Anda di halaman 1dari 10

Illegal logging picu banjir bandang di Padang

Budi Sunandar
Rabu, 25 Juli 2012 14:58 WIB

foto: Dok. okezone

Sindonews.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan penyebab
banjir bandang di Kota Padang, Sumbar, disebabkan praktek illegal logging. Pengamatan Walhi, saat ini praktek
pembabatan hutan tersebut masih terus berlangsung di hulu Sungai Batang Kuranji.
Banjir bandang yang menghanyutkan material kayu dan lumpur di sepanjang aliran Batang Kuranji membuat Walhi
geram. Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Syaipul Khaliq mengatakan pihaknya meminta agar pemerintah serius
menangani praktek illegal logging yang terjadi di kawasan hutan Kota Padang.
"Praktek illegal logging telah berlangsung lama, bahkan diperkirakan sudah terjadi sejak sepuluh tahun lalu. Aktivitas
tersebut belum berkurang malah jadi penebakan hutan secara liar," ujar Syaipul menjelaskan kepada wartawan,
Rabu (25/7/2012).
Walhi melihat sendiri praktek penebangan hutan di hulu Sungai Batang Kuranji hingga ke Bukit Limau Manis masih
terjadi. Hasil temuan Walhi di lapangan, banyak material kayu yang diduga sisa penebangan hutan.
"Sebagian kayu-kayu tersebut hanyut terbawa banjir dan sempat menghantam jembatan dan rumah warga,"
paparnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang Fauzi Bahar pun setuju dengan pernyataan Walhi. Bahkan Fauzi juga mengatakan
praktek illegal logging yang dilakukan oleh oknum memang terjadi di kawasan hutan tersebut. Untuk itu, Fauzi akan
menggelar sayembara dalam waktu dekat. Bagi warga yang memiliki informasi tentang oknum yang terlibat akan
diberi hadiah.
"Kalau ada warga yang mengetahui informasi pelaku illegal logging, maka Pemkot Padang akan beri hadiah," ujar
Fauzi.

10 BENCANA LINGKUNGAN TERBURUK AKIBAT ULAH MANUSIA

Berbagai bencana yang menimpa manusia memang suatu kemurkaan alam yang tak terelakkan. Namun
bencana2 ini berbeda, karena secara murni disebabkan oleh manusia. Tak hanya menyebabkan
kerusakan lingkungan, namun juga korban jiwa pun berjatuhan. Yang selamat pun mengalami
penderitaan seumur hidupnya. Berikut ini adalah 10 bencana terburuk yang disebabkan oleh tingkah
manusia yang tak bertanggung jawab.
1. Pencemaran Minyak oleh Exxon Valdez

Pada 24 Maret 1989, kapal tanker Exxon Valdez karam dan menumpahkan muatan minyak mentahnya
sebesar 11 juta galon di perairan Alaska. Akibatnya sekitar seperempat juta ekor burung dan biota laut
yang tak terhitung jumlahnya mati. Diperlukan sekitar 11.000 relawan untuk membersihkan tumpahan
minyak itu dan menyelamatkan organisme2 yang tersisa.

2. Tragedi Minamata

Pada1956, pabrik baterai Chisso Corporation diketahui membuang limbahnya yang mengandung zat
metilmerkuri yang sangat berbahaya ke lepas pantai Minatama. Akibatnya sekitar 2.000 penduduk
Minamata mengalami penyakit kelainan saraf dan meninggal akibat memakan ikan2 yang
terkontaminasi merkuri tersebut. Yang mengerikan, pabrik tersebut telah melakukan perbuatan tak
bertanggung jawab itu selama 24 tahun!
3. Tragedi Bhopal

Pada 1969, sebuah perusahaan asal Amerika bernama Union Carbide Corporation mendirikan sebuah
pabrik pestisida di Bhopal, kota yang dipadati 900 ribu penduduk di India. Pada 3 Desember 1984,
sebuah tangki meledak dan melepaskan muatannya, 40 ton sebuah gas bioahazard bernama methylisocynate (MIC). Gas beracun tersebut langsung membunuh 20.000 penduduk tak berdosa. Yang selamat
mengaku mengalami perasaan tercekik hingga kebutaan. Hingga kini sekitar 120.000 lainnya mengalami
cacat akibat gas ini. Ironisnya, tujuan perusahaan tersebut membangun pabrik di India adalah untuk
menghemat uang jutaan dolar untuk pajak dan tenaga kerja murah, sangat tak setimpal dengan
penderitaan yang diberikannya pada penduduk India.
4. Love Canal

Pada 1940, sebuah perusahaan bahan2 kimia bernama Hooker Chemical secara ilegal mengubur 21.000
ton limbahnya yang mengandung zat berbahaya bernama dioxin. Akibatnya penduduk di Love Canal,
Niagara mengalami keguguran, bayi lahir cacat, dan penyakit kanker. Perusahaan tersebut kini masih
ada dan hanya mengubah namanya menjadi Occidental Petroleum Corporation.
5. Guiyu Electronic Graveyard, China

Tragedi Guiyu mungkin merupakan kisah pencemaran paling menarik. Kota Guiyu di Cina dikenal
sebagai tempat pembuangan sampah elektronik terbesar di dunia. Kini sekitar 88% bayi yang lahir di
kota itu menderita cacat bawaan akibat keracunan timbal. Ragisnya, hingga kini penduduk Guiyu tetap
tinggal dan hidup dengan kondisi demikian.
6. Pulau Sampah Pasifik

Pulau sampah pasifik adalah kumpulan sampah yang terbawa oleh arus laut sehingga membentuk
semacam pulau yang konon seluas 8% dari Samudra Pasifik itu sendiri atau dua kali ukuran Amerika
Serikat. Pulau sampah ini tak berdampak langsung pada manusia, namun tentu berbahaya bagi biota
laut. Bahkan sering ditemukan sampah2 seperti plastik dan styrofoam di perut burung albatros dan
penyu laut yang hidup di Pasifik.
7. The Great Smog of London

Smog adalah akronim dari smoke dan fog, yaitu asap dan kabut yang disebabkan oleh pencemaran asap
pabrik. Tak seperti kabut biasa yang berupa uap air yang tidak berbahaya, smog mengandung berbagai
gas beracun seperti sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan jelaga. Namun pada musim dingin 1952, smog
berupa kabut hitam tebal tak hanya menyebabkan kota London diselimuti kegelapan, namun juga
menyebabkan 12.000 penduduknya tewas karena keracunan.
8. Tragedi Chernobyl

26 April 1986 akan selalu diingat umat manusia sebagai kecelakaan nuklir paling mengerikan di dunia.
Pada tanggal tersebut, terjadi kebocoran pada PLTN Chernobyl di utara Ukraina yang menyebabkan
lepasnya zat2 radioaktif berbahaya ke udara. Tindakan pemerintah Uni Sovyet yang menutup-nutupi
tragedi itu ustru memperburuk keadaan. Sekitar 6,6 juta penduduk yang tinggal di sekitar reaktor
nuklir terpapar materi radioaktif tersebut, menyebabkan berbagai kelainan mulai dari bayi yang lahir

cacat hingga kanker ganas (coba browsing gambar2 koran Chernobyl, saya sendiri nggak tega untuk
memajangnya di blog).
Tragedi Chernobyl sering dijadikan alasan untuk mengkritik pemerintahan Uni Sovyet saat itu. Padahal
kenyataannya, di negara Barat pun tragedi yang sama juga terjadi, namun tak digembar-gemborkan
sehingga tak banyak yang tahu. Bencana yang menimpa Three Mile Island di Harrisburg, Amerika Serikat
misalnya sama persis dengan Chernobyl, yaitu reaktor nuklir mengalami kebocoran akibat human error.
9. Surutnya Laut Aral

Laut Aral dahulu merupakan salah satu dari empat danau terbesar di dunia. Namun tindakan
pemerintah Uni Sovyet yang gegabah saat itu untuk mengalirkan danau itu untuk kepentingan irigasi
tanpa memperhatikan dampak ekologisnya. Dalam waktu beberapa tahun, sekitar 68.000 km persegi
wilayah danau itu surut dan menghancurkan ekosistem perairan yang dulu ada di tempat itu. Sebagian
wilayah danau yang dulu habitat kaya kehidupan sekarang berubah menjadi padang gurun yang
gersang.
10. Tragedi Castle Bravo

Akibat persaingan sengitnya dengan Blok Timur, Amerika Serikat berambisi menciptakan senjata nuklir
yang tak kalah dengan milik Uni Sovyet. Pada Maret 1954, pemerintah AS melaukan uji coba bom
hidrogen dalam proyek yang disebut Castle Bravo di lepas perairan Pasifik. Para ilmuwan
memperkirakan bom itu hanya akan menghasilkan ledakan sebesar 8 megaton. Namun kenyataannya,
ledakan yang dihasilkan memiliki kekuatan 15 megaton atau setara 1000 kali lebi dahsyat daripada bom
Hiroshima. Belum lagi perubahan cuaca dan arah angin yang tak diprediksikan sebelumnya membawa
radiasi nuklir ke pulau2 berpenghuni di sekitarnya. Area2 tersebut hingga kini masih terkontaminasi
oleh materi2 radioaktif.
BONUS:
Banjir Lumpur Panas Sidoarjo

Bencana yang sering disebut juga Lumpur Lapindo ini bermula dari semburan lumpur panas pada 29 Mei
2006 yang meluas hingga menggenangi 16 desa di 3 kecamatan. Hingga kini, PT Lapindo Brantas masih
tak mau bertanggung jawab dan menyalahkan gempa Yogya sebagai pemicu peristiwa tersebut.
Sejarawan Goerge Santyana menulis, Dia yang tak mengetahui sejarah akan dikutuk untuk
mengulanginya. Bila kita tak berkaca dari peristiwa2 di atas, bukan tak mungkin bencana yang lebih
besar lagi akan menimpa umat manusia.

Kerusakan Lingkungan Karena Peristiwa Bencana Alam

KERUSAKAN LINGKUNGAN KARENA PERISTIWA


BENCANA ALAM
Menurut penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat terjadi akibat peristiwa
bencana alam dan factor manusia.
Kali ini kita akan membahas tentang kerusakan lingkungan karena peristiwa bencana alam.

Akibat gempa bumi dan atau tsunami

Gempa bumi merupakan peristiwa bergesernya


lempengan bumi di daratan maupun dasar laut yang merambat ke permukaan bumi. Gempa bumi
disebabkan oleh aktifitas gunung merapi atau vulkanik maupun aktifitas tektonik sepanjang jalur-jalur
rawan bencana. Gempa bumi yang berpusat di dasar laut dapat menyebabkan tsunami atau disebut
gelombang pasang besar dan mampu menghancurkan wilayah pesisir.
Gempa bumi yang berpusat tidak jauh dari kota atau pusat permukiman penduduk akan
mengakibatkan kerusakan besar seperti berikut:

Hentakan gempa yang besar dapat mengakibatkan tanah longsor, bangunan roboh atau retak.

Merusak bangunan, waduk atau tanggul sehingga air meluap dan banjir besar.

Menyebabkan kebakaran karena rusaknya installasi bangunan.

Tanah, jalan raya atau jembatan merekah atau ambruk.

Memakan korban jiwa makhluk hidup karena tertimpa reruntuhan atau tersapu oleh

gelombang tsunami.

Akibat Badai Silikon

Badai silikon
atau disebut juga angin topan yang terjadi dapat menghancurkan segala objek yang dilaluinya. Badai
silikon yang berkekuatan besar mampu melewati daerah secara lebih luas. Apabila melewati daratan
dan terutama pemukiman penduduk mengakibatkan kerusakan besar.

Akibat letusan gunung merapi


Gejala alam seperti letusan gunung merapi terjadi karena aktifitas magma di dalam perut bumi dan
biasanya terjadi dengan disertai gempa. Kita hanya dapat memprediksi terjadinya letusan gunung
berapi.

Letusan gunugn berapi tentu menimbulkan kerusakan-kerusakan lingkungan seperti


berikut:

Abu vulkanik dan awan panas yang mengancam keselamatan jiwa makhluk hidup.

Aliran lahar atau lava panas dapat menghanguskan apapun yang dilalulinya serta
mendangkalkan sungai, Apabila disertai hujan, kemungkinan banjir pun tidak dapat
dihindari.

Setelah dingin, bekas aliran lava ini akan membeku dan membatu, tanah tentu tidak
dapat kembali diolah menjadi lahan pertanian yang maksimal.

Roboh atau musnahnya bangunan , jalan, jembatan dan sebagainya, akibat aliran lava
panas dan atau akibat gempa vulkanik yang menyertainya.

Made by Jonathan Jusuf