Anda di halaman 1dari 34

1

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERNET TERHADAP PRESTASI


BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SISWA KELAS IX
SMP NEGERI 1 MAIWA KABUPATEN ENREKANG

PROPOSAL
DIAJUKAN KEPADA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN (STKIP) MUHAMMADIYAH

SIDENRENG RAPPANG

DIAJUKAN OLEH :
NAMA

: SRI WAHYUNI

NPM

: 431815312

KELAS

: A3 SIANG

TEKNOLOGI PENDIDIKAN
TAHUN 2015

PERSETUJUAN PEMBIMBING
1

Pembimbing yang ditunjuk oleh Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sidenreng Rappang, tanggal Mei 2015.
NAMA

: SRI WAHYUNI

NPM

: 431815312

Judul Proposal: pengaruh penggunaan media internet terhadap prestasi belajar


Teknologi Informasi dan komunikasi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa
Kabupaten Enrekang
Kelas VI (TUJUH) SMP N 1 MAIWA
Menyatakan bahwa Proposal ini telah diperiksa dan dapat di ujikan di depan Panitia
penguji dari STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang.
Sidrap,

Mei 2015

Dosen Pembimbing

Drs. H. MIN MENNE, M.Si

Mengetahui,
Ketua STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Dr. AMINUDDIN MAMMA, M.Ag

KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirrahim
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala karunia yang
dilimpahkannya, sehingga Proposal dapat terwujud sebagai mana adanya yang
disusun dimaksudkan guna memenuhi salah satu dari sekian banyak persyaratan
dalam rangka penyelesaian studi untuk memperoleh Sarjana Pendidikan.
Kemudian dengan melalui kesempatan yang sangat baik ini, maka
penulis menyampaikan berupa ucapan Terimah Kasih, terutama ditujukan
kepada :
1. Dr. AMINUDDIN MAMMA, M.Ag, Beliau selaku Ketua STKIP
Muhammadiyah Sidrap, atas berbagai bentuk kebijakaan beliau, sehingga
penulis tidak pernah mengalami kesulitan sampai tahap akhir penyelesaian
studi.
2. SUARDI ZAIN,S.Pd., M.Pd, Selaku Ketua Program Studi Teknologi
Pendidikan STKIP Muhammadiyah Sidrap, atas kebijakannya, sehingga
penulis tidak pernah merasakan adanya tantangan berat dalam proses
perkuliahan.
3. Drs. H. AMIN MENNE, M.Si, Beliau selaku pembimbing dalam rangka
penulisan dan penyusunan proposal ini, dan atas kerelaan dan meluangkan
waktu member petunjuk dan bimbingan.
4. Para Dosen dan Asisten dalam jajaran STKIP Muhammadiyah Sidrap atas
keikhlasan hati beliau menyampaikan ilmu-ilmu pengetahuan yang
dimilikinya.
5. Segenap rekan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sidrap, memberikan
bantuan berupa pemikiran dalam proses penyusunan proposal ini.
Atas segala bentuk bantuan yang telah diberikan kepada penulis baik sifatnya
langsung maupun tidak langsung, penulis tak lupa mendoakan semoga
mendapatkan pahala yang berlipat dan kita semua senantiasa mendapatkan
rahmat dari Illahi Rabbi, Amin

Sidrap, Mei 2015


Penulis
Ttd
SRI WAHYUNI

DAFTAR ISI
HALAMAAN JUDUL 1
4

HAL PERSETUJUAN PEMBIMBING2


KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI 4
DAFTAR TABEL 6
BAB

I. PENDAHULUAN

A.
B.
C.
D.

BAB

Latar elakang 6
Perumusan Masalah11
Tujuan Penelitian 11
Manfaat Hasil Penelitian11

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR


A. Tinjauan Pustaka 13
B. Kerangka Berpikir31
C. Hipotesis 33

BAB

III. METODE PENELITIAN


A.
B.
C.
D.
E.

Lokasi Penelitian 19
Variabel Penelitian 30
Populasi Dan Sampel 36
Teknik Pengumpulan Data 38
Teknik Analisis Data 48

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Era globalisasi saat ini merupakan salah satu dampak perkembangan dalam
bidang Teknologi Informasi (TI). Perkembangan Teknologi Informasi (TI) tidak
dapat lepas dari teknologi komputer. Hal ini ditunjukkan oleh pesatnya
perkembangan perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) serta
aplikasinya dalam berbagai bidang seperti pendidikan, dunia usaha, dan
perkantoran. Salah satu perkembangan teknologi komputer adalah teknologi
jaringan komputer dan internet. Teknologi ini mampu menyambungkan hampir
semua komputer yang ada didunia sehingga bisa saling berkomunikasi dan
bertukar informasi. Bentuk informasi yang dapat di tukar dapat berupa data teks,
gambar, gambar bergerak dan suara. Teknologi Informasi (TI) ini terus
mengalami perkembangan baik dari bentuk, ukuran, kecepatan, dan kemampuan
untuk mengakses multimedia serta jaringan komputer. Perkembangan ini
disebabkan tingginya tingkat

persaingan antar produsen prosesor komputer

seperti, Intel, Motorola, Apple, DEC, dan lain-lain.


Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi
terutama teknologi dan komunikasi, telah menyebabkan dunia ini semakin
mengecil dan membentuk seperti sebuah desa dunia. Batas - batas fisik Negara
satu dengan Negara yang lainnya menjadi begitu kurang nampak dan secara non
fisik hampir tanpa batas. Globalisasi terjadi sebagai suatu proses mendunia yang
tidak tertahankan dan tidak mungkin terelakkan. Dengan demikian diperlukan
upaya-upaya untuk mempersiapkan para siswa sejak dini guna memasuki zaman
yang menuntut kemampuan-kemampuan khusus para siswa sekarang yang
sedang menuntut ilmu, pada dasarnya akan menjadi pelaku-pelaku utama pada
6

zaman yang penuh dengan persaingan. Oleh karena itu sudah kewajiban para
guru untuk memberi bekal kepada mereka agar bisa hidup (Survive). Salah satu
upaya untuk mempersiapkan siswa memasuki zaman global tersebut yaitu
dengan mengembangkan berbagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi ke
masa depan.
1 menjadi terasa tanpa batas ruang dan
Dengan adanya internet ini dunia
waktu, adanya internet segala bentuk informasi menjadi semakin terbuka. Apa
yang baru saja terjadi di berbagai belahan dunia dapat diketahui dengan cepat di
belahan dunia yang lain, kecanggihan teknologi sudah tersedia, dimana melalui
teknologi internet kita dapat memperoleh segala macam informasi dan
komunikasi mulai dari informasi pendidikan, politik, ekonomi, bahan riset, iklan,
gaya hidup, belanja, hiburan, dan sebagainya, yang menyangkut seluruh aspek
kehidupan yang terjadi dan ada di seluruh belahan dunia. Ketersediaan pusat
informasi yang dapat di akses di manapun dan kapanpun serta berisi tentang
apapun yang kita ingin ketahui dan internet juga memungkinkan terbentuknya
jaringan komunikasi multimedia yang begitu luas ke seluruh dunia, sangat
sayang jika tidak termanfaatkan/tidak mampu memanfaatkannya.
Khusus pengguna internet untuk keperluan pendidikan yang semakin
meluas terutama di negara-negara maju, merupakan fakta yang menunjukkan
bahwa dengan media ini memang dimungkinkan diselenggarakannya proses
belajar mengajar yang lebih efektif. Hal ini terjadi karena dengan sifat dan
karateristik internet yang cukup khas, sehingga di harapkan bisa digunakan
sebagaimana media lain telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi,

CD ROM, dan lain-lain.Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan


Teknologi (IPTEK) membawa perubahan yang signifikan, khususnya bidang
pendidikan oleh karena itu agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan
Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) maka sekolah-sekolah harus mampu
mengikuti perkembangannya agar tidak dianggap gagal teknologi, banyak hasil
penelitian menunjukkan bahwa siapa yang terlambat menguasai informasi maka
terlambat pulalah memperoleh kesempatan untuk maju. Diharapkan internet
dapat menjadi sumber pengetahuan yang dapat di manfaatkan oleh peserta didik
untuk meningkatkan prestasi belajar.
Dalam proses belajar mengajar salah satu faktor yang mendukung
keberhasilan guru melaksanakan pelajarannya adalah kemampuan guru dalam
menguasai dan mengolah kelas, begitu juga dalam penyampaian materi guru
dituntut untuk menguasai hal-hal yang berhubungan dengan proses penyampaian
pesan/materi baik itu metode dan media. Meskipun guru merupakan sebagai
sumber belajar utama, peserta didik tidak harus bergantung dengan guru tetapi
banyak sumber belajar bisa digunakan untuk menggali ilmu secara mandiri
seperti; sumber belajar dalam bentuk cetak ( majalah, koran, buku, komik),
sumber belajar alat/perlengkapan (komputer, televisi, radio, video, kamera,
internet), lingkungan (perpustakaan, aula, taman, kebun, museum, kantor),
sumber belajar pesan (informasi, cerita rakyat, dongeng, hikayat). Dengan
belajar secara mandiri ini akan memiliki manfaat sehingga melatih siswa tidak
bergantung pada satu sumber pembelajaran saja, tetapi bisa mencari sumber
belajar yang lain untuk memperluas pengetahuannya. Banyak yang diharapkan
8

dari alat-alat teknologi untuk membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan,


misalnya untuk mengatasi kekurangan guru guna memenuhi aspirasi pendidik
yang cepat pertumbuhannya atau untuk membantu pelajar mengetahui
pengetahuan yang sangat pesat berkembang sehingga disebut membantu siswa
belajar secara individual dengan lebih efektif dan efisien, akan tetapi yang terjadi
dalam proses pembelajaran guru cenderung mengunakan cara-cara pembelajaran
tradisional, yaitu metode ceramah sehingga siswa menjadi bosan dan tidak aktif.
Untuk itu guru juga dituntut mampu mengembangkan media pembelajaran yang
akan digunakan karena media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses
belajar mengajar dan tercapainya tujuan pembelajaran.
Adapun arah dan tujuan dalam program pendidikan ditegaskan dalam
Undang - undang SistimPendidikanNasionalTahun2003, yaitu

: pendidikan

nasional bertujuan berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang


beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya suatu lembaga pendidikan selalu
ingin menghasilkan lulusan-lulusan ataupun out put yang baik, berkualitas,
memiliki prestasi belajar yang bagus dan bisa diandalkan. Seorang siswa yang
berhasil dalam menuntut ilmu tidak cukup dinilai berhasil dibidang akademisnya
saja, menduduki peringkat atas di kelasnya atau prestasi lain di sekolah yang
pernah diraihnya, akan tetapi harus dilihat pula dari sisi kualitas kepribadiannya,
kedalaman ilmu yang dikuasainya, penghayatan dan pengalaman etos belajar,
keluhuran akhlaq dan tingkah laku kesehariannya. Selain itu keterlibatan siswa
9

10

dalam proses belajar mengajar merupakan suatu hal yang sangat menentukan
dalam pencapaian prestasi belajar siswa tersebut. Hal ini dapat disimpulkan
bahwa semakin siswa terlibat dalam proses belajar mengajar, maka semakin
besar pencapaian prestasi belajar yang didapat siswa. Hal yang perlu
diperhatikan untuk mencapai hal tersebut adalah tentu saja usaha yang dilakukan
untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang dalam hal ini adalah proses
pembelajaran sebagai dasar suatu aktivitas. Dengan penelitian ini merupakan
action research yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar
siswa IX setelah mengunakan internet sebagai sumber belajar pada mata
pelajaran teknologi informasi dan komunikasi. Atas dasar inilah, penulis tertarik
mengadakan penelitian dengan judul pengaruh penggunaan media internet
terhadap prestasi belajar Teknologi Informasi dan komunikasi siswa kelas
IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.
Adapun penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh peneliti lain dengan
judul yang sama di sekolah yang berbeda namun dengan hasil yang berbeda pula
yaitu siswa yang belajar menggunakan internet (Kelompok Eksperimen)
mendapatkan Nilai 80,41 sedangkan siswa yang belajar tanpa menggunakan
internet (Kelompok Kontrol) mendapatkan Nilai 71,66 dari kedua nilai diatas
menunjukkan dengan belajar menggunakan media internet ada perubahan yang
sangat besar terhadap prestasi belajar siswa.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah
dalam penelitian ini sebagai berikut. : Adakah pengaruh penggunaan media
10

11

internet terhadap prestasi belajar teknologi informasi dan komunikasi (TIK)


siswa kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang?
C. Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang akan dicapai dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media internet
terhadap prestasi belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa kelas
IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :
1. hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan di lembaga
sekaligus kerangka acuan dalam mengembangkan sumber belajar untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah.
2. sebagai bahan acuan dalam membimbing, mendidik, dan mengarahkan,
siswa dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mengunakan
sumber belajar yang tersedia di sekolah khusunya internet.
3. adanya penelitian ini akan dapat menambah wawasan dan khasanah ke
ilmuwan, selain itu peneliti akan mengetahui bagaimana pengaruh
penggunaan internet sebagai sumber belajar untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.

11

12

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian internet
Internet merupakan singkatan dari Interconnected Network, berupa
sebuah sistem komunikasi yang menghubungkan jaringan-jaringan di seluruh
dunia. Namun begitu, internet mengalami masa yang panjang sehingga kini
menjadi alat komunikasi. Internet merupakan suatu media untuk berbagi
informasi dan berinteraksi kapan dan dimana saja. Menurut Turban internet
merupakan jaringan komputer yang sangat besar didunia secara aktual
merupakan jaringan dari jaringan. OBrien berpendapat internet merupakan
jaringan komputer yang berkembang pesat dari jutaan pendidikan yang
berhubungan dengan jutaan komputer dan pengunanya banyak sekali. Banyak
lembaga pendidikan yang menggunakan media ini untuk meningkatkan daya
saingnya, meningkatkan pelayanan kepada pembelajar atau stakeholders
serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran nyata.
Istilah internet itu sendiri berasal dari bahasa latin inter, yang berarti
antara. Secara per kata internet berarti jaringan antara atau penghubung.
12

13

Memang itulah fungsinya, internet menghubungkan berbagai jaringan yang


tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga
mereka dapat berkomunukasi.
Definisi

internet

dalam

buku

Keterampilan

Komputer

dan

Pengelolaan Informasi adalah hubungan antar berbagai jenis komputer dan


jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasi di mana
hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan
satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunukasi yaitu
protocol TCP/IP. Jadi defenisi internet adalah jaringan komputer terbesar
yang menghubungkan jutaan komputer yang tersebar antar kota, antar
provinsi, antar negara, dan bahkan di seluruh penjuru dunia. Untuk
menghubungkan pada internet, seorang anggota jaringan harus mengirim dan
menerima paket data dengan menggunakan protocol suite TCP/IP.
2. Sejarah internet
Cikal bakal dari internet adalah ARPANET, sebuah jaringan eksperimen milik
pemerintah Amerika Serikat berbasis komunikasi data paket yang didirikan di
tahun 1996. Tujuannya untuk menghubungkan para periset ke pusat-pusat
komputer, sehingga mereka bisa bersama-sama memanfaatkan sarana komputer
seperti disk,space, data base dan lain-lain. Kegiatan ini disponsori oleh
Departemen Pertahanan Amerika Serikat bersama lembaga yang dinamakan
Advanced Resarch Projects Agency (ARPA) Diawal 1980-an. Arpanet terpecah
menjadi dua jaringan yaitu ARPANET dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan
tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap
13

14

dapat di lakukan pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA


Internet, tapi lama-kelamaan disebut sebagai internet saja.
3. Askes ke internet
Untuk dapat mengakses informasi yang tersedia di internet, seseorang harus
memiliki komputer (IBM PC/komputibel, macintoxt, UNIX), modem (suatu alat
yang mengubah sinyal digital dari komputer menjadi analog untuk
ditransmisikan kejaringan telpon) dan saluran telpon. Ia harus juga mendaftarkan
diri ke salah satu Internet Access Provider.
Pada prinsipnya, seseorang yang akan mengakses informasi di internet harus
menghubungkan komputernya dengan jaringan internet melalui modem dan
telpon. Yang harus dilakukan ialah memerintahkan komputernya untuk
menelpon suatu nomor tertentu (akan diberikan oleh Internet Access Provider).
Apabila hubungan telah terjadi, komputernya akan menyatu dengan internet,
sehingga ia dapat mengirim surat elektronik, masuk ke komputer lain di internet
atau mengambil informasi yang diperlukan dari jaringan internet.
4. Fungsi dan manfaat internet
Jika dilihat dari manfaat internet itu sendiri, sangat banyak kita temukan
manfaat-manfatnya, internet dalam pengelolaan pendidikan setidaknya dapat
berfungsi sebagai berikut:
a. fungsi sumber informasi
Menggunakan internet sebagai sumber informasi telah berkembang sejalan
dengan meningkatnya kebutuhan pengguna terhadap informasi yang semakin
hari semakin bertambah. Perkembangan terakhir sekolah sedang mulai
mengembangkan fungsi e learning dengan banyaknya pengguna moodle
sebagai program penunjang belajar interaktif berbasis web. Namun demikian

14

15

sekolah pada umumnya belum menggunakan internet sebagai media untuk


menyebarkan atau memamerkan hasil karya guru dan siswa.
b. fungsi komunikasi
Untuk meningkatkan pencitraan sekolah belum dapat didorong secara
optimal. Fungsi komunikasi juga telah berkembang sejalan dengan
menguatnya fungsi e-mail bahkan belakangan didukung pula dengan
facebook yang digunakan para pendidik, siswa, dan orang tua siswa sebagai
media.
c. fungsi interaksi
Fungsi interaksi juga telah sekolah kembangkan seperti forum yang ada di
internet sekolah. Forum belum dapat berkembang optimal sehubungan
dengan minat pengguna forum di internet masih cukup rendah.
d. fungsi kolaborasi
Pada beberapa sekolah terkemuka internet telah berfungsi sebagai media
berkolaborasi

untuk melakukan kerja sama. Di antaranya sekolah

memfasilitasi siswa melakukan kegiatan bersama dengan sekolah-sekolah lain


untuk menghasilkan karya dalam mendorong inovasi yang komfetitif antar
sekolah. Sayangnya kegiatan kolaborasi seperti ini belum berkembang luas
pada hubungan antar sekolah di dalam negeri, namun beberapa sekolah
terkemuka malah menggunakan media ini untuk bekerja sama dengan
sekolah-sekolah di luar negeri.
Manfaat dari penggunaan internet yaitu:
1) cepat, yaitu satu nilai yang relative. Menggunakan internet bisa mengakses
dalam waktu sekejab.
2) meningkatkan pengetahuan
3) berkomunikasi ke seluruh belahan dunia
4) berpartisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik lokal maupun
internasional
15

16

5) akses informasi (ilmu pengetahuan dan teknologi) IPTEK


6) bahan pustaka/referensi
7) menambah wawasan, pergaulan, pengetahuan, pengembangan karier
8) meningkatkan komunikasi dengan seluruh masyarakat lain
9) meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia
10) informasi beasiswa, lowongan pekerjaan, pelatihan11)
11) hiburan, dan sebagainya
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa internet bukanlah
pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer
dan pelengkapan informasi.
e. langkah-langkah penggunaan internet sebagai sumber belajar
Di dalam penggunaan internet sebagai sumber belajar terdapat beberapa
langkah yang dilakukan yaitu:
1) perencanaan :
a) menentukan tujuan penggunaan internet
b) menetapkan langkah-langkah pokok penggunaan internet dalam
pembelajaran
c) menyiapkan peserta didik sebelum menggunakan internet sebagai
sumber belajar.
2) pelaksanaan :
a) mengusahakan agar penggunaan internet sebagai sumber belajar dapat
di ikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa, khususnya
dalam mata pelajaran (TIK).
b) pastikan kalian berada di area hot spot, tanyakan pada pengelola
gedung atau administor, dimana daerah yang terdapat area hot spot.
Area hot spot memiliki keterbatasan jangkauan, misalnya untuk
gedung bertingkat, biasanya mengalami kesulitan tidak mendapat
sinyal sama sekali.
c) menghidupkan komputer atau laptop (fasilitas lainya seperti HP yang
dilengkapi dengan fasilitas internet).

16

17

d) kita coba berhubungan ke provider untuk mendapatkan sambungan ke


internet.
e) setelah tersambung ke internet, klik dua kali icon E yang ada dilayar
windows sampai muncul layar internet Explorer. Di situ ada jendela
yang dapat dibuka untuk memulai browsing ke salah satu fasilitas web
site yang tersedia, contoh: http://www.google.com.
f) kita memilih salah satu fasilitas, maka akan muncul tayangan layar
dan anda memulai mencari informasi-informasi sesuai dengan
keiginan anda. Disitu tersedia informasi dari seluruh dunia dan dapat
memilihnya.
g) menumbuhkan sikap kritis pada siswa untuk mencari tugas yang
diberikan oleh guru dan dapat melaporkannya secara tepat.
3) penilaian
Untuk penggunaan internet ini, guru memberikan tugas-tugas kepada
siswa dan hasilnya dikirim melalui e-mail, karena dengan mengirim
melalui e-mail guru bisa mengoreksi pekerjaan siswa tanpa harus bertatap
muka. Bahwasanya penggunaan internet dalam pembelajaran, khususnya
Teknologi Informasi dan Komunikasi, guru memberikan wawasan kepada
siswa tentang

sumber-sumber

informasi yang

bisa diakses

dan

dimanfaatkan sebagai pelengkap dalam mencari materi yang diberikan


oleh guru. Disamping itu pembelajaran ini juga menggunakan metode
diskusi agar siswa dapat berfikir aktif dan berfikir kritis dalam
pembelajaran, sehingga media dan metode seimbang dalam penerapannya.
Adapun langkah-langkah penggunaan metode diskusi adalah;
1) perencanaan diskusi :
a) tujuan diskusi harus jelas agar arah diskusi lebih terjamin
b) penentuan dan perumusan masalah yang akan didiskusikan harus jelas
17

18

2) pelaksanaan diskusi :
a) membuat struktur kelompok ( pemimpin, sekertaris dan anggota)
b) membagi-bagi tugas dalam diskusi
c) merangsang seluruh peserta untuk berpartisipasi
d) mencatat ide-ide dan saran-saran yang pentingmenghargai setiap
pendapat yang diajukan peserta
e) menciptakan suasana yang menyenangkan
3) tindak lanjut diskusi :
a) membuat hasil-hasil kesimpulan dari diskusi
b) membacakan kembali hasilnya untuk diadakan koreksi
c) membuat penilaian terhadap pelaksanaan diskusi tersebut untuk
dijadikan bahan pertimbangan dan perbaikan pada diskusi-diskusi
yang akan datang.
4) fasilitas internet
Fasilitas aplikasi internet cukup banyak sehingga memberikan
dukungan bagi keperluan militer, kalangan akademis, kalangan media
massa, maupun kalangan bisnis.Adapun fasilitas-fasilitas internet yang
dapat diperoleh oleh para penggunanya, diantaranya :
a. electronic mail/e-mail/messaging
Electronic mail atau surat electronic adalah fasilitas yang paling
sering digunakan di internet. Dengan fasilitas ini seseorang dapat
membuat dan mengirimkan pesan tertulis kepada seorang atau
sekelompok orang lain yang juga terdaftar di internet.
b. remote loging
Dengan fasilitas ini seorang dapat mengakses program/aplikasi
komputer lain. Misalnya seorang mahasiswa di universitas A dapat
menjalankan aplikasi komputer yang terdapat di universitas B tanpa
harus datang kekampus universitas B apabila komputer A dan B saling
berhubungan menggunakan TCP/IP.
c. users network (UseNet)
18

19

UseNet adalah sistem kelompok diskusi di mana artikel-artikel


didistribusikan ke seluruh. UseNet memiliki ribuan kelompok diskusi,
sehingga tidak heran jika UseNet meliputi segala macam topik yang
mungkin anda inginkan.
d. world wide web (www)
Sering disebut the WEB/W3, merupakan sistem dalam internet
yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi yang cepat
menggunakan teknologi hypertext. Sebutan World Wide Web (Web
jaring laba-laba) sangat tepat untuk menggambarkan struktur pada
internet. Secara teknis, istilah untuk alamat web adalah Uniform
Resourch Locator atau Universal Resourch Locator ( URL). Cara
penulisan URL adalah: http://www.bolanews.com, http:// mengacu
kepada protokol yang digunakan untuk mengakses server halaman
web, yaitu Hypertext Transper Protokol yang disingkat HTTP www
mengacu pada world wide web, menandakan bahwa

halaman ini

bagian dari internet yang disebut wold wide web. Bolanews


menunjukkan bahwa situs ini dimiliki seorang atau badan usaha yang
menamakan dirinya bolanews. Com mengacu pada domain yang
digunakan.
e. tele networking
Telnet adalah program yang memungkinkan komputer kita menjadi
terminal dari komputer lain di internet. Telnet memungkinkan kita
untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan

19

20

menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer


tersebut.
f. hypertext dan hipermedia (Dokumen Electronik Masa Depan)
Dengan elektronik dengan menggunakan frekuensi yang cukup
tinggi, disebut Hypertext. Pendekatan manajemen informasi ini
menyimpan informasi dalam bagian-bagian yang disebut Nodes, biasa
disebut dengan mata rantai dan diketahui sebagai Hyperlink. Sebuah
node dapat berisi paragmen yang didefenisikan dengan baik pada
pengetahuan tekstual. Dalam implementasi yang luas dari konsep ini
disebut Hypermedia. Node juga berisi grafik, pesan audio, gambar
video.
g. chatting/instan messaging/internet relay chatting
Ini adalah fasilitas internet yang digunakan untuk bercakap-cakap
dengan pemakai lain di internet. Chatting dilakukan dengan
menampilkan teks secara real time dilayar monitor, teks yang terampil
dapat ditulis dengan keybord. Sebelum masuk ke group chatting,
pengguna chatting dapat melihat topik yang diperbincangkan dalam
chatting tersebut.
h. internet telephony
Internet telephony adalah fasilitas internet yang memungkinkan
pengguna berbicara melalui internet ke beberapa personal komputer di
seluruh dunia yang di lengkapi dengan peralatan penerima dengan
biaya koneksi internet biasa.
i. internet fax
Internet fax adalah fasilitas internet yang memungkinkan pengguna
untuk mengirim faxsimile lewat internet dengan biaya/tarif lokal.
20

21

5) sumber belajar
a. pengertian sumber belajar
Menurut DirekturjendralPendidikan, sumber belajar adalah segala
sesuatu dan dengan mana seseorang mempelajari sesuatu. Menurut
Asosiasi Teknologi Komunikasi pendidikan (AECT), sumber belajar
adalah semua sumber (baik berupa data, orang atau benda) yang dapat
digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan) belajar bagi siswa.
Sumber belajar itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan
lingkungan/latar. Sumber belajar adalah bahan dan termasuk alat
permainan

untuk

memberikan

informasi

maupun

berbagai

keterampilan kepada murid atau guru, antara lain buku, gambar, nara
sumber, benda atau hasil-hasil budaya. Dalam arti luas sumber belajar
adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta
didik) dan yang memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses
belajar. Edgar Dale mengartikan sumber belajar adalah pengalamanpengalaman yang dasarnya sangat luas, yakni seluas kehidupan yang
mencakup

segala

sesuatu

yang

dapat

dialami,

yang

dapat

menimbulkan peristiwa belajar. Jadi sumber belajar adalah segala


sesuatu yang ada di sekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara
fungsional dapat digunakan untuk membantu optimlisasi hasil belajar.
Optimalisasi hasil belajar dapat dlihat tidak hanya dari hasil belajar
(output), namun juga dilihat dari proses berupa interaksi siswa dengan
berbagai macam sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk

21

22

belajar dan mempercepat pemahaman dan penguasaan bidang ilmu


yang dipelajarinya.
b. klasifikasi sumber belajar
AECT (Association For

Education

Communicition

and

Technology) membedakan sumber belajar menjadi dua yaitu:


1) sumber belajar yang dirancang (learning resouces by design) yaitu
sumber

belajar yang memang sengaja dibuat untuk tujuan

pembelajaran. Contohnya adalah : buku pelajaran, modul, program


audio, transparansi (OHT).
2) sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan
(lerning resouces by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak
secara khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran, namun
dapat di temukan, dipilih dan dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran, contohnya : Pejabat pemerintah, tenaga ahli, pemuka
agama, olahragawan, kebun binatang, waduk, museum, film,
sawah, terminal, surat kabar, siaran televisi, internet dan masih
banyak lagi yang lain.
Internet dapat dikelompokkan sebagai sumber belajar by utilization
karena dalam internet terdapat beragam fasilitas dan informasi yang
dapat dimanfaatkan oleh

dunia pendidikan untuk menambah atau

mencapai tujuan pembelajaran walau ide dasar pembuatan web site


tersebut tidak diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Jadi, begitu
banyaknya sumber belajar yang ada di sekitar kita yang semua itu dapat
kita manfaatkan untuk keperluan belajar. Guru hanya merupakan salah
satu dari sekian banyak sumber belajar yang ada. Sumber-sumber
22

23

belajar yang berada di internet banyak sekali, siswa bisa browsing


informasi berdasarkan apa yang mereka butuhkan. Internet dapat
dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apapun
yang diminati, pasti ada informasi di internet. Beberapa browser yang
biasa digunakan oleh pengguna internet antara lain : Internet Explorer,
Netscape Communicator, Neoplanet, opera, Mozilla Firefox, dan lainlain.
Jadi siswa bisa memanfaatkan dan menggunakan internet sebagai
media sekaligus sumber belajar untuk kegiatan pembelajaran, seperti
mencari tugas yang diberikan oleh guru, artikel dan lain-lain, karena
internet merupakan gudangnya informasi mulai dari hal-hal yang kecil
sampai mencari literatur ilmiah internasional bisa didapatkan melalui
internet, tetapi harus berhati-hati dengan adanya situs-situs yang negatif
dan bisa merusak generasi penerus bangsa.
c. manfaat dan fungsi sumber belajar
Suatu kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan efisien
dalam usaha pencapaian tujuan instruksional. Adapun manfaat sumber
belajar adalah:
1) memberi pengalaman belajar secara langsung dan konkret kepada
peserta didik.
2) dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi
atau dilihat secara langsung dan konkret.
3) dapat menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam
kelas.
4) dapat memberi motivasi yang positif apabila diatur dan direncanakan
pemanfaatannya secara tepat.
23

24

5) dapat merangsang untuk berfikir, bersikap, berkembang lebih lanjut.


Menurut DepartemanPendidikanNasional fungsi sumber belajar
adalah:
a. meningkatkan

produktivitas

pembelajaran

dengan

jalan

mempercepat laju belajar dan membantu guru menggunakan waktu


secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan
informasi.
b. memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih
individual
c. memberi dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran
d. lebih memantapkan pembelajaran
e. memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas dengan
menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
6) prestasi belajar
a. pengertian belajar dan prestasi belajar
Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri atas dua kata,
yaitu prestasi dan belajar, antara kata prestasi dan belajar
mempunyai arti yang berbeda. Menurut Skiner, seorang pakar teori
belajar, belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian
tingkah laku yang berlaku progresif, menurut winkel belajar adalah
aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan

yang

menghasilkan

perubahan-perubahan

dalam

pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap sedangkan


secara psikologis belajar adalah suatu proses perubahan tingkah
laku seseorang sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jadi dapat disimpulkan

bahwa belajar adalah usaha yang dilakukan seseorang melalui


24

25

interaksi dengan lingkungannya untuk merubah perilakunya.


Dengan demikian, hasil dari kegiatan belajar adalah berupa
perubahan perilaku yang relatif permanen pada diri orang yang
belajar. Kegiatan belajar hanya bisa berhasil jika si belajar secara
aktif mengalami sendiri proses belajar.
b. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang
diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar antara lain:
1) faktor intern, adalah faktor yang timbul dari dalam individu itu
sendiri, adapun yang dapat di golongkan dalam faktor intern
adalah:
a) faktor jasmaniah
Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan
seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang
bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemah.
Agar seseorang dapat belajar dengan baik harus mengusahakan
kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara menjaga
kesehatan (olahraga, mengatur pola makan dan lain-lain)
b) faktor psikologis
1. intelegensi
Tingkat kecerdasan atau intelegensi (IQ) siswa tak dapat
diragukan lagi, sangat menentukan tingkat keberhasilan
belajar siswa. Ini bermakna, semakin tinggi kemampuan
intelegensi seorang siswa maka semakin besar peluangnya
untuk meraih sukses, sebaliknya semakin rendah kemampuan

25

26

intelegensi seorang siswa maka semakin kecil peluangnya


untuk memperoleh sukses.
2. perhatian
Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa
harus

mempunyai

perhatian

terhadap

bahan

yang

dipelajarinya, jika bahan pelajarannya tidak menjadi


perhatian siswa maka timbulah kebosanan sehingga ia tidak
lagi suka belajar.
a) minat
Secara sederhana minat berarti kecendrungan dan
kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar
terhadap sesuatu. Minat besar pengaruhnya terhadap
belajar karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak
sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar
sebaik-baiknya. Bahan pelajaran yang menarik minat
siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat
menambah kegiatan belajar.
b) bakat
Jika bahan pelajaran yang dipelajari sesuai dengan
bakatnya maka hasil belajarnya lebih baik karena ia
senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi
dalam belajarnya itu.
2) faktor ekstren adalah faktor yang dapat mempengaruhi prestasi
belajar yang sifatnya dari luar, adapun yang dapat digolongkan
dalam faktor ekstren yaitu:
a) faktor keluarga

26

27

Siswa yang

belajar akan menerima pengaruh dari keluarga

berupa:
1. cara orang tua mendidik
Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya
terhadap belajar anaknya, orang tua yang kurang
memperhatikan pendidikan anaknya, maka hasil yang
didapatkan, nilai/hasil belajarnya tidak memuaskan
bahkan mungkin gagal studinya.
2. suasana rumah
Suasana rumah juga merupakan faktor yang penting,
maka perlu diciptakan suasana rumah yang nyaman dan
santai sehingga anak dapat belajar dengan baik.
3. keadaan ekonomi keluarga
Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan
belajar anak. Anak yang sedang belajar harus terpenuhi
kebutuhan

pokoknya

misalnya:

makan,

pakaian,

perlindungan kesehatan dan lain-lain. Fasilitas belajar


juga harus dipenuhi jika keluarga punya cukup banyak
uang.
B. Kerangka Pikir
Proses belajar mengajar adalah suatu rangkaian peristiwa yang mempunyai
tujuan untuk dicapai. Hasil belajar diperoleh melalui proses belajar mengajar.
Dalam proses belajar mengajar, subjek anak didik secara aktif berinteraksi
dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru. Jadi dalam proses belajar

27

28

mengajar, guru diharapkan senantiasa menerapkan pendekatan edukatif dan tidak


sekedar memberikan materi kepada siswa.
Keberhasilan metode mengajar yang digunakan dalam suatu proses
mengajar dipandang efektif jika dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan
memperkecil kesulitan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Untuk
keperluan tersebut beberapa teknik dan metode ditawarkan kepada guru. Namun
tidak semuanya cocok digunakan dalam semua mata pelajaran. Salah satu
strategi mengajar yang dianggap dapat meningkatkan hasil belajar adalah strategi
pembelajaran aktif. Dalam penerapannya, siswa dituntut untuk aktif dalam
proses pembelajaran.
Pengaruh prestasi belajar teknologi informasi dan komunikasi melalui
pemanfaatan media internet merupakan salah satu strategi mengajar yang
diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran
teknologi informasi dan komunikasi. Pada konsep ini menghadapkan siswa pada
teori dan praktek. Oleh karena itu, penulis mencoba menggunakan media
internet dan menyakini bahwa strategi ini dapat meningkatkan keaktifan siswa
dalam proses pembelajaran serta dapat pula meningkatkan hasil belajar siswa.

28

29

Proses Belajar Mengajar Teknologi


Informasi dan Komunikasi

Penggunaan Internet
Evaluasi

Tanpa Penggunaan
Internet

Analisa
Temuan
Berpengaruh

Tidak
Berpengaruh
Bagan kerangka pikir

C. Hipotesis
Sebelum diajukan hipotesis penelitian ini, terlebih dahulu akan
dikemukakan pengertian hipotesis itu sendiri. Sebagaimana yang telah
dikemukakan oleh Sutrisno Hadi yaitu Hipotetis adalah dugaan yang mungkin
benar dan mungkin juga salah, dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan akan
diterima fakta-fakta yang membenarkannya (Sutrisno Hadi, 1970:60). Winarno
Surakhmad mengatakan Secara etimologi hipotesis berarti suatu yang masih
kurang dari (hypo) sebuah kesimpulan pendapat (skripsi). Dengan kata lain,
hipotesis adalah sebuah kesimpulan tetapi kesimpulan itu belum final, masih
harus dibuktikan kebenarannya. (Winarno surakhmad, 1982:68).
Dari pendapat diatas jelas bahwa hipotesis sebagai suatu kesimpulan yang
sifatnya sangat sementara. Dugaan yang diajukan mungkin salah, maka akan
29

30

ditolak, dan jika benar maka akan diterima,sebelum penulis mengadakan


penelitian untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh penggunaan internet
terhadap prestasi belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa kelas
IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang, maka dibawah ini dikemukakan
dua macam hipotesis, yaitu:
1. hipotesis alternatif
Hipotesis alternatif merupakan kesimpulan sementara yang setelah
diadakan penelitian maka dapat dibuktikan bahwa kesimpulan tersebut dapat
diterima kebenarannya. Adapun bunyinya adalah sebagai berikut:ada
pengaruh penggunaan internet terhadap prestasi belajar Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) siswa kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten
Enrekang.
2. hipotesis nol
Hipotesis nol merupakan kesimpulan sementara yang setelah diadakan
penelitian dinyatakan diterima atau tidak diterima.
Bunyinya adalah sebagai berikut:
tidak ada pengaruh penggunaan internet terhadap prestasi belajar Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa
Kabupaten Enrekang.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain dan Variabel Penelitian


1. Varibel penelitian

30

31

Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu menggunakan Media


Internet dalam proses belajar mengajar sebagai variabel bebas atau variabel
X dan prestasi belajar sebagai variabel terikat atau variabel Y.
2. Desain penelitian
a. merencanakan kegiatan, instrument dan waktu penelitian
b. siswa yang bernomor ganjil masuk kelompok eksperimen dan siswa
c.
d.
e.
f.

benomor genap masuk kelompok control


melakukan proses belajar mengajar
mengumpulkan data
menganalisa data
menarik kesimpulan

B. Defenisi Operasional Variabel


Untuk memperjelas ruang lingkup penelitian ini, maka perlu dikemukakan
defenisi istilah yang digunakan sebagai berikut.
1. Internet adalah gabungan dari jaringan-jaringan komputer diseluruh dunia
yang saling terhubung, sedangkan disisi lain internet merupakan sumber
informasi global yang memanfaatkan kumpulan jaringan-jaringan komputer
30
tersebut sebagai medianya.
2. Prestasi belajar adalah nilai yang diperoleh siswa setelah mengikuti tes pada
akhir setiap pertemuan.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1
Maiwa Kabupaten Enrekang, yaitu berjumlah 246 orang.
Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai keadaan populasi
penelitian ini, dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.1 keadaan populasi
No.
1

Kelas
IX.1

Jumlah Siswa
36 Orang
31

32

2
3
4
5
6
7

IX.2
33 Orang
IX.3
37 Orang
IX.4
35 Orang
IX.5
34 Orang
IX.6
36 Orang
IX.7
35 Orang
Jumlah
246 Orang
Sumber data: Kantor SMP Negeri 1 Maiwa Tahun Pelajaran 2014/2015.
2. Sampel penelitian
Arikunto (1992:107), jika jumlah objeknya kurang dari 100 lebih baik
ambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Selanjutnya jumlah objek besar dapat diambil antara 10-25% atau 20-35%
atau lebih, bergantung kepada kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu,
tenaga, dana, dan sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap objek
penelitian serta besar kecilnya resiko yang ditanggung peneliti.
Oleh karena jumlah populasi di atas cukup besar dan tidak
memungkinkan peneliti untuk meneliti semua populasi tersebut. Maka,
peneliti menarik sampel 15% dari jumlah yaitu 34 orang. Untuk lebih jelasnya
keadaan sampel dapat di lihat pada tabel 3.2 berikut ini.
Tabel 3.2 Keadaan Sampel Penelitian
No.
Kelas
Populasi
Penarikan sampel
1
2
3
4
1
IX.1
36
15%
2
IX.2
33
15%
3
IX.3
37
15%
4
IX.4
35
15%
5
IX.5
34
15%
6
IX.6
36
15%
7
IX.7
35
15%
Jumlah (N)
246
15%

Sampel
5
5
4
5
5
5
5
5
34

D. Teknik Pengumpulan Data


32

33

Dalam penelitian ini digunakan dua macam teknik pengumpulan data yakni
sebagai berikut.
1. Teknik dokumentasi
Teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data tentang
keadaan populasi penelitian.
2. Teknik tes
Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data tentang prestasi siswa
setelah kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Adapun tes yang digunakan
adalah tes tertulis yang harus di kerjakan oleh setiap siswa baik pada
kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol.
E. Teknis Analisis Data
Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik statistik, deskriptif
dalam bentuk kelas atau rata-rata yang rumusnya sebagai berikut:
X=

fx
N

X=

fy
N

Keterangan:
X : simbol mean X

fx : frekuensi masing-masing nilai variabel X

Y : simbol mean Y

fy : frekuensi masing-masing nilai variabel Y

: sigma (jumlah)
N : jumlah individu (Ambo Enre Abdullah, 1970)

33

34

34