Anda di halaman 1dari 8

JAWABAN SOAL PAK DUKAT

1. Peranan penting tanaman perkebunan di indonesia


- Ekonomis : Perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam
pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat, penerimaan devisa negara, penyediaan lapangan kerja,
perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam
negeri, bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya
alam secara berkelanjutan.
- Ekologis :
- Social budaya :

2. SOP adalah Pengertian dan Kepanjangan dari SOP adalah Standard Operating Procedure.
Arti dari singkatan SOP ini adalah sekumpulan instruksi kerja yang tertulis, mendetil,
yang menjelaskan siapa mengerjakan apa dan untuk tujuan apa
1. Manfaat adalah Tujuan dari penerapan GAP/SOP diantaranya; Memastikan proses
produksi tanaman dilakukan sesuai kaidah pelestarian mutu lingkungan, mutu sumber
daya lahan dan air, ramah lingkungan dan berkelanjutan.
2. Memastikan produk hasil panen aman konsumsi, halal, sehat, dan bila diperlukan dapat
dirunut asal-usulnya.
3. Memastikan pekerja di lapangan dipenuhi hak-hak kesejahteraannya, tidak berisiko
terpapar pestisida, dan terjaga keselamatan dalam bekerja.
4. Memastikan keanekaragaman hayati dalam wilayah/ekologi persawahan terpelihara
dengan baik.
5. Memastikan dengan pengharusan (enforcement) kepada berbagai pihak, yaitu konsumen,
pedagang
3. Posisi Perkebunan ditataran Global (2013) :
Kelapa sawit (pengahsil utama minyak sawit dunia dgn pangsa pasar ekspor 45%)
Karet (produsen karet terbesar ke 2 dunia setelah Thailand)
Kakao (produsen kakao terbesar ke 3 dunia setelah Pantai Gading dan Ghana)
Kopi (produsen kopi terbesar ke 3 dunia setelah Brasil dan Vietnam)
4. Sumber Air
- Tinggi muka air genangan
-Mutu air tanah.
-Tinggi muka air tanah
Debit Air
Jarak sumber air

6. Karet
Iklim
1.
2.
3.
4.
Tanah

Tinggi tempat 0 sampai 200 m dpl, dengan suhu optimal sekitar 25oC-35oC
Curah hujan 1.500 sampai 3000 mm/tahun
Bulan kering kurang dari 3 bulan
Kecepatan angin maksimum kurang atau sama dengan 30 km/jam
Jenis tanah yang baik adalah tanah Vulkanis muda dengan catatan :
Sulum tanah sampai 100 cm, tidak terdapat batu-batuan dan lapisan cadas
Aerase, drainase cukup dan reaksi tanah dengan pH 4,5 pH 6,5
Tekstur tanah remah, poreus dan dapat menahan air
Struktur terdiri dari 35% liat dan 30% pasir
Tanah bergambut tidak lebih dari 20 cm
Kandungan hara NPK cukup dan tidak kekurangan unsur hara mikro
Kemiringan tanah < 16% dan permukaan air tanah < 100 cm.

7. Pengaruh suhu : Pengaruh suhu terhadap tanaman terutama pada proses fisiologi tanaman
seperti : bukaan stomata (mulut daun), laju transpirasi, laju penyerapan nutrisi dan air,
fotosintesa dan respirasi. Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh proses
diatas. Jika melewati titik optimum maka proses tersebut mulai dihambat baik secara
fisik maupun kimia, dan menurunnya aktivitas enzim).
Secara luas angin akan mempengaruhi unsur cuaca yang lain seperti suhu, kelembaban
udara maupun pergerakan awan. Arah datangnya angin akan berpengaruh terhadap
kandungan uap air yang dibawanya. Ketika angin banyak mengandung air maka akan
terbentuk awan. Hal ini terjadi pada saat awal musim hujan. Selain itu, angin yang
banyak mengandung uap air akan meningkatkan kelembaban udara dan dapat pula
menurunkan suhu udara.
Curah hujan (mm) mempengaruhi tanaman melalui proses evaporasi (proses kesediaan
air pada pori-pori tanah yang menguap karena peningkatan suhu dan radiasi surya).
Jika curah hujan tinggi maka cadangan air yang ada di permukaan tanah (pori-pori tanah)
lebih besar dibandingkan dengan penguapan air akibat proses evaporasi.
Perkembangan hama dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim baik langsung maupun tidak
langsung.
Yaitu
oleh
temperatur, kelembaban
udara dan
fotoperiodisitas
(perbedaan lamanya siang dan malam) berpengaruh langsung terhadap siklus hidup,
lama hidup, serta kemampuan diapause (masa hibernasi atau aestivasi )serangga.

8. Pada umumnya tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan
ikut menentukan efisiensi dan dalam beberapa hal akan juga menjaga
kelangsungan hidup ataupun kesuksesan kerja suatu industri. Dalam
membangun suatu perusahaaan harus sesuai dengan perencanaan

dan perancangan
perusahaan.

yang

sesuai

dengan

syarat

pendirian

suatu

Di samping itu, pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah menjadi gembur sehingga
pertumbuhan akar tanaman maksimal, juga dapat memperbaiki tekstur tanah, sirkulasi udara dalam tanah
sehingga unsur hara dapat diambil oleh akar.

Drainase juga dapat diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam
kaitannya dengan salinitas, dimana drainase merupakan salah satu cara pembuangan kelebihan
air yang tidak di inginkan pada suatu daerah, serta cara-cara penaggulangan akibat yang
ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut.

10. Mempersiapkan Lahan/Tanah (Land Preparation : Kegiatan ini bertujuan untuk


mempersiapkan tanah agar dapat menjadi media yang baik sehingga menciptakan kondisi
pertumbuhan tanaman tebu yang sehat dan normal.
Tujuan pola tata tanam adalah untuk memanfaatkan persediaan air irigasi seefektif mungkin,
sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Tujuan utama pemupukan adalah menjamin ketersediaan hara secara optimum untuk
mendukung pertumbuhan tanaman sehingga diperoleh peningkatan hasil panen
Tujuan Water Management. 1. Mengatur kegunaaan air sesuai kebutuhan operasional dan
produksi.
Tujuan irigasidibentuk agar sawah milik petani ini tidak terlalu sulit jika ...tidak ada air
1. Tujuan pemangkasan Untuk membentuk tajuk pohon, ini sebaiknya dilakaukan setelah
tanaman memiliki tinggi sekitar 2 meter, dengan memotong bagian atas batang utama dan
diharapkan nantinya akan tumbuh tunas baru, ambil dan pelihara antara 3-4 tunas yang
akan menjadi tajuk pohon. Makin banyak cabang, maka makin banyak daun dan makin
banyak kemungkinan akan muncul bunga dan buah.
2. Untuk pemeliharaan, pemangkasan ini untuk membuang bagian cabang dan ranting yang
sudah tidak produktif lagi atau bentuk yang tidak sempurna.
3. Untuk peremajaan, pemangkasan ini termasuk total prunning, semua bagian daun dan
ranting dibuang semua agar tumbuh tunas baru yang lebig produktif, pemangkasan ini
juga untuk mengatasi serangan hama seperti ulat yang sudah terlalu banyak.
Tujuan roguing adalah untuk mempertahankan kemurnian dan mutu genetik suatu varietas.

11. . Memiliki suatu SDM yang terampil dan berkualitas maka ia akan mampu mengelola SDA
yang jumlahnya terbatas.
Pembangunan suatu bangsa memerlukan aspek pokok yang disebut dengan sumber daya
(resources) baik SDA atau Natural resources maupun SDM atau human resources. Kedua sumber
daya ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Namun untuk
mendukung suatu pembangunan, SDM adalah yang terpenting , karena jika sebuah negara
memiliki suatu SDM yang terampil dan berkualitas maka ia akan mampu mengelola SDA yang
jumlahnya terbatas.
Jumlah SDM yang besar hendaknya dijadikan sebagai keunggulan karena jumlah penduduk yang
besar apabila dapat dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan merupakan
modal pembangunan yang besar yang sangat menguntungkan bagi usaha usaha disegala
bidang.
Antara dinamika jumlah penduduk dan proses pertumbuhan ekonomi terdapat hubungan timbal
balik yang erat. Hubungan ini dicerminkan dalam hal bahwa penduduk merupakan factor
dinamika pokok pertumbuhan ekonomi memberikan pengaruh yang aktif terhadap dinamika
besarnya penduduk di pihak lain, sehingga pada saat tertentu akan terjadi suatu keseimbangan
rasional antara jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi.
Peranan teknologi pertanian cukup menonjol untuk bisa memberikan driving force bagi
pertumbuhan pembangunan pertanian, khususnya untuk menahan ancaman-ancaman dan
sekaligus untuk memanfaatkan peluang-peluang yang timbul karena phenomena globalisasi.
Peranan teknologi pertanian antara lain dalam usaha :
1.
peningkatan dan penjaminan mutu, baik mutu produk (baik mutu gizi maupun mutu
fisik), kemasan dan penampilan produk secara keseluruhan.
2.
pemilihan dan penggunaan teknologi secara tepat akan berpeluang untuk menekan biaya
produksi.
3.

Menekan harga jual, sehingga akan berpengaruh dalam meningkatkan daya saing.

Pemanfaatan dan penguasaan teknologi dalam bidang pertanian berkaitan langsung dengan
peningkatan produktivitas dan penciptaan nilai tambah. Kenyataan menunjukan bahwa setelah
cukup lama melaksankan pembangunan, termasuk sector pertanian, konstribusi teknologi dalam
produksi pertanian di Indonesia masih belum sesuai dengan harapan. Bahkan dalam beberapa
subsector, seperti holtikultura telah terjadi negative trend baik dari segi jumlah maupun dari segi
nilai produksi. Hal ini dikarenakan oleh ketidakmampuan program pengembangan teknologi
pertanian yang ada. Secara keseluruhan dan parsial belum adanya teknologi yang ditemukan
secara efektif dan berkesinambungan.

12. Tyre rubber merupakan barang setengah jadi dari karet alam sehingga dapat langsung
dipakai oleh konsumen, baik untuk pembuatan ban atau barang yang menggunakan bahan

baku karet alam lainnya. Tyre rubber memiliki beberapa kelebihan dibandingkan karet
konvensional.

Ban atau produk produk karet lain jika menggunakan tyre rubber sebagai bahan bakunya
memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan jika menggunakan bahan baku karet
konvensional. Selain itu jenis karet ini memiliki daya campur yang baik sehingga mudah
digabung dengan karet sintetis.

13. Pemanasan global dapat menyebabkan perubahan iklim mikro yang


signifikan dalam sistem fisik dan biologis seperti kekeringan, kebanjiran,
perubahan tingkat serangan hama dan penyakit, serta mempengaruhi
berbagai ekosistem;

Kurang berkembangnya teknologi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim;

Kurangnya sosialisasi informasi dalam antisipasi perubahan iklim terkait


dengan usaha tani perkebunan.

Meningkatnya siklus anomali musim kering, musim hujan dan berkurangnya kelembapan
tanah akan mengganggu sektor pertanian. Kecenderungan yang akan terjadi adalah
musim kemarau lebih panjang, sehingga menyebabkan tanaman menjadi kering, layu dan
akhirnya mati. Dampak yang ditimbulkan karena perubahan iklim yaitu peningkatan
CO2 di udara meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Hubungan ini terjadi
karena CO2 dan udara diperlukan untuk tumbuhan dalam proses fotosintesis untuk
menghasilkan karbohidrat. Semakin bertambah CO2 maka semakin banyak karbohidrat
yang diproduksi; peningkatan suhu akan menurunkan hasil panen. Hal ini terjadi karena
proses fotosintesis yang berlangsung memiliki batasan temperatur. Jika temperatur berada
diatas batas, maka fotosintesis berhenti; peningkatan curah hujan akan meningkatkan
hasil panen. Hubungan ini terjadi karena dalam proses fotosintesis tanaman
membutuhkan air, curah hujan yang tinggi akan menambah persediaan air bagi tanaman;
peningkatan variasi cuaca dan kondisi cuaca yang ekstrim akan menurunkan hasil panen.
Hubungan ini terjadi karena tanaman yang ditanam akan rusak jika terjadi variasi cuaca
dan kondisi cuaca yang ekstrim. Perpaduan antara meningkatnya suhu rata-rata, siklus
hidrologi yang terganggu sehingga menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan
musim hujan yang lebih intensif namun lebih pendek.

14.
Kopi diperbanyak secara generatif yaitu dengan penyemaian biji k
o p i y a n g merupakan cara yang cukup mudah dan sederhana dibandingkan dengan
perbanyakan secaravegetatif. Selain itu peluang tumbuh secara generatif lebih besar
dibanding dengan caravegetatif yang sangat membutuhkan keterampilan.Masalah yang sering
dihadapi dalam penyemaian bibit kopi adalah tidak jelasnya
asalu s u l d a r i b e n i h y a n g d i g u n a k a n s e h i n g g a a k a n m e m p e n g a r u h i k u a l i t a s t
a n a m a n k o p i kedepannya baik dalam segi daya tahan, produktifitas maupun fisik
kopi tersebut.
Makau n t u k m e n c e g a h h a l t e r s e b u t , b e n i h y a n g d i g u n a k a n s e b a i k n y a
b e r a s a l d a r i l e m b a g a penelitian yang telah dipercayakan

Perbanyakan tanaman kopi dengan cara stek juga dapat dilak


u k a n , t e t a p i kekurangannya terletak pada biaya dalam pembibitan lebih mahal
dibandingkan dengan carageneratif. Pada dasarnya perbanyakan dengan cara stek
dilakukan dengan cara mengambilcabang cabang flagiotrop pada kebun entres yang
memiliki kelebihan baik dari produktifitasmaupun dari daya tahan terhadap hama dan penyakit
Perbanyakan generatif (biji)
Keuntungan :
-. Sistem perakaran lebih kuat
-. lebih mudah di perbanyak
-. jangka waktu berbuah lebih panjang
Kelemahan :
-. waktu untuk mulai berbuah lebih lama
-. sifat turunan tidak sama dengan induk
-. ada banyak jenis tanaman produksi benihnya sedikit atau benihnya sulit untuk berkecambah
Perbanyakan Vegetatif
Keuntungan :
-. lebih cepat berbuah
-. sifat turunan sesuai dengan induk
-. dapat digabung sifat-sifat yang diinginkan
Kelemahan :
-. perakaran kurang baik
-. lebih sulit di kerjakan karena membutuhkan keahlian tertentu
-. jangka waktu berubah menjadi pendek

15. PEMANGKASAN BENTUK.

Pemangkasaan dapat dilakukan dengan cara seperti berikut:


Pemenggalan Pucuk Pohon.
Agar tanaman tidak terlalu tinggi.
Agar pertumbuhan cabang-cabang samping menjadi lebih kuat dan panjang.
Kopi arabika dipangkas setinggi 1,5-1,8 m, sedangkan kopi robusta setinggi 1,8-2,5 m
dari permukaan tanah.
Pemangkasaan dilakukan pada akhir musim kemarau,agar pertumbuhan cabang-cabang
baik dan kuat.
Pemenggalan Cabang Primer
Dilakukan agar tanaman tidak membentuk payung.
Untuk mendorong pembentukan cabang sekunder.
Pemangkasaan dilakukan kira-kira 6.080 cm diatas permukaan tanah,pada jarak ruas dari
batang,kemudian secara berturut-turut dilakukan pada cabang primer diatasnya.
PEMANGKASAN PRODUKSI.
Pemangkasaan ini antara lain meliputi:
Membuang tunas wiwilan (tunas air)yang tumbuh ke atas.
Memangkas cabang balik yang tidak menghasilkan buah.
Memangkas cabang-cabang tua yang tidak lagi produktif lagi,karena telah berbuah 2-3
kali.
Memangkas cabang-cabang yang terserang oleh hama dan penyakit.
Memangkas cabang sekunder yang telah tua.
PEMANGKASAN REJUVINASI (PEREMAJAAN).
Dilakukan terhadap tanamann tua,produksinya rendah,untuk mempermudah atau peremajaan dan
memperbaiki mutu bahan tanaman. Dikerjakan setelah panen pada awal musim hujan dengan
cara:
Batang dipotong miirng utara-selatan setinggi 30-50 cm..
Dari beberapa tunas yang tumbuh pilih 1-2 tunas yang pertumbuhannya baik dan
dipelihara sebagai batang utama atau bahan sambungan.
Setelah cukup besar dapat disambung dengan jenis yang baik kemudian dipelihara.

Pemangkasan Bentuk

Tujuan pangkasan bentuk dalam budidaya kopi bertujuan membentuk kerangka


tanaman yang kuat dan seimbang. Tanaman menjadi tidak terlalu tinggi, cabangcabang lateral dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih kuat dan lebih
panjang. Selain itu kanopi pertanaman lebih cepat menutup. Hal ini penting untuk
mencegah rumpai dan erosi.

2. Pemangkasan Produksi (Pemangkasan Pemeliharaan)

Pangkasan produksi bertujuan untuk menjaga keseimbangan kerangka tanaman


yang telah diperoleh melalui dari pangkasan bentuk. Pemangkasan cabangcabang yang tidak produktif yang biasanya tumbuh pada cabang primer, dan

cabang balik, cabang cacing (adventif). Pemangkasan cabang-cabang tua yang


tidak produktif biasanya telah berbuah 2-3 kali, hal ini bertujuan agar dapat
memacu pertumbuhan cabang-cabang produksi. Apabila tidak ada cabangcabang reproduksi, cabang tersebut harus dipotong juga agar zat hara dapat
dimanfaatkan untuk pertumbuhan cabang lain yang lebih produktif.
Pemangkasan juga dilakukan terhadap cabang yang terserang hama hal ini agar
tidak menjadi sumber inang.

3. Pemangkasan Rejuvinasi (Peremajaan)

Pangkasan rejuvinasi bertujuan untuk memperoleh batang muda, untuk sistem


berbatang ganda pangkasan produksi adalah juga merupakan pangkasan
rejuvinasi. Pangkasan ini dilakukan apabila produksi rendah tetapi keadaan
pohon-pohon masih cukup baik. Untuk lokasi kebun yang banyak diperoleh
tanaman yang mati (lebih 50%) sebaiknya didongkel dan dilakukan penanaman
ulang (replanting). Pemangkasan ini dilakukan terhadap batang pada tinggi 50
cm, pada menjelang musim hujan. Apabila batang nampak halus, biasanya
wiwilan sukar keluar, kurang lebih 1 tahun sebelum dilakukan rejuvenasi
tanaman harus dipotong (distump). Agar produksi tidak menurun secara drastis,
maka pemangkasan rejuvinasi hendaknya dilakukan pada akhir suatu tahun
panen besar (akhir on-year).