Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN UJI PEMOMPAAN

METODE LONG TERM CONSTANT RATE TEST

Oleh :
Hanistyas Widoretno
111.140.183
Plug 7

LABORATORIUM HIDROGEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2016

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Uji Pemompaan Metode Long Term Constant Rate Test


Yogyakarta, 11 November 2016

Disusun oleh:
Nama

: Hanistyas Widoretno

NIM

: 111.140.183

Prodi

: Teknik Geologi

Fakultas

: Teknologi Mineral

Mengetahui,

Asisten Laboratorium Hidrogeologi

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Allah SWT karena berkat rahmat serta karunianya
sehingga laporan ini dapat diselesaikan.
Laporan ini disusun sebagai suatu laporan untuk melaporkan kegiatan
praktikum yang membahas mengenai long term constant rate test juga sebagai
hasil dari pengerjaan tugas.
Pada kesempatan in, penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Asisten laboratorium Hidrogeologi yang telah memberikan bimbingan
hingga selesainya laporan ini.
2. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan dan masih
banyak kekurangan. Maka dari itu, penyusun sangat mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun dari semua pihak, agar penyusunan laporan
berikutnya lebih sempurna.
Penyusun mengharapkan, semoga laporan ini dapat berguna khususnya bagi
diri sendiri dan para pembaca umumnya.

Yogyakarta, 3 November 2016


Praktikan

HANISTYAS WIDORETNO
111.140.183

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN.........................................................................2
KATA PENGANTAR................................................................................... 3
DAFTAR ISI.............................................................................................. 4
DAFTAR GAMBAR.................................................................................... 5
DAFTAR TABEL........................................................................................ 6
BAB I...................................................................................................... 7
1.1. Latar Belakang Penelitian.....................................................................7
1.2.Maksud dan Tujuan Penelitian.................................................................8
1.3.Batasan Masalah..................................................................................8
1.4. Alat dan Bahan.................................................................................. 8
1.5. Langkah Kerja................................................................................... 9
BAB II................................................................................................... 11
2.1. Konsep Dasar Long-Term Constant Rate Test...........................................11
2.2. Metode Long Term Constant Rate Test...................................................11
BAB III.................................................................................................. 15
3.1. Uraian Pengerjaan............................................................................. 15
BAB IV.................................................................................................. 19
KESIMPULAN......................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 20
LAMPIRAN............................................................................................ 21

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Kurva baku Theis......................................................................14

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Perhitungan Un............................................................................16

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian
Sebagian besar (71%) dari permukaan bumi tertutup oleh air. Sekalipun air
jumlahnya relatif konstan, tetapi air tidak diam, melainkan bersikulasi akibat
pengaruh cuaca, sehingga terjadi suatu siklus yang disebut siklus hidrologis. Dari
siklus hidrologis ini dapat dilihat adanya berbagai sumber air tawar yang dapat
pula diperkirakan kualitas dan kuantitasnya secara sepintas. Sumber-sumber air
tersebut adalah (i) air permukaan yang merupakan air sungai dan danau. (ii) air
tanah yang tergantung kedalamannya bisa disebut air tanah dangkal atau air tanah
dalam. (iii) air angkasa, yaitu air yang berasal dari atmosfir, seperti hujan dan
salju (Situmorang, 2007).
Di zaman sekarang, banyak dilakukan pembangunan besar-besaran di kotakota besar maupun kota kecil. Penebangan pohon dan penggundulan hutan telah
marak terjadi dimana-mana. Penggundulan hutan tersebut dilakukan untuk
membuka lahan, pembuatan jalan, pembuatan pemukiman, dan sebagainya. Hal
tersebut menyebabkan terganggunya infiltrasi air meteorik ke dalam lapisan tanah,
sehingga keterdapatan air tanah pada masa kini semakin sulit ditemukan. Salah
satu faktor yang mengganggu infiltrasi air meteorik ke dalam tanah adalah, di
beberapa tempat, lapisan tanah telah ditutupi oleh aspal dan semen. Sehingga air
meteorik yang jatuh tidak akan terinfiltrasi, melainkan akan mengalami run-off
menuju daerah yang lebih rendah.
Berkaitan dengan semakin sulitnya mencari keterdapatan air tanah, maka
pada praktikum hidrogeologi ini diadakan pembelajaran mengenai desain
konstruksi sumur. Desain konstruksi sumur adalah sebuah desain debit sumur
yang direncanakan terutama untuk sumur produksi yang akan dibuat, dengan
memperhatikan data-data yang diperoleh pada daerah yang bersangkutan
Pembuatan desain konstruksi sumur ini, diharapkan bisa membantu untuk

mengatasi masalah kesulitan untuk mencari keterdapatan air tanah secara efektif,
efisien, dan tidak mengeluarkan biaya yang begitu besar.
Setelah dilakukan desain konstruksi sumur, perlu dilakukan uji pemompaan
atau pumping test yang bertujuan untuk mengetahui parameter hidrolika sumur
dan akuifer yang diturap. Parameter ini akan menentukan kapasitas sumur, debit
maksimum sumur dan debit optimum pemompaan yang diperkenankan agar
sumur mempunyai umur penggunaan yang maksimum.

1.2. Maksud dan Tujuan Penelitian


Maksud dari uji pemompaan metode long term adalah untuk menentukan sifat
hidrolik akuifer atau sumur. Tujuannya adalah agar menghasilkan sumur yang
tahan lama dan memiliki kualitas kerja yang baik.
1.3. Batasan Masalah
Dalam uji pemompaan atau pumping test metode yang digunakan adalah
metode long term constant rate test. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui
nilai kemenerusan (T) dan koefisien penyimpanan akuifer S

1.4. Alat dan Bahan


1. Lembar kerja semi log
2. Kalkulator
3. Drawing pen
4. Lembar kerja double log
5. Penggaris
6. Tabulasi data long term constant rate test
7. Kertas HVS
8. Kalkir A4

9. Kurva Theis A3

1.5. Langkah Kerja


Metode I (Jacob) Prosedur 1
1. Isi kolom penurunan pada tabulasi data long term constant rate test
dengan mengurangi muka air dengan muka air dengan nilai terkecil
dan isi kolom perhitungan t/r2.
2. Buatlah grafik penurunan (s) vs waktu (t) dengan waktu sebagai sumbu
x dan penurunan sebagai sumbu y (pada lembar semi log)
3. Plot data x dan y pada lembar semi log
4. Tarik garis berat. Ujung garis berat yang bertampalan dengan sumbu x
merupakan to
5. Buat garis putus-putus pada t kelipatan 10 yang paling mendekati nol
(pada grafik yang penulis buat ditarik garis putus-putus pada 10 dan
102) sampai mengenai garis berat, kemudian tarik ke sumbu y
6. Baca nilai snya (s1 dan s2)
7. Lakukan perhitungan s , T, S, dan U
8. Untuk perhitungan U lakukan dari U1 sampai U35 kemudian hitunglah
nilai U yang bernilai kurang dari 0,01, bila lebiih dari 5 lanjutkan ke
prosedur berikutnya
Metode I (Jacob) Prosedur 2
1. Cari nilai s pada data jarak antar sumur dengan cara mencocokan nilai
t pada tabel pertama
2. Ubah satuan t dari detik menjadi hari
3. Plot data tersebut pada grafik s vs r pada lembar semilog
4. Buat garis berat. Ujung garis berat yang bertampalan dengan sumbu x
merupakan ro
5. Buat garis putus-putus pada t kelipatan 10 yang paling mendekati nol
(pada grafik yang penulis buat ditarik garis putus-putus pada 10 2 dan
103) sampai mengenai garis berat, kemudian tarik ke sumbu y
6. Baca nilai snya (s1 dan s2)
7. Lakukan perhitungan s , T, dan S

Metode I (Jacob) Prosedur 3


1. Buat grafik s vs t/r2 pada lembar semi log
2. Plot data s dan t/r2 pada grafik tersebut

3. Buat garis berat. Ujung garis berat yang bertampalan dengan sumbu x
merupakan (t/r2)o
4. Buat garis putus-putus pada t kelipatan 10 yang paling mendekati nol
sampai mengenai garis berat, kemudian tarik ke sumbu y
5. Baca nilai snya (s1 dan s2)
6. Lakukan perhitungan s , T, dan S
7. Hitung S1 sampai S7
Metode Kambuh Theis
1. Buat grafik s vs t/t pada lembar semilog
2. Plot data s dan t/t pada lembar semilog
3. Buat garis berat. Ujung garis berat yang bertampalan dengan sumbu x
merupakan (t/t)o
4. Buat garis putus-putus pada t kelipatan 10 yang paling mendekati nol
sampai mengenai garis berat, kemudian tarik ke sumbu y
5. Baca nilai snya (s1 dan s2)
6. Lakukan perhitungan s , T, dan S
Metode Theis
1. Buat grafik s vs (t/r2) pada lembar double semilog
2. Plot data s dan t/r2
3. Buat garis berat. Ujung garis berat yang bertampalan dengan sumbu x
merupakan (t/r2)0
4. Buat garis putus-putus pada t kelipatan 10 yang paling mendekati nol
sampai mengenai garis berat, kemudian tarik ke sumbu y
5. Baca nilai snya (s1 dan s2)
6. Lakukan perhitungan s , T, dan S
7. Plot titik-titik pada grafik double log ke kalkir ukuran A4
8. Sesuaikan dengan kurva Theis baca 1/u dan w(u) dari titik paling awal
yang menyentuh kurva
9. Lakukan perhitungan s , T, dan S

10

BAB II
DASAR TEORI
2.1. Konsep Dasar Long-Term Constant Rate Test
Long term constant rate test adalah cara yang terbaik untuk menentukan
sifat-sifat hidrolika aquifer suatu tempat atau daerah, guna mengetahui masalah
aliran air tanah sehubungan dengan rencana pengembangannya.
a. Hidrolika
Tingkah laku air dan sifatnya
b. Hidrolika Sumur
Merupakan ilmu yang membahas tentang aliran air tanah disekitar sumur
atau pada lapisan pembawa air (aquifer).Dalam menganalisa hidrolika sumur
langkah langkah yang dipakai adalah :
1. Tinjauan fisik daerah
2. Dibuat langkah penyederhanaan
c. Sifat hidrolika auifer dan sumur ditentukan dengan berbagai cara, antara lain:
Metode penyelidikan dengan laboraorium, didasarka pada:

Perhitungan neraca air (water balance)


Penggunaan perunut (tracer)
Uji pompa (pumping test)

2.2. Metode Long Term Constant Rate Test


Banyak macam metode analisa yang dapat digunakan berdasarkan jenis
aliran dan akuifernya. Metode-metode tersebut antara lain:
1. Aliran tunak dalam akuifer tertekan

Metode Theim (1906)


2. Aliran tak tunak dalam akuifer tertekan
Metode Theis (1935)
Metode Chow (1952)
Metode Jacob (Cooper & Jacob, 1946)
3. Aliran tunak dalam akuifer setengah tertekan
De Glees method
Hantus- Jacobs Method
4. Aliran tak tunak dalam akuifer setengah tertekan
Metode Waltun I, II, III

11

5. Aliran tunak dalam akuifer bebas


Metode Theim-Dupuit
6. Aliran tak tunak dalam akuifer bebas
Metode Theis, Chow & Jacob I,II,III
Prosedur Kerja
1. Metode Jacob
Untuk akuifer tertekan
Aliran tak tunak
Berlaku anggapan dan persyaratan umum
Didasarkan pada formula Theis
Nilai u kecil (u < 0,01), r kecil, t besar
Persamaan yang digunakan adalah:

T = k.D =

2,3 Q
x 86,4
m3/hari
2 s

S = 2,25 . k D. t0
r2
Terdapat tiga prosedur dalam Metode Jacob. Prosedur yang pertama data yang
digunakan adalah penurunan (s) dan waktu (t). Kemudian hitung nilai U n dan
gunakan rumus:

T = k.D =

2,3 Q
x 86,4
m3/hari
2 s

S = 2,25 . k D. t0
r2
Prosedur kedua data yang digunakan adalah penurunan (s) dan jari-jari (r).
Kemudian gunakan rumus:

12

T = k.D =

2,3 Q
x 86,4
m3/hari
2 s

S = 2,25 . k D. t
r02
Prosedur ketiga menggunakan data penurunan (s) dan t/r 2 kemudian lakukan
perhitungan dengan rumus:

T = k.D =

2,3 Q
x 86,4
m3/hari
2 s

S = 2,25 . k D. (t/r2)0
2. Metode Kambuh Theis (Theis Recovery Method)
Metode ini disebut juga uji pemulihan, dimana Theis menyatakan residual
drawdown dengan symbol s yang dinyatakan dalam persamaan:
2 s } x 86,4
2,3 Q
T = k.D =
m3/hari

3. Metode Theis
Akuifer tertekan
Aliran tak tunak
Berlaku anggapan dan persyaratan umum
Diameter sumur sangat kecil
Persamaan yang digunakan adalah:
T = k.D =

Q
x W (u)86,4
m3/hari
4 s

S = 4 T (t/r2)0
1/u
Untuk mendapatkan nilai W(U) dan 1/U digunakan kurva baku theis

13

Gambar 2.1. Kurva baku Theis

14

BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Uraian Pengerjaan


Metode I (Jacob) Prosedur 1

t0
s

= 1 menit = 6,944 x 10-4 hari


= s2 s1 = 2,46 1,2 = 1,16 meter
2,3 Q
x 86,4
= k.D = 2 s
m3/hari
=

2,3(1,95)
x 86,4
4( 3,14)(1,16)

= 26,614 m3/ hari


= 2,25 . T . t0 /r2
= 2,25 .26,614 . 6,944 x 10-4/ 36.100
= 1,15 x 10-6

= 2,25 t0 / 4tn

15

Tabel 3.1. Perhitungan Un

Metode I (Jacob) Prosedur 2

r0
s

= 65 meter
= s2 s1 = 2 0,32 = 1,68 meter
2,3 Q
x 86,4
= k.D = 2 s
m3/hari
=

Sn
S1

2,3 (1,95)
x 86,4
4( 3,14)(1,68)

= 18,36 m3/ hari


= 2,25. T. tn / (r0)2
= 2,25. 18,36. 6,94 x 10-4/(65)2
= 6,785 x 10-6

16

S2
S3
S4
S5
S6
S7

= 2,25. 18,36. 5,55 x 10-3/(65)2


= 5,426 x 10-5
= 2,25. 18,36. 8,33 x 10-3/(65)2
= 6,785 x 10-6
= 2,25. 18,36. 0,015/(65)2
= 1,466 x 10-4
= 2,25. 18,36. 0,033/(65)2
= 3,226 x 10-4
= 2,25. 18,36. 0,052/(65)2
= 5,084 x 10-4
= 2,25. 18,36. 0,079/(65)2
= 7,72 x 10-4

Metode I (Jacob) Prosedur 3

(t/r2)0 = 7,8 x 10-4 menit/m2


s
= s2 s1 = 3,4 1,78 = 1,62 meter
2,3 Q
x 86,4
T
= k.D = 2 s
m3/hari
=

S
S

2,3 (1,95)
x 86,4
4( 3,14)(1,62)

= 19,04 m3/ hari


= 2,25. T. (t/r2)0
= 2,25. 19,04 . (7,8 x 10-4/ 1440)
= 2,3205 x 10-5

Metode Kambuh Theis

(t/t)0 = 2,5
s
= s2 s1 = 4,08 1,48 = 2,6 meter
2,3 Q
x 86,4
T
= k.D = 4 s
m3/hari
=

2,3(1,95)
x 86,4
4( 3,14)(2,6)

= 11,86 m3/ hari


Metode Theis

(t/r2)0
1/u
W (u)
s

= 3 x 10-4
=7
= 1,3
= s2 s1 = 3,9 1,6 = 2,3 meter

17

= k.D =
=

Q
x w ( u ) x 86,4
m3/hari
4 s

(1,95)
x 1,3 x 86,4
4( 3,14)(2,6)

= 7,581 m3/ hari


= 4 . T. (t/r2)0 / 1/u
= 4 (3,14). 7,581. (3x10-4) / 7
= 4,08 x 10-4

18

BAB IV
KESIMPULAN
Diketahui nilai T (Transmissivity) dan nilai koefisien penampungan akuifer (S)
dari berbagai metode adalah:

Metode Jacob prosedur 1 nilai T = 26,614 m3/ hari dan S = 7,72 x 10-4
Metode Jacob prosedur 2 nilai T = 18,36 m 3/ hari dan S1 = 6,785 x 10-6,
S2 = 5,426 x 10-5, S3 = 6,785 x 10-6, S4 = 1,466 x 10-4, S5 = 3,226 x 10-4,

S6 = = 5,084 x 10-4, S7 =7,72 x 10-4


Metode Jacob prosedur 3 nilai T = 19,04 m3/ hari dan S = 2,3205 x 10-5
Metode Kambuh Theis nilai T = 11,86 m3/ hari
Metode Theis nilai T = 7,581 m3/ hari dan S = 4,08 x 10-4

Dari semua metode perhitungan T dan S, didapatkan nilai T dan S yang hamper
berdekatan. Namun pada metode Theis, didapatkan nilai T yang cukup jauh dari
range nilai T dengan metode lainnya.

19

DAFTAR PUSTAKA
Asisten Hidrogeologi. 2016. Buku Panduan Praktikum Hidrogeologi. UPN V
Yogyakarta.
Hidayat, Acep. 2014. Mekanika Fluida dan Hidraulika. Universitas Mercubuana.

20

LAMPIRAN

21