Anda di halaman 1dari 15

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

Sintesis Metil Ester dengan Metode Esterifikasi


Lutfy Woro Anggitasari*, Adhe Muthia, Agustina Duwanti Lestari, Ailing, Christofel
Heri Tully, Emelia, Istiqomah, Kemal Akbar, Meki Destria, Muhammad
Yuspriyanto, Sefriyanti, Maria Suhatri
Program Studi Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Tanjungpura
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
email: lutfyworoanggitasari@yahoo.com

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan sintesis metil ester dengan metode esterifikasi,
dimana direaksikan limbah minyak kelapa sawit dan metanol dengan katalis
asam berupa H2SO4 untuk mensintesis metil ester. Tujuan percobaan ini adalah
mempelajari reaksi esterifikasi dan membedakan antara reaksi esterifikasi dan
transesterifikasi, serta mempelajari sintesis biodiesel. Sintesis ini dilakukan
melalui reaksi esterifikasi dengan menggunakan metode refluks dan ekstraksi
serta dilakukan perhitungan %FFA dari limbah tersebut. Melalui metode refluks,
akan dihasilkan metil ester yang masih bercampur dengan senyawa lain, oleh
karena itu dilakukan pemisahan campuran melalui ekstraksi cair-cair. Metode
refluks didasarkan pada penguapan dan kondensasi dari senyawa dalam
menghasilkan senyawa baru sedangkan esktraksi cair-cair didasarkan pada
perbedaan distribusi senyawa sehingga diperoleh metil ester. Berdasarkan
perhitungan, diperoleh nilai FFA sebelum dilakukan esterifikasi sebesar 26,88%
dan setelah dilakukan esterifikasi yaitu sebesar 38,31%.
Kata kunci: esterifikasi, FFA, limbah minyak kelapa sawit, metil ester, refluks

I. PENDAHULUAN

bakar

Permasalahan

Hal

ini

dapat

yang

menyebabkan semakin menipisnya

terdapat di Indonesia menjadi hal

sumber bahan bakar, terlebih lagi

mendesak

segera

karena sifatnya yang tidak dapat

yang

diperbaharui. Selain itu, penggunaan

diatasi.
semakin

yang

energi

tersebut.

harus

Kebutuhan
meningkat

energi
tidak

sesuai

bahan

bakar

dari

minyak

bumi

dengan ketersediaan energi. Salah

secara terus menerus juga dapat

satu energi yang semakin meningkat

menyebabkan

kebutuhannya yaitu bahan bakar.

mencemari lingkungan (Fukuda dkk,

Kebutuhan akan bahan bakar tidak

2001; Jimmy, 2012).

sesuai

dengan

keperluan

emisi

yang

dapat

bahan

Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

Masalah inilah yang mendasari


banyaknya penelitian yang dilakukan

yang

telah

ditemukan

adalah

biodiesel (Mamun, dkk., 2013).

untuk menghasilkan bahan bakar

Biodiesel adalah salah satu

alternatif yang dapat diperbaharui.

bahan bakar alternatif yang sangat

Bahan bakar alternatif yang bisa

ramah lingkungan, tidak mempunyai

dianggap dapat diperbaharui dan

efek terhadap kesehatan dan juga

dinilai dapat menggantikan bahan

dapat

bakar dari minyak bumi yaitu bahan

bakar kendaraan-kendaran bermotor

bakar yang berasal dari minyak

dan dapat menurunkan emisi bila

nabati. Salah satu bahan bakar dari

dibandingkan

minyak

ester

minyak diesel. Biodiesel terbuat dari

(Hambali dkk, 2007). Berdasarkan

minyak nabati yang berasal dari

hal

percobaan

sumber

ini

perlu

diperbaharui.

cara

berpotensi

nabati

tersebut

sintesis

yaitu
maka

metil

dilakukan

metil

agar

ester

mengetahui

mensintesis metil ester.

dipakai

sebagai

bahan

dengan

daya

minyak-

alam

yang

dapat

Bahan

baku

yang

bahan

baku

sebagai

pembuat biodiesel antara lain kelapa

Energi pada saat ini menjadi

sawit, kedelai, jarak pagar, alpukat

salah satu sumber yang banyak

dan

dibutuhkan oleh setiap orang, salah

lainnya. Biodiesel merupakan salah

satunya

yang

satu bahan bakar alternatif yang

adalah

energi

beberapa

jenis

tumbuhan

digunakan

sebagai

bahan

bakar

diperoleh dari reaksi antara minyak

kendaraan

seperti

bensin.

Akan

yang berasal dari tumbuhan dan

tetapi, keadaan energi yang berasal

metanol

dari bumi sendiri untuk saat ini

alkali

persediaannya

Mamun, dkk., 2013).

sudah

mulai

dengan

bantuan

(Risyonatiningsih,

katalis
2010

berkurang bahkan terancam habis

Pada proses sintesis biodiesel

akibat dari jenis sumber energi yang

tersebut alkohol berperan dalam

tidak dapat diperbaharui. Sehingga

memutuskan gliserin dengan asam

berbagai penelitian terus dilakukan

lemak

sehingga

untuk mencari energi alternatif yang

senyawa

ester.

dapat

dari

tersebut umumnya dapat dilakukan

alam. Salah satu energi alternatif

dengan beberapa cara, diantaranya

menggantikan

energi

Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

membentuk

Proses

sintesis

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

adalah metode esterifikasi (Hikmah

ester dari asam karboksilat adalah

dan Zuliyana, 2010).

suatu senyawa yang mengandung

Minyak

mengandung

gugus CO2, R, dan R yang dapat

asam lemak jenuh dan asam lemak

berupa aril atau alkil (Prasetyo dkk,

tak jenuh dengan persentase yang

2012). Reaksi esterifikasi termasuk

hampir sama. Asam palmitat dan

reaksi yang reversibel dari asam

asam oleat merupakan asam lemak

lemak dengan alkil alkohol yang

yang dominan terkandung dalam

membentuk ester dan air (Kusmiyati,

minyak sawit, sedangkan kandungan

2008).

asam

lemak

sawit

linoleat

dan

asam

Metil

ester

ini

merupakan

stearatnya sedikit. Minyak kelapa

suatu senyawa golongan alkil ester

sawit menghasilkan limbah berupa

yang dapat diperoleh dari reaksi

tandan buah segar, crude palm oil,

esterifikasi. Metil ester memiliki sifat

limbah cair, limbah padat, tandan

fisik dan kimia yang sama dengan

buah kosong, serat perasan buah,

minyak diesel yang dihasilkan dari

bungkil inti sawit, cangkang, solid,

minyak bumi, namun emisi yang

dan limbah lain (Zulkifli dan Teti,

dihasilkan dari pembakaran metil

2014 ; Utomo dan Ermin, 2004).

ester jauh lebih rendah dibandingkan

Ester

merupakan

senyawa

dengan minyak diesel (Fessenden

berbau harum yang dapat diperoleh

dan Fessenden, 1995). Berdasarkan

dari reaksi antara alkohol dan asam

penelitian yang dilakukan oleh Tirto

karboksilat. Metil ester merupakan

dkk (2007), metil ester sangat baik

senyawa turunan trigliserida dari

digunakan

minyak nabati atau hewani yang

karena metil ester mudah terbakar

umumnya digunakan sebagai bahan

dan rendah emisi (Tirto dkk, 2007).

bakar. Biasanya metil ester dibuat

sebagai

bahan

bakar

Metil ester dapat disintesis dari

dari asam lemak bebas melalui

asam-asam

lemak

bebas

reaksi esterifikasi dengan alkohol

karboksilat)

dan

(Chasana, dkk., 2014 ; Sahubawa

suatu reaksi yaitu reaksi esterifikasi.

dan Diah, 2011).

Esterifikasi merupakan suatu reaksi

alkohol

(asam
melalui

Esterifikasi merupakan reaksi

yang menghasilkan senyawa ester.

yang terjadi antara asam karboksilat

Pada reaksi esterifikasi, direaksikan

dengan senyawa alkohol. Senyawa

asam karboksilat dan alkohol untuk

Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

menghasilkan suatu ester (Aziz dkk,


2011; Ogbu dan Ajiwe, 2013).

Prosedur Kerja
1. Uji FFA (Free Fatty Acids)

Tujuan dari percobaan ini yaitu

Tahap pertama yang dilakukan

mempelajari reaksi esterifikasi dan

yaitu dilakukan uji FFA terhadap

membedakan reaksi esterifikasi dan

limbah minyak kelapa sawit yang

transesterifikasi, serta mempelajari

akan digunakan. Limbah minyak

sintesis

pada

kelapa sawit yang akan digunakan,

percobaan ini yaitu didasarkan pada

diambil dan ditimbang sebanyak 1

reaksi yang terjadi antara asam

gram. Selanjutnya limbah tersebut

karboksilat dari minyak kelapa sawit

dipanaskan

dan metanol dengan bantuan katalis

ditambahkan 10 mL etanol. Larutan

asam berupa asam sulfat atau yang

ini kemudian ditambahkan indikator

disebut sebagai reaksi esterifikasi.

fenolftalein 5 tetes sebelum dititrasi.

biodiesel.

Prinsip

Titrasi
II.

METODOLOGI

hingga

dilakukan

mencair

dan

menggunakan

kalium hidroksida hingga larutan

Alat dan Bahan

berubah

warna

menjadi

merah

Adapun alat yang digunakan

muda. Berdasarkan volume kalium

dalam percobaan ini adalah alat

hidroksida yang digunakan, maka

pemanas, batang pengaduk, beaker

akan diketahui nilai FFA dari limbah

glass, botol semprot, buret, corong

minyak kelapa sawit tersebut.

pisah, erlenmeyer, klem, kondensor


refluks, labu leher tiga, magnetic
stirer, pipet tetes, pipet ukur, statif
dan termometer.

2. Proses Esterifikasi
Tahapan berikutnya dilakukan
esterifikasi terhadap limbah minyak

Bahan-bahan yang digunakan

kelapa sawit. Pada tahapan ini,

yaitu akuades, asam sulfat, etanol,

ditimbang

indikator

hidroksida,

sawit sebanyak 3 gram. Kemudian

metanol, dan limbah minyak kelapa

ditambahkan 16 mL metanol dan 0,2

sawit.

mL asam sulfat. Tahapan sebelum

pp,

kalium

limbah

minyak

kelapa

dimasukkan ke dalam limbah minyak


kelapa sawit, metanol dan asam
sulfat dicampurkan terlebih dahulu.
Campuran ini kemudian dimasukkan
Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

kedalam labu leher tiga dan direfluks


selama 1 jam 30 menit. Berdasarkan
hasil

refluks

ini

akan

diperoleh

campuran dengan dua fasa atau dua


lapisan.

Gambar 2. Rangkaian alat ekstraksi

Campuran tersebut kemudian


dimasukkan ke dalam corong pisah
untuk proses ekstraksi. Selanjutnya
campuran dikocok dan dipisahkan.
Lapisan atas dari campuran diambil
dan dititrasi dengan larutan kalium
hidroksida.
volume

Berdasarkan

kalium

hidroksida

dengan
yang

digunakan, maka akan diperoleh


nilai

FFA

minyak

kelapa

sawit

setelah proses esterifikasi.


Gambar 3. Rangkaian alat titrasi
Rangkaian Alat
III.

Hasil dan Pembahasan

Data Pengamatan
No.
1.

Perlakuan
Ditimbang limbah

Pengamatan
1 gram limbah

minyak kelapa

minyak kelapa

sawit dan

sawit

dimasukkan ke

dimasukkan

dalam

dalam

erlenmeyer

erlenmeyer

Dipanaskan

Limbah minyak

Gambar 1. Rangkaian alat refluks


2.

dipanaskan
10 mL etanol
Dipanaskan

Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

dipanaskan

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

3.

etanol,
dimasukkan ke

Direfluks selama

dalam

1 jam 30 menit

erlenmeyer berisi
limbah minyak

9.
Campuran

4.

Ditambahkan

5 tetes indikator

didinginkan dan

indikator

fenolftalein

dimasukkan ke

fenolftalein
1,4 gram KOH

5.

10.

dalam corong

Lapisan atas

pisah

merupakan

Dititrasi

dalam 250 mL

lapisan metil

menggunakan

H2O, larutan

Campuran

KOH 0,1 N

berubah warna

dikocok hingga

menjadi merah

terbentuk dua

muda

lapisan yang

ester

jelas
26,88%

11.
Lapisan atas
diambil dan

Dihitung %FFA

3 gram limbah

dititrasi dengan

limbah

minyak

KOH

Disiapkan limbah

16 mL metanol

minyak kelapa

dan 0,2 mL

minyak hasil

sawit

asam sulfat

esterifikasi

38,31%

6.

7.

12.

Dihitung %FFA

Ditambahkan
metanol dan
8.

13.

asam sulfat
(metanol dan
asam sulfat

Terbentuk

dicampurkan

larutan dengan

terlebih dahulu)

2 lapisan

Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Pembahasan

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

Minyak

buah

kelapa

sawit

bantuan katalis asam sulfat. Reaksi

merupakan minyak nabati berwarna

ini

jingga kemerah-merahan yang dapat

Esterifikasi merupakan reaksi antara

diperoleh dari proses ektraksi daging

asam karboksilat dengan alkohol

buah tanaman Elaeis guinneensi.

menghasilkan ester dan air. Asam

Minyak kelapa sawit juga merupakan

karboksilat yang digunakan dapat

lemak semi padat yang memiliki

berasal dari asam lemak bebas yang

komposisi tetap. Tampak seperti

terkandung dalam minyak nabati

minyak

atau berupa distilat asam lemak

nabati

lainnya,

minyak

kelapa sawit ini merupakan senyawa

dikenal

dengan

esterifikasi.

sawit (DALMs) (Rasyd, 2010).

yang tidak dapat larut didalam air,

Reaksi esterifikasi dikenal juga

padahal komponen penyusun utama

sebagai reaksi pembuatan ester.

minyak kelapa sawit adalah berupa

Reaksi ini merupakan reaksi yang

trigliserida dan nontrigliserida (Arita,

terjadi antara asam lemak bebas

dkk., 2008).

(asam

karboksilat)

dan

alkohol

Free Fatty Acid (FFA) adalah

membentuk ester dan air. Melalui

persentase banyaknya asam lemak

reaksi esterifikasi, kandungan asam

bebas (dalam bentuk asam laurat)

lemak bebas dapat dihilangkan atau

untuk setiap 100 gram minyak dalam

dikurangi. Umumnya reaksi ini akan

setiap 1 mg KOH (Susanto, 2013).

berjalan dengan lambat sehingga

Umumnya FFA dihasilkan dari reaksi

perlu digunakannya suatu katalis

oksidasi dan reaksi hidrolisis akibat

asam dan proses pemanasan untuk

pemanasan pada suhu yang tinggi

mempercepat reaksi (Oxtoby dkk,

terhadap

2001).

minyak

tersebut.

Pada

proses pembuatan biodiesel, adanya

Asam karboksilat yang akan

FFA didalam minyak akan dapat

digunakan dapat berasal dari asam

menyebabkan reaksi samping yaitu

lemak bebas yang terkandung dalam

reaksi

minyak nabati. Pada percobaan ini

penyabunan

(Aziz,

dkk.,

2011).
Salah satu cara untuk dapat

digunakan limbah minyak kelapa


sawit

untuk

direaksikan

menghilangkan asam lemak bebas

alkohol

adalah dengan mereaksikan asam

kelapa sawit biasanya mengandung

lemak bebas dengan alkohol dengan

asam lemak bebas sebanyak 5%

Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

berupa

metanol.

dengan
Minyak

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

dan selebihnya berupa trigliserida


(Aziz dkk, 2011).

Tahapan

pertama

yaitu

dilakukan pengujian nilai Free Fatty

Senyawa metil ester adalah

Acid

(FFA)

dari

limbah

yang

salah satu produk yang dihasilkan

digunakan. Pengujian nilai FFA ini

dari reaksi esterifikasi. Metil ester

dilakukan dengan metode titrasi.

disebut juga sebagai biodiesel. Metil

Titrasi adalah analisa volumetrik,

ester ini dapat digunakan sebagai

dimana titran akan diteteskan ke

suatu bahan bakar alternatif karena

dalam analit hingga terbentuk titik

memiliki sifat yang sama dengan

ekuivalen. Titrasi merupakan suatu

minyak

proses analisis dimana suatu volum

bahan

diesel.
bakar

Keunggulan
alternatif

larutan

standar

ditambahkan

berasal dari sumber yang dapat

dalam

larutan

dengan

diperbaharui

mengetahui komponen yang tidak

dan

ini

dari
yaitu

menghasilkan

Larutan

tujuan

emisi yang lebih kecil dari minyak

dikenal.

diesel (Fessenden dan Fessenden,

larutan yang konsentrasinya sudah

1995 ; Tirto dkk, 2007).

diketahui secara pasti. Berdasarkan


kemurniannya

A. Uji FFA (Free Fatty Acid)


mensintesis

metil

larutan

adalah

standar

dibedakan menjadi larutan standar

Pada percobaan ini dilakukan


dengan

standar

ke

ester

primer dan larutan standar sekunder.


Larutan

standar

primer

adalah

dengan menggunakan bahan dasar

larutan standar yang dipersiapkan

yaitu limbah minyak kelapa sawit

dengan menimbang dan melarutkan

dan metanol. Metanol lebih banyak

suatu zat tertentu dengan kemurnian

digunakan sebagai sumber alkohol

tinggi (konsentrasi diketahui dari

karena memiliki rantai karbon yang

massa - volum larutan). Larutan

lebih pendek, lebih polar dan lebih

standar sekunder adalah larutan

murah daripada alkohol yang lain

standar yang dipersiapkan dengan

(Ma dan Hanna, 1999 ; Basri, 2003).

menimbang dan melarutkan suatu

Apabila senyawa yang digunakan

zat tertentu dengan kemurnian relatif

memiliki rantai karbon yang pendek,

rendah

maka akan lebih mudah memutus

diketahui dari hasil standardisasi

ikatannya

(Chang, 2005).

dan

mereaksikannya

sehingga

konsentrasi

dengan senyawa lain.


Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

Sebelum

limbah

diperoleh kadar FFA limbah minyak

minyak ditimbang sebanyak 1 gram

kelapa sawit sebesar 26,88%. Kadar

dan dipanaskan hingga mencair.

FFA ini tergolong sangat kecil. Kadar

Kemudian diambil 10 mL etanol dan

FFA digunakan untuk menentukan

dipanaskan sebentar. Selanjutnya

seberapa besar kadar asam lemak

etanol dimasukkan ke dalam sampel

bebas dalam minyak. Semakin besar

limbah minyak kelapa sawit dan

kadar FFA, maka semakin besar

dititrasi dengan KOH 0,1 N. Sebelum

tingkat kerusakan minyak (Gunawan

ditirasi, ditambahkan indikator pp

dkk, 2003).

kedalam

dititrasi,

campuran

sampel

dan

Dari

hasil

%FFA

yang

etanol. Etanol digunakan sebagai

diperoleh tersebut dapat disimpulkan

pelarut karena sifatnya yang polar

bahwa sintesis biodiesel dari limbah

sehingga asam lemak bebas yang

minyak kelapa sawit ini tidak dapat

bersifat non polar dan larut dalam

dilakukan dengan melalui metode

minyak dapat larut dalam fase yang

transesterifikasi. Hal ini dikarenakan,

sama dengan KOH yang bersifat

sintesis

polar. Larutan KOH ketika di titrasi

transesterifikasi memerlukan minyak

dengan asam lemak bebas dapat

dengan

berinteraksi karena etanol gugus OH

(kandungan FFA < 2%). Hal ini

nya bersifat hidrofil (suka air) dan

terjadi karena apabila FFA tinggi

rantai

akan

karbonya

CH3CH2

bersifat

biodisel

melalui

kemurnian

metode
tinggi

mengakibatkan

reaksi

hidrofob. Etanol yang digunakan

transesterifikasi

hangat

ketika

terjadinya reaksi penyabunan antara

dicampurkan dapat larut dengan

katalis dengan FFA (Baidawi, dkk.,

sempurna

reaksi.

2008). Sehingga pada percobaan ini

merupakan

dilakukan sintesis metil ester dengan

Indikator

bertujuan

agar

mempercepat
fenolftalein

terganggu akibat

indikator asam basa yang akan

menggunakan

mengalami perubahan pada rentang

dimana

pH basa (Daintith, 1994).

menghilangkan asam lemak bebas

Berdasarkan hasil titrasi yang


diperoleh,

volume

KOH

metode

metode

ini

esterifiksi,

akan

dapat

(Rasyd, 2010).

yang

digunakan yaitu sebanyak 10,5 mL

B. Proses Esterifikasi

dan setelah dilakukan perhitungan,


Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

Proses esterifikasi dilakukan


dengan

menggunakan

gram

pada suhu 65C selama 2 jam. Suhu

limbah minyak kelapa sawit untuk

yang digunakan yaitu sebesar 65C

menghasilkan metil ester. Reaksi

karena pada suhu tersebut reaksi

esterifkasi merupakan merupakan

esterifikasi akan berjalan lebih baik.

suatu reaksi antara asam karboksilat

Metode refluks merupakan suatu

dan

ester

pemisahan komponen dari suatu zat

asam.

tanpa mengurangi volume awal dari

alkohol

dengan

Campuran kemudian direfluks

membentuk

bantuan

katalis

Katalis yang digunakan yaitu asam


sulfat (Darnoko dan Cheryan, 2000;
Groggins, 1958; Arita, dkk., 2008).

zat.
Refluks
mencampurkan

dilakukan

untuk

larutan

secara

Limbah minyak kelapa sawit

sempurna. Pada pencampuran ini

mengandung asam lemak bebas

akan terjadi proses penguapan dan

(asam karboksilat) yang cukup tinggi

proses kondensasi larutan. Refluks

sehingga dapat disintesis menjadi

merupakan metode yang digunakan

metil

minyak

untuk mencampurkan larutan pada

ditimbang sebanyak 3 gram dan

waktu tertentu dengan temperatur

dimasukkan ke dalam labu leher

tertentu. Pada metode ini, terjadi

tiga. Selanjutnya dicampurkan 16

penguapan larutan ketika larutan

mL metanol dan 0,2 mL asam sulfat.

dipanaskan pada temperatur yang

Campuran ini kemudian dimasukkan

tinggi.

ke dalam labu leher tiga berisi

kemudian mengalami pendinginan

limbah minyak kelapa sawit.

dan kondensasi pada kondensor

ester.

Metanol

Limbah

digunakan

Uap

yang

dihasilkan

ini

sebagai

sehingga akan dihasilkan senyawa

reaktan yang direaksikan dengan

baru yang akan turun kembali ke

asam

dalam

lemak bebas dari limbah

wadah

reaksi

sehingga

minyak kelapa sawit. Asam sulfat

larutan akan tetap ada selama reaksi

berperan

berlangsung

sebagai

mempercepat

katalis

(Khopkar,

2003).

esterifikasi.

Selama proses refluks, dilakukan

untuk

pengadukan dengan menggunakan

mempercepat laju reaksi dengan

magnetic stirer. Magnetic stirrers

cara menurunkan energi aktivasi

adalah perangkat laboratorium yang

(Groggins, 1958).

menggunakan

Katalis

reaksi

untuk

digunakan

Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

putaran

medan

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

magnet untuk memutar stir bars

karena massa jenis akuades lebih

yang direndam dalam cairan juga

besar daripada massa jenis metil

berputar sehingga dapat mengaduk

ester (Daintith, 1994).

cairan (Basri, 2003). Pengadukan

Lapisan

atas

(metil

ester)

bertujuan untuk mempercepat reaksi

dimasukkan ke dalam erlenmeyer

sehingga produk dapat terbentuk

untuk dititrasi. Titrasi dilakukan untuk

lebih cepat. Melalui refluks ini, maka

menentukan kadar FFA dari metil

akan terbentuk senyawa metil ester.

ester. Berdasarkan hasil titrasi, KOH

Setelah tahap refluks selesai,

yang digunakan dalam titrasi metil

campuran dimasukkan ke dalam

ester sebanyak 44,9 mL. Setelah

corong pisah. Tahapan selanjutnya

dilakukan perhitungan dan diperoleh

yang akan dilakukan yaitu ekstraksi.

kadar FFA sebesar 38,31%. Nilai ini

Ekstraksi

satu

lebih kecil dari nilai sebelumnya. Hal

yang

ini

teknik

merupakan

pemisahan

salah

larutan

menunjukkan

bahwa

melalui

didasarkan perbedaan distribusi zat

reaksi esterifikasi, maka kadar asam

terlarut pada pelarut yang tak saling

lemak bebas dapat dikurangi.

campur. Tujuan dari ekstraksi adalah


untuk memisahkan suatu komponen

Secara umum, reaksi esterifikasi


yaitu sebagai berikut:

dari campurannya (Soemarto, 1987;


Day dan Underwood, 2002).
Campuran yang dihasilkan dari
proses ekstraksi sudah mengandung
metil ester namun masih bercampur
dengan

senyawa

diperlukan

lain

pemisahan

sehingga
campuran

untuk memisahkannya. Campuran


kemudian dikocok selama beberapa
menit

dan

didiamkan

hingga

Pada reaksi di atas, terjadi


reaksi antara asam karboksilat dan
metanol
metil

sehingga

ester

dan

menghasilkan
air. Sedangkan

mekanisme reaksi esterifikasi yaitu


sebagai berikut:

terbentuk dua lapisan. Lapisan atas


merupakan lapisan metil ester dan
lapisan bawah merupakan lapisan
akuades dan senyawa polar lainnya.
Lapisan akuades berada di bawah
Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

Tahap pertama adalah katalis


asam, gugus karbonil pada asam
diprotonasi. Tahap kedua adisi
nukleofil yaitu alkohol pada asam
yang telah diprotonas. Pada tahap
ini ikatan C-O yang baru (ikatan
ester) terbentuk. Pada tahap 3 dan 4
adalah tahap kesetimbangan dimana
oksigen-oksigen melepaskan atau
mendapatkan proton. Pada tahap 5
adalah tahap melibatkan pemutusan
ikatan C-O dan lepasnya air. Tahap
ini adalah kebalikan tahap 2 agar
peristiwa ini dapat terjadi gugus
hidroksil harus diprotonasi agar
kemampuannya
sebagai
gugus
bebas/lepas lebih baik. Akhirnya
pada tahap 6 ester yang berproton
melepaskan protonnya. Tahap ini
adalah kebalikan tahap 1.
Berdasarkan
mekanisme
reaksi diatas, dapat dijelaskan
tentang sintesis metil ester. Pada
awalnya, asam lemak bebas atau
asam karboksilat dari limbah minyak
akan bereaksi terlebih dahulu
dengan katalis asam. Katalis yang
digunakan dalam percobaan ini yaitu
asam sulfat.

R C
CH3 O

R C

O CH3

H2O

Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Atom O akan bermuatan


negatif karena terjadi resonansi
pada
ikatan
rangkap
C=O.
Resonansi ini menyebabkan atom O
kelebihan
elektron
(bermuatan
negatif). Atom O yang kelebihan
elektron ini akan menyerang atom H
yang lebih positif. Dalam hal ini
menyebabkan atom O mengikat H
dan elektron pada atom O terpenuhi
sedangkan atom C akan kekurangan
elektron (bermuatan positif).
Sintesis Metil Ester dengan
Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

Selanjutnya ketika bereaksi


dengan metanol, atom C yang
kekurangan elektron akan diserang
oleh atom O pada metanol yang
bersifat elektronegatif. Dalam hal ini
menyebabkan atom C berikatan

dengan metanol dan atom O pada


metanol akan menjadi kekurangan
elektron.

Karena atom O kekurangan


elektron, maka atom O akan menarik
elektron dari atom H sehingga atom
H terlepas dan atom O akan memiliki
elektron yang cukup. Selanjutnya
atom O akan menyerang atom H
kembali dan atom O akan kelebihan
elektron. Atom O yang kelebihan
elektron ini akan melepaskan
dirinya.

Selanjutnya akan terjadi resonansi


kembali sehingga diperoleh senyawa
metil ester dan produk samping
berupa air.
IV.

KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang


telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa :
Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

1. metil ester dapat disintesis


melalui reaksi esterifikasi. Reaksi
ini melibatkan asam lemak bebas
dari limbah minyak kelapa sawit
dan metanol dengan katalis
asam sulfat.
2. Perbedaan reaksi esterifikasi dan
transesterifikasi terdapat pada
katalis yang akan digunakan,
pada
esterifikasi
digunakan
katalis asam sedangkan reaksi
transesterifikasi digunakan suatu
katalis basa. Sintesis biodisel
dapat dilakukan dengan metode
esterifikasi.
3. Berdasarkan hasil perhitungan,
diperoleh %FFA limbah minyak
sebelum esterifikasi sebesar
26,88% dan setelah esterifikasi
sebesar 38,31%.

DAFTAR PUSTAKA
Arita, S., Meta, B.D., dan Jaya, I.,
2008, Pembuatan Metil Ester
Asam Lemak dari CPO Off
Grade
dengan
Metode
Esterifikasi-Transesterifikasi, J.
Teknik Kimia 15(2) : 35
Aziz, I., Nurbayati, S. dan Ulum, B.
2011. Esterifikasi Asam Lemak
Bebas dari Minyak Goreng
Bekas. Jurnal Valensi. 2(2).
ISSN 1978-8193.
Baidawi,
A.,
Latif,
I.,
dan
Rachmaniah,
O.,
2008,
Transesterifikasi dengan CoSolvent sebagai salah satu
alternatif Peningkatan Yield
Metil Ester pada Pembuatan
Biodiesel dari Crude Palm Oil
(CPO), Chemical National
Seminar, Surabaya
Basri, S. 2003. Kamus Kimia. Rineka
Cipta. Jakarta
Sintesis Metil Ester dengan
Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

Chang, R. 2005. Kimia Dasar:


Konsep-Konsep Inti. Erlangga.
Jakarta
Chasana, N.U., Retnowati, R.,
Suratmo. 2014. Esterifikasi ementol dan Anhidrida Asetat
dengan Variasi Rasio Mol
Reaktan. J. Kimia Student.
1(2)
Daintith, J. 1994. Kamus Lengkap
Kimia. Erlangga. Jakarta
Darnoko, D. Dan Cheryan, M. 2000.
Kinetics
of
Palm
Oil
Transesterification in Batch
Reactor. J Am. Oil Chem.
Soc.77: 1237-1263
Day, R.A. dan Underwood, A.L.
2002.
Analisis
Kimia
Kuantitatif. Erlangga. Jakarta
Fessenden, J.R. dan Fessenden,
J.S. 1995. Kimia Organik.
Erlangga. Jakarta
Fukuda, H., Kondo, A. dan Noda, H.
2001.
Biodiesel
Fuel
Production
by
Transesterification of Oils. J
Bioscie. Bioeng. 405
Gunawan, Mudji, dan Rahayu, A.
2003. Analisis Pangan :
Penentuan Angka Peroksida
dan Asam Lemak Bebas pada
Minya Kedelai dengan Variasi
Menggoreng.
Jurnal
Gizi.
POLITEKKES. Semarang. Vol
6(3).
Groggins, P.H. 1958. Unit Processes
in Organic Synthesis. 5th
edition. Mc Graw Hill Book
Company. New York
Hambali,
E.,
Mujdalipah,
S.,
Tambunan, A.H., Pattiwiri, A.W.
dan Hendroko, R. 2007.
Menimba Ilmu dari Pakar
Teknologi Bioenergi.
Agro
Media Pustaka. Jakarta
Hikmah, M.N., dan Zuliyana, 2010,
Pembuatan
Metil
Ester
(Biodiesel) dari Minyak Dedak
dan Metanol dengan Proses
Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Esterifikasi
dan
Tranesterifikasi,
Skripsi,
Universitas Diponegoro
Jimmy. 2012. Kinetika Reaksi
Transesterifikasi
Minyak
Kelapa Sawit. J Teknik Kimia.
7 (1): 12-17
Khopkar, S.M. 2003. Konsep Dasar
Kimia
Analitik.
Erlangga.
Jakarta
Ma, F. dan Hanna, M.A. 1999.
Biodiesel
Production.
A
Review:
Bioresources
Technology. 70 (1): 77-82
Mamun, A.A., Shaila, S.,dan Sheikh,
M.E.B., 2013, Selection of an
Efficient Method of Biodiesel
Production from Vegetable Oil
Based on Fuel Properties,
International
Journal
of
Engineering
Trends
Technology (IJETT), vol 4 :
3289
Ogbu, I.M. dan Ajiwe, V.I.E. 2013.
Biodiesel
Production
via
Esterification of Free Fatty
Acids from Curcubita pepo L.
Seed Oil: Kinetic Studies.
International
Journal
of
Science and Technology. 2(8).
ISSN 2049-7318
Oxtoby, D.W., Gillis, H.P. dan
Nachtrieb, N.H. 2001. PrinsipPrinsip
Kimia
Modern.
Erlangga. Jakarta
Rasyd, R,. 2010. Pengaruh Suhu
dan Konsentrasi Katalis pada
Proses Esterifikasi Distilat
Asam Lemak Sawit (DALMs)
menjadi Biodiesel, Valensi, vol
1(6): 305-309
Risnoyatiningsih, S,. 2010. Biodiesel
From Avocado Seeds by
Transesterification
Process.
Jurnal Teknik Kimia 5(1) : 345351.
Sahubawa, L., Diah, P.N. 2011.
Pengaruh Penggunaan Katalis
Naoh
Pada
Reaksi
Sintesis Metil Ester dengan
Metode Esterifikasi

Praktikum Reaksi Senyawa Organik

Transesterifikasi
Terhadap
Kualitas
Biofuel
Limbah
Minyak Tepung Ikan Sardin. J.
Saintek Perikanan. 7(1)
Susanto, T. 2013. Perbandingan
Mutu Minyak Kelapa yang
diproses Melalui Pengasaman
dan Pemanasan Sesuai SNI
2902-2011. Hasil Penelitian
Industri. Vol 26(1) : 7
Soemarto. 1987. Sirkulasi Air dalam
Tanah. Gramedia. Jakarta
Tirto, P., Indra, B.K. dan Heru, N.
2007. Esterifikasi Asam Lemak
Bebas dalam Minyak Sawit
Mentah untuk Produksi Metil
Ester.
J
Teknik
Kimia
Indonesia. 6 (3): 705-709
Utomo dan Ermin. 2004. Limbah
Padat Pengolahan Minyak
Sawit Sebagai Sumber Nutrisi
Ternak
Ruminansia.
Balai
Pengkajian Riset Teknologi
Pertanian Kalimantan Tengah.
Palangkaraya. Vol 23 (1).

Lutfy Woro Anggitasari | H1031141049

Zulkifli, M., Teti, E. 2014. Sabun Dari


Distilat Asam Lemak Minyak
Sawit : Kajian Pustaka. Jurnal
Pangan dan Agroindustri. 2(4)

Sintesis Metil Ester dengan


Metode Esterifikasi

Anda mungkin juga menyukai