Anda di halaman 1dari 31

SEKOLAH MINGGU (BINA IMAN ANAK KATOLIK)

(Oleh: SUPARTO,S.Ag,M.Pd)

A. PENGERTIAN SEKOLAH MINGGU (BINA IMAN ANAK KATOLIK)


Sekolah Minggu (Bina Iman Anak Katolik) dapat diartikan sebagai berikut:
1. Suatu wadah pelayanan dari,oleh dan untuk Gereja yang bergerak di dalam pelayanan bagi anakanak.
2. Suatu bentuk kegiatan katekese yang dilaksanakan di luar jam sekolah dengan tujuan untuk
membina iman anak.
3. Suatu bentuk kegiatan pembinaan iman anak yang dilaksanakan pada hari Minggu yang bersifat
menggembirakan bagi anak.
B. TUJUAN SEKOLAH MINGGU (BINA IMAN ANAK KATOLIK)
Sekolah Minggu (Bina Iman Anak Katolik) yang dikembangkan oleh Gereja memiliki tujuan antara
lain:
1. Memperkuat Benteng iman anak agar tahan terhadap kemungkinan gangguan-gangguan pihak
luar yang menggungcangkan imannya.
2. Membantu para orang tua untuk membina iman anak yang oleh orang tua kurang atau tidak
mendapat perhatian.
3. Membantu para Guru Agama dalam hubungannya dengan Pendidikan Agama Katolik di sekolah.
4. Memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak Katolik dengan kegiatan-kegiatan yang
melibatkan anak di dalam pelayanan Tuhan sejak dini (Matius 18:5, Lukas 18:16).
C. PEMBINA SEKOLAH MINGGU (BINA IMAN ANAK KATOLIK)
Pada bagian ini diberikan gambaran sedikit tentang profil Pembina sekolah minggu (Bina Iman Anak
Katolik) dengan criteria sebagai berikut:

1. Tidak berpendidikan tapi berpengalaman, namun tidak mau belajar untuk mengembangkan
diri
2. Tidak berpendidikan tapi berpengalaman dan selalu berusaha untuk mengembangkan diri
3. Berpendidikan umum dan minim dalam pengalaman serta tidak mau berusaha untuk
mengembangkan diri
4. Berpendidikan umum dan minim dalam pengalaman tetapi mau berusaha untuk
mengembangkan diri
5. Berpendidikan umum, segudang pengalaman
6. Berpendidikan khusus, minim pengalaman
7. Berpendidikan khusus, segudang pengalaman
Berdasarkan kriteria seperti tersebut di atas maka kita sendiri mampu menempatkan diri
dalam jenis Pembina sekolah minggu (Bina Iman Anak Katolik) yang seperti apa. Untuk
memenuhi kristeria yang pas maka dalam Gereja katolik memberikan rambu-rambu bahwa
Pembina sekolah minggu minimal harus memiliki:
1. Kepekaan terhadap dimensi religius kehidupan (secara kehidupan rohani baik dan menjadi
batu sandungan bagi umat Katolik yang lain0.

2. Memiliki iman yang bukan lagi hanya sebagai suatu cita-cita tetapi sudah mulai menjiwai
hidupnya setiap hari (Dewasa dalam iman)
3. Memiliki kepedulian terhadap penghayatan citarasa menggereja yang terungkap dalam
kehidupan konkret di Gereja Paroki, Wilayah dan Lingkungan (berpartisipasi aktif)
4. Memiliki kemauan untuk mengembangkan diri baik itu melalui kegiatan lokakarya,
pelatihan-pelatihan dan juga pendidikan non formal lainnya, yang sifatnya untuk
pengembangan potensi diri.
D. BADAN PEMBINA SEKOLAH MINGGU (BINA IMAN ANAK KATOLIK)
Sekolah Minggu (BIAK) merupakan karya social, oleh karena itu terbuka bagi kerjasama
dengan semua pihak yang punya kepedulian untuk hidup menggereja. Agar terjalin kerjsama
yang baik dengan pihak-pihak yang terlibat dibutuhkan badan Pembina yang terdiri dari;
1. Tim Ahli
Tim ini dibentuk oleh Komisi Kateketik yang terdiri dari orang-orang yang ahli di bidang
katekese, dari lembaga kateketik atau pastoral dan orang-orang yang memiliki
pengalaman lapangan di Sekolah Minggu/BIAK.
2. Komisi Kateketik Keuskupan
Tenaga ahli yang memiliki tanggungjawab untuk memberikan pembekalan atau pelatihan
kepada tim keuskupan. Anggotanya terdiri dari komisi kateketik ditambah dengan orangorang yang dipilih. Tim Keusukupan selanjutnya membekali atau melatih tim Pembina
yang ada di paroki-paroki. Bahkan sangat mungkin untuk dibentuk komisi khusus di
tingkat keuskupan yang menangani Sekolah Minggu/BIAK.
3. Tim Paroki
Tim Pembina tingkat paroki ini mempunyai tugas untuk membekali para Pembina
sekolah minggu/BIAK yang ada di Wilayah atau lingkungan yang secara langsung
berhadapan dengan kelompok-kelompok binaan.
4. Tim Lingkungan
Mereka ini adalah para Pembina tingkat lingkungan atau kelompok sasaran, mereka dapat
terdiri dari guru-guru agama atau Pembina sukarela (aktivis gereja yang mau dan peduli)
E. PERKEMBANGAN DAN IMPLIKASI PEMBINAAN ANAK SEKOLAH MINGGU
(BINA IMAN ANAK KATOLIK)
1. Perkembangan dan Implikasi untuk Pembinaan Anak 3-5 tahun.
PERKEMBANGAN FISIK
1. Sangat aktif, selalu bergerak, fisik anak
akan bertumbuh dengan pesat.
2. Ia lebih suka melakukan sesuatu daripada
menjadi penonton.
3. Ia belum dapat tahan pada aktivitas yang
terlalu lama.
4. Bertumbuh dengan pesat; otot besar
berkembang lebih dulu daripada otot kecil.
5. Mudah terserang penyakit.

IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Ruangan Sekolah Minggu sebaiknya tidak
sempit.
2. Sediakan waktu untuk mengambar
memilih nyanyian dengan gerakan,
permainan jari, drama.
3. Menyusun acara SM yang bervariasi,
cerita Alkitab 5-10 menit saja.
4. Pekerjaan yang halus (mengunting) belum
dapat dikerjakan dengan teliti.
5. Perhatikanlah anak yang kurang sehat.
PERKEMBANGAN SOSIAL
IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Egosentris, belum melihat dan mengerti 1. Berilah cukup perhatian kepada setiap
orang lain.
anak; sebaiknya mereka duduk dalam
2. Orientasi utama ialah terhadap keluarga
lingkaran.
(orang tua, kakak, adik).
2. Kenalkan orang tua dari setiap anak kecil,
3. Menuntut perhatian, ingin dipuji.
kunjungilah
keluarganya.
Bercerita

4. Membutuhkan dukungan.
5. Maju dalam hal bermain bersama anak 3.
lain.
4.
5.

PERKEMBANGAN MENTAL
1. Pengertian akan kata-kata bertambah
tetapi masih terbatas.
2. Pengertian tentang jarak dan waktu masih
sangat terbatas.
3. Daya tahan konsentrasi sangat terbatas.
4. Mengerti hal yang nyata.
5. Dapat menghafal tetapi belum mengerti
artinya dan juga cepat lupa.
6. Memberi respon terhadap rangsangan
intelek.
7. Belajar melalui menirukan orang lain.
8. Selalu ingin tahu.
9. Daya khayal kuat, kadang-kadang sulit
membedakan kenyataan dan khayalan
sangat kreatif, suka membuat cerita
sendiri.
10. Belajar melalui semua panca indera;
melihat,meraba,merasa,mencium,mendeng
ar.

PERKEMBANGAN EMOSIONAL
1. Emosi yang dialami pada umur ini sangat
kuat,
tetapi
kesanggupan
untuk
mengontrolnya
belum
begitu
berkembang.
2. Emosi anak kecil belum stabil dan sering
berubah, mudah menangis, mudah
tertawa.
3. Anak kecil sering mengalami rasa takut.
Rasa takut ada emosi yang wajar dalam
proses berkembang.
4. Anak kecil bisa marah dan meledak,
kalau terlalu banyak halangan dan

mengenai keluarga dalam Alkitab.


Pujilah dia, asal jangan berlebihan.
Apa yang benar dan baik dapat didukung.
Berilah kesempatan bergaul dengan kawan
sebaya.
6. Setialah pada kelasmu, jangan terlalu
banyak ganti guru. Berilah batas-batas
tertentu dalam SM tetapi terbuka juga
untuk perubahan.
IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Pakailah kata-kata yang sederhana, ulangi
kata-kata baru, ucapan perlu jelas.
2. Tidak usah menyebut kilometer atau fakta
sejarah.
3. Minta perhatian untuk waktu tertentu saja,
kemudian ganti aktivitas.
4. Berbicaralah hal yang konkrit.
5. Bahan hafalan (doa, nyanyian, ayat
Alkitab) harus jelas dan sederhana, sering
diulangi dan dibahas ulang, sehingga
pengertian bertambah.
6. Pakailah kata-kata baru, nyanyian baru
(yang sederhana).
7. Jadilah teladan yang dapat ditiru.
Hentikanlah kelakuan anak yang kurang
baik, sebelum dicontoh oleh anak lain.
8. Jawablah dengan sabar semua pertanyaan.
9. Dengarkanlah baik-baik kalau seorang
anak kecil bercerita untuk mengerti alam
pikirannya. Cegahlah kalau berlebihan.
Pakailah daya khayal dalam drama
spontan.
10. Susunlah ruangan sedimikian dan bawa
alat peraga, supaya ada rangsangan untuk
panca indera.

IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Ciptakanlah suasana yang tenang, tetapi
gembira. Sebagai orang dewasa perlu
mengontrol emosi sendiri.
2. Kalau
emosi
negatif,
tunjukkan
perngertian,
kemudian
coba
membelokkan emosi itu kearah yang
positif: berikanlah aktivitas baru.
3. Hiduplah dekat pada anak untuk
mengetahui apa yang ditakuti dan
lindungi dia. Berilah penjelasan kalau
yang ditakuti tidak beralasan. Jangan
sekali-kali menakut-nakuti anak supaya

larangan.
5. Dapat menunjukkan rasa jengkel, kalau
merasa dirinya sanggup, padahal belum.
Akibatnya
kecewa
dengan
hasil
pekerjaannya.
6. Mudah iri hati, kalau anak lain
diperhatikan khususnya adik yang masih
kecil.
7. Sering menangis sambil meminta
sesuatu.
8. Senang dalam alam semesta, mengagumi
bunga, binatang, pemandangan.
9. Senang dengan makanan enak.
10. Dapat sayang kepada orang yang dekat
kepadanya, juga dapat menunjukkan
belas kasihan kepada anak lain.

1.
2.
3.
4.

tunduk.
4. Berilah seperlunya saja larangan serta
penjelasan. Ledakan/tangisan jangan
dibiasakan sebagai senjata/alat untuk
mendapatkan sesuatu yang diingini.
5. Memberanikan
untuk
mengerjakan
sesuatu tanpa mengharapkan hasil yang
sempurna; perhatikan setiap pekerjaan
dengan
interes
sekalipun
belum
sempurna.
6. Berilah pengertian, perhatian dan kasih;
mengajak untuk berbuat baik terhadap
anak lain atau anak kecil lain.
7. Berilah petunjuk bahwa ia boleh minta,
tanpa menangis/paksaan.
8. Ajarlah bahwa segala sesuatu diciptakan
oleh Allah, sehingga anak belajar memuji
Allah.
9. Ajarlah untuk berterima kasih atas segala
makanan.
10. Biarkanlah dia mengekpresikan rasa
sayang kepada anak lain; ajarlah dia
berdoa buat teman lain.
PERKEMBANGAN ROHANI
IMPLIKASI PEMBINAAN
Mudah percaya.
1. Apa yang diajar harus benar, agar layak
Ikut kepercayaan orang tuanya.
dipercaya/tidak menyesatkan.
Mulai membedakan yang benar dan yang 2. Orang tua harus menjadi teladan yang
salah.
baik. Guru SM mengusahakan hubungan
Mengasihi Allah sebagai Pencipta dan
yang baik dengan orang tua anaknya.
Pemberi segala sesuatu yang baik, sebagai 3. Ajarlah bahwa Allah mau supaya kita
Tuhan
yang
dapat
menolong.
melakukan yang baik, Tuhan mau
mengampuni kesalahan kita.
4. Memimpin anak untuk menyembah Allah
sebagai Pencipta, Pembinam, Penolong.
2. Perkembangan dan Implikasi untuk Pembinaan Anak 6-8 tahun.

PERKEMBANGAN FISIK
1. Bertumbuh pesat, lengan dan kaki panjang
tungkai kurus, kemudian jadi gemuk.
2. Gigi susu ganti gigi tetap.
3. Penuh energi, suka bergerak dan aktif
sekali, lama-kelamaan keaktifan lebih
terarah.
4. Masih senang berlari-lari.

IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Perlu makanan yang bergizi, dan cukup
banyak istirahat, aktivitas ramai berselangseling dengan aktivitas tenang.
2. Jagalah terhadap gula-gula/permen.
3. Latihlah, melalui permainan sepak bola
atau permainan lain, berenang, dsb.
4. Permainan dibutuhkan sebagai selingan
belajar, bekerja, dan bermain harus
seimbang.
PERKEMBANGAN SOSIAL
IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Masih merasa dekat dengan orang tua. 1. Carilah kontak yang baik dengan orang
Senang dalam keluarga mereka.
tua. Kunjungilah keluarga mereka.
2. Hormat dan segan kepada guru.
2. Janganlah mengecewakan mereka.

3. Dapat menyesuaikan diri dengan teman


sebaya, sifat egosentris mulai hilang dan
diganti dengan kesanggupan untuk
mengerti.
4. Belajar berdiri sendiri, bila perlu membela
diri.
5. Kurang sabar terhadap anak kecil.
6. Belum tahu "kalah dengan hormat".

3. Berilah banyak kesempatan untuk bergaul


dengan teman sebaya, ajarlah agar saling
mengerti.
4. Guru harus dekat dengan mereka bila
mereka bertengkar, ia perlu berfungsi
sebagai jembatan perdamaian.
5. Ajarlah mereka untuk mengerti anak kecil.
6. Belum waktunya untuk mengadakan
banyak
perlombaan,
lebih
baik
mengajarkan kerja sama.

PERKEMBANGAN MENTAL
1. Konsentrasi tahan lebih lama, mereka
sanggup mengikuti pelajaran di sekolah
sampai 43 menit.
2. Dapat mengikuti instruksi guru dan
mengerjakan tugas tertentu.
3. Bertumbuh dalam hal tanggung jawab
karena dapat lebih mengerti.
4. Senang mendengar cerita, meskipun sudah
dapat membaca.
5. Belajar membaca, menghitung, menulis.
6. Belum mengerti hal yang abstrak. Cara
berfikir berdasarkan hal yang konkrit.
7. Belum mempunyai pendapat sendiri,
masih bergantung dari pendapat orang
dewasa, orang tua, guru.

IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Mengharapkan/antisipasi mereka untuk
duduk tenang selama bercerita, kemudian
diberi kesempatan untuk bergerak.
2. Berilah tugas, seperti mengulangi ayat
hafalan atau cerita.
3. Berilah
tanggung
jawab
sesuai
kemampuan.
4. Jadikanlah cerita Alkitab pusat pelajaran di
SM.
5. Pakailah alat peraga dengan huruf yang
jelas.
6. Pakailah kara-kata dan contoh-contoh
berdasarkan hal yang konkrit dan
sederhana.
7. Tidak harus ditawarkan banyak keputusan.
Berilah contoh yang baik dalam kelakuan
dan perkataan, dan menantikan mereka
meniru contoh itu.
IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Usahakan suasana yang tenang, ramah.
Anak tidak boleh ditertawakan.
2. Berilah tugas yang tidak terlalu sulit.
Memberanikan anak dalam segala hal
yang terasa sulit.
3. Ajarlah dia bekerja dengan tenang dan
menyelesaikan apa yang dimulai dengan
teliti.
4. Membetulkan
fakta
tanpa
mempermalukan.
5. Ajarlah dia untuk mengekspresikan rasa
sayang dan juga menolong kawan dalam
kesulitan, termasuk orang tua.
IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Jagalah supaya kesenangan ini tetap
melalui persiapan yang matang dan
pelajaran yang menarik, suasana kasih,
tertib.
2. Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur.

1.
2.

3.
4.
5.

PERKEMBANGAN EMOSIONAL
Lebih stabil, tetapi mudah gelisah, gugup,
kadang-kadang putus asa.
Pada permulaan anak merasa kuatir, belum
bisa, lama-kelamaan lebih yakin akan diri
sendiri.
Kurang sabar terhadap diri sendiri.
Membesar-besarkan.
Dapat merasakan perasaan teman lain juga
perasaan orang tua.

PERKEMBANGAN ROHANI
1. Mereka senang datang ke SM.
2. Kenal akan Allah, mulai bertanya tentang
surga, neraka dan kematian.
3. Senang menghafal ayat firman Tuhan.
4. Sudah sadar akan dosa.

5. Mengasihi Yesus sebagai teman dan


penolong.
6. Mereka memiliki iman sederhana, dan
dapat dibimbing untuk menerima Tuhan
Yesus.
7. Anak umur ini seperti tanah liat kalau
menerima firman Tuhan, tetapi seperti
batu yang keras dalam memegang apa
yang telah diterima.

3. Berilah ayat hafalan setiap pelajaran.


Jagalah bahwa ayat tidak terlalu
sulit/panjang.
4. Ajarlah bahwa Tuhan membenci dosa,
tetapi mengasihi anak berdosa dan
bersedia mengampuni.
5. Ajarlah banyak tentang Tuhan Yesus.
6. Memberi kesempatan untuk dapat
menerima Tuhan Yesus secara pribadi.
7. Ajarlah hal yang besar dengan cara terbaik
karena
mereka
mengalami
masa
perkembangan yang baik sekali untuk
"menerima dan memegang".

3. Perkembangan dan Implikasi Pembinaan Anak 9-11 tahun.


PERKEMBANGAN FISIK
IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Aktif/penuh kegiatan, badan kuat dan 1. Berilah kesempatan untuk petualangan,
seimbang, suka mengembara di alam
tantanglah dia melalui aktivitas di alam
terbuka, senang berolah raga.
terbuka, berilah kesempatan berolah raga
2. Tertarik kepada orang yang kuat dan
sesuai dengan kesanggupan yang ada.
cakap, olahragawan sebagai pahlawan 2. Ceritakanlah tentang pahlawan-pahlawan
tetapi juga tokoh-tokoh yang berhasil di
iman dari Alkitab yang "berhasil",
bidang lain.
meskipun mereka juga menderita.
3. Lebih senang bermain daripada bekerja, 3. Tantanglah mereka, supaya mereka
khususnya kalau pekerjaannya tidak sesuai
selesaikan pekerjaan dengan sebaik
dengan selera.
mungkin, kemudian mereka diijinkan
4. Suka berkelahi karena bersaing.
bermain.
4. Mengadakan perlombaan yang kreatif, dan
ajarlah konsep "kalah dengan hormat".
PERKEMBANGAN SOSIAL
IMPLIKASI PEMBINAAN
1. Masih tunduk terhadap pemimpin, tetapi 1. Jadilah pemimpin yang cerdas dan yakin
coba mengujinya melalui memberontak.
(persiapan
yang
memadai)
dan
2. Rindu pemimpin yang tegas, berani dan
mempertahankan disiplin dan suasana
berwibawa.
saling menghormati dalam kelas.
3. Akan mendendam kalau diperlakukan 2. Tantanglah mereka, sebelum mereka
tidak adil.
menantangmu! Kewibawaan berasal dari
4. Setia kawan, suka berkelompok dalam
hidup berdisiplin sendiri dan bergaul
"gang". Anak yang kurang berani atau
dengan Tuhan.
kurang kuat dijauhkan.
3. Memperlakukan mereka dengan adil.
5. Mulai tertutup terhadap orang tua, tahu 4. Cobalah
untuk
mengenal
dan
menyimpan rahasia.
memenangkan "kepala" kelompok, supaya
6. Mulai menjauhi jenis kelamin lain.
dia menjadi penolong. Ajarlah mereka
memperhatikan anak-anak yang lemah.
5. Cobalah untuk mendapat kepercayaan
mereka tanpa memaksa mereka. Jadilah
teman mereka, kakak!
6. Biarlah mereka duduk terpisah, tapi
jagalah suasana saling menghormati.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

PERKEMBANGAN MENTAL
Konsentrasinya baik, mudah menghafal.
Suka akan penyelidikan, berusaha mencari
jawaban sendiri.
Ingin mengetahui tentang negara dan
kebudayaan negara lain.
Memperkembangkan pendapat sendiri.
Senang mengadakan koleksi, misalnya
perangko, kupu-kupu, serangga, ...
Mempunyai pengertian tentang keadilan.
Ingin bebas, menentang paksaan.
Biasanya
percaya
diri.

1.
2.

3.
4.
5.
6.

7.
8.

PERKEMBANGAN EMOSIONAL
1. Mereka masih senang diperhatikan, tetapi
canggung
menerima
kasih
yang
dinyatakan secara terang-terangan.
2. Mereka biasanya merasa aman; tidak
banyak hal yang menakutkan mereka. Dan
kalau takut, mereka segan mengakuinya.
3. Dapat cepat marah, tetapi emosi marah
tidak lama.
4. Senang humor, tetapi kadang-kadang tidak
tahu batas dan menyakiti orang lain
dengan lelucon yang tidak pada
tempatnya.

PERKEMBANGAN ROHANI
1. Banyak pertanyaan tentang hidup sebagai
orang Kristen, apa yang tidak boleh.
2. Masih senang datang ke Sekolah Minggu,
khususnya kalau boleh aktif dan senang
dengan guru.
3. Senang dengan cerita Alkitab tentang
pahlawan iman dan sejarah bangsa Israel.
4. Suka melakonkan drama spontan, juga
menyanyi dalam koor.
5. Tidak
terlalu
beremosi
dalam
kerohaniannya.
6. Terbuka terhadap perkara-perkara rohani,

1.

2.

3.

4.

1.

2.

3.

4.

IMPLIKASI PEMBINAAN
Merencanakan bahan hafalan yang
berguna.
Mereka dapat diaktifkan untuk mencari
jawaban sendiri dalam Alkitab atau bacaan
lain.
Sajikan cerita misi dan cerita-cerita dari
orang Kristen di negara lain.
Berilah kesempatan untuk bertanya,
berdiskusi.
Memberanikan mereka untuk membagikan
pengalaman tentang koleksi mereka.
Berlakulah adil dalam segala hal,
menekankan keadilan dan sifat adil dari
Tuhan.
Berilah kebebasan tanpa menghilangkan
disiplin.
Meskipun mereka tampak yakin dan
berani, ajarlah mereka supaya hidup
bergantung dari Tuhan.
IMPLIKASI PEMBINAAN
Berilah perhatian pribadi kepada mereka,
tanpa menonjolkan perhatian itu di depan
kawan sebaya mereka.
Coba mengerti, dimana ada segi-segi yang
membuat mereka merasa kurang aman,
bicarakanlah tentang hal itu tanpa
memancing pertanyaan, berilah kenyataan
saja.
Tetap tenang, meskipun kena letusan
marah, baru berbicara, kalau rasa marah
berkurang.
Jangan tunjukkan sikap terlalu serius,
pakailah humor di mana mungkin, tetapi
ajarlah juga di mana batasan lelucon;
ajarkan mereka ikut merasakan perasaan
orang lain.
IMPLIKASI PEMBINAAN
Pakailah
segala
kekayaan
Alkitab
khususnya sepuluh Hukum, untuk
menanamkan suatu patokan untuk hidup
keKristenan mereka.
Berilah tanggung jawab kepada mereka
sebanyak mungkin, ajarlah mereka supaya
saling
memperhatikan
dan
saling
menolong secara aktif.
Kurikulum Sekolah Minggu untuk umur
itu harus mengajar banyak tentang
pahlawan iman.
Berilah kesempatan untuk ekspresi kreatif.

dan dapat diajar tentang pertobataan dan


Baik sekali kalau diadakan koor.
keselamatan.
5. Kalau menantang mereka, umpamanya
7. Mereka tahu akan akibat dari perbuatan
untuk bertobat, tidak usah merangsang
yang tidak baik/dosa dan takut akan akibat
emosi.
itu.
6. Berilah pengetahuan dan kesempatan
8. Sering mereka menetapkan tujuan moral
untuk bertobat dan diselamatkan.
yang terlalu tinggi.
7. Berilah pengertian bahwa dosa dapat
9. Anak besar membutuhkan dorongan untuk
dihapus oleh darah Tuhan Yesus Kristus
membaca Alkitab pribadi tiap hari.
dan bahwa akibat dosa boleh diserahkan
kepada Tuhan.
8. Ajarlah mereka hidup sesuai dengan
patokan Tuhan yang juga memberi
kekuatan untuk berbuat baik.
9. Berilah dorongan secara positif: Firman
Tuhan adalah"makanan tubuh rohani kita".
Kalau ingin menjadi kuat, harus membaca.
Memperkenalkan bahan untuk waktu
teduh.

F. LINGKUNGAN YANG MENYENANGKAN UNTUK SEKOLAH MINGGU/BIAK


Kegiatan sekolah mingguBina Iman Anak Katolik merupakan bagian terpenting dalam pembinaan
hidup menggereja. Salah satu bagian terpenting dari sebuah proses belajar mengajar di sekolah minggu
adalah pengadaaan ruang kelas yang memadai untuk mereka belajar akan Sabda Tuhan dan bergaul
bersama teman-temannya.
Lingkungan kelas yang mendukung, sarana prasarana yang mencukupi dengan beraneka hiasan
dinding seperti gambar-gambar yang diambil dari cerita Alkitab dan lain sebagainya, akan menambah
semangat dan daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk mengikuti kegiatan sekolah minggu/Bina Iman
Anak Katolik.
Maka dalam bagian ini kami mencoba untuk memberikan gambaran yang mungkin sangat ideal
tetapi ini merupan bagian penting yang perlu untuk kita ciptakan, agar sekolah minggu yang kita
harapkan dapat terwujud. Bagian-bagian penting yang dapat menyenangkan untuk kegiatan sekolah
minggu adalah:
1. Ruangan Yang Memungkinkan Untuk Sekolah Minggu/BIAK
Pikirkanlah tentang keadaan ruangan dalam sekolah minggu Saudara. Mengapa ada ruangan-ruangan
yang kelihatan sangat menarik, tapi ada yang tidak? Apa sebabnya satu ruangan memunyai suasana
yang sangat giat dan hidup, sedangkan ruangan yang lain suasananya suram dan melempem?
Pernahkah Saudara berpikir tentang pengaruh suasana atas pikiran dan tingkah laku Saudara?
Keadaan sedemikian berlaku juga di gereja. Ruangan yang penerangannya kurang menciptakan
suasana yang sama sekali tidak membantu orang dalam mempelajari sesuatu. Barang-barang dan alatalat yang tidak rapi, perabot yang berdebu, dan papan tulis yang belum dibersihkan, menceritakan
banyak hal tentang keadaan orang yang memimpin sekolah minggu tersebut. Meskipun kelihatan
remeh, namun hal-hal ini sangat memengaruhi suasana kelas.
Apakah barang-barang di dalam ruang kelas sesuai dengan fisik dan perkembangan murid Anda?
Apakah meja dan kursi sudah sesuai ukurannya? Apakah mainan-mainannya diperuntukkan bagi

kelompok usia yang Anda ajar? Apakah peralatan yang Anda gunakan untuk beraktivitas (gunting,
pensil warna, dan lain sebagainya) adalah peralatan yang paling tepat untuk murid Anda?
Apakah ruang kelas Anda memiliki bagian-bagian yang digambarkan dengan jelas? Adakah tempat
untuk berkesenian, beristirahat,bermain, dan belajar? Anak-anak dapat belajar dengan baik jika ada
batasan-batasan, dan dengan memiliki ruangan di dalam gedung yang dianggap tempat "aman", anakanak akan merasa lebih nyaman.
Bagaimana dengan dekorasi ruang kelas Anda? Ada beberapa pertimbangan yang berhubungan dengan
model ruang kelas Anda.
Hiasan-hiasan ruangan seharusnya disesuaikan dengan perkembangan anak. Anak kelas 6 mungkin
tidak tertarik dengan gambar paus kartundan poster-poster yang memuat banyak kata tidak berguna
untuk anak usia 3 tahun. Cobalah sediakan kursi yang nyaman. Duduklah di tempat mereka duduk.
Apakah Anda mau duduk di tempat mereka duduk sekian lama? Bantal besar yang diletakkan di lantai
bisa menjadi solusi kreatif untuk dijadikan tempat duduk yang nyaman. Bagaimana dengan warna?
Kalau bisa, coba pertimbangkan untuk mengecat ruang sekolah minggu. Menggunakan warna-warna
cerah atau lukisan dinding dapat menciptakan ruangan yang lebih cocok untuk anak-anak daripada
ruangan yang hanya berdinding putih. Pastikan Anda mendapat izin dari panitia pembangunan gereja
sebelum memulai proyek ini. Mungkin
Anda pun perlu memikirkan penyediaan tempat untuk anak-anak remaja atau dewasa yang ingin
terlibat dan atau mendanai proyek ini. Pada waktu yang sama, buatlah segala sesuatunya sederhana.
Lingkungan yang terlalu mencolok justru mengganggu dan bertentangan dengan pengaruh yang ingin
Anda ciptakan.
2. Cara Menata Ruangan Untuk Sekolah Minggu/BIAK
Bagaimana Anda menghias ruang kelas sekolah minggu Anda, sehingga bisa berdampak pada cara
belajar murid-murid Anda. Gunakan warna-warna dan kreativitas untuk menghias bagian dalam ruang
kelas Anda dan buatlah murid-murid Anda tertarik untuk mempelajari pelajaran penting yang telah
Anda pilih untuk diajarkan. Pelajarilah bagaimana Anda bisa menghias ruang kelas.
Langkah 1
Catlah dinding bagian dalam ruang kelas Anda dengan warna yang menyenangkan. Jagalah agar
dinding yang dicat bebas dari retakan dan tidak mengelupas. Warna yang pucat dan membosankan
bisa menyebabkan anak gelisah ketika mengikuti sekolah minggu.
Langkah 2
Biarkan anak-anak membantu menghias dinding ruang kelas. Undanglah mereka untuk membantu
memasang poster, papan pengumuman, kartu kehadiran yang menarik, dan masih banyak lagi. Ingatlah
bahwa seorang anak mungkin akan lebih dapat menerima pelajaran jika dianyaman dalam sebuah
lingkungan.
Langkah 3
Gunakan papan tulis kapur atau papan tulis putih untuk tempat memasang hiasan. Tempat-tempat
memasang hiasan seperti ini sering disediakan di toko-toko peralatan sekolah dan buatlah gulungan
sehingga Anda dapat mengukur dan menggantung hiasan sebanyak yang Anda inginkan.
Langkah 4
Gantunglah hasil karya murid-murid Anda. Menggantungkan hasil karya mereka merupakan perayaan
prestasi mereka dan membantu mereka mengingat pelajaran-pelajaran penting. Mengingat pelajaranpelajaran sangat penting selama sekolah minggu karena Anda hanya akan bertemu sekali dalam
seminggu.
Langkah 5
Tempatkan pemutar musik atau audio di dalam ruangan. Anak-anak memberi respons positif terhadap
musik. Efek suara juga bisa diperdengarkan selama menceritakan cerita Alkitab, ini membantu
menarik murid-murid ke dalam cerita. Pertimbangkan untuk memutar bacaan Alkitab yang
menyenangkan tentang cerita Alkitab yang terkenal bagi anak-anak.

Langkah 6
Pilihlah hiasan-hiasan yang membantu dalam pembelajaran pelajaran di sekolah minggu. Beberapa
spanduk, poster, hiasan lain di ruang kelas memperlihatkan adegan-adegan dalam Alkitab, ayat-ayat,
sepuluh perintah Allah, dan masih banyak lagi. Sebisa mungkin, gunakan hiasan-hiasan sekolah
minggu itu sebagai alat bantu mengajar.
Langkah 7
Gunakanlah hari libur sebagai inspirasi untuk menghias ruang kelas. Ubahlah bagian dalam ruang
kelas saat liburan dimulai maupun saat liburan akan berakhir. Bagian dalam ruang kelas yang
menggambarkan keadaan sekarang membuat ruangan terasa hidup dan menarik untuk anak-anak.
Langkah 8
Jadilah kreatif. Temukan cara-cara untuk membuat ruang kelas bisa memengaruhi anak-anak. Warnawarna terang, permen, dan kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan bisa menolong untuk
mempertahankan perhatian murid-murid dan membuat mereka tertarikuntuk datang setiap Minggu.

G. METODE DAN KEGIATAN KREATIF DALAM SEKOLAH MINGGU (BINA IMAN


ANAK KATOLIK)
Melatih anak untuk menemukan atau mengembangkan potensinya dengan berbagai
kegiatan kreatif tidak hanya dapat dilakukan di rumah atau sekolah formal saja. Sekolah minggu
pun dapat berperan aktif dalam hal ini. Kegiatan kreatif dalam sekolah minggu tentu saja bukan
sekadar menggali potensi diri anak, tetapi yang terpenting bagaimana anak-anak belajar tentang
Tuhan dan kebenaran firman-Nya melalui kegiatan tersebut.
Berikut ini metode dan kegiatan-kegiatan kreatif yang bisa dilakukan dalam sekolah
minggu(Bina Iman Anak Katolik).
A. METODE KARYA
1. Mengolah kertas warna-warni menjadi bunga
Persiapan: kertas warna, lem kertas, gunting, lidi, atau kawat.
Kegiatan ini bisa dilakukan saat pelajaran yang bertemakan alam, ciptaan Tuhan, atau
keindahan. Berikan saja kertas warna kepada anak-anak, juga peralatan yang
dibutuhkan untuk membuat bunga-bunga yang mereka inginkan. Guru dapat membuat
berbagai macam contoh bunga terlebih dahulu, tetapi jangan arahkan anak untuk
benar-benar meniru contoh yang dibuat oleh guru. Katakan kepada anak bahwa di
dalam dunia ada berbagai macam bentuk bunga yang Tuhan ciptakan dan mereka pun
boleh membuat bermacam-macam bunga dengan peralatan seadanya. Hal yang
terpenting dari kegiatan ini bukanlah hasil, melainkan proses kreatif yang dilakukan
anak dalam membuatnya. Kegiatan kreatif ini cocok untuk anak kelas kecil.
2. Melukis
Persiapan: kertas atau kain dan cat air.
Saat guru selesai menyampaikan kisah-kisah dalam Alkitab, guru dapat meminta anak
menceritakan kembali cerita itu melalui sebuah lukisan. Misalnya, jika bercerita
tentang Yunus di perut ikan, mereka boleh menggambar ikan, atau laut, atau sebuah
perahu. Biarkan anak melukis sesuka hatinya di kertas atau kain yang sudah
disediakan dan mencampurkan warna untuk menghasilkan warna yang sesuai dengan
imajinasinya. Kegiatan kreatif ini cocok untuk anak kelas kecil.

3. Menggambar berdasarkan pola tertentu


Persiapan: bentuk gambar tertentu (misalnya, bulatan, segitiga, garis lurus, dll.)
Kegiatan ini bisa dilakukan untuk anak kelas besar. Buat bentuk gambar tertentu
dalam sebuah kertas yang dibagikan kepada anak-anak. Misalnya, di kertas itu sudah
tergambar tiga bulatan besar. Tugas anak adalah membuat sebuah gambar atau lukisan
melalui gambar yang sudah ada sebagai dasarnya. Harus ada waktu yang diberikan,
misalnya sepuluh menit. Kegiatan ini bisa dilakukan setelah guru menyampaikan
firman Tuhan mengenai menggunakan waktu sebaik mungkin, kerajinan, atau
mengenai suatu benda/tokoh Alkitab yang dapat digambarkan melalui dasar yang telah
disiapkan.
B. METODE TANYA JAWAB
Permainan ini menggali kemampuan anak untuk berpikir ke depan, mengembangkan
gagasannya, dan memunculkan berbagai macam ide. Permainan ini dimulai dengan guru
menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang agak di luar biasanya. Misalnya, seperti pertanyaanpertanyaan di bawah ini yang bisa dikembangkan lagi oleh guru.
a.

Apa akibatnya jika Tuhan tidak menciptakan tumbuh-tumbuhan di dunia ini?

b.

Apa akibatnya jika kamu hanya hidup sendirian di dunia ini?

c.

Apa akibatnya jika tidak pernah ada hujan?

Kegiatan kreatif ini cocok untuk anak kelas besar karena menuntut kemampuan baca-tulis dari
anak.
C. METODE KOREOGRAFI DAN NYANYIAN
Kegiatan ini bisa dilakukan dalam acara pujian di sekolah minggu. Pilihlah sebuah lagu yang
disukai murid-murid. Jika murid dalam kelas sedikit, masing-masing bisa diminta berdiri di
tempat atau di depan kelas untuk menciptakan tariannya sendiri. Jika dalam kelas ada banyak
murid, bisa diwakili oleh beberapa anak yang benar-benar mau, bukan dipaksa. Permainan ini
akan mendorong kreativitas anak dalam aspek psikomotoriknya.
Jangan lupa untuk memberikan pujian, bisa dengan tepuk tangan, agar anak bertambah
semangat dalam menciptakan kreasinya.
Selama mengadakan kegiatan kreatif di sekolah minggu satu hal yang harus selalu diingat
ialah tidak memaksa anak melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Biarkan mereka
melakukannya dengan gembira. Yang terpenting dari kegiatan ini adalah proses kreatif yang
dilalui anak, jadi jangan berorientasi kepada bagus atau tidaknya hasil.
Hal Yang Perlu Untuk Diperhatikan
Bernyanyi merupakan salah satu aspek yang penting di dalam sekolah minggu. Yang perlu
diperhatikan ialah:
o Selaku pemimpin di dalam menyanyi, GSM mesti mengetahui dengan baik lagu yang
akan dinyanyikan. Bagaimanakah iramanya? Temponya cepat atau lambat.
o Perhatikan liriknya dengan baik. Nyanyian di dalam sekolah minggu bukan hanya
pelengkap, tetapi terhisab di dalam tujuan inti pelajaran yang di sampaikan. Oleh karena
itu pelafalan kata-kata di dalam nyanyian pujian mesti jelas, dengan begitu diharapkan
anak SM dapat termotivasi untuk bisa bernyanyi dengan baik, dan menghayati lagu yang
dinyanyikannya. Jika lagunya adalah lagu yang gembira, nyanyikanlah dengan gembira.
Jika lagunya mesti dihayati dengan baik, hayatilah dengan baik.

o Libatkanlah anak di dalam menyanyi. Sesekali beri kesempatan anak di dalam memimpin
nyanyian. Selain itu, anak juga dapat di ikut sertakan untuk mengiringi nyanyian (bagi
yang memiliki talenta di dalam memainkan alat musik). Kegiatan lain yang dapat
melibatkan anak untuk aktif adalah dengan memberikan alat musik sederhana yang dapat
dimainkan oleh anak-anak. Mereka, akan gembira jika dilibatkan dalam aktivitas seperti
ini.
D. METODE PERMAINAN
1. Games Kelas: Aku Mengasihimu

Jumlah orang: 8 - 15 orang


Cara permainan:
Semua anggota berdiri membentuk lingkaran, pada masing-masing tempat anggota berdiri
diberi tanda (dengan kapur atau bisa menggunakan tas/buku) untuk menandakan
tempat/rumah dari orang tersebut.
Satu orang berdiri di tengah, satu orang ini yang tidak punya rumah, dan orang di tengah
ini yang akan memulai permainan.
Caranya adalah orang yang di tengah akan mendatangi salah satu dari temannya kemudian
menanyakan \"APAKAH KAMU MENGASIHIKU?\"
Temannya yang di tanya ini bisa menjawab \"IYA\" atau \"TIDAK\"
Bila jawabannya \"IYA\"
Maka SEMUA anggota harus berpindah tempat/rumah ke tempat yang lainnya, begitu juga
yang ditengah harus segera mencari rumah/tempat yang kosong untuk di tempati. Hingga
nanti akan ada satu orang yang tidak kebagian rumah/tempat, dan orang ini yang akan
melanjutkan permainan lagi dengan mencari teman yang lain dan menanyakan \"APAKAH
KAMU MENGASIHIKU?\"
Bila jawabannya \"TIDAK\"
Maka orang yang di tengah harus mengajukan pertanyaan lagi \"LALU SIAPA ORANG
YANG KAMU KASIHI?\". Kemudian orang yang di tanya ini harus menjawab dengan
ciri-ciri orang yang dikasihinya. Misal \"AKU MENGASIHI ORANG YANG PAKAI
KACA MATA\", maka semua orang yang menggunakan kaca mata harus pindah rumah
(yang tidak pakai kaca mata tetap diam di rumahnya masing2), begitu juga orang yang di
tengah harus segera menempati begitu ada rumah yang kosong, sampai akhirnya akan ada
satu orang yang tidak kebagian rumah, dan orang ini akan memulai permainan lagi
2. Games Kelas: Aku Sudah Berubah
Partisipan : Berpasangan
Waktu : 5 menit
Partisipan berpasangan dan berdiri berhadap-hadapan. Tiap orang mengamati pasangannya
dengan cermat. Setelah itu, mereka saling membelakangi (beradu punggung). Pada saat itu,
setiap orang berusaha mengubah aksesoris yang dikenakannya. Misalnya, mencopot salah
satu anting, memindahkan jam tangan dari kanan ke kiri, menggulung lengan pakaian,
mengancingkan kancing baju teratas , mengubah gaya sisiran rambut dsb.
Setelah itu, setiap pasangan berbalik lagi untuk menebak perubahan apa yang sudah
dilakukan oleh pasangannya. Di akhir permainan ini jelaskan bahwa setelah mengenal
Kristus kita harus mengalami perubahan hidup. Dan perubahan itu harus nampak dan
dilihat oleh orang lain.

\"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu.\" - Rom.12:2
3. Games Kelas: Bahtera Nuh
Buat beberapa kelompok yang terdiri dari 5-7 orang disetiap kelompok. Setiap kelompok berdiri di
selembar kertas koran. Pemimpin permainan bercerita bahwa kita sedang berada di atas kapal dan
terjadi badai. Kakak-kakak yang lain mulai merobek sedikit demi sedikit kertas koran. Setiap
kelompok harus menjaga kebersamaan kelompok agar kaki mereka tidak keluar dari kertas koran.
Karena ukuran koran semakin kecil dengan dirobek sedikit demi sedikit, setiap kelompok bisa
mengangkat kaki satu atau saling mengendong agar tidak keluar dari koran. Kelompok yang paling
rapih dan kompak yang akan keluar sebagai pemenangnya.
4. Games Kelas: Gembala dan Domba-domba-Nya

Tujuan
Mengingatkan kita bahwa gembala yang baik mengenal domba-domba-Nya. Seperti halnya
Tuhan Yesus, Gembala kita yang baik, mengenal kita, domba-domba-Nya (Yoh. 10:14).
Persiapan
1. Sebuah sapu tangan.
2. Para pesertanya adalah anak-anak, remaja, atau pemuda.
3. Jumlah peserta tidak terbatas.
4. Permainan dapat diadakan di dalam atau di luar ruangan.
5. Seorang dari antara peserta ditunjuk sebagai pemimpin permainan.
Cara bermain
1. Seseorang dari antara peserta dipilih (atau siapa saja yang rela) untuk
menjadi \"gembala\" dan kemudian diminta maju ke depan.
2. Lalu matanya ditutup dengan sapu tangan.
3. Semua peserta yang lain diumpamakan dengan \"domba\" dan mereka berjongkok di
tempat yang berbeda-beda tetapi jangan terlalu berjauhan.
4. Pada waktu pemimpin permainan memberi aba-aba kepada gembala untuk mencari
domba-dombanya, ia harus meraba-raba setiap domba.
5. Domba yang tersentuh harus mengembik, tetapi suaranya boleh dibuat-buat sehingga
gembala tidak dapat menebak suaranya.
6. Tugas seorang gembala ialah berusaha mengenali suara itu.
7. Bila ia tidak dapat menyebutkan nama domba tersebut, ia harus mencari lagi dombadomba yang lain sampai ia dapat menyebutkan dengan benar nama domba yang
disentuhnya.
8. Orang yang berhasil disebutkan namanya, harus menjadi gembala untuk
menggantikannya.
5. Games Kelas: Gembala Yang Baik
Permainan ini seperti ular naga panjang, dimana ada seorang kakak yang berperan sebagai
gembala dengan membawa tongkat, sedangkan anak-anak berdiri di belakang gembala
tersebut. Gembala harus melindungi anak-anak agar tidak lepas dari barisan dan dimakan
(diambil) serigala. Serigala dapat diperankan oleh 1-2 orang.
6. Games Kelas: Lomba Alkitab

Cara permainan:
Bagi orang menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok bisa terdiri dari 2 orang atau lebih.

Siapkan ayat-ayat dari alkitab, dan ambil satu kata dari ayat tersebut saja, kemudian
kelompok harus berlomba mencari ayat tersebut.
Contoh 1:
Kisah para rasul 11:16, kata ke-10 dari depan
Jawabannya adalah = Air
Contoh 2:
Matius 2:11, kata ke-4 dari belakang
jawabannya adalah emas
Contoh 3:
Mazmur 13:6, kata ke-9 dari belakang
jawabannya adalah menyanyi
Selanjutnya Anda bisa memodifikasi permainan ini, misal mereka tidak hanya menyebut
kan kata saja, tapi harus mencari barang yang disebutkan (misal air berarti mereka harus
mengambil air, misal emas berarti mereka harus mencari emas dan ditunjukan ke ice
breaker), atau misal kata dicari berupa kata kerja maka mereka harus mempraktekan kata
tersebut (misal menyanyi, maka mereka harus
7. Games Kelas: Melipat Koran

Buat beberapa kelompok yang terdiri dari 5-7 orang disetiap kelompok. Setiap kelompok
berdiri diselembar kertas koran yang panjang. Tugas setiap kelompok adalah melipat
dengan menggunakan kaki koran tersebut sampai batas yang telah ditetapkan. Kelompok
yang paling rapih dan kompak yang akan keluar sebagai pemenangnya.
8. Games Kelas: Membeku
Tubuh setiap anak diharuskan bergetar secara bersama. Di saat itu pemimpin
permainan menyentuh 1-5 anak. Anak yang disentuh harus diam membeku
seperti es. Setelah 1-5 anak tersebut membeku, pemimpin permainan dapat
menyuruh anak-anak yang lain berhenti bergetar. Dan kita dapat melihat dari
ke 5 anak yang membeku, siapa yang dapat bertahan lebih lama.
9. Games Kelas: Memberitakan Injil

Tujuan
Mengingatkan kita untuk memberitakan Injil, baik pada waktu yang menguntungkan
maupun pada waktu yang tidak menguntungkan. Kita juga harus berani menghadapi
kesulitan pada waktu memberitakan Injil (1Tim. 4:2).
Persiapan
1. Dua kotak korek api.
2. Permainan ini dapat dilaksanakan di dalam atau di luar ruangan.
3. Jumlah peserta tidak terbatas tetapi kegiatan ini sebaiknya dilakukan oleh anak-anak
kelas besar ke atas.
Cara bermain
1. Pemimpin membagi para peserta menjadi dua kelompok yang jumlah orangnya sama,
kemudian setiap kelompok diberi satu korek api.

2. Setelah itu pemimpin memberi aba-aba. Pada waktu permainan dimulai, orang pertama
dari kedua kelompok itu menyalakan sebatang korek api dan kotaknya. Kemudian
secara estafet, ia memberikannya kepada orang kedua demikian seterusnya.
3. Jika korek api itu padam di tangan seseorang, orang itu harus menyalakan sebatang
korek api yang lain, kemudian ia harus meneruskannya kembali kepada orang yang
berikutnya.
4. Kelompok yang paling cepat memindahkan korek api hingga sampai kepada orang yang
terakhir dinyatakan sebagai pemenang.
Kalau pesertanya banyak, pemimpin dapat membagi mereka ke dalam beberapa kelompok.
Jumlah setiap kelompok sebaiknya tidak kurang dari 15 orang.
10. Games Kelas: Pemburu, Orang Tua, dan Harimau
Permainan ini dimainkah oleh 2 kelompok. Masing-masing kelompok berdiskusi
memilih akan berperan sebagai apa: pemburu, orang tua atau harimau. Aturan
permainan sebagai berikut :
- Pemburu kalah oleh orang tua
- Orang tua kalah oleh harimau
- Harimau kalah oleh pemburu
Wasit menghitung, sampai hitungan ketiga masing-masing kelompok secara
berbarengan menunjukkan bergaya objek yang dipilih. Pemburu, orang tua dan
harimau dapat diperagakan dengan suara dan gaya. Kelompok yang menang
3x dia yang menang.
11. Games Kelas: Suara Binatang

Kita dapat menggunakan lima suara binatang seperti : anjing, kucing, kambing, sapi dan
bebek. Mata setiap anak ditutup dengan kain penutup kedua matanya. Masing-masing anak
dibisikan nama binatang yang berbeda agar mereka dapat bersuara binatang tersebut.
Setelah itu pada hitungan ketiga setiap anak harus bersuara binatang yang telah dibisikan
dan mencari teman-temannya yang bersuara sama agar dapat berkelompok. Yang membuat
permainan ini menjadi sulit karna semua mata tertutup dan semua anak bersuara secara
bersama-sama.
12. Games Kelas: Yesus Berkata
Permainan ini dapat diikuti seluruh anak dengan pemimpin permainan berdiri
di depan kelas. Aturan permainan ini sebagai berikut: apabila pemimpin
permainan bilang : Yesus berkata "jongkok!", adik-adik harus jongkok
(perkataan Yesus harus dituruti), sedangkan bila : Iblis berkata "cubit teman!",
adik-adik permainan tidak boleh mencubit karena perkataan iblis tidak boleh
dituruti.
13. Games Kelas: Yohanes Pembatis dan Yesus
Buat suatu lingkaran, lalu pemimpin permainan dapat memberikan instruksi
sebagai
berikut
:
Yohanes Pembatis (membaptis) dengan gaya: anak-anak harus berdiri dan
merentangkan
tangan
kedepan
Yesus (dibaptis) dengan gaya: anak-anak harus jongkok dan meletakan tangan
diatas kepala.
E. METODE BERCERITA
1. Bercerita yang Efektif

Kriteria cerita yang baik adalah:


o
o
o
o
o
o

Cerita mempunyai satu tema yang terurai dengan jelas.


Cerita memiliki proses yang berkembang dan akhirnya mencapai klimaks
Mampu memperlihatkan watak para tokohnya.
Setia pada tema utama cerita tersebut.
Cerita memiliki unsur dramatis.
Cocok bagi anak sesuai dengan usianya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika bercerita:


Suasana:
o
o
o
o
o
o

Mengetahui tempat yang pasti untuk bercerita.


Mengetahui berapa lama cerita akan disampaikan.
Aturlah anak-anak agar dapat duduk berdekatan dengan nyaman, dapat juga dibentuk setengah
lingkaran.
Usahakanlah agar tidak ada interupsi selama bercerita.
Tataplah anak-anak ketika bercerita.
Jumlah anak sebaiknya terbatas, tidak lebih dari 30 anak.

Suara:
o Bicaralah dengan tenang, tidak berlebihan dan langsung.
o Aturlah agar volume suara dapat terdengar dengan baik.
o Aturlah agar volume suara agak rendah.
Ekspresi:
o Mengetahui apa yang hendak dikatakan.
o Keluarkan ekspresi sebagaimana mestinya.
o Katakan dengan jelas maksud yang hendak disampaikan. Hindarkan penjelaasan
berkepanjangan ketika menjelaskan tentang tokoh atau tempat.
o Berlakulah sewajarnya saja.
Mengatur waktu ketika bercerita:
o Menjaga agar tidak terlalu cepat sewaktu membawakan cerita.
o Pakailah jeda (berhenti sejenak) ketika bercerita.
o Upayakan klimaks (puncak) cerita pada waktu yang tepat.
Mengakhiri cerita:
o
o
o
o

Jangan mundur ketika hendak mencapai klimaks cerita.


Jangan pindah ke cerita yang lain.
Jangan tergoda untuk memberi nasihat.
Akhiri cerita dengan cepat, lalu berhenti.

2. Teknik Bercerita
Beberapa cara menyampaikan cerita:
o Membacakan cerita
o Papan Flanel
o Drama

o
o
o
o
o
o
o
o

Musik
OHP/LCD Proyektor
Dengan gerakan tubuh/mimik
Panggung boneka
Rekaman kaset
Anak aktif
Permainan simulasi
Menulis cerita

Macam-macam cerita dalam Alkitab:


o
o
o
o
o
o
o
o
o

Cerita pengembaraan
Cerita kehidupan seseorang
Cerita sejarah
Cerita perjuangan
Cerita kepahlawanan
Cerita kisah penciptaan
Cerita drama kehidupan
Cerita kejadian yang menakutkan
Cerita kejadian yang lucu

Prinsip dalam mengolah cerita:


o Sebuah cerita tidak harus disampaikan secara utuh hanya pada bagian bercerita.
o sebelum memilih cara penyampaian yang baik, kenali dahulu jenis cerita yang mau
disampaikan.
o Pahami usia nara didik yang diajar dan perhatikan kemampuan mereka.
Beberapa hambatan dalam bercerita:
o
o
o
o

Tidak tahu bagaimana mempersiapkan cerita


Guru tidak semangat (berminat) dengan cerita yang ditentukan dalam pelajaran.
Guru mengharapkan hal yang berlebihan (tidak realistis) sebagai pencerita.
Tokoh dan tempat dalam cerita tak dapat dipahami oleh guru, sehingga sulit diingat.

Langkah-langkah dalam mempersiapkan cerita:


o Bacalah cerita beberapa kali. Kenalilah tokohnya, tempat kejadiannya, dan urutan
ceritanya.
o Bahasakan cerita itu dalam bahasa sendiri.
o Ucapkan cerita itu.
o Dari langkah ke-3 akan terasa bagian mana yang masih harus diperbaiki dan
dikembangkan.
o Bila perlu, cobalah sekali lagi dengan memperhatikan bagian-bagian yang harus
diperbaiki. Bila mungkin ceritakan pada orang lain yang ada pada saat itu.
Beberapa cara dalam menyampaikan cerita:
o
o
o
o

Menggunakan suara, gerak, dan mimik yang sesuai.


Menggunakan papan flanel.
Menggunakan gambar atau alat peraga yang lain.
Menyampaikannya melalui permainan.

o Menyampaikannya dengan menyanyi.


Catatan: berhati-hatilah agar jangan sampai metode yang digunakan membuat
anak lepas perhatiannya dari inti cerita yang disampaikan.
F. METODE BERDOA
Berdoa adalah melakukan percakapan dengan Tuhan.
Pada usia 2 tahun seorang anak kecil telah mampu berkomunikasi dengan orang lain.
Ia mulai menyatakan keinginannya bila membutuhkan sesuatu kepada orang lain. Ia dapat
merasa senang bila ibu menggantikan bajunya yang kotor dengan yang bersih. Ia mulai
mengerti maksud orangtuanya sewaktu berkomunikasi dan sebaliknya orangtua juga semakin
mengerti akan maksud anaknya yang memutuhkan sesuatu. Orang tua kemudian akan
memenuhi kebutuhan anaknya dengan penuh kasih sekalipun tidak semua tuntutan anak dapat
dan perlu dipenuhi. Suasana sehari-hari yang terjadi, sewaktu anak berkomunikasi dengan
orangtuanya, akan sangat mempengaruhi pemahaman anak bahwa berdoa berarti sedang
melakukan percakapan dengan Tuhan. Suasana sehari-hari yang dimaksud misalnya orangtua
dan anak berkomunikasi dalam suasana ceria dan gembira. Atau barangkali anak punya
orangtua yang suka bermain dengannya atau suka berkomunikasi dalam suasana tergesa-gesa
karena orangtuanya sibuk, sehingga tidak punya cukup waktu untuk bercakap-cakap dengan
anaknya. Jadi suasana relasi yang dialami seorang anak akan sangat berpengaruh terhadap
pemahamannya mengenai berdoa, di mana anak diperkenalkan untuk berkomunikasi dengan
Tuhan secara dekat. Cinta Tuhan akan dikenali anak kecil melalui pola komunikasi dengan
orang dewasa yang dekat dengannya.
Berdoa dengan benar, berarti mengalami dan merasakan secara pribadi relasi
yang ada antara anak dan Tuhan.
Sama dengan seorang anak kecil yang sedang belajar naik sepeda, ia tidak cukup hanya
mendapat petunjuk bagaimana caranya naik sepeda, akan tetapi yang lebih penting ia harus diberi
kesempatan untuk belajar sendiri mendapat keseimbangan naik sepeda. Berdoa dilakukan bukan
karena tradisi, atau kebiasaan yang dilakukan oleh orang dewasa dan harus diikuti oleh anak hanya
dengan cara memberi petunjuk-petunjuk lisan bagaimana caranya beroda dengan sopan dalam sikap
yang baik, tetapi berdoa berarti membina relasi/persahabatan dengan orang yang dikasihi. Anak perlu
mengalami sendiri adanya relasi khusus antara dirinya dengan Tuhan. Anak memerlukan pertolongan
untuk membina relasinya dengan Tuhan secara pribadi. Caranya adalah dengan melakukannya
bersama-sama dengan anak sejak usia sedini mungkin.

Berdoa berarti mengembangkan persahabatan dengan Tuhan.


Dalam persahabatan ada keinginan dari kedua belah pihak untuk saling mengenal dengan lebih
baik. Seorang tidak memaksa sahabatnya untuk memenuhi apa saja yang diinginkan, tetapi ia juga
punya keinginan untuk memberi sesuatu yang terbaik bagi sahabatnya. Anak perlu diberikan
pemahaman akan konsep doa di mana relasi persahabatan dengan Tuhan sedang dilakukan. Bila anak
mengalami relasi yang akrab dengan orangtuanya, maka ia tidak menemukan kesulitan dalam
membina relasi dengan Tuhan.

Dalam doa ada rasa hormat kepada Tuhan sebagai Pencipta Agung yang penuh
cinta kasih dan pengampunan.
Tuhan adalah sahabat, tetapi juga adalah pencipta manusia, mahakuasa, dan tahu apa yang
dibutuhkan oleh manusia. Artinya, Tuhan tahu memberikan apa yang terbaik bagi manusia. Anak
belajar memahami konsep yang sulit itu melalui pengalamannya dengan oangtua di dalam keluarga.
Ibu memberikan yang dibutuhkan oleh anak, bapak mencari nafkah karena mengasihi keluarganya.
Rasa percaya sedemikian akan turut mempengaruhi terbentuknya rasa percaya anak kepada Tuhan.

Pokok-pokok dasar berdoa dengan anak

1. Ungkapan pujian
Pada awal doa, pujian atas kebesaran dan kebaikan Tuhan perlu diucapkan. Anak perlu diajar
untuk selalu memuji dan menghormati Tuhan sewaktu mulai berdoa.

2. Pengakuan atas kesalahan


Mengakui kesalahan di hadapan orang lain diakui sebagai hal yang sangat sulit untuk dilakukan.
Namun, lebih mudah seorang anak mengaku salahnya daripada orang dewasa. Dengan terlebih
dahulu memuji kebesaran Tuhan, karena Ia adalah pencipta dan pemilik diri kita, maka anak
akan lebih mudah mengakui kesalahan yang dilakukannya. Tolonglah anak untuk mengakui
kesalahan yang konkret, misalnya pagi tadi di sekolah mencubit temannya sampai menangis.
Secara bertahap anak dilatih agar ia mau mengucapkan dengan kata-katanya sendiri kesalahan
yang baru ia lakukan.

3. Mengucap terima kasih


Dalam bagian ini anak mengucapkan terima kasih atas berkat Tuhan yang ia lihat dan alami
secara konkret, misalnya turunnya hujan, makanan yang tersedia di rumah, ikut ibu ke pasar,
dapat hadiah dari tante, dll. Orang tua sebaiknya menolong anak dalam mencari hal-hal yang
perlu disyukuri untuk diungkapkan dalam doa pada hari itu.

4. Permohonan
Bagian ini merupakan bagian yang penting sekaligus sulit dalam kehidupan iman seorang anak.
Dalam doa, anak dapat memohon kepada Tuhan apa yang ia butuhkan dan inginkan, namun
dengan pemahaman bahwa manusia tidak menuntut Tuhan dengan memaksakan kehendaknya.
Menjadi sulit oleh karena kadang orang dewasa seringkali memaksakan Tuhan untuk memenuhi
permohonannya, bahkan merasa ditinggalkan oleh Tuhan dalam kesulitannya. Banyak orang tua
terlihat kecewa karena merasa permohonannya tidak terpenuhi oleh Tuhan. Sejak usia dini anak
telah memperhatikan cara orangtuanya memohon kepada Tuhan dan ia akan mengikutinya. Anak
akan mengikuti apa yang dipahami orangtuanya, misalnya, melalui doa orangtua terlihat percaya
sekali kepada Tuhan, atau memaksa Tuhan memenuhi permohonannya. Dalam hal ini anak perlu
belajar bahwa Tuhan tidak selalu memenuhi apa yang diharapkan oleh manusia, tetapi Ia
senantiasa memberikan yang terbaik bagi umat-Nya di dalam cara-Nya bekerja.

Berdoa berdasarkan usia


1. Anak usia Balita-5 tahun
o Doa dilakukan secara spontan. Pilihlah waktu yang tepat bagi mereka di mana suasana
santai, tidak sedang marah, mengantuk atau sedang asyik bermain.
o Panjang atau pendeknya doa tidak menjadi masalah.
o Tolonglah anak mengerti bahwa Tuhan bekerja memenuhi kebutuhannya melalui
orang lain (bapak, ibu, dll)
o Pakailah bahasa dan cara-cara yang mudah dipahami anak.
o Agar pemahaman tentang persahabatan semakin baik dipahami anak pada usia ini, cari
buku-buku cerita tentang persahabatan dan bacakan pada anak-anak.
2. Anak Kecil usia 6-8 tahun
Ajak anak mengucap syukur dan memuji Tuhan.
Anak belajar menyusun doanya sendiri dan beri kegiatan untuk itu.
Melalui liturgi sederhana anak dapat berdoa secara berbalas-balasan.
Sediakan waktu bagi anak agar setelah selesai berdoa mereka dapat mengungkapkan
pendapatnya tentang apa yang baru saja didoakan.
o Berikan perhatian pada anak akan pentingnya memohon pengampunan atas kesalahan
yang dilakukan.
o
o
o
o

o Pokok penting lain adalah doa mohon pertolongan dengan menyebutkan secara jelas
apa yang dibutuhkan.
3. Anak Besar usia 9-12 tahun
o Pada usia ini anak sudah membutuhkan doa secara pribadi. Yang dibutuhkan adalah
bahan-bahan untuk didoakan dan bahan untuk renungan pribadi.
o Mereka mulai belajar menghargai doa di dalam ibadah orang dewasa.
o Ajarkan bahwa berdoa dapat juga dilakukan dengan memakai nyanyian.
o Hal penting yang perlu ditekankan adalah melalui doa ada relasi khusus dan dekat
dengan Tuhan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Paus Yohanes Paulus II, Catechesi Tradendae, 30-31 []
2. lihat Congregation for the Clergy, Ad Normam Decreti, General Catechetical Directory,
38 []
3. Ibid., 24 []
4. Konsili Vatikan II, Gravissimum Educationis, 1 []
5. Ibid []
6. Paus Yohanes Paulus II, Apostolic Exhortation, Familiaris Consortio 37 []
7. Konsili Vatikan II, Gravissimum Educationis 3, lihat juga KGK 1653 dan Familiaris
Consortio 36 []
8. lihat Paus Yohanes Paulus II, Familiaris Consortio 36 []
9. lihat Paus Yohanes Paulus II, Familiaris Consortio 37 []
10. Konsili Vatikan II, Gravissimum Educationis 3 []
11. lihat Paus Yohanes Paulus II, Familiaris Consortio, 36 []
12. Rite of Christians Initiantion for Adults, 10 []
13. Rite of Christians Initiantion for Adults, General Introduction, 11 []
14. Patty, Permainan Untuk Segala Usia, PT. BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1996
15. Kriswanda I, Sepuluh Jenis Teka-Teki Alkitab, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2002
16. Mihalic Frank,SVD, Cerita Bermakna, Obor, Jakarta, 1989

GOOD LUCK TUHAN MEMBERKATI

BAYI YESUS

DOMBA

GEMBALA

MALAIKAT

MUKJIJAT YESUS

POHON NATAL

TELUR PASKAH

YESUS BANGKIT

YESUS DI BAPTIS

YESUS MENGASIHI ANAK-ANAK