Anda di halaman 1dari 25

1

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 MAIWA
KABUPATEN ENREKANG

PROPOSAL
DIAJUKAN KEPADA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN (STKIP) MUHAMMADIYAH

SIDENRENG RAPPANG

DIAJUKAN OLEH :
NAMA

: ASIRAH

NPM

: 431812412

KELAS

: A3 SIANG

TEKNOLOGI PENDIDIKAN
TAHUN 2015

PERSETUJUAN PEMBIMBING
Pembimbing yang ditunjuk oleh Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sidenreng Rappang, tanggal Mei 2015.
NAMA

: ASIRAH

NPM

: 431812412

Judul Proposal: pengaruh penggunaan media internet terhadap prestasi belajar


Teknologi Informasi dan komunikasi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten
Enrekang
Kelas VI (TUJUH) SMP N 1 MAIWA
Menyatakan bahwa Proposal ini telah diperiksa dan dapat di ujikan di depan Panitia
penguji dari STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang.
Sidrap,
Dosen Pembimbing

Drs. H. MIN MENNE, M.Si

Mengetahui,
Ketua STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Dr. AMINUDDIN MAMMA, M.Ag

Mei 2015

KATA PENGANTAR
Bismillahirahmanirrahim
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala karunia yang
dilimpahkannya, sehingga Proposal dapat terwujud sebagai mana adanya yang
disusun dimaksudkan guna memenuhi salah satu dari sekian banyak persyaratan
dalam rangka penyelesaian studi untuk memperoleh Sarjana Pendidikan.
Kemudian dengan melalui kesempatan yang sangat baik ini, maka
penulis menyampaikan berupa ucapan Terimah Kasih, terutama ditujukan kepada
:
1. Dr. AMINUDDIN MAMMA, M.Ag, Beliau selaku Ketua STKIP
Muhammadiyah Sidrap, atas berbagai bentuk kebijakaan beliau, sehingga
penulis tidak pernah mengalami kesulitan sampai tahap akhir penyelesaian
studi.
2. SUARDI ZAIN,S.Pd., M.Pd, Selaku Ketua Program Studi Teknologi
Pendidikan STKIP Muhammadiyah Sidrap, atas kebijakannya, sehingga
penulis tidak pernah merasakan adanya tantangan berat dalam proses
perkuliahan.
3. Drs. H. AMIN MENNE, M.Si, Beliau selaku pembimbing dalam rangka
penulisan dan penyusunan proposal ini, dan atas kerelaan dan meluangkan
waktu member petunjuk dan bimbingan.
4. Para Dosen dan Asisten dalam jajaran STKIP Muhammadiyah Sidrap atas
keikhlasan hati beliau menyampaikan ilmu-ilmu pengetahuan yang
dimilikinya.
5. Segenap rekan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sidrap, memberikan
bantuan berupa pemikiran dalam proses penyusunan proposal ini.
Atas segala bentuk bantuan yang telah diberikan kepada penulis baik sifatnya
langsung maupun tidak langsung, penulis tak lupa mendoakan semoga
mendapatkan pahala yang berlipat dan kita semua senantiasa mendapatkan
rahmat dari Illahi Rabbi, Amin
Sidrap, Mei 2015

Penulis
Ttd
ASIRAH

DAFTAR ISI
HALAMAAN JUDUL 1
HAL PERSETUJUAN PEMBIMBING2
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI 4
DAFTAR TABEL 6
BAB

I. PENDAHULUAN

A.
B.
C.
D.
BAB

Latar elakang 6
Perumusan Masalah11
Tujuan Penelitian 12
Manfaat Hasil Penelitian12

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR


A. Tinjauan Pustaka 13
B. Kerangka Berpikir18
C. Hipotesis 19

BAB

III. METODE PENELITIAN


A.
B.
C.
D.
E.

Lokasi Penelitian 2
Variabel Penelitian 20
Populasi Dan Sampel 22
Teknik Pengumpulan Data 23
Teknik Analisis Data 24

DAFTAR PUSTAKA 26
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri
setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi

antara seseorang dengan lingkungannya. Belajar bisa terjadi kapan saja dan
dimana saja. Perubahan tingkah laku pada diri seseorang merupakan pertanda
bahwa seseorang tersebut telah belajar. Perubahan yang terjadi diantaranya
perubahan pada tingkat pengetahuan, perubahan sikap dan perubahan
keterampilannya.
Hasil yang diharapkan dari sebuah pembelajaran meliputi tiga ranah
hasil belajar, yaitu ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual
meliputi perubahan dalam segi penguasaan ilmu pengetahuan, ranah afektif
berkenaan dengan sikap, ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar
keterampilan dan kemampuan bertindak. Ketiga ranah tersebut menjadi objek
penilaian hasil belajar, akan tetapi ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai
oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para peserta
didik dalam menguasai isi atau materi bahan pengajaran.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa
perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan
manusia, baik dalam ekonomi, sosial dan budaya maupun pendidikan. Agar
pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan IPTEK tersebut perlu adanya
penyesuaian-penyesuaian, terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor
pengajaran di sekolah.
Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang perlu dipelajari
dan dikuasai guru/calon guru, sehingga mereka dapat menyampaikan materi
pelajaran kepada para peserta didik secara baik, berdaya guna dan berhasil

guna. Pendidikan pada dasarnya merupakan sebuah proses transformasi


pengetahuan menuju ke arah perbaikan, penguatan, dan penyempurnaan semua
potensi manusia. Pendidikan agama bukan hanya sekedar proses transfer of
knowledge tetapi juga transfer of value yaitu penyampaian nilai-nilai moral
Islam. Tujuan pendidikan Islam antara lain membentuk manusia yang memiliki
kecerdasan intelektual dan spiritual sekaligus.
Tujuan pendidikan di dalam Islam ada dua, yaitu tujuan yang
berorientasi pada ukhrawi dan tujuan yang berorientasi pada duniawi. Tujuan
yang berorientasi pada ukhrawi yaitu membentuk seorang hamba agar
melakukan kewajiban kepada Allah atau dengan kata lain untuk beribadah,
sedangkan tujuan yang berorientasi pada duniawi yaitu membentuk manusia
yang mampu menghadapi segala bentuk kebutuhan dan tantangan kehidupan,
agar hidupnya lebih layak dan bermanfaat bagi orang lain.
Undang-undang SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003 pasal 3 menyebutkan
bahwa pendidikan nasional bertujuan bertambahnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Tujuan seperti ini tidak mungkin bisa terwujud tanpa adanya sistem dan
proses pendidikan yang baik. Pada hakikatnya proses belajar mengajar
merupakan proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan
suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan peserta didik bertukar

pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian, dalam komunikasi sering


timbul dan terjadi penyimpangan-penyimpangan sehingga komunikasi tersebut
tidak efektif dan efisien, antara lain disebabkan oleh adanya kecenderungan
verbalisme, ketidaksiapan peserta didik, kurangnya minat, kegairahan, dan
sebagainya. Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan demikian ialah
penggunaan media dalam proses pembelajaran, karena fungsi media dalam
kegiatan pembelajaran adalah sebagai penyaji stimulus informasi, sikap, dan
juga untuk meningkatkan keserasian dalam penerimaan informasi. Media juga
berfungsi untuk mengatur langkah-langkah kemajuan dan juga memberikan
umpan balik. Suatu realita yang sering dijumpai khususnya di daerah-daerah
pedesaan atau pinggiran, pembelajaran PAI masih sering menggunakan cara
konvensional, dimana siswa hanya mendengarkan ketika guru sedang mengajar.
Proses pembelajaran konvensional lebih ditekankan pada bentuk kata-kata atau
ke arah verbalisme, kemudian seiring perkembangan zaman orang mulai
berpikir bahwa di dalam pembelajaran diperlukan alat bantu atau yang sering
dikenal dengan media, khususnya media audio visual seperti film bersuara,
video dan televisi Media pembelajaran tersebut hanya sebagai alat bantu untuk
memudahkan guru dalam menyampaikan materi agar lebih mudah diserap dan
dipahami oleh siswa,bukan sebagai pengganti atau pesaing guru. Pelajaran PAI
sering kali disampaikan secara verbal dan abstrak yang hanya dalam bentuk
penjelasan-penjelasan atau cerita yang membuat siswa kurang tertarik dan cepat
merasa bosan bahkan mengantuk ketika pelajaran. Hal ini mengakibatkan

pemahaman yang diserap menjadi kurang maksimal dan berpengaruh terhadap


hasil belajar. Apabila materi hanya dijelaskan oleh guru dengan cara cerita,
siswa hanya membayangkan sendiri bagaimana langkah-langkah dan tata cara
karena kebanyakan dari siswa belum pernah melakukannya. Ketika proses
pembelajaran berlangsung, nampak sebagian besar siswa belum belajar ketika
guru mengajar. Beberapa peserta siswa belum belajar sampai pada tingkat
pemahaman, siswa baru mengetahui teori pada tingkat pengetahuan atau
ingatan sehingga pengetahuan itu tidak bermakna dalam kehidupan sehari-hari
dan mudah terlupakan.
Dalam proses pembelajaran masih terpusat pada pendidik dikarenakan
guru masih menggunakan model ceramah sehingga membuat siswa merasa
jenuh. Metode ceramah merupakan salah satu metode penyampaian informasi
kepada siswa yang sering digunakan oleh guru. Metode ini cukup mudah
dilakukan dan kurang menuntut usaha yang terlalu banyak dari guru maupun
peserta didik, akibatnya materi pelajaran yang disampaikan kurang dipahami
siswa. Siswa hanya mendengarkan dan membayangkan sendiri tentang materi
yang disampaikan guru tanpa ada sesuatu yang bisa disaksikan untuk membantu
pemahamannya sehingga suasana kelas terasa membosankan. Sumber belajar
tradisional adalah guru dan buku teks, dan sebagian guru menjadikan buku teks
sebagai sumber utama belajar. Padahal pada zaman ini telah banyak teknologi
untuk belajar mengajar yang kaitannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa,
salah satunya yaitu melalui media pembelajaran. Pada dasarnya teknologi dan

10

media pendidikan sangat dibutuhkan dalam pendidikan. Media berbasis audio


visual sangat diminati oleh para siswa, karena dengan menggunakan media
seperti slide, film, video dan televisi dapat meningkatkan minat dan perhatian
siswa sehingga akan mempengaruhi hasil belajarnya pula.
Pemanfaatan media pendidikan mempunyai dampak tertentu dalam
proses belajar mengajar. Penggunaan media dalam proses pembelajaran sangat
penting karena mampu membuat materi yang disajikan menjadi lebih menarik.
Dengan adanya media yang mendukung dalam proses pembelajaran, maka guru
harus mengakui bahwa mereka bukan satu-satunya sumber belajar. Penggunaan
media pembelajaran yang menarik, seperti video dapat mengatasi sikap pasif
siswa, menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi langsung
antara siswa dengan lingkungan dan kenyataan, memungkinkan siswa belajar
sendiri sesuai kemampuan dan minatnya serta meningkatkan hasil belajarnya.
Mengingat besarnya pengaruh media pembelajaran terhadap pemahaman dan
bermaknanya suatu proses pembelajaran maka diperlukan suatu media
pembelajaran yang memudahkan siswa dalam memahami materi PAI serta
media yang dapat menyajikan materi dalam bentuk yang konkret sehingga
dapat dilihat secara langsung dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian
dan minat siswa sehingga proses pembelajaran terjadi. Untuk meningkatkan
hasi belajar siswa khususnya mapel PAI, penulis mencoba dengan menerapkan
pembelajaran dengan menggunakan media video. Video merupakan rangkaian

11

dari banyak frame (bingkai) gambar yang ada didalamnya berisi tahap demi
tahap dari suatu gerakan atau sekuen yang diputar dengan kecepatan tertentu.
Media berbasis audio visual seperti film dan video memiliki nilai lebih
yaitu dapat meningkatkan minat, motivasi belajar dan membantu pemahaman
siswa dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru, sehingga dapat
meningkatkan hasil belajar siswa. Sebagai contoh adalah penggunaan video
dapat menggambarkan suatu proses atau rangkaian kegiatan tertentu dengan
nyata dan jelas yang dapat disampaikan secara berulang-ulang jika dipandang
perlu. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian tentang Pengaruh Penggunaan Media Video terhadap Hasil
Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Maiwa
Kabupaten Enrekang.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
sebagai berikut:
Apakah ada pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar
siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang?
C. Tujuan Penelitian

12

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ada atau tidak
adanya pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa Kelas
VII SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagi Sekolah: Memberikan masukan berharga bagi sekolah dalam upaya
meningkatkan dan mengembangkan proses pembelajaran

PAI yang lebih

bermakna.
b. Bagi Guru: Memberikan gambaran kepada guru tentang pembelajaran
menggunakan media video dan digunakan sebagai bahan masukan dan
pertimbangan dalam upaya perbaikan hasil belajar siswa.
c. Bagi Siswa: Memudahkan siswa dalam mempelajari dan memahami
pelajaran PAI serta meningkatkan daya ingat siswa.
d. Bagi Peneliti: Menambah pengalaman dan pengetahuan dalam menerapkan
pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa video, serta
menambah pengetahuan peneliti khususnya dalam bidang pendidikan.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS

A. Kajian Pustaka

13

1. Pengertian media
Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk
menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin,
merupakan bentuk jamak dari kata medium. Secara harfiah kata tersebut
mempunyai arti perantara atau pengantar, yaitu perantara sumber pesan
(a source) dengan penerima pesan (a receiver). Jadi, dalam pengertian yang
lain, media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan
pesan dari komunikator kepada khalayak.
Banyak ahli dan juga organisasi yang memberikan batasan mengenai
pengertian media. Beberapa diantaranya :
1) Menurut syaiful Bahri Djamarah
Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur
pesan guna mencapai tujuan.
2) Menurut menurut Schram
Media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimaanfaatkan untuk
keperluan pembelajaran.
3) Menurut National Education Asociation (NEA)
Media adalah segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses
penyaluran pesan.
4) Menurut Gagne
Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang
dapat merangsang siswa untuk belajar.
5) Menurut Miarso
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkn
pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan
siswa untuk belajar.
2. Pengertian pembelajaran

14

Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan pendidik


dan sumber belajar di dalam lingkungan belajar tertentu, sehingga terjadi
perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Dalam pembelajaran tugas
pendidik yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar
menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi siswa.
3. Media pembelajaran
Media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat fisik
seperti buku, film, kaset,video, yang dapat menyajikan informasi serta
merangsang peserta didik untuk belajar. Jadi media adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat peserta
didik sehingga proses belajar terjadi.
Pemanfaatan media pendidikan mempunyai dampak tertentu dalam
proses belajar mengajar.Penggunaan media dalam proses pembelajaran
sangat penting karena mampu membuat materi yang disajikan menjadi lebih
menarik. Dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik, seperti
video dapat mengatasi sikap pasif peserta didik, menimbulkan kegairahan
belajar, memungkinkan interaksi langsung antara peserta didik dengan
lingkungan dan kenyataan, memungkinkan peserta didik belajar sendiri
sesuai kemampuan dan minatnya serta meningkatkan hasil belajarnya.
Manfaat media pembelajaran Adanya suatu media dalam dunia
pendidikan dapat mempertinggi proses belajar siswa yang pada gilirannya
diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang hendak dicapai. Hal itu

15

diuraikan oleh Fatah Syukur dalam buku Teknologi Pendidikan sebagai


berikut Pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga
dapat menumbuhkan motivasi belajar. Media memungkinkan adanya
interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungan.
Media video sangat bermanfaat bagi siswa, sebab siswa bisa melihat
langsung pelajaran yang disampaikan oleh guru.
Di samping itu, masih banyak keuntungan lain dari program video, antara
lain biaya pemutarannya relatif murah, tidak memerlukan waktu yang lama.

4. Pengertian Belajar
Para ahli pendidikan mengungkapkan pengertian belajar dengan sudut
pandang masing-masing. Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan
oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara
keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam
berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Purwanto, Belajar merupakan
proses dalam individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk
mendapatkan perubahan dalam perilakunya.Menurut Muhibbin Syah, belajar
dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu
yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan
lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

16

Pengertian belajar Pemikir dari Timur Tengah Abdul Aziz Abdul Majid
dan Sholih Abdul Aziz menyatakan bahwa Sesungguhnya belajar adalah
perubahan dalam diri (jiwa) peserta didik berdasarkan pengalaman
terdahulu, sehingga dari pengalamnya itu tercipta perubahan yang baru.
Sedangkan definisi belajar menurut Cliford T. Morgan adalah Learning may
be defined as any relatively permanent change in behavior which occurs as a
result of experience or practice Belajar dapat didefinisikan sebagai
perubahan yang relatif tetap dalam perilaku yang terjadi sebagai hasil dari
pengalaman atau praktik. Dari definisi tersebut yang menjadi catatan
adalah,ada tiga elemen penting tentang belajar, (1) belajar adalah sebuah
perubahan tingkah laku, (2) perubahan diperoleh dari pengelaman, (3)
perubahan relatif tetap. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat
disimpulkan bahwa belajar adalah kegiatan atau proses yang dilakukan oleh
seorang individu yang menghasilkan perubahan perilaku di dalam dirinya
sebagai hasil dari pengalaman dan interaksinya dengan lingkungan,
perubahan perilaku tersebut bersifat relatif tetap. Jadi ciri-ciri belajar adalah
jika individu tersebut mengalami perubahan, perubahan tersebut berasal dari
pengalamannya dengan lingkungan, serta perubahan itu bersifat relatif tetap.
Pada umumnya hasil belajar tersebut meliputi pencapaian ranah kognitif,
afektif dan psikomotorik.
5. Hasil Belajar

17

Menurut Nana Sudjana, hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan


yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil
belajar sering kali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa
jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan. Hasil belajar dapat
dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknnya, yaitu hasil
dan belajar. Pengertian hasil menunjukkan pada suatu perolehan akibat
dilakukannya suatu aktivitas. Belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya
perubahan perilaku pada individu yang belajar. Dari penjelasan tersebut
dapat dipahami bahwa hasil belajar adalah hasil atau perolehan dari aktivitas
belajar yaitu perubahan dalam sikap dan tingkah lakunya.

B. Kerangka Pikir
Guna mengetahui hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar
siswa di sekolah peneliti menggunakan media video untuk mengetahui ada atau
tidak adanya pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa
khususnya di kelas VII SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.
Untuk lebih jelasnya kerangka pikir tersebut, peneliti sajikan dalam bagan
sebagai berikut :

Media pembelajaran

Media audio

Media video

Media audio visual

18

Menggunakan media
video

Menggunakan media
video

Evaluasi

Analisis

Ada pengaruh

Tidak ada pengaruh

C. Hipotesis
Berdasarkan uraian pada latar Belakang, rumusan masalah, maka
hipotesis yang akan diuji kebenarannya dalam penelitian ini dirumuskan
sebagai berikut :
Ada pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa
kelas VII SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.
Karena data dalam penelitian ini akan dianalisis dalam bentuk statistik
deskriptif , maka hipotesis di atas harus diubah menjadi hipotesis nihil (Ho)
sehingga berbunyi sebagai berikut :
Tidak Ada pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar
siswa kelas VII SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.

19

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Variabel dan Desain Penelitian
1. Variabel Penelitian
Ada dua jenis variabel yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :
a. Penggunaan media video dalam proses belajar mengajar sebagai variabel
bebas (X)
b. Hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (Y)
2. Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif
dalam bentuk eksperimen. Peneliti menggambarkan ada atau tidak adanya
pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP
Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.
Untuk memperoleh hasil maksimal dari penelitian yang dilakukan maka
perlu didesain langkah-langkah sebagai berikut :
a. Merencanakan kegiatan alat dan waktu penelitian berdasarkan waktu yang
b.
c.
d.
e.

telah ditetapkan,
Mengumpulkan data langsung di lapangan,
Menganalisa data berdasarkan hasil temuan,
Menguji hipotesis.
Menarik kesimpulan.
Tabel 3.1: Desain Penelitian
15
Kelompok

Perlakuan

Post-test

20

Eksperimen

P1

P2

(E)
Kontrol (K)
Keterangan :
E

Kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan


dengan menggunakan media video.

Kelompok kontrol yang mendapat perlakuan tidak


dengan tidak mengunakan media video.

P1

Perlakuan yang diberikan kepada kelompok


eksperimen.

P2

Perlakuan yang diberikan kepada kelompok kontrol.

Post-test yang diberikan kepada kedua kelompok

Langkah-langkah yang ditempuh dalam pelaksanaan eksperimen ini ialah


sebagai berikut :
a. Siswa yang dimasukkan ke kelompok eksperimen dan ke kelompok kontrol
ditetapkan secara acak, artinya tidak dipilih-pilih.
b. Masing-masing kelompok diberikan sajian materi pelajaran yang sama
dalam mata pelajaran PAI.

21

c. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan media video, sedangkan


kelompok kontrol diajar tanpa menggunakan alat media video.
d. Kedua kelompok siswa diberikan tes yang sama pada setiap akhir
pertemuan.
e. Menarik kesimpulan.
B. Definisi Operasional Variabel
Untuk memperjelas dan meyakini hasil penelitian ini, maka perlu
dikemukakan definisi operasional yang digunakan sebagai berikut :
Penggunaan media video yang dimaksud adalah penelitian ini yakni
penggunaan media atau alat berupa laptop yang berisi video yang diperlihatkan
kepada siswa kelompok eksperimen.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, Arikunto (2010:123).
Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh siswa kelas VII
SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.
Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai keadaan populasi
penelitian, dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.1 : Keadaan Populasi
No

Jenis Kelamin

Jumlah

1.

Laki-laki

10

2.

Perempuan

18

Jumlah (N)
Sumber data : Kantor SMP Negeri 1 Maiwa

28

22

2. Sampel
Menurut Arikunto (2009:11) bahwa: Sampel adalah bagian dari
populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti).
Sampel diambil dari sebagian kelas VII SMP Negeri 1 Maiwa yang
kemudian jumlah sampel tersebut dibagi atas dua kelompok yakni kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol. Pembagian kelompok dilakukan dengan
menggunakan tekhnik undi.
D. Tekhnik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini digunakan dua macam tehnik pengumpulan data
yaitu :
1. Dokumentasi
Data yang diperoleh dari dokumentasi ini adalah jumlah siswa kelas VII
SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang tahun ajaran 2014/2015.
2. Tes Hasil Belajar
Tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa antara lain
mempraktikkan kembali apa yang telah ditonton melalui media video. Tes
tersebut dapat pula diberikan dalam bentuk pertanyaan secara tertulis yang
diikuti dengan butir pilihan ganda.
E. Teknik Skoring
Pemberian skor kepada sampel dilakukan dengan menjumlahkan skor yang
benar dari setiap sampel dibagi dengan jumlah skor total, kemudian dikalikan
seratus.
Untuk menentukan nilai tes diberikan jumlah soal sebayak 10 nomor,setiap
nomor diberi skor 1 jika benar dan diberi skor 0 jika salah. Oleh karena itu jika
peserta tes menjawab dengan benar secara keseluruhan soal, maka dia
memperoleh skor 10. Dengan demikian, nilai yang diperoleh =10/10x100= 100,

23

tetapi jika peserta hanya dapat menjawab 5 soal dengan benar maka nilanya =
5/10=50.
F. Tekhnik Analisis Data
Data yang diperoleh dalam setiap tindakan akan dianalisis secara
kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui hasil akhir dari suatu tindakan. Data
kualitatif hasil belajar siswa akan dianalisis secara deskriptif dengan cara
mencari nilai rata-rata keberhasilan siswa baik dalam pre tes dan post test. Yaitu
dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Nilai dari setiap siswa menjawab test dalam setiap pertemuan
2. Data dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Mx = Fx
My = Fy
Nx
Ny
Keterangan :
Mx
: Simbol Mean X
My
: Simbol Mean Y

: Sigma (jumlah)
N
: Jumlah Individu
Fx
: Frekuensi masing-masingnilai variabel X
Fy
: Frekuensi masing-masing nilai variabel Y

24

DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.walisongo.ac.id/773/. Diakses tanggal 9 september 2014


http://eprints.walisongo.ac.id/773/5/083111173_Bab4.pdf. Diakses tanggal 9
september 2014
http://eprints.walisongo.ac.id/773/4/083111173_Bab3.pdf. Diakses tanggal 9
september 2014
http://eprints.walisongo.ac.id/773/3/083111173_Bab2.pdf. Diakses tanggal 9
september 2014
http://eprints.walisongo.ac.id/773/2/083111173_Bab1.pdf. Diakses tanggal 9
september 2014
www.pengertianahli.com/2014/07/pengertian-media-dan-jenis-media.html?m=1.
diakses tanggal 26 september 2014
rinakusniawati.blogspot.nr/2010/04/penarikan-sampel.html?m=1. Diakses tanggal
27 september 2014
Yunus, Rasyid. 2009. Pengaruh Penggunaan Media Audio Terhadap Kemampuan
Menyimak Siswa Kelas X1 SMA Negeri 1 Panca Rijang Kabupaten Sidenreng
Rappang. Rappang : STKIP.

25

Yunus, Rasyid.2007. Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Terhadap Terhadap


Kemampuan Pengukuran Dasar Siswa Kelas X Sma Negeri 1 Panca Rijang
Kabupaten Sidenreng Rappang.Rappang : STKIP