Anda di halaman 1dari 6

3.

4 Analisis Biaya, Penerimaan dan Keuntungan ( Pendapatan Usahatani )


Biaya produksi dibedakan menjadi dua macam, yaitu biaya tetap dan biaya
variabel. Jumlah biaya tetap seluruhnya dan biaya variabel seluruhnya merupakan
biaya total produksi. Usahatani utama Pak Hadi Wiyono adalah tanaman jagung,
karena 100% hasil panen jagung dijual ke pedagang. Oleh karena itu, analisis
usahatani yang kami kerjakan adalah analisis usahatani tanaman semusim
tanaman jagung.
A. Biaya
Variabel
Jumlah
Unit

Keterangan
Bibit

Satuan

Harga per
unit

8 pack

Pupuk UREA

60,000

15 sak

88,000

8 sak

115,000

Pupuk Organik

12 sak

20,000

Pengangkutan

3 kali

50,000

Traktor

1 kali

350,000

Pestisida

1 pack

185,000

Pupuk PHONSKA

Total
480,000.0
0
1,320,000
.00
920,000.0
0
240,000.0
0
150,000.0
0
350,000.0
0
185,000.0
0
3,645,000
.00

Tenaga
Kerja
Tenaga
kerja pria
a.
Pengolahan
b.
Penanaman
c. Panen
d.
penyiangan
Tenaga
kerja
wanita

Juml
ah
Oran
g

Juml
ah
Hari

Jumlah
jam/hari

HOK

Upah/H
OK

Total

40,000

240,000.00

7
7

2
1

8
8

14
7

40,000
40,000

560,000.00
280,000.00

40,000

120,000.00

a. Panen
b.
penyiangan

35,000

70,000.00

35,000

210,000.00
1,480,000.
00

B. Biaya tetap
Juml
Keterang ah
an
Unit
Sewa
Lahan
0.5

Ketera
ngan
Cangk
ul

satu
an
hekta
r

Biaya Sewa/musim
tanam

2,800,000

1400000

Harg
a
Biaya
Awal Harga Tahun Biaya
Penyusutan
per
Akhir/ Ekono Penyusut /musim
unit
unit
mis
an/th
75,0 10,00
00
0
10
6500
2166.67
35,0
00 5,000
10
3000
1000.00
9500
3166.67
12667

Juml
ah
unit

Sat
uan
bua
1 h
bua
2 h

sabit

harga
sewa/hektar/t
ahun

c. Penerimaan
Keterangan

Jumlah
unit

Jagung

satuan

Harga/satuan

TR
1000000
2,500
0

4000 Kg

Total Biaya ( TC )
Dari rincian biaya-biaya tersebut dapat diketahui total biaya yang dikeluarkan
untuk menjalankan kegiatan usaha tani jagung pada lahan seluas 5000 m2.
TC = TFC + TVC
= Rp 1.412.667+ Rp 5.125.000
= Rp 6.537.666,67
Tabel 6. Total biaya
N

Biaya

Total (Rp)

o
1

TFC

1.412.667

TVC

5.125.000

.
Total cost

6.537.666

Total Penerimaan ( TR )
Setelah panen pada periode tanam terakhir tanaman jagung pada lahan seluas
5000 m2 didapatkan hasil panen sebanyak 4 ton dengan harga per kilogramnya Rp
2.500,- sehingga total penerimaan yang diterima adalah :
TR = Hasil panen (kg) x Harga satuan (kg)
= 4.000 kg x Rp 2.500,= Rp 10.000.000,-

Keuntungan ( )
Dari total biaya dan penerimaan di atas dapa diketahui jumlah keuntungan yang
diterima petani, adalah sebagai berikut :
= TR TC
= Rp 10.000.000 - Rp 6.537.666
= Rp 3.462.333
Keuntungan Usahatani ( )
N

Uraian

Jumlah (Rp)

o
1

Penerimaan (revenue)

10.000.000

.
2

Total cost

6.537.666

.
Keuntungan

3.5 Analisis Kelayakan Usahatani


3.5.1

R/C Ratio
R/C

= R / (TFC+TVC)
= 10.000.000 / 6.537.666
= 1.53

3.462.333

Dilihat

dari

segi

efisiensi

ekonomi

ternyata

usahatani

jagung

menguntungkan petani. Hal ini dapat dilihat dari nilai R/C ratio yang bernilai >1,
yaitu 1,53. Artinya setiap pengeluaran input sebanyak 1 rupiah akan menghasilkan
output

sebesar

1,53

rupiah

sehingga

usahatani

tersebut

efisien

dan

menguntungkan atau layak.

3.5.2

BEP (Break Even Point)


Dalam penjualan jagung, petani menjual hasil panennya ke pedagang.
Harga jagung berkisar antara Rp 2.500,00/kg sampai Rp. 3.000,00/kg dan
produktifitas jagung mencapai 8 ton/ha. Dengan demikian didapatkan nilai BEP

penerimaan, BEP produksi, BEP harga sebagai berikut :


TFC
BEP penerimaan
= 1( TVC )
TR

1412666.7
5125000.0
1(
)
10 .000.000

= Rp 1.412.666,53

BEP produksi

TFC
TVC
P(
)
Q

1412666.7
5125000.0
25 00(
)
40 00
= 1.159,11

kg

BEP harga

6537666.6
40 00

TC
Q

= Rp 1.634,42
Tabel 8. BEP Penerimaan, Produksi dan Harga
N
o.

BEP

1.

Penerimaan

2.
3.

Produksi
Harga

Keterangan
Rp
1.412.666,53
1.159,11 kg
Rp 1.634,42

Analisa BEP digunakan untuk mengetahui hasil usaha tani yang dilakukan
sudah mencapai titik impas atau belum baik dilihat dari penerimaan, produksi
maupun harga per satuannya.
Berdasarkan tabel BEP diatas dapat diketahui bahwa BEP penerimaan
adalah Rp 1,412,666.53, artinya titik impas (kembali modal) baru akan tercapai
apabila didapatkan penerimaan sebesar Rp 1,412,666.53. Sementara itu
penerimaan yang diperoleh oleh pak Hadi atas hasil usaha tani jagung adalah
sebesar Rp 10.000.000 sehingga dapat dikatakan bahwa pak Hadi untung karena
mendapatkan penerimaan diatas BEP penerimaannya.
Untuk BEP produksi yang didapatkan berdasarkan tabel diatas adalah
1159.11 kg, artinya hasil produksi jagung baru dapat mencapai titik impas apabila
hasil panen yang didapatkan pada lahan seluas 5000 m 2 sebanyak 1159.11 kg.
Sedangkan hasil panen yang didapatkan oleh pak Hadi melebihi angka BEP
tersebut, yaitu sebanyak 4000 kg dengan demikian hasil tersebut sudah melebihi
produksi minimal yang harus dihasilkan sehingga pak Hadi tidak mengalami
kerugian dalam usaha taninya.
BEP harga menggambarkan biaya rata-rata per satuan produk, dan dari
tabel BEP diketahui BEP harga pada usaha tani jagung pak Hadi adalah Rp
1.634,42 per kilogramnya sementara harga yang didapatkan pada saat panen
adalah Rp 2.500 sehingga jelas terlihat bahwa harga yang didapatkan oleh petani
diatas titik impasnya.