Anda di halaman 1dari 9

Membuat Grafik Powerpoint Yang Efektif dan

Menarik
JANUARY 1, 2012 BY MUHAMMAD NOER47 COMMENTS

Dalam presentasi bisnis menggunakan Powerpoint, biasanya data dan fakta dalam
bentuk grafik banyak ditampilkan. Data pergerakan harga saham, pertumbuhan
jumlah penduduk, tren penjualan, adalah beberapa contohnya.
Persoalannya, bagaimana menampilkan grafik dalam presentasi powerpoint secara
efektif? Bagaimana agar audiens bisa menangkap cerita di balik angka-angka yang
ditampilkan?
Langkah pertama yang perlu Anda ketahui adalah membedakan berbagai jenis
grafik dan fungsinya. Memahami jenis grafik yang paling tepat untuk menjelaskan
ide dan data adalah langkah paling awal untuk menyajikan data secara efektif dalam
sebuah presentasi.

Grafik batang
Grafik batang (bar) cocok untuk menjelaskan data yang akan diperbandingkan satu
sama lain.

Dalam contoh di atas, grafik batang digunakan untuk membandingkan 10 negara


dengan pengguna Facebook terbesar di dunia. Perhatikan fokus yang dipilih oleh
grafik tersebut adalah Indonesia dan bagaimana data tersebut telah diurutkan
terlebih dahulu untuk memudahkan audiens memahami isi grafik dengan cepat.

Grafik kue
Grafik kue (pie) paling pas menjelaskan proporsi suatu bagian terhadap jumlah
keseluruhan.

Dalam contoh di atas, grafik kue digunakan untuk menekankan salah satu sektor
(yakni sektor pertanian dan perikanan) yang memiliki porsi cukup besar dalam
angkatan kerja di Indonesia.

Grafik garis
Grafik garis (line) sangat bagus untuk menjelaskan tren perubahan dari waktu ke
waktu.

Dalam contoh di atas, grafik garis digunakan untuk menunjukkan tren perubahan
penjualan antara Brand A dengan Brand B selama 5 tahun terakhir. Perhatikan
bagaimana grafik tersebut menekankan masing-masing garis pada pertumbuhan
dan penurunan rata-rata setiap tahunnya.

Grafik bertumpuk
Grafik bertumpuk (stacked) akan cocok ketika menjelaskan perbandingan yang
terdiri dari beberapa bagian.

Dalam contoh di atas, grafik bertumpuk digunakan untuk melihat perubahan proporsi
pengeluaran selama 3 tahun terakhir. Perhatikan bagaimana grafik tersebut
menekankan pada salah satu sektor (telekomunikasi) yang terus membesar dari
waktu ke waktu dengan mengurangi proporsi pada sektor lainnya.

Grafik gelembung
Grafik gelembung (bubble) akan menarik untuk melihat perbandingan umum dari
data yang cukup banyak secara visual yang tidak memerlukan ketelitian presisi.

Contoh di atas membandingkan 5 perusahaan menggunakan 3 ukuran:

Jenis produk yang dijual (sumbu x)

Nilai penjualan (sumbu y)

Persentase pangsa pasar (sumbu z)

Dengan grafik ini, dengan cukup mudah orang bisa melihat bahwa lingkaran yang
lebih besar menunjukkan pangsa pasar yang lebih besar pula. Selanjutnya lokasi di
mana lingkaran tersebut berada menunjukkan seberapa banyak jenis produk yang
dijual dan berapa nilai penjualannya. Perhatikan bahwa presisi tidak terlalu jelas
dalam grafik gelembung karena fungsinya memang untuk menunjukkan perbedaan
relatif antara data-data yang diperbandingkan secara visual dan cepat.

Komponen Sebuah Grafik


Selanjutnya, yang perlu dipahami adalah mengetahui komponen dari sebuah grafik
yang baik. Komponen-komponen itu adalah latar belakang, data, dan penekanan.

Latar belakang
Latar belakang adalah background dari grafik itu sendiri. Pilih latar belakang
sederhana dan dan tidak mengganggu perhatian. Jika Anda harus menggunakan
garis pada sumbu x dan sumbu y sebuah grafik, pastikan menggunakan warna yang
lebih lembut sehingga tidak terlalu dominan.

Data
Data merupakan informasi yang disampaikan dalam grafik itu sendiri. Data bisa
terdiri dari informasi yang sangat banyak, atau bisa juga hanya beberapa
perbandingan saja. Mengetahui banyaknya data dan bagaimana
membandingkannya dengan tepat agar mudah dipahami, sangat ditentukan oleh
jenis grafik yang Anda pakai. Pelajari dengan baik perbedaan dari setiap jenis grafik
dan kegunaannya masing-masing. Gunakan grafik yang tepat untuk menyajikan data
dengan tepat pula.

Penekanan
Setiap data yang ditampilkan memiliki cerita di belakangnya. Anda bisa menjelaskan
apa yang ada di balik angka-angka lewat penjelasan. Dan Anda pun bisa lebih
mudah menyampaikan hal tersebut jika grafik yang dibuat menunjukkan penekanan.
Penekanan membantu audiens memahami bagian mana dari data yang paling
penting diperhatikan dan menjadi pusat pembicaraan. Penekanan bisa dilakukan
dengan memberi warna berbeda, cetak berbeda (tebal, miring), atau memberi
keterangan khusus (legend).
Perhatikan bagaimana contoh berikut menunjukkan perpaduan harmonis antara latar
belakang, data, dan penekanan.

Memahami setiap komponen dalam membuat grafik tidak hanya membantu Anda
membuat grafik yang indah dan estetis, melainkan juga grafik yang mudah dan
cepat dipahami audiens. Tidak hanya itu, grafik Anda juga mampu bercerita ada apa
di balik angka-angka yang disajikan dan bagian penting dari data yang harus
diperhatikan.

Slide grafik gabungan


Dari perpaduan latar belakang, data, dan penekanan, maka kita bisa membuat grafik
akhir seperti berikut: