Anda di halaman 1dari 2

e.

Tanda dan Gejala Halusinasi


Halusinasi berhubungan erat dengan perubahan persepsi sensori pancaindera. Individu
yang mengalami halusinasi akan teridentifikasi saat proses pengkajian persepsi sehingga
dapat dibedakan jenis halusinasi berdasarkan karakteristik maupun prilaku yang
ditampilkan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel:
Indera
Pendengaran

Penglihatan

Penghidu

Karakteristik
Mendengar suara, paling sering
suara orang. Suara dapat
berkisar dari suara yang paling
sederhana sampai suara orang
berbicara mengenai klien. Klien
mendengar suara orang yang
sedang membicarakan apa yang
sedang dipikirkan klien dan
memerintahkan
untuk
melakukan sesuatu, kadangkadang melakukan hal-hal yang
berbahaya.
Stimulus penglihatan dalam
bentuk pancaran cahaya, gambar
geometric, gambar kartun dan
atau panorama yang luas dan
kompleks. Penglihatan dapat
berupa
sesuatu
yang
menyenangkan atau menakutkan
seperti monster.
Bau busuk, amis dan bau yang
menjijikkan seperti darah, urin,
feses. Kadang-kadang mencium
bau harum.

Pengecapan

Merasakan sesuatu yang busuk,


amis dan menjijikkan seperti
rasa darah, urin, atau feses.

Perilaku yang teramati


Melirikkan mata ke kanan dan ke
kiri seperti mencari siapa atau apa
yang sedang berbicara.
Mendengarkan dengan penuh
perhatian pada orang lain yang
sedang tidak berbicara atau atau
kepada benda mati seperti mebel.
Terlibat percakapan dengan benda
mati atau dengan seseorang yang
tidak Nampak.
Menggerak-gerakkan
mulut
seperti berbicara atau menjawab
suara.
Tiba-tiba
tampak
tergagap,
ketakutan, atau ditakuti oleh
orang lain, benda mati atau
stimulus yang tidak terlihat.
Tiba-tiba berlari ke ruang lain.

Hidung yang dikerutkan seperti


mencium bau yang sangat tidak
enak, mencium bau tanah,
mencium bau udara ketika sedang
berjalan kearah orang lain.
Berespon terhadap bau dengan
panik seperti mencium bau api
dan darah.
Melempar selimut atau menuang
air pada orang lain seakan sedang
memadamkan api.
Menolak untuk makan, minum,
atau minum obat.
Tiba-tiba meninggalkan meja
makan.

Perabaan

Mengalami rasa sakit atau tidak


enak tanpa stimulus yang
terlihat. Merasakan sensasi
listrik datang dari tanah, benda
mati atau orang lain.
Sumber ; Stuart & Laraia, 2005

Menampar diri sendiri seakan


sedang memadamkan api.
Melompat-lompat dilantai seperti
sedang menghindari nyeri atau
stimulus lain pada kaki.