian,
keuangan, perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan
pelaporan.
3. Unit I

144

Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan

kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berencana dan perbaikan gizi.


4. Unit II
145
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan
pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya immunisasi,
kesehatan lingkungan dan labolatorium sederhana.
5. Unit III
146
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan
kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tenaga kerja dan manula.
6. Unit IV
147
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan
perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah dan olah raga,
kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya.
7. Unit V
148
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan
pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan masyarakat dan
penyuluhan kesehatan masyarakat, kesehatan remaja dan dana sehat.
8. Unit VI
149
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan
pengobatan rawat jalan dan rawat inap.
9. Unit VII
150

Melaksanakan tugas kefarmasian.

2.6.2 Tata kerja


151

Dalam melaksanakan tugasnya puskesmas

wajib menetapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik


dalam lingkungan puskesmasnya maupun dalam satuan organisasi di
luar puskesmas sesuai dengan tugasnya masing-masing.
152
153
KEPALA

154

PUSKESMAS

155
156
157

TATA

158
159
160

UNIT
I

UNIT
II

UNIT
III

PUSKESMAS
UNIT
UNIT
PEMBANTU
IV
V

UNIT
VI

UNIT
VII

161
162
163
164
165
166
167
168
169
170

Dalam melaksanakan tugas, kepada

puskesmas wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk atasan serta


mengikuti bimbingan teknis pelaksanaan yang ditetapkan oleh kepala
kantor departemen kesehatan/kotamadya, sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. Kepala puskesmas bertanggung jawab
memimpin, mengkoordinasi semua unsur dalam lingkungan puskesmas,
memberikan bimbingan dan petunjuk bagi pelaksanaan tugas masingmasing.
171

Hal-hal yang menyangkut tata hubungan

dan koordinasi dengan instansi vertical Departemen Kesehatan RI akan


diatur dengan surat keputusan bersama menteri dalam negeri dan
menteri kesehatan RI.
7

Sistem Rujukan
1 Definisi
172

Adalah suatu jaringan system pelayanan

kesehatan yang mungkin terjadinya penyerahan tanggung jawab


timbal balik atas timbulnya suatu masalah dari suatu kasus atau
masalah, baik secara vertikal maupun horizontal, kepada orang lebih
kompeten, terjangkau dan dilakukan secara rasional.
173

Rujukan adalah suatu pelimpahan

tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang
timbul baik secara vertikal (dan satu unit ke unit yang lebih lengkap /
rumah sakit) untuk horizontal (dari satu bagian lain dalam satu unit).
2

Tujuan

1. Tujuan umum
174

Dihasilkan pemerataan upaya kesehatan

yang didukung mutu pelayanan yang optimal dalam rangka


memecahkan masalah kesehatan secara berdaya guna dan berhasil
guna.
175
2. Tujuan khusus
a Dihasilkannya upaya pelayanan kesehatan klinik yang
bersifat kuratif dan rehabilitative secara berhasil guna dan
b

berdaya guna.
Dihasilkannya upaya kesehatan masyarakat yang bersifat
preventif dan promotif secara berhasil guna dan berdaya

guna.
Jenis Rujukan
1 Rujukan medic, meliputi :
a Konsultasi penderita untuk keperluan diagnostic, pengobatan,
b

tindakan operatif dan lain-lain, disebut transfer of patient.


Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan labolatorium

yang lebih lengkap, disebut transfer of specimen.


Mendatangkan atau mengirim tenaga yang lebih kompeten atau
ahli untuk meningkatkan mutu pelayanan pengobatan setempat,

disebut juga transfer of knowledge/ personel.


Rujukan kesehatan adalah rujukan yang menyangkut masalah
kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotif yang
antara lain meliputi bantuan :
a Survey epidemiologi dan pemberantasan penyakit atas kejadian

b
c

luar biasa atau berjangkitnya penyakit menular.


Pemberian pangan atas terjadinya kelaparan di suatu wilayah.
Penyelidikan sebab keracunan, bantuan teknologi

penanggualanagn keracunan massal.


Pemberian makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan untuk

pengungsi atas terjadinya bencana alam.


Sarana teknologi penyediaan air bersih untuk mengurangi

kekurangan air bersih untuk masyrakat umum.


f Pemeriksaan specimen air di labolatorium.
Jalur Rujukan
1 Intern antara petugas puskesmas.
2 Antara puskesmas pembantu dengan puskesmas pembina.

3
4
5
6
5

Antara masyrakat dengan puskesmas.


Antara satu puskesmas dengan puskesmas lain.
Antara puskesmas dengan rumah sakit.
Antara puskesmas dengan rumah sakit lain, labolatorium atau

fasilitas kesehatan lain.


Tingkat rujukan
176

Rujukan berdasarkan pada bentuk


pelayanan :

a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health care) Pelayanan


kesehatan jenis ini diperlukan untuk masyarakat yang sakit ringan dan
masyarakat sehat untuk meningkatkan kesehatan mereka atau promosi
kesehatan. Oleh karena jumlah kelompok ini didalam suatu populasi
sangat besar (kurang lebih 85%), pelayanan yang diperlukan oleh
kelompok ini bersifat pelayanan kesehatan dasar (basib health services).
Bentuk pelayanan ini di Indonesia adalah puskesmas, puskesmas
pembantu, puskesmas keliling dan balkesmas.
b. Pelayanan Kesehatan tingkat kedua (secondary health services) Pelayanan
kesehatan jenis ini diperlukan oleh kelompok masyarakat yang
memerlukan perawatan nginap, yang sudah tidak dapat ditangani oleh
pelayanan kesehatan primer. Bentuk pelayanan ini misalnya Rumah Sakit
tipe C dan D dan memerlukan tersedianya tenaga spesialis
c. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tertiary health services) Pelayanan
kesehatan ini diperlukan oleh kelompok masyarakat atau pasien yang
sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan sekunder. Pelayanan
sudah komplek, dan memerlukan tenaga-tenaga super spesialis. Contoh di
6

Indonesia: RS tipe A dan B.


Langkah langkah rujukan
1. Menentukan kegawatdaruratan penderita
a) Pada tingkat kader atau dukun bayi terlatih ditemukan
penderita yang tidak dapat ditangani sendiri oleh keluarga atau
kader/dukun bayi, maka segera dirujuk ke fasilitas pelayanan
kesehatan yang terdekat, oleh karena itu mereka belum tentu
dapat menerapkan ke tingkat kegawatdaruratan.
b) Pada tingkat bidan desa, puskesmas pembantu dan puskesmas.
Tenaga kesehatan yang ada pada fasilitas pelayanan kesehatan
tersebut harus dapat menentukan tingkat kegawatdaruratan

kasus yang ditemui, sesuai dengan wewenang dan tanggung


jawabnya, mereka harus menentukan kasus mana yang boleh
ditangani sendiri dan kasus mana yang harus dirujuk. Make
Money
2. Menentukan tempat rujukan
177 Prinsip dalam menentukan tempat rujukan adalah fasilitas
pelayanan yang mempunyai kewenangan dan terdekat termasuk
fasilitas pelayanan swasta dengan tidak mengabaikan kesediaan
dan kemampuan penderita.
3. Memberikan informasi kepada penderita dan keluarga
178 Kaji ulang rencana rujukan bersama ibu dan keluarga.Jika
perlu dirujuk, siapkan dan sertakan dokumentasi tertulis semua
asuhan, perawatan dan hasil penilaian (termasuk partograf) yang
telah dilakukan untuk dibawa ke fasilitas rujukan.Jika ibu tidak
siap dengan rujukan, lakukan konseling terhadap ibu dan
keluarganya tentang rencana tersebut.Bantu mereka membuat
rencana rujukan pada saat awal persalinan.
4. Mengirimkan informasi pada tempat rujukan yang dituju
a) Mengirimkan informasi pada tempat rujukan yang dituju
Memberitahukan bahwa akan ada penderita yang dirujuk.
b) Meminta petunjuk apa yang perlu dilakukan dalam rangka
persiapan dan selama dalam perjalanan ke tempat rujukan.
c) Meminta petunjuk dan cara penangan untuk menolong
penderita bila penderita tidak mungkin
5. Persiapan penderita (BAKSOKUDA)
179 Hal-hal yang penting dalam mempersiapkan rujukan untuk
ibu :
a) Bidan
180

Pastikan bahwa ibu dan/atau bayi baru lahir

didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan


memiliki kemampuan untuk menatalaksana kegawatdaruratan
obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa ke fasilitas rujukan
b) Alat
181
Bawa perlengkapan dan bahan-bahan untuk asuhan
persalinan, masa nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik,
selang IV, dll) bersama ibu ke tempat rujukan.Perlengkapan

dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu


melahirkan sedang dalam perjalanan.
c) Keluarga
182
Beri tahu ibu dan keluarga mengenai kondisi
terakhir ibu dan/atau bayi dan mengapa ibu dan/atau bayi perlu
dirujuk.Jelaskan pada mereka alasan dan keperluan upaya
rujukan tersebut. Suami atau anggota keluarga yang lain harus
menemani ibu dan/atau bayi baru lahir ke tempat rujukan. 4.
Surat Berikan surat ke tempat rujukan.
d) Surat
183
ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu
dan/atau bayi baru lahir, cantumkan alasan rujukan dan uraikan
hasil pemeriksaan, asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu
dan/atau bayi baru lahir. Lampirkan partograf kemajuan
persalinan ibu pada saat rujukan.
e) Obat
184
Bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu
ke tempat rujukan. Obat-obatan mungkin akan diperlukan
selama perjalanan.
f) Kendaraan
185
Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan
untuk merujuk ibu dalam kondisi yang cukup nyaman.Selain
itu pastikan bahwa kondisi kendaraan itu cukup baik
untuk.mencapai tempat rujukan dalam waktu yang tepat.
g) Uang
186
Ingatkan pada keluarga agar membawa uang dalam
jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang
diperiukan dan bahan-bahan kesehatan lain yang diperlukan
selama ibu dan/atau bayi baru lahir tinggal di fesilitas rujukan.
h) Darah
187
Siapkan darah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
pasien.
i) Pengiriman
188
Penderita Untuk mempercepat sampai ke tujuan,
perlu diupayakan kendaraan / sarana transportasi yang tersedia
untuk mengangkut penderita.
j) Tindak lanjut penderita :

a) Untuk penderita yang telah dikembalikan (rawat jalan pasca


penanganan)
b) Penderita yang memerlukan tindakan lanjut tapi tidak
melapor harus ada tenaga kesehatan yang melakukan
7

kunjungan rumah
Jalur rujukan kasus kegawatdaruratan
189
Dalam kaitan ini jalur rujukan untuk kasus
gawat darurat dapat dilaksanakan sebagai berikut :
1. Dari Kader Dapat langsung merujuk ke :
a) Puskesmas pembantu
b) Pondok bersalin / bidan desa
c) Puskesmas / puskesmas rawat inap
d) Rumah sakit pemerintah / swasta
2. Dari Posyandu Dapat langsung merujuk ke :
a) Puskesmas pembantu
b) Pondok bersalin / bidan desa
c) Puskesmas / puskesmas rawat inap
d) Rumah sakit pemerintah / swasta
3. Dari Puskesmas Pembantu Dapat langsung merujuk ke rumah sakit
tipe D/C atau rumah sakit swasta
4. Dari Pondok bersalin / Bidan Desa Dapat langsung merujuk ke
rumah sakit tipe D/C atau rumah sakit swasta
8 Karakteristik Pasien Pasien yg Harus Dirujuk dari Puskesmas ke
Rumah Sakit
1. Riwayat bedah sesar
2. Pasien yang mengalami perdarahan berat
3. Gagal Jantung
4. Koma
5. Pasien dengan Cidera Tulang
6. Pendarahan pervaginaan
7. Persalinan kurang bulan
8. Ketuban pecah disertai dengan mekonium yang pecah
9. Ketuban pecah lebih dari 24 jam
10. Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan
11. Ikterus
12. Anemia berat
13. Tanda / gejala infeksi
14. Preklamsia / hipertensi dalam kehamilan
15. Tinggi fundus 40 cm / lebih
16. Gawat janin
17. Primipara dalam fase aktif kala 1 persalinan
18. Presentasi bukan belakang kepala
19. Presentasi ganda
20. Kehamilan ganda (gemeli)
21. Tali pusat menumbung

22. Syok
190
191
192
193
194
195
9 Skema Rujukan
196
197
198
199

PUSKESMAS

Rujukan Kesehatan

Rujukan Medis

200
201

Sarana

Tehknisi

Operasional

202
203

Menetukan

204

Kegawatdaruratan

Gangguan Pernafasan Berat


Perdarahan
Syok Hipovolemik
Gangguan Muskuloskletal
Cacat Janin
205

Menetukan RS
Tujuan
Informasi Kepada
Penderita/Keluarga
Mengirim

Informasi ke
206
207
208

RS Tujuan
Persiapan

Penderita
209
210

Pearawat

Alat Surat

Kendaraan

Obat

Pengiriman

Tindak Lanjut Pendamping


Penderita
211
212
213
214

Rs. Tipe D/C

215
216
217
218
219
220
8

Stratifikasi Puskesmas
1 Pengertian
221

Adalah upaya untuk melakukan penilaian

prestasi kerja puskesmas dalam rangka perkembangan fungsi


puskesmas sehingga pembinaan dalam rangka fungsi puskesmas dapat
dilaksanakan lebih terarah.Hal ini diharapkan lebih menimbulkan
gairah kerja, rasa tanggung jawab, dan kretifitas kerja yang dinamis
melalui pengembangan falsafah mawas diri.
2

Tujuan
1. Tujuan umum
222

Mendapatkan gambaran tentang tingkat

pengembangan fungsi puskesmas secara berkala dalam rangka


pembinaan dan pengembangannya.
2. Tujuan khusus
a Mendapatkan gambaran secara menyeluruh perkembangan

puskesmas dalam rangka mawas diri.


Mendapatkan masukan untuk perencanaan puskesmas dimasa

yang akandating.
Mendapatkan informasi tentang masalah dan hambatan dalam

pelaksanaan puskesmas sebagai masukan untuk pembinanya.


Pengelompokan
223
1
2
3

Dibagi dalam 3 strata, yaitu :


Srata I, puskesmas dengan prestasi kerja yang baik.
Strata II, puskesmas dengan prestasi kerja cukup.
Strata III, puskesmas dengan prestasi kerja kurang.

224

Sasaran dari stratifikasi puskesmas

adalah :
1
2
3

Puskesmas tingkat kecamatan.


Puskesmas tingkat kelurahan / pembantu.
Unit-unit kesehatan lain.

Pembinaan peran serta masyarakat.


225
226

Ruang lingkup
227

Ruang lingkup stratifikasi puskesmas

dibagi dalam 4 aspek, meliputi :


1

Hasil kegiatan puskesmas dalam bentuk cakupan dari masing-

2
3
4

masing kegiatan.
Hasil dan cara pelaksanaan manajemen puskesmas.
Sumber daya yang tersedia di puskesmas.
Keadaan lingkungan yang mempengaruhi pencapaian hasil
kegiatan puskesmas.
228

Dalam jangka panjang pola pembinaan

melalui sratifikasi puskesmas akan terus ditingkatkan ruang


lingkupnya meliputi seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawab
puskesmas dalam wilayah kerjanya, termasuk kegiatan adalah rangka
membina usaha kesehatan swasta.
5

Area pembinaan
229

Berdasarkan hasil pelaksanaan stratifikasi

puskesmas ada 3 area yang perlu dibina :


1

Sebagai wadah pemberian pelayanan, pembinaan diarahkan pada


fasilitas fisik, pelaksanaan manajemen dan kemampuan tenaga

kerja.
Pelaksanaa program-program sector kesehatan maupun program
lintas sektoral yang secara langsung maupun tidak langsung
menjadi tanggung jawab puskesmas dalam pelaksanaan sarana

penunjang.
Peran serta masyarakat dalam rangka peningkatan kemampuan
untuk hidup sehat dan produktif. Pembinaan kemampuan
puskesmas dalam membina peran serta masyrakat di bidang

kesehatan perlu ditingkatkan.


Pelaksanaan Stratifikasi
1 Pelaksanaan stratifikasi puskesmas mencakup seluruh aspek
puskesmas termasuk puskesmas pembantu, puskesmas keliling dan

hasil pembinaan peran serta masyrakat antara lain dalam bentuk


2

posyandu.
Kegiatan stratifikasi mencakup :
a Pengumpulan data
b Pengolahan data
c Analisis masalah dan penentuan langkah penanggulangan
230

Kegiatan tersebut dilakukan mulai dari

tingkat puskesmas, kabupaten, provinsi sampai ke tingkat


puskesmas.
3

Sratifikasi puskesmas dilaksanakan 1 tahun sekali secara


menyeluruh dan serentak di semua puskesmas dan bertahap sesuai
jenjang administrasi sampai ke pusat.
a Di tingkat puskesmas
231
Dilaksanakan sendiri oleh masing-masing
puskesmas dan merupakan kegiatan mengukur kemampuan
penampilan puskesmas dalam rangka mawas diri .dengan
tujuan agara kepala puskesmas dan staff mengetahui kelemahan
dan masalah yang dihadapi untuk berusaha memperbaiki.
b Di tingkat dinas kesehatan dati II / kandep
232
Menghimpun laporan hasil sratifikasi
puskesmas untuk diolah dan dianalisa sehingga mendapatkan
gambaran keadaan dan fungsi masing-masing puskesmas dalam
c

wilayahnya dalam rangka pembinaan dan pengembangannya.


Di tingkat dinas kesehatan dati I / kanwil / pusat
233
Menghimpun laporan hasil stratifikasi dari
masing-masing dinas kesehatan dati II untuk masing-masing
dinas kesehatan dati II unutk diolah dan dianalisa sehingga
mendapatkan gambaran tingkat perkembangan fungsi
pusekesmas di wilayah masing-masing kabupaten kodya
(provinsi) dalam rangka pembinaan dan pengembangannya

tahun yang akan dating.


Dalam rangka menentukan strata puskesmas dipakai pendekatan
kuantitatif untuk mengukur variable. Untuk menentukan nilai

dipakai suatu patokan (standar) target yang seharusnya dipakai.


234
Penetapan waktu kegiatan
a Tingkat puskesmas

1)
2)
3)
4)
5)

Pengumpulan data : desember januari


Pengolahan data : awal februari
Peninjauan dinkes dati II : Januari februari
Konsultasi kabupaten : akhir februari
Analisa masalah, rencana : awal maret (penanggulangan,

penyusunan laporan)
6) Laporan ke dati II : pertengahan maret
Dati II
1) Pengumupulan data rekap : maret-april
2) Checking on spot : pertengahan april
3) Analisa masalah, perencanaan penanggulangan : akhir april
4) Kirim ke provinsi dan kirim umpan balik ke puskesmas :
permulaan mei
Dati I
1) Pengumpulan laporan / rekapitulasi : mei
2) Analisa masalah dan penyusunan masalah : mei juni
3) Kirim ke pusat : akhir juni
4) Kirim umpan balik ke dati II : permulaan juli
Pusat
1) Penerimaan laporan / rekapitulasi dan rencana
penanggulangan masalah : juli
2) Pertemuan evaluasi pelaksanaanstratifikasi 27 provinsi
3)
4)
5)
6)

pusat : agustus
Pengolahan data dan analisa masalah : agustus
Distribusi laporan yang bersangkutan : akhir agustus
Menyusun rencana penanggulangan : September
Kirim umpan balik ke hasil stratikasi nasional : oktober

235
236
237
7

Tahap-Tahap Stratifikasi
1. Tahap I : pendataan dan pemetaan dalam tiga kelompok strata I,II,
dan III.
2. Tahap II : analisa hasil pendataan dan pemetaan serta sektor-sektor
yang menunjang dan menghambat.
3. Tahap III : rencana pemecahan masalah pada semua tingkat yaitu
rencana kerja atau rencana pembinaan untuk meningkatkan
kemmapuan-kemampuan puskesmas berdasarkan hasil analisa dan

masalah yang dijumpai di semua tingkat.


Manfaat stratifikasi
1. Bagi puskesmas

238

Mendapatkan gambaran tingkat

perkembangan secara menyeluruh sehingga dapat diambil berbagi


upaya untuk memperbaiki dalam rangka mawas diri.
2. Bagi dinas kesehatan dati II
a Mendapatkan gambaran prestasi kerja puskesmas dalam
b

wilayah dati II yang bersangkutan tiap tahun.


Mengetahui maslah dan hambatan dalam menyelenggarakan
puskesmas baik yang disebabkan oleh sumber daya maupun

pengaruh lingkungan.
Menentukan langkah serta bantuan yang diperlukan dala
mengatsi maslah yang dihadapi puskesmas melalui penyusunan

rencana tahunan.
Mendapatkan gambaran mengenai kemampun manajemen

setiap puskesmas wilayah dati II.


3. Dinas kesehatan dati I / kanwil provinsi
239
Mendapatkan gambaran mengenai masalah
serta hambatan yang dihadapai oleh dati I kandep selama setahun
dalam pembinaan dan pengembangan puskesmas di wilayah
kerjanya yang perlu mendapatkan bantuan penyelesaian oleh dinas
dati I / kanwil provinsi melaului penyusunan rencana bantuan.
240
4. Depkes pusat
241
Mendapatkan gambaran mengenai masalah
serta hambatan yang dihadapi oleh dinas kesehatan DT I / kanwil
selama setahun pembinaan dan pengembangan puskesmas di
wilayah kerjanya , yang perlu mendapatkan bantuan penyelesaian
9

oleh pusat antar lain melalui penyusunan rencana tahunan.


Perencanaan Mikro (MicroPlanning)
1 Pengertian
242
Perencanaan mikro tingkat puskesmas
adalah penyusunan rencana tingkat puskesmas untuk 5 tahun,
2

termasuk rincian tiap tahunnya.


Tujuan
1. Tujuan umum
243
Meningkatkan cakupan pelayanan program
prioritas sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh puskesmas,
sehingga dapat meningkatkan fungsi puskesmas.
2. Tujuan khusus

a. Tersusunnya rencana kerja puskesmas untuk jangka waktu 5


tahun secara tertulis
b. Tersusunnya rencana kerja tahunan puskesmas, sebagai
3

penjabaran rencana kerja 5 tahunan.


Ruang Lingkup
1 Rencana yang mencakup seluruh kegiatan pokok puskesmas.
2 Dibatasi sesuai dengan masalah yang dihadapi, dengan
memperhatikan prioritas, kebijaksanaan, dan strategi yang telah

ditetapkan oleh pusat, Dati I dan Dati II.


Langkah-Langkah Penyusunan
1 Identifikasi keadaan dan masalah
244
Untuk menghasilkan suatu rumusan
tentang keadaan dan prioritas masalah yang dihadapi oleh
puskesmas dan alternative pemecahannya.
245
246
a
b

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini:

Mengetahui kebijakan yang telah ditetapkan baik oleh pusat


maupun daerah.
Pengumpulan data yang mencakup:
1) Data umum
2) Data wilayah
3) Data penduduk
4) Sumber daya puskesmas: sarana dan prasarana fisik,,
tenaga, dana dan sumber daya masyarakat
5) Data status kesehatan
6) Data cakupan program sesuai dengan indicator dan variable
Analisa data
247
Meliputi analisa keadaan dan masalah
dalam perencanaan, ynag meliputi:
1) Analisa derajat kesehatan
248
Menjelaskan masalah kesehatan yang
dihadapi, yang menggambarkan derajat-derajat kesehatan
secara kuantitatif dan penyebaran masalah tersebut menurut
kelompok manusia, tempat dan waktu. Dengan kata lain
menggunakan pendekatan epidemiologis.
2) Analisa kependudukan
249
Adalah analisa menggunakan ukuranukuran demografis dalam wilayah kerja puskesmas,
diantaranya jumlah penduduk, penyenarannya berdasarkan

kelompok umur, waktu dan pertumbuhan penduduk,


kematian, kesakitan, mobilitas penduduk dan sebagainya.
3) Analisa upaya pelayanan kesehatan
250
Masukkan input, baik sarana, dana dan
tenaga. Proses merupakan upaya kesehatan yang dijalankan
secara terkoordinasi, supervise, stratifikasi. Keluaran atau
output merupakan hasil upaya kesehatan yang merupakan
cakupan-cakupan pelayanan yang telah dilaksanakan.
4) Analisa perilaku
251
Analisa yang dapat menggambarkan
tentang sikap dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan
dan upaya kesehatan.
5) Analisa lingkungan
252
Merupakan analisa lingkungan fisik,
biologis, social budaya dan ekonomi masyarakat diwilayah
kerja puskesmas.
Perumusan masalah
253
Adalah upaya mengidentifikasikan

permasalahan yang dihadapi oleh puskesmas berdasarkan


analisa diatas dan digambarkan secara kualitatif dengan
pendekatan epidemiologis sehingga dapat menggambarkan
masalah yang sebenarnya baik dari segi tempat, waktu dan
e

besarnya masalah.
Penentuan prioritas masalah
254

Untuk menentukan tingkat masalah dipergunakan


cara:

1) Delbecq, dengan cara mendiskusikan masalah oleh anggota


kelompok dengan saran dari narasumber.
2) Hanlon, adalah cara yang lebih sederhana yang sering
dipergunakan dan setiap anggota rapat puskesmas dapat
ikut berpesan serta. Semua anggota rapat diminta
255

memberikan nilai terhadap masalah melalui system scoring


Criteria yang dipakai adalah:
a) Besarnya masalah meliputi:
Presentasi penduduk yang terkena
Biaya yang dikeluarkan perorang perbulan karena
masalah tersebut

Kerugian yang dialami penduduk


Skor 0-10
b) Tingkat kegawatan atau bahaya meliputi:
Tingkat keganasan
Tingkat urgensinya
Kecenderungannya
Skor 1-10
c) Kemudahan penanggulangan masalah
256
Penentuan kemudahan penanggulangan
masalah dilaksanakan dengan memberi nilai 0,5-1,5.
d) Factor PEARL
257
Adalah menentukan dapat tidaknya
program tersebut dilaksanakan, meliputi :
258
P = Appropriatness (tepat guna)
259
E = Economic feasibility (secara ekonomis

263

murah)
260
261

A = Acceptability( dapat diterima)


R = Resource availability (tersedianya

sumber)
262

L = Legality (legalitas terjamin)

Penentuan skor melalui voting( 1 = ya, 0 = tidak)


264

Hasil votting untuk masing-masing factor

dikalikan sehingga didapatkan hasil akhir dari faktor PEARL


tersebut.Skor dari masing-masing kriteria ditabulasi dan
dihitung hasil akhirnya dengan pembobotan, sehingga
didapatkan perioritas masalah.
2

Penyusunan rencana
265

Perencanaan yang disusun berdasarkan

periotas masalah yang disusun secara sistematis, dengan urutan


sebagai berikut :
a Perumusan tujuan dan sasaran
b Perumusan kebijakan dan langkah-langkah
c Perumusan kegiatan
d Perumusan sumber daya
3 Penyusunan rencana pelaksana (plan of action)
266
Penyusunan POA yang perlu diperhatikan
adalah
a Penjadwalan, meliputi :
1) Penentuan waktu
2) Penentuan lokasi dan sasaran
3) Pengorganisasian

Pengalokasian sumber daya, meliputi :


1) Dana : sumberdana, besarnya, dan pemanfaatannya
2) Jenis dan jumlah sarana yang diperlukan
3) Jumlah dan tenaga yang diperlukan
c Pelaksanaan kegiatan meliputi :
1) Persiapan
2) Penggerakan dan pelaksanaan
3) Pengawasan, pengendalian dan penilaian
4 Penulisan dokumen perencanaan
a Pendahuluan
b Keadaan dan masalah
c Tujuan dan sasaran
d Pokok kegiatn dan pentahapan tahunan
e Kebutuhan sumberdaya
f Pemantauan dan penilaian
g Penutup
h Lampiran-lampiran dokumen
10 Lokakarya Mini Puskesmas
2.10.1 Definisi
267

Adalah upaya untuk menggalang kerja

sama tim untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya kesehtan


puskesmas sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dari tiaptiap upaya kesehatn pokok puskesmas, sehingga dapat dihindarkan
terjadinya tumpang tindih dalam pelaksaannya kegiatannya.
2.10.2 Tujuan
1. Tujuan Umum
268

Untuk meningkatakan kemampuan tenaga

puskesmas bekerjasama dalam tim dan membina kerjasama


lintas program dan lintas sektoral.
2. Tujuan Khusus
a. Terlaksananya penggalangan kerjasama tim lintas program
dalam rangka pengembangan menejemen sederhana,
terutama dalam pembagian tugas dan pembuatan rencana
keseharian.
b. Terlaksananya penggalangan kerjasama lintas sektoral
dalam pembinaan peran serta masyarakat.
c. Terlaksananya rapat kerja bulanan puskesmas sebgai tindak
lanjut penggalangan kerjasama tim puskesmas.
d. Terlaksananya rapat kerja tribulanan lintas sektoral sebgai
tindak lanjut penggalangan kerjasama lintas sektoral.

2.10.3 Ruang Lingkup


269

Ruang lingkup kegiatan loka karya mini

puskesmas adalah :
1
2

Menggalang kerjasama tim dari masing-masing anggota


Meningkatkan kebanggaan dan semangat membela
keberhasilan tim

270
1
2
3
4

Komponen :
Penggalangan kerjasama dalam tim puskesmas
Penggalangan kerjasama lintas sektoral
Rapat kerja bualanan puskesmas
Rapat kerja triwulan lintas sektoral

11 Supervisi
2.11.1 Definisi
271

Adalah upaya pengarahan dengan cara

mendengarkan alasan dan keluhan tentang masalah dalam


pelaksanaan dan memberikan petunjuk serta saran-saran dalam
mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaksana, sehingga
meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kemampuan
pelaksana dalam melaksanakan upaya kesehatan puskesmas.
2.11.2

Tujuan
1. Tujuan Umum
272Terselenggaranya upaya kesehatan puskesmas
secara berhasil guna dan berdaya guna.
273
274
2. Tujuan khusus
a. Terselenggaranya program upaya kesehatan puskesmas
sesuai dengan pedoman pelaksanaan.
b. Kekeliruan dan penyimpangan dalam pelaksanaan dapat

2.11.3

diluruskan kembali.
c. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
d. Meningkatnya hasil pencapaian pelayanan kesehatan.
Ruang Lingkup
1 Mencakup bimbingan di tingkat puskesmas oleh Kepala
Puskesmas kepada para pelaksana kegiatan di wilayah
kerjanya. Bimbingan mencakup :
a Masukan (input)

1) Sarana dan prasarana


2) Anggaran
3) Ketenagaan
4) Perlengkapan administrasi
Proses
275

Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan pedoman kerja

Keluaran (output)
276

Hasil kegiatan yang berupa cakupan pelayanan.

Supervisi dilaksanakan terhadap tenaga teknis dan tenaga


masyarakat, dalam bentuk :
a Pertemuan didalam puskesmas.
277
Pembimbingan yang dilakukan menyangkut
kegiatan teknis maupun administrasi dan penambahan
b

c
d
e

pengetahuan.
Kunjungan lapangan yang dilakukan terhadap :
1) Petugas kesehatan termasuk bidan desa
2) Kader kesehatan
3) Sarana pelayanan (puskesmas pembantu, posyandu).
Pelaksanaan pembimbingan
1) Dokter puskesmas
2) Staf puskesmas
Sasaran pembinaan
1) Staf puskesmas sebagai pelaksana kegiatan lapangan
2) Tenaga sukarela (kader, dasa wisma)
Waktu pelaksanaan
1) Terhadap staf pelaksana puskesmas dilaksanakan
minimal satu bulan sekali, atau sewaktu-waktu jika ada
masalah.
2) Tenaga desa (kader kesehatan, dasa wisma) minimal
sebulan sekali, atau sesuai dengan kesepakatan
bersama.
3) Bimbingan terhadap posyandu minimal 3 bulan sekali.
4) Melalui laporan tertulis mengenai pelaksanaan kegiatan
dari pelaksana. Paling lambat 1 minggu setelah
kegiatan.
5) Format bimbingan yang digunakan sesuai dengan
pedoman yang ada yang telah diterbitkan oleh

Departemen Kesehatan.
12 Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)
2.12.1 Definisi

278

Adalah tata cara pencatatan dan pelaporan

yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas, meliputi keadaan


fisik, tenaga sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hsil
2.12.2

yang telah dicapai oleh puskesmas.


Tujuan
1. Tujuan umum
279
Tersedianya data dan informasi yang akurat,
tepat waktu dan mutakhir secara periodik dan teratur untuk
pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas
di berbagai tingkat administrasi.
280
281
282
2. Tujuan khusus
a. Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga,
sarana, dan kegiatan pokok puskesmas yang akurat, tepat
waktu dan mutakhir secara teratur.
b. Terlaksananya pelaporan data secara teratur di berbagai
jenjang administrasi, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
c. Digunakannya data tersebut untuk pengambilan keputusan
dalam rangka pengelolaan program kesehatan masyarakat

2.12.3

melalui puskesmas di berbagai tingkat administrasi.


Ruang Lingkup
1 SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk puskesmas
2

3
2.12.4

pembantu dan puskesmas keliling


Pencatatan dan pelaporan mencakup:
a Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
b Data ketenagaan di puskesmas
c Data sarana yang dimiliki puskesmas
d Data kegiatan pokok puskesmas (18 upaya pokok) baik di
dalam gedung maupun di luar gedung
Pelaporan dilakukan secara periodik (bulanan, tribulanan,

semester dan tahunan)


Pelaksanaan
1 Pencatatan dengan menggunakan format
a Family folder
b Buku register
1) Rawat jalan dan rawat inap
2) Penimbangan
3) Kohort ibu
4) Kohort anak

c
d
e
f

5) Persalinan
6) Laboratorium
7) Pengamatan penyakit menular
8) Imunisasi
9) PKM
Kartu indeks penyakit (kelompok penyakit)
Kartu perusahaan
Kartu mired
Sensus harian (penyakit dan kegiatan puskesmas) untuk

mempermudah pembuatan laporan


2 Pelaporan
283
Jenis dan periode laporan:
a Bulanan
1) Data kesakitan
2) Data kematian
3) Data operasional (gizi, imunisasi, KIA, KB, dsb)
4) Data manajemen obat
b Triwulan
284

Data kegiatan puskesmas

2.12.5

Tahunan
1) Umum dan fasilitas
2) Saranan
3) Tenaga
Alur Pengiriman
1 Aluran pengiriman sampai saat ini:
a Dikirim ke dinas kesehatan tingkat II, diteruskan ke dinas
kesehatan tingkat I, kemudian diteruskan ke departemen
kesehatan (c.q. Bagian Informasi Digjen Pembinaan

Kesehatan Masyarakat).
b Umpan balik dikirim ke kanwil Depkes Provinsi.
Alur pengiriman jangka panjang
285
Mengikuti alur jenjang administrasi
organisasi.Departemen Kesehatan menerima laporan dari

2.12.6

kanwil Depkes Provinsi.


286
287
288
Pengolahan, Analisa dan Pemanfaatan
1 Dilaksanakan pada setiap jenjang administrasi
2 Pemanfaatan disesuaikan tugas dan fungsi dalam pengambilan
3

keputusan
Di puskesmas digunakan untuk pemantauan pelaksanakan
program operasionalisasi dan early warning system

2.12.7

Pada Dati TK II digunakan untuk pemantauan pengendalian

dan pengambilan tindak koreksi yang diperlukan


Dati TK I digunakan untuk perencanaan program dan

pemberian bantuan yang diperlukan


Pada tingkat pusat digunakan untuk pengambilan

kebijaksanaan pada tingkat nasional


Kegiatan kegiatan yang Dilakukan
1 Mengkompilasi data dari puskesmas
2 Mentabulasi data upaya kesehatan yang dilakukan
3 Menyusun kartu indeks penyakit
4 Menyusun sensus harian untuk mengolah data kesakitan
5 Menyajikan dalam bentuk narasi, tabel, grafik sesuai kebutuhan
6 Melakukan berbagai perhitungan-perhitungan dengan
7

menggunakan data denominator


Melakukan analisa untuk kebutuhan pemantauan, intervensi,

serta perencanaan di masa mendatang


Membuat peta wilayah puskesmas termasuk sarana kesehatan
289

Pemanfaatan Data SP2TP :

Untuk memenuhi kebutuhan administrasi pada jenjang yang


lebih tinggi dalam rangka pembinaan, perencanaan dan

penetapan kebijaksanaan.
Dimanfaatkan puskesmas untuk meningkatkan upaya kesehatan
puskesmas, melalui:
a Perencanaan (perencanaan mikro).
b Pergerakan dan pelaksanaan (lokakarya mini puskesmas).
c Pengawasan, pengendalian dan penilaian (stratifikasi).
290
291

BAB 3
PENUTUP

292
1

Simpulan
1 Definisi Puskesmas
293
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan
fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat
yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan
pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah
2

kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.


Fungsi Puskesmas
a. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya

b. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka


meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat
c. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu
3

kepada masyarakat di wilayah kerjanya.


Sejarah perkembangan Puskesmas
294
Di indonesia puskesmas merupakan tulang punggung
pelayanan kesehatan tingkat pertama. Konsep puskesmas dilahirkan tahun
1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional

(RAKERKESNAS) I di Jakarta.
Kegiatan Pokok Puskesmas
295
Ada 20 pokok kegiatan puskesmas yang diselenggarakan

oleh puskesmas sejak pertama kali berdiri.


Wilayah kerja Puskesmas
296
Wilayah kerja puskesmas, bisa kecamatan, faktor kepadatan
penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrastruktur
lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja

puskesmas.
Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas
297
Dalam melaksanakan tugasnya puskesmas wajib
menetapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam
lingkungan puskesmasnya maupun dalam satuan organisasi di luar

puskesmas sesuai dengan tugasnya masing-masing.


Sistem rujukan Puskesmas
298
System rujukan adalah suatu jaringan system pelayanan
kesehatan yang mungkin terjadinya penyerahan tanggung jawab timbal
balik atas timbulnya suatu masalah dari suatu kasus atau masalah, baik
secara vertikal maupun horizontal, kepada orang lebih kompeten,

terjangkau dan dilakukan secara rasional.


Stratifikasi Puskesmas
299
Straifikasi Adalah upaya untuk melakukan penilaian
prestasi kerja puskesmas dalam rangka perkembangan fungsi puskesmas
sehingga pembinaan dalam rangka fungsi puskesmas dapat dilaksanakan
lebih terarah. Hal ini diharapkan lebih menimbulkan gairah kerja , rasa
tanggung jawab , dan kretifitas kerja yang dinamis melalui pengembangan

falsafah mawas diri.


Perencanaan mikro Puskesmas

300

Perencanaan mikro tingkat puskesmas adalah penyusunan

rencana tingkat puskesmas untuk 5 tahun, termasuk rincian tiap tahunnya.


10 Lokakarya mini puskesmas
301
Lokakarya adalah upaya untuk menggalang kerja sama tim
untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya kesehtan puskesmas sesuai
dengan perencanaan yang telah disusun dari tiap-tiap upaya kesehatn
pokok puskesmas, sehingga dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih
dalam pelaksaannya kegiatannya.
11 Supervisi Pukesmas
302
Supervisiadalah upaya pengarahan dengan cara
mendengarkan alasan dan keluhan tentang masalah dalam pelaksanaan dan
memberikan petunjuk serta saran-saran dalam mengatasi permasalahan
yang dihadapi pelaksana, sehingga meningkatkan daya guna dan hasil
guna serta kemampuan pelaksana dalam melaksanakan upaya kesehatan
puskesmas.
303
304
12 Sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas terpadu
305
Yakni tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap
untuk pengelolaan puskesmas, meliputi keadaan fisik, tenaga sarana dan
kegiatan pokok yang dilakukan serta hsil yang telah dicapai oleh
2

puskesmas.
Saran
306

Sebagai tenaga kesehatan seharusnya kita

lebih mengahayati fungsi puskesmas , karena puskesmas merupakan


pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Selayaknya kita
sebagai tenaga kesehatan turut mengembangkan program-program yang ada di
Puskesmas.Sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada
klien.
307
308
309
310
311
312

313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329

DAFTAR PUSTAKA
330

331

Azwar, dr. Azrul., 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Bina


Rupa Aksara

332

Effendi,Nasrul.1998.Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat


Edisi 2.Jakarta:EGC

333

Putu Sudayasa.2010.berbagi info tentang puskesmas,


http//www.puskel.com dikutip pada 14 Mei 2016

334

Ryadi, dr. A.L Slamet, 1992. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Surabaya:


Usaha Nasional

335

Sudarmono,P, 2011.administrasi kesehatan masyarakat. jakarta :EGC

336

UUD.NO.44 thn 2011 pasal 42 ayat (3) tentang sistem rujukan kesehatan

337

Peraturan menteri kesehatan nomor 028/menkes/per/I/2011.tentang


administrasi kesehatan masyarakat

338

Wijayanto, M, 2009. Modul pendidikan Perguruan Tinggi kesehatan


masyrakat. Jakarta : Salemba Medika

339