Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan
1.

Untuk bahan pasir, pressure drop yang dihasilkan saat tinggi unggun 2.5
cm, 3.5 cm, 4.5 cm, dan 5.5 cm berturut-turut sebesar 46.76 kg/m.s 2, 59.61
kg/m.s2, 60.67 kg/m.s2, dan 69.68 kg/m.s2.

2.

Untuk bahan zeolite, dengan rentang tinggi unggun yang sama pressure
drop yang dihasilkan berturut-turut sebesar 7.54 kg/m.s2, 10.08 kg/m.s2,
12.60 kg/m.s2, dan 15.40 kg/m.s2.

3.

Untuk bahan arang aktif, pressure drop yang dihasilkan berturut-turut


sebesar 12.57 kg/m.s2, 16.98 kg/m.s2, 21.12 kg/m.s2, dan 25.62 kg/m.s2.

4.

Pressure drop tertinggi dari ketiga bahan didapat pada flow rate sebesar
9600 L/jam.

5.

Semakin tinggi flow rate yang diberikan pada proses fluidisasi maka akan
semakin besar pressure drop yang diperoleh.

6.

Pressure drop akan bernilai besar pada kondisi unggun yang paling tinggi
pada kolom (L0 tinggi).

7.

Nilai pressure drop pada pasir lebih tinggi dibandingkan bahan zeolit
maupun arang.

4.2 Saran
1. Sebelum praktikum dilakukan, praktikan harus memastikan rangkaian alat
fluidisasi dapat beroperasi dengan baik yaitu melakukan kalibrasi terlebih
dahulu terhadap flow rate yang dihasilkan kompresor hingga mencapai
10000 L/jam.
2. Saat fenomena terjadi, amati dan catat perubahan tinggi unggun dengan
teliti karena akan berpengaruh terhadap pressure drop yang diperoleh.
3. Selalu bekerja sama dengan tim secara teliti agar hasil praktikum yang

diperoleh maksimal.

25