Anda di halaman 1dari 36

ADAKAH PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERNET TERHADAP

PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 KULO


KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

PROPOSAL
DIAJUKAN KEPADA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN (STKIP) MUHAMMADIYAH SIDENRENG RAPPANG

DIAJUKAN OLEH :
NAMA

: WAHYUNI

NPM

: 431801812

KELAS

: A3 SIANG

TEKNOLOGI PENDIDIKAN
TAHUN 2015

PERSETUJUAN PEMBIMBING
1

Pembimbing yang ditunjuk oleh Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sidenreng Rappang, tanggal Mei 2015.
NAMA

: WAHYUNI

NPM

: 431801812

Judul Proposal: Adakah pengaruh penggunaan media internet terhadap prestasi


belajar IPA siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang
Menyatakan bahwa Proposal ini telah diperiksa dan dapat di ujikan di depan Panitia
penguji dari STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang.
Sidrap,
Dosen Pembimbing

Drs. H. MIN MENNE, M.Si

Mengetahui,
Ketua STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Dr. AMINUDDIN MAMMA, M.Ag

KATA PENGANTAR

Mei 2015

Bismillahirahmanirrahim
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala karunia yang
dilimpahkannya, sehingga Proposal dapat terwujud sebagai mana adanya yang
disusun dimaksudkan guna memenuhi salah satu dari sekian banyak persyaratan
dalam rangka penyelesaian studi untuk memperoleh Sarjana Pendidikan.
Kemudian dengan melalui kesempatan yang sangat baik ini, maka
penulis menyampaikan berupa ucapan Terimah Kasih, terutama ditujukan kepada
:
1. Dr. AMINUDDIN MAMMA, M.Ag, Beliau selaku Ketua STKIP
Muhammadiyah Sidrap, atas berbagai bentuk kebijakaan beliau, sehingga
penulis tidak pernah mengalami kesulitan sampai tahap akhir penyelesaian
studi.
2. SUARDI ZAIN,S.Pd., M.Pd, Selaku Ketua Program Studi Teknologi
Pendidikan STKIP Muhammadiyah Sidrap, atas kebijakannya, sehingga
penulis tidak pernah merasakan adanya tantangan berat dalam proses
perkuliahan.
3. Drs. H. AMIN MENNE, M.Si, Beliau selaku pembimbing dalam rangka
penulisan dan penyusunan proposal ini, dan atas kerelaan dan meluangkan
waktu member petunjuk dan bimbingan.
4. Para Dosen dan Asisten dalam jajaran STKIP Muhammadiyah Sidrap atas
keikhlasan hati beliau menyampaikan ilmu-ilmu pengetahuan yang
dimilikinya.
5. Segenap rekan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sidrap, memberikan
bantuan berupa pemikiran dalam proses penyusunan proposal ini.
Atas segala bentuk bantuan yang telah diberikan kepada penulis baik sifatnya
langsung maupun tidak langsung, penulis tak lupa mendoakan semoga
mendapatkan pahala yang berlipat dan kita semua senantiasa mendapatkan
rahmat dari Illahi Rabbi, Amin

Sidrap, Mei 2015


Penulis
Ttd
WAHYUNI

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.....1
HAL PERSETUJUAN PEMBIMBING2

KATA PENGANTAR.. 3
DAFTAR ISI 4
DAFTAR TABEL 6
BAB

I. PENDAHULUAN

A.
B.
C.
D.

BAB

Latar elakang 6
Perumusan Masalah9
Tujuan Penelitian 10
Manfaat Hasil Penelitian10

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR


A. Tinjauan Pustaka 11
B. Kerangka Berpikir27
C. Hipotesis 29

BAB

III. METODE PENELITIAN


A.
B.
C.
D.
E.

Lokasi Penelitian 19
Variabel Penelitian 30
Populasi Dan Sampel 32
Teknik Pengumpulan Data 34
Teknik Analisis Data 34

DAFTAR PUSTAKA 37
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dewasa ini bidang pembelajaran secara umum sedikit banyaknya
terpengaruh oleh adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengaruh perkembangan tersebut tampak jelas dalam upaya-upaya pembaharuan


sistem pendidikan dan pembelajaran. Upaya pembaharuan itu menyentuh bukan
hanya pada sarana fisik/fasilitas pendidikan, tetapi juga sarana non-fisik. Seperti
pengembangan kualitas tenaga-tenaga kependidikan yang memiliki pengetahuan,
kemampuan, dan keterampilan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang tersedia,
cara kerja yang inovatif, serta sikap yang positif terhadap tugas-tugas
kependidikan diajarkan. Salah satu bagian integral dari upaya pembaharuan itu
adalah media pembelajaran. Oleh karena itu, media pembelajaran menjadi suatu
syarat yang harus dikuasai guru profesional.
Tumbuhnya kesadaran guru terhadap pentingnya pengembangan media
pembelajaran di masa yang akan datang harus dapat direalisasikan dalam praktik.
Di samping memahami penggunaannya, para guru pun patut berupaya untuk
untuk mengembangkan keterampilan membuat sendiri media yang menarik ,
murah, dan efisien, dengan tidak menolak kemungkinan penggunaan alat modern
yang sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu media yang sedang berkembang dan sudah menyentuh dunia
pendidikan adalah media internet. Media internet berkembang begitu pesat
dengan menyajikan jaringan global komputer dunia, dimana setiap komputer
saling terhubung satu sama lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam
informasi, mulai dari teks, gambar, audio, video, dan lainnya sehingga mampu
mempengaruhi penggunanya. Tetapi, dari berbagai macam variasi jaringan global
komputer dunia itu, apakah media internet dapat digunakan sebagai media
pembelajaran bagi siswa khususnya pada mata pelajaran Biologi. Internet

memberikan banyak sekali dampak. Dampak yang ditimbulkan oleh media


internet salah satunya adalah dengan mudah mendapatkan informasi-informasi
yang menunjang bagi proses pembelajaran
Pengertian Internet dapat diartikan jaringan komputer luas yang
menghubungkan pemakai komputer satu dengan komputer lainnya dan dapat
berhubungan dengan komputer dari suatu negara ke negara di seluruh dunia.
(http://id.wikipedia.org). Dimana di dalamnya terdapat berbagai ragam informasi
fasilitas layanan internet browsing atau surfing yaitu kegiatan berselancar di
internet. Penafsiran yang sempit mengenai penggunaan media internet sebagai
media pembelajaran Seni tari yang berliku untuk memanfaatkan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Tidak sedikit guru yang seharusnya menjadi
fasilitator pembelajaran seni tari tidak mengetahui sama sekali tentang
pentingnya penggunaan media internet.
Sumber-sumber belajar dapat digolongkan dalam lima kategori yaitu:
manusia, buku/perpustakaan, media massa, alam lingkungan dan media
pendidikan. Karena itu sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat
dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk
belajar seseorang.
Menyikapi hal tersebut, adalah tugas guru sebagai salah satu komponen
penting dalam proses belajar mengajar mempunyai kreativitas untuk meramu
pembelajaran IPA agar menarik sehingga jauh dari kesan monoton. Guru IPA
harus mempunyai sejumlah pengetahuan dan kemampuan luas mengenai cara
mengajar yang baik serta harus mendalami pribadi siswa sehingga dapat

menghasilkan siswa yang mampu mengembangkan dirinya menjadi siswa yang


penuh kreativitas yang tinggi dan berprestasi. Guru yang bermutu memberikan
pengaruh yang paling tinggi terhadap mutu pendidikan.
Dengan demikian penggunaan media internet itu sangat besar peranannya
terhadap prestrasi belajar siswa. Penggunaan media internet juga dapat berperan
sebagai Motivating Force yaitu sebagai kekuatan yang akan mendorong siswa
untuk belajar. Siswa yang berminat kepada pelajaran akan tampak terdorong
untuk terus tekun belajar, sehingga dengan minat tersebut siswa akan
memperoleh peningkatan prestasi belajar.
Menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya ternyata guru masih
mengalami kendala dalam menggunakan media internet terhadap prestasi belajar
IPA. Kendala tersebut diantaranya kurangnya kepedulian orang tua terhadap
putra-putrinya untuk lebih mengarahkan anak untuk dapat menggunakan media
internet secara positif. Selain itu itu pula siswa lebih senang menggunakan media
internet untuk membuka situs-situs jejaring sosial dibanding untuk browsing
tugas-tugas sekolah yang lebih positif. Hal ini mengakibatkan siswa tidak
maksimal dalam menggunakan media internet.
Berdasarkan dari pemahaman-pemahaman diatas, peneliti mencoba
mengangkat permasalahan tersebut ke dalam studi penelitian yang berjudul
Pengaruh Penggunaan Media Internet Terhadap Prestasi Belajar IPA Siswa
Kelas VIII SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang.
B. Rumusan Masalah
Pembelajaran saat ini masih kurang adanya pemahaman dan kemampuan
guru

dalam

mengembangkan

media

pembelajaran.

Sehingga

dapat

mempengaruhi kreativitas dan minat siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu
perlu diterapkan metode dan media lain yang dapat memacu siswa lebih kreatif
dan berkreasi dengan diberikan stimulus-stimulus dari media pembelajaran yang
lebih modern.
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka dapat di identifikasi masalah
sebagai berikut Adakah pengaruh penggunaan media internet terhadap prestasi
belajar IPA siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng
Rappang?

10

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitan ini adalah untuk mengetahui
pengaruh penggunaan internet terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas VIII
SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Menjadi sarana pembelajaran atau bahan kajian bagi kalangan yang
berkecipung dalam dunia pendidikan, khususnya bagi guru IPA tentang
penggunaan internet dalam pembelajaran IPA.
2. Menjadi masukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pihak
pengambil kebijakan terhadap penyediaansarana dan prasarana sekolah,
khususnya sarana internet.
3. Menjadi bahan perbandingan terhadap penelitian serupa di tempat lain.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

11

A. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian internet
Internet adalah jaringan global komputer di dunia, dapat diartikan juga
sebagai jaringan komputer yang luas dan yang mendunia, yaitu menghubungkan
pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di
dalamnya terdapat berbagai macam sumber daya informasi dari mulai yang statis
hingga yang dinamis dan interaktik, internet berasal dari kata Interconnection
Networking, yang artinya koneksi atau hubungan antara berbagai macam
komputer dengan berbagai macam tipe dan jenisnya. Internet atau international
network merupakan rangkaian jaringan terbesar di dunia. Semua jaringan yang
berada pada semua organisasi dihubungkan dengan suatu jaringan terbesar
sehingga dapat saling berkomunikasi.Supriyanto (2005: 8) menyatakan :
International Network (Internet) adalah sebuah jaringan komputer
yang sangat besar yang terdiri dari jaringan-jaringan kecil yang saling
terhubung yang menjangkau seluruh dunia. Internet merupakan
suatu jaringan komunikasi tanpa batas yang melibatkan jutaan
komputer

pribadi

yang tersebar

menggunakan protokol

di

seluruh

Transmission Control

dunia.

Protocol/Internet

Protocol (TCP/IP) dan didukung oleh media komunikasi


satelit

dan

paket

radio,

maka

internet

Dengan

seperti

telah memungkinkan

komunikasi antar komputer dengan jarak yang tidak terbatas.

12

Internet adalah singkatan dari Interconnected Network Internet atau


sederhana dapat diartikan sebagai hubungan yang terdiri dari berbagai
jenis komputer dengan spesifikasi yang berbeda-beda yang membentuk sebuah
sistem komunikasi. Tracy Laquey (1997: 1) mengemukakan bahwa internet
merupakan jaringan longgar dari ribuan jaringan yang menjangkau jutaan
orang di seluruh dunia
Berdasarkan

pendapat

di

atas,

dapat ditarik kesimpulan bahwa

beberapa bentuk jaringan yang berbeda-beda dapat saling bertukar informasi


dan data melalui internet menggunakan seperangkat aturan yang disebut
protokol. Adapun protokol yang sekarang sering digunakan adalah TCP/IP
atau singkatan dari Transmission Control Protocol / Internet Protocol,
walaupun banyak protokol lain yang tersedia seperti DECnet, SNA dan
Novell, namun agar komputer-komputer itu dapat berkomunikasi, haruslah
menggunakan protokol yang sama pada saat bersamaan, penjelasannya akan
ada pada saat bersamaan, penjelasannya akan ada pada bagian cara kerja
internet
2. Latar belakang munculnya internet
Sejarah internet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan
Amerika,U.S. Defense Advance Rasarch Projects Agency (DARPA) memutuskan
untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah
komputer sehingga membentuk jaringan organic. Program riset ini dikenal

13

dengan nama atau sebutan ARPANET. Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil
menyempurnakan program e-mail yang dia buat atau diciptakan setahun yang
lalu untuk ARPANET, program e-mail ini begitu mudah sehingga bisa langsung
menjadi popular. Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalkan sebagai
lambang yang penting yang berfungsi untuk menunjukkan at atau pada. Pada
tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika
Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama
yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet.
Hari bersejarah berikutnya adalah pada tanggal 26 maret tahun 1976,
ketika itu Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signal and Radar
Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer
yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada
tahun 1979, Tom Trustcott, Jim Ellis dan Steve Bllovin, menciptakan
newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Pada tahun 1981 Frame
Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan Telepon Televisi pertama,
dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan dengan
menggunakan video link. Karena komputer yang membentuk jaringan semakin
hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh
semua jaringan.
Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan
Internet Protocol atau IP yang kita kenal semua. Untuk menyeragamkan alamat
di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem

14

nama domain yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System.
Tahun 1988, Jarko Oikarenen dari Finlad menemukan dan sekaligus
memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah
komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam
setahun.
Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee
menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu
komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program
inilah yang disebut www, atau World Wide Web. Tahun 1992, komputer yang
saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di
tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet
telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual
shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang
sama pula Yahoo! Didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator
1.0
Sekilas sejarah internet masuk ke Indonesia ini, yang mana dimulai pada
awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet yang ada di Indonesia lebih dikenal
sebagai paguyuban Network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan dan
gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya atau pengguna
Internetnya.

Agak

berbeda

dengan

suasana

Internet

Indonesia

pada

perkembanganya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual pada


sebagian

aktivitasnya,

terutama

yang

melibatkan

dengan

perdagangan

15

Internet.sejak tahun 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang


memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuseve (AS) untuk mengakses internet.
3. Fasilitas dan layanan internet
a. Browsing/surfing,
Sebuah layanan pada internet yang berfungsi untuk menampilkan
suatu situs/website guna mencari suatu informasi. Program yang
digunakan untuk browsing/surfing adalah internet Explorer, Mozilla
Firefox, Opera, Netscape Navigator. Untuk melakukan browsing harus
mengetik alamat website pada address, misalnya: www.detik.com,
www.rotten.com, dan www.yahoo.com
b. Email (Electronic Mail),
Sebuah layanan untuk pengiriman surat elektronik. Untuk
mengirim e-mail kita harus mempunyai e-mail (mailbox). Untuk
membuat mailbox melalui website tertentu yang menyediakan layanan
tersebut. Yahoo.com, Plasa.com, telkomsel.net, doramail.com
c. Inter Relay Chat (Chatting),
Fasilitas yang digunakan untuk melakukan perbincangan atau
bercakap-cakap melalui internet menggunakan teks atau sering disebut
dengan chatting.
d. Newsgroup,
Aplikasi internet yang berfungsi untuk berkomunikasi antara satu
dengan yang lain guna membahas suatu topik dalam sebuah forum.

16

Grup-grup akan menjadi sarana pertemuan jarak jauh secara elektronik.


Contoh : diskusi tentang Indonesia alt.culture.Indonesia,
e. File Transfer Protocol (FTP),
Fasilitas untuk mengirim suatu file yang disertakan melalui email.
File yang dikirim dapat berupa file naskah (word), gambar, animasi,
music.
f. Teleconference,
Fasilitas internet yang juga digunakan untuk berbincang-bincang
dengan cara yang kompleks yaitu mulai dari suara hingga gambar,
sehingga

seolah-olah

kita

dapat

langsung

berhadapan

dengan

leconferensce harus dilengkapi dengan web caeman bicara. Fasilitas ini


merupakan pengembangan dari chatting. Komputer yang digunakan
untuk teleconference harus dilengkapi dengan web kamera, sound card,
tv tuner, VoIP. Fasilitas ini sangat sangat cocok untuk melakukan rapat
atau pertemuan jarak jauh karena bisa saling memandang dan
mendengar secara langsung.
4. Manfaat internet
Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila
seseorang bisa mengakses Internet. Berikut ini sebagian dari apa yang
tersedia di internet:
a. Informasi

untuk

kehidupan

pribadi:

hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial.

kesehatan,

rekreasi,

17

b. Informasi

untuk

kehidupan

profesional

atau

pekerja:

sains,

teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi


profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi. Satu hal yang
paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas
negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor-faktor lain yang
biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran.
Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat
demokratis serta

memiliki

kode

etik

yang

dihormati

segenap

anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama


antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia,
sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan

jaringan

internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.


Pemanfaatan internet sekarang ini kian meluas. Pada awal tahun
2000, internet
dan

lebih

banyak

digunakan

oleh

kalangan

bisnis

perkantoran. Mengaksesnya pun tak semudah dan semurah

sekarang. Kini internet dapat dengan mudah diakses oleh berbagai


kalangan, termasuk pelajar. Program internet

masuk sekolah pun

diluncurkan untuk memberikan Manfaat Internet Bagi Pelajar.


Internet membuat dunia seolah tanpa batas. Tanpa beranjak dari
kursi warnet saja, seseorang sudah dapat berkeliling dunia, bertemu dan
mengobrol dengan banyak orang, berkunjung ke banyak tempat,
membaca banyak buku, dan memperoleh banyak informasi terbaru.

18

Keunggulan inilah yang ingin diberikan kepada para pelajar. Sebagai


sebuah produk teknologi, internet bebas nilai. Internet ibarat koin yang
memiliki dua sisi, sama seperti semua hal lain di dunia ini.
5. Kendala internet
Kendala yang dihadapi peserta didik dalam menggunakan internet di
SMP Negeri 2 Kulo adalah kurang banyaknya komputer yang disediakan
oleh pihak sekolah, alokasi waktu yang kurang mencukupi dalam
pembelajaran.

Upaya

yang

pembelajaran

IPA

pembelajaran

diantaranya

dilakukan

dengan menggunakan

dalam

rangka

internet

pelaksanaan

sebagai

media

sekolah berusaha untuk melengkapi sarana

pembelajaran dengan adanya penambahan unit komputer, alokasi waktu


yang harus dipikirkan secara matang dalam pembelajaran IPA.
6. Pengertian prestasi belajar
Untuk membahas tentang prestasi belajar terlebih dahulu kita harus
mengerti apa itu prestasi dan apa itu belajar. Secara terperinci diuraikan di
bawah ini:
a. Pengertian belajar
Kata belajar dalam kamus bahasa Indonesia berarti: menuntut
ilmu. Jadi belajar menurut arti kata adalah menuntut ilmu, yang mana
akan terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu.
Adapun pengertian belajar menurut pendapat para ahli di
antaranya sebagai berikut:
Belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman kecuali
perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh proses menjadi mantapnya
seseorang atau perubahan yang bersifat temporer.

19

Sedangkan menurut pendapat Dzakir mengatakan bahwa:


Belajar adalah suatu usaha menguasai suatu kecakapan. Baik
merupakan kecakapan rohani maupun merupakan materi yang telah
ada untuk selanjutnya diorganisir yang kemudian menjadi miliknya
(Dzakir, 1966).
Dan menurut A. Q. Sartian dalam Psychologi Understanding Human
Behavior. Dan Di Re Crombach dalam Educational Psychology mengatakan
bahwa:
Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku atau perubahan kebiasaankebiasaan memperoleh pengetahuan dan sikap.
Dari beberapa pengertian tersebut di atas, maka penulis dapat
memberikan suatu kesimpulan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku
yang timbul kepada seseorang yang telah melakukan sesuatu.
b. Pengertian prestasi
Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie yang
artinya adalah kemampuan atau kesanggupan.
Kata prestasi dalam kamus bahasa Indonesia berarti hasil yang
telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). (W. J. S.
Poerwadarminta, op. cit. hal. 254).
Dalam buku Ensikolopedi Umum Bahasa Indonesia prestasi
belajar berarti segala pekerjaan yang berhasil dan menunjukkan
kecakapan suatu manusia dalam suatu bangsa. (Adi Negara, 1953:298).
Sedangkan Prof. DR. Ambo Enre Abdullah mengatakan bahwa:
siswa yang mempunyai potensi tinggi, mempunyai kecenderungan untuk
memperoleh prestasi lebih tinggi. (Ambo Enre Abdullah, 1983:83).

20

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa


prestasi adalah tingkat kemampuan maksimal seseorang yang telah
dicapai setelah melakukan suatu pekerjaan.
Dari pengertian kata prestasi dan kata belajar sebagaimana telah
ditemukan pada bagian terdahulu, maka prestasi belajar dapat diartikan
sebagai hasil yang telah dicapai seorang murid setelah melakukan
kegiatan belajar.
7. Pengertian pembelajaran IPA Terpadu
Pembelajaran terpadu yaitu suatu pendekatan belajar mengajar yang
melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna
kepada anak didik. Dikatakan bermakna karena dalam pengajaran terpadu,
anak akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui
pengamatan langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang
mereka pelajari.
Ilmu pengetahuan alam (IPA) adalah suatu kumpulan teori yang
sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam,
lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan
eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka,
jujur, dan sebagainya..
Ilmu Pengetahuan Alam atau yang biasa kita sebut dengan IPA berasal
dari bahasa Inggris yaitu natural sciences. Pada awalnya natural sciences
berasal dari kata scientia yang berarti saya tahu. Setelah itu diadopsi

21

menjadi science dalam bahasa Inggris yang berarti pengetahuan, sedangkan


dalam bahasa Indonesia disebut dengan sains.
Dari namanya, sains dapat diartikan menjadi ilmu yang mempelajari
sebab dan akibat dari kejadian di alam ini. Tetapi banyak dari kejadian di alam
ini yang belum dapat dijelaskan oleh sains. Meskipun materi dalam sains
hampir selalu berhubungan dengan eksperimen, namun konsep sains adalah
hasil tanggapan pikiran manusia atas segala yang terjadi di alam ini. Kalau
ditinjau dari segi itu, sains dapat juga dikategorikan sebagai ilmu teoritis.
Tetapi suatu teori, betapapun indahnya dirumuskan, tidaklah dapat
dipertahankan jika tidak dibuktikan dengan hasil observasi. Karena teori
selalu didasari oleh suatu pengamatan.
Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran sains adalah
berorientasi pada siswa. Peran guru bergeser dari menentukan apa yang akan
dipelajari ke bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman siswa.
Pengalaman

belajar

diperoleh

melalui

serangkaian

kegiatan

yang

mengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan teman, lingkungan,


dan narasumber lain. Pemberian pengalaman belajar secara langsung sangat
ditekankan melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan
sikap ilmiah dengan tujuan untuk memahami konsep-konsep dan mampu
memecahkan masalah.
Kegiatan pembelajaran lebih diarahkan pada pengalaman belajar
langsung daripada pengajaran (mengajar). Guru berperan sebagai fasilitator

22

sehingga siswa lebih aktif dalam proses belajar. Guru terbiasa memberikan
peluang seluas-luasnya agar siswa dapat belajar lebih bermakna dengan
memberi respon yang mengaktifkan semua siswa secara positif dan edukatif
(Diknas, 2003).
8. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (SAINS) di SMP
Ilmu Pengetahuan Alam atau yang biasa kita sebut dengan IPA berasal dari
bahasa Inggris yaitu natural sciences. Pada awalnya natural sciences berasal dari
kata scientia yang berarti saya tahu. Setelah itu diadopsi menjadi science dalam
bahasa Inggris yang berarti pengetahuan, sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut
dengan sains. Dari namanya, sains dapat diartikan menjadi ilmu yang mempelajari
sebab dan akibat dari kejadian di alam ini. Tetapi banyak dari kejadian di alam ini
yang belum dapat dijelaskan oleh sains.
Meskipun materi dalam sains hampir selalu berhubungan dengan
eksperimen, namun konsep sains adalah hasil tanggapan pikiran manusia atas segala
yang terjadi di alam ini. Kalau ditinjau dari segi itu, sains dapat juga dikategorikan
sebagai ilmu teoritis. Tetapi suatu teori, betapapun indahnya dirumuskan, tidaklah
dapat dipertahankan jika tidak dibuktikan dengan hasil observasi. Karena teori selalu
didasari oleh suatu pengamatan (Sukarno dkk, 1982:1-2). Pendekatan yang
digunakan dalam pembelajaran sains adalah berorientasi pada siswa. Peran guru
bergeser dari menentukan apa yang akan dipelajari ke bagaimana menyediakan
dan memperkaya pengalaman siswa. Pengalaman belajar diperoleh melalui
serangkaian kegiatan yang mengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan
teman, lingkungan, dan narasumber lain. Pemberian pengalaman belajar secara

23

langsung sangat ditekankan melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan


proses dan sikap ilmiah dengan tujuan untuk memahami konsep-konsep dan mampu
memecahkan masalah.
Kegiatan pembelajaran lebih diarahkan pada pengalaman belajar langsung
daripada pengajaran (mengajar). Guru berperan sebagai fasilitator sehingga siswa
lebih aktif dalam proses belajar. Guru terbiasa memberikan peluang seluas-luasnya
agar siswa dapat belajar lebih bermakna dengan memberi respon yang mengaktifkan
semua siswa secara positif dan edukatif (Diknas, 2003).
9. Materi sistem pencernaan pada manusia
Sistem pencernaan makanan merupakan salah satu pokok bahasan dari mata
pelajaran IPA yang menjelaskan tentang proses pencernaan pada manusia dan alatalat pencernaanya. Alat-alat pencernaan tersebut berhubungan satu dengan yang lain
membentuk sistem pencernaan makanan. Alat pencernaan manusia terdiri atas rongga
mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan poros atau anus.

Proses pencernaan terdiri atas pencernaan secara mekanik dan kimiawi.


Pencernaan mekanik terjadi di rongga mulut, yaitu penghancuran makanan oleh gigi
yang dibantu lidah. Pencernaan kimiawi terjadi di dalam rongga mulut, usus dan
lambung dengan bantuan enzim. Enzim adalah suatu zat kimia yang membantu
proses pencernaan.
a

Rongga Mulut
Proses pencernaan yang pertama terjadi di dalam rongga mulut. Di dalam

rongga mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah. Makanan yang kita makan

24

mula-mula masuk kedalam rongga mulut. Makanan dihancurkan menjadi bagian


kecil oleh gigi. Pada saat yang sama makanan dicampur air liur dari kelenjar air liur.
Kelenjar ludah menghasilkan air ludah yang mengandung enzim ptialin (amilase).
Enzim ptialin menguraikan amilum (zat tepung) menjadi maltosa (zat gula). Makanan
yang telah dikunyah halus kemudian didorong masuk ke kerongkongan.
Gigi manusia terdiri atas tiga macam, yaitu:
1

Gigi seri berbentuk seperti pahat, berfungsi untuk mencengkeram dan


memotong makanan menjadi lebih kecil;

Gigi taring berbentuk lancip dan runcing, berfungsi untuk menusuk dan
merobek atau mengoyak makanan;dan

Gigi geraham berbentuk besar rata dan bergelombang atau bergerigi,


berfungsi untuk menghancurkan makanan.
Gigi tertanam pada tulang rahang yang tertutup oleh gusi. Bagian-bagian gigi

terdiri atas email, tulang gigi, dan rongga gigi yang berisi pembuluh darah dan
syaraf. Lapisan gigi yang palig luar disebut email. Email merupakan zat keras
sebagai pelindung bagian gigi dalamnya. Di bawah email terdapat tulang gigi. Bagian
gigi yang melekat pada tulang rahang disebut akar gigi. Melekatnya gigi ini karena
perantara semen.
b

Kerongkongan
Setelah dicerna di dalam mulut, makanan akan didorong masuk ke dalam

kerongkongan dengan gerakan meremas dan mendorong oleh otot kerongkongan.


Gerakan otot ini disebut gerak peristaltik.
c

Lambung

25

Di dalam lambung makanan dilumatkan atau dicerna kembali secara kimiawi


dengan bantuan enzim yang di sebut pepsin dan renin. Pepsin berperan mengubah
protein menjadi pepton, sedangkan renin berfungsi untuk mengendapkan protein susu
dari air susu. Di dalam lambung terdapat asam klorida yang berfungsi sebagai
pembunuh kuman penyakit dan mengaktifkan pepsin.
Ketika proses pencernaan terjadi di dalam lambung, otot-otot dinding
lambung berkontraksi. Hal tersebut menyebabkan makanan akan tercampur dan
teraduk dengan enzim serta asam klorida. Secara bertahap makanan akan berubah
menjadi bentuk bubur, kemudian sedikit demi sedikit meninggalkan lambung menuju
usus dua belas jari.
d

Usus dua belas jari


Disebut usus dua belas jari karena panjangnya kira-kira dua belas jari tangan

orang dewasa. Di usus dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi dengan
bantuan getah pankreas dan getah empedu. Getah pankreas dihasilkan oleh kelenjar
pankreas, sedangkan getah empedu dihasilkan olah hati.
Getah pankreas berguna untuk memecah zat makanan menjadi bentuk yang
lebih sederhana. Getah pankreas mengandung enzim amilase, lipase dan tripsin.
Enzim amilase berfungsi mengubah zat tepung menjadi zat gula. Enzim lipase
berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim tripsin berfungsi
mengubah protein menjadi asam amino.
Getah empedu berguna untuk mencerna lemak. Zat-zat inilah yang dapat
diserap oleh tubuh. Jika getah empedu tidak berfungsi dengan baik, maka lemak
sukar diserap oleh usus dua belas jari.

26

Usus halus
Usus yang paling panjang pada saluran pencernaan adalah usus halus.

Didalam usus halus makanan mengalami pencernaan yang terakhir. Usus halus
mengandung bermacam-macam cairan yang dapat membantu menyempurnakan
pencernaan makanan. Seluruh permuakaan dalam usus halus mengandung pembuluh
darah. Di dalam terjadi penyerapan sari makanan.
Makanan yang sudah dicerna kemudian diserap oleh dinding-dinding usus
halus melalui pembuluh darah. Penyerapan sari makanan oleh usus disebut absorbsi.
Asam amino dan zat gula yang telah diserap kemudian diedarkan oleh darah
keseluruh tubuh. Sedangkan asam lemak diserap oleh getah bening kemudian
diedarkan oleh darah keseluruh tubuh. Bagian makanan yang tidak dibutuhkan oleh
tubuh berupa sisa makanan akan masuk ke usus besar.
f

Usus besar
Bagian awal dari usus besar disebut usus buntu, dan bagian ujungnya ada

tambahan kecil yang disebut umbai cacing (apendiks). Bagian akhir dari usus besar
disebut rektom (poros) dan muaranya disebut anus.
Fungsi usus besar yaitu mengatur kadar air dalam sisa-sisa makanan dan
melakukan penyerapan air. Sebaliknya jika kadar air sedikit, maka usus besar
mengeluarkan air. Hal ini bertujuan agar sisa-sisa makanan mudah dikeluarkan. Di
dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk. Bakteri pembusuk melakukan
pembusukan sisa makanan menjadi kotoran. Kotoran (tinja) tersebut kemudian
dibuang melalui anus.
g

Anus

27

Anus adalah tahap paling akhir dari pencernaan makanan. Sisa makanan dari
usus besar, sedikit-demi sedikit didorong secara peristaltik menuju poros usus. Jika
poros usus sudah penuh, akan timbul rangsangan untuk buang air besar. Kotoran
tersebut kemudaian akan dibuang melalui anus.

B. Kerangka Pikir
Sebagai acuan kerangka pikir dalam penelitian ini ditemukan beberapa hal
antara lain sebagai berikut.
Masih banyak guru di SMP khususnya di daerah ini menyajikan materi
pelajaran tanpa menggunakan media yang tepat dalam proses belajar mengajar.
Para guru lebih sering menggunakan ceramah dalam penyajian materi.
Salah satu media yang cukup efektif hasilnya jika diterapkan dengan baik
oleh guru adalah media internet karena dapat memberikan informasi kepada
siswa.
Bidang studi Biologi dipilih sebagai sasaran karena bidang ilmu ini
merupakan salah satu bidang ilmu yang agak sulit dipahami oleh siswa.
Untuk lebih jelasnya kerangka pikir ini dapat dillihat pada bagan berikut ini:

Proses Belajar Mengajar


IPA

Penggunaan Media Internet

Tanpa Penggunaan Media Internet


Evaluasi
Analisis
Temuan

Ada Pengaruh

Tidak Ada Pengaruh

28

Bagan Kerangka Pikir

C. Hipotesis
Berpatokan pada pengertian hipotesis, maka dalam hubungannya dengan
penelitian ini, dirumuskanlah sebuah hipotesis kerja yang menyatakan ada
pengaruh penggunaan media internet terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas
VIII di SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang 2013/2014.
Karena pengujian hipotesis akan menggunakan analisis statistik, maka
hipotesis diubah menjadi hipotesis nihil yaitu Tidak ada pengaruh penggunaan
media internet terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas VIII di SMP Negeri 2
Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang 2014/2015.

29

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Variabel dan Desain Penelitian


1. Variabel penelitian
Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu, penggunakan media
internet sebagai variabel bebas atau variabel X dan prestasi belajar IPA
sebagai variabel terikat atau variable Y.
2. Desain penelititan
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan studi kasus
mengambil lokasi di SMP Negeri 2 Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Adapun bentuk kuantitatif diperoleh dengan menggunakan desain eksperimen.
Desain penelitian ini dapat digambarkan secara singkat dalam tabel sederhana
sebagai berikut:
Tabel 3.1 : Desain penelitian
Kelompok
Eksperimen(X)
Kontrol(Y)
Keterangan:

Perlakuan
P
-

Post-tes
O
O

30

= Kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan dengan

menggunakan media internet.


Y
= Kelompok kontrol yang tidak menggunakan media.
P
= Perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen.
O
= Post-tes yang diberikan kepada kedua kelompok.
Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini sebagai berikut:
a. Merencanakan kegiatan dan menetukan waktu penelitian
b. Membagi siswa sampel ke dalam dua kelompok yaitu kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol
c. Melakukan proses belajar mengajar terhadap kedua kelompok sampel,
kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan media internet dan
kelompok kontrol diajar dengan tidak menggunakan media internet
d. Mengumpulkan data dengan memberikan tes kepada kedua kelompok
setelah PBM berlangsung
e. Menganalisis data dengan mengolah nilai kemudian menghitungnya
dengan menggunakan rumus T-Tes
f. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis data dan tema penelitian.

B. Definisi Operasional Variabel


Untuk memperjelas ruang lingkup penelitian ini, maka perlu dikemukakan
definisi istilah yang digunakan sebagai berikut:
1. Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking, yang
berarti hubungan dari banyak jaringan komputer dengan berbagai tipe
dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, salelit,
dan lainnya. Pengertian Internet (inter-network) dapat diartikan jaringan
komputer luas yang menghubungkan pemakai komputer satu dengan
komputer lainnya dan dapat berhubungan dengan komputer dari suatu negara

31

ke negara di seluruh dunia.


2. Prestasi belajar adalah nilai yang diperoleh siswa setelah mengikuti tes pada
akhir setiap pertemuan.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Arikunto (2010: 173) yang dimaksud dengan populasi adalah
keseluruhan dari objek penelitian. Sesuai dengan pengertian tersebut maka
populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2
Kulo tahun ajaran 2014/2015, yang berjumlah 60 siswa.
Untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai keadaan populasi
penelitian, dapat dilihat pada tabel berikut:

32

Tabel 3.2 : Keadaan Populasi


Kelas

Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan

Jumlah

Kelas VIII 1

10

11

21

Kelas VIII 2

10

10

20

Kelas VIII 3

12

19

Jumlah

60

Sumber : Kantor SMP Negeri 2 Pancarijang Kabupaten Sidenreng Rappang.


2. Sampel
Setiap peneliti dapat menetapkan jumlah/besar sampel sebagai objek
penelitian berdasarkan asumsi bahwa sampel tersebut memiliki ciri atau sifat
yang sama dengan populasi. Karena adanya persamaan sifat atau ciri antara
sampel dengan populasi, maka hasil penelitian terhadap sampel dapat
diberlakukan pada populasi. Arikunto (1992: 107) mengatakan, bahwa jika
jumlah objeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga
penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah
objeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih,
bergantung kepada kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga, dana,
dan sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap objek penelitian serta
besar kecilnya resiko yang ditanggung peneliti.

D. Teknik Pengumpulan Data

33

Teknik atau metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian


ini adalah dokumentasi dan tes. Kedua metode tersebut akan dijelaskan secara
singkat sebagai berikut ini.
1. Dokumentasi, digunakan untuk memperoleh data jumlah siswa kelas VIII
SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang yang tahun pelajaran
2014/2015.
2. Tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas baik kelas
VIII SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang yang
menggunakan maupun yang tidak menggunakan internet dalam mata
pelajaran IPA.Tes yang diberikan sebanyak 10 soal, tiap jawaban yang
benar diberi nilai 10. Nilai mutlak 10 dengan skor penilaian 0-100.

E. Teknik Analisis Data


Untuk mengetahui ada atau tidak adanya Pengaruh Penggunaan Internet
Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten
Sidenreng Rappang, maka teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah uji t, adapun rumus t-tes menurut Sutrisno Hadi (1987:2688) adalah
sebagai berikut:
1. Mengubah skor menjadi nilai dengan rumus:
SP
N = SM X 100
N
SP
SM

: Nilai
: Skor Perolehan
: Skor Maksimal

2. Uji T.tes dengan rumus:

34

t.tes =

Mx My
SDbm

Keterangan:
t
= Perbedaan dua mean
Mx
= Nilai rata-rata x
My
= Nilai rata-rata y
SDbm = Standar deviasi rata-rata
Langkah-langkah penggunaan rumus tersebut adalah sebagai berikut:
a. Mean kelompok eksperimen (X) dan kelompok kontrol (Y) dengan rumus:
X
- Mx =
N
-

My =

Y
N

b. Standar deviasi kuadrat kedua kelompok dengan rumus:


f X2
2
- SD x = Nx
- Mx2
-

SD y =

f Y2
Ny

My2

c. Standar deviasi atas kuadrat dari kedua kelompok dengan rumus :


S D2 x
- SD2 M x = Nx1
-

S D2 y
SD2 My = Ny1

d. SDbm dengan rumus:


2
2
SDbm = S D Mx+S D My
e. Kemudian dilanjutkan dengan penggunaan rumus t.tes sebagai berikut:
Mx My
t.tes =
SDbm
.

35

DAFAR PUSTAKA

: www.detik.com, www.rotten.com, dan www.yahoo.com


. (Ambo Enre Abdullah, 1983:83).
. (Adi Negara, 1953:298).
http://eprints.walisongo.ac.id/773/. Diakses tanggal 9 september 2014
http://eprints.walisongo.ac.id/773/5/083111173_Bab4.pdf. Diakses tanggal 9
september 2014
http://eprints.walisongo.ac.id/773/4/083111173_Bab3.pdf. Diakses tanggal 9
september 2014
http://eprints.walisongo.ac.id/773/3/083111173_Bab2.pdf. Diakses tanggal 9
september 2014

36

http://eprints.walisongo.ac.id/773/2/083111173_Bab1.pdf. Diakses tanggal 9


september 2014