Anda di halaman 1dari 20

HALAMAN PENGESAHAN

Proposal Skripsi dengan judul:


Analisis penyebab kerusakan komponen-komponen kritis pada mud pump
dengan metode FMEA (Failure mode and effect analysis) pt . x
Yang dipersiapkan dan disusun oleh:
SUHENDRA
NIM. 0907114150
Program Studi Teknik Mesin S1, Fakultas Teknik Universitas Riau,
Akan diseminarkan di hadapan Tim Pembanding pada xx
Susunan Tim Pembanding
NAMA/NIP

PARAF

Nama
NIP.

Nama
NIP.

Menyetujui,
Pembimbing Utama

Pembimbing Pendamping

nama
NIP.

nama
NIP.
Mengetahui
Program Studi S1 Teknik Mesin
Ketua
nama
NIP.

RINGKASAN

Pompa lumpur atau Mud Pump adalah pompa yang digunakan untuk
menyemprotkan lumpur kedalam sumur bor selama proses pengeboran minyak
bumi.

Mud

pump

memiliki

komponen-komponen

kritis

yang

dalam

operasionalnya akan sering mengalami kerusakan sampai jangka waktu yang


ditentukan maupun mengalami kerusakan yang tidak terduga sebelum mencapai
jangka waktu yang ditentukan. Kerusakan komponen kritis yang terjadi pada Mud
Pump akan menyebabkan unit mud pump tidak dapat dioperasikan sehinggga
dapat mengganggu kelancaran operasi pengeboran, hal tersebut disebabkan mud
pump merupakan bagian yang sangat penting dalam operasi pengeboran minyak
bumi. Terhentinya operasi pengeboran akan mengakibatkan kerugian pada
perusahaan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian guna menganalisis faktor-faktor
penyebab kerusakan menggunakan metode Failure mode and effect analysis
.Adanya penelitian ini diharapkan akan menghasilkan pemecahan masalah dari
kerusakan Mud Pump , sehingga akan menyebabkan mud pump beroperasi dengan
baik, dengan demikian proses pengeboran akan berjalan lancar serta akan
meminimalisasi kerugian perusahaan.

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................................i
RINGKASAN....................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................................iii
1. Judul..............................................................................................................................1
2. Latar Belakang..............................................................................................................1
3. Rumusan Masalah.........................................................................................................2
4. Tujuan...........................................................................................................................2
5. Batasan Masalah...........................................................................................................2
6. Tinjauan Pustaka...........................................................................................................3
6.1 Pompa (Pump).......................................................................................................3
6.2 Pompa Lumpur (Mud Pump).................................................................................4
6.2.1 Pompa duplex (double acting).....................................................................5
6.2.2 Pompa triplex (single acting)......................................................................6
6.3 Failure mode and effect analysis(FMEA.................................................................6
7. Metodologi....................................................................................................................8
7.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian............................................................8
7.1.1 Waktu..........................................................................................................8
7.1.2 Tempat.........................................................................................................8
7.2 Alat dan Bahan......................................................................................................8
7.2.1 Alat..............................................................................................................8
7.2.2 Bahan..........................................................................................................8
7.3 Flow Chart Penelitian............................................................................................9
7.4 Teknik Pengumpulan Data.....................................................................................9
7.5 Prosedur Pengolahan Data.....................................................................................9
7.6 Analisis dan Pembahasan....................................................................................10

7.7 Kesimpulan dan Saran.........................................................................................11


8. Jadwal Kegiatan..........................................................................................................11
10.Lampiran.....................................................................................................................13

1.

Judul

Analisis penyebab kerusakan komponen-komponen kritis pada mud pump


dengan metode FMEA (Failure mode and effect analysis) di pt . x

2.

Latar Belakang

Dalam melakukan operasi pengeboran minyak bumi yang dilakukan oleh


beberapa perusahaan-perusahan pengeboran minyak bumi yang ada di Riau , banyak
peralatan dan mesin yang digunakan salah satunya adalah pompa lumpur (Mud
Pump).Mud pump adalah salah satu jenis pompa positive displacement yang
berfungsi untuk memompakan lumpur dari tangki penampungan lumpur ke dalam
sumur pengeboran minyak bumi selama proses pengeboran berlangsung

Mud Pump merupakan salah satu unit utama dalam proses pengeboran minyak
bumi yang digunakan oleh perusahaan pengeboran minyak bumi memiliki
komponen-komponen utama seperti Crankshaft, Piston, Piston Rod, Liner, Extension
Rod, Bearing, Pinion, Sprocket, Valve, dan Crosshead.Mud Pump Ideco T-800
beroperasi selama proses pengeboran minyak bumi sehingga beberapa komponen dari
Mud Pump tersebut sering mengalami beberapa kerusakan yang dapat berasal dari
internal maupun eksternal.
Faktor-faktor penting yang perlu diketahui dalam perawatan suatu mesin
adalah umur kompnen, lama waktu perawatan, biaya perawatan, kerugian produksi
selama perawatan, faktor-faktor penyebab kerusakan serta akibat dari kerusakan
tersebut dan tindakan yang harus dilakukan . Untuk mengatasi beberapa masalah dari
kerusakan yang terjadi pada Mud Pump maka perlu dilakukan penelitian guna
menganalisis penyebab kerusakan komponen-komponen kritis pada Mud Pump
dengan metode failure mode and effect analysis untuk mendapatkan pemecahan
masalah dari penyebab kerusakan komponen Mud Pump tersebut serta tindakan yang
1

akan dilakukan sehingga dapat meningkatkan produksi dan meminimalisasi


kerusakan pada Mud Pump .
3.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa masalah pada


penelitian ini:

1. Apa saja komponen kritis pada Mud Pump?

2. Apa saja faktor-faktor penyebab kerusakan Mud Pump?

3. Apa akibat dari kerusakan Mud Pump?

4. Komponen apa saja yang menjadi prioritas dalam perawatan Mud Pump?

5. Apa tindakan yang harus dilakukan pada kerusakan Mud Pump?


Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka penting sekali dilakukan penelitian
ini untuk menganalisis penyebab kerusakan komponen-komponen kritis pada Mud
Pump dengan metode failure mode and effect analysis untuk mengevaluasi faktorfaktor penyebab kerusakan dan pemecahan masalah kerusakannya.

4.

Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi komponen kritis pada Mud Pump


2

2. Mengevaluasi faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan pada Mud


Pump

3. Menentukan tindakan perawatan komponen kritis

pada Mud Pump

berdasarkan Risk priority number(Rpn) dengan metode Failure Mode and


Effect Analysis
5.

Batasan Masalah

Berhubung keterbatasan penulis dari segi waktu, kemampuan dan biaya,maka


penelitian ini dibatasi sebagai berikut:

1. Penentuan tindakan perawatan yang dilakukan pada komponen-komponen


kritis mud pump berdasarkan Risk priority number(Rpn)

2. Menganalisis faktor-faktor penyebab kerusakan menggunakan metode


Failure mode and effect analysis
3. Komponen yang diteliti hanya pada Mud Pump
4. Data diambil pada pelaksanaan penelitian
6.

Tinjauan Pustaka

6.1

Pompa (Pump)
Secara umum pompa dapat diartikan sebagai alat yang bekerja secara

mekanis.Pompa adalah suatu mesin/alat yang digunakan untuk menaikkan cairan dari
permukaan yang rendah ke permukaan yang lebih tinggi atau memindahkan cairan
dari tempat yang bertekanan yang rendah ke tempat yang bertekanan yang lebih
tinggi.

Pompa didalam kerjanya akan mentransfer energi mekanis dari suatu sumber
energi luar ke cairan yang mengalir melaluinya. Pompa akan menaikkan energi cairan
yang mengalir melaluinya, sehingga cairan tersebut dapat mengalir dari permukaan
rendah ke permukaan yang lebih tinggi maupun dari tempat bertekanan rendah ke
tempat yang bertekanan lebih tinggi dan bersamaan dengan itu bisa juga mengatasi
tahanan hidrolis sepanjang pipa yang dipakai.Energi yang diberikan kepada fluida
berupa dorongan piston yang dengan sendirinya menghasilkan peningkatan tekanan
terhadap fluida untuk dapat berpindah.
Menurut Sunarno (2005), ada berbagai macam pompa. Pembagian ini dapat
berdasarkan pada:
1. Tekanan keluaran (rendah, sedang dan tinggi);
2. Kapasitas yang dihasilkan (rendah, sedang dan tinggi);
3. Fluida yang dipindahkan (air, minyak, susu dan sebagainya);
4. Posisi atau kedudukkannya (mendatar, tegak dan sebagainya).

Klasifikasi

seperti

di

atas

sangat

terbatas

dan

cenderung

saling

melingkupi.Sistem klasifikasi pompa yang lebih kuat adalah yang didasarkan pada
bagaimana energi ditambahkan pada fluida yang dipompa.Dalam sistem klasifikasi
ini, secara garis besar pompa dapat dibagi menjadi dua yaitu pompa perpindahan
positif dan pompa rotodinamik.
6.2

Pompa Lumpur (Mud Pump)


Pompa lumpur dikategorikan kepada positive displancement pump, cara kerja

dari pompa lumpur adalah dengan pemindahan secara langsung dari saluran hisap ke
saluran tekan. Saluran hisap dibuat agar dapat menyediakan tekanan fluida ke pompa
secara terus menerus dalam jumlah yang banyak, sedangkan saluran tekan dibuat
sesederhana mungkin dan dihindari pemakaian elbow, valve yang banyak serta
perubahan ukuran pipa yang besar akan mengakibatkan getaran yang besar (Ideco,
2002).
4

Energi yang diberikan adalah dorongan yang menghasilkan peningkatan pada


tekanan.Adapun gambar pompa lumpur jenis triplex dapat dilihat pada Gambar 6.1.

Gambar 6.1Mud Pump


[sumber www.google-image.com]
Jenis pompa yang digunakan pada unit pengeboran ada dua macam, yaitu:
1. Pompa Duplex (Double Acting)

2. Pompa Triplex (Single Acting)

6.2.1

Pompa duplex (double acting)

Gambar 6.2 Pompa Duplex (Anonim, 2011b)


Pompa duplex adalah salah satu pompa lumpur, memiliki cara kerja pompa
duplex tidak sama dengan pompa triplex. Perbedaan pompa ini terletak pada
banyaknya piston yang digunakan dan posisi piston terletak pada sisi depan dan
belakang crankshaft. Cara kerja pompa duplex dapat dilihat pada Gambar 6.2.

Pompa ini memiliki 2 (dua) piston dan pada setiap piston memiliki pasangan 4
buah valve(katup). Valve 1 dan 3 merupakan valve tekan sedangkan 2 dan 4
merupakan valve hisap. Pompa ini bekerja ganda (double acting) yang artinya
gerakan piston pompa kedepan ataupun kebelakang akan senantiasa menghasilkan
pendorongan cairan. Gerakan piston pompa ini biasanya relatif lambat sehingga
lumpur mengalir dari tangki masuk kedalam pompa sewaktu langkah hisap cukup
mengalir dengan baik tanpa diberi tenaga bantuan pompa atau lumpur mengalir
sendiri karena perbedaan tinggi permukaan lumpur dan pompa.

6.2.2

Pompa triplex (single acting)

Gambar 6.3 Pompa Triplex (Anonim, 2011b)


Pompa ini hanya bekerja satu arah yaitu pada saat gerakan kedepan, pompa
hanya menghasilkan tekanan fluida keluar, sedangkan untuk gerakan piston
kebelakang hanya menghasilkan penghisapan lumpur dari tangki masuk keruangan
liner pompa. Gerakan piston ini lebih cepat dibandingkan dengan pompa duplex,
yaitu antar 1,5 sampai 2 kali lebih cepat, sehingga sebagai akibatnya diperlukan
pengisian lumpur keruang liner dari tangki dengan cepat pula. Untuk keperluan itu
pada pompa Triplex saluran hisap senantiasa memerlukan bantuan aliran lumpur
dengan pompa sentrifugal sebagai super charging.Penampang pompa triplex dapat
dilihat pada Gambar 6.3
6.3 Failure mode and effect analysis(FMEA)
FMEA merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengevaluasi desain
sistem dengan mempertimbangkan bermacam-macam mode kegagalan dari sistem
yang terdiri dari komponen komponen dan menganalisis pengaruh-pengaruhnya
terhadap keandalan sistem tersebut. Dengan penelusuran pengaruh-pengaruh
kegagalan komponen sesuai dengan level sistem, item-item khusus yang kritis dapat
dinilai dan tindakan-tindakan perbaikan diperlukan untuk memperbaiki desain dan
mengeliminasi atau mereduksi probabilitas dari mode-mode kegagalan yang kritis.

Dalam menggunakan analisa ini pnggunaan FMEA sebagai tool untuk


mencari sebab akibat dan solusi untuk memecahkan masalah dalam maningkatkan
performance dari suatu peralatan dalam rangka menjaga kelanjutan dari proses
produksi mesin Maschtroj . Dan dalam proses FMEA dalam garis besarnya ada tiga
fase yang harus dilalui, diantaranya yaitu:

1. Identifikasi kegagalan sebab akibat

2. Analisa evaluasi prioritas resiko


3. Tindakan redesain sistem, proses, modifikasi SOP dan sebagainya.
Adapun keuntungan penggunaan Metode FMEA ini dalam suatu perusahaan sebagai
berikut :

1. Meningkatkan kualitas, kehandalan dan keamanan produk

2. Membantu meningkatkan kepuasan customer (internal dan eksternal)


3. Mendokumentasi dan melacak tindakan yang diambil untuk mengurangi resiko
Dalam pelaksanaan FMEA pada dasarnya mempunyai beberapa langkah yang
bisa diikuti untuk mendapatkan hasil. Adapun langkah-langkah FMEA yatu
mengidentifikasi potensialpotensial yang ada yaitu: potensial kegagalan, potensial
efek dari failure modes, potensial penyebab dari failure modes dan evaluasi kontrol
yang ada atau verifikasi desain. Langkah selanjutnya adalah menentukan tingkat
keparahan, tingkat keseringan terjadi dan tingkat bisa di deteksi atau tidaknya dan
selanjutnya akan diteruskan dengan menghitung Risk Priority Number untuk
menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya
kegagalan.(Risnanto, 2010). Dalam FMEA, dapat dilakukan perhitungan RPN untuk
8

menentukan tingkat kegagalan tertinggi. Risk Priority Number (RPN) merupakan


hubungan antara tiga buah variabel yaitu Severity (Keparahan), Occurrence
(Frekuensi Kejadian), Detection (Deteksi Kegagalan) yang menunjukkan tingkat
resiko yang mengarah pada tindakan perbaikan.

7.

Metodologi

7.1

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian

7.1.1

Waktu
Pengambilan data untuk penelitianakan dilaksanakan secara teratur selama

satu bulan
7.1.2

Tempat

Pengambilan data dilaksanakan di perusahaan pengeboran minyak bumi


7.2

Alat dan Bahan

7.2.1

Alat
Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Kamera

Kamera digunakan untuk pengambilan gambar sebagai dokumentasi dari mesin


atau alat yang mengalami kerusakan.Selain itu kamera juga digunakan untuk
mengambil gambar dari perusahaan sebagai lampiran lokasi tempat pelaksanaan
pengambilan data penelitian.

b. Note book

Note book digunakan untuk membantu proses penyusunan laporan penelitian seperti
menulis laporan penelitian, menghitung/mengolah data kerusakan dan kegiatan lain
yang berhubungan dengan penyusunan laporan penelitian. Laptop yang digunakan
adalah laptop yang memiliki spesifikasi yang mendukung untuk program-program
seperti Microsoft Word, Excel, Visio, Minitab, dan program lainnya.
7.2.2

Bahan

Adapun bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah:

a. Data perawatan dan kerusakan komponen-komponen mud pump

Data ini berupa laporan kegiatan dalam bentuk tabel perbaikan dan kerusakan alat
7.3

Flow Chart Penelitian

Flow chart merupakan gambaran yang akan menjelaskan tahapan-tahapan


pada penelitian ini. Flow chart penelitian dapat dilihat pada Gambar 7.1

10

Gambar 7.1Flow Chart Penelitian


7.4

Teknik Pengumpulan Data


Pelaksanaan

penelitian

skripsi

ini

memiliki

tahapan-tahapan

teknik

pengumpulan data sebagai berikut:

A. Wawancara

B. Dokumentasi
7.5

Prosedur Pengolahan Data

Adapun prosedur Pengolahan data meliputi beberapa tahapan sebagai berikut:

11

A. Pengidentifikasian komponen kritis pada Mud Pump

Pengidentifikasian komponen kritis dilakukan dengan cara mengambil data


dari data kerusakan alat
B.

Mengevaluasi faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan pada Mud Pump


mengevaluasi

factor faktor yang menjadi penyebab kerusakan pada

komponen-komponen mud pump dilakukan dengan cara mencari kelemahan dan


kelebihan komponen-komponen mud pump serta mencari data mengenai factor yang
bias mengakibatkan kerusakan komponen tersebut.

C.

Menentukan tindakan perawatan komponen kritis

pada Mud Pump

berdasarkan Risk priority number(Rpn) dengan metode Failure Mode and


Effect Analysis

Langkah-langkah FMEA yaitu mengidentifikasi potensialpotensial yang ada


yaitu: potensial kegagalan, potensial efek dari failure modes, potensial penyebab dari
failure modes dan evaluasi kontrol yang ada atau verifikasi desain. Langkah
selanjutnya adalah menentukan tingkat keparahan, tingkat keseringan terjadi dan
tingkat bisa di deteksi atau tidaknya dan selanjutnya akan diteruskan dengan
menghitung Risk Priority Number untuk menentukan langkah-langkah yang harus
dilakukan untuk mencegah terjadinya kegagalan.(Risnanto, 2010) .
7.6

Analisis dan Pembahasan

Tahapan analisis dan pembahasan dalam penelitian ini adalah:


1.
2.
3.
4.

Analisis kerusakan
Analisis Failure Mode
Perhitungan Rpn;
Tindakan pencegahan

12

7.7

Kesimpulan dan Saran

Tahap akhir dari metodologi penelitian adalah membuat kesimpulan dari


semua hasil yang telah diperoleh selama proses penelitian, selanjutnya akan diberikan
saran-saran terhadap pihak perusahaan dan bagi penelitian selanjutnya.

8.

Jadwal Kegiatan
Kegiatan penelitian dan penyusunan skripsi direncanakan selama enam bulan.

Kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan di Universitas Riau dan di PT. Bormindo
Nusantara. Jadwal kegiatan penelitian dapat dilihat pada Tabel 7.1.

Tabel 7.1 Jadwal kegiatan Penelitian Skripsi

Bulan ke
No

Kegiatan
1

Pembuatan dan seminar


proposal
Studi literatur
Pengambilan data perbaikan
mesin/alat
Pengolahan dan analisis data
perbaikan mesin/alat

13

9.

Pembuatan laporan penelitian


Pembuatan hasil laporan
penelitian untuk seminar
Pembuatan jurnal nasional

Daftar Pustaka

Anonim.2011a. API Mud Pump Valves and Seats.

http://www.mudpump.org/bln15.html (diakses 11 januari 2014).


Bushido,2010. Failure mode and effect analysis (FMEA).
http://bushido02.wordpress.com/2010/12/26/failure-.html (diakses 2
november 2014.)

Anonim.2011b. Mencerdaskan Anak Bangsa.Duri : CPI.

Surasa, Heru. A. 2007. Analisis Penyebab Losses Energi Listrik Akibat Gangguan

Jaringan Distribusi Menggunakan Metode Fault Tree Analysis dan Failure

Mode And Effect Analysis di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan

14

Sumberlawang.Skripsi.Program Studi Teknik Industri Universitas Sebelas


Ambri, dkk .2014 . IDENTIFIKASI PENYEBAB KERUSAKAN VALVE PADA
MUD PUMP TYPE TRIPLEX PUMP MENGGUNAKAN METODE FAULT
TREE ANALYSIS DI PT. X . Jom FTEKNIK Volume 1
Badariah,Nurlailah.dkk

ANALISA SUPPLY

CHAIN

RISK

MANAGEMENT

BERDASARKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS


(FMEA).universitas trisakti.jurnal teknik industry ISSN:1411-6340

10.

Lampiran

Nama

: Suhendra

Tempat / Tgl.lahir

: Pematang/25 mei 1994

Jenis Kelamin

: Laki-laki

NIM

: 0907114150

Jurusan/Program Studi : Jurusan Teknik Mesin / S1


Universitas

: Universitas Riau

Alamat

: Jl. Melati, Gg. Esemka (Garuda Sakti)

Pekanbaru Riau.

HP

: +6283185967199

15

E-mail

: Suhendra.1107114150@gmail.com

16