Anda di halaman 1dari 4

E.

Uji Validitas dan Reliabilitas


1. Uji Validitas
Validitas dapat didefinisikan pemeriksaan keabsahan atau sebagai ukuran untuk
menilai apakah alat ukur yang digunakan benar-benar mampu memberikan nilai peubah
yang ingin diukur (Juanda, 2009). Dengan demikian, pada validitas terdapat dua unsur
penting yaitu ketepatan dan ketelitian (Singarimbuan, 2009). Menurut Arikunto (2010)
suatu instrumen mempunyai validitas tinggi dinyatakan valid atau sahih dan instrumen
yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah.
Uji validitas sebuah item pertanyaan diukur menggunakan korelasi antara skor
pertanyaan dengan total skor (Juanda, 2009). Menurut Riwidikdo (2013) dalam
mengkorelasikan antara skor item instumen yaitu menggunakan rumus Pearson Product

Moment, dengan persamaan sebagai berikut:

r=

n XY X Y

{n X ( X ) }{n Y ( Y ) }
2

Keterangan:
r hitung

Koefisien korelasi

Xi

= Jumlah skor item `

Yi
n

= Jumlah skor total


= Jumlah responden

Perhitungan menggunakan Statistical Product and Service Solutions Versi 16.0


(SPSS 16.0). Pengambilan kesimpulannya jika nilai p-value Pearson Product Moment <
0,05 maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid (Arikunto, 2010).
Uji validitas dilakukan langsung kepada sampel penelitian. Dalam penelitian ini
digunakan uji validitas terhadap instrumen penelitian kepuasan pasien, yaitu pada
variabel kepentingan pasien dan kinerja pelayanan kesehatan dari setiap dimensi yang
menjadi variabel penelitian mencakup dimensi bukti langsung (tangible), kehandalan
(reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan perhatian
(empathy). Hasil yang diperoleh dari uji validitas terhadap 30 item pertanyaan yang
dilakukan per dimensi pada masing-masing instrumen kepentingan pasien dan kinerja
pelayanan kesehatan dinyatakan valid dengan nilai p-value < 0,05 yaitu sebesar 0,000.
Sehingga seluruh item pertanyaan tetap diikutsertakan dalam pengolahan data
selanjuntya.

2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur
dapat dipercaya atau dapat diandalkan yang berarti sejauh mana hasil pengukuran
tersebut tetap konsisten apabila dilakukan dua kali pengukuran atau lebih terhadap gejala
yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama (Budiman, 2013).
Uji reliabilitas dalam penelitian ini yaitu menggunakan Alpha Cronbach
(Riwidikdo, 2013) dengan rumus sebagai berikut:

k
r11

k 1

2
b

Vt 2

Keterangan:
r11
k

Vt

= Reliabilitas instrumen
= Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
2
b

= Jumlah varian butir/item

= Varian total
Uji reliabilitas mengacu kepada aturan Guilford yaitu instrumen dikatakan
reliabel jika memilki minimal reliabilitas cukup kuat. Indeks reliabilitas menurut aturan
Guilford (Guilfords empirical rule) dapat dilihat pada Tabel 3.7 di bawah ini:

Tabel 3.7

Indeks Reliabilitas Menurut Aturan Guilford (Guilfords Empirical


Rule)
0,00 0,19

Reliabilitas sangat lemah

0,20 0,39

Reliabilitas lemah

0,40 0,69

Reliabilitas cukup kuat

0,70 0,89

Reliabilitas kuat

0,90 1,00
Sumber : Riwidikdo, 2012

Reliabilitas sangat kuat

Uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows dan uji reliabilitas
terhadap instrumen kepuasan pasien dengan 30 item pertanyaan yang dilakukan per

dimensi pada masing-masing instrumen kepentingan pasien dan kinerja pelayanan


kesehatan yang mencakup dimensi bukti langsung (tangible), kehandalan (reliability),
daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan perhatian (empathy) diperoleh
hasil sebagai berikut:
Tabel 3.8

No
.
1.
2.
3.
4.
5.

Hasil Uji Reliabilitas Pada Dimensi Kepentingan Pasien


Kepentingan Pasien
Cronbachs
Dimensi
Alpha

No.
Soal
1
6
1
5
1
6
1
7
1

Interpretasi

Bukti Fisik
(Tangible)

0,913

Sangat Kuat

Kehandalan
(Reliability)

0,917

Sangat Kuat

Daya Tanggap
(Responsiveness)

0,922

Sangat Kuat

Jaminan
(Assurance)

0,935

Sangat Kuat

Perhatian
(Empathy)

0,937
Sangat Kuat
6
Berdasarkan Tabel 3.8, hasil uji reliabilitas pada setiap dimensi kepentingan

pasien menurut aturan Guilford adalah pada kategori sangat kuat karena berada dalam
rentang 0,9

1,00 dengan nilai yang paling tinggi adalah pada dimensi perhatian

(empathy) yaitu 0,937 sedangkan yang paling rendah adalah pada dimensi bukti fisik
(tangible) yaitu 0,913.