Anda di halaman 1dari 11

1.

Terangkan bagaimana hukum hasil lebih yang semakin


berkurang

mempengaruhi

fungsi

produksi.

Buatlah

suatu contoh angka untuk menerangkan hal tersebut!


Jawab

Hukum Hasil Lebih Yang Semakin Berkurang merupaka suatu


hal yang tidak dapat di pisah-pisahkan dari teori produksi. Hukum
tersebut menjelaskan sifat pokok dari hubungan di antara tingkat
produksi dan tenaga kerja yang digunakan untuk mewujudkan
produksi tersebut. Hukum hasil lebih yang semakin berkurang
menyatakan bahwa apabila faktor produksi yang dapat diubah
jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu
unit,

pada

mulanya

produksi

total

akan

semakin

banyak

pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu


produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai
nilai negatif. Sifat pertambahan produksi seperti ini menyebabkan
pertmabahn

produksi

total

semakin

lambat

dan

akhirnya

ia

mencapai tingkat yang maksimum dan kemudian menurun.


Dengan demikian pada hakikatnya hukum hasil lebih yang
semakin berkurang menyatakan bahwa hubungan di antara tingkat
produksi dan jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat di bedakan
dalam tiga tahap, yaitu :
Tahap Pertama
: Produksi total mengalami pertambahan

yang semakin cepat.


Tahap Kedua

semakin lambat.
Tahap Ketiga

: Produksi total semakin lama semakin

berkurang.

Produksi

total

pertambahannya

Contoh tabel :
Tanah
(Hektar)

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Tenaga

Produksi

Kerja

Total

(Orang)

(Unit)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

150
400
810
1080
1290
1440
1505
1520
1440
1300

Produksi
Marjinal

150
250
410
270
210
150
65
15
-80
-140

Produksi Ratarata
(Unit)

150
200
270
270
258
240
215
180
160
130

Tahap
(Unit)

PERTAMA

KEDUA

KETIGA

Pada contoh tabel di atas dikemukakan suatu gambaran


mengenai suatu produksi suatu barang pertanian diatas sebidang
tanah yang tetap jumlahnya, tetapi jumlah tenaga kerjanya
berubah-ubah. Dalam gambaran itu di tunjukan bahwa produksi
total yang di tunjukan mengalami pertambahan yang semakin cepat
apabila tenaga kerja di tambah dari 1 menjadi 2, dan 2 menjadi 3.
Maka dalam keadaan ini kegiatan memproduksi mencapai Tahap
Pertama.

Dalam

tahap

ini

setiap

tambahan

tenaga

kerja

menghasilkan tambahan produksi yang lebih besar dari yang di


capai pekerja sebelumnya. Dalam analisis ekonomi keadaan itu
dinamakan Produksi Marjinal Pekerja yang Semakin Bertambah.
Data pada kolom produksi marjinal , menggambarkan keadaan
tersebut.
Apabila tenaga kerja ditambah dari 3 menjadi 4, kemudian 4
menjadi 5, kemudian 5 menjadi 6, dan selanjutnya 6 menjadi 7,
produksi total tetap bertambah tetapi jumlah pertambahannya
semakin lama semakin sedikit. Maka dalam keadaan ini produksi
mencapai Tahap Kedua, yaitu keadaan dimana produksi marjinal

semakin berkurang. Maksudnya, setiap pertmabahn pekerja akan


menghasilkan

tambahan

produksi

kurang

daripada

tambahan

produksi pekerja sebelumnya.


Pada Tahap Ketiga, pertambahan tenaga kerja tidak akan
menambah produksi total, yaitu produksi total berkurang. Pada
waktu tenaga kerja bertmabah dari 7 menjadi 8 , produksi total
masih mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 15 unit. Akan tetapi
apabila satu lagi tenaga kerja ditambah dari 8 pekerja menjadi 9
pekerja, produksi totalnya menurun. Produksi total berkurang lebih
lanjut apabila tenaga kerja menjadi 10.

2. Bagaimana meminimumkan biaya untuk mencapai suatu


tingkat produksi tertentu?
Jawab :
Dalam menentukan komposisi faktor produksi yang akan
meminimumkan biaya produksi, produsen perlu memperhatikan
besarnya pembayaran kepada faktor produksi tambahan yang akan
digunakan, dan besarnya pertambahan hasil penjualan yang di
wujudkan oleh faktor produksi yang di tambah tersebut. Misalkan
satu unit tambahan faktor produksi A memerlukan biaya sebanyak
Rp 10.000 dan ia memberi hasil tambahan sebanyak Rp. 25.000.
Sedangkan satu unit tambahan faktor produksi B memerlukan biaya
Rp. 20.000 dan juga menghasilkan tambahan nilai sebnayak Rp
25.000.
Faktor produksi manakah yang harus di tambah? Sudah tentu
faktor produksi A, karena biayanya lebih murah tetapi tambahan
hasil penjualan adalah sama dengan diciptakan faktor B. Dari
contoh ini dapat disimpulkan bahwa untuk meminimumkan biaya
(atau memaksimalkan hasil penjualan), prinsip yang harus di
pegang prosuden adalah mengambil unit tambahan faktor produksi
yang biaya per rupiahnya akan menghasilkan tambahan nilai
penjualan yang maksimum.

3. Di dalam jangka pendek maupun jangka panjang kurva


biaya total rata-rata ada bentuk huruf U. Terangkan
faktor penyebab biaya total rata-rata tersebut.
4. Terangkan keadaan keadaan yang dapat menimbulkan
kekuasaan monopoli dalam suatu pasar Bank!
Apakah yang di maksud monopoli alamiah?
Bagaimana monopoli seperti itu terwujud?
Jawab :
-

Ciri ciri pasar monopoli


a. Pasar Monopoli Adalah Industri Satu Perusahaan
Hal ini rasanya tidak perlu di terangkan lagi. Sifat ini
sudah secara jelas dilihat dari definisi monopoli, yaitu
hanya ada satu perusahaan dalam industri tersebut.
Dengan demikian barang atau jasa yang di hasilkannya
tidak dapat di beli dari tempat lain.

Para pembeli tidak

mempunyai pilihan lain, kalau mereka menginginkan


barang

tersebut

maka

mereka

harus

membeli

dari

perusahaan monopoli tersebut. Syarat syarat penjualan


sepenuhnya ditentukan oleh monopoli itu, dan para
pembeli tidak dapat berbuat sesuatu apa pun di dalam
menentukan syarat jual beli.
b. Tidak Mempunyai barang pengganti yang mirip.
Barang yang di hasilkan perusahan tidak monopoli tidak
monopoli tidak dapat di gantikan oleh barang lain yang
ada dalam pasar. Barang tersebut merupakan satu
satunya jenis barang yang seperti itu dan tidak terdapat
barang mirip (close suitable) yang dapat menggantikan
barang tersebut. Aliran listrik adalah contoh barang yang
tidak memiliki barang pengganti yang mirip. Yang ada
hanyalah barang pengganti yang berbeda sifatnya, yaitu
lampu minyak. Lampu minyak tidak dapat menggantikan
listrik

karena

ia

tidak

dapat

digunakan

untuk

menghidupkan televisi atau memanaskan strika/ gosokan.

c. Tidak Terdapat Kemungkinan untuk Masuk ke dalam


Industri
Sifat ini merupakan sebab utama yang menimbulkan
perusahaan yang mempunyai kekuasaaan monopoli. Tanpa
sifat ini pasar monopoli tidak akan terwujud, karena tanpa
adanya halangan tersebut pada akhirnya akan terdapat
beberapa

perusahaan

di

dalam

industri.

Kentungan

perusahaan monopoli tidak akan menyebabkan perusahaan


perusahaan lain memasuki industri tersebut. Adanya
hambatan

kemasukan

yang

sangat

tangguh

menghindarkan berlakunya keadaan yang seperti itu. Ada


beberapa bentuk hambatan kemasukan ke dalam pasar
monopoli. Adanya yang bersifat legal, yaitu dibatasi oleh
undang undang. Ada yang bersifat teknologi, yaitu
teknologi yang di gunakan sangat canggih dan tidak
mudah di contoh. Dan ada pula yanng bersifat keuangan,
yaitu modal yang diperlukan sangat besar.
d. Dapat Mempengaruhi Penentuan Harga
Oleh karena perusahaan monopoli merupakan satu
satunya penjual di dalam pasar, maka penentuan harga
dapat dikuasainya. Oleh sebab itu perusahaan monopoli
dipandang sebagai penentu harga

atau price setter.

Dengan mengadakan pengendalian ke atas produksi dan


jumlah barang yang ditawarkan perusahaan monopoli
dapat menentukan harga pada tingkat yang di kehendaki
nya.
e. Promosi Iklan Kurang Diperlukan
Oleh karena perusahaan monopoli adalah satu satunya
perusahaan

di

dalam

indusrtri,

ia

tidak

perlu

mempromosikan barangnya dengan menggunakan iklan.


Pembeli yang memerlukan barang yang di produksikannya
terpaksa

membeli

daripadanya.

Walau

bagaimanapun

perusahaan monopoli sering membuat iklan. Iklan tersebut

bukanlah bertujuan untuk menarik pembeli, tetapi untuk


memeliahara hubungan baik dengan masyarakat.

Faktor - Faktor yang Menimbulkan Monopoli


1. Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumbter daya
tertentu yang unik dan tidak dimiliki perusahaan lain. Satu
contoh yang jelas dalam hal ini adalah suara emas dari
seorang penyanyi terkenal atau kemampuan bermain yang
sangat luar biasa oleh seorang pemain sepak bola. Hanya
mereka lah yang mempunyai kepandaian tersebut dan
harus di bayar lebih mahal dari biasa apabila masyarakat
ingin menikmatinya.
Di dalam suatu perekonomian, monopoli juga dapat berlaku
apabila

sesuatu

perusahaan

menguasai

seluruh

atau

sebagian besar bahan mentah yang tersedia. Di masa ini


contoh dari perusahaan yang masih mempunya sifat
seperti

ini

adalah

perusahaan

permata

De

Beers

Company di Afrika Selatan. Hampir semua pertambangan


permata yang ada di dunia ini dimiliki oleh perusahaan
tersebut. Pada permulaan abad yang lalu perusahaan
Standard Oil Company di Amerika Serikat menguasai
hampir seluruh sumber minyak yang ada di negara
tersebut. Sampai sebelum Perang Dunia Kedua perusahaan
Aluminium
kekuasaan

Company
monopoli.

of
Pada

America
waktu

juga mempunyai

itu

hampir

semua

cadangan bauxite, yaitu bahan mentah yang digunakan


untuk menghasilkan aluminium, dimiliki oleh perusahaan
itu. Oleh sebab itu Aluminium Company of America
dapat menghasilkan barangnya tanpa ada persaingan.
Perusahaan air minum di suatu kota adalah salah satu
contoh lain dari kekuasaan monopoli yang memiliki sumber
daya yang unik.

2. Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati


skala ekonomi (economies of scale) hingga ke tingkat
produksi yang sangat tinggi. Di berbagai kegiatan ekonomi
tingkat teknologi adalah sedemikian modernnya sehingga
produksi yang efisien hanya dapat dilakukan apabila
jumlah produksinya sangat besar dan meliputi hampir
seluruh produksi yang diperlukan di dalam pasar. Keadaan
seperti ini berarti suatu perusahaan hanya akan menikmati
skala ekonomi yang maksimum apabila tingkat produksinya
adalah sangat besar jumlahnya. Pada waktu perusahaan
mencapai keadaan di mana biaya produksinya mencapai
minimum,

jumlah

produksi

adalah

hampir

menyamai

jumlah permintaan yang wujud di pasar. Dengan demikian,


sebagai akibat dari skala ekonomi yang demikian sifatnya,
perusahaan dapat menurunkan harga barangnya apabila
produksi semakin tinggi. Pada tingkat produksi yang sangat
tinggi,

harga

adalah

sedemikian rendahnya

sehingga

perusahaan perusahaman baru tidak akan sanggup


bersaing

dengan

perusahaan

yag

terlebih

dahulu

berkembang. Keadaan ini mewujudkan pasar monopoli.


Suatu industri yang skala ekonominya mempunyai sifat
seperti yang di terangkan di atas adalah perusahaan yang
di katakan merupakan monopoli alamiah atau natural
monopoly. Monopoli alamiah pada umumnya dijumpai
dalam perusahaan jasa umum seperti perusahaan listrik,
perusahaan

air

minum,

perusahaan

telepon,

dan

perusahaan angkutan kereta api. Di bebeapa jenis industri


lain skala ekonomi tidak mewujudkan monopoli, tetapi satu
atau beberapa perusahaan memproduksikan barang yang
hampir sama jumlahnya dengan yang di tawarkan pasar.
Perusahaan baja, pertambangan minyak, dan industri
pembuat mobil adalah contoh contoh dari industri
semacam itu.

3. Monopoli wujud dan berkembang melalui undang undang,


yaitu

pemerintah

perusahaan

memberi

tersebut.

Di

hak

monopoli

kepada

dalam

undang-

undang

pemerintah mengatur kegiatan perusahaan perusahaan


terdapat beberapa peraturan yang akan mewujudkan
kekuasaan monopoli. Peraturan peraturan yang seperti itu
adalah (1) Peraturan paten dan hak cipta dan (2) hak
usaha eksklusif yang di berikan kepada perusahaan jasa
umum.
-

Monopoli Alamiah adalah perusahaan yang terus menerus


menikmati

skala ekonomi hingga pada tingkat produksi yang

sangat banyak jumlahnya, berarti AC terus menerus turun


hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi. Pada waktu biaya
rata rata mencapai minimum tingkat produksi telah meliputi
sebagian besar dari kebutuhan masyarakat. Keadaan seperti ini
akan menghambat kemasukan perusahaan lain, karena amat
sukar bagi perusahaan baru untuk melakukan usaha seefisien
seperti perusahaan yang lama yang menikmati skala ekonomi
yang lebih besar.

5. Bentuk bentuk hambatan yang bagaimana yang di


hadapi oleh produsen produsen yang ingin memasuki
pasar oligopoli?
Jawab :
Terdapat jumlah perusahaanyang terbatas di dalam pasar
merupakan suatu bukti nyata bahwa perusahaan perusahaan baru
adalah sangat sukar untuk masuk ke pasar oligopoli. Faktor faktor
penting yang menyebabkan kesukaran memasuki nya adalah :
-

SKALA EKONOMI
Skala ekonomi yang dinikmati oleh perusahaan yang terdapat
dalam pasar oligopoli dapat menjadi penghambat yang sangat
penting kepada perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri
tersebut. Apabila suatu perusahaan oligopolis dapat menikmati

skala ekonomi sehingga ke tingkat produksi yang sangat besar,


ini berarti semakin banyak produksi nya semakin rendah biaya
produksi per unit. Sekiranya permintaan dalam pasar bertambah,
perusahaan yang sudah ada dalam industri akan mempunyai
kesempatan yang lebih baik untuk memenuhi permintaan
tersebut, karena mereka dapat menambah jumlah produksi dan
pada waktu yang sama mengurangi biaya produksi per unit.
Maka semakin besar jumlah penjualan perusahaan tersebut,
semakin

efisien

kegiatan

memproduksinya.

Ini

akan

menyukarkan pemasukan perusahaan baru karena pada mulanya


luas pasaran barangnya hanyalah sebagian kecil daripada
perusahaan yang telah ada, dan oleh karena itu biaya produksi
per unit adalah lebih tinggi daripada dalam perusahaan yang
lama.
-

BIAYA PRODUKSI YANG BERBEDA


Yang di jelaskan diatas adalah biaya produksi per unit yang
berbeda sebagai akibat dari tingkat (jumlah) produksi yang
berbeda. Di samping itu biaya produksi dapat pula berbeda pada
tingkat produksi yang sama. Biasanya pada setiap tingkat
produksi, biaya produksi per unit yang harus di keluarkan
perusahaan yang baru adalah lebih tinggi dari yang dikeluarkan
perusahaan lama. Ini berarti kurva AC (biaya total rata-rata)
perusahaan baru adalah lebih tinggi dari pada kurva AC
perusahaan yang lama. Oleh karena nya perusahaan baru tidak
dapat menjual barangnya semurah seperti perusahaan lama.
Keadaan ini menghambat kemasukan perusahaan baru.
Terdapat banyak faktor yang menimbulkan kecenderungan
perbedaan biaya produksi tersebut. Yang penting adalah :
1. Perusahaan lama dapat menurunkan biaya produksi sebagai
akibat pengetahuan yang mendalam mengenai kegiatan
memproduksi yang di kumpulkan dari pengalaman masa lalu.
2. Para pekerjanya sudah lebih berpengalaman di dalam
mengerjakan

pekerjaan

mereka,

dan

ini

menaikkan

produktivitas

pekerja,

yang

selanjutnya

memungkinkan

penurunan biaya produksi.


3. Perusahaan lama sudah lebih di kenal oleh bank, dan para
penyedia

bahan

mentah

dan

oleh

karenanya

dapat

memperoleh kredit yang lebih baik dan harga bahan mentah


yang lebih murah.

KEISTIMEWAAN HASIL PRODUKSI


Keistimewaan yang dimiliki oleh barang yang di produksi oleh
perusahaan

lama

merupakan

menghambat kemasukan

sumber

lain

yang

dapat

perusahaan baru. Keistimewaan ini

dapat dibedakan dalam beberapa bentuk. Yang pertama ialah


karena

baranng

tersebut

sudah

sangat

terkenal

(product

recognition), dan masyarakaat sudah menaruh kepercayaan dan


penghargaan yang tinggi ke atas barang tersebut. Tanpa dapat
menawarkan barang lain yang jauh lebih baik dari barang yang
di kenal masyarakat ini, perusahaan baru akan mengalami
kesukaran untuk bersaing dengan baik di pasaran.
Keistimewan yang kedua adalah apabila barang tersebut
sangat rumit (product complexity) yaitu ia terdiri dari komponen
komponen

yang

banyak

sekali

sehingga

sukar

untuk

membuatnya dan memperbaikinya. Barang seperti itu antara


lain adalah mobil, televisi, peti es dan sebagainya. Sifat barang
yang rumit tersebut menyebabkan tidak semua pengusaha yang
mempunyai modal dapat masuk ke dalam perusahaan tersebut.
Pengusaha tersebut harus juga mengetahui cara caranya
membuat barang itu yang mutunya tidak kalah dengan barang
barang yang sudah ada di pasar.
Selanjutnya keistimewaan lain

yang

mungkin

dimiliki

perusahaan dalam pasar oligopoli adalah ia memproduksikan


berbagai barang yang sejenis. Kalau ia produsen rokok,maka
rokok yang di produksikannya terdiri dari berbagai bentuk dan
jenis sehingga dapat menyediakan berbagai produk seperti
rokok berfilter dan cerutu yang diingini masyarakat yang cita

rasanya berbeda beda. Perusahaan sabun mandi, sabun cuci,


minuman ringan dalam botol, dan produse mobil adalah
beberapa contoh lain dari perusahaan perusahaan yang sering
kali memproduksikan sesuatu barang dalam bentuk dan sifat,
serta mutu yang sangat berbeda. Dengan cara ini pasarannya
meliputi golongan masyarakat

yang lebih luas dan sebagai

akibatnya sukarlah untuk perusahaan baru memasuki pasar


oligopoli.