Anda di halaman 1dari 8

MONOGRAFI

1. Texapon
Sinonim
Pemerian

: Sodium Lauryl Sulfate (Raymond, et al, 2009. Hal. 651)


: putih atau krem pucat yellowcolored kristal, serpih, atau
bubuk memiliki nuansa halus, sabun, rasa pahit, dan bau samar

Kelarutan

zat lemak. (Raymond, et al, 2009. Hal. 651)


: Bebas larut dalam air, memberikan larutan opalescent; praktis
tidak larut dalam kloroform dan eter (Raymond, et al, 2009.

Stabilitas

Hal. 651)
: pH 2,5 atau bawah, mengalami hidrolisis menjadi lauril

Inkompatibilitas

alkohol dan sodium bisulfat (Raymond, et al, 2009. Hal. 651)


: Bereaksi dengan surfaktan kationik, menyebabkan hilangnya
aktivitas bahkan dalam konsentrasi terlalu rendah untuk
menyebabkan pengendapan. Sodium lauryl sulfate tidak
kompatibel dengan garam dari polivalen ion logam, seperti
aluminium, timah, timah atau seng, dan endapan dengan garam

kalium (Raymond, et al, 2009. Hal. 651)


Titik lebur/titik didih : 204 207oC (Raymond, et al, 2009. Hal. 651)
pKa/pKb
: Tidak ditemukan di HOPE
Polimorfisme
: Tidak ditemukan di HOPE
Ukuran partikel
: perbesaran 600X 20m, perbesaran 120X 100m (Raymond,
Bobot jenis
pH larutan
Kegunaan

et al, 2009. Hal. 651)


: 1.07 g/cm3 at 20oC (Raymond, et al, 2009. Hal. 651)
: 7 9,5 (Raymond, et al, 2009. Hal. 651)
: surfaktan anionik; deterjen; agen pengemulsi; penetran kulit;
tablet dan kapsul pelumas; pembasah (Raymond, et al,
2009.Hal. 651)

2. Acidum Citric
Pemerian

: tidak berwarna atau bening kristal, atau


sebagai kristal putih, bubuk efflorescent. Hal
ini tidak berbau dan memiliki rasa asam yang
kuat. Struktur kristal ortorombik (Raymond,

Kelarutan

et al, 2009. Hal. 181)


: Larut di 1,5 bagian etanol (95%) dan 1 bagian
air; sedikit larut dalam eter (Raymond, et al,

Bobot Jenis
pH larutan

2009. Hal. 181)


: 1,542 g/cm3 (Raymond, et al, 2009. Hal. 181)
: 2,2 (Raymond, et al, 2009. Hal. 181)

pKa/pKb

: pKa1: 3.128 at 258C;


pKa2: 4.761 at 258C;
pKa3: 6.396 at 258C (Raymond, et al, 2009.

Polimorfisme
Ukuran Partikel

Hal. 181)
: Tidak ditemukan di HOPE
: Perbesaran 60X 150 m, Perbesaran 600X 20

Titik Lebur/TitikDidih
Inkompatibilitas

m (Raymond, et al, 2009. Hal. 181)


: 100oC (Raymond, et al, 2009. Hal. 181)
: Tidak kompatibel dengan kalium tartrat,
alkali

dan

bikarbonat,

karbonat
asetat,

alkali
dan

tanah

sulfida.

dan
Tidak

kompatibel juga mencakup Oksidator, basa,


mengurangi

agen,

dan

nitrat.

Hal

ini

berpotensi meledak dalam kombinasi dengan


nitrat logam. Pada penyimpanan, sukrosa
dapat mengkristal dari sirup di kehadiran
Stabilitas

asam sitrat (Raymond, et al, 2009. Hal. 181)


: Kehilangan air kristal di udara kering atau
ketika dipanaskan sampai sekitar 40oC. Hal
ini sedikit deliquescent di udara lembab.
Larutan

asam

sitrat

encer

dapat

memfermentasi pada berdiri (Raymond, et al,


Khasiat

2009. Hal. 181)


: Acidifying agent;

antioxidant;

buffering

agent; chelating agent; flavor enhancer;


preservative (Raymond, et al, 2009. Hal. 181)
3. Aqua Destillata
Pemerian

: Cairan jernih; tidak berwarna; tidak berbau;


tidak mempunyai rasa (Depkes RI, 1979,

Kelarutan

hal.96)
: Dapat dicampur dengan banyak pelarut polar

Bobot Jenis
pH larutan

(Raymond, et al, 2009. Hal. 766)


: Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
: Antara 5,0 dan 7,0 (Depkes RI, 1995,
hal.112)

pKa/pKb
Polimorfisme
Ukuran Partikel
Penyimpanan
Khasiat
Titik

:
:
:
:

Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE


Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
Dalam wadah tertutup baik (Depkes RI,

1979, Hal. 96)


: Pelarut (Depkes RI, 1979, Hal.96)
Lebur/Titik : 0oC/100oC (Raymond, et al, 2009. Hal. 766)

Didih
Inkompatibilitas

: Dalam farmasetika air dapat bereaksi dengan


obat dan menyebkan terjadinya hidrolisis

Stabilitas

(Raymond, et al, 2009. Hal. 766)


: Stabil di semua keadaan secara

fisik

(Raymond, et al, 2009. Hal. 766)


Panas
: Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
Hidrolisis/Oksida : Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
si
Cahaya
pH
4. Comperland KD
Sinonim
Pemerian
Kelarutan

: Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE


: Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
: Cocamid DEA
: Campuran DEA dari asam lemak yang merupakan minyak
kelapa (CTFA,1986
: larut dalam 1 bagian air, larut dalam acetone, kloroform,
gliserin, metanol, larut dalam 24 bagian benzene, larut dalam

Stabilitas

125 bagian ether (CTFA,1986)


: higroskopis dan ringan dan sensitif oksigen; harus disimpan
dalam wadah kedap udara, terlindung dari cahaya, dalam sejuk

Inkompatibilitas
Titik lebur/titik didih
pKa/pKb
Polimorfisme
Ukuran partikel
Bobot jenis
pH larutan
Kegunaan

dan kering (Raymond, et al, 2009. Hal. 228)


: (Raymond, et al, 2009. Hal. 228)
: 23 35oC (CTFA,1986)
: tidak ditemukan di hope
: tidak ditemukan di hope
: tidak ditemukan di hope
: 1.0881 g/cm3 at 30oC; 1.0693 g/cm3 at 60oC. (CTFA,1986)
: 11 (Raymond, et al, 2009. Hal. 228)
: Alkalizing agent; emulsifying agent. (Raymond, et al, 2009.

Hal. 228)
5. Erythrosine
Pemerian

: Serbuk merah padat; tidak berbau (SCCS,


2010. Hal. 6)

Kelarutan

: Kelarutan dalam air kira-kira 70 g/l pada


200C; Kelarutan dalam etanol kira-kira 10 g/l;
Kelarutan dalam gliserin kira-kira 35 g/l

Bobot Jenis
pKa/pKb
Polimorfisme
Ukuran Partikel
Penyimpanan
pH larutan
Inkompatibilitas
Khasiat
Stabilitas
Panas

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

(SCCS, 2010. Hal. 8)


0.8 1.0 kg/m3 (SCCS, 2010. Hal. 7)
Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
7 9 (SCCS, 2010. Hal. 8)
Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
Zat Pewarna (SCCS, 2010. Hal. 7)
Degradasi panas dilihat diatas temperatur
pada

rentang

20-350oC.

Iodida

bebas

dikeluarkan dari pewarna pada temperatur


diatas 200oC menandakan senyawa bersifat
stabil untuk digunakan (SCCS, 2010. Hal. 6)
Hidrolisis/Oksida : Eritrosin mempunyai waktu simpan selama 6
si
Cahaya
pH

tahun (SCCS, 2010. Hal. 6)


: Tidak ditemukan di SCCS
: Tidak ditemukan di SCCS

6. Glyserin
Pemerian

: Cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna;


rasa manis; hanya boleh berbau khas lemah
(tajam atau tidak enak). Higroskopik; netral

Kelarutan

terhadap lakmus (Depkes RI, 1995. Hal. 413)


: Dapat bercampur dengan air dan dengan
etanol; tidak larut dalam kloroform, dalam
eter, dalam minyak lemak dan dalam minyak

Bobot Jenis

menguap (Depkes RI, 1995. Hal. 413)


: Tidak kurang dari 1,249 (Depkes RI, 1995.

pH larutan

Hal. 413)
: Larutan 10% b/v bereaksi netral terhadap
larutan lakmus P (Depkes RI, 1979. Hal.

pKa/pKb
Polimorfisme

272)
: Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
: Gliserin dapat terkristalisasi jika disimpan

pada temperatur rendah; Kristal tidak meleleh


hingga suhu 20oC (Raymond, et al, 2009. Hal.
Ukuran Partikel
Penyimpanan
Khasiat
Titik

284)
: Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE
: Dalam wadah tertutup rapat (Depkes RI,

1995. Hal. 413)


: Zat tambahan (Depkes RI, 1979. Hal. 272)
Lebur/Titik : 17.8oC / 290oC (Raymond, et al, 2009. Hal.

Didih
Inkompatibilitas

283)
: Gliserin dapat meledak jika dicampur dengan
oksidator kuat seperti kromium trioksida,
kalium klorat, atau kalium permanganat

Stabilitas
Panas

(Raymond, et al, 2009. Hal. 285)


:
: Gliserin terdekomposisi pada panas dengan
acrolein yang mengandung racun (Raymond,

et al, 2009. Hal. 284)


Hidrolisis/Oksida : Gliserin murni tidak mudah teroksidasi oleh
si

atmosfer
Cahaya

dibawah

kondisi

penyimpanan

normal (Raymond, et al, 2009. Hal. 284)


: Perubahan warna mejadi hitam apabila
terkana cahaya (Raymond, et al, 2009. Hal.

pH
7. HPMC
Pemerian
Kelarutan

285)
: Tidak ditemukan di Farmakope dan HOPE

: Tidak berbau dan tidak berasa, putih atau krem-putih


bubuk berserat atau granular (Raymond, et al, 2009. Hal 327).
: Larut dalam air dingin, membentuk koloid kental larutan;
praktis tidak larut dalam air panas, kloroform, etanol (95%),
dan eter, tapi larut dalam campuran etanol dan diklorometana,
campuran metanol dan diklorometana, dan campuran air dan

Stabilitas

alkohol (Raymond, et al, 2009. Hal 327).


: Solusi stabil pada pH 3-11. Mengalami transformasi sol-gel
reversibel pada pemanasan dan pendinginan, masing-masing.
Suhu gelasi adalah 50-90oC, tergantung pada kelas dan
konsentrasi bahan. untuk suhu di bawah suhu gelasi, viskositas

larutan menurun karena suhu meningkat (Raymond, et al, 2009.


Inkompatibilitas

Hal 327).
: Tidak kompatibel dengan beberapa oksidator. Karena
nonionik, tidak akan kompleks dengan garam logam atau ion
organik untuk membentuk endapan tak larut (Raymond, et al,

2009. Hal 327).


Titik lebur/titik didih : Coklat di 190-200oC; arang di 225-230oC suhu transisi kaca
pKa/pKb
Polimorfisme
Ukuran partikel

adalah 170-180oC (Raymond, et al, 2009. Hal 327).


: Tidak ditemukan di HOPE
: Tidak ditemukan di HOPE
: Perbesaran 200X

Perbesaran 500X

Bobot jenis

(Raymond, et al, 2009. Hal 327).


: Density (bulk) 0.341 g/cm3 Density (tapped) 0.557 g/cm3

pH larutan
Kegunaan

Density (true) 1.326 g/cm3 (Raymond, et al, 2009. Hal 327).


: 5 8 (Raymond, et al, 2009. Hal 327).
: Bioadhesive material; coating agent; controlled-release agent;
dispersing agent; dissolution enhancer; emulsifying agent;
emulsion stabilizer; extended-release agent; film-forming
agent; foaming agent; granulation aid; modified-release agent;
mucoadhesive; release-modifying agent; solubilizing agent;

stabilizing agent; suspending agent; sustained-release agent;


tablet binder; thickening agent; viscosity-increasing agent
(Raymond, et al, 2009. Hal 327).
8. Oleum Rosae
Pemerian

: Cairan; tidak berwarna atau kuning; bau


menyerupai bunga mawar, rasa khas; pada
suhu 25o kental, jika didinginkan perlahanlahan berubah menjadi massa hablur bening
yang

jika

dipanaskan

mudah

terbakar

Kelarutan

(Depkes RI, 1979. Hal. 459)


: Larut dalam 1 bagian kloroform P, larutan

Bobot Jenis

jernih (Depkes RI, 1979. Hal. 459)


: 0,848 sampai 0,863, penetapan dilakukan
pada suhu 30oC dan air ditetapkan pada suhu

Penyimpanan

15oC (Depkes RI, 1979. Hal. 459)


: Dalam wadah tertutup rapat (Depkes RI,

Khasiat

1979. Hal. 459)


: Pengharum/pewangi (Sweetman, 2009. Hal.
682)

Stabilitas
Panas

:
: Memadat pada suhu 180C -220C menjadi

massa kristal (Sweetman, 2009. Hal. 682)


Hidrolisis/Oksida : Tidak ditemukan di Farmakope, HOPE dan
si
Cahaya

Martindale
: Tidak ditemukan di Farmakope, HOPE dan

pH

Martindale
: Tidak ditemukan di Farmakope, HOPE dan
Martindale
DAFTAR PUSTAKA

CTFA.1986. Final Report on the Safety Assessment of Cocamide DEA, Lauramide


DEA, Linoleamide DEA, and Oleamide DEA. Int J. Toxicol, 5:415 454.
Depkes RI. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta : Depkes RI.
Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Depkes RI.

Raymond,C,et al. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients Ed 6. UK :


Pharmaceutical Press.
SCCS. 2010. Opinion on CI 45430 (Erythrosine). Tersedia online di https://www.
ec.europa.eu%2Fhealth%2Fscientific_committees%2Fconsumer_safety
%2Fdocs%2Fsccs_o_030.pdf [Diakses pada tanggal 20 November 2016 pukul
20.03 WIB].
Sweetman, S.C. 2009. Martindale 36 The Complete Drug Reference. London: The
Pharmaceutical Press.

Anda mungkin juga menyukai